Transcript

Laporan TahunanAnnual Report 2014

REVITALIZING

PT LATINUSA, TbkNIPPON STEEL & SUMITOMO METAL CORP. GROUP

DAFTAR ISIContents

Revitalizing 1

Sekilas Latinusa Latinusa in Brief

2

Visi, Misi & Nilai-Nilai Vision, Mission and Values

4

Produk dan Proses Product and Process

6

Ikhtisar Keuangan & SahamFinancial & Stock Highlights

8

Tonggak Sejarah Milestones

10

Peristiwa Penting 2014 2014 Event Highlights

12

Penghargaan & Sertifikasi 20142014 Awards & Certifications

13

Laporan Manajemen Management Report

14

Laporan Dewan Komisaris Report from the Board of Commissioners

14

Laporan Direksi Report from the Board of Directors

22

Pembahasan dan Analisa Manajemen Management Discussion & Analysis

30

Tinjauan BisnisBusiness Review

32

Tinjauan Pendukung BisnisBusiness Support Review

46

Tinjauan KeuanganFinancial Review

62

Tata Kelola PerusahaanCorporate Governance

72

Struktur Tata KelolaGovernance Structure

75

Laporan Komite AuditAudit Committee Report

83

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility

108

Kesehatan dan Keselamatan KerjaHealth and Work Safety

110

Perlindungan KonsumenConsumer Protection

112

Pengembangan MasyarakatCommunity Development

114

Peduli LingkunganEnvironment Awareness

116

Data PerusahaanCorporate Data

118

Dewan KomisarisBoard of Commissioners

120

DireksiBoard of Directors

122

Komite AuditAudit Committee

124

Kepala Satuan PengawasanInternal Head of Internal Audit Unit

125

Sekretaris PerusahaanCorporate Secretary

125

Struktur OrganisasiOrganization Structure

126

Informasi PerusahaanCorporate Information

127

Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan Responsibility for Annual Reporting

128

Laporan KeuanganFinancial Statements

130

Laporan Keuangan TerauditAudited Financial Statements

131

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 1

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

REVITALIZINGPersaingan dengan produk pelat timah impor menjadi tantangan bagi perolehan pangsa pasar maupun pencapaian kinerja Latinusa pada tahun 2014. Di tengah kondisi tersebut, Perusahaan berkonsentrasi mendorong kemajuan program-program revitalisasi sarana dan proses produksi maupun sumber daya manusia dan teknologi yang dimiliki. Melalui upaya-upaya tersebut, Latinusa mampu mempertahankan momentum bisnis serta membangun peluang pertumbuhan masa depan.

Competition with imported tinplate products presents a real challenge for Latinusa in maintaining its market share and performance in 2014. In response, the Company concentrated in furthering the progress of its revitalization of production facilities and processes as well as in its human resources and technology capability. Through these efforts, Latinusa succeeded in maintaining business momentum while building future growth opportunities.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk2

SEKILASLATINUSALatinusa in Brief

PT Pelat Timah Nusantara, Tbk., atau lebih dikenal dengan Latinusa, didirikan pada tanggal 19 Agustus 1982 dengan mengemban peran yang strategis sebagai produsen tinplate yang memenuhi kebutuhan bahan kemasan kaleng di pasar domestik yang sangat prospektif.PT Pelat Timah Nusantara, Tbk., or more commonly known as Latinusa, was established on August 19, 1982 to assume a strategic role in manufacturing tinplate product to fulfill the growing demand for tinplate packaging materials in the domestic market.

Melayani pelanggan untuk bahan kemasan makanan dan minuman serta kebutuhan industri lainnya, Latinusa masih merupakan satu-satunya produsen tinplate di Indonesia saat ini. Dengan berjalannya waktu dukungan Technical Advisor telah berhasil mendorong Latinusa untuk mengembangkan kemampuan produksi selaras dengan standar kualitas dan sertifikasi tingkat dunia.

Untuk mendukung pendanaan dan melanjutkan pengembangan ke tahap selanjutnya, Latinusa melakukan penjualan saham kepada publik dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 14 Desember 2009, dengan ticker NIKL. Seiring pelepasan saham kepada publik juga terjadi pengalihan kepemilikan saham mayoritas dari PT Krakatau Steel (Persero Tbk), kepada konsorsium Jepang sebesar 55% yang dipimpin oleh Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation dengan jumlah saham sebesar 35%, Mitsui & Co., Ltd. 10%, Nippon Steel Trading (yang berubah nama menjadi Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation 5%), Metal One Corporation 5% sebagai pemegang saham utama Perseroan.

Sesuai Prospektus pelepasan saham, dana hasil emisi digunakan untuk pelaksanaan proyek revamping sebagai langkah ekspansi dan modernisasi fasilitas produksi, serta penambahan kapasitas produksi tahunan pabrik dari 130.000 ton menjadi 160.000 ton per

Today, Latinusa remains the only tinplate producer in Indonesia, serving customers for their food and beverage packaging materials and other industrial needs. Over the years, Technical Advisor support has provided Latinusa added leverage to successfully elevate production capabilities to world-class quality standards and certification.

To raise funds in support of continued development into the next level, Latinusa completed an initial public offering (IPO) and listed its shares on the Indonesia Stock Exchange with ticker code NIKL, on December 14, 2009. In conjunction with the IPO, there was a transfer of majority ownership, of 55%, from PT Krakatau Steel (Persero Tbk) to the Japanese consortium, which is led by Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (35%), Mitsui & Co., Ltd. (10%), Nippon Steel Trading (currently Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation with 5%), Metal One Corporation (5%) as the Company’s majority shareholders.

As set out in the Prospectus, proceeds from the IPO were used to fund the revamping project for purposes of expanding and modernizing production facilities, also increasing the Company’s annual production capacity from 130,000 tons to 160,000 tons. Over the two-

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 3

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

tahun. Selama jangka waktu dua tahun pelaksanaan proses revamping, secara paralel juga dilakukan penyelarasan dan peningkatan proses operasional dan organisasi dengan bantuan alih teknologi dan sinergi dengan pemegang saham mayoritas yang merupakan salah satu jaringan bisnis baja terkemuka di dunia.

Seluruh upaya restrukturisasi fasilitas produksi dan organisasi telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Didukung oleh fasilitas produksi dengan teknologi terdepan serta dukungan ketersediaan bahan baku, Latinusa terus mampu meningkatkan daya saing dan berkembang di tengah iklim kompetisi yang semakin ketat di kawasan Asia. Latinusa juga terus mampu menguasai posisi kepemimpinan di pasar tinplate nasional dengan pangsa pasar sekitar 62,5% pada tahun 2013.

Latinusa melakukan kegiatan operasional dari Kantor Pusat yang terletak di Gedung Krakatau Steel Lt. 3, Jalan Jend. Gatot Subroto Kav. 54, Jakarta Selatan, sedangkan kegiatan produksi terpusat di lokasi pabrik, dengan lokasi di Jalan Australia I Kav. E1, Kawasan Industri KIEC Cilegon. Sejak tahun 2013, kegiatan penjualan semakin diperkuat dengan pembukaan kantor perwakilan di Surabaya yang melayani pelanggan untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya serta kawasan Indonesia Timur.

Pada 31 Desember 2013, pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Konsorsium Jepang dengan kepemilikan gabungan sebesar 55,00%, yang terdiri dari Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. dengan kepemilikan saham sebesar 35,00%, disusul oleh Mitsui Co. Ltd. dengan 10,00%, Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation 5,00%, dan Metal One Corporation 5,00%. Komposisi pemegang saham lainnya adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang menguasai 20,10% saham Perseroan dan PT Baruna Inti Lestari dengan 5,01% serta sisanya sebesar 19,89% berada di tangan pemegang saham publik.

year revamping process, Latinusa concurrently performed massive alignment and improvement of operational and organizational processes, with assistance and support of technology transfer and synergy with the majority shareholder, as one of the most reputable steel business networks in the world.

Production facilities and organizational restructuring has yielded promising results. Supported by production facilities with cutting-edge technologies and continuity of raw materials availability, Latinusa continues to increase competitiveness and develops amid a tighter competitive climate in the Asian region. Latinusa successfully maintains domination and leadership position in the domestic tinplate market, with approximately 62.5% market share in 2013.

Latinusa runs operations from Head Office located at the Krakatau Steel Building 3rd Fl., Jalan Jend. Gatot Subroto Kav. 54, South Jakarta, while production activities are centralized at the plant site, located on Jalan Australia I Kav. E1, KIEC Industrial Area in Cilegon. Since 2013, additional support was given for sales activities with the opening of representative office in Surabaya, responsible for serving customers in Surabaya and surrounding areas as well as the eastern part of Indonesia.

As at December 31, 2013, the Company’s majority shareholder is the Japanese consortium with joint ownership of 55.00%, comprising Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. with share ownership of 35.00%, followed by Mitsui Co. Ltd. with 10.00%, Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation 5.00%, and Metal One Corporation 5.00%. The composition of the other shareholders are PT Krakatau Steel (Persero) Tbk with control of 20.10% shares and PT Baruna Inti Lestari for the remaining 5.01%, while 19.89% of the Company’s shares are held by public shareholders.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk4

Visi VisionMenjadi perusahaan tinplate terpadu dan terbaik di kawasan AFTA.To become an integrated and the best tinplate company within the AFTA region.

Misi MissionMenghasilkan tinplate berkualitas tinggi dengan harga kompetitif, dan pengiriman tepat waktu bagi kepuasan pelanggan.To produce tinplate of prime quality with a competitive price and on time delivery for the customer’s satisfaction.

VISI,MISI & NILAI-NILAIVision, Mission & Values

Visi, misi, dan nilai-nilai Perusahaan berlaku dan diterapkan secara menyeluruh terhadap Dewan Komisaris, Direksi, Komite, dan karyawan untuk mengatur perilaku dan interaksi dalam berbisnis.The corporate vision, mission and values apply comprehensively and bind the Board of Commissioners and Directors, Committees, and employees in their personal conducts and business interaction.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 5

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Nilai-NilaiValuesIntegritas• Berpikir, berkata dan bertindak dengan baik dan

benar dengan berpegang teguh pada etika dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

• Bersikap jujur, tulus dan terpercaya• Menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam

bertindak dan berperilaku• Menjaga martabat dan tidak melakukan perbuatan

tercela• Bertanggung jawab atas hasil kerja• Bersikap objektif dalam menyelesaikan setiap

permasalahan yang timbul di perusahaan

Profesional• Bekerja secara tuntas dan akurat atas dasar

kompetensi terbaik, penuh tanggung jawab dan berkomitmen tinggi dalam melaksanakan setiap aktivitas perusahaan

• Berpengetahuan dan keahlian yang luas• Bekerja cerdas, efektif, dan efisien didasari

moralitas yang tinggi• Memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh

Pemangku Kepentingan

Fokus Terhadap Pelanggan• Berkomitmen untuk menjadikan kepuasan

pelanggan sebagai tujuan utama dari pekerjaan• Menjalin hubungan baik dengan pelanggan

• Selalu berusaha mengidentifikasi dan memahami keinginan pelanggan sebagai dasar perbaikan dan pengembangan yang berkesinambungan

Integrity• Think, speak and act properly by strict observance

to ethics and prevailing regulations

• Maintain honest, sincere and trustworthy conducts• Upholding transparency in all actions and behaviors

• Maintain dignity and avoid misconducts

• Responsible for work performance• Maintain objectivity in solving problems that arise

within the Company

Professional• Work completely and accurately to perform the

job in the company with the highest competence, responsibility and commitment

• Possessing extensive knowledge and skills • Work smart, effective and efficient with high

morality• Provide equal treatment to all Stakeholders

Customer Focus• Commitment to customer satisfaction as the

primary objective of the job• Nurture mutually beneficial relationships with

customers• Always strive to identify and understand the

customer’s desires as the basis for sustainable improvement and development

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk6

PRODUK DAN PROSESProduct and Process

Bahan Baku (TMBP & Timah)Raw Materials (TMBP & Tin) >>

Proyek revamping telah membekali Latinusa dengan keunggulan dalam kemampuan produksi untuk meningkatkan kinerja produksi dan penjualan di tahun-tahun mendatang.The revamping project has fully equipped Latinusa with advanced production capabilities that would support higher production and sales performance in the coming years.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 7

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

KonsumenCustomer>>

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Produk TinplateTinplate

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk8

(4.420)

2014

(7.144)

2014

162.916

2014

121.419

2014

IKHTISAR KEUANGAN & SAHAMFinancial & Stock Highlights

172.461

2013

Penjualan Bersih Net Salesribuan US Dollar | thousand of USD

141.550

2012

124.420

2013

110.616

2012

Jumlah Aset Total Assetsribuan US Dollar | thousand of USD

(6.755)

2012

Laba Usaha Operating Profitribuan US Dollar | thousand of USD

3.088

2013

(6.469)

2012

Laba Bersih Net Incomeribuan US Dollar | thousand of USD

278

2013

Angka-angka pada seluruh tabel dan grafik dalam Laporan Tahunan ini menggunakan notasi Bahasa Indonesia.Numerical notations in all tables and graphs in this Annual Report are in Indonesian.

Dalam ribuan US Dollar (kecuali disebutkan lain) 2014 2013 2012 In thousand USD (unless stated otherwise)

LAPORAN LABA RUGI US Dollar US Dollar US Dollar INCOME STATEMENTS

Penjualan Bersih 162.916 172.461 141.550 Net sales

Harga Pokok Penjualan 156.418 159.187 136.526 Cost of Sales

Laba Kotor 6.498 13.274 5.024 Gross Profit

Laba/(Rugi) Usaha (4.420) 3.088 (6.755) Operating Profit/(Loss)

Laba/(Rugi) Bersih (7.144) 278 (6.469) Net Income/(Loss)

Jumlah Saham Beredar (‘000) 2.523.350 2.523.350 2.523.350 Outstanding Shares (‘000)

Laba/(Rugi) Bersih per Saham (USD) (0,0028) 0.0001 (0,0026) Earning/(Loss) per Share (USD)

Modal Kerja Bersih 9.525 14.441 13.106 Net Working Capital

Jumlah Aset 121.419 124.420 110.616 Total Assets

Jumlah Liabilitas 85.733 81.484 67.958 Total Liabilities

Jumlah Ekuitas 35.686 42.936 42.658 Total Equity

Jumlah Investasi 405 784 5.488 Total Investment

Marjin Laba Kotor 3,99% 7,70% 3,55% Gross Profit Margin

Marjin Laba/(Rugi) Usaha -2,71% 1,79% -4,77% Operating Profit/(Loss) Margin

Marjin Laba/(Rugi) Bersih -4,39% 0,16% -4,57% Net Profit/(Loss) Margin

Rasio Laba/(Rugi) Bersih terhadap Jumlah Aktiva

-5,88% 0,22% -5,85% Return/(Loss) on Total Assets

Rasio Laba/(Rugi) Bersih terhadap Jumlah Ekuitas

-20,02% 0,65% -15,16% Return/(Loss) on Total Equity

Rasio Lancar 111,58% 118,64% 120,81% Current Ratio

Rasio Liabilitas terhadap Aktiva 70,61% 65,49% 61,44% Total Liabilities to Assets

Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 240,24% 189,78% 159,31% Total Liabilities to Equity

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 9

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Latinusa di Bursa Efek Indonesia (NIKL)Latinusa on The Indonesia Stock Exchange (NIKL)

Kronologi Pencatatan SahamStock Listing Chronology

KronologiPencatatan Saham

Tanggal PencatatanListing Date

Saham TerakumulasiAccumulated Stock

Saham TerakumulasiAccumulated Stock

Stock Listing Chronology

Penawaran Saham Perdana 7 - 8 Desember 2009 504.670.000 164.017.750.000 Initial Public Offering

Pencatatan Perusahaan 14 Desember 2009 2.523.350.000 252.335.000.000 Company Listing

Saham Opsi 1 14 Desember 2009 37.850.250 15.140.100.000 Option Shares 1

Harga SahamPrice Share

Harga Saham (Rp)2014 2013

Share Price (Rp)TertinggiHighest

TerendahLowest

PenutupanClosing

TertinggiHighest

TerendahLowest

PenutupanClosing

Triwulan Pertama 170 167 165 228 220 224 First Quarter

Triwulan Kedua 170 168 165 210 205 208 Second Quarter

Triwulan Ketiga 154 151 150 183 177 180 Third Quarter

Triwulan Keempat 138 136 134 179 175 176 Fourth Quarter

Kinerja SahamShare Performance

Kinerja Saham 2014 2013 Share Performance

Dividen (USD ‘000) 106 - Dividend (USD ‘000)

Jumlah Saham yang Beredar (‘000) 2.523.350 2.523.350 Outstanding Shares (‘000)

Rasio Pembayaran Dividen (%) 38.13 - Dividend Payout Ratio (%)

Laba (Rugi) Bersih per Saham (USD) (0,0028) 0,0001 Earning per Share (USD)

Nilai Buku Per Saham (USD) 0,0141 0,0170 Book Value per Share (USD)

Pemegang SahamShareholders

Pemegang Saham (per 31 Desember)Shareholders (as of December 31)

2014 2013

Jumlah SahamNumber of

Shares%

Jumlah SahamNumber of

Shares%

Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation 883.172.500 35,00 883.172.500 35,00

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. 507.096.150 20,10 507.096.150 20,10

Mitsui & Co., Ltd. 252.335.000 10,00 252.335.000 10,00

PT Baruna Inti Lestari 126.303.850 5,01 126.303.850 5,01

Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation 126.167.500 5,00 126.167.500 5,00

Metal One Corporation 126.167.500 5,00 126.167.500 5,00

Publik | Public 502.107.500 19,89 502.107.500 19,89

Total 2.523.350.000 100,00 2.523.350.000 100,00

Pemegang Saham 20142014 Shareholders (%)

35,00

19,89

5,00

10,00 20,10

5,01

5,00

2014

Volume | VolumeHarga Saham | Stock Price

Jan’140

100

200 30.000

25.000

20.000

15.000

10.000

5.000

0Feb’14 Mar’14 Apr’14 Mei’14 Jun’14 Jul’14 Agt’14 Sep’14 Okt’14 Nov’14 Dec’14

Volume (‘000)Harga Rp

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk10

TONGGAKSEJARAHMilestones

1980

Studi Kelayakan oleh PT Tambang Timah dan PT Krakatau Steel bekerja sama dengan Kaiser Engineering International Corp.

Feasibility Study by PT Tambang Timah and PT Krakatau Steel in cooperation with Kaiser Engineering International Corp.

1982

PT Latinusa didirikan tanggal 19 Agustus 1982 dan merupakan Perusahaan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dengan pemegang saham pertama kalinya adalah PT Tambang Timah, PT Krakatau Steel dan PT Nusantara Ampera Bhakti (Nusamba).

PT Latinusa was established on August 19, 1982 as a Domestic Investment Company (PMDN) with initial shareholding composition made up of PT Tambang Timah, PT Krakatau Steel and PT Nusantara Ampera Bhakti (Nusamba).

• Nippon Steel selaku pemegang saham mayoritas bergabung dengan Sumitomo Metal Industries, Ltd. dan berganti nama menjadi Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp.

• Penambahan mesin scroll cut (yang menjadi bagian dari proyek revamping) untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk

• Nippon Steel as the major shareholder merged with Sumitomo Metal Industries, Ltd. and changed its name as Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp.

• The addition of new scroll cut machinery (a part of the revamping project) to improve the products quantity and quality.

2012

Pada akhir tahun, PT Latinusa Tbktelah berhasil menyelesaikan proyekrevamping dan rekondisi fasilitas produksi, menghasilkan perbaikan kualitas produksi dan peningkatan kapasitas produksi menjadi 160.000 ton.

At the end of the year, PT Latinusa Tbk has successfully completed the revamping and reconditioning projects to production facilities, thereby improving production quality and expanding production capacity to 160,000 tons.

2011

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 11

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Go-Live Personnel Development Project (SAP)Go-Live Personnel Development Project (SAP)

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

1986

Memulai kegiatan komersial dengankapasitas produksi 130.000 ton per tahun.

Initiated commercial operation with annual production capacity of 130,000 tons.

2009

• PT Latinusa mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

• Divestasi oleh Krakatau Steel dan akuisisi oleh KONSORSIUM JEPANG.

• PT Latinusa listed shares in the Indonesia Stock Exchange.

• Divestment by Krakatau Steel and acquisition by the JAPAN CONSORTIUM.

Penandatangan kontrak proyek revamping.

Signing of revamping project contract.

2010

• Pembukaan kantor perwakilan Surabaya, guna memudahkan pelayanan kepada pelanggan serta cepat tanggap terhadap pemenuhan kebutuhan informasi produk.

• Nippon Steel Trading selaku salah satu pemegang saham bergabung dengan Sumikin Bussan Corporation dan berganti nama menjadi Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation.

• Opening of representative office in Surabaya, to facilitate better service to customers and timely response to product information requests.

• Nippon Steel Trading, one of the shareholders, merged with Sumikin Bussan Corporation and changed name to Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation.

2013 2014

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk12

PERISTIWAPENTING 20142014 Event Highlights

26 MARET

RUPS Tahunan, di Hotel Gran Melia Jakarta.

AGMS, in Gran Melia Hotel Jakarta.

26 MARET

Go-Live Personnel Development Project (SAP)

30 SEPTEMBER

Paparan Publik & Konferensi Pers, di Hotel Gran Melia Jakarta.

Public Expose & Press Conference in Gran Melia Hotel Jakarta.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 13

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

PENGHARGAAN & SERTIFIKASI20142014 Awards & Certifications

01 02

03

Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNIdari Balai Sertifikasi Industri

Product Certification for SNI Labeling from Institute for Industrial Certification

01 Penetapan Wajib Pajak dengan Kriteria Tertentudari Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak

Certification for Taxpayer with Specific Criteria from the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia Directorate General of Taxation

02 Penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidupdari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Award for Company Performance Level Assessment Program related to Environmental Management from the Ministry of Environment and Forestry

03

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk14

LAPORANDEWANKOMISARISReport from the Board of Commissioners

Kondisi bisnis yang penuh tantangan saat ini masih diiringi prospek pertumbuhan konsumsi tinplate di Indonesia yang baik ke depan, sehingga mengharuskan Latinusa untuk memaksimalkan optimalisasi kinerja dalam rangka menjaga daya saing dan posisi kepemimpinan di pasar tinplate nasional.

Despite challenging business conditions today, growth prospects of tinplate consumption in Indonesia remain favorable, and Latinusa needs to respond this opportunity by maximizing performance excellence toward securing competitiveness and leadership position in the domestic tinplate market.

Kazumasa ShinkaiKomisaris UtamaPresident Commissioner

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 15

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Pemegang Saham yang Terhormat,

Tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, iklim bisnis secara keseluruhan di tahun 2014 masih didominasi oleh berbagai tantangan faktor global dan domestik yang terus mendorong iklim persaingan yang sangat ketat di industri tinplate di Indonesia.

Kendati demikian, masih terlihat banyak potensi pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan dalam pasar tinplate domestik. Karenanya, Dewan Komisaris, dengan dukungan pemegang saham mayoritas Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC), terus mengarahkan manajemen Perusahaan untuk semakin mempertajam optimalisasi kinerja melalui strategi kualitas diiringi dengan strategi efisiensi melalui penghematan biaya dan produktivitas operasional yang intensif, untuk menjaga kemampuan bersaing dan mempertahankan posisi kepemimpinan dalam industri tinplate nasional.

PENILAIAN ATAS KINERJA DIREKSI DALAM PENGELOLAAN PERUSAHAAN

Pada tahun 2014, pasar tinplate di kawasan Asia Tenggara berlanjut mengalami situasi yang sangat sulit seperti halnya tahun 2013. Hal ini tentunya berimbas pula pada kondisi dan kinerja pasar tinplate domestik dan Latinusa.

Kejenuhan pasar regional (Asia Tenggara) dipicu oleh penurunan keseimbangan antara tingkat persediaan dan tingkat konsumsi di China, yang merupakan salah satu basis produksi tinplate terbesar dunia. Sedangkan faktor-faktor regulasi masih mendominasi hasil kinerja pasar domestik.

Dear Respected Shareholders,

The overall business climate in 2014 remained relatively unchanged as in the previous year, mainly dominated by challenges from both global and domestic factors that continually plagued the tinplate industry in Indonesia and further intensified competition.

Nonetheless, the long-term growth potential of the local market remains promising. On that note, the Board of Commissioners, with support of Latinusa’s majority shareholder Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC), consistently encourages the Company’s management to set the corporate direction toward performance intensification by setting and focusing on a quality strategy accompanied by an efficiency strategy through cost cutting and operational productivity initiatives, in order to promote Latinusa’s competitiveness and maintain the top leadership position in the domestic tinplate market.

EVALUATION ON COMPANY MANAGEMENT BY THE BOARD OF DIRECTORS

In 2014, the tinplate market in the Southeast Asian region continued to face significant difficulties, much similar to the overall environment during 2013. In turn, such condition gravely affected the industry dynamics and performance of the tinplate market in Indonesia as well as Latinusa’s.

The weakening of the regional (Southeast Asia) market is mainly triggered by an imbalance between product inventory and consumption in China, now one of the world’s largest tinplate production centers. At the same time, regulatory issues remain as the dominant factor in determining the performance of the domestic market.

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk16

Dengan pemberlakuan kebijakan penghapusan bea masuk untuk tinplate impor dalam beberapa tahun selang, Indonesia telah dinilai sebagai salah satu pasar tinplate yang prospektif bagi produsen regional, sehingga mengakibatkan banjirnya impor tinplate dengan ragam jenis produk dan harga bersaing yang tersedia. Dengan kondisi tersebut, kinerja Latinusa dari sisi harga dibandingkan produsen importir terus mengalami penurunan, sehingga menjadi basis untuk Latinusa mengajukan petisi anti dumping berdasarkan peraturan WTO. Merujuk hasil tinjauan yang telah dilakukan berdasarkan dugaan anti dumping tersebut, maka sejak Februari 2014 pemerintah telah melakukan pemberlakuan pajak Anti-Dumping, namun demikian dengan persentase yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Sepanjang tahun 2014, Latinusa mencatat penjualan sebesar 141.031 ton, atau turun 2,96% dibandingkan pencapaian di tahun 2013, dengan menguasai pangsa pasar sebesar 62,63% dibandingkan 63,36% pada

With policy for the elimination of import duties for tinplate products taking effect in the past few years, Indonesia has become an attractive target market for regional tinplate producers, thereby causing an onslaught of import flow in abundant product variety and competitive prices. On this basis, Latinusa’s price performance relative to importers continue to deteriorate, which gave ground for Latinusa to file an anti dumping petition based on WTO regulations. Based on a review on the anti dumping allegation, effective in February 2014 the government has applied anti-dumping tax, however at a range lower than market expectations.

For 2014, Latinusa recorded sales of 141,031 tons, or down 2.96% relative to sales in 2013, with market share of 62,63% in comparison to 63.36% in 2013. Latinusa aggressively launched efficiency measures throughout

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

Report from the Board of Commissioners

Dari kiri ke kananFrom left to right

Budi IrmawanKomisaris IndependenIndependent Commissioner

SukandarKomisarisCommissioner

Kazumasa ShinkaiKomisaris UtamaPresident Commissioner

Keiichiro KawaguchiKomisarisCommissioner

Teguh Panotojudo SlametKomisaris IndependenIndependent Commissioner

Mitsuo IkedaKomisarisCommissioner

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 17

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

tahun 2013. Inisiatif efisiensi terus digalakkan sepanjang tahun 2014, namun target harga jual yang telah ditetapkan Perusahaan tidak tercapai sehingga menimbulkan konsekuensi pada tingkat penjualan, tingkat pendapatan dan profitabilitas  secara keseluruhan.

Namun demikian, kondisi industri yang menantang tidak menyurutkan semangat Latinusa untuk semakin berbenah diri dan melakukan revitalisasi untuk memperkuat kemampuan bersaing dengan kompetitor. Revamping berhasil membekali Perusahaan dengan teknologi dan peralatan produksi terbaru yang canggih. Untuk memetik manfaat maksimal dari teknologi produksi baru yang mutakhir, maka pada tahun 2014 kembali Dewan Komisaris menyetujui pencanangan dana investasi dalam rangka optimalisasi kemampuan produksi yang lebih efisien dan produktif. Selain itu, konsentrasi pengembangan yang berimbang juga dikerahkan untuk memperkuat tiga pillar utama, yaitu sistem, sumber daya manusia dan tata kelola Perusahaan, agar selaras dengan perkembangan pasar dan industri untuk menopang prospek usaha dan keberlangsungan bisnis Perusahaan ke depan.

2014. However, unsuccessful in achieving the Company’s selling price projection brought consequences on sales volume, total sales and profitability.

Despite the challenging industry environment, Latinusa loses no momentum in its continuous improvement focus and revitalizing program to increase competitiveness in the market. Latinusa’s revamping project has successfully equipped the Company with the advantage of advanced production technology and equipment. To benefit from the superior new technology, in 2014 the Board of Commissioners approved additional funds for additional investment in order to optimize production capability in terms of efficiency and productivity. Also, Latinusa deployed balanced focus on development to strengthen three main pillars, comprising system, human resources and governance, in order to maintain alignment with the latest market and industry updates and sustain business operations into the future.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk18

Setelah implementasi sistem SAP pada tahun 2011 terlihat jelas upaya pengembangan sistem secara berkesinambungan hingga akhir tahun 2014 dengan mencermati perubahan dan perkembangan teknologi yang terjadi dan diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan internal Perusahaan akan sistem yang mendukung efisiensi proses kerja dan platform pertumbuhan yang kokoh. Sedangkan pengembangan sumber daya manusia terus berlanjut secara intensif melalui pelatihan dan proses alih teknologi dari NSSMC yang terus bergulir di Latinusa. Strategi pengembangan Perusahaan juga semakin diperkuat dengan komitmen dan konsistensi yang tegas dalam melaksanakan tata kelola yang baik, yang bertujuan menjamin transparansi dalam proses manajemen perusahaan dan pada akhirnya menjaga integritas Perusahaan di mata seluruh pemangku kepentingan.

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA PERUSAHAAN YANG DISUSUN OLEH DIREKSI

Berbekal prestasi yang diraih pada tahun 2014, Dewan Komisaris berharap bahwa Latinusa akan semakin mengerahkan potensi terbaik untuk terus meningkatkan kinerja produksi dan keuangan ke depan.

Dewan Komisaris sangat optimis terhadap prospek industri ke depan, dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian di Indonesia yang terus menerus bertumbuh di tahun 2014, kendati masih didera permasalahan krisis global berkelanjutan yang telah melemahkan kondisi perekonomian negara-negara maju dalam beberapa tahun silam. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertahan positif selama ini masih mencerminkan potensi konsumsi nasional yang tetap terjaga, begitu pun halnya dengan total permintaan tinplate di Indonesia yang telah mencapai 226.391 ton pada tahun 2014.

Following the implementation of SAP in 2011, subsequent system development efforts were consistently introduced until the end of 2014 by aligning with trends and changes in modern technology and internalizing them to fulfill the Company’s internal requirement for a system that supports efficient work processes and at the same time a solid platform for business growth. Meanwhile, development of human resources continues intensively through extensive training programs and technology transfer initiatives facilitated by NSSMC across Latinusa. The Company’s business development strategy is reinforced by a firm commitment and consistency in implementing good corporate governance, with the main objective of providing assurance for transparency in corporate management which ultimately sustains the integrity of the company in the eyes of all stakeholders.

EVALUATION ON BUSINESS PROSPECTS AS PREPARED BY THE BOARD OF DIRECTORS

With continued achievements during 2014, the Board of Commissioners expects for Latinusa to consistently explore its best potential to generate better production and financial performance in the coming years.

The Board of Commissioners maintains optimism about the future industry prospects, taking into account the Indonesian economy consistently recording growth up to 2014 although still plagued by the effects of prolonged global financial crisis over the past years. Indonesia’s positive growth trend indicates that national consumption spending has been successfully maintained at a favorable level, similarly with the case of tinplate demand in Indonesia that reached 226,391 tons in 2014.

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

Report from the Board of Commissioners

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 19

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Pada tahun 2015, Latinusa masih akan menghadapi kondisi pasar yang penuh tantangan. Menyikapi hal ini, maka strategi pertumbuhan Latinusa mutlak bertumpu pada upaya membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, khususnya melanjutkan dan semakin mengintensifikasikan inisiatif perbaikan kualitas yang telah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya, diiringi dengan upaya perbaikan struktur biaya. Dengan demikian, Latinusa akan mampu menawarkan harga yang kompetitif serta memperluas aktivitas penjualan pada segmen bisnis premium yang lebih menguntungkan dalam rangka memperbesar basis pendapatan Perusahaan.

Selain itu, Latinusa juga harus mempertegas perannya yang strategis sebagai satu-satuya perusahaan tinplate yang berproduksi di dalam negeri dan memanfaatkan kedekatan dengan pelanggan untuk membuktikan diri sebagai mitra kerja yang paling handal bagi pelanggan. Dalam hal ini, dukungan dari NSSMC berupa kemampuan teknis akan memberi nilai tambah bagi usaha pelanggan dan mengukuhkan Latinusa sebagai pemasok tinplate terpilih bagi konsumen domestik.

PENGAWASAN OLEH DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE AUDIT

Pada tahun 2014, pengawasan secara aktif telah dilakukan oleh Dewan Komisaris terhadap proses organisasi serta operasional bisnis sehari-hari. Proses pengawasan dilakukan baik secara langsung melalui rapat rutin Dewan Komisaris dan rapat koordinasi dengan manajemen, dan juga secara tidak langsung melalui Komite Audit yang bertugas membantu Dewan Komisaris dalam melakukan fungsi pemeriksaan.

Dalam implementasinya, Komite Audit juga bekerja sama dengan Unit Audit Internal dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan. Fokus kerja Komite Audit tidak hanya dititikberatkan pada hasil kinerja yang dicapai oleh Perusahaan saat ini namun menerapkan penilaian yang menyeluruh untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis Latinusa telah berjalan lancar dan efektif dalam rambu-rambu hukum dan perundangan yang berlaku.

In 2015, Latinusa will continue to experience turbulent market conditions. In response to this, the Board believes that Latinusa’s growth strategy must rest on fostering close business liaison with customers, in particular by escalating and intensifying quality improvement initiatives that have been consistently introduced in the previous years and accompanied by cost structure improvement efforts. These strategies will pave the way for Latinusa to offer more competitive prices and also expand marketing activities into the more lucrative premium segment in pursuit of more extensive revenue base for the Company.

In addition, Latinusa must clearly define its strategic role as the only tinplate producer in the country, by taking advantage of physical closeness to customers to transform itself into the most reliable business partner to customers. For this purpose, support from NSSMC in terms of sophisticated technical capabilities will provide added value service to the customers’ business operations, thereby reinforcing Latinusa’s role as the preferred tinplate supplier for the domestic market.

SUPERVISION BY THE BOARD OF COMMISSIONERS AND AUDIT COMMITTEE

In 2014, active supervision by the Board of Commissioners is carried out to organizational processes and daily business operations. The process is done directly through regular meetings of the Board of Commissioners and coordination meetings with management, and also indirectly through the Audit Committee assisting the Board of Commissioners in performing the audit function.

In the implementation, the Audit Committee also works closely with the Internal Audit Unit in exercising their monitoring duties. The focus of the Audit Committee’s work is not only on the Company’s current performance results, but also making a thorough assessment to ensure that Latinusa’s business activities run smoothly and effectively in accordance with applicable laws and regulations.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk20

Pada tahun 2014, pelaksanaan pengawasan Komite Audit dilakukan secara merata dan berimbang terhadap fungsi organisasi dan kerja di seluruh Perusahaan, meliputi antara lain fungsi kepatuhan terhadap peraturan perundangan, fungsi operasional sesuai standar dan prosedur yang ditetapkan, pelaporan keuangan sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku, dan fungsi pengendalian internal yang menyeluruh. Seluruh proses penilaian telah memperlihatkan hasil yang memuaskan, dimana kegiatan operasional telah dibentengi oleh sistem perusahaan yang baik dan ketaatan hukum dan prosedur yang sehat untuk menunjang pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun selanjutnya.

PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Pada akhir tahun 2014, komposisi keanggotaan Dewan Komisaris PT Pelat Timah Nusantara, Tbk. adalah sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan yang diselenggarakan pada bulan Maret 2014, sebagai berikut:

Presiden Komisaris : Kazumasa ShinkaiKomisaris : SukandarKomisaris : Keiichiro KawaguchiKomisaris : Mitsuo IkedaKomisaris Independen : Budi Irmawan Komisaris Independen : Teguh Panotojudo Slamet

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Shojiro Ejima, yang semasa tugasnya sebagai Komisaris Latinusa, telah memberikan banyak kontribusi saran, pengalaman dan arahan untuk mendorong Latinusa meraih berbagai sukses dan prestasi yang membanggakan. Kami doakan agar Beliau terus meraih sukses dalam setiap kegiatan ke depan.

Bersama ini kami juga menyambut Bapak Mitsuo Ikeda sebagai anggota Dewan Komisaris terbaru. Semangat dan kerja sama Beliau dengan seluruh jajaran Komisaris, manajemen dan karyawan Latinusa tentunya akan membantu membuka peluang-peluang baru bagi Latinusa untuk terus mencapai prestasi dan pertumbuhan yang baik di tahun-tahun mendatang.

In 2014, the Audit Committee carried out oversight activities with equal and balanced emphasis on both organizational functions and work processes across all levels of the Company, including compliance with laws and regulations, operational functions according to set standards and procedures, financial reporting based on generally accepted accounting principles, and a comprehensive internal control function. The entire assessment and evaluation process has shown satisfactory results, indicating that operational activities are well guarded with a good corporate governance system and sound legal and procedural compliance in order to support sustainable growth going forward.

CHANGES IN MEMBERSHIP OF THE BOARD OF COMMISSIONERS

At the end of 2014, the membership of the Board of Commissioners of Pelat Timah Nusantara, Tbk. is as ratified in the Company’s Annual General Shareholders’ Meeting held in March 2014, as follows:

President Commissioner : Kazumasa ShinkaiCommissioner : SukandarCommissioner : Keiichiro KawaguchiCommissioner : Mitsuo IkedaIndependent Commissioner : Budi Irmawan Independent Commissioner : Teguh Panotojudo Slamet

On this occasion, I would like to express our highest gratitude to Mr. Shojiro Ejima, who has completed his service as Commissioner of Latinusa and provided much advice, experience and guidance to encourage Latinusa in achieving successes and accomplishments in past years. We wish him continued success in future endeavors.

We would also like to welcome Mr. Mitsuo Ikeda as the newest member of the Board of Commissioners. We look forward to his valuable contribution and cooperation with the Commissioners, management and employees at Latinusa to further our collective efforts in exploring new opportunities to achieve better performance and growth in the coming years.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 21

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

APRESIASI

Atas nama Dewan Komisaris, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah memberi dukungan dan kontribusi yang berharga bagi kemajuan Latinusa hingga saat ini. Pertama-tama tentunya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran manajemen dan karyawan Latinusa, karena berkat dedikasi, loyalitas dan kerja keras mereka selama ini maka Latinusa dapat terus berkembang dan bertumbuh berkelanjutan hingga saat ini. Rasa terima kasih kami yang tulus juga ditujukan kepada para pemegang saham mayoritas atas segala arahan, bimbingan dan semangat yang telah memuluskan jalan bagi Latinusa untuk semakin memperkaya pengetahuan dan kemampuan di bisnis tinplate, sekaligus merupakan inspirasi bagi kami untuk terus mendorong peningkatan hasil kerja yang lebih unggul.

Dengan rendah hati, kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dan pihak regulator atas segala dukungan dan upaya untuk membina kondisi yang kondusif bagi dunia usaha untuk berkembang. Dan tidak terlupakan penghargaan kami yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang setia mendukung Latinusa dan juga masyarakat umum yang terus menaruh kepercayaan kepada kami dan produk tinplate kami. Tentunya seluruh karya dan upaya perbaikan berkelanjutan yang kami hasilkan didasari pada aspirasi untuk senantiasa memuaskan pelanggan kami sehingga dapat menjembatani hubungan yang saling membangun dan kesejahteraan yang semakin meningkat di tahun-tahun yang akan datang.

APPRECIATION

On behalf of the Board of Commissioners, I would like to thank all stakeholders for their valuable support and contribution to Latinusa’s successes and achievement until today. First and foremost, our greatest appreciation to all management and employees of Latinusa, because it is their tremendous dedication, loyalty, and hard work that have delivered Latinusa to grow and continue thriving to this day. Our sincere gratitude also to the majority shareholder for sharing with us precious guidance, direction, and spirit to lead Latinusa’s journey into new horizons, enriching our knowledge and capabilities in the tinplate business, and also serving as our constant inspiration to aspire and achieve higher performance and successes in the future.

