PENGGUNAAN KARTU ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B TK MEKAR SARI SAWAHAN SURABAYA

  • Published on
    07-Aug-2015

  • View
    162

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Alfiah Restuningsih, http://ejournal.unesa.ac.id

Transcript

1

PENGGUNAAN KARTU ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B TK MEKAR SARI SAWAHAN SURABAYA Alfiah Restuningsih ABSTRACT The success of the process of teaching and learning in the classroom is highly determined by the learning strategies, however complete and details of other components without proper strategies are implemented then the components will have no meaning in the process of the achievement of the goals. Therefore the teachers require to implement strategy or interesting media in the implementation of learning. The research was based on the problem: How does the use of card numbers to improve cognitive ability in recognizing the concept of numbers in the Group B TK Mekar Sari Sawahan Surabaya Whereas the aim of this research is: how to know the implementation of word cards can improve cognitive ability in recognizing the concept of numbers in the Group B TK Mekar Sari Sawahan Surabaya. In addition, the other purpose of this research is to add the cognitive teaching alternative media which appropriates the situation and condition of kindergartens. This research uses the Classroom Action Research actions (CAR) by as much as two rounds. Each round consists of four stages: design, activities and observation, reflection, and revision. The target of this research is the children in Group B. The data obtained as the result of observation sheet, teaching and learning activities. From the results obtained that learning achievement analyst children experienced an increase of cycle I get cycle II i.e., cycle I (66%) cycle II (94%). The summary of this research is the learning model uses the card numbers can affect a child's cognitive ability in TK Mekar Sari Sawahan Surabaya, that the learning can be used as an alternative learning in kindergarten. keywords : card numbers , cognitive ability Keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas sangat ditentukan oleh strategi pembelajaran, bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa diimplementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu setiap akan mengajar guru diharuskan untuk menerapkan strategi atau media yang menarik dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: bagaimanakah aktifitas guru dalam penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya, bagaimanakah aktifitas anak pada penggunaan kartu angka

2

dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya, dan bagaimanakah penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mendiskripsikan aktifitas guru dalam pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya, untuk mendiskripsikan aktifitas anak pada pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya, danuntuk mendiskripsikan hasil pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? Di samping itu tujuan lain dari penelitian ini adalah menambah alternatif media pengajaran kognitif yang sesuai dengan situasi dan kondisi Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah anak kelompok B. Data yang diperoleh berupa hasil lembar observasi, kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar anak mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (66%) siklus II (94%). Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran menggunkan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak taman kanak-kanak Sekar Melati , serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran di taman kanak-kanak. Kata Kunci: Kartu angka, kemampuan kognitif Pendahuluan Latar Belakang Pada umumnya setiap Anak Usia Dini (AUD) mengalami perkembangan kognitif, fisik motorik, seni, bahasa psikis dan moral yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kita sebagai pendidik Anak Usia Dini (AUD) tidaklah semudah membalikkan tangan untuk membentuk perilaku dan perkembangan fisik dan intelegensinya. Proses pembelajaran pada Anak Usia Dini (AUD) bertujuan memberikan konsep-konsep yang kongkrit dan realistis. Pembelajaran yang terlalu tekstual akan sulit dipahami oleh anak. Anak Usia Dini (AUD) harus diberi contoh-contoh kongkrit, peragaan langsung dan dikemas melalui bermain. Dengan cara ini, maka secara tidak langsung anak dapat menerima apa yang diajarkan kepada mereka. Pada awal tahun pelajaran 2011 / 2012 Semester I peneliti telah mengenalkan konsep bilangan dengan menggunakan metode tanya jawab dan pemberian tugas untuk menuliskan bentuk bilangan saja. Ternyata sebagian besar

