Feminisme Modern

  • View
    423

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Feminisme Modern

Bagas Narendra P. (K8410011) Iqbal Nur Faiz (K8410030) Jatmiko Suryo Gumilang (K8410031) Kharisma Dyah Nur H, (K8410032) Perucha Nur Aini (K8410043) Setyorini (K8410053) Tirta Puryani (K8410058) Yunita Sari K (K8410064)

Bersamaan dengan perkembangan sosiologi di masa Durkheim, Weber dan Simmel, sekelompok wanita juga membentuk organisasi reformasi sosial diantaranya adalah Jane Adams(1860-1935), Charlotte Perkins Gilman(1860-1935), A.J Cooper(1858-1943), Ida W.Barnett(1862-1931),dll. Teori feminisme modern berasal dari sebuah pertanyaan,dan bagaimana dengan perempuan? Kemudian muncul pertanyaan dan bagaimana tentang perbedaan diantara perempuan?

Tipologi teori feminisme didasarkan atas pertanyaan paling mendasar yaitu apa peran wanita.

Semua teori perbedaan jender harus menghadapi persoalan yang biasa diistilahkan sebagai argumen esensialis yaitu tesis bahwa perbedaan fundamental antara pria dan wanita adalah kekal.

Feminisme kultural biasanya lebih berkaitan dengan peningkatan nilai-nilai perbedaan perempuan ketimbang menjelaskan asalusulnya. Tesis esensialis tentang perbedaan jender yang abadi menyatakan bahwa jender ditentukan oleh jenis kelamin(sex) dan sex ini menentukan sebagian besar faktor seperti kepribadian, kecerdasan, kekuatan fisik dan kapasitas menjadi pemimpin masyarakat.

Teori ini mengemukakan bahwa perbedaan jender berasal dari perbedaan lelaki dan perempuan didalam berbagai setting institusional.

Teori feminis yang penting adalah marginalisasi perempuan sebagai Other dalam kultur yang diciptakan lelaki.

Pertama, lelaki dan wanita diletakkan dalam masyarakat tak hanya secara berbeda, tetapi juga timpang. Kedua, ketimpangan ini berasal dari organisasi masyarakat, bukan dari perbedaan biologis atau kepribadian penting antara lelaki dan wanita. Ketiga, meski manusia individual agak berbeda cirri dan tampangnya satu sama lain, namun tak ada pola perbedaan alamiah signifikan yang membedakan lelaki dan wanita. Keempat, semua teori ketimpangan menganggap baik itu lelaki maupun wanita akan menanggapi situasi dan struktur social yang makin mengarah ke persamaan derajat (egalitarian) dengan mudah dan secara alamiah.

Feminisme liberal berargumen bahwa perempuan bisa mengklaim kesamaan dengan lelaki atas dasar kapasitas esensial manusia sebagai agen moral yang bernalar, bahwa ketimpangan jender adalah akibat dari pola seksis dan patriakis dari divisi kerja, dan bahwa kesetaraan jender dapat dicapai dengan mengubah divisi kerja melalui pemolaan ulang institusi-institusi kunci hukum, pekerjaan, keluarga, pendidikan, dan media (Bem, 1993; Friedan, 1963; Lorber, 1994; Pateman, 1999; Rhode, 1997; Schaeffer, 2001).

Seluruh teori penindasan jender melukiskan situasi wanita sebagai akibat dari hubungan kekuasaan langsung antara lelaki dan wanita., dimana lelaki mempunyai kepentingan mendasar dan konkret untuk mengendalikan, menggunakan, menaklukan, dan menindas wanita. Yakni untuk melaksanakan dominasi.

Feminisme psikoanalisis kontemporer berupaya menerangkan system patriarki dengan menggunakan teori Freud dan pewaris intelektualnya (Benjamin, 1988, 1996; Chodorow, 1978, 1990, 1994, 1999; Dinnerstein, 1976; Langford, 1999).

Feminimisme Sosial Teori Interseksional.

Teori post modernis dimulai dengan observasi bahwa kita (yakni kita yang hidup di abad 21) tak lagi hidup dibawah kondisi modernitas tetapi kondisi post-modernitas.

5 CIRI TEORI SOSIOLOGI FEMINIS Sosiologi pengetahuannya Model masyarakatnya Pola interaksi sosialnya Fokusnya pada level subjektif dari pengalaman sosia Integrasi level level kehidupan sosialnya

Pengaruh gerakan feminis kontemporer terhadap sosiologi telah mendorong sosiologi untuk memusatkan perhatian pada masalah hubungan jender dan kehidupan wanita. Banyak teori sosiologi kini yang membahas masalah ini. Teoriteori fungsionalisme social-makro, teori konflik analisis, dan teori system dunia neo-Marxian, semuanya mengeksplorwasi rumah tangga dalam system politik sebagai cara menjelaskan posisi subordinasi social wanita. Interaksionisme simbolik dan etnometodologi (dua teori socialmikro) meneliti bagaimana perbedaan jender diciptakan dan dicipta ulang dalam hubungan antar perseorangan.

Bagaimana feminisme melihat hal yg dijelaskan dafiq td?dafiq Seksis & patriarkis dalam ketimpangan gender?purbandaru Bentuk penindasan gender batasannya apa?nawang Bagaimana feminisme memandang fenomena w.a.r.i.a ? wiwin Bagaimana feminisme terhadap kesejahteraan sosial masyarakat ? Aditya surya Feminisme radikal apakah sesuai dengan kebudayaan Indonesia saat ini ? Ardian

Search related