Also, we humbly thank the government and regulatory authorities for their continued support and efforts to foster an environment conducive for businesses to flourish. Finally, our gratitude to all loyal customers of Latinusa and the general public at large for continued trust in us and in our tinplate products. All our hard labor and dedication to escalate our continuous improvement delivery are inspired by our desire to satisfy our customers and build a solid ground for a mutually beneficial relationship and greater prosperity for many years to come.

Kazumasa ShinkaiPresiden KomisarisPresident Commissioner

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk22

Di tengah kondisi bisnis yang semakin menantang, Latinusa tetap mengedepankan semangat berkarya untuk mewujudkan kualitas produksi terbaik dan kepuasan pelanggan sebagai modal utama bisnis, serta semangat revitalisasi yang melahirkan inisiatif-inisiatif baru untuk mempersiapkan diri dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

In the midst of a challenging business environment, Latinusa relentlessly embraces the spirit of hardwork to achieve best quality production and maximum customer satisfaction as the main business capitals and the spirit of revitalization to launch new initiatives in preparation for improved business conditions in the future.

LAPORANDIREKSIReport from the Board of Directors

Ardhiman TADirektur UtamaPresident Director

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 23

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Para Pemegang Saham yang Terhormat,

Seperti beberapa tahun sebelumnya, kinerja industri tinplate nasional di tahun 2014 masih didominasi oleh kelesuan pasar tinplate dunia, sebagai dampak dari krisis ekonomi global yang terus berlanjut.

Masih rendahnya konsumsi tinplate di negara-negara industri maju di Amerika Serikat, Uni Eropa dan Asia, Indonesia kembali dilirik sebagai salah satu pasar tinplate di kawasan Asia. Selain itu, perkembangan regulasi regional dan domestik yang telah menghapuskan bea masuk bagi kebutuhan impor tinplate yang merupakan akibat dari peningkatan produksi serta skema perdagangan regional seperti ASEAN Korea Free Trade Agreement (AKFTA) yang mendukung perdagangan bebas antar kawasan, turut membuat pasar tinplate domestik semakin menarik bagi produsen terkemuka regional, antara lain Korea, China dan India.

Gempuran produk impor tentunya mengakibatkan dinamika pasar dan tingkat persaingan yang semakin intensif dalam beberapa tahun silam. Berdasarkan pengamatan terhadap perkembangan harga jual domestik dan internasional, maka mulai awal 2012 Latinusa mengajukan permohonan penyelidikan Anti Dumping produk tinplate dari China, Korea dan Taiwan dan pada bulan Juni 2012 secara resmi KADI memulai penyelidikannya. Setelah kajian yang dilakukan, diputuskan pemberlakuan tariff dumping terhadap beberapa produsen tertentu asal Korea, China dan Taiwan, dengan kisaran 4,4% - 7,9% dan berlaku efektif sejak bulan bulan Februari 2014.

Namun demikian, pembebanan tarif anti dumping tidak memberikan dampak yang signifikan bagi Latinusa karena jumlah tonase impor cenderung tidak berubah, bahkan impor yang berasal dari China justru bertumbuh positif. Hal ini diakibatkan masih lemahnya harga komoditas global yang membuat harga bahan baku produk tinplate menurun, diiringi penurunan harga minyak dunia yang turut memangkas biaya produksi tinplate. Alhasil, produsen tinplate mancanegara dapat menurunkan harga penawaran kepada pelanggannya, sehingga persaingan berbasis harga di Indonesia terus berlanjut pada tahun 2014 dan diperkirakan tren serupa akan bertahan pada tahun 2015.

Respected Shareholders,

As in the past several years, the performance of the national tinplate industry in 2014 was still largely affected by the sluggish conditions of the world tinplate market as the global economic crisis continues.

With low tinplate consumption in the developed industrial areas such as the United States, the European Union and Asia, Indonesia is again targeted as one of the tinplate markets in Asia. Further, regional and domestic regulation changes have removed duties for tinplate import requirements resulting from increased production capacity and under regional trade agreements as the ASEAN Korea Free Trade Agreement (AKFTA) to promote free trade between regions; thus, helped make the domestic tinplate market more attractive for leading regional manufacturers, including Korea, China and India.

The abundance of tinplate imports affected the market dynamics and intensified industry competition in the past few years. Based on observations of the developments in domestic and international sales price, in early 2012 Latinusa submitted an anti-dumping petition against tinplate products originating from China, Korea and Taiwan, which was followed up by investigations by KADI initiated in June 2012. Based on the study conducted, a ruling was made for the application of anti-dumping tariffs, ranging from 4.4% to 7.9%, on certain manufacturers from Korea, China and Taiwan, becoming effective in February 2014.

However, the anti-dumping tariff implementation did not seem to provide a significant impact for Latinusa as tonnage volume of imports remained relatively unchanged, and in fact a positive growth was recorded for imports from China. This condition resulted from weakened global commodity prices contributing to falling prices of raw materials used in tinplate production, accompanied by a decline in world oil prices which ultimately helped cut the overall tinplate production costs. Consequently, foreign tinplate manufacturers lowered their offer price to customers, and price-based competition in Indonesia continued throughout 2014. A similar trend is expected to persist in 2015.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk24

LAPORAN DIREKSI

Report from the Board of Directors

KINERJA PERUSAHAAN

Menghadapi gempuran produk tinplate impor yang terus membanjiri Indonesia tentunya berdampak signifikan terhadap kinerja penjualan Latinusa di tahun 2014. Total penjualan menurun dari 145.329 ton di tahun 2013 menjadi 141.031 ton.

Salah satu faktor penurunan tingkat permintaan dari pelanggan adalah sikap antisipatif pelanggan yang mendorong terjadinya pemesanan. Dengan bergulirnya proses kajian atas petisi anti-dumping yang telah diajukan pada tahun 2012, maka ekspektasi akan potensi penyesuaian harga tinplate impor di pasar konsumen direspon oleh sebagian konsumen tinplate domestik dengan meningkatkan volume persediaan stok untuk kebutuhan bahan kemasan pada paruh kedua tahun 2013. Selain itu, tahun 2014 juga merupakan tahun politik dalam kaitan penyelenggaraan Pemilihan Presiden, yang disikapi oleh pelaku industri, khususnya pada semester pertama, dengan menunda

COMPANY PERFORMANCE

The onslaught of tinplate products flooding into Indonesia significantly affected Latinusa’s sales performance during 2014. Total sales decreased from 145,329 tons in 2013 to 141,031 tons.

One of the factors leading to lower customer demand is their anticipatory attitude, as evidenced in customers’ response to make additional order. With the progress of the anti-dumping review following the petition filed in 2012, the market anticipated an impending adjustment in the selling price of imported tinplate products, thereby propelling some tinplate consumers to respond by increasing their inventory volume of tinplate packaging materials in the second half of 2013. Further, the year 2014 was considered a political year with the Presidential election occurring, and particularly in the first semester, businesses and industries adopted a wait-and-see outlook in regard to material decisions and

Dari kiri ke kananFrom left to right

Masaaki EnjujiWakil Direktur UtamaVice President Director

Himawan TuratmoDirektur OperasiOperation Director

Ardhiman TADirektur UtamaPresident Director

R. Suprapto IndroprayitnoDirektur KomersialCommercial Director

Slamet GunawanDirektur KeuanganFinance Director

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 25

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

keputusan bisnis dan investasi yang bersifat signifikan (wait-and-see). Alhasil, kinerja Latinusa yang melemah seiring dengan tren penurunanpada penjualan tinplate domestik sepanjang tahun 2014, yaitu dari 230.091 ton pada tahun 2013 menjadi 226.391 ton.

Sementara tren penurunan harga penjualan masih berlanjut pada tahun 2014, yang merupakan dampak dari tekanan terhadap harga komoditas dunia sejak krisis ekonomi menyebar secara global. Dengan penurunan tonase dan harga penjualan, maka terdapat penurunan pendapatan Latinusa, yaitu sebesar USD 162.916 atau lebih rendah sekitar 5,53% dibandingkan pendapatan yang diraih sebesar USD 172.461 pada tahun 2013. Setelah memperhitungkan biaya operasional yang meningkat 7,19% beserta beban keuangan naik 54,40% dan kerugian kurs turun 36,28%, maka pada tahun 2014 total kerugian yang dibukukan adalah USD 7.144.

Kendati kondisi persaingan bisnis terus menimbulkan berbagai tantangan bagi Latinusa, namun kami sepenuhnya menyadari bahwa perlu upaya lebih untuk mendorong kemampuan berinovasi dan

investments. As a result, Latinusa’s performance weakened in line with the trend of declining/stagnant sales in the domestic market during 2014, from 230,091 tons in 2013 to 226,391 tons.

At the same time, a downward movement in sales prices persisted during 2014, which was impacted by continued pressure on world commodity prices with the economic crisis spreading globally. With lower sales tonnage and prices, Latinusa suffered a revenue decline to the amount of USD 162,916, or approximately 5.53% lower than revenues of USD 172,461 in 2013. After taking into account operating expenses which increased 7.19% and finance cost up 54.40% and loss on currency exchange down 36.28%, the Company recorded total loss of USD 7,144 in 2014.

Eventhough competitive business conditions continue to bring massive challenges for Latinusa, we remain convinced that there need to be greater efforts to promote our abilities to innovate and create

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk26

menciptakan perubahan dan peningkatan kinerja yang dapat mendorong profitabilitas Perusahaan lebih baik lagi ke depan. Karenanya, kondisi bisnis yang kurang kondusif tidak menyurutkan semangat Latinusa untuk melakukan revitalisasi di seluruh proses bisnis sepanjang tahun 2014.

Keunggulan teknologi produksi senantiasa menjadi salah satu fokus kerja utama bagi Latinusa dalam upaya untuk mengedepankan kemampuan bersaing dengan produsen tinplate berkelas dunia secara berkesinambungan. Pasca revamping, Latinusa terus melakukan penyempurnaan efisiensi dan performa teknologi baru yang telah dimiliki, diantaranya dengan mencanangkan investasi lanjutan. Kegiatan investasi tersebut merupakan inisiatif peremajaan infrastruktur pendukung peralatan dan mesin produksi, serta penggantian peralatan yang belum tercakup dalam proyek revamping, sehingga keseluruhan sistem dapat berfungsi secara optimal. Pemegang saham mayoritas telah menyetujui rancangan investasi, yang pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2014, proses ini telah dimulai dengan melakukan penggantian mesin, termasuk boiler, instalasi pendingin air limbah dan implementasi program pest control.

Latinusa juga gencar melakukan optimalisasi terhadap bisnis proses dan pelaporan SAP yang telah berjalan dan meningkatkan infrastruktur yang bermanfaat pada peningkatan keamanan data. Selain itu, di bidang sumber daya manusia, Latinusa terus meningkatkan produktivitas karyawan seiring dengan peningkatan kemampuan teknologi produksi pasca revamping, terutama melalui berbagai program pelatihan yang intensif. Untuk menunjang hal ini, pada tahun 2014 telah dimulai peningkatan kemampuan kapabilitas infrastruktur dan manajemen di bidang Human Capital Management (HCM). Hal ini dilakukan dengan penambahan modul SAP di bidang Personal Development dan Training Event Management, dengan go live system yang dilakukan di penghujung tahun 2014. Pengembangan tersebut masih akan berlanjut pada tahun 2015, dan diharapkan setelah penyelesaiannya, sistem HCM akan mampu memfasilitasi penyelenggaraan proses pelatihan karyawan secara lebih terintegrasi dan efisien, sekaligus melakukan pelaporan data dan informasi yang lebih cepat, lengkap dan terpadu.

STRATEGI PERUSAHAAN

Setelah proses revamping, Latinusa terus gencar melakukan optimalisasi efisiensi hasil produksi dan inisiatif efisiensi biaya. Upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi struktur biaya produksi selaras dengan produsen tinplate mancanegara, sehingga dapat menjadi bekal bagi Latinusa untuk meningkatkan daya saing produknya.

change and improvement in performance in order to better drive profitability in the future. Therefore, unfavorable business conditions did not dampen Latinusa’s spirit to revitalize business processes throughout 2014.

Production technology excellence has consistently been a significant strategic focus for Latinusa to promote competitiveness in line with world-class manufacturers on an ongoing basis. Post revamping, Latinusa consistently undertook follow-up initiatives designed to improve the efficiency and performance of the new technology implemented, among others by additional investment plans. These investment activities encompass efforts for upgrading production supporting infrastructure, as well as the replacement of equipment not yet covered in the revamping project, in order to have the whole production system running functions optimally. The majority shareholder has approved the investment plans, while implementation will be gradually in stages, starting with 2014 investment activities comprising the machines replacement, including boiler, waste water cooling installation and implementation of pest control programs

Also, Latinusa actively prioritizes the development of existing business processes and reporting facilitated by SAP as well as upgrading infrastructure to generate data security enhancements. As for development in the area of human resources, employee productivity is continuously boosted, mostly through intensive training programs, to be at levels parallel with advances in production technology capabilities post revamping. To support this, in 2014 the Company began the process of upgrading infrastructure and management capabilities in Human Capital Management (HCM), which was initiated with an expansion of SAP modules in the field of Personal Development and Training Event Management. The development will proceed into 2015; and after its completion, the system is expected to facilitate a more efficient and integrated implementation of the HCM employee training processes, with the added benefit of timely, comprehensive and integrated data and information reporting.

CORPORATE STRATEGIES

Following revamping, Latinusa continues to launch aggressive measures to optimize both production efficiency and cost efficiency. These efforts aim to improve the Company’s overall production cost structure to be at par with cost advantages of other international tinplate manufacturers, so as to enhance the competitiveness of Latinusa’s product in the market.

LAPORAN DIREKSI

Report from the Board of Directors

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 27

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Mengandalkan teknologi produksi terkini dan dukungan pemegang saham mayoritas yang terus intensif mendorong perbaikan proses operasional dan bisnis yang berkesinambungan, Latinusa memanfaatkan kemampuan produksi yang canggih untuk membidik pasar yang lebih tepat untuk menopang kinerja keuangan ke depan. Dalam beberapa tahun ini, aktivitas penjualan telah menekankan strategi intensifikasi pasar, dengan penawaran kualitas produk yang semakin baik dan penekanan fokus pada segmen pasar premium yang menawarkan marjin pendapatan lebih tinggi dan relatif terinsulasi dari dampak persaingan berbasis harga. Beberapa target konsumen tersebut termasuk industri makanan khususnya dengan standar food grade, kebutuhan kemasan berspesifikasi khusus, seperti bahan makanan dengan tingkat keasaman yang tinggi, serta produsen baterai kering. Terkait standar food grade bagi industri pangan, Latinusa saat ini telah memasuki tahap finalisasi atas pemenuhan standar untuk sertifikasi halal dari MUI dalam rangka mengakomodasi kebutuhan pelanggan selaras dengan perkembangan tren konsumen yang semakin meningkat pada permintaan produk halal di seluruh dunia.

Menyikapi persaingan harga dari produk tinplate impor yang semakin intensif, Latinusa juga terus memperdalam kemitraan dengan pelanggan untuk menciptakan hubungan bisnis yang berkesinambungan. Melalui strategi penerapan QCDD (Quality, Cost, Delivery, Development) dengan pelanggan, Latinusa melangkah lebih lanjut untuk menggandeng dukungan pemegang saham yang memiliki kemahiran di bidang industri baja yang terintegrasi, untuk menghadirkan layanan jasa technical advisory sebagai bagian dari paket penawaran layanan dan produk tinplate yang dapat dinikmati pelanggan sehingga dapat menjalin keterlibatan aktif dalam inisiatif pengembangan bisnis pelanggan ke depan. Hal ini tidak hanya membangun loyalitas bagi bisnis di masa kini, namun juga memupuk ikatan yang saling menguntungkan dari segi bisnis dengan potensi pertumbuhan yang lebih luas bagi pelanggan dan juga Latinusa.

PROSPEK BISNIS

Kendati pertumbuhan konsumsi tinplate Indonesia di tahun 2014 mengalami penurunan namun demikian tingkat kompetisi industri yang semakin tajam merupakan suatu indikasi kuat bahwa prospek bisnis ke depan masih menjanjikan.

Kebutuhan produk tinplate di Indonesia tentunya didukung oleh populasi Indonesia yang menjadi basis konsumen bagi perusahaan produsen pengguna kemasan tinplate dalam negeri, khususnya industri makanan dan minuman. Dalam beberapa tahun terakhir juga telah terlihat bahwa perekonomian Indonesia telah berhasil mempertahankan

By relying on the latest production technology and the majority shareholder’s support to intensively encourage continuous operational and business process improvements, Latinusa capitalizes on advanced production capabilities to target selected market segments that are considered more fitting to sustain future financial performance. In recent years, sales activity has stressed a strategy for market intensification, by delivering better product quality and emphasizing market focus on the premium segments that provide higher margins while being relatively better insulated from the effects of price-based competition. Several of the Company’s consumer targets include the food industry with food grade standard requirements, special packaging needs, such as food products with high acidity, and dry battery manufacturers. In satisfying food grade standard in the interest of the general foods industry, Latinusa is currently in the final phase of standard compliance for halal certification from MUI (the Indonesian Council of Ulama) in response to customer needs to be aligned with the current developments in consumer trends, specifically rising worldwide demand for halal foods

In dealing with more intensive price competition against imported tinplate products, Latinusa strives to continually deepen relationships with customers in order to foster sustainable business partnerships. By implementing QCDD (Quality, Cost, Delivery, Development) strategy, Latinusa takes a step forward to gain shareholder’s support and industry expertise as an integrated steel business group, to provide technical advisory services as part of Latinusa’s brand of comprehensive tinplate product and service package offering to customers, thereby opening a channel for Latinusa’s active involvement in customers’ business development initiatives going forward. This approach does not merely function to establish customer loyalty today, but instead fosters a mutually beneficial business partnership with broader growth potentials for both customers and also Latinusa.

BUSINESS PROSPECTS

While tinplate consumption in Indonesia decreased(?) during 2014, however the competition level in the industry continue to greatly intensify, signifying a strong indication that the business prospects for the coming years remain promising.

Basically, tinplate demand in Indonesia is well supported by the nation’s large population that serves as a solid consumer base for domestic manufacturing companies using tinplate for their product packaging materials, most notably the food and beverage industries. In the last few years, it has become evident that the Indonesian economy has

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk28

LAPORAN DIREKSI

Report from the Board of Directors

pertumbuhan yang positif dalam kondisi krisis keuangan global, suatu indikasi akan fundamental dan ketahanan internal ekonomi yang relatif stabil.

Selain itu, potensi industri tinplate Indonesia ke depan masih baik mengingat bahwa total kapasitas terpasang industri lokal yang sebesar 160.000 ton masih dibawah tingkat konsumsi saat ini. Karenanya, bagi produsen tinplate mancanegara, Indonesia akan terus menjadi salah satu target pasar impor utama bagi hasil produksi mereka. Dan bagi Latinusa sebagai satu-satunya pemasok domestik dan pemimpin dalam pangsa pasar yang telah berpengalaman di pasar tinplate Indonesia, maka banyak peluang dan potensi pengembangan yang terbuka di dalam negeri.

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Sebagai salah satu strategi utama bisnis Perusahaan, penerapan praktik-praktik tata kelola perusahaan yang baik terus mendapat perhatian khusus dan dijalankan secara intensif sepanjang tahun 2014. Pelaksanaan tata kelola di Perusahaan dilakukan secara berkesinambungan dengan menganut prinsip-prinsip utama GCG, yaitu Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness.

Dalam setiap kegiatan dan keputusan bisnis, Perusahaan senantiasa memantau kepatuhan terhadap setiap peraturan perundangan yang berlaku, untuk melindungi kelancaran bisnis dalam rambu-rambu legal yang sehat serta menjaga dan memenuhi kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan Perusahaan secara luas dan berimbang. Selanjutnya dari sisi operasional produksi, proses produksi dan operasional yang dijalankan senantiasa dipantau dan direvisi untuk memastikan kesesuaian dan ketaatan dengan pedoman dan standar kualitas produksi yang berlaku serta praktik bisnis dan sosial terbaik yang telah menjadi norma industri tinplate secara global.

Langkah-langkah penyesuaian dan revisi terkait aspek legal dan produksi juga mendapat perhatian khusus dari manajemen untuk senantiasa menyetarakan kondisi Perusahaan terhadap dinamika perubahan dan perkembangan regulasi dan industri yang terjadi setiap saat. Perusahaan berkeyakinan bahwa pelaksanaan tata kelola yang baik dan berdisiplin akan menciptakan nilai yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan secara merata.

PERUBAHAN SUSUNAN DIREKSI PERUSAHAAN

Pada tahun 2014, terjadi perubahan susunan anggota Direksi PT Pelat Timah Nusantara, Tbk., yaitu Bapak Masaaki Enjuji telah menggantikan

managed to retain positive growth despite facing pressures of the global financial crisis, an indication that the internal resilience and fundamentals of the domestic economy remain relatively stable.

Further, the future prospects of the tinplate industry Indonesia is considerably well, given that the total installed capacity of the local industry at 160,000 tons, is still below the current consumption levels. Therefore, international tinplate producers will continue to view Indonesia as one of their primary target markets for export. As for Latinusa, being the industry’s only domestic supplier and market leader with an experience advantage over importers, there are vast untapped and development opportunities in the country.

CORPORATE GOVERNANCE

As one of the Company’s key business strategies, the implementation of good corporate governance practices remains a top priority in the Company’s annual work programs, carried out intensively throughout 2014. Corporate governance application is done on an ongoing basis by following the main principles of GCG, which are Transparency, Accountability, Responsibility, Independency and Fairness.

The Company continually monitors every business activity and decision in respect to compliance with applicable laws and regulations, in order to secure the smooth running of the business within sound legal boundaries while at the same time overseeing and protecting the interests of shareholders and all stakeholders extensively and fairly. In terms of operations, production and operational processes in the day-to-day business activities are constantly monitored and upgraded to ensure conformity and compliance with applicable guidelines and production quality standards, best business practices and social norms that are commonly accepted in the global tinplate market.

Management also pays close attention to adjustment and change initiatives undertaken by the business aimed to sustain legal and operational alignment with the regulatory and industry dynamics and developments at all times. We at Latinusa believe that sound and disciplined corporate governance implementation creates optimal value for all stakeholders equally.

CHANGES IN BOARD OF DIRECTORS’ COMPOSITION

In 2014, there was a change in the composition of the Board of Directors of PT Pelat Timah Nusantara, Tbk., with Mr. Masaaki Enjuji being appointed to

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 29

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Ardhiman TADirektur UtamaPresident Director

Bapak Yoshimitsu Honda sebagai Wakil Direktur Utama (Executive Vice President Director).

Sesuai pengesahan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan pada bulan Maret 2014, susunan Direksi pada akhir tahun 2014 adalah sebagai berikut:

Direktur Utama : Ardhiman T.A.Executive Vice President Director : Masaaki EnjujiDirektur Keuangan : Slamet GunawanDirektur Komersial : R. Suprapto IndroprayitnoDirektur Operasi : Himawan Turatmo

APRESIASI

Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan amatlah penting bagi Latinusa dalam perjalanan meraih kinerja yang optimal dan keberlanjutan bisnis yang baik.

Pada kesempatan ini, saya atas nama seluruh Direksi Latinusa, menghaturkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Dewan Komisaris dan pemegang saham atas segala arahan, bimbingan dan dukungan tiada henti sehingga telah mendorong kemajuan Latinusa yang pesat baik dalam aspek produksi, operasional maupun organisasional dalam beberapa tahun silam.

Kami juga berterima kasih kepada seluruh pelanggan Latinusa, karena tentunya pencapaian kami hingga saat ini tidak lepas dari kerja sama dan kepercayaan yang terus dilimpahkan oleh pelanggan kami. Dengan semangat yang tinggi kami akan terus meningkatkan kemampuan kami untuk melayani dan memuaskan pelanggan, sehingga dapat terus terjalin kemitraan yang saling membangun dan menguntungkan saat ini dan di masa-masa yang akan datang.

Selanjutnya, apresiasi tertinggi juga kami tujukan bagi para karyawan Latinusa yang senantiasa mengerahkan dedikasi dan karya terbaik bagi perusahaan selama ini. Perlu kami tekankan betapa penting kontribusi dari masing-masing individu karyawan bagi kinerja dan prestasi perusahaan secara keseluruhan, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini. Niscaya semangat dan komitmen kerja dalam kebersamaan yang kuat ini akan menjadi bekal utama bagi Latinusa untuk menghadapi segala rintangan saat ini untuk mengukir prestasi yang berkelanjutan ke depan.

replace Mr. Yoshimitsu Honda as Executive Vice President Director.

As endorsed by the Annual General Meeting of Shareholders held in March 2014, the membership composition of the Board of Directors at the end of 2014 is as follows:

President Director : Ardhiman T.A.Executive Vice President Director : Masaaki EnjujiFinancial Director : Slamet GunawanCommercial Director : R. Suprapto IndroprayitnoOperational Director : Himawan Turatmo

APPRECIATION

The support of all stakeholders is essential to Latinusa in our journey to achieve optimal performance and business sustainability.

On this occasion, the Board of Directors of Latinusa would like to express the highest appreciation to the Board of Commissioners and shareholders for their valuable direction, guidance and support that have driven Latinusa’s rapid progress in production, operations and organizational aspects over the past years.

We would also like to extend the highest gratitude to all customers of Latinusa, because without your continued cooperation and trust in us through the years, all our achievements to date would not be possible. For you, we remain highly committed to continuously improve our ability to serve and satisfy customers, so that our existing partnership will endure as we build and grow businesses together today and for many years to come.

Finally, we would like to convey the highest appreciation to all Latinusa employees for their constant dedication and also for giving their best work to the company over the years. There is no better opportunity than during these challenging times for the Company to emphasize that the contribution made by each individual employee is greatly important and significant to the Company’s performance and achievements as a whole. We are confident that our strong spirit and commitment to work in unity will be the greatest asset for Latinusa in facing all obstacles and challenges today to attain sustainable achievements in the future.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk30

PEMBAHASAN DAN ANALISAMANAJEMENManagement Discussion & Analysis

Latinusa senantiasa berkomitmen untuk mengukuhkan peran sebagai mitra pemasok tinplate terpilih yang memahami segala kebutuhan pelanggan.Latinusa is fully committed to strengthen its role as the preferred tinplate supplier partner to customers who understands their every need.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 31

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk32

TINJAUANBISNIS

Industri TinplateTinplate Industry

Business Review Pada tahun 2014, industri tinplate dunia belum terlepas dari bayang-bayang krisis ekonomi global yang terus berlanjut, dan dalam beberapa tahun terakhir berdampak pada pelemahan kegiatan perekonomian dan industri mancanegara diiringi dengan merosotnya harga komoditas, termasuk baja dan tinplate. Penurunan konsumsi produk tinplate di kawasan industri maju, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, menimbulkan ketidakstabilan kinerja pasar tinplate, yang direspon oleh sentra produsen tinplate dunia, terutama China, dengan membidik potensi regional, antara lain Indonesia.

Dengan didukung ketahanan perekonomian Indonesia yang kuat seperti terindikasi pada angka pertumbuhan ekonomi yang masih bergerak positif di saat krisis, konsumsi tinplate nasional masih bergerak stabil, walaupun mengalami penurunan tipis sebesar 1,6% dari 230.091 ton di tahun 2013 menjadi 226.391 ton untuk tahun 2014. Namun demikian, mengingat bahwa kapasitas produksi tinplate domestik hanya mencapai 160.000 ton per tahun, maka pemenuhan kebutuhan tinplate di Indonesia masih mengandalkan impor.

Sejalan dengan skema perdagangan bebas di kawasan regional, pemerintah Indonesia sejak tahun 2009 telah memberlakukan rangkaian kebijakan bea masuk bagi kepentingan perindustrian nasional. Khusus untuk produk tinplate, ditentukan pembebasan bea masuk bagi kebutuhan impor yang timbul dari peningkatan kapasitas produksi, disusul dengan program penurunan bea masuk secara bertahap hingga penghapusannya di tahun 2012 mengacu pada ASEAN Korea Free Trade Agreement. Insentif struktur bea masuk tersebut berimbas pada peningkatan ragam jenis dan harga pasokan tinplate impor yang signifikan,

In 2014, the world’s tinplate industry remained under the shadow of the prolonged global economic crisis, which has brought on weakened economies and industries worldwide in the past couple of years, coupled with continued decline in commodity prices, including steel and tinplate. Lower consumption of tinplate products in the developed industrial regions, including the United States and the European Union, caused an imbalance of the global tinplate market performance. Ultimately, such condition forced world’s tinplate production centers, such as China, to target growth potentials closer to home, including Indonesia.

Supported by the strong resilience of the Indonesian economy as indicated by continued positive economic growth even in times of crisis, national tinplate consumption remained stable, though slightly dipping at 1.6% from 230,091 tons in 2013 to 226,391 tons in 2014. Regardless, considering that domestic production capacity is limited at 160,000 tons per year, tinplate demand in Indonesia still needs to be partially fulfilled by imports.

In line with regional free trade schemes taking effect, since 2009 the Indonesian government issued a series of tariff policy adjustments to support the development of national industries. Specifically for tinplate products, the policy called for the removal of duty of import volume required by an increase in production capacity, and followed by the ASEAN Korea Free Trade Agreement stipulating a gradual import duty reduction with full exemption in 2012. The import duty incentive eventually brought in a significant rise of imported tinplate products, mainly from South Korea, China, Taiwan and Malaysia, with various type and price alternatives, thus resulting in the

Deregulasi industri tinplate nasional seiring dengan skema perdagangan bebas di kawasan regional telah mendorong peningkatan masuknya produk impor dan tingkat persaingan yang tajam berbasis harga.Deregulation of the domestic industry in line with free trade schemes taking effect in the region have driven entry of tinplate imports and with it the intensification of price-based competition.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 33

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

utamanya berasal dari Korea Selatan, China, Taiwan dan Malaysia, yang mempertajam tingkat persaingan industri tinplate nasional.

Berdasarkan pengamatan dalam beberapa tahun selang, indikasi/dugaan adanya praktik perdagangan yang kurang sehat dan merugikan produsen tinplate dalam negeri menjadi dasar diajukannya petisi anti-dumping yang mengacu pada peraturan World Trade Organization (WTO), baik di Malaysia maupun di Indonesia. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh pihak pemerintah masing-masing negara, diputuskan dan diberlakukan penambahan pajak anti-dumping di Malaysia awalnya dan Indonesia selanjutnya sebagai upaya untuk menyetarakan harga jual di negara asal importir dengan harga jual di pasar domestik sehingga tercipta iklim perdagangan yang adil dan wajar. Di Indonesia, pajak anti-dumping yang diaplikasikan efektif Februari 2014 pada produsen tertentu asal Korea Selatan, China dan Taiwan berkisar 4,4% - 7,9%.

intensification of competition in the local tinplate industry.

Based on observations of industry trends in the past several years, there were indications/allegations of improper trade practices causing injury to the domestic tinplate manufacturers and becoming the basis for anti-dumping petition, referring to the rules of the World Trade Organization (WTO), both in Malaysia and Indonesia. Based on results of investigative evaluation by the government of each country, an anti-dumping duty was resolved and imposed on certain importers in Malaysia initially and Indonesia later in an attempt to align the selling price in the country of import origin with the offer price in the domestic market, in support of a fair market environment. In Indonesia, the anti-dumping duty applied effective in February 2014 to specific manufacturers from South Korea, China and Taiwan range between 4.4% and 7.9%.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk34

TINJAUAN BISNIS

Business ReviewKinerja OperasionalOperational Performance

Sejak berdiri pada tahun 1982 hingga saat ini, Latinusa masih merupakan satu-satunya produsen tinplate nasional yang memiliki dan menjalankan kegiatan produksi di dalam negeri. Dengan potensi pasar domestik yang prospektif, Latinusa berkomitmen untuk mengukuhkan peran sebagai mitra pemasok tinplate terpilih yang memahami segala kebutuhan pelanggan, dimulai dengan menawarkan ragam dan kualitas produk tinplate terbaik yang dihasilkan oleh fasilitas dan teknologi produksi terdepan di dunia.

PRODUK PERUSAHAAN

PRODUK UTAMALatinusa menyediakan produk tinplate dalam bentuk:• Gulungan• Lembaran

SPESIFIKASI PRODUKLatinusa melayani pelanggan dan industri yang luas dengan menawarkan ragam pilihan ukuran, ketebalan dan spesifikasi produk tinplate lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan kemasan produk mereka.

Spesifikasi Produk tinplate LatinusaSpecifications of Latinusa’s tinplate Products

1. Ketersediaan Ukuran/Size Availability

a. Gulungan/Coils

KetebalanThickness

(mm)

LebarWidth(mm)

BeratWeight

(Kg)

Diameter DalamInside Diameter

(mm)

0,14 – 0,39 650 - 969 Max 10.000 420 & 508

b. Lembaran/Sheets

KetebalanThickness

(mm)

LebarWidth(mm)

PanjangLength(mm)

Jumlah Isi Tiap BundleGross Content per

Bundle Sheets

0,14 – 0,39 650 - 969 Max 1.100 Max 2.000

Since first established in 1982 until today, Latinusa is still the only national tinplate producer having and running production activities in the country. With favorable domestic market prospects, Latinusa is fully committed to strengthen its role as the preferred tinplate supplier partner to customers who understands their every need, starting by providing the best variety and quality of tinplate produced using the most advanced technology and facilities the world has to offer.

COMPANY PRODUCTS

MAIN PRODUCTSLatinusa provides tinplate products in the form of:• Coil• Sheet and Scroll

PRODUCT SPECIFICATIONSLatinusa serves customers and industries extensively by offering a wide selection of size, thickness and other specifications for tinplate products to fulfill all of their product packaging needs.

Latinusa melayani segala kebutuhan kemasan tinplate yang diproduksi dengan teknologi terkini dan standar kualitas produk berkaliber internasional.Latinusa fulfills all tinplate packaging needs that are produced using the latest technology and quality standards of international caliber.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 35

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

2. Berat Pelapisan/Coating Weight

TipeType

Nomor LapisanCoating Number

Nominal Berat PelapisanNominal Coating Weight

Rata-rata Minimum Berat Pelapisan

Minimum Average Coating Weight

JIS GR/M2 AISI LBS/BB JIS GR/M2 AISI LBS/BB

Equality Coated Weight

#25#50# 75

# 100

5,6 (2,8/2,8)11,2 (5,6/5,6)16,8 (8,4/8,4)

22,4 (11,2/11,2)

0,125/0,1250,250/0,2500,375/0,3750,500/0,500

2,45/2,455,05/5,057,55/7,5510,1/10,1

0,11/0,110,23/0,230,35/0,350,45/0,45

Differentially Coated Weight

# 25/50# 25/75

#25/100# 50/75

# 50/100#75/100

2,8/5,62,8/8,4

2,8/11,25,6/8,4

5,6/11,28,4/11,2

0,125/0,2500,125/0,3750,125/0,5000,250/0,3750,250/0,5000,375/0,500

2,45/5,052,45/7,552,45/10,15,05/7,555,05/10,17,55/10,1

0,11/0,230,11/0,350,11/0,450,23/0,350,23/0,450,35/0,45

PRODUKSI

FASILITAS PRODUKSILatinusa menjalankan seluruh kegiatan produksi dari pabrik yang berlokasi di Cilegon, Banten dengan kapasitas produksi terpasang saat ini sebesar 160.000 ton per tahun.

PRODUCTION

PRODUCTION FACILITIESLatinusa runs all production activities in the factory located in Cilegon, Banten with total production capacity of 160,000 tons per annum.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk36

TINJAUANBISNIS

BusinessReview

Selama periode 2 tahun hingga akhir tahun 2011, telah dilakukan proses revamping terhadap peralatan pabrik Latinusa yang merupakan inisiatif modernisasi teknologi mesin sekaligus ekspansi kapasitas produksi.

Pasca revamping, Latinusa telah mengoperasikan mesin dan peralatan produksi dengan kemampuan yang setara dengan yang dimiliki produsen terkemuka mancanegara. Alhasil, Latinusa semakin meningkatkan kemampuan untuk memproduksi tinplate berkualitas prima dengan ragam spesifikasi dan kegunaan yang semakin bervariasi.

BAHAN BAKUBahan baku utama yang digunakan oleh Latinusa dalam produksi tinplate adalah: Tin Mill Black Plate (TMBP) dan timah.

TMBP yang digunakan dalam proses produksi tinplate oleh Latinusa memiliki spesifikasi khusus, terutama untuk memenuhi standarisasi kualitas bagi kegunaannya sebagai kemasan produk makanan dan minuman yang aman dan higienis.

Saat ini, Latinusa masih perlu melakukan impor atas kebutuhan TMBP, karena bahan baku tersebut tidak diproduksi di tanah air. Namun demikian, dalam pengadaan bahan baku impor tersebut, Latinusa dapat menikmati keunggulan khusus dengan mengandalkan posisinya sebagai bagian dari jaringan bisnis baja yang luas yang dikelola oleh Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. secara internasional. Hal tersebut merupakan dukungan penuh yang menjamin ketersediaan pasokan TMBP bagi kelangsungan kegiatan operasional Latinusa, baik dalam jumlah yang dibutuhkan maupun harga pasar yang kompetitif.

PROSES PRODUKSI TINPLATEPabrik tinplate Latinusa dibagi menjadi dua lini produksi utama.

Pada tahap awal, yaitu Electrolytic Tinning Line (ETL), bahan baku TMBP dilapisi timah melalui proses elektrolisis untuk memproduksi bahan tinplate dalam bentuk gulungan. Pasca revamping, Latinusa telah beralih pada teknologi insoluble anode untuk proses ETL, yang menghasilkan keunggulan hasil kualitas pelapisan timah dibandingkan produk tinplate yang diproses dengan teknologi soluble yang digunakan sebelumnya.

Pada proses selanjutnya, gulungan tinplate hasil ETL menjalani proses pemotongan sesuai dengan spesifikasi pemesanan dari masing-masing pelanggan. Untuk konsumen yang membutuhkan tinplate dalam bentuk lembaran, maka hasil gulungan tinplate diproses lebih lanjut dalam

For two years up to the end of 2011, the Company completed its revamping project in the factory, specifically related to modernizing the machine technology used and expanding installed capacity for production.

Post revamping, the capabilities of Latinusa’s production equipment and machines have been aligned with those operated by leading tinplate companies worldwide. As a result, today Latinusa is well positioned to fully utilize improved production capabilities and offer tinplate with superior quality in a more extensive range of specifications and intended uses.

RAW MATERIALS Latinusa uses Tin Mill Black Plate (TMBP) and tin as the main raw materials in the production of tinplate.

The type of TMBP used by the Company in its factory has distinct specifications, particularly required to satisfy quality standardization for the product’s intended use as a safe and hygienic packaging material for a diverse variety of food and beverage products.

Latinusa still needs to source TMBP requirements through imports, because it is not produced locally at this time. However, in regard to TMBP procurement the Company benefits from its strategic position as part of an extensive international steel business network developed and managed by Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. This advantage secures guaranteed TMBP supply to support the continuity of Latinusa’s operational activities, both in terms of quantity necessary and at fair market prices.

PRODUCTION PROCESSLatinusa’s tinplate factory is divided into two main production lines.

At the initial stage in the Electrolytic Tinning Line (ETL), TMBP is processed with tin coating by electrolysis to produce tinplate material in the form of coils. Following revamping, Latinusa has switched to the insoluble anode technology for the ETL process, resulting in better quality of tin coating relative to tinplate processed by the soluble technology that was previously used.

In the next process, tinplate coils from the ETL process undergo the cutting process in accordance with the specifications provided in customer orders. For customers requiring tinplate in sheet form, tinplate coils are sent for further processing in the Shearing Line (SHL) to be cut into size specification

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 37

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Shearing Line (SHL) untuk dipotong sesuai dengan spesifikasi ukuran lembaran tinplate yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk tinplate yang dipesan dalam bentuk scroll, gulungan tinplate dari proses ETL melewati Scroll Cut Line (SCL) untuk dipotong sesuai bentuk pola akhir bahan kemasan yang akan digunakan pelanggan.

STANDAR PRODUKSIDalam menghadapi iklim persaingan global yang kompetitif, Latinusa dituntut untuk mempertahankan kualitas produksi yang prima dan berkelas dunia. Penerapan kontrol yang ketat secara berkelanjutan di setiap tahapan operasional produksi senantiasa menjadi fokus utama Perusahaan dalam rangka mendorong pengelolaan dan implementasi sistem manajemen mutu yang unggul. Alhasil, hingga saat ini, Latinusa terus berhasil menyetarakan fasilitas dan proses operasional yang dijalankannya untuk memenuhi standar produksi yang berlaku di tingkat nasional dan internasional, antara lain sertifikasi ISO 9001:2008, SNI (Standar Nasional Indonesia), ASTM (American Society for Testing and Materials), JIS (Japan Industrial Standard) dan Euronorm.