3

anak di kelas B di TK Mekar Sari yang berjumlah 35 anak yang terdiri dari 20 anak laki-laki dan 15 anak perempuan, masih ada 4 anak yang kurang paham bilangan 1-20, dan 5 anak yang kurang paham konsep bilangan dengan benda, juga dalam pengenalan urutan bilangan 1-20, dan menyebutkan hasil penjumlahan dan pengurangan dengan benda padahal sudah sering kali peneliti sampaikan. Rumusan Masalah 1. Bagaimana aktifitas guru dalam penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? 2. Bagaimana aktifitas anak pada penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? 3. Bagaimana penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? Tujuan 1. Untuk mendiskripsikan aktifitas guru dalam pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? 2. Untuk mendiskripsikan aktifitas pada pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? 3. Untuk mendiskripsikan hasil pengunaan media kartu angka untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak Kelompok B di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan Surabaya? Manfaat Penelitian 1. Bagi Anak Diharapamkan anak mampu mengembangkan kemampuan kognitif anak agar dapat mengenal konsep bilangan dengan menggunakan media kartu angka. 2. BagiPeneliti Untuk mengembangkan kemampuan profesinya secara profesional, agar lebih percaya diri berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam proses pembelajaran AUD khususnya di TK B. 3. BagiKepala TK Diharapkan sebagai bahan pertimbangan dan kegiatan dalam menyediakan dan melengkapi kebutuhan fasilitas sekolah untuk peningkatan profesional guru dan mutu pendidikan. 4. Bagi Orang Tua Diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengatasi kejenuhan kebosanan belajar anak. Orang tua dapat menerapkan penggunaan media kartu angka dan mengetahui hasil dari penggunaan kartu angka tersebut dan dapat membantu belajar anak dirumah.

4

Definisi Operasional 1. Mengenal konsep bilangan menurut Susanto , (2011:109) permainan flashcardberdampak positif terhadap peningkatan kemampuan berhitung permulaan , karena permaiman kartu ini dapat merangsang anak lebih cepat mengenal angka, membuat minat anak semakin menguat dalam menguasai konsep bilangan, serta merangsang kecerdasan dan ingatan anak, mampu mengembangkan kemampuan karena anak dapat memiliki konsep berhitung dengan baik dan anak dapat mengembangkan segenap potensi yang ada pada dirinya sesuai dengan kemampuanya seoptimal mungkin, anak juga akan banyak belajar mengenai urutan bilangan dan pemahaman konsep angka dengan baik. 2. Kartu angka menurut Hurlock (1978) Susanto (2011:107-108) seiring dengan perkembangan pemahaman bilangan permulaan ini, menyatakan bahwa konsep yang dimulai dipahami anak diantaranya konsep bilangan.Pengalaman anak mempengaruhi konsep bilangan yang mereka ketahui, karena berhubungan dengan kata-kata.Oleh karena itu pemahaman konsep bilagnan melalui permainan sangat penting karena dengan permainan anak dapat cepat memahami maksud dari pembelajaran tersebut. Asumsi 1. Kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak TK 2. Hasil observasi dalam penelitian ini mencerminkan keadaan anak yang sesungguhnya di TK Mekar Sari Kelompok B. Batasan Masalah Ppenelitian Agar penelitian tidak meluas, maka diperlukan batasan masalah tentang penggunaan media kartu angka untuk mengatasi masalah dalam meningkatkan pengenalan konsep bilangan untuk perkembangan kognitif anak yang dilakukan di TK Mekar Sari Kecamatan Sawahan dengan jumlah siswa kelompok B 35 siswa. Kajian Teori A. Perkembangan Kognitif Pengertian Perkembangan Kognitif Perkembangan adalah perubahan mental yang berlangsung secara bertahap dan dalam waktu tertentu dari kemampuan yang sederhana menjadi kemampuan yang lebih sulit, misalnya kecerdasan, sikap dan tingkah laku (Susanto, 2011:21). Kognitif adalah suatu proses berfikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Proses kognitif berhubungan dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide dan belajar (Susanto, 2011:47). Menurut Piaget (1972) dalam Sujiono, dkk (2008:3.5) perkembangan kognitif mempunyai 4 aspek yaitu : kematangan merupakan pengembangan dari susunan syaraf, pengalaman merupakan hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungan, transmisi merupakan pengaruh yang diperoleh

