Participatory culture kelompok 7 yuda

  • View
    899

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas softkill ptiw

Text of Participatory culture kelompok 7 yuda

  • 1. Disusun Oleh: AGUNG DERMAWAN (50411330) JIMMY HALIM (53411827) I GUSTI NGURAH PUTU RYANDHIKA P. P (53411420) SONITYO DANANG JAYA (56411856) YUDA ARISTIAN (57411596) FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA 2012Kelompok 7 Participatory CulturesPage 1
  • 2. Daftar isiBAB 1PENDAHULUAN ................................................................................................. 3 A. LATAR BELAKANG MASALAH .......................................................... 3 B. RUMUSAN MASALAH ........................................................................... 5 C. TUJUAN .................................................................................................... 6BAB 2PEMBAHASAN .................................................................................................... 7 A. PENGERTIAN BUDAYA PARTISIPASI ............................................... 7 B. SEJARAH DAN PERJALANAN BUDAYA PARTISIPASI................... 8 C. PRODUSEN,KONSUMEN , DAN PRODUSAGE .................................. 9 D. HUBUNGAN ANTARA MOBILE,INTERAKTIF DAN IDENTITAS 10 E. POTENSI BUDAYA PARTISIPASI DALAM PENDIDIKAN ............. 12 F. TANTANGAN BUDAYA PARTISIPASI DALAM PENDIDIKAN .... 12 1. KEKHAWATIRAN KONSUMER ................................................... 12 2. KEKHAWATIRAN DALAM PENDIDIKAN ................................. 14 2.1 PARTISIPASI KESENJANGAN ............................................... 14 2.2 TRANSPARANSI MASALAH ................................................. 16 2.3 ETIKA TANTANGAN .............................................................. 16 2.4 MASALAH PEMBUAT KEBIJAKAN PENDIDIKAN ........... 17 2.5 BUDAYA PARTISIPASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI ........................................................................................... 18 2.6 BUDAYA PARTISIPASI MENURUT PARA PAKAR MEDIA .................................................................................................... 20BAB 3KESIMPULAN .................................................................................................... 23Kelompok 7 Participatory CulturesPage 2
  • 3. DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 25Kelompok 7 Participatory CulturesPage 3
  • 4. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, perkembangan teknologi sudah tidak dapat dipungkiri lagi.Kita bisa membandingkan dengan mudah bahwa perkembangan teknologi telah merubah dunia.Seperti yang kita ketahui bahwa teknologi dibagi menjadi 2 jenis, yankni teknologi analog dan teknologi digital.Untuk melihat perkembangan teknologi analog, kita bisa kembali ke tahun 1980-an, dimana pada zaman itu manusia diperkenalkan dengan Walkman, sebuah perangkat analog stereo radio portable yang digunakan untuk memutar musik dari kaset rekorder secara pribadi. Atau kita mengenal perangkat analog game yakni gameboot, sejenis game portable dengan banyak jenis pilihan game yang sangat populer waktu itu. Atau juga perangkat analog kamera dengan roll-film yang biasa dikenal dengan nama tustel. Tak heran jika pada zaman itu manusia menyebutnya dengan zaman atau era budaya analog. Seiring waktu berjalan, kecanggihan teknologi pun semakin berkembang. Sejak tahun 2005-an, manusia mulai menemukan generasi baru dari budaya analog, yang dikenal dengan nama budaya digital. Ciri dari budaya digital adalah manusia mulai membuat peralihan dari budaya analog ke budaya digital dengan tidak menghilangkan unsur dari budaya analog itu sendiri, namun sebisa mungkin dibuat lebih se-portable mungkin.Sebagai contoh pada zaman budaya analog, manusia butuh komputer PC agar dapat mengakses internet, entah untuk keperluan chatting, membuka atau mengirim email, mengerjakan tugas pada Microsoft Office.Lalu manusia harus membeli televisi untuk bisa menikmati berbagai program tontonan. Namun di era budaya digital, manusia hanya butuh sebuah perangkat yakni handphone atau tablet PC untuk bisa browsing internet, Facebook, email, membuat tugasKelompok 7 Participatory CulturesPage 4