PERKEMBANGAN PRODUKSI PASCA REVAMPINGPenyelesaian proyek revamping Latinusa pada akhir tahun 2011 disusul dengan proses internalisasi dan adaptasi yang dilakukan secara intensif oleh seluruh organisasi, mengingat peralihan teknologi produksi tersebut berdampak secara signifikan pada sistem dan prosedur kerja serta pola pikir karyawan, terutama mereka yang secara langsung terlibat dalam fungsi produksi. Berkat kegigihan seluruh jajaran karyawan serta dukungan manajemen dan sinergi dengan pemegang saham, Latinusa telah berhasil memanfaatkan perbaikan kualitas produksi dan penggunaan ekspansi kapasitas di tahun 2013 dan 2014.

Sejalan dengan perkembangan kemampuan fasilitas produksi, Latinusa terus berusaha untuk melakukan proses produksi yang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien. Hal ini merupakan kelanjutan dari program-program yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

Dengan komitmen untuk terus menghadirkan peningkatan kualitas, produktivitas dan efisiensi produksi, Latinusa terus melansir berbagai inovasi dan pengembangan produksi secara berkesinambungan pasca revamping. Rangkaian investasi lanjutan tersebut ditujukan untuk melengkapi dan mendukung proses pengembangan terkait revamping, serta perbaikan kapasitas dan kemampuan produksi yang dimungkinkan dengan penggunaan teknologi produksi yang lebih mutakhir.

as required. As for tinplate ordered in the form of scroll, the tinplate coils exit the ETL into the Scroll Cut Line (SCL) to be cut into the final pattern of packaging materials to be used by the customers.

PRODUCTION STANDARDS In facing a more intensive global competitive environment, Latinusa must be able to uphold excellence and world-class standards in production quality. By applying strict controls on an ongoing basis at each stage of the operational process, Latinusa is focused on promoting the highest level of quality management system implementation and management. Therefore, to this day, Latinusa managed to successfully maintain running operational processes and facilities in compliance with prevailing production standards locally and internationally, including ISO 9001:2008 certification, SNI (Standar Nasional Indonesia), ASTM (American Society for Testing and Materials), JIS (Japan Industrial Standard) and Euronorm.

POST- REVAMPING DEVELOPMENTSThe completion of the revamping project toward the end of 2011 was followed up by Latinusa with intensive internalization and adaptation processes carried out comprehensively throughout the entire organization, keeping in mind that the shift in production technology has created significant impacts on the working systems and procedures used within the Company as well as the mindset of employees, particularly those who are directly involved in the production function. With strong persistence of all employees, solid management support and synergy with shareholders, Latinusa has managed to capitalize on these new opportunities to deliver favorable results in production quality enhancements and expanded capacity utilization during 2013 and 2014.

In line with production capability improvements, Latinusa consistently strives to promote production processes that are more environmentally friendly and more efficient. This represents a continuation of the programs that have been implemented in the previous year.

Fueled by a strong commitment to sustainable quality, productivity and production efficiency enhancements, Latinusa introduced more innovation and production development initiatives on an ongoing basis following revamping. These series of investment activities are designed to complement and support development efforts derived from revamping, as well as further improvement of production capacity and capabilities made possible with the use of more advanced production technology.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk38

Penambahan fasilitas pemotongan scroll dengan operasional SCL secara inhouse pada akhir tahun 2012 merupakan suatu langkah yang menunjang realisasi visi Latinusa untuk menjadi perusahaan tinplate terpadu, karena sebelumnya proses tersebut dilakukan oleh pihak ketiga. Sedangkan pada tahun 2013, pengembangan fasilitas produksi dititikberatkan pada peningkatan beberapa faktor teknologi produksi, yaitu Renewal Rectifier Plating yang bertujuan untuk menambah kapasitas proses plating serta peremajaan peralatan produksi dengan Upgrading PLC Fluid Utility.

Proses peremajaan mesin dan peralatan produksi Latinusa kembali berlanjut di tahun 2014 dengan dilakukan penggantian beberapa mesin-mesin lainnya yang tidak termasuk dalam proyek revamping, yaitu boiler, instalasi pendingin air limbah dan implementasi program pest control. Dengan investasi tersebut, diharapkan operasional mesin serta kapasitas pabrik Latinusa dapat lebih dioptimalkan dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan lebih ditingkatkan serta fasilitas produksi yang lebih ramah lingkungan.

Di tahun 2015, Latinusa akan melanjutkan inovasi di bidang kualitas dan produktivitas seperti Automatic pH dan Rectifier for Chemical, perbaikan Tin Ion Analyzer, Strip Centering Upgrading Control System, dan lainnya.

TINJAUANBISNIS

BusinessReview

Installing a new scroll cutting facility with inhouse SCL operation at the end of 2012 is another step made by the Company to further the realization of the corporate vision to become an integrated tinplate company, since this process was previously subcontracted to a third party. Then in 2013, focus on developing the production facilities was emphasized on improving several production technology factors, including Renewal Rectifier Plating aimed to increase the capacity of the plating process and upgrading PLC Fluid Utility.

Production equipment and machine upgrading resumed in 2014 with the replacement of several types of machines that were not included in the revamping project, including boiler, waste water cooling installation and implementation of pest control programs. With these investments, Latinusa hopes to better optimize machine operation and overall factory capacity, as well as increasing customer service quality and running more environmentally friendly production.

Furthermore in 2015, Latinusa will pursue more innovation in quality and productivity, such as Automatic pH and Rectifier for Chemical, Tin Ion Analyzer repair, Strip Centering Upgrading Control System, and so on.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 39

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

PemasaranMarketing

Sebagai satu-satunya produsen tinplate yang telah menjalankan kegiatan penjualan dan produksi secara lokal selama lebih dari 30 tahun, Latinusa telah membangun basis pelanggan domestik yang luas dan setia. Berbekal dedikasi yang kuat untuk memanfaatkan potensi dan peluang pertumbuhan pasar dan bisnis di tanah air, fokus penjualan Perusahaan masih sepenuhnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi tinplate di dalam negeri.

Modernisasi dan peningkatan teknologi produksi melalui revamping telah membuka peluang bagi Latinusa untuk lebih berinovasi, melalui ekspansi rentang penawaran produk serta peningkatan kualitas produk berkaliber internasional. Perpaduan antara kemampuan produksi terdepan dan program pemasaran yang agresif, serta ditunjang oleh pembukaan kantor perwakilan di Surabaya untuk semakin mendekatkan diri kepada pelanggan di wilayah timur Indonesia, telah menjadi kunci sukses atas inisiatif intensifikasi pelanggan serta penetrasi pada segmen konsumen baru yang lebih prospektif dalam beberapa tahun ini. Untuk saat ini dan ke depan, fokus penjualan Latinusa masih akan ditekankan pada segmen-segmen tersebut, yaitu segmen pasar primer dengan tuntutan spesifikasi produk yang lebih unggul seperti produk kemasan food grade dan kebutuhan kemasan berciri khas khusus, seperti produk makanan dengan tingkat keasaman yang tinggi serta baterai.

As the sole tinplate manufacturer with local-based sales and production experience for over 30 years, Latinusa has built an extensive loyal customer base nationwide. With a strong dedication to explore market and business potential as well as growth prospects in the country, the Company’s sales are fully concentrated to meet the needs of domestic tinplate consumption.

Production technology modernization and enhancement through its revamping project has successfully created new opportunities for Latinusa to maximize innovation, by expanding the variety of product offering and refining product quality of international caliber. Both modern production capabilities and aggressive marketing programs, also reinforced by improved presence to customers located in the eastern region of Indonesia who are serviced by the Company’s new Surabaya representative office, have become the key success factors for the Company’s customer intensification programs, including its successful penetration into new and lucrative market segments in recent years. For now and in the future, Latinusa’s sales focus will continue to be made up of the primary markets with their unique demands for superior tinplate specifications, such as food grade characteristic, as well as specialized packaging uses, including for food products with high acidity and battery.

Fokus pemasaran dan penjualan masih sepenuhnya diarahkan untuk melayani kebutuhan konsumsi tinplate bagi pelanggan dan industri nasional secara luas.Marketing and sales are fully concentrated to meet the needs of tinplate consumption for domestic customers and industries extensively.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk40

Fokus kerja sepanjang tahun 2014 adalah untuk mendorong penjualan di tengah iklim persaingan yang tinggi. Hal ini dilakukan dengan terus meningkatkan pelayanan yang berorientasi pada pola total solution provider untuk memenuhi segala kebutuhan pelanggan.

Latinusa meyakini pentingnya menjalin hubungan kerja yang erat dan saling menguntungkan dengan pelanggan sebagai praktik berbisnis sehat sekaligus strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan. Sehingga Latinusa berperan tidak hanya sebagai pemasok tinplate terpilih bagi pelanggan dalam kegiatan operasional mereka sehari-hari, namun juga melayani sebagai mitra kerja yang memberikan dukungan/keterlibatan secara aktif dalam rencana dan aktivitas pengembangan yang akan dirintis di kemudian hari. Untuk menunjang hal ini, tim pemasaran Latinusa didukung oleh tim teknikal spesialis yang berfungsi memberikan layanan konsultasi bagi pelanggan.

Pada tahun 2014, Latinusa mencetak penurunan volume produksi sebesar 9,74%, yaitu dari 149.014 ton pada tahun 2013 menjadi 134.503 ton. Tren ini utamanya diakibatkan oleh penurunan hasil penjualan untuk 2014. Kendati iklim persaingan industri masih bertahan, kegiatan pemasaran yang agresif mampu meredam penurunan volume penjualan di angka 2,96% menjadi 141.031 ton dibandingkan 145.329 ton dari tahun sebelumnya. Alhasil, Latinusa terus mampu mempertahankan dominasi pasar dengan menguasai pangsa pasar sebesar 62,63%, menurun jika dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu 63,36%.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar penjualan produk tinplate Latinusa masih tertuju untuk melayani kebutuhan kemasan pelanggan sektor industri makanan dan minuman nasional. Secara garis besar, penggunaan produk tinplate sepanjang tahun 2014 adalah sebagai berikut: • kaleng susu: 25,28%, • kaleng cat: 17,62%, • kaleng bahan makanan: 13,64%, • kemasan makanan kering: 16,18%, • kemasan produk kimia: 18,32%, • kaleng minyak goreng: 1,60%, • kemasan buah dan minuman: 2,03%, dan • kebutuhan general can: 5,32%

Work programs for 2014 were designed to promote sales to counter the adverse effects of high competitive market environment. Customer programs aim to maximize the benefits that customers obtain from our total solution provider approach.

Latinusa believes it is important to establish a close and mutually beneficial working relationship with customers as a strategic business practice that serves sustainable business development purposes at the same time. To this end, Latinusa assumes its role not merely as the preferred tinplate supplier for customers in their day-to-day production activities, but also a business partner who is actively involved in their planning and business development functions. To facilitate this, a team of technical specialists supports Latinusa’s marketing team in providing consulting services for customers in their current and future projects.

In 2014, Latinusa posted a reduction in production volume of 9,74%, from 149,014 tons in 2013 to 134,503 tons, in line with Latinusa’s lower sales results on 2014. Against continued competitive pressures, Latinusa’s aggressive marketing activities managed to sustain sales volume, which declined 2.96% to 141,031 tons compared to last year’s sales of 145,329 tons. Consequently, Latinusa could maintain local market dominance with market share of 62.63%, slipping from 63.36% in 2013.

As in the previous years, the majority of Latinusa’s tinplate sales were still concentrated to serve packaging needs for the nation’s food and beverage industry consumers. Overall, tinplate utilization in 2014 comprise the following:

• milk cans: 25.28%, • paint cans: 17.62%, • food cans: 13.64%, • dry food packaging: 16.18%, • chemical packaging: 18.32%, • cooking oil cans: 1.60%, • fruit and beverage packaging: 2.03%, and • general cans: 5.32%

TINJAUANBISNIS

BusinessReview

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 41

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Paint

General Can

Chemical

Cooking Oil

Fruit & Beverage

Dry Food

Food

Milk

Segmentasi Pasar Tinplate LatinusaTinplate Market Segments for Latinusa (%)

18,76

18,07

1,24

1,02

14,3025,47

4,04

17,10

2013

13,6416,18

1,60

2,03

17,6225,28

5,32

18,32

2014

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk42

TINJAUAN BISNIS

Business ReviewQuality AssuranceQuality Assurance

Operasional bisnis Latinusa menganut prinsip utama yang berlandaskan penciptaan kepuasan yang menyeluruh bagi pelanggan. Hal ini tentunya menuntut kesempurnaan kualitas, baik produk maupun layanan, pada setiap proses bisnis yang bergulir di seluruh bidang dan jenjang operasional Perusahaan. Tuntutan tersebut tentunya semakin kuat mengingat bahwa Latinusa saat ini telah berperan penting dalam melayani konsumen produsen bahan makanan dan minuman secara luas di dalam negeri. Karenanya, pemenuhan standar keamanan dan kebersihan yang berdisiplin mutlak menjadi prioritas utama tidak hanya bagi kepentingan masyarakat luas yang mengkonsumsi produk-produk tersebut, namun juga sebagai strategi Perusahaan dalam melindungi bisnis para pelanggan dan Latinusa dengan baik untuk jangka panjang ke depan.

Komitmen yang menyeluruh untuk pemenuhan standar organisasi dan produksi berkelas dunia juga terlihat jelas dari sinergi dan dukungan pemegang saham mayoritas dalam bisnis Latinusa. Sebagai salah satu perusahaan baja terpadu dan terkemuka di dunia, Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation telah melakukan intensifikasi alih teknologi ke dalam tubuh Latinusa. Saat ini pada setiap aspek bisnis Latinusa telah dilibatkan partisipasi aktif pemegang saham melalui tenaga ahli dan konsultan dari Jepang yang bertugas memberi arahan dan melakukan evaluasi untuk perbaikan proses dan sistem kerja secara berkelanjutan saat ini dan di tahun-tahun mendatang, agar seluruh organisasi senantiasa mengedepankan kualitas.

Fokus bisnis pada kualitas juga diwujudkan secara tegas dalam struktur organisasi operasional/produksi Perusahaan, di mana terdapat bagian Quality Assurance, yang secara khusus bertanggung jawab untuk menangani seluruh kepentingan Perusahaan terkait dengan pemenuhan standar kualitas terbaik. Dimulai dari

Latinusa’s business operation upholds the basic principle of creating maximum satisfaction for customers. Ultimately, this demands excellence in quality of both products and services, in every business process running in all areas and levels of Company operations. The demand is certainly more critical when we consider that Latinusa today assumes a strategic role in serving, as our customers, food and beverage manufacturers extensively nationwide. Therefore, disciplined and absolute fulfillment of food hygiene and safety standards is a top priority, not only for the benefit of the general public who consume these products, but also as our basic strategy to protect business continuity for Latinusa as well as our customers.

A thorough commitment to be compliant with world class organizational and production standards is also evident from synergy and the level of support given by the majority shareholders in Latinusa’s business. As one of the leading integrated steel company in the world, Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation has made intensification of technology transfer onto Latinusa. Currently, active guidance by shareholders in every aspect of Latinusa’s business is accomplished by assigning experts and consultants from Japan to assist the company in deciding direction and making evaluation for process and work system improvements in a sustainable manner today and for many years to come, so that the entire organization demonstrate a priority in quality.

Business focus on quality is also clearly defined in the organizational structure of the operational/production function, where there is Quality Assurance as a dedicated unit responsible for dealing with all matters related to the Company fulfilling the highest quality standards. Starting from the pre-production activities and progressing

Latinusa memberikan kesempurnaan kualitas produk dan layanan dengan pendekatan sebagai total solution provider bagi pelanggan.Latinusa delivers excellence in the quality of products and services by serving its role as the total solution provider to customers.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 43

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

kegiatan pra-produksi yang berlanjut pada tahap produksi, pemasaran hingga hubungan purna jual, keseluruhan siklus bisnis melibatkan secara aktif peran Quality Assurance yang berfungsi untuk memantau, menelaah dan merespon kebutuhan langkah perbaikan dan peningkatan selaras dengan tuntutan industri, kemajuan teknologi dan bisnis pelanggan secara berkesinambungan.

Pada tahap awal pra-produksi, dipastikan pelaksanaan proses pengadaan dan penggunaan bahan baku dengan kualitas terbaik, melalui sistem pengendalian kontrol yang diterapkan secara ketat sejak proses pemesanan hingga logistik bahan baku. Selanjutnya pada proses produksi, Latinusa telah melakukan pembaharuan teknologi dan ekspansi kapasitas produksi melalui proyek revamping, dan telah berproduksi menggunakan peralatan dan teknologi terdepan yang menghasilkan kualitas produk lebih baik dan yield lebih tinggi, serta lebih efisien dan ramah lingkungan. Pasca produksi, fasilitas laboratorium yang canggih melakukan proses pemeriksaan ulang terhadap hasil produksi untuk memverifikasi kesesuaian dengan spesifikasi yang telah ditentukan dalam pesanan pelanggan.

Pada aspek pemasaran, pelayanan kepada nasabah telah ditingkatkan dengan pembukaan kantor perwakilan di Surabaya pada tahun 2013 sebagai upaya Latinusa untuk semakin mendekatkan diri dengan pelanggan dan membantu penanganan segala kebutuhan mereka secara tepat waktu dan akurat. Jaminan produk dan layanan Latinusa juga berlanjut pada tahap layanan purna jual, di mana Latinusa melakukan inspeksi berkelanjutan dengan kunjungan ke pelanggan dan memproses pengelolaan klaim dan keluhan pelanggan.

Selain proses produksi, pemasaran dan pasca penjualan yang secara umum dibina dengan pelanggan, Latinusa juga menawarkan layanan bernilai lebih yang mengandalkan pendekatan sebagai total solution provider bagi pelanggan. Dalam peran ini, Latinusa memberikan dukungan keahlian technical advisor secara internal (inhouse) yang dapat dimanfaatkan pelanggan sebagai layanan konsultasi teknis untuk memajukan inisiatif pengembangan bisnis mereka ke depan. Dengan demikian, dapat dijalin kemitraan yang strategis antara pelanggan dan Latinusa secara berkesinambungan, agar keduanya dapat bertumbuh secara bersama-sama dalam jangka panjang.

into the production stage, marketing and up to after-sales support, the entire business cycle involves the active role of Quality Assurance to continuously monitor, review and address the needs for corrective and improvement activities in line with the demands of the latest industry developments, technological advances and customers’ business conditions.

In the early stages of pre-production, Latinusa ensures the procurement and use of the best quality raw materials by rigorous application of a robust control system from the initial ordering process and up to raw materials logistics. Then in the production process, Latinusa has made technology upgrading/alignment and production capacity expansion through the revamping project, subsequently running cutting edge technology and equipment to produce better quality and higher yield, with the added benefits of higher efficiency and improved environmental performance. Further in post-production, sophisticated laboratory facilities enable thorough inspection of final products to verify conformity with ordered specifications as required by the customers.

In the marketing function, the opening of a representative office in Surabaya in 2013 has enhanced service delivery to customers; a testimony of Latinusa’s commitment to reach customers and handle all their business needs more accurately and timely. Latinusa’s product and service guarantee extends to the after-sales process, by performing continuous inspection through customer visits and processing customer claims and complaints.

In addition to fostering customer relationship in the production, marketing and after-sales activities, Latinusa also offers value-added service under the concept of total solution provider for customers. In this role, Latinusa provides added support to the customer’s business with expertise from internal technical advisors, specifically for consultation purposes to advance their business development plans forward. With this comprehensive customer approach, Latinusa hopes to forge strong strategic partnership with customers consistently in order to grow together over the long term.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk44

TINJAUAN BISNIS

Business ReviewProspek UsahaBusiness Prospect

Pada tahun 2014, konsumsi tinplate Indonesia relatif melemah setelah terus bertumbuh secara konsisten selama ini. Kendati demikian penurunan konsumsi tinplate lebih diakibatkan faktor internal di pasar domestik yang bersifat temporer, khususnya penyelenggaraan pemilu pada tahun 2014 serta dampak dari petisi anti-dumping tinplate yang menyebabkan konsumen tinplate menyimpan persediaan stok yang berlebih di akhir tahun 2013.

Secara fundamental, prospek industri tinplate di Indonesia ke depan masih terlihat baik. Kebutuhan produk tinplate secara nasional tentunya ditunjang oleh populasi Indonesia yang menjadi basis konsumen bagi perusahaan produsen pengguna kemasan tinplate dalam negeri, khususnya industri makanan dan minuman, susu kaleng dan berbagai kebutuhan kemasan bagi industri lainnya secara luas. Kekuatan konsumsi domestik juga semakin terbukti dalam beberapa tahun terakhir dengan kemampuan perekonomian Indonesia yang terus berhasil mempertahankan pertumbuhan positif di tengah kondisi krisis keuangan global.

Selain itu, segmen industri pengguna kemasan tinplate juga memiliki ciri-ciri khusus yang menciptakan loyalitas terhadap penggunaan kemasan berbahan dasar tinplate dengan keunggulan kualitas yang tinggi, kegunaan yang praktis dan utamanya aman bagi konsumen dan lingkungan hidup. Bahan makanan dan minuman serta produk susu yang saat ini lazim menggunakan kemasan tinplate, merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat umum. Karenanya anggaran belanja rumah tangga untuk kebutuhan tersebut mendapat prioritas utama, dan porsi tersebut relatif stabil, jika terdapat perubahan kondisi ekonomi makro ataupun daya beli keluarga.

Kemudian, potensi penggunaan kemasan kaleng yang berkarakteristik tahan karat dan tahan lama juga semakin berkembang untuk mengakomodasi berbagai tuntutan dan kebutuhan gaya hidup masyarakat modern saat ini. Salah satunya adalah memberi kemudahan

In 2014, tinplate consumption in Indonesia relatively weakened after consistent growth over the years. However, this adverse performance was brought about by temporary impacts of internal factors in the domestic market, most notably market response to the anti-dumping petition resulting in tinplate consumers maintaining excess inventory at the end of 2013 and also the 2014 presidential election.

In terms of fundamentals, the tinplate industry in Indonesia continues to have favorable future prospect. National tinplate consumption essentially finds its support in the large population of Indonesia, as the consumer base of local manufacturing companies using tinplate packaging, especially the food and beverage industry, canned milk products and a large variety of other industrial packaging needs extensively. The strength of domestic consumption has also become increasingly evident as indicated by the Indonesian economy recording positive growth consistently in recent years despite the global financial crisis.

Further, distinct characteristics of industry segments that make up tinplate packaging consumers render loyalty to tinplate as the preferred packaging medium because of the benefits provided, such as high quality, practical usefulness and safety for both consumers and the environment. Food and beverage products as well as powdered milk that are commonly distributed in tinplate packaging today, constitute basic necessities for many Indonesian families. Hence, they constitute the main priority consumption in the household budget, with a relatively stable nominal allocation even when the family faces changes in the macroeconomic conditions or purchasing power.

Furthermore, there is improved potential to satisfy the many demands and lifestyle needs of today’s modern society by the use of can packaging, given its anti-rust characteristic and durability. One such example is maximizing convenience for the dynamic young generation and

Kendati dampak krisis global masih membayangi kondisi pasar tinplate di Indonesia saat ini, namun tingkat kompetisi industri yang semakin tajam mencerminkan suatu indikasi kuat bahwa prospek bisnis ke depan masih menjanjikan.While the global crisis still weighed down the current tinplate market in Indonesia, increasing competition level in the industry still reflects a strong indication that its long-term business prospects remain promising.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 45

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

bagi kaum muda dan keluarga dinamis yang semakin mengandalkan makanan dan minuman siap saji. Saat ini kemasan kaleng juga digunakan untuk produksi kornet kurban atau bahan makanan lain dalam kaitan dengan dukungan aksi sosial masyarakat bagi komunitas ekonomi rendah di pelosok tanah air maupun bantuan darurat dalam kondisi bencana atau krisis.

Prospek industri tinplate nasional juga tidak luput dari perhatian produsen tinplate mancanegara yang semakin gencar berlomba untuk memasarkan produk mereka ke Indonesia, sehingga menimbulkan rentang variasi produk tinplate yang lebih beragam serta persaingan harga yang ketat. Bahkan tren tersebut semakin jelas terlihat pada tahun 2014, dimana tonase impor tinplate tetap bergerak stabil ketika konsumsi lokal relatif melemah dan pajak anti-dumping telah diaplikasikan terhadap beberapa produsen tertentu.

Kendati dampak krisis global masih membayangi kondisi pasar tinplate internasional dan domestik di Indonesia saat ini, ke depannya prospek pemulihan ekonomi global, diantaranya pemulihan indikator ekonomi di Amerika Serikat yang sudah mulai terlihat, juga menjadi faktor kunci bagi stabilitas harga dan perbaikan iklim pasar tinplate di tanah air di tahun-tahun mendatang.

modern families, who have increasingly relied on fast and on-the-go packaged foods and beverages. Also, can packaging have been used in the production of corned meat (from Idul Adha sacrificial offerings) and other foodstuffs for distribution and donation in social activities targeting low-income communities nationwide and as emergency assistance in disaster or crisis conditions.

International tinplate manufacturers also took notice of the country’s promising industry prospects as they intensified aggressive marketing of their products to Indonesia, thereby allowing greater diversity of tinplate product selections at highly competitive prices. In fact, this situation became more apparent in 2014, when the stability of tonnage volume of imported tinplate remained intact while facing relatively softer local demand and anti-dumping duties have been applied to certain importing producers.

While the global crisis still weighed down the international and domestic tinplate market conditions today, the prospect of global economic recovery, including improving economic indicators that have begun to be seen in the United States, represent a contributing key factor to tinplate price stability and improved domestic industry environment in the coming years.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk46

Sumber Daya ManusiaHuman Resources

Kinerja Perusahaan tidak terlepas dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Perusahaan. Karenanya, Latinusa senantiasa melaksanakan pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai salah satu fokus kerja strategis untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi karyawan secara berkesinambungan. Melalui pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDMBK), sistem SDM Latinusa telah mengintegrasikan aspek kompetensi dalam operasional bisnis di Divisi Human Capital Management, meliputi proses rekrutmen, pelatihan dan pengembangan personnel, perencanaan karir, manajemen kinerja, dan strategi remunerasi, sehingga pengembangan SDM dapat dilakukan secara komprehensif dan optimal.

Dalam rangka meningkatkan peran SDM sebagai Strategic Partner yang

A company’s performance is not independent of the quality of Human Resources (HR) developed within. On this basis, Latinusa consistently promotes human resource development as a strategic work focus, with the goal of improving employee capabilities and competence on an ongoing basis. By the approach of Competency-Based Human Resource Management (MSDMBK), Latinusa’s HR system has integrated competence aspects in the business operations of the Human Capital Management Division (HCM), covering recruitment, training and personnel development, career planning, performance management and remuneration strategies, so that human resource development is implemented comprehensively and optimally.

To enhance the role of HR as a Strategic Partner to the business in supporting

TINJAUANPENDUKUNGBISNISBusiness Support Review

Melalui pengembangan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia yang terintegrasi, Divisi HCM mengemban peran sebagai mitra strategis yang mendukung ketercapaian target perusahaan.Through an integrated human resource development and management process, HCM Division assumes the role as a strategic partner to support the business in achieving the corporate targets.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 47

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

mampu mendukung ketercapaian target-target perusahaan, berikut adalah fokus kerja yang bernilai strategis serta pencapaian yang diraih pada tahun 2014:

1. Go Live SAP HCM Modul Personal Development (SAP PD)

Pada tanggal 29 November 2014 telah dilakukan Go Live SAP HCM Modul Personal Development (SAP PD) melalui kerja sama dengan PT Krakatau Information Technology (IT Consultant). Tujuan dari proyek tersebut adalah untuk mendukung proses bisnis bidang SDM dalam konteks perencanaan dan pengembangan kompetensi karyawan yang terintegrasi dengan Sistem ERP Perusahaan. Fasilitas transaksi IT yang terdapat dalam Modul SAP PD tersebut adalah sebagai berikut: 1) Competencies Catalogue 2) Competencies & Job Requirement Profile

Catalogue 3) Profile Match Up Process (Employee

Competencies & Job Requirements)4) Career & Succession Planning

the achievement of its targets, HCM focused on the following strategic initiatives and achievements during 2014:

1. Go Live SAP HCM Modul Personal Development (SAP PD)

On November 29, 2014 the Company has completed Go Live of SAP HCM Personal Development module (SAP PD) in cooperation with PT Krakatau Information Technology (IT Consultant). The project aims to support business processes in the human resources functions, particularly for purposes of planning and development related to employee competencies that are integrated in the current ERP Systems. The SAP PD module will accommodate the following IT transactions:1) Competencies Catalogue2) Competencies & Job Requirement Profile

Catalogue 3) Profile Match Up Process (Employee

Competencies & Job Requirements)4) Career & Succession Planning

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk48

TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS

Business SupportReview

5) Career Path 6) Development Planning7) Performance Appraisal8) Training Event Management9) Talent Matrix (Nine Box Grid)10) Reports (Training Realization, Curriculum

Vitae & List of Promotion/Mutation Candidates)

2. Evaluation & Designing Remuneration Structure Project

Dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2014, Latinusa telah bekerja sama dengan PT Hay Indonesia (HAY Consultant) dalam proyek evaluasi penyusunan struktur remunerasi Latinusa. Proyek ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil Employee Engagement Survey 2013 guna peningkatan employee satisfaction level dalam aspek reward yang dipengaruhi oleh faktor internal equity dan external market competitiveness terhadap struktur Fixed Annual Cash (FAC)* Latinusa.

* FAC = Annual Basic Salary (12 Times) + THR + Other Fixed Payments (13th Salary + Leave Allowance) + Annual Fixed Allowances (Transportation + Housing + Meal + Shift + Car Allowance + Mobile Phone Allowance)

3. Program Pensiun Dini (PENDI)/Early Retirement Program (ERP)

Perusahaan kembali meluncurkan Program Pensiun Dini (PENDI) Tahap IV dan V pada bulan April dan September 2014 melalui SK Direksi No: HK.00.01/60/0000/2014 dan No: HK.00.01/193/0000/2014, setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2012 (Tahap I & II) dan tahun 2013 (Tahap III).

Program tersebut diluncurkan atas dasar pertimbangan sebagai berikut:1) 75% rata-rata usia karyawan Latinusa

saat ini lebih dari 46 tahun dan ada yang berkeinginan untuk mengoptimalkan kemampuannya di luar perusahaan;

2) Bahwa untuk memfasilitasi karyawan yang berkeinginan mengoptimalkan kemampuannya di luar perusahaan, maka perusahaan menyelenggarakan program PENDI, yang dapat dimanfaatkan atau diambil oleh karyawan dengan sukarela bagi kepentingan dirinya maupun keluarganya berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan.

Secara keseluruhan, program PENDI merupakan langkah strategis Perusahaan yang bertujuan untuk menghasilkan efisiensi dan produktivitas kerja yang optimal secara jangka panjang.

5) Career Path 6) Development Planning7) Performance Appraisal8) Training Event Management9) Talent Matrix (Nine Box Grid)10) Reports (Training Realization, Curriculum

Vitae & List of Promotion/Mutation Candidates)

2. Evaluation & Designing Remuneration Structure Project

From October to December 2014, Latinusa worked together with PT Hay Indonesia (HAY Consultant) in the project of evaluation and designing Latinusa’s remuneration structure. This project serves to follow up the results of the Employee Engagement Survey 2013 in order to increase the employee satisfaction level in terms of reward provided, which is influenced by internal equity and external market competitiveness factors to Latinusa’s Fixed Annual Cash (FAC)* structure.

* FAC = Annual Basic Salary (12 Times) + THR + Other Fixed Payments (13th Salary + Leave Allowance) + Annual Fixed Allowances (Transportation + Housing + Meal + Shift + Car Allowance + Mobile Phone Allowance)

3. Program Pensiun Dini (PENDI)/Early Retirement Program (ERP)

The Company resumed launching the Early Retirement Program Phases IV and V, respectively in April and September 2014 by Directors’ Decrees No: HK.00.01/60/0000/2014 and No: HK.00.01/193/0000/2014. In prior, the Company completed the same program in 2012 for Phases I and II, also in 2013 for Phase III.

The program was initiated with due consideration to the following:1) On average, 75% of Latinusa’s employees

falls under the age group of 46 years and above, and some of them have the desire to optimize their abilities outside of the company;

2) In order to facilitate employees who wish to optimize their abilities elsewhere, the company holds the ERP program that the employees can voluntarily participate to benefit in accordance with their personal or their family’s interest, provided they meet the program’s required terms and conditions.

Overall, the ERP program represents a strategic corporate initiative aimed to promote work efficiency and productivity optimally over the long-term.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 49

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

PROFIL KARYAWAN

Secara total, sampai dengan akhir Desember 2014 terjadi penurunan jumlah karyawan sebesar 13% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada Tahun 2013, yaitu dari 394 karyawan menjadi 342 karyawan.

Komposisi karyawan terdiri dari 327 orang karyawan tetap (96%) dan 15 karyawan kontrak langsung (4%). Berdasarkan lokasi kerja, sebanyak 314 karyawan (92%) bekerja di lokasi pabrik di Cilegon, 26 karyawan (8%) bekerja di kantor Jakarta dan 2 karyawan (1%) bekerja di kantor perwakilan Latinusa Surabaya.

Berikut adalah informasi terkait jumlah karyawan Perusahaan sesuai Direktorat, jabatan, masa kerja, usia, dan tingkat pendidikan:

Jumlah Karyawan Berdasarkan DirektoratNumber of Employees by Directorate

Direktorat 2013 2014 Directorate

Utama 30 24 Main

Operasi 238 220 Operation

Komersial 38 37 Commercial

Keuangan 88 61 Finance

Total 394 342 Total

Jumlah Karyawan Berdasarkan JabatanNumber of Employees by Position

Jabatan 2013 2014 Position

General Manager 5 5 General Manager

Kepala Divisi 15 15 Division Head

Kepala Bagian 54 54 Department Head

Kepala Seksi 104 79 Section Head

Pelaksana 216 189 Officer

Total 394 342 Total

Jumlah Karyawan Berdasarkan Masa KerjaNumber of Employees by Years of Service

Masa Kerja Dalam Tahun 2013 2014 Years of Service

< 5 67 67 < 5

5 – 8 16 19 5 – 8

9 – 12 1 10 9 – 12

13 – 16 3 1 13 – 16

17 – 20 13 3 17 – 20

21 – 24 42 17 21 – 24

> 24 252 225 > 24

Total 394 342 Total

EMPLOYEE PROFILE

In total, the number of employees at the end of December 2014 decreased by 13% when compared to the same period in 2013, from 411 to 394 employees.

The overall composition consists of 327 permanent employees (96%) and 15 direct contract employees (4%). Based on work location, a total of 314 employees (92%) work at the factory in Cilegon, while 26 employees (8%) work out of the Jakarta office and the remaining 2 employees (1%) are assigned in Latinusa’s representative office in Surabaya.

The following table provides information on the Company’s employees by Directorate, position, years of service, age, and education level:

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk50

TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS

Business SupportReview

Jumlah Karyawan Berdasarkan UsiaNumber of Employees by Age

Usia 2013 2014 Age

< 26 39 20 < 26

26 – 30 21 34 26 – 30

31 – 35 7 14 31 – 35

36 – 40 6 4 36 – 40

41 – 45 23 10 41 – 45

46 – 50 121 79 46 – 50

> 50 177 181 > 50

Total 394 342 Total

Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat PendidikanNumber of Employees by Education Level

Pendidikan 2013 2014 Education

SD & SMP 13 11 Elementary & Junior High School

SMA/SMK 262 229 High & Vocational School

Diploma 21 16 Diploma

S1 86 74 Undergraduate

S2 12 12 Graduate

Total 394 342 Total

MANPOWER

Sesuai strategi pemenuhan Man Power Tahun 2013- 2020 yang telah disusun oleh Perusahaan dalam rangka persiapan regenerasi dan mendukung operasional bisnis, telah dilakukan rekrutmen sebanyak 14 karyawan sepanjang tahun 2014, dengan rincian sebagai berikut:

No. KaryawanEmployee

Tingkat PendidikanEducation Level

JumlahTotal

Unit PenempatanDivision Placement

1 Management Trainee S1Bachelor’s Degree

1 Divisi ProduksiProduction Division

2 Junior Management Trainee Diploma - -

3 Trainee SMA/SMKHigh School

- -

4 Karyawan Kontrak Langsung (Pengalihan dari Karyawan Outsourcing)*Contract Employee(Transfer from Outsourced Employees)*

SDElementary School

1 Petugas Sortir (Divisi Quality Assurance)Sorting Staff (Quality Assurance Division)SMP

Junior High School3

SMA/SMKHigh/Vocational School

8

S1Bachelor’s Degree

1

14

* Telah sesuai dengan PERMENAKERTRANS Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2012 Tentang: Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain, baik kepada Perusahaan Penerima “Pekerjaan Borongan” dan atau kepada ”Perusahaan Alih Daya (Outsourcing)”

Compliant with the Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration (Permenakertrans) of the Republic of Indonesia No. 19 Year 2012 regarding “Terms for Partial Transfer of Work to Other Companies”, applicable to services by companies who receive “Contracted Work” and or “Outsourcing Company”

MANPOWER

In accordance with the Company’s Manpower Planning 2013-2020 used as reference for leadership regeneration that supports business operations, Latinusa recruited a total of 14 employees in 2014 as follows:

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 51

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Latinusa melaksanakan proses rekrutmen secara selektif dengan standar yang tinggi dan bekerja sama dengan lembaga asesmen yang terpercaya dan independen untuk memperoleh karyawan yang berkualitas dan siap untuk dilatih sesuai dengan peta kompetensi Perusahaan. Dalam proses rekrutmen, Latinusa tetap berkomitmen untuk berpartisipasi dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal di Provinsi Banten, khususnya Kota Cilegon dan Serang. Dari 14 karyawan baru di atas, sejumlah 13 orang, atau 93% berasal dari Provinsi Banten.

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)Program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dilakukan secara konsisten berdasarkan Training & Development Matrix yang disusun secara tahunan. Proses pengembangan dilakukan untuk menghasilkan SDM yang kompeten dan profesional selaras dengan tuntutan dan perkembangan operasional bisnis Perusahaan.

Tabel berikut memberikan gambaran pelaksanaan program-program pengembangan Sumber Daya Manusia selama tahun 2014.

No. AspekAspects 2013 2014 Keterangan

Description

1 Realisasi dana pendidikan dan pelatihan (Rp)Realized training and education funds (Rp)

1.026.251.500 897.690.000 Disesuaikan dengan Annual TNA (Training Need Analysis)Determined by the Annual TNA (Training Need Analysis)

2 Jumlah karyawan yang diikutsertakan dalam program pendidikan dan pelatihan (Karyawan)Number of employees participating in training and education programs (Employees)

288 289 -

3 Total jam pelatihan (Jam)Total training hours (Hours)

6.526 7.858 Meningkat 20%Increased by 20%

4 Rata-rata jam pelatihan per peserta pelatihan (Jam)Average training hours per training Participant (Hours)

22,7 27,09 Meningkat 19%Increased by 19%

5 Rata-rata jam pelatihan per total karyawan (Akhir Desember) (Jam)Average training hours per employee (End of December) (Hours)

16,6 24,02 Meningkat 45%Increased by 45%

Latinusa implements a selective recruitment process using the high standards and conducted in collaboration with a trusted, independent assessment institution in order to obtain qualified employees, who are ready to be trained in accordance with the Company’s competency profile. Latinusa’s recruitment process serves its commitment to participate in increasing local employment in the province of Banten, or the cities of Cilegon and Serang in particular. Of 14 new recruits, a total of 13 people, or 93%, came from Banten province.

HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT

Latinusa’s human resource development program is implemented consistently based on the Training and Development Matrix that is prepared annually. The entire process serves the objective of building a professional and capable human capital in line with the demands and developments of the business operations.