5

dalam hubungan dengan lingkungan sosial, ekuilibrasi kemampuan yang mengatur dalam diri anak agar ia selalu mampu mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terehadap lingkungan. Media Pembelajaran Media pembelajaran adalah sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam mencapai tujuan pengajaran. Dalam pengertian yang lebih luas media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas (Sanaky, 2011:4-8). Menurut Gagne dalam Sujiono, dkk (2008:8.1) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan anak yang dapat mendorong anak untuk belajar. Media pembelajaran adalah segalah sesuatu yang dapat dipakai atau dimanfaatkan untuk merangsang daya pikir, perasaan, perhatian dan kemampuan anak sehingga ia mampu mendorong terjadinya proses belajar mengajar pada diri anak (Sujiono, dkk, 2008:8.17) Dengan demikian dapat kita pahami bahwa media yang digunakan haruslah mampu membawa anak kapada dunia mereka, yaitu dunia bebas dan murni untuk menciptakan berbagai hal yang kreatif, berekspresi, bermain dan belajar. Jika ada dalam kegiatan pembelajaran mengajarkan baca, menulis, dan berhitung bagi anak tentu harus melalui kegiatan yang menyenangkan dan tidak formal sehingga dirasak sebagai bagian dari kegiatan bermain. Penggunaan Kartu Angka (Flashcard) Menurut Hurlock (1978) Susanto (2011:107-108) seiring dengan perkembangan pemahaman bilangan permulaan ini, menyatakan bahwa konsep yang dimulai dipahami anak diantaranya konsep bilangan.Pengalaman anak mempengaruhi konsep bilangan yang mereka ketahui, karena berhubungan dengan kata-kata.Oleh karena itu pemahaman konsep bilagnan melalui permainan sangat penting karena dengan permainan anak dapat cepat memahami maksud dari pembelajaran tersebut. Menurut Susanto (2011:109) permainan flashcard berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan berhitung permulaan , karena permaiman kartu ini dapat merangsang anak lebih cepat mengenal angka, membuat minat anak semakin menguat dalam menguasai konsep bilangan, serta merangsang kecerdasan dan ingatan anak, mampu mengembangkan kemampuan karena anak dapat memiliki konsep berhitung dengan baik dan anak dapat mengembangkan segenap potensi yang ada pada dirinya sesuai dengan kemampuanya seoptimal mungkin, anak juga akan banyak belajar mengenai urutan bilangan dan pemahaman konsep angka dengan baik. Rahman (2002:112) dalam Susanto (2011:208) mengungkapkan bahwa dampak penggunaan flashcard terhadap kemampuan berhitung permulaan, diantaranya anak mampu mengembangkan kemampuan kognitifnya dengan baik, anak memiliki konsep berhitung dengan baik, dan anak dapat mengembangkan

6

segenap potensi yang dimiliki sesuai dengan kemampuannya. Hal ini penting karena perkembangan anak harus sesuai dengan taraf perkembangan. Keterkaitan Antara Penggunaan Kartu Angka Dalam Mengembangkan Kemampuan Pengenalan Konsep Bilangan Ada beberapa tahapan dalam membantu mempercepat penguasaan berhitung anak.Depdiknas (2000:7-8) dalam Susanto (2011:100). Adapun tahapan tersebut meliputi : 1. Tahap penguasaan konsep, dimulai dengan pengenalan konsep atau pengertian tentang sesuatu dengan menggunakan benda-benda yang nyata, seperti pengenalan warna bentuk dan menghitung bilangan. 2. Tahap transaksi merupakan peralihan dari pemahaman secara kongkrit dengan menggunakan benda-benda nyata menuju kearah pemahaman secara abstrak. 3. Tahap pengenalan lambang adalah dimana setelah anak memahami sesuatu secara abstrak, maka anak dapat dikenalkan pada tingkat penggunaan terhadap konsep bilangan dengan cara meminta anak melakukan proses penjumlahan / pengurangan melalui penyelesaian soal. Konsep pengurangan dan penjumlahan dapat dilakukan dengan menggunakan permainan flashcard yang disesuaikan dengan kemampuan anak dan melibatkan kreatifitas guru atau pembimbing dalam permainan flashcard agar anak tidak kebosanan dan hasil dari permainan ini sesuai dengan yang diharapkan. Diungkapkan oleh Yew (2002) dalam Susanto (2011:103) beberapa prinsip dalam mengajarkan berhitung pada anak diantaranya adalah : a. Buat pelajaran mengasyikan. b. Ajak anak terlibat secara langsung. c. Bangun keinginan kepercayaan diri dalam meyelesaikan berhitung. d. Hargai kesalahan anak jangan menghukumnya. e. Fokus pada apa yang anak capai. Metode Penelitian Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang sudah dianggap mampu memenuhi kepuasan peneliti dalam mencapai hasil yang diinginkan dan mengatasi persoalan yang ada. Siklus akan dilanjutkan kesiklus berikutnya, jika belum tercapai kriteria keberhasilan atau ketuntasan belajar yang telah ditetapkan ole...

Recommended

View more >