  • 5. dengan OfficeSuite, bahkan bisa untuk live streaming alias menonton TV dengan layanan internet. Mau tidak mau, kemajuan budaya teknologi telah merubah cara berfikir manusia Mengapa, karena terjadi perubahan yang sangat signifikan antara cara berfikir manusia pada era budaya analog dengan cara berfikir manusia pada era budaya digital. Pada era budaya analog, manusia relatif bertindak sebagai konsumen.Manusia hanya bertindak sebagai pengguna sebuah teknologi yang kemampuan-nya hanya sebatas itu, sebagai contoh, kita lihat perangkat Walkman, perangkat ini hanya sekedar digunakan untuk mendengarkan radio dan kaset tape.Namun pada era budaya digital, manusia tidak hanya bertindak sebagai konsumen, tetapi sebagai kontributor (penyalur) dan produsen.Keadaan ini disebut dengan era budaya partisipasi. Sebagai contoh pada era budaya digital, era Walkman telah digantikan dengan era iPod, sebuah perangkat yang bisa digunakan untuk mendengarkan musik dengan berbagai format audio dan video, juga bisa digunakan untuk bermain game High Definition, bahkan bisa digunakan untuk browsing dan download aplikasi di AppStore dengan menggunakan layanan internet nirkabel (Wi-Fi). Jadi, partisipasi manusia selain sebagai konsumen iPod, namun manusia bisa menjadi kontributor dan produsen dari aplikasi-aplikasi pihak ketiga untuk perangkat iPod tersebut. Namun, selain perkembangan budaya partisipasi, budaya lain yang berkembang pada era budaya digital adalah budaya mobile. Mobile mungkin hampir bisa dikatakan sama dengan portable. Namun mobile lebih dalam menjurus ke arah privatisasi.Misalnya saja handphone.Pada era budaya digital, handphone merupakan perangkat yang digunakan untuk menyimpan data pribadi seseorang, mulai dari kontak, email, foto, video, dan sebagainya.Selain itu dengan adanya budaya mobile, manusia cenderung menggunakan sebuah perangkat miliknya untuk segala aktivitas meskipun aktivitas itu menyimpang dari fungsi seharusnya. Misalnya tablet PC membuat seorang pelajar enggan membawa buku tulis ke sekolahnya, danKelompok 7 Participatory CulturesPage 5
  • 6. menjadikan tablet PC sebagai pengganti buku tulis untuk dicatatnya. Dengan demikian, berarti terdapat suatu penyimpangan dari munculnya budaya mobile. Berbeda dengan perkembangan budaya mobile, terdapat budaya lain yang berkembang dan terkikis disini yakni budaya interaktivitas. Dikatakan berkembang karena semakin berkembangnya budaya digital, maka interaksi antara sesama budaya digital semakin tinggi.Misalnya interaksi antara sesama pengguna OS Android dimana kita bisa berbagi aplikasi ke sesama pengguna Android.Dikatakan terkikis karena dengan kemajuan budaya digital, interaksi antara manusia dengan manusia dalam arti sosial menjadi terkikis, karena manusia cenderung berinterkasi dengan perangkat mobilenya dibandingkan berinterkasi dalam lingkungan sekitarnya. Berdasarkan keadaan diatas, keikutsertaan budaya mobile dalam kemajuan budaya digital harus cenderung diawasi. Mengapa, karena meskipun kemajuan tersebut membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah, namun masih banyak dampak terselubung yang secara tidak langsung akan menjadi sebuah budaya yang sangat buruk kedepannya. Khususnya budaya interaksi sosial manusia yang mulai terkikis akibat adanya perkembangan budaya mobile. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka ada beberapa pertanyaan yang timbul terkait persoalan diatas : 1. Apa itu budaya partisipasi ? 2. Bagaimana sejarah dan perjalanan budaya partisipasi di era budaya digital? 3. Apa yang dimaksud produsen, konsumen, dan produsage ?Kelompok 7 Participatory CulturesPage 6
  • 7. 4. Apa hubungan budaya partisipasi dengan budaya mobile, interaktif, dan identitas ? 5. Bagaimana potensi budaya partisipasi dalam dunia pendidikan ? 6. Apa saja tantangan budaya partisipasi dengan kehidupan manusia di era budaya digital? 7. Apa saja contoh budaya partisipasi dalam kehidupan sehari hari ? 8. Bagaimana pendapat para pakar media tentang perkembangan budaya parrtisipasi dan budaya lain yang mengikutinya ? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan budaya partisipasi; 2. Untuk mengetahui sejarah dan perjalanan budaya partisipasi di era budaya digital; 3. Untuk mengetahui perbedaan antara produsen, konsumen, dan produsage; 4. Untuk mengetahui hubungan hubungan apa saja yang dimiliki antara budaya partisipasi d