The following table provides an overview of Latinusa’s Human Resources development programs during 2014.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk52

TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS

Business SupportReview

Data Pendidikan dan Pelatihan Karyawan Tahun 2014Employee Training and Education Programs - 2014

No. Tanggal PelatihanDate

Judul Pendidikan/PelatihanProgram Title

Jumlah PesertaNumber of

Participants

Jam PelatihanTraining Hours

1 27-28 Januari 2014Training & Sertifikasi IATKI untuk Kompetensi Operator Saluran Kabel Menengah (SKTM)

2 32

2 3-14 Pebruari 2014 The Leadership Development Program for Indonesia 1 80

3 18-19 Pebruari 2014 Fundamental Warehouse and Inventory Management 1 16

4 10-14 Pebruari 2014 Vmware Technical vSphere ICM 5.5 1 40

5 12 Maret 2014 Module SAP QA & Production 6 48

6 19 Maret 2014 Training Inspektor 10 50

7 17-19 Maret 2014 Pelatihan dan Sertifikasi Operator Forklift 2 48

8 17-19 Maret 2014 Auditor Sistem Manajemen Terintegrasi 23 460

9 20 Maret 2014 Motivation Training: Work, Love, and Happiness 168 672

10 1-5 April 2014 Pra-Purna bhakti Angkatan Ke-VII 17 680

11 1-25 April 2014 Induction Training 1 144

12 22 April 2014 Bearing Maintenance 22 176

13 22 April 2014Workshop Pembentukan Manajemen Pengelola Center of Excellence (COE)/Pusat Teknologi Baja

1 8

14 25-26 April, 5 Mei 2014 Pelatihan & Sertifikasi Operator Crane 2 48

15 28-29 April & 7 Mei 2014 Barcode TMBP 20 160

16 29-30 April 2014 Handling Customer Complaints 2 32

17 5-15 Mei 2014 Diklat Dasar-dasar Audit 1 40

18 7-9 Mei 2014 Pelatihan dan Sertifikasi Operator Forklift 1 24

19 14 Mei 2014 Becoming Professional Executive Coach 1 5

20 19-23 Mei 2014 Pra-Purna bhakti Angkatan Ke-VIII 18 720

21 20-22 Mei 2014 Kuantitasi Ketidakpastian Pengukuran dalam Kimia Analitik 1 24

22 18-20 Juni 2014 Owners Estimate 2 48

23 24 Juni 2014Sosialisasi Perundang-undangan dan Teknis kepada Pelaku Usaha/Kegiatan dan Stakeholder Provinsi Banten

1 8

24 11-15 Agustus 2014 Certified Information System Security Professional (CISSP) 1 40

25 12-13 Agustus 2014 Professional Busniess Negotiation 20 320

26 22 Agustus 2014Seminar, Benchmark/Sharing Kowledge dan Halal Bihalal dari Forum Komunikasi SPI (FKSPI)

2 16

27 25-30 Agustus 2014 Pelatihan dan Sertifikasi Petugas K3 Kimia 2 96

28 28 Agustus 2014 Sosialisasi Peraturan BAPETEN 1 8

29 3-6 September 2014 Pelatihan dan Sertifikasi Pemadam Kebakaran Kelas C 1 32

30 9-10 September 2014 Supply Chain Management 23 368

31 23-25 September 2014 Pelatihan & Sertifikasi Operator Crane 1 24

32 23-25 September 2014 Pelatihan & Sertifikasi Operator Forklif 1 24

33 24 September 2014 Workshop Penyususnan Sifat dan Klasifikasi Pekerjaan Pelaksanaan Audit 1 8

34 29-30 September 2014 Pelatihan Sistem Manajemen Energi (ISO 50001) 1 16

35 30 Sept, 1-2 Okt 2014 Leadership for GM & Manager 12 288

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 53

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Data Pendidikan dan Pelatihan Karyawan Tahun 2014Employee Training and Education Programs - 2014

No. Tanggal PelatihanDate

Judul Pendidikan/PelatihanProgram Title

Jumlah PesertaNumber of

Participants

Jam PelatihanTraining Hours

36 30 September 2014 Inspeksi TMBP 3 12

37 3 Oktober 2014 Inspeksi TMBP 11 44

38 7-8 Oktober 2014 Basic Human Resources Management 1 16

39 8-10 Oktober 2014Dasar-dasar Hydrolic, Pneumatic, Pompa, dan Perawatan Rotaring Equipment

5 120

40 9-10 Oktober 2014 Technical Report Writing 1 16

41 9 Oktober 2014 Sosialisasi Kualitas Produk 21 84

42 10 Oktober 2014 Sosialisasi Kualitas Produk 51 204

43 13 Oktober 2014 Sosialisasi Kualitas Produk 24 96

44 13-15 Oktober 2014 Leadership for Superintendent & Supervisor 30 720

45 13-17 Oktober 2014 Certified Human Resouces Management Professional 1 40

46 14-15 Oktober 2014 Problem Solving & Decision Making 2 32

47 20-22 Oktober 2014

Bimtek K3: Penyusunan & Penerapan Dokumen Pengendalian Potensi Bahan Berbahaya di Tempat Kerja dalam Upaya Pelaksanaan Norma K3

1 24

48 21 Oktober 2014

Workshop Pemanfaatan Inovasi Teknologi dan Pelayanan Jasa Teknis dalam Pengembangan Industri dan Kemasan

1 6

49 23 Oktober 2014 Inspeksi TMBP 11 44

50 11 November 2014 Oracle Human Capital Management Exclusive Workshop 3 12

51 11-12 November 2014Sosialisasi Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di tempatKerja

1 16

52 12-14 November 2014 Pelatihan & Sertifikasi Operator Forklift 4 96

53 12-14 November 2014 Pelatihan & Sertifikasi Operator Crane 1 24

54 20-21 November 2014 Mechanical Seal 20 320

55 26 November 2014Sosialisasi Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Tingkat Kota Cilegon Tahun 2014

1 8

56 1-5 Desember 2014 Pelatihan Teknik Perancangan Kontrol Listrik Konvensional & PLC 4 160

57 11-12 Desember 2014 Finance for Non Finance 24 384

58 16-18 Desember 2014 Purchasing Management 1 24

59 17-18 Desember 2014 Seminar Hubungan Industrial 1 16

60 18 Desember 2014 Sistem Jaminan Halal 22 176

61 29-31 Desember 2014 Pelatihan & Sertifikasi Penanggulangan Kebakaran Tingkat D 18 360

Selain program pendidikan dan pelatihan di atas, pada tahun 2014 Latinusa juga melanjutkan kerja sama dengan satu orang tenaga ahli dari Jepang yang bertindak sebagai Technical Advisor untuk Product Quality. Ia bertanggung jawab untuk memberikan saran dan solusi terkait peningkatan kualitas produk sekaligus peningkatan kompetensi karyawan terutama di Unit Quality Assurance dalam hal penanganan permasalahan terkait kualitas tinplate yang dihasilkan.

In addition to education and training programs above, in 2014 Latinusa also continued to work with one expert professional from Japan, who serves as a Technical Advisor for Product Quality and is responsible for providing advice and solutions related to product quality improvements and competency building for employees, particularly those assigned in the Quality Assurance Unit, in handling issues related to the quality of tinplate produced.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk54

TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS

Business SupportReview

MANAJEMEN KINERJA

Manajemen Kinerja merupakan aktivitas yang dilakukan oleh Latinusa untuk memastikan bahwa Sasaran Organisasi telah dicapai secara konsisten dengan cara-cara yang efektif dan efisien. Sistem Manajemen Kinerja diterapkan oleh Latinusa berlandaskan pada Key Performance Indicators (KPI) yang diintegrasikan dengan Kompetensi Utama (Core Competencies), dengan mengacu pada mekanisme sebagai berikut:1. Key Performance Indicators (KPI) Setiap awal tahun, seluruh unit di Latinusa

menandatangani taget/sasaran kerja yang ditetapkan oleh Manajemen berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun bersangkutan. Selanjutnya target unit tersebut diturunkan menjadi target KPI bagi masing-masing karyawan. Bobot yang ditetapkan untuk pencapaian KPI terhadap penilaian kinerja karyawan adalah sebesar 75%, dan berlaku untuk semua level jabatan.

2. Kompetensi Utama Selain pencapaian KPI, penilaian kinerja

karyawan juga mempertimbangkan aspek Kompetensi Utama dengan bobot sebesar 25% yang berlaku untuk semua level jabatan. Penilaian berdasarkan Kompetensi Utama dilakukan terhadap aspek-aspek sebagai berikut:a. Integritasb. Profesionalitasc. Fokus Terhadap Pelanggan

Dengan mengintegrasikan aspek Kompetensi Utama sebagai komponen penilaian, maka diharapkan bahwa fokus terhadap pencapaian KPI tetap diimbangi dengan tindakan dan perilaku sesuai dengan Kode Etik dan budaya Perusahaan yang telah diterapkan dalam lingkungan Perusahaan.

3. Prestasi Kerja Prestasi kerja karyawan ditetapkan dengan

skor yang dihasilkan dari penilaian berdasarkan 2 (dua) aspek di atas. Skor tersebut menjadi basis penetapan penghargaan yang diberikan kepada karyawan atas prestasi kerja yang diraih, sehingga karyawan dapat termotivasi untuk meraih pencapaian KPI yang terbaik, yang pada akhirnya turut mendorong kinerja Perusahaan secara keseluruhan. Saat ini ketentuan rentang nilai dan penghargaan yang diberlakukan oleh Latinusa adalah sebagai berikut:

PERFORMANCE MANAGEMENT

Performance management is an activity undertaken by Latinusa to ensure that the organization has attained consistency of targets in an effective and efficient manner. Latinusa implements the Performance Management System based on Key Performance Indicators (KPI) that are integrated with the Core Competencies, taking reference to the following mechanism:

1. Key Performance Indicators (KPI) At the beginning of each year, all units sign

specified operational targets/objectives set by Management based on the current year’s Work Plan and Budget (RKAP). Unit targets are subsequently broken down into individual KPI targets for each employee. The total weight assigned to KPI achievement is 75% of the employee performance score and is applicable to all job levels.

2. Core Competency In addition to KPI achievement, the Company

also considers Core Competency into employee performance assessment for a total value of 25%, applicable to all job levels. Assessment of Core Competencies is made based on the following aspects:a. Integrity b. Professionalismc. Customer Focus

By integrating Core Competencies as an

assessment factor, Latinusa expects that employees will provide balanced focus on their KPI achievement with proper conducts and behaviors as stipulated in the code of conduct as well as corporate culture that have been embedded throughout the Company’s organization.

3. Work Performance Work performance is assessed by a score

derived on the basis of the two above aspects. The total performance score determines the amount of appreciation awarded to individual employees, as an incentive to motivate an optimum KPI achievement that would ultimately drive Company-wide performance. Today, the Company provides a range of appreciation rewards as specified below.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 55

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

NoNilai Kinerja Performance

Grade

Keterangan Description

Penghargaan atas Skor KinerjaAppreciation to Performance Grade

Apresiasi Kinerja PerformanceAppreciation (One Time Payment)

Kenaikan Gaji Pokok

(Rata-Rata) Dari Middle GradeBasic Salary Increase

(Average) From Middle Grade

1 A1Baik Sekali Excellent

120% x Gaji Pokok Masing-Masing120% of Basic Salary

4,25%

2 A2 110% x Gaji Pokok Masing-Masing110% of Basic Salary

3,75%

3 B1

Baik Good

100% x Gaji Pokok Masing-Masing100% of Basic Salary

3,25%

4 B2 90% x Gaji Pokok Masing-Masing90% of Basic Salary

2,75%

5 B3 80% x Gaji Pokok Masing-Masing80% of Basic Salary

2,50%

6 B4 70% x Gaji Pokok Masing-Masing70% of Basic Salary

2,00%

7 C1Cukup Fair

60% x Gaji Pokok Masing-Masing60% of Basic Salary

1,50%

8 C2 50% x Gaji Pokok Masing-Masing50% of Basic Salary

1,00%

9 D Kurang Low Performance

0% x Gaji Pokok Masing-Masing0% of Basic Salary

0,00%

10 E Kurang Sekali Very Low Performance

0% x Gaji Pokok Masing-Masing0% of Basic Salary

0,00%

STRATEGI REMUNERASI

Strategi remunerasi yang diterapkan oleh Latinusa berbasis kompetensi dengan pendekatan HAY. Secara garis besar, besaran remunerasi yang diberikan kepada karyawan ditentukan oleh Level Grade posisi setiap karyawan, yang diperoleh dari hasil evaluasi terhadap tiga aspek utama:1. Know-How. Segala jenis pengetahuan, keterampilan,

dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menghasilkan kinerja minimal dari suatu posisi/jabatan.

2. Problem Solving. Tingkatan pemikiran, analisa, dan evaluasi yang

diperlukan dari suatu posisi/jabatan. 3. Accountability. Tingkat tanggung jawab dari suatu posisi/

jabatan.

Berdasarkan metode tersebut, Latinusa mengaplikasikan 22 Level Grade posisi bagi karyawan, dengan rincian sebagai berikut:

No. Level Jabatan Level Job Level

1 General Manager 1 – 3 General Manager

2 Kepala Divisi 4 – 7 Division Head

3 Kepala Bagian 8 – 12 Department Head

4 Kepala Seksi 13 – 17 Section Head

5 Pelaksana 18 – 22 Officer

REMUNERATION STRATEGY

Remuneration strategy applied at Latinusa is based on HAY methodology. By this approach, employees receive remuneration as determined by the grade level applicable to each employee, which is obtained by assessment based on the following three aspects:

1. Know-How. All types of knowledge, skills, and experience

needed to produce the minimum performance of a position/job level.

2. Problem Solving. Level of thought, analysis, and evaluation

required of a position/job level.3. Accountability. Level of responsibility of the position/job level.

By this method, Latinusa’s employees are assigned into 22 Grade Level Positions, as follows:

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk56

TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS

Business SupportReview

Tingkatan Level Grade menentukan jumlah dan jenis remunerasi dan benefit yang diterima oleh karyawan. Pada dasarnya, strategi remunerasi dan benefit yang diterapkan oleh Latinusa dapat dirinci sebagai berikut:

a) Fixed Payments

No. Komponen Component

GM (Grade: 1-3)

Kepala Divisi

Division Head

(Grade: 4-7)

Kepala Bagian

Department Head

(Grade: 8-12)

Kepala Seksi

Section Head

(Grade: 13-17)

Pelaksana Officer (Grade: 18-22)

Keterangan Description

1 Gaji (12 Bulan) Salary (12 Months)

Gaji Pokok Basic Salary

√ √ √ √ √ Besaran nominal tergantung Level Grade masing-masing karyawan.Nominal value depends on employee’s Grade Level

Tunjangan Transportasi Transportation Allowance

√ √ √ √ √ • Besaran nominal tergantung Level Jabatan masing-masing karyawan. Nominal value depends on employee’s Grade Level

• Khusus GM & Kepala Divisi yang mendapatkan uang pengganti fasilitas kendaraan dinas, Tunjangan Transportasi tidak dibayarkan.

GM & Managers who get reimbursed for official vehicles facility do not receive transportation allowance

Tunjangan PerumahanHousing Allowance

√ √ √ √ √ Besaran nominal tergantung Level Jabatan masing-masing karyawan.Nominal value depends on employee’s Grade Level.

2 One Time Payments

THR (1 x Gaji) Feast Allowance (1xSalary)

√ √ √ √ √ Besaran nominal berdasarkan gaji masing-masing karyawan. Gaji = Gaji Pokok + Tunjangan Transportasi + Tunjangan Perumahan.Nominal value depends on employee’s Grade Level. Salary = Basic Salary + Transport Allowance + Housing Allowance

Gaji ke-13 (1 x Gaji) 13th Salary (1xSalary)

√ √ √ √ √ Besaran nominal berdasarkan gaji masing-masing karyawan. Gaji = Gaji Pokok + Tunjangan Transportasi + Tunjangan PerumahanNominal value depends on employee’s Grade Level. Salary = Basic Salary + Transport Allowance + Housing Allowance

Tunjangan Cuti Tahunan(Rata-Rata 1,33 x Gaji)Annual Leave Allowance (in average 1.33 x Salary)

√ √ √ √ √ Besaran nominal berdasarkan gaji masing-masing karyawan. Gaji = Gaji Pokok + Tunjangan Transportasi + Tunjangan PerumahanNominal value depends on employee’s Grade Level. Salary = Basic Salary + Transport Allowance + Housing Allowance

The grade level determines the amount of remuneration and other benefits that employees receive. The details of Latinusa’s remuneration and benefit strategy are provided below.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 57

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

b) Variable Payments

No. Komponen Component

GM (Grade: 1-3)

Kepala Divisi

Division Head

(Grade: 4-7)

Kepala Bagian

Department Head

(Grade: 8-12)

Kepala Seksi

Section Head

(Grade: 13-17)

Pelaksana Officer (Grade: 18-22)

Keterangan Description

1 Monthly Payments

Uang Makan (Per-Kehadiran) Meal Allowance (per attendance)

√ √ √ √ √

Tunjangan Pulsa Top up Allowance

√ √

Uang Pengganti Fasilitas Kendaraan Vehicle Reimbursement

√ √

Tunjangan Bahan-Bakar Kendaraan Gasoline Allowance

√ √

Premi Kesehatan (10%-15% x Gaji) 10%: Karyawan Single 15%: Karyawan Status Menikah Health Insurance (10%-15% x Salary) 10%: Single Employees 15%: Married Employees

√ √ √ √ √ Premi Kesehatan dibayarkan jika Karyawan tidak menggunakan fasilitas asuransi pengobatan yang diberikan oleh Perusahaan pada bulan berjalan.Health insurance is paid out when the employee does not use the medical insurance facility provided by the Company in the current month.

Insentif Incentive

√ √ √ √ √ Diberikan atas tingkat pencapaian:Provided based on achievement:1. Pencapaian Produksi Production Achievement2. Persediaan Produk Jadi Finished Good Inventory3. Persediaan TMBP/TMBP Inventory4. Pencapaian Penjualan Sales Achievement5. Collection Period6. Yield7. Pemakaian Timah/Tin Use

2 One Time Payments

Bantuan Pendidikan Untuk Anak Karyawan Educational Benefit for Employee’s Children

√ √ √ √ √ Besaran tergantung level pendidikan anakNominal value depends of the child’s education level

Apresiasi Penilaian Kinerja KaryawanWork Performance Recognition

√ √ √ √ √ Besaran tergantung Nilai Prestasi Kerja dan Gaji Pokok masing-masing karyawanNominal value depends on each employee’s work performance score and basic salary

Bonus Kinerja Perusahaan Company Performance Bonus

√ √ √ √ √ Besaran (Berapa kali Gaji) disesuaikan dengan pencapaian Nett Income Perusahaan (After Tax)Nominal value (in terms of Salary) depends on the Company’s realized net income (after tax)

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk58

TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS

Business SupportReview

c) Benefit

No Komponen Component

GM (Grade: 1-3)

Kepala Divisi

Division Head

(Grade: 4-7)

Kepala Bagian

Department Head

(Grade: 8-12)

Kepala Seksi

Section Head

(Grade: 13-17)

Pelaksana Officer (Grade: 18-22)

Keterangan Description

1 Fasilitas Kesehatan Karyawan & Keluarga (Asuransi) Health Facility (Insurance)

√ √ √ √ √ Plan yang diberikan tergantung Level Jabatan Plan as determined by Grade Level

2 JAMSOSTEK- Jaminan Hari

Tua/Pension Insurance (5,7%)

- Jaminan Kecelakaan Kerja/Work Insurance (0,89%)

- Jaminan Kesehatan/Health Insurance

(0,3%)

√ √ √ √ √ Total iuran 6,89% dari Gaji Pokok + Tunjangan Transportasi + Tunjangan PerumahanTotal contribution is 6.89% of basic salary + Transportation Allowance + House Allowance4,89% dibayarkan oleh Perusahaan/4.89% is paid by the Company2,89% dibayarkan oleh Karyawan/2.89% is paid by the employee

3 Program Pensiun Iuran Pasti (Dana Pensiun Mitra Krakatau) Fixed Fee Pension Program (Mitra Krakatau Pension Fund)

√ √ √ √ √ Total iuran 15% dari Gajitotal fee is 15% of salary10% dibayarkan oleh Perusahaan 10% is paid by the Company 5% dibayarkan oleh karyawan 5% is paid by the employee

4 Program Pensiun Manfaat Pasti Asuransi Pensiun Dwiguna Fixed Benefit Pension Program Dwiguna Pension Insurance

√ √ √ √ √ Diberikan untuk karyawan yaang diangkat sebagai karyawan tetap sebelum tahun 2008 Given to employees who have been appointed as permanent employees before 2008

5 Program Kesehatan Pensiun (PROKESPEN) Pension Health Program (PROKESPEN)

√ √ √ √ √ Benefit jaminan kesehatan bagi karyawan yang telah memasuki usia pensiun. Mulai diberlakukan per tanggal 1 Januari 2013.Health benefit provided to employees going into retirement. Effectively applied since January 1, 2013

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 59

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

TINGKAT PERPINDAHAN KARYAWAN (TURNOVER RATE)

Tingkat perpindahan karyawan dapat mempengaruhi kinerja Perusahaan. Oleh karena itu, Latinusa secara proaktif berupaya menjaga agar turnover karyawan dapat diminimalisir.

Pada tahun 2014, tingkat turnover karyawan Latinusa mencapai 8,4%, atau meningkat sebesar 0,2% jika dibandingkan dengan angka turnover di tahun 2013 sebesar 8,2%. Peningkatan tersebut terutama dikarenakan peningkatan jumlah karyawan pensiun sebesar 0,2% (27 karyawan) dari tahun 2013 sebanyak 23 karyawan. Adapun rincian data tersaji pada tabel berikut:

Informasi 2013 2014 Informasi

Jumlah Karyawan Tetap 383 327 Number of Permanent Employees

Rekrutmen Baru 18 14 Recruited

Mengundurkan Diri 5 2 Resigned

Pensiun 23 27 Retired

PHK 0 0 Terminated

Meninggal Dunia 4 4 Passed Away

Total Turn Over Rate (%) 8,2 8,4 Total Turn Over Rate (%)

TURNOVER RATE

Employee turnover rate influences the Company’s overall performance. Hence, Latinusa strives to maintain a low employee turnover rate.

In 2014, Latinusa’s turnover rate reached 8.4%, or rising by 0.2% when compared to 2013 figure of 8.2%. This significant increase was due to a higher number of permanent employees retiring by 0.2% (27 employees) as compared to 2013 when 23 employees retired. The following table provides details of employee turnover:

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk60

TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS

Business Support Review

Teknologi InformasiInformation Technology

Latinusa menyadari bahwa pengembangan teknologi dan sistem informasi yang handal akan memfasilitasi platform pertumbuhan organisasi yang kokoh melalui optimalisasi proses kerja dan kelengkapan sistem pelaporan yang mendukung pengambilan keputusan bisnis yang cepat, tepat dan efektif.

Saat ini, Latinusa telah menerapkan dan menggunakan sistem ERP SAP yang terintegrasi untuk mendukung proses business. Dalam rangka menyediakan layanan sistem yang handal dan real time untuk mendukung kelancaran bisnis, Divisi Sistem Informasi memegang peran yang strategis dalam melaksanakan proses pengembangan sistem yang berkesinambungan melalui program peningkatan dan inovasi, dengan fokus pada infrastruktur dan aplikasi bisnis.

Pada tahun 2014, inisiatif perbaikan infrastruktur mencakup persiapan dalam rangka membangun infrastruktur Disaster Recovery Center (DRC) untuk sistem SAP. Dengan dukungan principal yang terpercaya, langkah awal pelaksanaan proses proof of concept (POC) telah selesai dilakukan untuk memastikan bahwa keseluruhan proses dapat diterapkan pada sistem ERP yang telah berjalan. Sistem DRC nantinya akan beroperasi melalui mekanisme proses sistem mirroring dari server di lokasi pabrik pada sistem virtualisasi di kantor pusat Perusahaan. Go live sistem direncanakan untuk awal tahun 2015.

Selain itu juga telah dilakukan peremajaan server yang digunakan di kantor pusat dan penerapan sistem virtualisasi yang berfungsi memaksimalkan sumber daya sistem, untuk melengkapi inisiatif serupa yang telah sukses diterapkan di lokasi pabrik pada tahun 2013. Selanjutnya, penyempurnaan proses pertukaran data yang lebih efektif dan cepat ditangani dengan peningkatan (upgrade) kapasitas perangkat wireless dan kapasitas perangkat switch di kantor pusat, sedangkan pembelian lisensi software memenuhi kebutuhan akan kekurangan atau pembaharuan (upgrade) lisensi.

Dari sisi aplikasi bisnis, penambahan modul Personnel Development melengkapi modul SAP Human Capital Management (HCM), terkait fungsi employee competency,

Latinusa realizes that developing a reliable technology and information system will provide a robust growth platform for the Company, particularly by building optimal work processes and comprehensive reporting systems required for making business decisions in a timely, accurate and effective manner.

Today, Latinusa has implemented and used the integrated SAP ERP system for business processes support. In building a reliable, real time system to support running the business, Information System Division assumes a strategic role in implementing a continuous system development process through improvement and innovation programs, focusing on both infrastructure and business applications.

In 2014, infrastructure improvement initiatives included the preparation for building a Disaster Recovery Center (DRC) for the SAP system. With the support of a trusted principal, the initial phase of proof of concept (POC) was completed for ensuring that the entire process could be applied to the existing ERP system. DRC will eventually operate through a mirroring mechanism from the server at the factory site to the virtualization system at the Company’s headquarters. Go live system is scheduled for early 2015.

Other development initiatives were upgrading the server at the Company headquarter location as well as implementing the virtualization system in order to maximize system resources, thereby complementing the same initiative that have been successfully executed at the factory site in 2013. Furthermore, the Company enhanced the data exchange process to be faster and more effective by upgrading the capacity of the wireless device and switch at the headquarter office, and also made software licenses purchases to meet the needs for additional license requirement or license upgrade.

In terms of business applications, adding the Personnel Development module completes the SAP Human Capital Management (HCM) modules, related to the employee

Latinusa terus memanfaatkan kemajuan teknologi dalam pengembangan sistem teknologi dan informasi yang handal untuk mendorong peningkatan kelancaran proses kerja sehari-hari.Latinusa consistently utilizes the latest technological advances to promote the development of reliable information technology systems aimed to enhance and support the continuity of day-to-day operations.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 61

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

career and succession, performance appraisal dan training event management sehingga dapat memfasilitasi pengelolaan data untuk menunjang proses pengembangan dan promosi karyawan. Didukung oleh Tim Konsultan SAP dari PT Krakatau IT, Go live kesiapan sistem telah dilakukan pada akhir November 2014, dan akan dilanjutkan pada awal tahun 2015 dengan melakukan pengkinian dan pemetaan data kompetensi karyawan untuk dimasukkan ke dalam sistem. Peningkatan sistem HCM memiliki kepentingan yang strategis bagi Perusahaan mengingat bahwa sumber daya manusia yang unggul, berikut proses pengembangannya, merupakan pilar utama yang menopang masa depan dan keberlangsungan bisnis Perusahaan.

Penggunaan barcode sistem juga semakin diperluas oleh Tim Internal SAP Latinusa, dan pada tahun 2014 dilakukan implementasi di gudang bahan baku (TMBP) untuk melengkapi operasional sistem yang telah berjalan pada proses packaging, gudang barang jadi dan proses pengiriman barang. Selanjutnya, implementasi sistem E-auction dilakukan untuk melayani kebutuhan proses tender pengadaan barang dan jasa, dan sistem terintegrasi dengan sistem eprocurement dan SAP sehingga akan mendorong efisiensi proses tender dan administrasi pengadaan barang dan jasa secara komprehensif.

Ke depannya, Latinusa akan terus memanfaatkan kemajuan teknologi yang bergulir dan mendorong pengembangan sistem teknologi dan informasi yang handal untuk menjawab tantangan dan tuntutan akan peningkatan efisiensi proses kerja dan optimalisasi proses input data yang mendukung kelancaran proses kerja sehari-hari bagi seluruh pemangku kepentingan Perusahaan.

competency, career and succession, performance appraisal and training event management functions so designed to facilitate data management in support of human capital development and promotion processes. In coordination with the SAP Consultant team from PT Krakatau IT, Go live preparation system was carried out at the end of November 2014 and will be followed in early 2015 by updating and mapping employee competencies data to be entered into the system. An improved HCM system has a strategic interest to the Company because superior human resources, and correspondingly its development, serve as the main pillar for sustaining the future and continuity of the business.

The use of barcode systems have also been extended by Latinusa’s SAP Internal Team, and in 2014 system installation was made in the raw materials (TMBP) warehouse for a complete operational system that has been running in the packaging function, finished products warehouse and delivery process. Furthermore, the Company implemented the e-auction system to facilitate the tender process related to goods and services procurement activities. This system is also integrated to the eprocurement and SAP systems in order to maximize the efficiency of the bidding process and the administration of goods and services procurement as a comprehensive package.

Going forward, Latinusa will continue to capitalize on the latest technological advances and promote the development of reliable information technology systems to address the challenges and demands of enhancing work process efficiency and optimizing data input processes that support the continuity of day-to-day operations to benefit all of the Company’s stakeholders.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk62

TINJAUANKEUANGANFinancial Review

Pada tahun 2014, Latinusa menghadapi iklim bisnis yang menantang, dengan tingkat persaingan di pasar tinplate domestik yang semakin tinggi diiringi dengan rendahnya harga jual produk tinplate sebagai dampak dari lesunya kondisi pasar global setelah krisis. Alhasil, tingkat penjualan yang dihasilkan berada di bawah ekspektasi Perusahaan, dan berdampak secara signifikan terhadap total pendapatan dan profitabilitas secara menyeluruh.

A. TINJAUAN KINERJA OPERASIONAL PRODUKSI

Latinusa memproduksi tinplate dengan tingkat ketebalan 0,14-0,39 mm, yang ditawarkan dalam bentuk gulungan dan lembaran tinplate berdasarkan kebutuhan dan pemesanan dari pelanggan.

In 2014, Latinusa faced a challenging business climate, with more intensive competition in the domestic tinplate market accompanied by depressed selling price of tinplate products as a result of the sluggish global market conditions after the financial crisis hit. As a result, the Company generated sales volume at below expectation, with significant impacts on total revenues and overall profitability.

A. OPERATIONAL PERFORMANCE REVIEW PRODUCTION

Latinusa produces tinplate with thickness specification of between 0.14 to 0.39 mm. Customers can order tinplate in the form of coils and sheets to fulfill their variety of needs.

Hasil kinerja penjualan yang berada di bawah ekspektasi Perusahaan berdampak signifikan terhadap total pendapatan dan profitabilitas pada tahun 2014.Sales performance at below Company expectation resulted in significant impacts on total revenues and overall profitability during 2014.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 63

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Setelah proses revamping, Latinusa telah menggunakan teknologi produksi terdepan dan menggunakan mesin lama dan mesin baru dalam proses produksi. Pada tahun 2014, Latinusa mencatat penurunan produksi sebesar 9,74%,dari 149.014 ton pada tahun 2013 menjadi 134.503 ton.

PEMASARANDengan teknologi produksi terdepan dan program pemasaran yang komprehensif, Latinusa semakin memperluas segmen pasar yang dilayani, terutama segmen konsumen premium seperti industri makanan dan minuman, produsen susu serta konsumen yang menuntut karakteristik kemasan tinplate yang sangat khusus, termasuk industri baterai kering.

Lesunya pasar tinplate global setelah krisis keuangan global dan diiringi oleh perubahan arah regulasi yang mendukung perdagangan bebas dan industri global, telah membuat Indonesia sebagai pasar tinplate yang prospektif bagi produsen mancanegara. Gempuran produk impor yang bervariasi luas telah menimbulkan kompetisi

Post revamping, Latinusa uses the latest production technology and utilizes a combination of its old and new machines in its production. In 2014, Latinusa has experienced a production decline of 9.74%, from 149,014 tons in 2013 to 134,503 tons.

MARKETING By focusing on cutting-edge production technology and comprehensive marketing programs, Latinusa has increasingly expanded its market coverage, especially within the premium consumer segments such as food and beverage industries, milk producers and other consumer categories that demand highly specialized tinplate packaging characteristics, including the dry battery industry.

Sluggish global tinplate market as the aftermath of the global financial crisis combined with a change in the regulatory direction to support free trade and global industry have made Indonesia as a prospective tinplate market for foreign manufacturers. The onslaught of imported products in a large variety has raised a price-based competition in the local

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk64

TINJAUANKEUANGAN

Financial Review

yang berbasis harga, sehingga kinerja penjualan Perusahaan terpengaruh secara negatif. Pada tahun 2014, penjualan Latinusa menurun, dari 145.329 ton pada tahun 2013 menjadi 141.031 ton, atau lebih rendah 2,96%. Menurunnya volume penjualan diiringi dengan menurunnya harga jual dari tahun 2013 sebesar 2,66% dari USD 1.187 menjadi USD 1.155 pada tahun 2014. Penurunan harga tersebut merupakan dampak dari meningkatnya impor dengan harga yang jauh dibawah harga yang ditawarkan Latinusa sehingga telah dilakukan penyesuaian untuk mempertahankan daya saing produk.

B. ANALISA KOMPREHENSIF KINERJA KEUANGAN

Analisis Keuangan pada bagian ini harus dibaca bersamaan dengan Laporan Keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) yang juga disajikan dalam Laporan Tahunan ini, yang seluruhnya mendapat opini wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Pelat Timah Nusantara, Tbk. tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, serta kinerja Keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Laporan keuangan tersebut telah diaudit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia.

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIFSeluruh nilai dalam laporan dibawah ini dinyatakan dalam ribuan Dollar AS, kecuali dinyatakan lain.

1. Penjualan Pada tahun 2014, Latinusa mencatat jumlah

penjualan neto sebesar USD 162.916 atau menurun sebesar 5,53% dibandingkan pendapatan sebesar USD 172.461 pada tahun 2013. Penurunan tingkat pendapatan merupakan dampak dari harga jual rata-rata yang lebih rendah dan penurunan jumlah volume penjualan karena adanya beberapa customer yang masih menggunakan produk impor seiring dengan meningkatnya kuantitas impor yang masuk ke dalam negeri dibanding tahun 2013.

2. Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan sedikit menurun

dari USD 159.187 menjadi USD 156.418 atau setara dengan 1,74%. Penurunan beban pokok penjualan merupakan akibat dari menurunnya penjualan dan menurunnya biaya produksi pada tahun 2014.

market, and Latinusa’s sales performance is adversely affected. In 2014, Latinusa experienced a sales decline from 145,329 tons in 2013 to 141,031 tons, or lower by 2.96%. Decreasing sales volume is accompanied by lower selling prices by about 2.66% in comparison to 2013 prices, from USD 1,187 down to USD 1,155 in 2014. The price drop was the result of increased imports entering the market at prices far below lower the offer price from Latinusa, thus forcing the Company to make adjustments to sustain competitiveness.

B. COMPREHENSIVE ANALYSIS ON FINANCIAL PERFORMANCE

The following analysis and discussion shall be read in conjunction with the Financial Statements for the years ended December 31, 2014 and 2013. The financial statements as presented in this Annual Report have been audited by Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG), with the opinion of fair in all material respects, the financial position of PT Pelat Timah Nusantara, Tbk. as at December 31, 2014 and 2013, and its the financial performance and cash flows for the years then ended, in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards. The financial statements have been audited based on auditing standards of the Indonesian Institute of Certified Public Accountants.

STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOMEThe values in report below are expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated.

1. Sales Latinusa posted net sales of USD 162,916

in 2014, decreasing by 5.53% compared to revenues of USD 172,461 in 2013. The decline in sales was the result of lower average selling price and decreasing sales volume because some customers still use imported products in line with higher quantity of imports coming into the country when compared to 2013.

2. Cost of Goods Sold Cost of goods sold slightly decreased from

USD 159,187 to USD 156,418, or equivalent to 1.74%. The decrease in cost of sales was due to a combination of declining sales and lower production costs incurred in 2014.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 65

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

3. Laba Kotor Seiring penurunan tingkat pendapatan yang

dihasilkan, maka Perusahaan membukukan laba kotor sebesar USD 6.498, atau merosot sebesar 51,05% dari USD 13.274 yang dicapai pada tahun 2013. Rasio marjin kotor pada tahun 2014 mencapai 3,99%, menurun jika dibandingkan dengan 7,70% pada tahun 2013.

4. Beban Penjualan Beban pengangkutan untuk pengiriman barang

jadi tinplate kepada pelanggan merupakan komponen terbesar dalam beban penjualan.Pada tahun 2014, beban penjualan mencapai USD 3.267, relatif tidak banyak berubah dibandingkan USD 3.243 pada tahun 2013.

5. Beban Umum dan Administrasi Peningkatan beban umum dan administrasi

mencapai 10,18%, yaitu dari USD 6.943 pada tahun 2013 menjadi USD 7.651. Kenaikan tersebut terutama berasal dari peningkatan gaji dan kesejahteraan karyawan, sedangkan komponen beban umum dan administrasi lainnya tidak mengalami perubahan dalam jumlah yang signifikan sepanjang tahun 2014.

Pada tahun 2014, gaji dan kesejahteraan karyawan tetap merupakan komponen terbesar dari keseluruhan beban umum dan administrasi, dengan porsi sebesar 64,17%. Secara keseluruhan, jumlah gaji dan kesejahteraan karyawan meningkat menjadi sebesar USD 4.909 dari sejumlah USD 3.731 pada tahun 2013. Peningkatan ini merupakan dampak dari kenaikan gaji dan adanya pembayaran uang pesangon kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela di tahun 2014 lebih banyak dibanding tahun 2013.

6. Laba (Rugi) Bersih dan Pendapatan Komprehensif

Kendati beban operasional serta beban lain-lain tidak berubah secara signifikan, namun jumlah pendapatan yang lebih rendah berdampak pada profitabilitas Latinusa sehingga Perusahaan membukukan rugi bersih dan total rugi komprehensif tahun berjalan sebesar USD 7.144.

3. Gross Profit With lower sales generated, the Company posted

gross profit of USD 6,498, or dropping by 51.05% from USD 13,274 obtained in 2013. The gross margin ratio is 3.99% in 2014, down from 7.70% in 2013.

4. Selling Expenses Transportation expenses for delivery of finished

goods to tinplate customers represent the largest component of selling expenses. In 2014, selling expenses reached USD 3,267, or relatively unchanged compared to USD 3,243 in 2013.

5. General and Administrative Expenses The increase in general and administrative

expenses reached 10.18%, from USD 6,943 in 2013 to USD 7,651. The increase was mainly due to higher amount of salaries and employee benefits, while other components making up general and administrative expenses did not change in significant amount throughout 2014.

In 2014, salaries and employee benefits remained as the largest component of total general and administrative expenses, with a contribution of 64.17%. Overall, the amount of salaries and employee benefits increased to USD 4,909 from a total of USD 3,731 in 2013. The increase is the result of salary increases as well as the payment of severance benefits to employees who voluntarily resigned in 2014, with a larger number of employees resigning than in 2013.

6. Net Income (Loss) and Comprehensive Income Although there was no material change in

operating expenses and other expenses, lower sales generated affected Latinusa’s profitability so that the Company recorded a net loss and total comprehensive loss for the current year amounting USD 7,144.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk66

TINJAUANKEUANGAN

Financial Review

Pada tahun 2014, Latinusa mencatat kenaikan beban keuangan yang signifikan, dari sejumlah USD 676 pada tahun 2013 menjadi USD 1.243, dikarenakan meningkatnya fasilitas pinjaman bank yang digunakan oleh Latinusa pada tahun 2014 untuk modal kerja. Namun di sisi lain Latinusa pada tahun 2014 dapat menurunkan rugi kurs dari USD 2.899 di tahun 2013 menjadi USD 1.848.

ASETTotal aset pada akhir tahun 2014 mengalami sedikit penurunan, yaitu sekitar 2,41% dari posisi USD 124.420 menjadi USD 121.419. Komposisi aset lancar mencapai sebesar 75,59% dibandingkan dengan 24,41% untuk aset tidak lancar.

1. Aset Lancar Pada dasarnya, jumlah aset lancar pada akhir

tahun 2014 relatif tidak berubah dibandingkan jumlah pada akhir tahun sebelumnya. Pergerakan aset terlihat dominan pada kas dan setara kas, piutang usaha dan persediaan.

Kas dan Setara Kas Jumlah kas dan setara kas menurun sebesar

39,30% sepanjang tahun 2014, dari USD 8.477 pada tahun 2013 menjadi USD 5.146. Hal tersebut mencerminkan menurunnya penjualan pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013.

Piutang Usaha Piutang usaha merupakan tagihan kepada

pelanggan yang timbul dari penjualan tinplate.Pada akhir tahun 2014, Latinusa membukukan kenaikan jumlah piutang usaha sebesar 11,15%, dari USD 38.348 pada akhir tahun 2013 menjadi USD 42.624. Peningkatan piutang usaha mencerminkan strategi pemasaran Latinusa yang lebih fleksibel yaitu dengan memberikan perpanjangan jangka waktu pelunasan piutang bagi pelanggan.

Persediaan Persediaan terdiri dari barang jadi (tinplate),

bahan baku yaitu Tin Mill Black Plate (TMBP) dan Timah, serta suku cadang. Pada tahun 2014, bahan baku merupakan komponen terbesar dari nilai persediaan dengan porsi sebesar 56,42%, disusul dengan barang jadi yang siap untuk dijual atau dalam proses pengiriman kepada pelanggan berkisar 30,93%.

In 2014, Latinusa recorded a significant increase in financial cost, from a total of USD 676 in 2013 to USD 1,243 because of increased bank loans facilities used by Latinusa in 2014 for working capital. However, alternatively on the other hand Latinusa managed to reduce loss on currency exchange, which decreased from USD 2,899 in 2013 to USD 1,848.

ASSETSAt the end of 2014, total assets decreased slightly at about 2.41% from USD 124,420 to USD 121,419. Current assets provided a contribution of 75.59% to total assets, and non-current assets make up the remaining 24.41%.

1. Current Assets Basically, the amount of current assets at the end

of 2014 was relatively unchanged compared to its total at the end of the previous year. Movements in assets were predominant in cash and cash equivalents, trade receivable and inventories.

Cash and Cash Equivalents Total cash and cash equivalents decreased by

39.30% during the year 2014, from USD 8,477 in 2013 to USD 5,146. This condition reflects the decline in sales in 2014 in comparison to the year 2013.

Trade Receivables Trade receivables represent receivables

from customers arising from tinplate sales transactions. At the end of 2014, Latinusa posted an increase in trade receivables of 11.15%, from USD 38,348 at the end of 2013 to USD 42,624. The increase in trade receivables reflects Latinusa’s more flexible marketing strategy, which is granting an extension in term of payment for customers.

Inventories Inventories consist of finished goods (tinplate),

raw materials, which are Tin Mill Black Plate (TMBP) and tin, as well as spare parts. In 2014, raw materials represent the largest component of total inventories value with a share of 56.42%, followed by finished goods ready for sale or in transit to the customers with about 30.93%.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 67

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Secara keseluruhan, nilai persediaan pada akhir tahun 2014 menurun sebesar 2,87%, dari USD 44.198 di tahun sebelumnya menjadi USD 42.931. Hal ini disebabkan oleh tingkat produksi yang lebih rendah dengan menurunnya tonase penjualan sepanjang tahun 2014. Pada tahun 2014 Latinusa juga melakukan penyisihan untuk penurunan nilai persediaan disebabkan nilai tercatat persediaan lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasarnya.

2. Aset Tidak Lancar Aset tidak lancar sebagian besar terdiri dari

aset tetap yang merupakan aset utama untuk mendukung proses produksi. Sejak tahun 2010 dan hingga saat ini, Latinusa mengerahkan komitmen belanja modal untuk melakukan pembaharuan teknologi produksi dan peningkatan kapasitas produksi dalam proyek revamping, yang dilanjutkan dengan investasi tambahan secara berkesinambungan untuk melengkapi fasilitas dan mesin produksi serta meremajakan mesin-mesin lainnya.

Pada tahun 2014, jumlah aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 8,85%, yaitu USD 29.636 dibandingkan USD 32.514 pada tahun 2013, yang terutama disebabkan oleh penyusutan nilai aset tetap.

Aset Tetap Pada tahun 2010 hingga 2012, Latinusa

telah melaksanakan proyek revamping yang memberikan manfaat teknologi produksi yang lebih mutakhir serta pengembangan kapasitas produksi dari 130.000 ton menjadi 160.000 ton per tahun. Setelah diselesaikannya proses revamping dilakukan investasi lanjutan untuk penambahan mesin (seperti fasilitas scroll cut) dan peremajaan mesin-mesin yang belum diperbaharui dalam proyek revamping.

Pada tahun 2014, dilakukan penggantian boiler, Spiral Heat Exchanger dan Insulating Roll serta barang modal lainnya yang bersifat rutin dengan jumlah investasi sebesar USD 405, turun secara signifikan dibandingkan sejumlah USD 784 untuk belanja modal pada tahun 2013. Pengurangan terhadap jumlah aset tetap adalah untuk depresiasi, yaitu sejumlah USD 2.207 pada tahun 2014 dan USD 2.789 yang dicatat pada tahun 2013.

Overall, the total value of inventory at the end of 2014 decreased by 2.87%to USD 42,931, from USD 44,198 in the year before. This is due to the Company experiencing lower production levels with reduced tonnage sales during 2014. In 2014, Latinusa provided allowance for the decline in the value of inventories since its carrying value was higher than the market price.

2. Non-Current Assets Non-current assets consist largely of fixed

assets, which comprise the Company’s major assets to support its production process. Since 2010 and until today, Latinusa allocates capital expenditure commitment for purposes of upgrading its production technology and expanding production capacity in the revamping project, which is followed by additional investments on an ongoing basis to complement the production machines and facility as well as the replacements of other machines.

In 2014, the amount of non-current assets decreased by 8.85% to USD 29,636 in comparison to the total of USD 32,514 in 2013, mainly due to the depreciation of fixed assets.

Fixed Assets From 2010 until 2012, Latinusa has implemented

its revamping project that benefited the Company with a more advanced production technology and capacity expansion from 130,000 tons to 160,000 tons per year. After completion of the revamping process, the Company continued investment for the addition of machines (such as the scroll cut facility) and the replacement of machines that have not been updated in the revamping project.

In 2014, the Company carried out the replacement of boiler, Spiral Heat Exchanger and Insulating Roll as well as other routine capital expenditure with total investment of USD 405, decreasing by a material amount in comparison to capital expenditure of USD 784 in 2013. The reduction in the total balance of fixed assets was for depreciation, thus netting the amount of USD 2,207 in 2014 and USD 2,789 that was recorded in 2013.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk68

TINJAUANKEUANGAN

Financial Review

LIABILITASTotal liabilitas yang dibukukan Perusahaan pada akhir tahun 2014 adalah sebesar USD 85.733, meningkat 5,21% dari USD 81.484 pada posisi akhir tahun 2013. Kenaikan liabilitas terutama didorong oleh peningkatan utang bank jangka pendek, walaupun utang usaha, utang lain-lain dan liabilitas imbalan kerja jangka panjang mengalami penurunan. Secara keseluruhan, liabilitas jangka pendek tetap mendominasi total liabilitas dengan porsi sebesar 95,95%.

Secara keseluruhan, liabilitas jangka pendek meningkat sebesar 6,19% pada akhir tahun 2014, sebagai akibat dari peningkatan utang bank jangka pendek sebesar 35,65% dan pengurangan utang usaha sebesar 25,94%. Pada tahun 2014, peningkatan penggunaan fasilitas kredit yang diterbitkan oleh PT Bank Mizuho Indonesia (sebesar USD 5.551), serta dari Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd cabang Jakarta (sebesar USD 5.679) dan dari Bank Danamon (sejumlah USD 3.180).

Selain itu, terjadi penurunan pada jumlahutang usaha yang timbul dari transaksi pembelian bahan baku dari pemasok yang sebagian besar merupakan pihak ketiga. Penurunan juga terlihat pada transaksi pembelian dari pihak berelasi selama tahun 2014.

EKUITASTerjadi penurunan posisi ekuitas dari USD 42.936 pada akhir tahun 2013 menjadi USD 35.686. Perubahan negatif sebesar USD 7.250 tersebut merupakan efek kontribusi total rugi komprehensif tahun berjalan sebesar USD 7.144 yang mengurangi saldo laba.

ARUS KASMenghadapi penurunan jumlah pendapatan di tahun 2014, maka Latinusa perlu semakin memperhatikan pengelolaan arus kas yang baik agar dapat menjaga ketersediaan arus kas setiap saat untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional.

Pada tahun 2014, kegiatan operasional membuat arus kas bersih yang negatif sebesar USD 11.024. Sistem manajemen kas dilakukan secara optimal dengan mengimbangi pengelolaan kolektibilitas piutang pelanggan dan pengeluaran kas kepada pihak pemasok bahan baku sesuai dengan jangka waktu penagihan yang disesuaikan dengan siklus perputaran modal kerja sepanjang tahun.

LIABILITIESThe Company recorded total liabilities of USD 85,733 at the end of 2014, rising by 5.21% from USD 81,484 at end of 2013. The increase in liabilities was primarily driven by an increase in short-term bank loans, although trade payables, other payables and long-term employee benefits liabilities declined. Overall, short-term liabilities continued to dominate total liabilities with 95.95% contribution.

In total, current liabilities increased by 6.19% by the end of 2014, resulting from an increase in short-term bank loans of 35.65% and trade payables reduction by 25.94%. In 2014, Latinusa increased the use of credit facility issued by PT Bank Mizuho Indonesia (by the amount USD 5,551), also from Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. Jakarta branch (by USD 5,679) and from Bank Danamon (by USD 3,180).

Further, there was a decrease in the amount of trade payables arising from raw materials purchases from suppliers, mostly third parties. Correspondingly, purchase transactions with related parties also declined during the year 2014.

EQUITYLatinusa recorded a decrease in the equity position from USD 42,936 at the end of 2013 to USD 35,686. A negative change of USD 7,250 is attributed to the effect of contribution from total comprehensive loss for the current year of USD 7,144 deducted in retained earnings.

CASH FLOWSAs Latinusa experienced a decline in total sales during 2014, then it became imperative for the Company to focus more attention on overall cash flow management in order to secure adequacy of cash at all times to support funding for operational activities.

In 2014, operating activities incurred net negative cash flows of USD 11,024. Cash management system is optimally put in place by balancing the management of trade receivables collectibility and cash disbursements to raw materials suppliers in accordance with the billing period that is matched to working capital turnover cycle throughout the year.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 69

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Selain untuk kegiatan operasional sehari-hari, Latinusa juga berkomitmen untuk menjaga arus kas bagi kegiatan investasi yang bertujuan untuk menunjang pertumbuhan bisnis di masa depan. Pada tahun 2014 terjadi arus kas untuk aktivitas investasi USD 373 dalam rangka untuk penambahan aset tetap.

Kendati mengalami kondisi bisnis yang sulit, namun demikian fundamental usaha dan bisnis yang baik dapat membantu Latinusa untuk terus mampu mempertahankan kepercayaan para kreditur, yang terdiri dari bank dan institusi keuangan ternama domestik dan internasional. Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dalam rangka pendanaan bisnis, Latinusa telah mendapatkan penambahan pinjaman bank untuk menunjang kegiatan bisnisnya. Dengan tambahan pelunasan utang bank yang telah jatuh tempo, serta penerimaan dividen dan pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham, arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan adalah sebesar USD 8.066.

Dengan pengelolaan arus kas yang menyeluruh dan berkesinambungan, maka manajemen Latinusa telah membuktikan komitmen yang kuat untuk menjaga tingkat likuiditas dan solvabilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan operasional kini dan upaya pengembangan usaha yang baik ke depan.

C. RASIO KEUANGAN

Berikut ini adalah rasio keuangan yang memberikan indikasi terhadap tingkat profitabilitas, kolektabilitas piutang usaha dan solvabilitas atas kewajiban keuangan Perseroan.

SOLVABILITAS 1. Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas Rasio liabilitas terhadap ekuitas meningkat

dari 189,78% di tahun 2013 menjadi 240,24%.Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penambahan utang bank untuk kebutuhan modal kerja, sementara ekuitas menurun sebagai dampak dari kerugian tahun berjalan.

2. Rasio Liabilitas terhadap Aset Pada tahun 2014, rasio liabilitas terhadap aset

meningkat dari 65,49% di tahun sebelumnya menjadi 70,61%, terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah utang bank yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan likuiditas bisnis.

In addition to cash for day-to-day operations, Latinusa is also committed to maintain cash availability for investment activities designed to support future business growth. In 2014, net cash flows used for investing in additional fixed assets amounted to USD 373.

Despite challenging business environment, Latinusa could rely on sound company fundamentals and business activities to sustain trust and confidence of creditors, made up of reputable domestic and international banks and financial institutions. To meet liquidity requirements to finance the business, Latinusa has obtained additional credit facilities to support its business activities. With the additional bank loans, repayment of maturing bank loans, as well as receipt of dividends and payment of cash dividends to stockholders, net cash flows provided by financing activities was USD 8,066.

By applying a comprehensive and on-going cash flow management system, Latinusa’s management has demonstrated a strong commitment to sustain sufficient liquidity and solvency in the business to effectively support current operations and future development prospects.

C. FINANCIAL RATIOS

The following is a discussion on selected financial ratios that measure the Company’s profitability, collectibility of trade receivables and solvency in respect to financial obligations.

SOLVENCY1. Debt to Equity Ratio The Company’s debt to equity ratio increased

from 189.78% in 2013 to 240.24%. This increase was primarily due to the Company taking additional bank loans for working capital requirements, while equity decreased as the consequence of losses for the current year.

2. Liabilities to Assets Ratio In 2014, the ratio of liabilities to assets increased

from 65.49% in the previous year to 70.61%, mainly due to the increased amount of bank loans used for working capital and liquidity needs of the business.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk70

TINJAUANKEUANGAN

Financial Review

KOLEKTABILITAS1. Rasio Lancar Rasio lancar bergerak turun pada tahun 2014,

dari 1,2 menjadi 1,1. Hal tersebut disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka pendek akibat penurunan profitabilitas Perusahaan yang menimbulkan kerugian untuk tahun berjalan.

2. Rasio Perputaran Piutang Usaha Rasio perputaran piutang usaha mengalami

penurunan dari 4,97 pada tahun 2013 menjadi 4,02 pada tahun 2014. Secara rata rata, kolektabilitas piutang usaha Perseroan adalah sebesar 76 hari pada tahun 2014.

D. STRUKTUR MODAL

Pada tahun 2014, Perusahaan mengandalkan sumber dana bagi aset yang mencakup 70,61% berasal dari liabilitas dan sisanya 29,39% dari ekuitas. Kenaikan liabilitas merupakan akibat dari penambahan fasilitas pinjaman bank, sedangkan jumlah ekuitas menurun disebabkan oleh pencatatan total rugi komprehensif tahun berjalan.

E. BELANJA BARANG MODAL DAN KOMITMEN MATERIAL YANG TERKAIT DENGAN BELANJA MODAL

Pada tahun 2014, Perusahaan tidak melakukan belanja barang modal dalam jumlah yang signifikan, namun hanya mencapai sejumlah USD 405, yang utamanya merupakan belanja barang modal yang berupa penggantian boiler, Spiral Heat Exchanger dan Insulating Roll serta barang modal lainnya dalam rangka mendukung kelancaran operasi perusahaan.

F. INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN

Tidak ada informasi atau fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan.

G. INFORMASI MATERIAL YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN, DAN TRANSAKSI AFILIASI

Selama tahun 2013 dan 2014, Perseroan tidak terlibat dalam transaksi yang mengandung benturan kepentingan dengan pihak manapun.

COLLECTIBILITY1. Current Ratio The current ratio declined from 1.2 to 1.1 in 2014,

due to the increase in short-term liabilities as the Company experienced lower profitability and incurred losses for the current year.

2. Trade Receivable Turnover Trade receivable turnover decreased from 4.97 in

2013 to 4.02 in 2014. The average collectability of the Company’s trade receivables is 76 days in 2014.

D. CAPITAL STRUCTURE

In 2014, the Company relied on funding sources for its assets composed of 70.61% from liabilities and the remaining 29.39% from equity. The increase in liabilities was derived from additional bank loans used, whereas the decline in equity is attributed to the Company posting total comprehensive loss for the year.

E. CAPITAL EXPENDITURE AND MATERIAL COMMITMENTS ARISING FROM CAPITAL EXPENDITURE

In 2014, the Company did not undertake capital expenditure in material amount, and incurred total spending of USD 405, mostly for the purpose of investment to replace boiler, Spiral Heat Exchanger and Insulating Roll as well as other capital expenditure required to sustain smooth running of business operations.

F. SUBSEQUENT EVENTS

There are no material information, facts or conditions surfacing subsequent to the date of the Auditor’s report.

G. MATERIAL INFORMATION WITH CONFLICTS OF INTEREST, AND AFFILIATED TRANSACTIONS

During 2013 and 2014, the Company did not enter into transactions involving a conflict of interest with other parties.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 71

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Sebagai bagian dalam jaringan bisnis baja internasional, Latinusa melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, khususnya untuk pembelian persediaan bahan baku TMBP. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dilakukan dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang wajar (arm’s-length). Dalam kaitan transaksi pihak istimewa telah diungkapkan dalam laporan keuangan.

H. DAMPAK PERUBAHAN HARGA TERHADAP KINERJA PERSEROAN

Secara umum, harga jual produk tinplate dipengaruhi oleh harga komoditas internasional, sehingga fluktuasi harga dapat terjadi seiring perubahan faktor-faktor eksternal dari Perusahaan. Sejak tahun 2011, pergerakan harga tinplate turut terimbas oleh krisis keuangan global yang menekan harga komoditas.

Selain itu, pelemahan kondisi perekonomian dunia membuat pasar Indonesia menjadi sasaran yang prospektif bagi produsen tinplate dunia, khususnya negara-negara produsen terbesar regional seperti China, Korea dan Taiwan yang menyediakan ragam produk dengan penawaran harga yang lebih rendah. Pada tahun 2014, Latinusa kembali mempertahankan daya saing produk dengan melakukan penyesuaian harga jual tinplate kepada pelanggan, dengan harga jual rata-rata sebesar USD 1.155 per ton dari USD 1.187 per ton pada tahun 2013. Dengan kondisi tersebut, kompetisi harga kembali menekan marjin operasional dan memicu penurunan pendapatan secara signifikan, sehingga Latinusa mengalami kerugian pada tahun 2014.

I. PERKEMBANGAN TERAKHIR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN

Tidak ada perubahan Standar Akuntansi Keuangan di tahun 2014 yang berdampak terhadap perubahan laporan keuangan perusahaan.

J. KEBIJAKAN DAN PEMBAGIAN DIVIDEN

Dengan mempertimbangkan kinerja keuangan Perusahaan, maka untuk tahun buku 2014 Perseroan tidak akan melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham.

As part of an international steel business network, Latinusa undertakes transactions with related parties, particularly for purchases of raw material TMBP. These transactions with related parties are disclosed in the financial statements.

H. IMPACT OF PRICE CHANGES ON COMPANY PERFORMANCE

In general, the selling price of tinplate products is influenced by international commodity prices. Hence, price fluctuations potentially arise with changes in the external environment of the Company. Since 2011, the global financial crisis has also affected tinplate price trends, by weighing down prices of commodities.

Further, the weakening global economic conditions make Indonesia a prospective target market for world’s tinplate manufacturers, particularly the largest manufacturing countries in the region such as China, Korea and Taiwan that provide a wide range of tinplate products at lower prices. In 2014, Latinusa was again compelled to sustain its product competitiveness by making adjustments to its tinplate price to customers, thus netting an average selling price of USD 1,155 per ton from USD 1,187 per ton in 2013. Under these conditions, price competition continued to pressure Latinusa’s operating margins and triggered a significant revenue reduction, thereby resulting in a net loss for 2014.

I. DEVELOPMENTS IN FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS AND IMPACTS ON THE FINANCIAL STATEMENTS

There have been no changes in the Financial Accounting Standards applied during 2014 that impacted the Company’s financial statements.

J. DIVIDEND POLICY AND DISTRIBUTION

Taking into account the Company’s current financial performance, the Company will not distribute dividends to shareholders for the fiscal year 2014.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk72

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

Pelaksanaan tata kelola perusahaan telah menjadi tanggung jawab bersama seluruh jenjang organisasi dan pemangku kepentingan di Latinusa.The implementation of corporate governance at Latinusa is a shared responsibility for all levels of the organization and the Company’s stakeholders.

TATA KELOLAPERUSAHAANGood Corporate Governance

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 73

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk74

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

Prinsip-prinsip tata kelola yang baik telah menjadi bagian dari budaya Perusahaan dan diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.The principles of good corporate governance have become integral part of the corporate culture and are applied consistently in day-to-day operations.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 75

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Bagi Latinusa, pelaksanaan tata kelola Perusahaan yang baik merupakan strategi utama untuk menjaga operasional bisnis yang optimal secara berkesinambungan. Hal ini didasari pada keyakinan bahwa kegiatan bisnis dan operasional yang sehat dan tangguh mutlak dibentengi oleh ketaatan pada peraturan perundang-undangan, standar dan praktik industri terbaik serta norma-norma sosial yang berlaku umum di lingkup nasional dan internasional.

Implementasi tata kelola di Latinusa mengacu pada 5 prinsip utama GCG, yaitu Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness. Pada prakteknya saat ini, pelaksanaan tata kelola Perusahaan telah menjadi tanggung jawab bersama seluruh jenjang organisasi dan pemangku kepentingan Perusahaan, karena prinsip-prinsip dasar GCG tersebut telah dirangkul sebagai intisari budaya Perusahaan dan terangkum dalam Pedoman Perilaku yang dianut oleh seluruh insan Latinusa.

Sistem tata kelola Latinusa tentunya juga dilengkapi dengan mekanisme pengkajian dan evaluasi untuk melakukan proses penilaian yang komprehensif atas efektivitas pelaksanaan tata kelola di dalam Perusahaan di masa kini, sekaligus berfungsi sebagai basis untuk perumusan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan kualitas, sosialisasi dan implementasi sistem tata kelola di masa-masa mendatang.

STRUKTUR TATA KELOLA

A. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ Perusahaan yang memegang kekuasaan dan wewenang tertinggi dalam mengambil keputusan-keputusan di luar otoritas pengawasan dan manajemen yang dilimpahkan pada Dewan Komisaris dan Direksi. RUPS terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang dilaksanakan sekali dalam setahun, dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang dapat dilaksanakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Pada tahun 2014, Perusahaan telah menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPST, yang dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2014.

Adapun keputusan yang dihasilkan oleh RUPST adalah sebagai berikut:

Hasil Keputusan RUPST 2014:Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan dan menyetujui Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2013, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada

For Latinusa, the implementation of good corporate governance constitutes the main strategy to maintain optimum business operations on an ongoing basis. This is based on our belief that robust and sound business and operational activities need to be reinforced by full and absolute observance of prevailing laws and regulations, industry standards and best practices as well as social norms applicable in national and international communities.

Governance implementation in Latinusa refers to five main principles of good corporate governance, namely Transparency, Accountability, Responsibility, Independency and Fairness. In practice, the implementation of corporate governance is a shared responsibility for all levels of the organization and the stakeholders of the Company, because these basic GCG principles have been embedded in the corporate culture and elaborated in the Code of Conduct that binds every individual at Latinusa.

Latinusa’s governance system is also equipped with a review and evaluation mechanism for a comprehensive assessment system to measure the effectiveness of the actual governance implementation process in the company today, and simultaneously the basis for formulating corrective measures to improve the quality, dissemination and implementation of the governance system in the future.

GOVERNANCE STRUCTURE

A. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS

The General Meeting of Shareholders (GMS) is the corporate organ with the highest power and authority entitled to take decisions excepted from the authority for supervision and management delegated respectively upon the Board of Commissioners and the Board of Directors. GMS consists of the Annual General Meeting of Shareholders (AGMS), held once every year, and the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS), to be held at anytime as deemed necessary.

In 2014, the Company convened one (1) AGM on March 26, 2014.

The following are the resolutions from the AGMS:

Resolutions of AGMS 2014:Approved the Company’s Annual Report and Report on Supervisory Duties by the Board of Commissioners for the financial year of 2013, and endorsed the Financial Statements of the Company for the year ended on December 31, 2013 as have been audited

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk76

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

tanggal 31 Desember 2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) sesuai dengan laporannya No. L.13-5020-14/II.24.002 tanggal 24 Februari 2014 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.

1. Dengan disetujuinya Laporan Tahunan dan disahkannya Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2013 tersebut, maka Rapat Memberikan pelunasan dan pembebasan sepenuhnya (voleding aquit et de charge) kepada setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan Perseroan kecuali perbuatan penggelapan, penipuan dan tindak pidana lainnya.

2. Menyetujui penetapan laba bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2013 yang telah disahkan tercatat sebesar USD 277.575 sebagai berikut:- Cadangan Wajib sebesar 2% dari laba

bersih tahun 2013 atau sebesar USD 5.551,5 untuk memenuhi ketentuan pasal 70 Undang Undang No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, yang penggunaannya sesuai dengan pasal 22 Anggaran Dasar Perseroan.

- Dividen tunai sebesar 38% dari laba bersih tahun 2013 atau sebesar USD 105.478,5, yang akan dibagikan kepada 2.523.350.000 saham, sehingga dividen tunai per saham sebesar USD 0,000042.

Dividen Tunai akan dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Mei 2014 dan akan dibayarkan pada tanggal 16 Mei 2014, untuk Pemegang Saham dengan Rekening dalam Mata Uang Rupiah akan dibayarkan dalam mata uang rupiah dengan kurs tengah BI pada tanggal yang disebutkan di atas.

- Laba bersih tahun buku 2013 setelah dikurangi dengan cadangan wajib dan dividen tunai yaitu sebesar USD 166.545,0 akan menambah saldo laba ditahan untuk memperkuat permodalan Perseroan.

3. Menunjuk Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2014.

by Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG), as stated in the report No. L.13-5020-14/II.24.002 dated February 24, 2014, with Unqualified Opinion for all materials.

1. With the approval of the Annual Report and the ratification of the Financial Statements of the Company for financial year 2013, the AGMS resolved to fully release and discharge (voleding aquit et de charge) the members of the Board of Directors and the Board of Commissioners from responsibilities and all liabilities for their respective management and supervisory actions during financial year ended December 31, 2013, to the extent those actions are reflected in the Financial Statements of the Company, except actions for embezzlement, fraud and other criminal acts.

2. Approved the appropriation of the Company’s net profit for Financial Year 2013 in the amount of USD 277,575 as follows:- General Reserves at 2% of net profit in

2013 or the amount of USD 5,551.5 to meet provisions set out in Article 70 Law No.40 of 2007 on Limited Liability Company, to be used in accordance with Article 22 of the Company’s Articles of Association.

- Cash dividends at 38% of net profit in 2013 or the amount of USD 105,478.5, to be distributed to 2,523,350,000 shares, so that cash dividend per share is USD 0.000042.

Cash dividend will be distributed to the shareholders of the Company, whose names are registered in the Shareholders Register of the Company at the closing of the Indonesian Stock Exchange trading session on May 5, 2014, to be paid on May 16, 2014 to shareholders into their Rupiah accounts in Rupiah denomination using BI’s middle rate on abovementioned date.

- Net profit for financial year 2013, after the deduction of general reserves and cash dividends in the amount of USD 166,545.0, will be added to retained earnings to strengthen the Company’s capital structure.

3. Appointed Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan(a member firm of KPMG) to conduct an audit of the Company’s Financial Statements for the year 2014.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 77

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Memberi Kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan persyaratan lain serta besarnya jasa audit dengan memperhatikan kewajaran serta ruang lingkup pekerjaan audit.

Memberikan kuasa kepada Direksi untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Pengganti bilamana Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk diatas, berdasarkan ketentuan dan peraturan pasar modal tidak dapat melaksanakan tugasnya.

4. Sesuai dengan Kinerja Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2013, maka menetapkan tidak ada Tantiem tahun 2013 untuk Anggota Dewan Komisaris dan Direksi;

Menetapkan honorarium untuk Dewan Komisaris yang terdiri dari Komisaris Utama dan anggota Dewan Komisaris seluruhnya maksimum sebesar Rp 1.848.173.334,- (satu miliar delapan ratus empat puluh delapan juta seratus tujuh puluh tiga ribu tiga ratus tiga puluh empat rupiah) net per tahun, dengan ketentuan bilamana terdapat penambahan jumlah anggota Komisaris Perseroan pada periode berjalan maka jumlah maksimum honorarium untuk tahun 2014 disesuaikan secara proporsional terhadap jumlah penambahan anggota Dewan Komisaris;

Melimpahkan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji anggota Direksi untuk tahun 2014;

Melimpahkan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran tunjangan bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris untuk tahun 2014.

5. Menyetujui Pelimpahan Kewenangan RUPS kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui penambahan Modal Perseroan dalam rangka Program MESOP untuk jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 26 Maret 2014.

6. Menerima pengunduran diri Mr. Shojiro Ejima dari jabatannya sebagai Komisaris dan Mr. Yoshimitsu Honda dari jabatannya sebagai Wakil Direktur Utama terhitung sejak tanggal penutupan Rapat ini, dengan ucapan terima kasih atas dedikasinya selama menjabat. Selanjutnya memberikan pelunasan dan pembebasan sepenuhnya (voledingaquit et de charge) atas tugas dan tanggung jawab pengawasan untuk periode 1 Januari 2014 sampai dengan 26 Maret 2014 sepanjang tindakan pengawasan

Granted authority upon the Board of Commissioners to determine term and conditions of audit as well as audit fees with due consideration to fairness and scope of audit performed.

Granted authority upon the Board of Directors to appoint replacement in the event that said Public Accounting Firm cannot fulfill obligations under provisions of applicable capital market rules and regulations.

4. In accordance with the Company’s financial performance for the fiscal year 2013, it was set that no performance bonus for the year 2013 is given to members of the Board of Commissioners and Board of Directors;

Determined the honorarium for the Board of Commissioners, consisting of Chairman and members of the Board of Commissioners the entire maximum amount of Rp 1,848,173,334 (one billion eight hundred forty eight million one hundred seventy three thousand three hundred thirty four Rupiah) net per year, with provision that when there is an addition to the membership of the Board of Commissioners in the current period, then the maximum amount of honorarium for the year 2014 is adjusted proportionally to the number of additional Board member(s);

Delegated authority to the Board of Commissioners to determine the salaries of the Company’s Directors for 2014;

Delegated authority to the Board of Commissioners to determine the amount of allowances to members of the Board of Directors and the Board of Commissioners for 2014.

5. Approved the delegation of authority from the GMS to the Board of Commissioners to approve the addition of the Company’s capital related to the MESOP Program for the period of 1 (one) year effective from March 26, 2014.

6. Accepted the resignation of Mr. Shojiro Ejima from his position as Commissioner and Mr. Yoshimitsu Honda from his position as Vice President Director as of the closing date of this Meeting, by expression of gratitude for their dedication during their tenure. Furthermore, provided full release and discharge (voledig aquit et de charge) on the supervisory duties and responsibilities for the period of January 1, 2014 to March 26, 2014 for as long as their supervisory actions are reflected in the Financial Statements

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk78

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

yang bersangkutan tercermin dalamLaporan Keuangan Tahun Buku 2014 dan telah memperoleh persetujuan dalam RUPS Tahunan untuk Tahun Buku 2014;

Mengangkat Mr. Mitsuo Ikeda selaku Komisaris, dan Mr. Masaaki Enjuji selaku Wakil Direktur Utama sejak ditutupnya rapat ini dengan masa jabatan sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk Tahun Buku 2018 yang akan diselenggarakan pada tahun 2019.

Dengan demikian susunan pengurus Perseroan menjadi sebagai berikut:

DEWAN KOMISARISKomisaris UtamaKomisarisKomisaris Komisaris Komisaris IndependenKomisaris Independen

Mr Kazumasa ShinkaiBapak SukandarMr Keiichiro KawaguchiMr Mitsuo IkedaBapak Teguh P SlametBapak Budi Irmawan

BOARD OF COMMISSIONERSPresident Commissioner

CommissionerCommissionerCommissioner

Independent CommissionerIndependent Commissioner

DIREKSIDirektur Utama Wakil Direktur UtamaDirektur KomersialDirektur Operasi (Direktur Independen) Direktur Keuangan

Bapak Ardhiman TAMr Masaaki EnjujiBapak R Suprapto IndroprayitnoBapak Himawan Turatmo

Bapak Slamet Gunawan

BOARD OF DIRECTORSPresident Director

Vice President DirectorCommercial Director

Operation Director (Non-Affiliated)

Finance Director

Pada akhir tahun 2014, hasil keputusan RUPST 2014 telah direalisasikan secara keseluruhan, sebagai berikut: • Membukukan Cadangan Wajib sebesar 2% dari

laba bersih tahun 2013 atau sebesar USD 5.551,5 untuk memenuhi ketentuan pasal 70 Undang Undang No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, yang penggunaannya sesuai dengan pasal 22 Anggaran Dasar Perseroan.

• Membagikan Dividen tunai sebesar 38% dari laba bersih tahun 2013 atau sebesar USD 105.478,5, yang akan dibagikan kepada 2.523.350.000 saham, sehingga dividen tunai per saham sebesar USD 0,000042. Dividen Tunai dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Mei 2014 dan dibayarkan pada tanggal 16 Mei 2014, untuk Pemegang Saham dengan Rekening dalam Mata Uang Rupiah dibayarkan dalam mata uang rupiah dengan kurs tengah BI pada tanggal yang disebutkan diatas.

• Laba bersih tahun buku 2013 setelah dikurangi dengan cadangan wajib dan dividen tunai yaitu sebesar USD 166.545,0 menambah saldo laba ditahan untuk memperkuat permodalan Perseroan.

for financial year 2014 and have obtained approval of the AGMS for financial year 2014;

Appointed Mr. Mitsuo Ikeda as Commissioner, and Mr. Masaaki Enjuji as Vice President Director, effective from the closing of this Meeting for a term of office up to the closing of the Annual General Meeting of Shareholders for financial year 2018 to be held in 2019.

Hence, the composition of the Company’s Boards is as follows:

At the end of 2014, the Company has fully realized the resolutions of the AGMS 2014 in entirety, as follows:• Recorded General Reserves at 2% of net profit

in 2013 or the amount of USD 5,551.5 to meet provisions set out in Article 70 Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Company, to be used in accordance with Article 22 of the Company’s Articles of Association.

• Distributed a cash dividend of 38% of net profit in 2013 or USD 105,478.5, to a total of 2,523,350,000 shares, so that cash dividend per share is USD 0.000042. Cash dividend was distributed to shareholders registered in the Shareholders Register of the Company at the closing of the Indonesian Stock Exchange trading session on May 5, 2014 and paid on May 16, 2014 to shareholders with Rupiah Account paid in Rupiah using BI’s middle rate on abovementioned date.

• Net profit for financial year 2013, after the deduction of general reserves and cash dividends in the amount of USD 166,545.0, will be added to retained earnings to strengthen the Company’s capital structure.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 79

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

• Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2014.

• Sesuai dengan Kinerja Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2013, maka tidak ada Tantiem tahun 2013 untuk Anggota Dewan Komisaris dan Direksi pada tahun 2014.

• Mengangkat Mr. Mitsuo Ikeda selaku Komisaris, dan Mr. Masaaki Enjuji selaku Wakil Direktur Utama

B. DEWAN KOMISARIS

KOMPOSISI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS Komposisi anggota Dewan Komisaris Perusahaan telah ditetapkan oleh RUPS Tahunan 2014.

Pada akhir tahun 2014, keanggotaan Dewan Komisaris terdiri dari:

Komisaris UtamaKomisarisKomisaris Komisaris Komisaris IndependenKomisaris Independen

Kazumasa ShinkaiSukandarKeiichiro KawaguchiMitsuo IkedaTeguh Panotojudo SlametBudi Irmawan

President CommissionerCommissionerCommissionerCommissioner

Independent CommissionerIndependent Commissioner

Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris yang ditetapkan dengan tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independent.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARISDewan Komisaris bertugas melaksanakan fungsi pengawasan terhadap kebijakan Pengurusan Perusahaan maupun usaha Perusahaan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan saran kepada Direksi sehubungan pengelolaan yang dijalankan, khususnya terkait tata kelola Perusahaan, implementasi pengendalian internal dan kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris antara lain mencakup:1. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan

pengurusan pada umumnya baik, mengenai Perusahaan maupun usaha Perusahaan yang dilakukan oleh Direksi.

2. Meneliti dan menelaah serta menandatangani Rencana Jangka Panjang Perusahaan, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan oleh manajemen.

• Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) performed an audit of the Company’s Financial Statements for Fiscal Year 2014.

• In accordance with the Company’s financial performance for the financial year 2013, it was set that no performance bonus for the year 2013 is given to members of the Board of Commissioners and Board of Directors in 2014.

• Appointed Mr. Mitsuo Ikeda as Commissioner and Mr. Masaaki Enjuji as Vice President Director.

B. BOARD OF COMMISSIONERS

MEMBERS OF THE BOARD OF COMMISSIONERSThe 2014 Annual GMS resolved the membership of the Company’s Board of Commissioners.

At the end of 2014, the composition of the Board of Commissioners is as follows:

An Independent Commissioner is a member of the Board of Commissioners who has no financial, management, ownership and/or family relationship with other members of the Board, Directors and/or controlling shareholders or other relationship that could affect his ability to act independently.

DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF THE BOARD OF COMMISSIONERSThe Board of Commissioners shall carry out function of oversight over management of the Company and the Company’s business as conducted by the Directors and provide counsel to the Directors regarding the management carried out, especially related to corporate governance, internal controls and compliance to applicable rules and regulations.

The duties and responsibilities of the Board of Commissioners include:1. To oversee the Company’s management policies,

as well as the Company’s management and the Company’s business as carried out by the Directors.

2. To review and evaluate as well as to sign the Company’s Long-Term Plan, Annual Budget and Work Plan, periodic reports, and the annual report as prepared by management.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk80

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

3. Memberikan nasehat kepada Direksi termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perusahaan, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan serta ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham serta peraturan perundang- undangan yang berlaku.

4. Memimpin RUPS serta memberikan pendapat, saran dan pandangan mengenai perkembangan kegiatan Perusahaan.

5. Menyusun program kerja tahunan Dewan Komisaris.

6. Memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.

Dalam pelaksanaan tugasnya Dewan Komisaris berpanduan sebagaimana fungsi, tugas dan tanggung Jawab berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perusahaan.

PROSEDUR PENETAPAN REMUNERASI DEWAN KOMISARISPerusahaan memberikan remunerasi kepada anggota Dewan Komisaris atas jasa-jasanya.

Untuk tahun 2014, jumlah dan ketentuan remunerasi Dewan Komisaris ditetapkan sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada tanggal 26 Maret 2014.

JUMLAH REMUNERASI DEWAN KOMISARISBerdasarkan hasil RUPST 2014, ditetapkan honorarium untuk Dewan Komisaris yang terdiri dari Komisaris Utama dan 5 anggota Dewan Komisaris dengan jumlah secara keseluruhan setinggi-tingginya sebesar Rp 1.848.173.334,- (satu miliar delapan ratus empat puluh delapan juta seratus tujuh puluh tiga ribu tiga ratus tiga puluh empat rupiah) net untuk tahun 2014.

Untuk tahun 2014, realisasi jumlah remunerasi Dewan Komisaris adalah sebesar Rp 1.828.371.477 (satu miliar delapan ratus dua puluh delapan juta tiga ratus tujuh puluh satu ribu empat ratus tujuh puluh tujuh rupiah).

KEHADIRAN RAPAT ANGGOTA DEWAN KOMISARIS

Pada tahun 2014, telah diselenggarakan rapat Dewan Komisaris sebanyak 2 (dua) kali, serta rapat gabungan dengan Direksi dilaksanakan sebanyak 4 kali.

Tabel berikut menyajikan informasi kehadiran setiap anggota Dewan Komisaris dalam rapat-rapat tersebut di atas.

3. To provide advice to the Directors, including overseeing implementation of the Company’s Long-Term Plan, Annual Budget and Work Plan, as well as provisions of the Articles of Association and resolutions of the General Meetings of Shareholders and applicable rules and regulations.

4. To preside at the General Meeting of Shareholders and provide opinions, recommendations and views on the developments of the Company’s activities.

5. To develop annual Board of Commissioners’ work programs.

6. To report on oversight duties carried out to the General Meeting of Shareholders.

In the execution of duties, the Board of Commissioners takes guidance to its functions, duties and responsibilities based on the Articles of Association and bylaws of the Company.

BOARD OF COMMISSIONERS’ REMUNERATION PROCEDUREThe Company provides remuneration to the Board of Commissioners for their services to the Company.

For 2014, the amount that is determined based on resolutions of the Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) held on March 26, 2014.

BOARD OF COMMISSIONERS’ REMUNERATIONBased on resolutions of 2014 AGMS, the honorarium for the Board of Commissioners, comprising the President Commissioner and 5 BOC members, is determined to be a maximum net amount of Rp 1,848,173,334 (one billion eight hundred forty eight million one hundred seventy three thousand three hundred thirty four rupiah) for 2014.

Meanwhile, the actual remuneration for the Board of Commissioners for 2014 amounted Rp 1,828,371,477 (one billion eight hundred twenty eight million three hundred seventy one thousand four hundred seventy seven rupiah).

BOARD OF COMMISSIONERS’ MEETING ATTENDANCEDuring 2014, the Board of Commissioners’ meeting was held 2 (two) times, while the joint meetings with the Board of Directors were conducted 4 times.

The table below provides information on the Board of Commissioners’ attendance in meetings.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 81

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

NamaName

Jumlah RapatNumber of Meetings

Kehadiran RapatMeeting Attendance

Rapat Dewan Komisaris

BOC Meeting

Rapat Gabungan dengan Direksi

Joint Meeting with BOD

Rapat Dewan Komisaris

BOC Meeting

Rapat Gabungan dengan Direksi

Joint Meeting with BOD

Kazumasa Shinkai 2 4 2 4

Sukandar 2 4 2 4

Keiichiro Kawaguchi 2 4 2 4

Teguh P Slamet 2 4 2 4

Budi Irmawan 2 4 2 4

Shojiro Ejima* 2 4 1 3

Mitsuo Ikeda** 2 4 2 3

*) Menjabat Komisaris Hingga 26 Maret 2014 | Served as Commissioner until March 26, 2014**) Menjabat komisaris mulai 26 Maret 014 | Serves as Commissioner effective from March 26, 2014

PELATIHAN DEWAN KOMISARISTidak ada pelatihan atau program orientasi yang diselenggarakan bagi anggota Dewan Komisaris selama tahun 2014.

KEPEMILIKAN SAHAM SERTA HUBUNGAN KELUARGA DAN KEUANGANSeluruh anggota Dewan Komisaris tidak memiliki saham di Perusahaan, serta tidak memiliki hubungan keluarga dan/atau keuangan dengan anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi lainnya.

C. KOMITE AUDIT

Komite Audit merupakan perangkat Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap pengelolaan Perusahaan yang dilaksanakan oleh Direksi.

KOMPOSISI ANGGOTA KOMITE AUDIT Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 01/DK/Kpts/2012 tertanggal 13 April 2012 Tentang Pemberhentian, Pengangkatan, dan Penetapan Anggota Komite Audit Perusahaan, maka keanggotaan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

KetuaAnggotaAnggotaAnggota

Teguh Panotojudo SlametBudi IrmawanHeru AC KoesnoRachmat Noviar

ChairmanMemberMemberMember

Seluruh anggota Komite Audit telah memenuhi kriteria independensi, pengalaman profesional dan integritas sesuai ketentuan peraturan dan regulasi yang berlaku. Informasi terkait kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja masing-masing anggota Komite Audit dapat dilihat pada bagian Profil Anggota Komite Audit pada halaman 124 dalam buku Laporan Tahunan ini.

BOARD OF COMMISSIONERS TRAININGThere was no training or orientation program carried out for members of the Board of Commissioners during 2014.

SHARE OWNERSHIP, FAMILY AND FINANCIAL RELATIONSHIPAll members of the Board of Commissioners do not own shares in the Company, nor have any family and/or financial relation with other Commissioners and/or Directors.

C. AUDIT COMMITTEE

The Audit Committee supports the Board of Commissioners in performing oversight duties on management of the Company as carried out by the Directors.

COMPOSITION OF AUDIT COMMITTEE MEMBERSBy virtue of Decision Letter of the Board of Commissioners No. 01/DK/Kpts/2012 dated April 13, 2012 regarding Dismissal, Appointment and Endorsement of the Members of the Audit Committee of the Company, the members of the Audit Committee at Latinusa comprise of the following:

All members of the Audit Committee have complied with criteria of independency, professional experience and integrity as required by prevailing rules and regulations. Information related to education and professional experience qualifications of the members of the Board of Commissioners is provided in the section Profile of Audit Committee Members on page 124 of this Annual Report.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk82

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDITTugas dan tanggung jawab serta kewenangan Komite Audit meliputi: 1. Memastikan efektivitas pelaksanaan tugas dari

auditor eksternal atas keandalan Laporan Keuangan Perusahaan.

2. Melakukan pemantauan dan memberi saran terkait upaya peningkatan kualitas Laporan Keuangan.

3. Memastikan efektivitas sistem pengendalian internal yang dapat mengurangi kesempatan terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perusahaan.

4. Memastikan efektivitas ketaatan Manajemen dalam menerapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Mengevaluasi risiko suatu kebijakan dan strategi yang ditetapkan oleh Manajemen, serta tugas-tugas khusus yang diminta Dewan Komisaris.

6. Mengawasi kualifikasi dan kemandirian internal dan eksternal auditor untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas fungsi internal audit maupun eksternal audit.

7. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, termasuk kepatuhan Perusahaan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku.

KEHADIRAN RAPAT ANGGOTA KOMITE AUDITDalam rangka pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Audit mengadakan rapat internal, rapat Koordinasi dengan Direksi dan Satuan Pengawasan Intern.

Pada tahun 2014, Komite Audit telah menyelenggarakan 7 (tujuh) kali rapat, dengan tingkat kehadiran anggota Komite Audit dalam rapat sebagai berikut:

NamaName

JabatanPosition

Jumlah RapatNumber of Meetings

Kehadiran RapatMeeting Attendance

Teguh Panotojudo Slamet Ketua Chairman 7 6

Budi Irmawan Anggota Member 7 5

Heru AC Koesno Anggota Member 7 7

Rachmat Novar Anggota Member 7 6

KEPEMILIKAN SAHAM SERTA HUBUNGAN KELUARGA DAN KEUANGANSeluruh anggota Komite Audit tidak memiliki saham di Perusahaan, serta tidak memiliki hubungan keluarga dan/atau keuangan dengan anggota Dewan Komisaris, Komite Audit, dan/atau Direksi.

DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF AUDIT COMMITTEEThe duties and responsibilities as well as the authority of the Audit Committee are as follows:1. To ensure effective implementation of duties

by the external auditor toward reliability of the Company’s Financial Statements.

2. To monitor and advise on improving the quality of financial reporting by the Company.

3. To provide assurance that an effective internal control system is in place to limit potential infringements in the management of the Company.

4. To secure Management’s performance in respect to compliance with prevailing rules and regulations.

5. To evaluate risks arising from policies and strategies outlined by Management as well as special assignments from the Board of Commissioners.

6. To assess the qualifications and independency of the internal and external auditors in order to enhance the quality of the internal and external audit performed.

7. To detect and raise issues requiring the BOC’s attention, including the Company’s compliance with the law and relevant rules and regulations.

ATTENDANCE AT AUDIT COMMITTEE MEETINGIn executing duties and responsibilities, the Audit Committee convenes internal meetings and coordination meetings with the Board of Directors and the Internal Audit Unit.

During 2014, the Audit Committee held a total of 7 (tujuh) meetings, with the following attendance record:

SHARE OWNERSHIP, FAMILY AND FINANCIAL RELATIONSHIPAll members of the Audit Committee do not own shares in the Company, nor have any family and/or financial relation with members of the Board of Commissioners, other Audit Committee members, and/or Directors.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 83

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

LAPORAN KOMITE AUDIT

Setelah melakukan tugas-tugasnya dan mengkaji informasi dari Manajemen, Satuan Pengawasan Intern dan dari Auditor Eksternal, Komite Audit menyampaikan laporannya sebagai berikut:

LAPORAN KEUANGAN 1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang

berakhir tanggal 31 Desember 2014 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG), termasuk kebijakan akuntansi penting, estimasi dan penilaian yang signifikan, perlakuan akuntansi alternatif, risiko dalam pelaporan keuangan, serta penyesuaian audit yang signifikan dibandingkan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

2. Berdasarkan pembahasan dengan Auditor perusahaan tidak ditemukan adanya penyimpangan yang berpengaruh terhadap kewajaran penyajian Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2014.

3. Perseroan telah melakukan pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan dalam tiap aspek yang material.

AUDITOR EKSTERNAL 1. Komite Audit telah mengkaji independensi

Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) sebagai auditor eksternal Perseroan, dan menyimpulkan bahwa Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) merupakan pihak independen untuk melakukan audit terhadap Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2014.

2. Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) tidak melakukan penugasan lain yang termasuk jasa-jasa yang tidak diperbolehkan sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan.

Internal Audit dan Satuan Pengawasan Intern1. Komite Audit memberikan apresiasi kepada

Direksi yang telah menindaklanjuti temuan-temuan dan rekomendasi dari Satuan Pengawasan Intern (SPI) pada kinerja tahun 2014.

2. Dalam menjalankan program kerja tahunan Perseroan, Manajemen dan Satuan Pengawasan Intern serta auditee tetap dapat selaras dalam cara dan tujuan pencapaian program.

AUDIT COMMITTEE REPORT

Upon discharging all duties and reviewing information as provided by Management, the Internal Audit Unit and the External Auditor, the Audit Committee reports the following:

FINANCIAL STATEMENTS1. The Company’s financial statements for the

year ended on December 31, 2014 have been audited by Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG), inclusive of important accounting policies, material estimates and valuation, alternative accounting treatment, risks in financial reporting, as well as significant audit adjustments as compared to generally accepted accounting principles in Indonesia.

2. Based on discussions with the external auditor, there has been no incidence of infringements that may affect the fair presentation of the Company’s financial statements for the year ended on December 31, 2014.

3. The Company has adequately performed internal control over financial reporting in all material aspects.

EXTERNAL AUDITOR1. The Audit Committee has reviewed the

independency criteria as applied to Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) in serving as the Company’s external auditor and concluded that Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) is an independent party to perform audit of the Company’s financial statements for the year ended on December 31, 2014.

2. Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) does not perform other assignments that have been identified as services prohibited by the rules and regulations of the Financial Services Authority.

INTERNAL AUDIT AND INTERNAL AUDIT UNIT1. The Audit Committee expresses appreciation to

the Board of Directors for carrying out follow-up actions to findings and recommendations from the Internal Audit Unit (IAU) to 2014 performance.

2. In running the Company annual work program, management and Internal Audit Unit as well as the auditee shall work in harmony with procedures and objectives of the programs.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk84

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

3. Dalam menjalankan fungsinya, setiap tahapan proses audit yang dilakukan haruslah mendapatkan respons dari auditee dan Setiap Tindak Lanjut Hasil Audit yang harus di-follow-up oleh auditee wajib dimonitor oleh SPI, apabila perlu SPI aktif bersama person in charge turut membantu dan menemukan solusi yang diperlukan.

4. Membuat audit universal dengan ukuran tingkat resiko yang independen dari manajemen risiko perusahaan.

5. Segera melakukan Update terhadap Piagam Audit Satuan Pengawasan Intern yang disesuaikan dengan perkembangan peraturan yang ada.

6. Berdasarkan hasil audit klaim yang dilakukan SPI, jumlah tonase klaim tahun 2014 masih diatas standar 0,5% dan jumlah klaim yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2012 dan 2013.

7. Sudah dilakukan Audit terhadap Performance produksi periode 2012-2014 tetapi perlu dilakukan analisa mengenai permasalahan teknis dan non teknis agar performance produksi sejalan dengan rencana dan tujuan Perusahaan.

8. Segera melakukan penyesuaian semua standar operasi prosedur untuk aktivitas organisasi seiring dengan perubahan organisasi, implementasi SAP, teknologi pasca revamping dan Sistem Manajemen Terintegrasi Perusahaan.

KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN Komite Audit telah berkomunikasi dengan Manajemen serta Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) dan menyatakan bahwa Perseroan telah menjalankan kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian hal-hal yang dapat disampaikan.

Komite Audit PT Latinusa, Tbk.

3. In carrying out duties, IAU needs to seek a response from the auditee at each stage of the audit process. IAU shall also monitor Follow-up of Audit Findings by the auditee, and whenever necessary, IAU with the person in charge actively assist in finding appropriate solutions as required.

4. Formulate an audit universe that incorporates independent measurement of risks than those used by the Company’s risk management unit.

5. Continuously makes updates and adjustments to the Internal Audit Charter, in line with changes in prevailing regulations.

6. Based on findings of claims audit by IAU, total tonnage claims for 2014 remain above pre-determined internal standard of 0.5%, with the Company recording higher number of claims relative to 2012 and 2013 figures.

7. Completed audits of production performance for period 2012–2014, but there is a need to perform an analysis of technical and non-technical issues in order to promote consistency of production performance to the Company’s plans and objectives.

8. Make immediate adjustments to all standard operating procedures for the organization’s activities in line with changes in the organization, SAP implementation, post revamping technology and the Company’s Integrated Management System.

COMPLIANCE WITH THE LAW AND REGULATIONS

The Audit Committee has actively communicated with management and Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) and stated that the Company has observed compliance with existing rules and regulations.

The findings above constitute our report.

Audit Committee of PT Latinusa, Tbk.

Teguh Panotojudo SlametKetua & Komisaris Independen

Chairman & Independent Commissioner

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 85

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

D. DIREKSI

KOMPOSISI ANGGOTA DIREKSI Pada akhir tahun 2014, susunan anggota Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

Direktur UtamaWakil Direktur UtamaDirektur Operasi (Direktur Independen)Direktur KomersialDirektur Keuangan

Ardhiman T.A.Masaaki EnjujiHimawan Turatmo

R. Suprapto IndroprayitnoSlamet Gunawan

President DirectorVice President Director

Operation Director (Independent Director)

Commercial DirectorFinance Director

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI

Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas pengelolaan Perusahaan dengan menyusun strategi bisnis dan menerapkan program kerja terkait kegiatan bisnis dan kepentingan lainnya dengan mengacu kepada pencapaian sasaran-sasaran Perusahaan dalam jangka pendek, medium dan panjang yang telah ditetapkan. Hal tersebut mencakup tanggung jawab atas pelaksanaan GCG dan sistem manajemen risiko. Direksi wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham dalam RUPS.

Direksi bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mengelola Perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan. Secara spesifik, hal tersebut mencakup upaya untuk peningkatan produktivitas, mutu, efektivitas dan efisiensi dalam rangka memaksimalkan tingkat pencapaian laba dan menjaga kesinambungan usaha.

Tugas dan Tanggung jawab serta fungsi Direksi tarcantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga perusahaan.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SETIAP DIREKSI

Pembagian tugas antara anggota Direksi ditentukan sebagai berikut:1. Direktur Utama Bertanggung jawab atas pengkoordinasian,

pengarahan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan Perusahaan dan mengusahakan serta menjaga agar seluruh kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan tujuan dan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh Dewan Komisaris.

2. Wakil Direktur Utama Bertanggung jawab untuk membantu Direktur

Utama dalam pelaksanaan tugas terkait pengkoordinasian, pengarahan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan Perusahaan dan memastikan bahwa seluruh kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan tujuan dan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh Dewan Komisaris.

D. BOARD OF DIRECTORS

MEMBERS OF THE BOARD OF DIRECTORSAt the end of 2014, members of the Board of Directors comprise the following:

DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF THE BOARD OF DIRECTORSThe Board of Directors is responsible for managing the Company by formulating the business strategy and implementing work programs related to business activities and other interests with reference to the achievement of corporate objectives over the short, medium and long terms. This includes responsibility for the implementation of good corporate governance and risk management systems. The Directors shall be accountable for performance of its duties to shareholders in the GMS.

The Board of Directors has duties and responsibilities to direct and manage the Company in accordance to the objectives of the Company. Specifically, this entails initiatives to improve productivity, quality, effectiveness and efficiency in order to maximize profitability and secure business sustainability.

The duties and responsibilities as well as functions of the Board of Directors are set forth in the Articles of Association and bylaws of the Company.

DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF EACH DIRECTORThe division of tasks between the members of the Board of Directors is determined as follows:1. President Director Responsible for the coordination, direction and

supervision of all Company activities as well as to ensure and protect that all such activities are conducted in accordance with policies and objectives stated by the Board of Commissioners.

2. Vice President Director Responsible for assisting the President Director

in performing his duties related to managing coordination, direction and supervision of all Company activities and ensuring that all such activities are carried out in line with internal policies and objectives as determined by the Board of Commissioners.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk86

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

3. Direktur Keuangan• Bertanggung jawab atas pengembangan,

penyusunan dan perumusan kebijaksanaan serta prosedur-prosedur di bidang Akuntansi, Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

• Bertanggung jawab atas pengkoordinasian, pengarahan dan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan-kegiatan dari bidang Akuntansi, Keuangan, Sumber Daya Manusia, Umum, dan Sistem Informasi agar sesuai dengan tujuan dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan.

4. Direktur Komersial• Bertanggung jawab atas penyusunan,

perumusan dan pengembangan kebijaksanaan serta prosedur bidang logistik dan pemasaran serta penjualan.

• Bertanggung jawab atas pengkoordinasian, pengarahan dan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan-kegiatan Pemasaran, Logistik, Penjualan dari produk-produk yang dihasilkan Perusahaan sesuai dengan rencana-rencana dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan.

5. Direktur Operasi• Bertanggung jawab atas penyusunan,

perumusan dan pengembangan kebijakan-kebijakan serta prosedur-prosedur yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan di bidang perencanaan dan pengendalian produksi, pemeliharaan peralatan produksi dan peralatan lainnya di bidang pengendalian kualitas produksi.

• Bertanggung jawab atas pengkoordinasian, pengarahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan di bidang perencanaan dan pengendalian produksi, pemeliharaan peralatan produksi dan peralatan lainnya di bidang pengendalian kualitas produksi sesuai dengan rencana-rencana dan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh Direksi.

Dalam pelaksanaan tugasnya Direksi berpanduan sebagaimana fungsi, tugas dan tanggung Jawab berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perusahaan.

KEBIJAKAN SUKSESI DIREKSI Dalam rangka menjaga keberlangsungan pengelolaan dan operasional Perusahaan secara berkesinambungan, Perusahaan telah memiliki kebijakan yang jelas terkait suksesi Direksi sebagaimana yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perusahaan.

3. Finance Director• Responsible for development, compilation

and formulation of policies and procedures in Accounting, Finance, Human Resources, and Information System in both short- and long-terms.

• Responsible for coordination, direction and supervision of the activities in Accounting & Finance Division, Human Resources Division, General Affair Division, and Information System Division, as well as securing compliance to corporate purposes and policies that have been outlined.

4. Commercial Director• Responsible for compilation, formulation

and development of policies and procedures in logistics, marketing and sales.

• Responsible for the coordination, direction and supervision of all the activities conducted by Marketing, Logistics, Sales to handle the Company’s products in accordance with stated plans and policies.

5. Operation Director• Responsible for compilation, formulation

and development of policies and procedures related to activities in production planning and control, and maintenance of production equipment and other equipment for production quality control.

• Responsible for coordination, direction and supervision of production planning and control, maintenance of production equipment and other equipment for production quality control in accordance with plans and policies as stated by the Directors.

In the execution of duties, the Board of Directors takes guidance to its functions, duties and responsibilities based on the Articles of Association and bylaws of the Company.

BOARD OF DIRECTORS’ SUCCESSION POLICYTo effectively sustain the continuity of the Company’s management and business operations, the Company has a clear policy related to the succession of the Board of Directors as set forth in the Articles of Association and bylaws of the Company.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 87

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

PROSEDUR PENILAIAN KINERJA DIREKSIPenilaian atas kinerja Direksi dilakukan setiap triwulan dan setiap tahun. Proses penilaian merupakan wewenang Dewan Komisaris dan dilaksanakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada Key Performance Indicator dibandingkan dengan kondisi aktual yang dilaporkan dalam Laporan Manajemen secara Triwulan dan tahunan.

PROSEDUR PENETAPAN REMUNERASI DIREKSI

Direksi menerima remunerasi dari Perusahaan. Untuk tahun 2014, ketentuan remunerasi Direksi ditetapkan sesuai Surat Dewan Komisaris No. 01/DK/III/2014 tanggal 28 Maret 2014 Perihal Remunerasi Direksi

JUMLAH REMUNERASI DIREKSIRealisasi jumlah remunerasi Direksi Perusahaan pada tahun 2014 adalah sebesar Rp 3.620.905.828 (tiga miliar enam ratus dua puluh juta sembilan ratus lima ribu delapan ratus dua puluh delapan rupiah).

KEHADIRAN RAPAT ANGGOTA DIREKSIPada tahun 2014, telah diselenggarakan rapat Direksi sebanyak 78 kali, serta rapat gabungan dengan Dewan Komisaris dilaksanakan sebanyak 4 kali.

Tabel berikut menyajikan informasi kehadiran Direksi dalam rapat-rapat tersebut di atas.

NamaName

JabatanPosition

Jumlah BOD Meeting

Number of Meetings

Kehadiran Rapat BOD

BOD Meeting Attendance

JumlahBOD -BOC

Meeting Number of Meetings

Kehadiran Rapat BOD -

BOCMeeting

Attendance

Ardiman TA Direktur Utama President Director 78 75 4 4

Yoshimitsu Honda * Wakil Direktur Utama Vice President Director 78 23 4 1

Masaaki Enjuji ** Wakil Direktur Utama Vice President Director 78 52 4 3

R. Suprapto Indroprayitno

Direktur KomersialCommercial Director 78 78 4 4

Himawan Turatmo

Direktur Operasi (Direktur Independen)Operation Director (Independent Director)

78 76 4 4

Slamet Gunawan Direktur KeuanganFinance Director 78 75 4 4

*) Menjabat hingga 26 Maret 2014 Served until March 26, 2014**) Menjabat mulai 26 Maret 2014 Served from March 26, 2014

PROCEDURES FOR ASSESSMENT OF THE BOARD OF DIRECTORS’ PERFORMANCEAssessment in the performance of the Board of Directors is carried out quarterly and annually, under the authority of the Board of Commissioners. The assessment is made on the basis of criteria set forth in the Key Performance Indicators, by comparing against the actual conditions as provided in Management Reports quarterly and annually.

BOARD OF DIRECTORS’ REMUNERATION PROCEDUREThe Board of Directors receives remuneration from the Company. For the year 2014, the Board of Directors’ remuneration is determined as provided in the Letter of the Board of Commissioners No. 01/DK/III/2014 dated March 28, 2014 regarding Remuneration of the Board of Directors.

BOARD OF DIRECTORS’ REMUNERATIONThe actual remuneration for the Board of Commissioners in 2014 amounted Rp 3,620,905,828 (three billion six hundred twenty million nine hundred five thousand eight hundred twenty eight rupiah).

DIRECTORS’ MEETING ATTENDANCEDuring 2014, the Board of Directors’ meeting was held 78 times, while the joint meetings with the Board of Directors were conducted 4 times.

The table below provides information on the Board of Commissioners’ attendance in meetings.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk88

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

PELATIHAN DIREKSI Tidak ada pelatihan atau program orientasi yang diselenggarakan bagi Direksi selama tahun 2014.

KEPEMILIKAN SAHAM SERTA HUBUNGAN KELUARGA DAN KEUANGANSeluruh Direksi tidak memiliki hubungan keluarga dan/atau keuangan dengan anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi lainnya

Pada akhir tahun 2014, beberapa Direktur Perusahaan memiliki saham Perusahaan, dengan rincian sebagai berikut:

NamaName

JabatanPosition

Jumlah SahamNumber of Shares

PersentasePercentage

Ardhiman TA Direktur Utama President Director 291.000 0,0115323

Masaaki Enjuji Wakil Direktur UtamaVice President Director 0 0

R. Suprapto Indroprayitno Direktur KomersialCommercial Director 266.500 0,0105614

Himawan Turatmo

Direktur Operasi (Direktur Independen)Operation Director (Independent Director)

266.500 0,0105614

Slamet Gunawan Direktur KeuanganFinance Director 0 0

E. OPSI SAHAM

Program kepemilikan saham oleh manajemen dan karyawan atau MESOP berlanjut pada tahap ke-3. Pada tahun 2014, pelaksanaan opsi saham dilakukan dalam periode pelaksanaan terakhir dalam keseluruhan program MESOP, yaitu periode kedua tahap ke-3 opsi saham MESOP selama 30 hari bursa dimulai pada tanggal 1 Mei 2014. Sesuai ketentuan penetapan harga pelaksanaan, opsi saham periode kedua tahap ke-3 menggunakan harga pelaksanaan sebesar Rp 325 per saham.

Selama tiga tahun pelaksanaan opsi saham, karyawan dan manajemen melaksanakan sejumlah 3 tahap opsi saham, dengan ketentuan:1. Opsi saham tahap pertama mendapatkan

37.850.250 lembar saham pada tahun 2011 dan 2012.

2. Opsi saham tahap kedua mendapatkan 37.850.250 lembar saham pada tahun 2012 dan 2013.

3. Opsi saham tahap ketiga mendapatkan 50.467.000 lembar saham pada tahun 2013 dan 2014.

Sampai dengan selesainya periode pelaksanaan MESOP pada tanggal 12 Desember 2014, karyawan maupun manajemen belum menggunakan haknya karena harga pelaksanaan MESOP lebih tinggi dibandingkan harga pasar.

BOARD OF DIRECTORS’ TRAININGThere was no training or orientation program carried out for the Board of Directors during 2014.

SHARE OWNERSHIP, FAMILY AND FINANCIAL RELATIONSHIPAll members of the Board of Directors do not have family and/or financial relation with other Commissioners and/or Directors.

At the end of 2014, several members of the Board of Directors own shares in the Company, as follows:

E. STOCK OPTION

The Company’s Management and Employee Stock Option Program (MESOP) continued in its third phase. In 2014, the stock option exercise proceeded in the program’s last exercise period, which was the second period for the third phase of the MESOP for a term of 30 exchange days starting on May 1, 2014. Pursuant to conditions applicable for setting option exercise price, the Company applied an exercise price of Rp 325 per share for the second period of the third phase options.

Over the course of three years, the Company’s management and employees exercise their options in three phases, as follows:1. For the first phase of option exercise, the

Company issued 37,850,250 shares during 2011 and 2012.

2. For the second phase of option exercise, the Company issued 37,850,250 shares during 2012 and 2013.

3. For the third phase of option exercise, the Company issued 50,467,000 shares during 2013 and 2014.

Until the end of the MESOP exercise period on December 12, 2014, the employees and management have not exercised their options because the exercise price has remained higher than the market price of the shares.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 89

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

F. PEMBELIAN KEMBALI SAHAM DAN OBLIGASI

Selama tahun 2014, Perusahaan tidak melakukan pembelian kembali saham yang diterbitkan oleh Perusahaan.

Hingga saat ini, Perusahaan tidak menerbitkan obligasi korporasi.

G. SATUAN PENGAWASAN INTERN

Satuan Pengawasan Intern (SPI) merupakan unit internal yang secara fungsional dan administratif bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dan hasil audit kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris. Kegiatan SPI berfungsi untuk memberikan keyakinan dan konsultasi yang independen dan obyektif, yang dibuat untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kinerja operasi Perusahaan. Ruang lingkup sistem pengendalian intern mencakup pengendalian keuangan, komersial serta operasional Perusahaan.

SPI memiliki pedoman dan panduan pelaksanaan tugas-tugas berdasarkan Piagam Audit Satuan Pengawasan Internal yang sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam LK No. KEP-496/BL/2008 tanggal 28 November 2008 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal. Melengkapi perangkat kerja SPI adalah Sistem & Prosedur Pengawasan Operasional & Komersial yang disusun sebagai pedoman mekanisme pelaksanaan audit.

STRUKTUR DAN KEDUDUKAN SATUAN PENGAWASANSPI dipimpin oleh seorang Kepala Satuan Pengawasan Intern yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas persetujuan Dewan Komisaris. Auditor yang duduk dalam SPI bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala Satuan Pengawasan.

Sejak bulan Juli 2010 hingga saat ini, Kepala Satuan Pengawasan Intern dijabat oleh Drs. Achyadi Yusuf, MM. Profil Kepala Satuan Pengawasan Intern disajikan pada bagian Data Perusahaan pada halaman 125 dalam buku Laporan Tahunan ini.

F. BUY BACK OF SHARES AND BONDS

During 2014, the Company did not exercise any buy back transaction on Latinusa’s shares.

Until today, the Company has not issued corporate bonds.

G. INTERNAL AUDIT UNIT

The Internal Audit Unit (IAU) is a functional and administrative working unit that is directly responsible to the President Director and submits report on activities and audit results to the President Director and the Board of Commissioners. Internal Audit undertakes activities to provide assurance as well as independent and objective consultation, with the objective of creating added value and improving operational performance. The scope of the internal control system covers financial, commercial and operational control of the Company.

IAU works based on guidelines for implementing its duties as provided in the Internal Audit Charter, which is prepared pursuant to the Decree of the Chairman of Bapepam LK No. KEP-496/BL/2008 dated November 28, 2008 concerning Establishing and Guidelines for Preparing Internal Audit Charter. To complement IAU’s tools, the System & Procedure for Operational & Commercial Monitoring is prepared as the guidelines for performing the audit process.

INTERNAL STRUCTURE AND FUNCTION OF INTERNAL AUDITIAU is led by the Head of the Internal Audit unit, who is appointed and dismissed by the President Director with the approval of the Board of Commissioners. The auditors of IAU are directly responsible to the Head of the Internal Audit unit.

Since July 2010, Drs. Achyadi Yusuf, MM serves as Head of the Internal Audit. His profile is presented in the Corporate Data section on page 125 in this Annual Report.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk90

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

Adapun Struktur Organisasi SPI saat ini sesuai dengan Surat Keputusan Direksi HK.01.00/18/0000/2013 tanggal 31 Januari 2013 adalah sebagai berikut:

KepalaSatuan Pengawas Intern (SPI)

(1)

Administrator Auditor(1)

Manajemen Risiko(2)

Kepala Divisi Pengawasan Operasional & Komersial

(1)

Auditor Senior(3)

Auditor Junior(2)

JUMLAH DAN KUALIFIKASI PERSONIL SATUAN PENGAWASAN INTERNALJumlah personel SPI disesuaikan dengan kebutuhan unit kerja dan aktivitas audit. SPI memiliki 1 (satu) personil yang telah memiliki Sertifikat Qualified Internal Audit (QIA) yang dikeluarkan oleh Yayasan Pendidikan Internal Auditor (YPIA) dan personel yang mememiliki Sertifikat Pelatihan Audit dari Pusat Pengembangan Akuntansi & Keuangan (PPAK).

Personel SPI juga rutin mengikuti berbagai pelatihan audit dan sertifikasi profesi Auditor Internal baik yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Internal Auditor (YPIA) serta Pusat Pengembangan Akuntansi & Keuangan (PPAK).

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SATUAN PENGAWASAN INTERNALPiagam Audit menetapkan tugas dan tanggung jawab SPI sebagai berikut:1. Menyusun dan melaksanakan rencana Audit

Internal;2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan

pengendalian intern dan sistem manajemen risiko Perusahaan;

3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas pada seluruh unit kerja Perusahaan;

4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkatan manajemen;

5. Membuat laporan hasil audit, yang disampaikan kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris;

6. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;

At present, the organizational structure of IAU is as set forth in the Board of Directors’ Decision Letter No. HK.01.00/18/0000/2013 dated January 31, 2013 as follows:

NUMBER AND QUALIFICATIONS OF INTERNAL AUDIT PERSONNELThe number of IAU personnel is matched to the requirement of the working unit and audit activities. Currently, the Company has 1 (one) IAU personnel who has obtained the Qualified Internal Audit (QIA) Certificate issued by the Internal Auditor Education Foundation (YPIA) and have personnel who have obtained Audit Training Certificate from the Center of Accounting & Finance Development (PPAK).

IAU personnel also routine participates in various audit training and Internal Auditor professional certifications, both conducted by the Internal Auditor Education Foundation (YPIA) and Center of Accounting & Finance Development (PPAK).

DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF INTERNAL AUDIT UNITThe Audit Charter defines the tasks and responsibilities of IAU as follows:1. To develop and implement plans of Internal

Audit;2. To test and evaluate the implementation of

internal control and risk management systems;3. To perform examination and assessment of the

efficiency and effectiveness in all work units of the Company;

4. To suggest improvements and objective information about the activities being examined at all levels of management;

5. To make audit reports, for submission to the President Director and the Board of Commissioners;

6. To monitor, analyze and report on the implementation of follow-up improvements that have been suggested;

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 91

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

7. Bekerja sama dengan Komite Audit dalam membantu pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Dewan Komisaris;

8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya; dan

9. Melaksanakan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.

PELAKSANAAN TUGAS SATUAN PENGAWASAN

Sesuai dengan Piagam Audit Internal, SPI bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dalam hal memberi penilaian yang objektif dan independen berupa rekomendasi berdasarkan hasil-hasil kegiatan evaluasi dan audit atas aktivitas bisnis Perusahaan.

Pada tahun 2014, kegiatan dan aktivitas SPI dirangkum sebagai berikut:1. Selama tahun 2014, SPI berfokus pada

pelaksanaan audit dan Penerbitan 2 Laporan Hasil Audit yaitu Evaluasi Performance Produksi 2012 s.d. 2014 dan Pengelolaan klaim dan komplain pelanggan.

2. Monitoring dan Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Audit.

Selama tahun 2014, SPI melakukan monitoring dan penyelesaian tindak lanjut atas Laporan Hasil Audit tahun 2013 yang masih dalam status terbuka serta monitoring dan penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Audit tahun 2014.

3. Terlaksananya kegiatan konsultasi atas pengendalian intern sesuai dengan permintaan dari auditee.

4. Berdasarkan Piagam Audit, SPI melakukan Pengujian dan Evaluasi atas sistem pengendalian intern Perusahaan tahun 2014.• Counterpart pelaksanaan audit oleh Auditor

dari Internal Audit NSSMC dan Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG).

• Mitra dalam aktivitas pengawasan oleh Komite Audit Perusahaan.

5. Penyusunan Program Kerja Audit Tahunan (PKAT) Tahun 2015.

SPI telah menyusun Program Kerja Audit Tahunan (PKAT) 2015 yang berisi rencana audit, program kerja, dan termasuk rencana kegiatan pendidikan bagi personel SPI. SPI menyiapkan rencana audit tahunan berdasarkan indikator-indikator yang disusun dalam Audit Universe Satuan Pengawasan Intern.

SPI juga melakukan pengujian sistem kontrol untuk memastikan bahwa risiko-risiko tingkat tinggi dan ekstrim telah dimitigasi dan memberikan rekomendasi tindakan perbaikan yang diperlukan. Audit Internal juga melakukan monitoring atas

7. To work closely with the Audit Committee in assisting the implementation of oversight functions by the Board of Commissioners;

8. To develop a program to evaluate the quality of internal audit activities performed; and

9. To carry out special audits/inspections if necessary.

INTERNAL IMPLEMENTATION OF DUTIES OF INTERNAL AUDIT UNITPursuant to the Internal Audit Charter, IAU is directly responsible to the President Director in providing objective and independent evaluation with end result in the form of recommendations based on conclusions/findings of evaluation and audit on the Company’s business activities.

During 2014, the activities of IAU are described as below:1. During 2014, IAU focused on the audit

implementation and published 2 Audit Reports, namely Production Performance Evaluation 2012–2014 and Customer Claims and Complaints Management.

2. Monitoring and Finalizing Follow-Up Audit. During 2014, IAU monitored and followed up the

completion of 2013 Audit Reports that remained in open status, in addition to running monitoring and finalization of follow-up for audits done in 2014.

3. Implemented consultation services for internal control as requested by auditee.

4. Based on the Audit Charter, IAU conducted Testing and Evaluation reports on the internal control system for 2014.• Counterpart audit implementation by the

Auditors from Internal Audit of NSSMC and Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG).

• Partner in oversight activities is the Company’s Audit Committee.

5. Preparation of 2015 Annual Audit Work Program (PKAT).

IAU has established 2015 Annual Audit Work Program (PKAT), which contains the audit plan, work programs, and including plans for educational activities designed for IAU personnel. IAU prepares an annual audit plan based on indicators set out in the Audit Universe of the Internal Audit Unit.

IAU also performs testing on control system to ensure that high and extreme risks have been mitigated accurately, and makes recommendations, among others, on necessary corrective measures. Internal Audit also follows up on corrective actions

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk92

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

tindakan-tindakan perbaikan yang telah disetujui guna memastikan pelaksanaan yang tepat dan akurat.

H. AUDIT EKSTERNAL

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal 26 Maret 2014, Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) telah ditunjuk sebagai auditor eksternal yang akan bertugas melakukan pemeriksaan audit terhadap laporan keuangan Perusahaan untuk Tahun Buku 2014.

Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) telah melaksanakan audit terhadap laporan keuangan Perusahaan selama periode 3 (Tiga) tahun. Untuk pelaksanaan audit tersebut, biaya yang dibayarkan telah ditetapkan sebesar USD 51.500 (Lima Puluh satu Ribu Lima Ratus US Dollar).

Selain pemeriksaan audit terhadap laporan keuangan tahunan, Akuntan Publik tidak melakukan jasa pemeriksaan atau konsultasi lainnya kepada Perusahaan pada tahun 2014.

I. KEPATUHAN HUKUM

Perusahaan menjunjung tinggi kepatuhan terhadap ketentuan hukum serta regulasi dan peraturan pasar modal. Divisi Sekretaris Perusahaan membantu Direksi untuk menangani kepentingan Perusahaan dari sisi hukum dan dalam kepatuhan terhadap peraturan dan perundangan yang berlaku.

Pada tanggal 31 Desember 2014 Perusahaan beserta anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak terlibat dalam sengketa hukum di pengadilan dan tidak dikenai sanksi administratif oleh otoritas pasar modal maupun otoritas lainnya yang memiliki dampak material terhadap kinerja keuangan Perusahaan.

J. SEKRETARIS PERUSAHAAN

Sekretaris Perusahaan berfungsi sebagai staf penghubung Perusahaan dan perantara Perusahaan dengan otoritas pasar modal, investor, dan masyarakat umum. Peran Sekretaris Perusahaan sangat penting bagi konsistensi Perusahaan dan kepatuhan pada prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SEKRETARIS PERUSAHAANSekretaris Perusahaan bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan kegiatan yang mencakup bidang hukum, pasar modal, dan hubungan masyarakat,

that were approved for implementation, to ensure proper and accurate application.

H. EXTERNAL AUDIT

The Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) held on March 26, 2014, appointed Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) as the Company’s external auditor responsible for performing audit on the financial statements for the fiscal year 2014.

Registered Public Accountant of Siddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG) has performed an audit of Latinusa’s financial statements for a period of 3 (three) fiscal years. The fee charged to the Company for its financial statements audit for the fiscal year 2014 is USD 51,500 (fifty One Thousand Five Hundred US Dollar).

Other than audit of the annual financial statements, the Public Accountant does not undertake other review or consultation services for the Company during 2014.

I. LEGAL COMPLIANCE

The Company upholds compliance with the law and capital market rules and regulations. The Corporate Secretary Division assists the Board of Directors in handling the legal interests of the Company and its compliance with applicable rules and regulations.

As at December 31, 2014 the Company and the members of the Board of Commissioners and the Board of Directors are not involved in legal disputes in the courts and are not subject to administrative sanctions by the capital market authorities and other authorities, that have a material effect on the Company’s financial performance.

J. CORPORATE SECRETARY

The Corporate Secretary functions as the Company’s liaison officer and intermediary in relation to the capital market authorities, investors, and the public. The role of the Corporate Secretary is essential to the Company’s consistent and effective adherence to the principles of Good Corporate Governance.

DUTIES AND RESPONSIBILITIES OF CORPORATE SECRETARYThe Corporate Secretary is responsible for coordinating activities spanning the fields of law, capital markets, public relations, corporate

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 93

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

tata kelola Perusahaan, CSR, perizinan serta pemberian pelayanan jasa-jasa administrasi kepada Direksi, sehingga seluruh aktivitas Perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Tugas-tugas lain yang ditangani oleh Sekretaris Perusahaan mencakup fungsi kesekretariatan untuk manajemen Perusahaan, hubungan investor dan hubungan masyarakat, hukum dan kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan, industri dan pasar modal.

Sejak bulan Maret 2014, jabatan Sekretaris Perusahaan ditangani oleh Wuri Wuryani. Profil singkat Sekretaris Perusahaan dapat dilihat pada bagian Data Perusahaan pada halaman 125 dalam buku Laporan Tahunan ini.

PELAKSANAAN TUGAS SEKRETARIS PERUSAHAAN

Pada tahun 2014, kegiatan dan aktivitas Sekretaris Perusahaan dirangkum sebagai berikut. 1. Tugas Harian:

a. Senantiasa mengikuti perkembangan kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh Direksi, Pasar Modal, Departemen, maupun instansi pemerintah lainnya yang relevan bagi Perusahaan.

b. Memberikan bantuan hukum kepada Direksi dan kepada seluruh unit organisasi.

c. Mengawasi dan membantu penyusunan dan perumusan kontrak serta perjanjian yang dilakukan Perusahaan, atau atas peraturan-peraturan yang akan dikeluarkan oleh Perusahaan.

d. Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas setiap informasi, baik itu dari Bapepam-LK atau informasi lain yang dibutuhkan pemodal yang berkaitan dengan kondisi Perusahaan.

e. Mengatur, memberikan dan mengawasi kegiatan yang berkaitan dengan penenangan dan penjelasan yang diperlukan kepada masyarakat mengenai keadaan dan perkembangan Perusahaan dalam rangka membentuk citra positif.

f. Mengatur, menyelenggarakan, dan mengawasi pelaksanaan dalam pelayanan di bidang jasa kesekretariatan, seperti pengaturan, penyelesaian, pemeliharaan, dan penyimpanan surat, catatan/notulensi, serta dokumen, baik untuk keperluan internal maupun eksternal Perusahaan.

g. Membentuk serta memperluas jaringan terutama dengan lembaga hukum pemerintah.

h. Mengelola hubungan dengan pemerintah dan industri sejenis.

governance, corporate social responsibility, licensing, and also for provision of administrative services to the Board of Directors, such that all of the Company’s activities may run properly.

Other functions handled by the Corporate Secretary cover secretariat duties for the Company’s management, public and investor relations, legal issues and compliance with rules and regulations issued by the government, as well as industry and capital market authorities.

Since March 2014, the position of Corporate Secretary is held by Wuri Wuryani. For a short description of her profile, refer to the Corporate Data section on page 125 in this Annual Report.

IMPLEMENTATION OF DUTIES OF CORPORATE SECRETARYDuring 2014, the activities of Corporate Secretary are as described below.1. Daily Duties:

a. Always up to date regarding policies and regulations issued by the Board of Directors, Capital Market, Department and other government agencies that are relevant to the Company.

b. Providing legal assistance to the Directors and to all organizational units.

c. Supervise and assist the preparation and formulation of contracts and agreements by the Company, or regulations to be issued by the Company.

d. Providing service to the public regarding information, including those sourced from Bapepam-LK or other necessary information required by investors related to the Company’s conditions.

e. Organize, conduct and supervise activities related to the appeasement and necessary explanations to the public about the Company’s conditions and developments in the effort to build a positive image.

f. Organize, conduct, and supervise delivery of services in respect to secretarial duties, such as organizing, completion, maintenance, and storage of letters, notes/minutes of meeting, as well as documents, for both Company’s internal and external purpose.

g. Establish and expand networks, especially with government legal agencies.

h. Managing relationships with government and similar industries.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk94

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

i. Mengelola kebijakan Good Corporate Governance.

j. Merencanakan, mengkoordinir dan mengimplementasikan perubahan (change) serta usaha-usaha perbaikan (improvement) Perusahaan.

k. Mengatur dan mengawasi jamuan untuk tamu-tamu Perusahaan, upacara-upacara resmi, dan tugas-tugas keprotokolan.

l. Mengatur dan mengawasi kegiatan tanggung jawab Perusahaan (CSR) guna menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan lingkungan.

m. Mengawasi pelaksanaan dan mengikuti manajemen K3 serta memelihara tata tertib dan disiplin kerja.

2. Tugas Periodik:a. Mengatur dan mengawasi agar material dan

laporan untuk rapat Direksi, rapat Dewan Komisaris dan rapat pemegang saham tepat pada waktunya, di samping juga mengatur dan mengawasi penyimpanan dokumen.

b. Menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rapat Kerja Perusahaan, serta Pertemuan Direksi dan Karyawan (triwulan, semester, dan tahunan).

c. Melakukan penyampaian pelaporan kepada OJK.

3. Tugas Insidentil:a. Mewakili manajemen dalam upacara

seremonial dalam upaya pembinaan jaringan kerja Perusahaan, khususnya dengan pemerintah.

b. Ikut serta dalam pengelolaan lingkungan.c. Menjembatani komunikasi antara pimpinan

Perusahaan dengan publik, OJK, dan bursa.d. Menjadi juru bicara Perusahaan sesuai

dengan petunjuk pejabat Perusahaan.

K. KOMUNIKASI PERUSAHAAN

AKSES INFORMASI Sesuai regulasi Pasar Modal dan Bursa Efek Indonesia, Perusahaan wajib mematuhi ketentuan terkait keterbukaan informasi yang diatur dalam peraturan Bursa Efek dan Pasar Modal. Selain itu, untuk pemenuhan kepatuhan, Perusahaan berinteraksi secara aktif dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menyediakan informasi yang terkini terkait setiap perkembangan dan perubahan yang terjadi di Perusahaan.

Penyebarluasan informasi dan data korporasi dilakukan dengan menggunakan berbagai media komunikasi dalam rangka memaksimalkan akses bagi seluruh stakeholder untuk memperoleh informasi dan data korporasi setiap saat.

i. Managing Good Corporate Governance policy.

j. Plan, coordinate and implement change as well as improvement efforts to the Company.

k. Regulate and supervise banquet for corporate guest, official ceremonies, and protocol duties.

l. Regulate and supervise corporate social responsibility (CSR) activities in order to maintain good relations with the surrounding community and environment.

m. Oversee the implementation and follow the Company’s HSE management and maintain regulation and discipline at work.

2. Periodic Duties:a. Regulate and oversee that materials and

reports to the Board of Directors’ meeting, the Board of Commissioners’ meetings, and shareholders’ meetings arrive timely, also organize and oversee the storage of documents.

b. Manage that General Meeting of Shareholders (GMS), the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGM), the Company’s Work Meetings, and the Board of Directors and Employees (quarterly, semester, and annual) meetings proceed smoothly.

c. Delivering reports to OJK.3. Incidental Duties:

a. Representing management in ceremonial events in order to enhance the Company’s network, especially with the government.

b. Participate in environmental management.c. Bridging communication between the

Company’s top management and the public, OJK, and the stock exchange.

d. Serving as spokesperson in accordance with guidance from the Company’s management.

K. CORPORATE COMMUNICATIONS

INFORMATION ACCESS Pursuant to Capital Market and Indonesia Stock Exchange regulations, the Company is subject to information disclosure requirements as stipulated in rules of the Stock Exchange and the Capital Market. In addition, for compliance fulfillment, Latinusa actively engages and interacts with stakeholders in providing information on the development and changes taking place in the Company.

Distribution of corporate information and data are made through a wide range of communication media in order to provide optimum access for all stakeholders at all times.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 95

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Sepanjang tahun 2014, Perusahaan telah mendistribusikan informasi terkait Perusahaan melalui berbagai media komunikasi sebagai berikut: 1. Konferensi Pers: 1 kali 2. Laporan Keuangan Triwulanan: 4 kali 3. Laporan Tahunan: 1 kali4. Public Expose: 1 kali5. Siaran Pers: 1 kali 6. RUPS Tahunan: 1 kali

KOMUNIKASI EKSTERNAL Perusahaan menyediakan berbagai jalur komunikasi yang efisien untuk menjalin interaksi dan komunikasi dua-arah dengan pihak eksternal, melalui telepon, faksimili, email, dan website.

KOMUNIKASI INTERNALPerusahaan juga senantiasa membina komunikasi yang baik dengan para karyawan. Beberapa media komunikasi internal yang telah dimanfaatkan, di antaranya briefing Direksi serta publikasi Bulletin Latinusa “BULAT” dan intranet. Hal tersebut bertujuan untuk menunjang kelancaran koordinasi dan kerja sama tim, sekaligus wadah untuk mensosialisasikan informasi umum dan program-program internal untuk membangun budaya kerja dan hubungan antar karyawan yang kondusif.

L. ETIKA DAN PEDOMAN PERILAKU

KEBERADAAN DAN PENERAPAN ETIKA DAN PEDOMAN PERILAKULatinusa meyakini bahwa komunikasi, kontrol internal, dan proses-proses harus secara konsisten disesuaikan dengan syarat-syarat dan tujuan Perusahaan serta keadaan pasar yang senantiasa berubah. Perusahaan menjabarkan nilai-nilai Perusahaan dan etika bisnis dalam Pedoman Perilaku, yang berfungsi sebagai panduan praktis bagi seluruh organ Perusahaan dan karyawan.

Pedoman Perilaku Latinusa berlaku dan diterapkan secara menyeluruh terhadap anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, anggota Komite, dan karyawan dengan mengatur perilaku dalam berinteraksi dengan pihak lain dan sekaligus memberi landasan pada pelaksanaan proses pengambilan keputusan.

Pedoman perilaku merupakan elaborasi dari visi, misi, nilai-nilai, dan praktik-praktik baik yang perlu diperhatikan sehubungan dengan:• penghormatan hak asasi manusia;• keselamatan dan kesehatan kerja serta

lingkungan;

During 2014, the Company has distributed corporate information using the following media of communication:1. Press Conference: 1 time2. Quarterly Financial Report: 4 times3. Annual Report: 1 time4. Public Expose: 1 time5. Press Release: 1 time6. AGMS: 1 time

EXTERNAL COMMUNICATIONThe Company provides various forms of communication channels to facilitate efficient and optimal interaction and two-way communication with external parties, through telephone, facsimile, email, and website.

INTERNAL COMMUNICATIONThe Company also consistently promotes efforts to intensify communication with employees. Several forms of reliable media are used for internal communication, comprising Director’s briefing, publication of Latinusa’s Bulletin “BULAT” and the intranet. This aspect is highly critical in supporting effective coordination and solid teamwork, while allowing extensive socialization of general information and internal programs for a robust corporate culture and constructive employee relationships.

L. ETHICS AND CODE OF CONDUCT

COMPANY CODE OF CONDUCT AND APPLICATIONLatinusa believes that our communication, internal controls and processes must constantly adapt to the changes in the Company’s requirements and objectives, also to developments in the market. The Company outlines corporate values and business ethics in the Code of Conduct, which functions as a practical guideline for all corporate organs and employees.

Latinusa’s Code of Conduct applies comprehensively and binds all members of the Board of Commissioners and Directors, Committee members, and employees by controlling personal conducts in their interaction with other parties and at the same time serves as the foundation for the decision-making process.

The Code of Conduct is an elaboration of the Company’s vision, mission, values and best practices that need to be considered in relation to:• respecting human rights; • occupational and environmental health and

safety;

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk96

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

• kesempatan kerja yang adil;• benturan kepentingan; • pembayaran tidak wajar;• hadiah dan hiburan;• hubungan dengan pemerintah;• hubungan dengan pemasok; • hubungan dengan konsumen;• perdagangan internasional;• kerahasiaan informasi,• pengawasan dan pengelolaan aset;• perlindungan kekayaan intelektual; dan • pelaporan pelanggaran terhadap Pedoman

Perilaku Perusahaan.

ETIKA KERJA1. Kepatuhan Terhadap Hukum Dalam menjalankan operasional bisnis

Perseroan, baik manajemen maupun karyawan harus mematuhi aturan dan hukum yang berlaku. Pedoman pelaksanaan hal tersebut adalah sebagai berikut: a. Dewan Komisaris, Direksi, dan karyawan

melaksanakan pekerjaan dengan mengacu pada instruksi kerja dan prosedur yang berlaku dengan penuh rasa tanggung jawab.

b. Para atasan memberikan bimbingan kepada para staf yang ada di unit masing-masing agar sikap dan perilaku kerjanya sesuai dengan etika dan peraturan yang berlaku.

c. Para atasan bersikap kritis terhadap hasil kerja staf di unit masing-masing sehingga dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan yang berlaku di Perseroan.

d. Anggota Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan berani melaporkan kepada pihak terkait jika terjadi indikasi penyimpangan dalam sistem, aturan, dan prosedur kerja yang berlaku

2. Benturan Kepentingan Benturan kepentingan merupakan keadaan

dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis Perseroan dan kepentingan ekonomis anggota Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan. Oleh karenanya dalam menghadapi situasi tersebut, pihak-pihak terkait wajib:a. mendahulukan kepentingan Perseroan

daripada kepentingan pribadi, keluarga, kerabat, golongan, dan atau pihak lain;

b. dilarang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi, keluarga, kerabat, golongan, dan atau pihak lain.

3. Donasi, Hadiah, dan Jamuan Bertindak jujur, integritas tinggi, dan mempunyai

reputasi baik dalam melakukan kegiatan usaha merupakan modal utama bagi Perseroan. Sebaliknya, ketidakjujuran dan moral rendah memberikan citra negatif bagi Perseroan dalam

• fair employment opportunities;• conflicts of interest;• improper payments;• gifts and entertainment;• relationship with the government;• relationship with suppliers;• relationship with customers;• international trade;• confidential information;• asset management and supervision;• protection of intellectual rights; and• reporting violations of the Code of Conduct.

WORK ETHICS1. Adherence to the Law In carrying out the Company’s business

operations, both management and employees must comply with the rules and the laws. The guidelines for implementation are as follows:a. The Board of Commissioners, the Board of

Directors, and employees carry out their respective tasks by abiding to proper work instructions and procedures with a deep sense of responsibility.

b. The superior officers provide guidance to their respective staff in each unit, so that his/her attitude and behavior are aligned with applicable ethics and regulations.

c. The superior officers must be critical of the work performed by the staff in each unit in order to be accountable in accordance with rules enforced by the Company.

d. Members of the Board of Commissioners and Directors, also the employees, must have the courage to report to relevant parties should there be indication of irregularities within the system, rules, or applicable procedures.

2. Conflict of Interest Conflict of interest is a situation where there

is a conflict of economic interests between the Company with members of the Board of Commissioners, Directors, and employees of the Company. Therefore, in this situation, all related parties shall:a. put the interests of the Company above

themselves, as well as their family, relatives, groups, and or other parties;

b. be prohibited from misusing their positions for the interest or advantage of themselves, as well as their family, relatives, groups, and or other parties.

3. Donation, Gift, and Entertainment The Company demands of all parties to act

truthfully with high integrity and maintain good reputation in running business activities. On the other hand, dishonesty and inappropriate behavior contribute to the Company’s negative

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 97

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

melakukan usahanya. Oleh karena itu, dalam melakukan transaksi dengan pihak luar selalu berusaha mentaati peraturan yang berlaku, walaupun terdapat peluang, Perseroan tetap memilih bersikap jujur dan berintegritas tinggi.

Untuk menjamin terlaksananya etika ini, kepada Dewan Komisaris dan Direksi dan karyawan dituntut untuk melaksanakan sikap-sikap tidak menerima donasi, hadiah atau jamuan, padahal diketahui atau patut diduga bahwa donasi, hadiah atau jamuan tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.

4. Anti Diskriminasi Dalam menjalankan operasional kesehariannya,

penting bagi semua entitas dalam Perseroan untuk diberikan dan mendapatkan rasa keadilan tanpa adanya diskriminasi. Untuk menjamin hal tersebut, kepada Dewan Komisaris dan Direksi dan karyawan dituntut untuk memberikan perlakuan yang sama kepada semua pihak dalam Perseroan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) atau keadaan khusus lainnya yang dilindungi oleh Peraturan Perundangundangan.

5. Integritas Laporan Keuangan Sebagai Perseroan terbuka/publik, validitas

dan akuntabilitas laporan keuangan merupakan hal yang mutlak. Oleh karena itu, baik pihak manajemen maupun karyawan harus memberikan dan menjamin tersedianya laporan keuangan yang valid dan akuntabel.

6. Perlindungan Informasi Perseroan Pada dasarnya, seluruh unsur Perseroan

berkewajiban menjaga kerahasiaan informasi Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan memberikan batasan kepada seluruh unsur Perseroan baik Dewan Komisaris, Direksi, dan Karyawan dalam menjaga atau mengungkapkan rahasia Perseroan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, peraturan Perseroan dan kelaziman dalam dunia usaha.

7. Informasi Orang Dalam (Insider Trading) Seluruh unsur Perseroan dilarang untuk:

a. Menyalahgunakan informasi yang berkaitan dengan Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada informasi rencana pengambil-alihan, penggabungan, dan pembelian kembali saham;

b. Setiap mantan anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan dilarang mengungkapkan informasi yang menjadi rahasia Perseroan yang diperolehnya selama menjabat atau menjadi pemegang saham di Perseroan, kecuali informasi

reputation for its business. Therefore, in dealing with external parties, one must always comply with the applicable rules. Despite the odds, the Company will always choose to be honest and maintain the highest integrity.

To provide assurance in upholding this ethical principle, the Board of Commissioners and Directors, also the employees are required to observe rules in respect to refusing donations, gifts, or entertainment offered, regardless of common knowledge that donations, gifts, or entertainment are generally provided to induce a person to act or not to act in the capacity of his/her position that are contrary to their obligations.

4. Anti-Discrimination In carrying out daily operations, it is important

for all entities within the Company to give and receive justice without any discrimination. To ensure this, the Board of Commissioners and Directors, also the employees are required to give equal treatment to all parties in the Company, regardless of ethnicity, religion, race, and collective group, or other special circumstances that are protected by legislation.

5. Integrity of the Financial Statements For all listed companies, validity and

accountability of financial statements is an absolute standard. Therefore, both Company management and employees must provide and ensure the validity and accountability of the financial statements.

6. Confidentiality of Company Information Essentially, all internal parties of the Company

are obliged to maintain confidentiality of Company information. Therefore, the Company formulates proper restrictions to the Board of Commissioners, Directors, and also employees in maintaining or disclosing the Company’s information in accordance with the law, the Company’s regulations, and common business practices.

7. Insider Trading All internal parties within the Company are

prohibited from:a. Misusing the Company’s information,

including but not limited to information about acquisition, mergers, and share buybacks;

b. Every individual who served as a Commissioner, Director, or employee of the Company are prohibited from disclosing the Company’s confidential information that was obtained during his/her service to the Company or as a shareholder of

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk98

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

tersebut diperlukan untuk pemeriksaan dan penyidikan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku, atau tidak lagi menjadi rahasia milik Perseroan.

8. Perlindungan Harta Perseroan Guna menjaga kondisi keuangan yang

sehat dan pertumbuhan Perseroan yang berkesinambungan, seluruh entitas Perseroan berkewajiban untuk: • menjaga aset Perseroan, baik yang melekat

langsung pada diri dan atau jabatannya maupun aset Perseroan lainnya;

• tidak menggelapkan atau membiarkan uang Perseroan, surat berharga, ataupun aset Perseroan lainnya diambil atau digelapkan oleh orang lain, atau membantu dalam melakukan perbuatan tersebut.

9. Kegiatan Sosial dan Politik Perseroan memiliki kebijakan yang

mengharuskan organ Perseroan, Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan yang mewakili Perseroan dalam setiap aktivitas Pemerintah dan politik untuk patuh terhadap peraturan perundangundangan yang mengatur keterlibatan Perseroan dalam urusan publik, yaitu dengan cara: • Menghindari dan tidak menggunakan

dana atau sumber daya Perseroan untuk menyumbang partai politik apapun, kecuali memenuhi ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku dan disetujui Direksi;

• Menghindari dan tidak menggunakan dana atau sumber daya Perseroan untuk tujuan kampanye politik, penggalangan dana politik maupun untuk tujuan partisipasi politik;

• Perseroan tidak melarang atau mencegah Karyawan di semua tingkatan untuk menggunakan haknya selaku warga Negara untuk terlibat dalam politik, termasuk dalam hal pemberian sumbangan uang pribadi kepada partai politik, sepanjang dibenarkan oleh peraturan yang berlaku dan bukan atas nama Perseroan.

10. Perilaku Etis Terhadap Sesama Rekan Kerja Dalam rangka menumbuhkan iklim kerja

yang positif dan kondusif, sesama rekan kerja hendaknya:a. Saling mengingatkan terkait pelaksanaan

sistem, aturan, dan prosedur kerja yang berlaku.

b. Menghormati kompetensi sesama rekan kerja.

c. Berperilaku sopan dan santun dengan sesama rekan kerja.

the Company, unless such information is required for purposes of inspection or investigation in accordance with applicable regulations, or whenever the information is no longer considered as confidential to the Company.

8. Protection of Company Assets In order to secure the Company’s financial

soundness and sustainable growth, all internal parties of the Company are obliged to:• secure the Company’s assets, including those

that are directly attached onto himself and or position or other assets of the Company;

• discouraged from embezzling or allowing the Company’s fund, securities, or other assets to be taken by another party, or providing assistance in committing such act.

9. Social and Political Activities The Company has a policy requiring all

organizations, the Board of Commissioners, Directors, and employees within the Company to represent the Company in political and government activity with strict adherence to laws and regulations governing the Company’s involvement in public affairs, particularly by:• Avoid misappropriation of the Company’s

funds or resources as contribution to political party, unless carried out in compliance with applicable laws and regulations as approved by the Board of Directors;

• Avoid misappropriation of the Company’s funds or resources for purposes of political campaign, political fund raising, or political participation;

• The Company does not prohibit or discourage employees at all levels to exercise his/her right as a citizen to be involved in politics, including donating their personal funds to political parties, for as long as their actions are justified by applicable regulations and not on behalf of the Company.

10. Ethical Conducts to Co-workers In order to foster a positive and favorable working

environment, co-workers shall:

a. Give mutual advice on observing applicable systems, rules, and work procedures.

b. Respect the competencies of co-workers.c. Maintain politeness and courtesy among

coworkers.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 99

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

d. Menjalin kerja sama dan komunikasi dengan pihak terkait demi efektivitas pelaksanaan pekerjaannya.

e. Membagi ilmu dan pengalaman, serta memberikan contoh perilaku yang baik kepada sesama rekan kerja.

f. Terbuka atas saran dan kritik dari sesama rekan kerja.

g. Memberikan apresiasi atas hasil kerja dan prestasi kerja sesama rekan kerja.

h. Menjadikan forum diskusi sebagai bagian jalan keluar penyelesaian masalah.

SOSIALISASI PEDOMAN PERILAKUPenyebaran Pedoman Perilaku dilakukan sebagai berikut:

Tenaga KerjaEmployees

• Sosialisasi langsung kepada karyawan Direct communication with employees• Sosialisasi diinformasikan di berbagai lokasi strategis Communicated via information placed in strategic locations as:

a. Buku Agenda/Annual Plannerb. Bulat (Buletin Latinusa)c. Badge karyawan/Employee badged. Kalender/Calendere. Spanduk/Poster

Pemasok dan Mitra BisnisSuppliers and Business Partners

• Penjelasan langsung saat aanweijzing on-the-spot explanation during aanweijzing• Pendaftaran sebagai rekanan registration as business associate/partner

PelangganCustomers

• Buku Agenda Annual Planner• Kalender Calender• Brosur & Company Profile Brochure & Company Profile

Pemegang SahamShareholders

RUPSTAGMS

Masyarakat UmumGeneral Public

Program Bina LingkunganCommunity Development Programs

Perusahaan secara aktif memantau perilaku etis Perusahaan (dan karyawan) terhadap sesama pihak internal, pelanggan, pemasok/mitra kerja dan stakeholder lainnya, dengan menggunakan indikator-indikator yang telah ditentukan.

d. Establish cooperation and communication with stakeholders for effective implementation of their work.

e. Share knowledge and experience, and also display exemplary behaviors to co-workers.

f. Be open to suggestions and criticisms from coworkers.

g. Express appreciation for work and achievements attained by co-workers.

h. Utilize discussion forums as an alternative problem-solving mechanism.

CODE OF CONDUCT INFORMATIONDistribution of the Code of Conduct is made in the following manner:

The Company actively monitors the ethical behaviour of management (and employees) to other internal parties, customers, suppliers/business partners and other stakeholders, using a range of pre-determined indicators.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk100

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

BUDAYA PERUSAHAANRestrukturisasi dan reformasi organisasi terus dilakukan secara intensif dan berkesinambungan dalam rangka menyelaraskan nilai-nilai dan standar yang telah tertanam dalam budaya dan identitas Latinusa. revamping yang berlanjut pada perombakan proses kerja secara besar-besaran menuntut perubahan pola pikir dan pola kerja seluruh jajaran karyawan ke arah yang lebih baik.

Budaya Perusahaan sebagai pedoman perilaku bagi seluruh jajaran manajemen dan karyawan, dirumuskan ke dalam seperangkat nilai, yaitu: 1. Integritas 2. Profesional 3. Fokus Terhadap Pelanggan

M. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA

Keterangan lebih lanjut terkait peristiwa setelah tanggal Neraca dapat dilihat pada bagian catatan atas Laporan Keuangan Perusahaan.

N. SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN

Latinusa berkomitmen untuk menjaga dan membina keamanan, kejujuran, dan keadilan dalam lingkungan kerja Perusahaan. Tindakan-tindakan penyimpangan dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan kerja. Oleh sebab itu, sejak 14 Desember 2011 Perusahaan telah menerbitkan mekanisme Whistleblowing System, yang dituangkan dalam sistem dan prosedur level 2, Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) Whistleblowing System sebagai pedoman bagi seluruh stakeholder Perusahaan.

PENGELOLA PENGADUANUntuk saat ini, pengelola sistem pelaporan pengaduan merupakan wewenang SPI.

PROSEDUR PELAPORANDalam hal terjadinya suatu pelanggaran, pelapor membuat pengaduan dan pengungkapan kepada SPI sebagai pengelola Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP). Setelah menerima aduan dan laporan dari pelapor, dilakukan klarifikasi awal, dilanjutkan dengan investigasi. Keseluruhan temuan yang diungkap dituangkan dalam sebuah Laporan Investigasi, untuk disampaikan kepada Direksi.

PERLINDUNGAN PELAPORIdentitas pelapor dijamin kerahasiaannya oleh Perusahaan. Hal tersebut bertujuan untuk menjamin perlindungan terhadap pelapor dari segala bentuk ancaman, intimidasi, hukuman ataupun tindakan tidak menyenangkan dari pihak yang dilaporkan dan lainnya, selama pelapor menjaga kerahasiaan kasus yang diadukannya.

CORPORATE CULTURELatinusa intensively and continuously pursues organizational reformation and restructuring in alignment to the values and standards embedded in Latinusa’s culture and identity. The revamping project coupled with massive restructuring of work processes require material transformation of mindset and work patterns of all Latinusa’s employees to embrace excellence.

The corporate culture, as a code of conduct for all management and employees, is embodied into a set of values, namely:1. Integrity2. Professionalism3. Customer Focus

M. SUBSEQUENT EVENTS

Further information related to subsequent events can be seen in Notes to the Company’s Financial Statements.

N. WHISTLEBLOWING SYSTEM

Latinusa is committed to maintain the safety, honesty, and fairness in the Company’s working environment. Fraud actions will negatively affect such environment. Therefore, since December 14, 2011, the Company has issued a Whistleblowing System mechanism as outlined in system and procedure level 2, SPP (System for Reporting Violations) Whistleblowing System as a working guideline applicable to all stakeholders of the Company.

WHISTLEBLOWING MANAGEMENTCurrently, IAU has the authority for managing the whistleblowing system.

REPORTING PROCEDURESIn the event of a complaint or violation to be reported, the reporting party (whistleblower) files a report to IAU as the whistleblowing system manager. The initial report serves as the basis for an initial clarification, and subsequently a follow-up investigation. The findings are compiled in an Investigation Report, and submitted to the Board of Directors.

WHISTLEBLOWER PROTECTIONThe Company guarantees full confidentiality of the identity of the whistleblower in order to ensure his protection against all forms of threats, intimidation, punishment or other unpleasant actions from the reported as well as other third parties, for as long as the whistleblower maintains the confidentiality of his report.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 101

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

PENANGANAN PENGADUANSatuan pengawasan Intern melakukan penelaahan awal/klarifikasi terhadap pengaduan/pengungkapan dan membuat resumenya. Kemudian memutuskan:a. Dihentikan, jika tidak memenuhi persyaratan

indikasi awal dan dijadikan catatan dalam database.

b. Dilanjutkan, Laporan Pengaduan/pengungkapan dilanjutkan untuk investigasi lebih detail.

Satuan Pengawasan Intern melakukan investigasi, melakukan analisa serta membuat resume dan rekomendasi yang disampaikan kepada Direksi:1. Laporan Pengungkapan ditutup jika tidak

terbukti;2. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan

yang berlaku, jika terbukti dan terkait dengan tindakan administratif serta pelanggaran peraturan Perusahaan;

3. Meneruskan untuk proses lebih lanjut kepada pihak yang berwenang apabila terkait tindak pidana umum dan atau korupsi.

Satuan Pengawasan Intern dapat bekerja sama dengan pihak eksternal yang ditunjuk oleh Direksi jika substansi pengaduan/pengungkapan terkait dengan citra/reputasi Perusahaan dan atau kemudian menimbulkan kerugian yang besar dan atau hal yang belum pernah ditangani oleh Satuan Pengawasan Intern. Keputusan atas rekomendasi ada di Direksi.

REPORT HANDLINGIAU performs an initial review/clarification on the reported incident and prepares a summary. Thereafter, it is decided whether to be:a. Terminated, if there is no basis to fulfill initial

indications and recorded in the database.b. Followed up, Incident Report by whistleblower is

followed up by further investigation.

IAU performs an investigation, assesses and prepares a summary and recommendation for the Board of Directors:1. Incident Report is closed if no evidence surfaces;2. Impose sanctions in accordance with applicable

terms and conditions, if incident is sufficiently proven and related to administrative actions and violations to company regulations;

3. Followed up with the authorities in the event that the incident fulfills conditions of criminal acts and or corruption.

IAU can seek assistance of external parties as appointed by the Board of Directors if the issue reported/investigated directly influences the Company’s image/reputation and or subsequently produces a material loss or condition that IAU has not encountered or handled in prior. Final decision on incidents is in the hands of the Board of Directors.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk102

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

MANAJEMEN RISIKO

Dalam upaya untuk senantiasa mengedepankan standar produk dan layanan terbaik bagi pelanggan sekaligus menjaga kepentingan seluruh pemangku kepentingan, Latinusa senantiasa aktif untuk menyelaraskan bisnis dan kegiatan operasionalnya dengan berbagai perkembangan industri di dalam dan luar negeri sebagai mekanisme untuk mendeteksi risiko-risiko yang berpotensi menghambat kelancaran bisnis. Aktivitas pengendalian risiko tersebut menjadi tanggung jawab Manajemen Risiko, sebagai fungsi yang telah terintegrasi dalam keseluruhan perencanaan, proses, keputusan bisnis dan budaya Perusahaan.

Manajemen Risiko membantu Direksi untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengelola risiko yang dihadapi oleh Perusahaan, baik dari perspektif operasional maupun organisasi, dengan tujuan memitigasi dampak negatif terhadap Perusahaan. Manajemen Risiko melakukan koordinasi dengan divisi-divisi lain untuk memetakan risiko di masing-masing area dan merumuskan strategi dan rencana mitigasi. Terhadap implementasi strategi dilakukan pemantauan sebagai langkah evaluasi untuk mengukur kecukupan dan efektivitas sistem yang berjalan dan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian dengan perubahan kondisi industri dan Perusahaan secara berkesinambungan. Walaupun sistem manajemen risiko yang diaplikasikan oleh Latinusa telah melibatkan seluruh aspek dan jenjang organisasi untuk memastikan cakupan yang komprehensif, namun demikian risiko yang dihadapi tidak dapat sepenuhnya dihilangkan.

Berikut ini adalah risiko-risiko penting yang dihadapi oleh Perusahaan dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya beserta langkah-langkah mitigasi:

RISIKO KETERSEDIAAN BAHAN BAKUProses produksi Latinusa masih bergantung pada impor bahan baku, yaitu TMBP serta ketersediaan timah, yang merupakan bahan tambang mineral tak terbarukan, di mana harga keduanya juga mengacu pada harga bursa komoditas dunia. Kendala pada pasokan bahan baku, termasuk jumlah yang kurang memadai, penyesuaian harga yang signifikan dan permasalahan transportasi yang menyebabkan penundaan pengiriman, berpotensi menciptakan ketidakstabilan siklus produksi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja keuangan.

Mitigasi RisikoLatinusa menikmati manfaat jaminan pasokan TMBP dari Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp dan timah dari PT Timah, Tbk. Namun demikian, untuk mengantisipasi gangguan terhadap pasokan bahan baku, sistem operasional Latinusa yang efektif mencakup sistem perencanaan yang komprehensif

RISK MANAGEMENT

To consistently uphold superior standards of products and services for customers while securing a harmonious balance of stakeholders’ interests, Latinusa keeps its business and operational activities in alignment with the developments in the industry at home and abroad as a mechanism to detect potential risk factors to the smooth running of the business. Risk control activities are the responsibility of Risk Management, a function that has been integrated into all aspects of the Company’s business planning, processes, decision-making and corporate culture.

Risk Management assists the Board of Directors in identifying, measuring and managing risks faced by the Company from both operational and organizational perspectives to mitigate the negative impacts on the Company. Risk Management performs coordination with other divisions to map risks in each area and formulate mitigation plans and strategies. The strategy implementation is monitored for the purpose of assessing the adequacy and effectiveness of the existing system, and subsequently forming the basis for continuous improvements and adjustments to changes taking place both in the industry and internally within the Company. Although Latinusa’s risk management system has accounted for full involvement of all organizational aspects and levels to ensure comprehensive coverage, the risks faced by the Company cannot be completely eliminated.

The following are significant risk factors that the Company faces in carrying out business activities with corresponding mitigation measures:

RISK OF RAW MATERIAL AVAILABILITYLatinusa’s production process still relies on imported raw materials, especially TMBP, and the availability of tin, which is a nonrenewable mineral; also, both commodities are traded based on prices in world commodities markets. Any constraint in the supply of raw materials, whether a deficiency, significant price adjustment or transportation issue that causes delivery delays, could potentially create instability in the production cycle and ultimately affect financial performance.

Risk MitigationLatinusa gets the benefit of secured TMBP supply from Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. as well as tin from PT Timah Tbk. However, to mitigate disruption of raw material supply, Latinusa also established an effective operational system with comprehensive planning for raw material

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 103

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

untuk pengadaan dan logistik bahan baku, dengan kebijakan untuk penyimpanan stok persediaan dalam jumlah yang memadai dan proses pemesanan bahan baku berdasarkan kebutuhan dalam rencana volume produksi bulanan. Dengan demikian, Latinusa tidak hanya menjamin kelancaran proses produksi sesuai jadwal dan rancangan produksi yang telah ditetapkan, namun juga mendapatkan perlindungan terhadap volatilitas pergerakan harga dan volume bahan baku dalam jangka pendek. Sejauh ini, Latinusa belum menghadapi kesulitan atau kekurangan bahan baku yang signifikan hingga menyebabkan penghentian atau pengurangan produksi.

RISIKO OPERASI PABRIK Peningkatan kapasitas produksi hasil revamping menjadi 160.000 ton per tahun menimbulkan kewajiban yang lebih besar bagi Latinusa untuk mempertahankan dan menjaga pencapaian kinerja operasi pabrik. Karenanya, risiko terhadap jumlah frekuensi penghentian dan jangka waktu down time operasi pabrik semakin meningkat seiring tingginya sasaran pencapaian jumlah produksi dan yield yang ditetapkan.

Mitigasi RisikoLatinusa melaksanakan program preventive dan corrective maintenance secara konsisten terhadap peralatan produksi untuk meminimalisir risiko gangguan operasional pabrik. Hal ini mencakup pelaksanaan pemantauan secara berkala terhadap indikator kinerja di setiap lini produksi untuk memastikan kelancaran keseluruhan operasional produksi, serta pemeriksaan terhadap jenis dan efektivitas setiap peralatan yang digunakan dalam proses produksi. Hasil dari kajian-kajian tersebut menjadi dasar untuk rancangan perawatan rutin, perbaikan maupun penggantian atau peremajaan peralatan dan mesin dalam jangka panjang. Secara bersamaan juga dilakukan pelatihan bagi karyawan terkait pengetahuan teknis dan peralatan baru pasca revamping serta pelatihan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.

RISIKO KETIDAKSTABILAN HARGA TINPLATEUtamanya, harga tinplate mengacu pada harga pasar internasional, serta ditentukan oleh harga bahan baku baja di pasar komoditas internasional dan juga faktor-faktor universal yang mungkin tidak relevan dengan kondisi pasar nasional. Hal ini dapat memicu pelanggan untuk menyesuaikan volume permintaan dalam jangka pendek, yang berpotensi mempengaruhi tingkat profitabilitas dan kinerja keuangan Latinusa secara keseluruhan. Jika harga berada pada taraf yang tidak kompetitif dalam jangka waktu yang panjang, prospek pertumbuhan dapat terganggu seiring perilaku pelanggan untuk memilih produk alternatif lainnya.

procurement and logistics, including policies requiring raw material inventory in sufficient quantity and procurement procedures corresponding to monthly production plans. Therefore, Latinusa benefits from running smooth factory operations in line with established production schedule and volume plans, and simultaneously having security against raw material price and volume fluctuations in the short term. So far, Latinusa has not faced any significant difficulty or shortage of raw materials that warranted temporary shutdown or reduction of production.

FACTORY OPERATIONS RISK Latinusa’s revamping provided higher total production capacity to 160,000 tons per annum, thereby creating greater responsibility for Latinusa to sustain overall factory operations and performance. Consequently, the risk of factory stoppages and downtimes rises in line with higher production and productivity targets to be achieved.

Risk MitigationLatinusa consistently runs preventive and corrective maintenance programs on all production equipment to reduce the risk of possible disruptions in factory operations. This covers routine monitoring on all performance indicators at all production lines to provide assurance of smooth operation of all production facilities, as well as inspection of all types and effectiveness of all equipment used in the production process. The results of these reviews serve as the basis for formulating a plan for routine maintenance, repairs and replacement or renewal of equipment and machines in the long run. Simultaneously, the Company also conducts training for employees related to technical knowledge and new post-revamping equipment as well as safety and health in the workplace.

RISK OF TINPLATE PRICE VOLATILITYPrimarily, tinplate trades are based on international market prices, as well as determined by its raw material steel prices in the world commodities markets and influenced by other factors that may not be universally relevant to national market conditions. Such condition may result in customers making demand adjustments in the short-term, thereby potentially affecting Latinusa’s profitability and overall financial performance. If prices remain at an uncompetitive range over an extended time period, growth prospects may be compromised as customers are more inclined to favor alternative products.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk104

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

Mitigasi RisikoPerubahan harga tinplate berdasarkan pergerakan harga pasar internasional umumnya dibebankan kepada pelanggan. Namun demikian, kondisi ini dapat memicu penyesuaian tingkat konsumsi dalam jangka pendek sebagai reaksi awal pelanggan dalam menyikapi fluktuasi harga tersebut. Bagi Latinusa, komitmen terhadap kemampuan berinovasi, serta kualitas produk dan pelayanan melalui pendekatan total solution provider menciptakan ketahanan bisnis yang kuat, karena pendekatan ini berfungsi merangkul pelanggan sebagai mitra jangka panjang dan bukan pihak pembeli dalam jangka pendek. Dengan demikian, fokus bisnis tidak diarahkan pada persaingan harga, melainkan pada tujuan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Keunggulan ini semakin dipertajam pasca proses revamping, yaitu dengan menghadirkan teknologi produksi terdepan dengan kualitas produk serta efisiensi proses yang lebih baik.

RISIKO KONSENTRASI PENJUALAN PADA SEKTOR DAN/ATAU PELANGGAN TERTENTU Sebagian penjualan Latinusa saat ini masih terkonsentrasi pada kelompok pelanggan yang sangat loyal. Ketergantungan pada sejumlah pelanggan besar tentunya membuat stabilitas penjualan menjadi relatif rentan terhadap berbagai gangguan, yang turut berdampak pada kinerja keuangan. Penghentian kontrak kerja yang besar secara mendadak akan mengurangi nilai penjualan dalam jangka pendek dan berpotensi menghambat prospek pertumbuhan dalam jangka panjang.

Mitigasi RisikoLatinusa memiliki basis pelanggan yang setia, dan sebagian besar diantaranya telah menjalin hubungan kerja sejak awal dimulainya kegiatan komersial Latinusa. Saat ini, strategi total solution provider Latinusa menciptakan dukungan bisnis bagi pelanggan yang menopang pengembangan bisnis bersama dan pertumbuhan dalam jangka panjang melalui kolaborasi yang erat untuk menjajaki inisiatif pengembangan usaha. Selain itu, langkah ekspansi Latinusa juga telah menghasilkan penambahan volume penjualan kepada konsumen baru dan penerapan pola penjualan yang baru kepada konsumen lama, dalam rangka meningkatkan nilai penjualan jangka pendek serta menjamin prospek pertumbuhan dalam jangka panjang.

RISIKO PERUBAHAN KEBIJAKAN PEMERINTAHDalam beberapa tahun ini, pemerintah berupaya mendorong tingkat investasi dengan memberlakukan penurunan atau penghapusan bea masuk secara bertahap, baik dalam paket kebijakan internal maupun dalam skema kawasan perdagangan bebas. Produk tinplate, dan terutama Latinusa, terpengaruh secara signifikan dalam beberapa tahun ini, karena kebijakan tersebut berpotensi menekan keuntungan harga yang

Risk MitigationChanges in tinplate price arising from movements in the international market prices are generally charged to customers. However, such condition can potentially cause adjustments to short-term consumption from the customers’ initial response to commodity price fluctuations. For Latinusa, commitment to innovation, as well as to the quality of products and services through a total solution provider approach, can create strong business resilience. Such approach serves to embrace customers as long-term partners and not just short-term buyers. In addition, the business focus is not geared towards price competition, but towards delivering added value to customers. These advantages were sharpened after the revamping program, which benefited Latinusa with a sophisticated production technology for better process efficiency and product quality.

RISK OF SALES ON CUSTOMIZED SECTORS AND/OR CUSTOMERSLatinusa’s sales are still concentrated on a group of loyal customers. Such dependence on a small number of large customers creates susceptibility of sales stability, and ultimately financial performance. This is because sudden termination of a large contract would significantly reduce short-term sales earnings and potentially retard growth prospects over the long term.

Risk MitigationSince its initial commercial operation, Latinusa had a solid and impressive base of loyal customers, most of whom they have an established working relationship with. Currently, this is supported by Latinusa’s Total Solution Provider strategy, which creates business support for customers that promote mutual development and growth over the long term by jointly exploring business development initiatives. In addition, Latinusa’s expansion initiatives have greatly enhanced sales growth to new customer groups and reformulation of new sales techniques to existing customers in pursuit of short-term sales increases and long-term growth prospects.

RISK OF GOVERNMENT POLICY CHANGESIn recent years, the government has endorsed additional investment by issuing a gradual reduction or elimination of custom duties, both in the domestic regulatory package and within the scheme of a free trade area. Tinplate products, and especially Latinusa, were affected significantly in recent years. The policy has the potential to depress the price advantage that Latinusa previously had over foreign competitors. Currently, Latinusa satisfies about half

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 105

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

dimiliki Latinusa atas pesaing asing. Saat ini, sekitar setengah dari konsumsi domestik dapat dipenuhi oleh Latinusa sedangkan sisanya oleh impor yang berasal dari Jepang, Korea dan China. Sebagian dari produk impor tersebut, terutama yang berasal dari China dan Korea, relatif lebih murah, dan telah berdampak pada intensitas tingkat persaingan di pasar domestik. Kondisi ini telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir hingga saat ini, dipicu oleh kondisi pelemahan perekonomian global yang telah mendorong eksportir tinplate untuk membidik Indonesia sebagai salah satu tujuan utama yang masih prospektif bagi penjualan tinplate, sehingga persaingan berdasarkan harga di tingkat nasional menjadi semakin intensif.

Mitigasi RisikoUntuk mengatasi tekanan eksternal, Latinusa secara intensif terus membenahi organisasi dan proses internal agar lebih responsif terhadap peluang pasar. Proyek revamping dilakukan bersamaan dengan program efisiensi dan pengendalian biaya untuk menciptakan struktur biaya yang efektif dan kompetitif. Latinusa juga melaksanakan program layanan Total Solution Provider bagi pelanggan secara intensif yang bertujuan memaksimalkan loyalitas pelanggan dengan fokus untuk memberi nilai tambah yang bermanfaat, termasuk keunggulan kualitas dan pelayanan selain keuntungan logistik sebagai satu-satunya produsen tinplate di tanah air. Latinusa juga mengadaptasi program pemasaran dengan perkembangan industri dan pelanggan, antara lain menerapkan pola penjualan baru yang lebih menguntungkan bagi konsumen lama serta intensifikasi ekspansi penjualan dengan menggarap segmen pasar dan pelanggan baru.

RISIKO NILAI TUKAR MATA UANG ASINGPelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar di tahun 2014 telah berdampak pada kinerja keuangan Latinusa. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar kebutuhan bahan baku masih perlu diimpor dengan menggunakan mata uang US Dollar, sedangkan sebagian besar transaksi penjualan Latinusa di pasar domestik menghasilkan pendapatan dalam mata uang Rupiah. Selain itu, Latinusa juga memiliki fasilitas pinjaman jangka pendek dalam mata uang US Dollar. Oleh karena itu, posisi keuangan Latinusa dipengaruhi secara langsung oleh pergerakan mata uang asing.

Mitigasi RisikoUntuk meminimalkan kerugian dari transaksi dalam mata uang asing, Latinusa senantiasa menjaga posisi keuangan dengan melakukan kontrak lindung nilai dan berbagai kebijakan keuangan, baik dalam jumlah dan bentuk yang dinilai cukup untuk melindungi kondisi finansial terhadap potensi kerugian yang ada.

of domestic consumption, while the rest is fulfilled by imports from Japan, Korea and China. Some of these imported products, especially from China and Korea, are relatively cheaper, thereby sharpening the level of competition in the domestic market. This situation has persisted for several years until today, and is stimulated by weakened global economic conditions as tinplate exporters targeted Indonesia as one of the top priority destinations for tinplate sales, and competition based on price in the national level has further intensified.

Risk MitigationTo cope with external pressures, Latinusa continues to intensively improve the internal organization and processes, so as to be more responsive to market opportunities. The revamping project, undertaken in conjunction with efficiency and cost control program, aims to build a more competitive and effective cost structure. Latinusa also provides its service program to customers, intensively building a reputation as Total Solution Provider to maximize customer loyality by focusing on delivering added value benefits, including quality and service excellence in addition to logistic advantage as the only tinplate producer in the country. Latinusa also adapts marketing programs to the current developments in the industry and to its customers, including implementing innovative sales mechanisms that provide greater benefits to existing customers, as well as intensifying sales expansion into new markets and customer segments.

FOREIGN EXCHANGE RISKThe weakening of the Rupiah against the US Dollar in 2014 has greatly affected Latinusa’s financial performance. This is due to the fact that most of our raw materials need to be imported using US Dollar as the trade currency whereas the majority of sales in the domestic market are transacted in Rupiah. In addition, Latinusa has short-term loan facilities denominated in US Dollars. Therefore, Latinusa’s financial position is directly affected by foreign currency fluctuations.

Risk MitigationTo minimize losses from foreign currency transactions, Latinusa maintains a policy of securing its financial position by hedging contracts and taking other measures, both in amount and form that are considered sufficient to protect the Company against potential losses.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk106

TATA KELOLA PERUSAHAAN

GoodCorporate Governance

RISIKO PRODUK SUBSTITUSIDengan kemajuan teknologi dan inovasi, pilihan untuk alternatif bahan kemasan telah berkembang dengan baik, mencakup jenis yang populer seperti plastik, aluminium dan kertas karton selain tinplate, yang mendukung gaya hidup modern nan praktis. Beberapa faktor kunci, termasuk harga, daya tahan, efisiensi, penggunaan yang praktis, aspek estetika dan lingkungan, secara umum ditentukan oleh tren pasar dan selera konsumen. Dengan fleksibilitas pilihan yang luas ini, maka pelanggan memiliki daya tawar yang cukup tinggi dan dapat dengan mudah beralih pada alternatif bahan kemasan lain.

Mitigasi RisikoPada tahun 1990-an, industri minuman menggantikan penggunaan tinplate dengan aluminium untuk kebutuhan kemasan kaleng, dan saat ini mulai terlihat adanya pergeseran tren penggunaan kemasan plastik untuk produk cat dan biskuit. Sebuah bukti bahwa perubahan teknologi dapat membawa akhir bagi penggunaan produk tertentu. Namun demikian, industri tinplate dapat cepat pulih dengan beralih dan memasuki segmen industri makanan lain yang juga memiliki prospek pertumbuhan tinggi. Dalam rangka internalisasi kemampuan untuk merespon tuntutan masyarakat yang dinamis, Latinusa terus memantau tren pasar dan praktik industri terbaik yang mendukung kualitas tinplate yang prima dengan harga bersaing. Hal ini tidak hanya memerlukan kecakapan pemasaran dengan pemahaman yang luas terhadap profil setiap pelanggan, namun juga teknologi terdepan dan keahlian produksi untuk membangun keunggulan berinovasi. Untuk menopang market positioning, Latinusa terus berfokus pada produk tinplate yang lebih tipis, serta coating yang lebih tinggi, yaitu spesifikasi produk dengan kualitas unggul dan daya tarik internasional namun produksinya melibatkan proses dan kemampuan yang lebih kompleks seperti yang dikuasai oleh pesaing terkemuka dengan keunggulan produksi terdepan, termasuk Latinusa.

RISIKO PENCEMARAN LINGKUNGANPerkembangan di bidang perlindungan dan pelestarian lingkungan mendorong reformasi regulasi dan praktik bisnis yang berorientasi pada proses produksi ramah lingkungan, meskipun hal tersebut berujung pada penambahan investasi dan sumber daya secara luas. Kegagalan untuk pemenuhannya berpotensi menimbulkan klaim ganti rugi dan/atau sanksi dari pihak berwenang, yang berdampak negatif pada profitabilitas dan posisi keuangan. Di Indonesia, peraturan pemerintah menetapkan bahwa semua instalasi industri harus dilengkapi dengan fasilitas dan kebijakan untuk pengelolaan limbah, baik untuk polusi udara maupun limbah cair dan padat. Pabrik Latinusa di Cilegon juga menghasilkan limbah cair dan padat sebagai hasil dari kegiatan industri tinplate.

PRODUCT SUBSTITUTION RISK With advances in technology and innovation, alternative options for packaging materials have been well developed, including popular types of products, such as plastic, aluminum and carton paper other than tinplate, which support the conveniences of the modern lifestyle. Several key factors, including price, durability, efficiency, practical use, aesthetic and environmental aspects, are generally dictated by market trends and consumer preference. Given the extensive choice options, consumers have relatively high bargaining power and can easily make the switch to other packaging material alternatives.

Risk MitigationIn the 1990s, the beverage industry replaced the use of tinplate with aluminum cans to meet packaging requirements. This is evidence that a technological change can bring an end to the cycle of product use. However, the tinplate industry recovered quickly by entering other segments within the food industry that also promise high growth prospects. To internalize an ability that is responsive to the demands of a dynamic society, Latinusa continues to monitor market trends and best industry practices that promote prime tinplate quality at competitive prices. To fulfill this, Latinusa needs not only marketing skills with a broad understanding of customer profile, but also requires cutting-edge technologies and production skills in order to build excellence of innovation. To sustain market positioning, Latinusa continues its focus on thinner tinplate and higher coating, which represent product specifications with superior quality and international appeal. However, their production requires a more complex process and capability, and such production excellence advantages are more characteristic of the industry’s leading players such as Latinusa.

ENVIRONMENTAL POLLUTION RISK Recent developments related to environmental protection have encouraged regulatory reform and business practices that promote green production processes, even though this situation leads to additional investment and resource commitments in general. Failure of compliance can potentially result in legal claims for damages and/or sanctions from the authorities, with negative implications on profitability and financial position. In Indonesia, government regulations stipulate that all industrial facilities are equipped with infrastructure and policies for management of wastes, including for air pollution as well as solid and liquid wastes. Latinusa’s factory in Cilegon produces liquid and solid wastes from tinplate production activities.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 107

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Mitigasi RisikoLatinusa melakukan tanggung jawabnya kepada lingkungan dan masyarakat dengan terus memantau limbah yang dihasilkan pada fasilitas manufaktur untuk meminimalkan dampak merugikan dari polusi terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari inisiatif untuk mengendalikan pencemaran terhadap lingkungan, fasilitas produksi Latinusa dilengkapi dengan sistem pengelolaan limbah yang komprehensif untuk limbah cair dan padat. Fasilitas tersebut mencakup Waste Water Treatment Plant (WWTP) untuk pembuangan limbah cair dari proses produksi. Latinusa juga melakukan investasi tambahan untuk efisiensi penggunaan air dengan pemasangan Waste Water Recycle Plant (WWRP), yang berfungsi untuk mengubah air limbah di WWTP menjadi cadangan air yang dapat digunakan kembali pada proses produksi. Alhasil, air limbah yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali untuk kebutuhan produksi mencapai antara 55%-60%. Adapun pembuangan limbah padat dari tempat produksi dilakukan berdasarkan perjanjian kerja sama/kontraktual dengan perusahaan pengolahan limbah yang berlisensi untuk dinetralisir. Terbukti perhatiannya pada upaya pelestarian lingkungan, pada tahun 2014 Latinusa kembali mempertahankan peringkat biru (kategori terbaik kedua) untuk PROPER (Program Peringkat Kinerja Perusahaan) yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk prestasi dalam pengelolaan lingkungan, serta meraih ISO 14000 untuk Manajemen Lingkungan.

Risk MitigationLatinusa discharges its responsibilities to the environment and surrounding community by constantly monitoring waste materials produced in manufacturing facilities, in order to minimize the adverse impacts of pollution on the environment. As part of controlling pollution to the surrounding communities, Latinusa’s production facility is equipped with a comprehensive waste management system for liquid and solid waste. The facility includes a Waste Water Treatment Plant (WWTP) for the disposal of liquid waste discharge from the production process. Latinusa made additional investments for more efficient use of water with the installation of its Waste Water Recycle Plant (WWRP), which functions to recycle the WWTP wastewater as water input for reuse in the production process. As a result, approximately 55-60% of wastewater can be recycled and reused in production. Management of solid waste disposal from the production site is based on a cooperative/contractual agreement with a licensed waste management company so that wastes are neutralized. With active efforts in environment preservation, in 2014 Latinusa could sustain its achievement in environmental management by maintaining its position in the Blue Level (second best category) for PROPER (Company Performance Level Program) as endorsed by the Ministry of Environment and Forestry, and receiving ISO 14000 for Environmental Management.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk108

TANGGUNGJAWAB SOSIALPERUSAHAANCorporate Social Responsibility

Komitmen Latinusa untuk menjalankan bisnis yang sehat direalisasikan dengan senantiasa menjaga keseimbangan atas kesejahteraan seluruh pemangku kepentingan Perusahaan. Untuk itu, telah dirancang rangkaian program tanggung jawab sosial Perusahaan, dengan menitikberatkan 4 fokus program, yaitu:1) kesehatan dan keselamatan

kerja,2) perlindungan konsumen,3) pengembangan masyarakat

dan4) peduli lingkungan.

Latinusa’s strong commitment to run a sound business necessitates continued efforts to sustain a balanced focus on the welfare of all stakeholders. To that end, the Company has designed a series of corporate social responsibility programs, with emphasis on 4 program types, which are:1) occupational health and safety,2) consumer protection,3) community development and4) environment awareness.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 109

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk110

Program-program Kesehatan dan Keselamatan Kerja bertujuan untuk menjunjung kepentingan para karyawan yang merupakan aset paling berharga bagi Perusahaan.

Perusahaan melindungi hak dan kesejahteraan karyawan melalui rangkaian Peraturan Perusahaan, pedoman perilaku dan kode etik yang mengacu pada ketentuan peraturan perundangan, norma-norma sosial dan bisnis yang berlaku umum, serta praktik bisnis dan industri terbaik. Beberapa hal yang diatur mencakup antara lain kesetaraan gender dan kesempatan kerja. Seluruh ketentuan yang membangun sistem ketenagakerjaan Perusahaan tersebut berfungsi untuk menciptakan iklim kerja yang adil, sejahtera dan kondusif untuk berkarya, sehingga dapat berpengaruh pada tingkat turnover karyawan Perusahaan. Seluruh ketentuan dalam peraturan dan

Occupational Health and Safety programs are designed to promote the interests of the Company’s employees as its most valuable assets.

The Company protects employee rights and welfare through company rules and regulations, code of conduct and code of ethics, which refer to the provisions of laws, business and social norms, as well as business and industry best practices. Certain governed issues include gender equality and employment opportunities. All working elements that make up the Company’s human resources system serve to foster a fair and comfortable working environment that is conducive to work being done, and consequently also affect the employee turnover rate. All working rules and guidelines are continually adapted to

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Corporate Social Responsibility

Kesehatan dan Keselamatan KerjaOccupational Health and Safety

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 111

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

pedoman kerja disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi secara berkelanjutan untuk menjaga kelancaran sistem yang berjalan.

Selanjutnya, operasional produksi juga diatur oleh prosedur kerja yang komprehensif yang dirancang untuk memenuhi ketentuan sertifikasi dan standar operasional internasional dalam rangka penyelenggaraan proses kerja yang aman, disiplin dan teratur. Antara lain ditetapkan mengenai kewajiban penggunaan perangkat keamanan serta sarana dan peralatan produksi lainnya yang tepat bagi seluruh pekerja pabrik. Selain itu, karyawan juga dibekali pelatihan dalam rangka mengembangkan kemampuan dan ketrampilan yang mendukung operasional produksi, termasuk pelatihan tanggap darurat dan pertolongan pertama, dan juga pengetahuan terkait kesehatan dan keselamatan kerja. Efektivitas keseluruhan sistem tersebut dapat dinilai, salah satunya, dengan tingkat kecelakaan kerja yang terjadi.

the developments taking place in order to sustain a smooth running system.

Furthermore, production operations are also subject to comprehensive work procedures and regulations conforming to international certification and operational standards in the interest of implementing safe, disciplined and orderly work processes. Among some of workplace obligations include the use of safety devices and other proper production equipment for all factory workers. In addition, employees are also participated in training in order to develop their abilities and skills that provide valuable support to production operations, including emergency response and first aid training, as well as knowledge related to health and safety. The overall effectiveness of the system can be assessed, among other things, by the resulting statistics on accidents at the workplace.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk112

Perlindungan KonsumenConsumer Protection

Program-program Perlindungan Konsumen bertujuan untuk melindungi hak-hak konsumen untuk mendapatkan kualitas produk dan layanan terbaik dari Perusahaan.

Mengingat bahwa Latinusa telah berperan strategis sebagai pemasok bahan kemasan bagi industri bahan makanan dan minuman nasional, maka mutlak diperhatikan pemenuhan standar kualitas foodgrade yang mengutamakan aspek keamanan dan kebersihan dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan konsumen. Karenanya, menjalankan tanggung jawab Perusahaan untuk mengedepankan kualitas juga memiliki nilai strategis, yaitu melindungi kepentingan seluruh stakeholder secara optimal, antara lain kesejahteraan masyarakat konsumen, serta keberlangsungan bisnis Latinusa dan pelanggannya.

Fokus pada kesempurnaan kualitas ini juga disebarluaskan melalui dukungan dan sinergi dengan pemegang saham Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp., yang memiliki pengalaman luas di industri tinplate global. Berbagai upaya alih teknologi telah diimplementasikan, antara lain dengan menghadirkan bantuan tenaga ahli Technical Advisor yang bertanggung jawab untuk menyetarakan standar kualitas dan layanan Latinusa dengan standar dunia, sebagai nilai tambah untuk mengoptimalkan kepuasan pelanggan.

Aktivitas bisnis berbasis kualitas diterapkan pada setiap tahapan siklus bisnis yang dijalankan, dengan melibatkan peran aktif Quality Assurance yang bertugas memantau, menelaah dan merespon kebutuhan langkah perbaikan dan peningkatan proses bisnis agar setara dengan perkembangan industri, teknologi dan tuntutan bisnis pelanggan secara menyeluruh. Pada tahap pra-produksi, kualitas bahan baku terbaik dijaga melalui proses pengadaan yang efektif, dilanjutkan dengan proses produksi yang

Consumer Protection programs are specifically designed to protect consumers’ rights to obtain superior quality of products and services from the Company.

Keeping in mind that Latinusa assumes a strategic role as a supplier of packaging materials serving the nation’s food and beverage industries, it is therefore crucial to pay close attention to our standard of compliance with food grade quality, which emphasizes safety and hygiene specifications, for optimum protection of consumer health and welfare. Therefore, performing our responsibility toward full commitment to quality also has underlying strategic value, which is to protect the interests of all stakeholders optimally, including the social welfare of public consumers in general, as well as business continuity for Latinusa and our tinplate customers.

Dissemination of our quality excellence focus is also widely supported by synergy with shareholders Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp., using their extensive experience in the global tinplate industry to continually stress technology transfer efforts. With various initiatives implemented, an effective mechanism to date has been delegating Technical Advisors responsible for setting Latinusa’s quality and service standards at par with applicable international standards, as added value to optimize customer satisfaction.

Quality-based activities are prevalent at every stage of the business cycle, with active involvement of Quality Assurance in charge of monitoring and reviewing business processes, also responding to the need for corrective and improvement measures aimed at aligning with changes in the industry, technology and business demands of customers as a whole. In the pre-production stage, Latinusa maintains the best quality of raw materials by an effective procurement process. Subsequently, the production

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Corporate Social Responsibility

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 113

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

telah menggunakan teknologi yang mutakhir dan terdepan untuk menghasilkan kualitas produk yang unggul dengan yield yang lebih tinggi dan proses yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta ditunjang fasilitas laboratorium untuk pemeriksaan kualitas hasil produksi. Pasca produksi, Latinusa memberikan dukungan penuh bagi pelanggan melalui bantuan tim pemasaran untuk penanganan segala kebutuhan pelanggan secara tepat waktu dan akurat, termasuk layanan purna jual melalui inspeksi berkelanjutan dengan kunjungan ke pelanggan dan pengelolaan klaim dan keluhan pelanggan.

Dalam proses penyelesaian klaim, Latinusa menerapkan sistem manajemen yang terstruktur, diawali dengan kajian internal berdasarkan catatan sejarah keluhan produk, disusul dengan kunjungan lokasi oleh representatif Customer Technical Service dan Sales Account Latinusa untuk pengamatan lebih dekat dan diskusi komprehensif atas permasalahan yang dihadapi. Penyelesaian klaim menganut pada kebijakan internal Perusahaan, didukung oleh fasilitas laboratorium yang mampu menghasilkan analisis yang akurat dan cepat. Seluruh proses klaim didokumentasi dan disimpan dalam database berdasarkan pelaporan dan tindak lanjut sebagai referensi untuk perbaikan sistem dan proses ke depan.

Seluruh proses bisnis dengan pelanggan yang mengandalkan pendekatan total solution provider, memungkinkan Latinusa untuk menjalin hubungan kemitraan yang intensif dengan pelanggan dan membuka kesempatan luas untuk bertumbuh kembang bersama di tahun-tahun mendatang.

process already uses the latest modern technology to make good quality products with better yield and more efficient and environmentally friendly process; and is also well supported by laboratory facilities for purposes of production quality inspection. In the post-production phase, Latinusa provides full service support to customers with the help of the marketing team for handling all customers’ needs in a timely and accurate manner, including after sales service through continuous inspection visits to customers and management of customer claims and complaints.

In handling claims, Latinusa applies a structured management system, commencing with an internal review of the product’s historical record of complaints, followed by a site visit by Latinusa’s Customer Technical Service and Sales Account representatives for a closer examination and a comprehensive discussion of the problems at hand. Settlement of claims is subject to the Company’s internal policies, and is supported by laboratory facilities for an accurate and rapid analysis of the problem products. All claims cases are thoroughly documented and stored in a database based on the reporting and follow-up, to be used as a reference for system and process improvements going forward.

Latinusa’s entire business process with customers rests on a total solution provider approach, allowing Latinusa to establish an intensive partnership with customers and open up opportunities to grow and develop together going forward.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk114

Pengembangan MasyarakatCommunity Development

Program-program Pengembangan Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan peran dan kontribusi Perusahaan sebagai bagian dari komunitas untuk menciptakan jalinan hubungan dan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pelaksanaan program pengembangan masyarakat menerapkan skala fokus berdasarkan area geografis dengan lokasi operasional Perusahaan. Area ring 1 mencakup kawasan di lingkungan pabrik Perusahaan di kota Cilegon, sedangkan ring 2 meliputi Provinsi Banten, dan ring 3 pada daerah di luar Provinsi Banten.

Pada tahun 2014, Latinusa melakukan kegiatan pengembangan masyarakat dengan nilai total sebesar Rp 111.467.500 Aktivitas yang dilakukan dikategorikan dalam beberapa kelompok utama, sebagai berikut:

BANTUAN SARANA IBADAH DAN KEGIATAN KEAGAMAAN

Bantuan ini ditujukan untuk: 1. Pembangunan, renovasi, atau perbaikan

dan biaya operasional masjid, mushola, majelis taklim, serta lembaga keagamaan lainnya.

2. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti kegiatan Ramadhan dan peringatan hari raya keagamaan lainnya.

Community development programs are specifically designed to improve the role and contribution of the Company, as a member of the community, in building a partnership and positive impacts to the surrounding community.

To generate optimum benefits, Latinusa applies a focus of community development programs on the basis of geographical areas relative to the Company’s operational base, encompassing ring 1 with coverage of areas surrounding the Company’s factory in Cilegon; ring 2 covers the Province of Banten; and ring 3 for areas beyond the provincial borders.

In 2014, Latinusa carried out community development activities, giving total contribution of Rp 111,467,500 into the following categories of activities:

DONATION FOR RELIGIOUS INFRASTRUCTURE AND ACTIVITIES

This donation is intended for:1. Construction, renovation, or repairs as

well as for operational costs of mosques, musalla (small mosques), majelis taklim (religious gathering), as well as other religious organizations.

2. Religious activities, such as Ramadhan activities and commemoration of other religious events and holidays.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Corporate Social Responsibility

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 115

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

BANTUAN PENINGKATAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Bantuan ini ditujukan untuk:1. Beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa. 2. Pembangunan gedung sekolah, pesantren, serta

penyediaan prasarana belajar mengajar lainnya. 3. Pengadaan meja, kursi, dan peralatan sekolah

lainnya. 4. Bantuan operasional sekolah dan lembaga

pendidikan non formal.5. Bantuan dana untuk kegiatan kesiswaan dan

kemahasiswaan (kuliah kerja nyata, pengiriman mahasiswa, ekstrakurikuler, seminar, lomba cepat tepat, pentas seni, dan latihan kepemimpinan).

BANTUAN PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA UMUM

Bantuan ini ditujukan untuk pembangunan sarana MCK dan jalan umum di lingkungan masyarakat lingkungan pabrik, serta pemberian pompa air dan sarana umum lainnya.

BANTUAN PENINGKATAN KESEHATAN

Bantuan ini ditujukan untuk kegiatan olah raga, monitoring dampak lingkungan, sunatan massal, penyandang cacat, serta Posyandu, pengadaan air bersih, dan MCK.

BANTUAN SOSIAL LAINNYA

Bantuan ini ditujukan untuk kegiatan bakti sosial, pagelaran seni, serta organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.

DONATION FOR EDUCATION AND TRAINING IMPROVEMENT

This donation is intended for:1. Scholarship for students and university students. 2. Construction of school and religious school

buildings, as well as the provision of other teaching and learning infrastructure.

3. Donation of tables, chairs, and other school supplies.

4. Operational assistance for schools and non-formal educational institutions.

5. Financial support for student activities and student affairs (university field studies, student travels/exchanges, extracurricular activities, seminars, school competitions, art performances, and leadership training).

DONATION FOR DEVELOPMENT OF PUBLIC FACILITIES AND INFRASTRUCTURE

This donation is intended for construction of public toilets and roads in communities surrounding the factory, as well as provision of water pumps and other public facilities.

DONATION FOR HEALTH IMPROVEMENT

This donation is intended for sports events, activities related to environmental impacts monitoring, mass circumcision events, assistance for disabled people, integrated health facilities, and provision of clean water and toilets.

OTHER SOCIAL DONATION

This donation is intended for activities related to social charity, art performances, as well as youth and community organizations.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk116

Peduli LingkunganEnvironment Awareness

Program-program Peduli Lingkungan bertujuan untuk melindungi lingkungan hidup dan sumber daya alam bagi kepentingan masyarakat di masa kini dan masa-masa mendatang.

Program-program tersebut merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan dan pengawasan yang berkesinambungan yang diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari dalam fungsinya untuk meminimalisir dampak negatif dari kegiatan operasional Perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Pendekatannya bersifat preventif, yaitu untuk memitigasi pencemaran lingkungan, diiringi dengan pengembangan inisiatif-inisiatif baru yang secara proaktif mendorong efisiensi penggunaan sumber daya alam dan Perusahaan yang lebih optimal.

Melalui proyek revamping, Latinusa juga telah melakukan perbaikan yang komprehensif dan multi dimensi pada proses produksi secara menyeluruh, baik dengan pembaharuan teknologi produksi yang lebih unggul serta penggunaan mesin, peralatan dan bahan bakar yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Beberapa langkah penyempurnaan tersebut diantaranya adalah pelaksanaan konversi energi pada boiler dan tin particle yang telah memfasilitasi penggunaan liquid natural gas sebagai sumber bahan bakar utama yang menekan penggunaan listrik dan mengurangi polutan dalam emisi gas buang, serta proyek Water Recycle yang memfasilitasi penggunaan air limbah secara berkelanjutan dalam proses produksi.

Environmental Awareness programs aim to protect the environment and also our abundant natural resources for the benefit of society today and in the future.

These programs constitute an integral part of the integrated environmental management and oversight system being applied by Latinusa in day-to-day operational activities, functioning to minimize the negative impacts of the Company’s business operation on the surrounding environment. This approach is mainly preventive in nature, emphasizing on mitigating environmental pollution combined with continued development of new initiatives to proactively encourage more efficient and optimal uses of natural and company resources.

Through the revamping project, Latinusa has successfully launched comprehensive and multi-dimensional improvements to its production process in entirety, both in terms of upgrading to a superior production technology as well as using machinery, equipment and fuel alternatives that are more effective and environmentally friendly. Some of these improvement measures include the implementation of energy conversion in the boiler and tin particles, which facilitated the use of liquid natural gas as the primary fuel source and resulted in the reduction of electricity use and pollutants in exhaust emissions; also, the Water Recycle project provides wastewater utilization in a sustainable manner within the production process.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Corporate Social Responsibility

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 117

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Komitmen Latinusa untuk senantiasa mengedepankan proses berbisnis yang bertanggung jawab dengan penekanan pada praktik dan proses produksi yang aman terhadap lingkungan, telah diakui keselarasannya kepada hukum yang berlaku di Indonesia, sehingga telah meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penilaian PROPER peringkat Biru, yaitu peringkat kedua tertinggi bagi perusahaan dan telah berhasil dipertahankan sejak tahun 2005 hingga tahun 2014.

Latinusa has consistently upheld its firm commitment to continually promote responsible business processes with focus on applying production processes and practices that are safe for the environment. The Company’s constant alignment with regulatory obligations has been recognized and rewarded, including an award from the Ministry of Environment and Forestry in the Company’s PROPER assessment, with a Blue ranking or the second highest rating for companies, that Latinusa has regularly received since 2005 until 2014.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk118

DATAPERUSAHAANCorporate Data

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 119

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk120

Warga Negara Jepang, berusia 52 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa dan menjabat sebagai Presiden Komisaris sejak 2013.

Saat ini juga menjabat sebagai General Manager, Head of Division, Tin Mill Products Division, Flat Product Unit di Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation. Bergabung dengan Nippon Steel Corporation sejak 1987.

Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Tokyo, Jepang.

Japanese Citizen, age 52. He joined Latinusa and serves as President Commissioner since 2013.

Currently serves as General Manager, Head of Division, Tin Mill Products Division, Flat Product Unit of Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation. Joined Nippon Steel Corporation since 1987.

He obtained his Bachelor degree from Faculty of Law, University of Tokyo.

Warga negara Jepang berusia 58 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa dan menjabat sebagai Komisaris sejak 2011. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Managing Director Nippon Steel & Sumitomo Metal Southeast Asia Ltd. sejak 2009.

Sebelumnya, beliau menjabat sebagai General Manager Building and Construction Material Sales Division (2009-2011). Beliau bergabung dengan Nippon Steel Corporation sejak 1981.

Meraih gelar Sarjana Hukum dari Tokyo University pada tahun 1981.

Japanese citizen, age 58. He joined Latinusa and serves as Commissioner since 2011. Currently, he also serves as Managing Director of Nippon Steel & Sumitomo Metal Southeast Asia Ltd. since 2009.

Previously, he was the General Manager for Building and Construction Material Sales Division (2009-2011). Mr. Kawaguchi has joined Nippon Steel Corporation since 1981.

He obtained his Bachelor degree from Faculty of Law, Tokyo University in 1981.

Warga negara Indonesia berusia 55 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa sejak 2009 dan menjabat sebagai Komisaris sejak 2010, setelah sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris Utama sejak 2009. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Vice President Citibank (1993-2001), Managing Director PT Bahana Usaha Indonesia (Persero) (2001-2006), dan Direktur PT Humpuss (2006-2007).

Meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari ITS Surabaya pada tahun 1983.

Indonesian citizen, age 55. He joined Latinusa since 2009 and serves as Commissioner since 2010, after previously served as President Commissioner since 2009. Currently, he also serves as Finance Director of PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Previously, he has served as Vice President of Citibank (1993-2001), Managing Director of PT Bahana Usaha Indonesia (Persero) (2001-2006) and Director of PT Humpuss (2006-2007).

He obtained his Bachelor degree in Mechanical Engineering from ITS Surabaya in 1983.

Kazumasa ShinkaiKomisaris UtamaPresident Commissioner

Keichiro KawaguchiKomisarisCommissioner

SukandarKomisarisCommissioner

DEWANKOMISARISBoard of Commisioner

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 121

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Warga Negara Jepang, berusia 55 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa dan menjabat sebagai Komisaris sejak 26 Maret 2014.

Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation Indonesia yang sebelumnya bernama PT Nippon Steel Trading Indonesia.

Meraih gelar Sarjana dari Fakultas Ekonomi, Universitas Sophia, Jepang.

Japanese Citizen, age 55. He joined Latinusa and serves as Commissioner since March 26, 2014.

Currently serves as President Director of PT Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation Indonesia formerly PT Nippon Steel Trading Indonesia.

He obtained his Economic degree from University of Sophia, Japan.

Budi IrmawanKomisaris IndependenIndependent Commissioner

Mitsuo IkedaKomisarisCommissioner

Teguh Panotojudo SlametKomisaris IndependenIndependent Commissioner

Warga Negara Indonesia berusia 58 tahun. Bergabung dengan Latinusa dan diangkat sebagai Komisaris Independen sejak 12 April 2012. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Direktur Industri Material Dasar Logam, Kementerian Perindustrian RI. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Industri Tekstil dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI (2010 – 2011).

Meraih gelar Sarjana jurusan Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1983, serta gelar Master bidang Teknik dari Widener University, Pennsylvania, Amerika Serikat pada tahun 1994.

Indonesian citizen, age 58. He joined Latinusa and serves as Independent Commissioner since 12 April 2012. Currently, he also serves as Director of Metal Base Material Industry, Ministry of Industry. Previously, he served as Director of Textile and Multivarious Industry, Ministry of Industry of Republic of Indonesia (2010 – 2011).

He obtained his Bachelor degree majoring in Machine Engineering from Institute of Technology of Bandung in 1983 and received a Master Degree in Engineering from Widener University, Pennsylvania, United States in 1994.

Warga negara Indonesia berusia 58 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa sejak 2005 dan menjabat sebagai Komisaris Independen sejak 2011 setelah sebelumnya menjabat sebagai Komisaris sejak 2005 hingga 2009. Saat ini, beliau menjabat sebagai Presiden Direktur PT Fajar Mas Murni sejak 2008.

Meraih gelar Sarjana jurusan Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1981.

Indonesian citizen, age 58. He joined Latinusa since 2005 and serves as Independent Commissioner since 2011 and has previously served as Commissioner from 2005 to 2009. Currently, he serves as President Director of PT Fajar Mas Murni since 2008.

He obtained his Bachelor degree majoring in Industrial Engineering from Institute of Technology of Bandung in 1981

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk122

Warga Negara Indonesia, berusia 56 tahun. Menjabat sebagai Direktur Utama sejak 2006. Beliau bergabung dengan Latinusa sejak 1985. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Komersial (2002-2006), Kepala Divisi Penjualan (2001-2002), Kepala Divisi Pemasaran (2000-2001), dan Staf Ahli Direksi (1999-2000).

Meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1983 dari Universitas Padjadjaran, serta gelar Master di bidang Ekonomi dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2002.

Indonesian citizen, age 56. He serves as President Director since 2006. He joined Latinusa since 1985. Previously, he held various positions, such as the Commercial Director (2002-2006), Head of Sales Division (2001-2002), Head of Marketing Division (2000-2001), and Expert Staff to the Directors (1999-2000).

He obtained his Bachelor degree in Economics from University of Padjadjaran in 1983, and received a Master Degree in Economics from University of Padjadjaran in 2002.

Warga Negara Jepang, berusia 52 tahun. Menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak 26 Maret 2014. Sebelumnya Beliau menjabat sebagai General Manager, Kepala Departemen Yawata Works Tin Mill Products Division di Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation.

Meraih gelar Master dari Fakultas Teknik Material, Universitas Tokyo.

Japanese citizen, age 52. He joined Latinusa and serves as Vice President Diretor since March 26, 2014. Previously, he held position as General Manager, Department Head of Yawata Works Tin Mill Products Division at Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation.

He obtained his Master degree from Material Engineering, University of Tokyo.

Warga negara Indonesia berusia 62 tahun. Menjabat sebagai Direktur Komersial sejak 2006. Beliau bergabung dengan Latinusa sejak 2006. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai General Manager Quality Assurance PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sejak 2004.

Meraih gelar Sarjana jurusan Teknik Mesin pada 1981 dari ITS Surabaya, serta gelar Master bidang Material Science pada 1996 dari Wollongong University, Australia.

Indonesian citizen, age 62. He serves as Commercial Director since 2006. He joined Latinusa since 2006. Previously, he held position as Quality Assurance General Manager of PT Krakatau Steel (Persero) Tbk since 2004.

He obtained his Bachelor degree majoring in Mechanical Engineering from ITS Surabaya in 1981, and obtained a Master Degree in Material Science from Wollongong University, Australia in 1996.

Ardhiman T.A.Direktur UtamaPresident Director

Masaaki EnjujiWakil Direktur UtamaVice President Director

R. Suprapto IndroprayitnoDirektur Komersial Commercial Director

DIREKSIBoard of Directors

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 123

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

Warga negara Indonesia berusia 51 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa dan menjabat sebagai Direktur Keuangan sejak 2011. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai staf setingkat General Manager PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan ditugaskan sebagai Direktur Keuangan & Umum PT Krakatau Wajatama (2006 – 2011), Kepala Divisi Strategi Pendanaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (2003 – 2006) dan Kepala Divisi Operasi Pendanaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (1998 – 2001)

Meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Diponegoro, pada tahun 1988 serta gelar Master bidang Manajemen Keuangan dari STIE IPWI Jakarta pada tahun 1998.

Indonesian citizen, age 51. He joined Latinusa since 2011 and serves as Finance Director since 2011. Previously, he held position as General Manager level staff of PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. and assigned as Finance & General Affairs Director of PT Krakatau Wajatama. (2006 – 2011), Head of Funding Strategy Division of PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (2003 – 2006), and Head of funding Operation Division of PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (1998 – 2001)

He obtained his Bachelor degree majoring in Accounting from University of Diponegoro in 1988, and obtained a Master Degree in Financial Management from STIE IPWI Jakarta in 1998.

Slamet GunawanDirektur KeuanganFinance Director

Himawan TuratmoDirektur OperasiOperation Director

(Direktur Independen | Independent Director)

Warga negara Indonesia berusia 62 tahun. Menjabat sebagai Direktur Operasi (Direktur Independen) sejak 2006. Beliau bergabung dengan Latinusa sejak 2006. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai General Manager Perawatan Pabrik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (2003-2006) dan Manajer Cold Rolling Mill PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (1998-2003).

Meraih gelar Sarjana jurusan Teknik Mesin dari ATN/STTN pada tahun 1982, serta gelar Master bidang Metalurgi dari Wollongong University, Australia pada tahun 1992.

Indonesian citizen, age 62. He serves as Operation Director (Independent Director) since 2006. He joined Latinusa since 2006. Previously, he held position as Factory Maintenance General Manager of PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (2003 -2006) and Cold Rolling Mill Manager of PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (1998-2003).

He obtained his Bachelor degree majoring in Mechanical Engineering from ATN/STTN in 1982, and obtained a Master Degree in Metallurgy from Wollongong University, Australia in 1992.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk124

KOMITE AUDITAudit Committee

Teguh Panotojudo Slamet Ketua | Chairman

Beliau menjabat sebagai Ketua Komite Audit sejak 2012. Profil beliau telah disebutkan sebelumnya di bagian profil Dewan Komisaris.

He serves as Audit Committee Member since 2012. His profile is mentioned earlier in profiles of The Board of Commissioners section.

Heru Aditya Chandra Koesno Anggota | Member

Warga negara Indonesia berusia 56 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa sejak 2011 dan menjabat sebagai Anggota Komite Audit sejak April 2011. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Direktur & Konsultan Senior Bidang Akuntansi & Keuangan di PT Sumarno Pabottingi. Meraih gelar Sarjana jurusan Akuntansi pada tahun 1986 dari Universitas Padjadjaran.

Indonesian citizen, age 56. He joined Latinusa since 2011 and serves as Audit Committee Member since April 2011. Currently, he also serves as Director & Senior Consultant of Accounting & Finance of PT Sumarno Pabottingi. He received his Bachelor degree majoring in Accounting in 1986 from University of Padjadjaran.

Budi Irmawan Anggota | Member

Beliau menjabat sebagai Anggota Komite Audit sejak 2012. Profil beliau telah disebutkan sebelumnya di bagian profil Dewan Komisaris.

He serves as Audit Committee Member since 2012. His profile is mentioned earlier in profiles of The Board of Commissioners section.

Rachmat Noviar Bustari Anggota | Member

Warga negara Indonesia berusia 54 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa dan menjabat sebagai Anggota Komite Audit sejak 2010. Meraih gelar Sarjana jurusan Akuntansi pada tahun 1985 dari Universitas Padjadjaran.

Indonesian citizen, age 54. He joined Latinusa and serves as Audit Committee Member since 2010. He received his Bachelor degree majoring in Accounting in 1985 from University of Padjadjaran.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 125

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

KEPALA SATUAN PENGAWASAN INTERN

SEKRETARIS PERUSAHAAN

Head of Internal Audit Unit

Corporate Secretary

Achyadi Yusuf

Warga negara Indonesia berusia 56 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa sejak 1983 dan menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawasan Intern sejak Juli 2010. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Staf Pembina Setingkat General Manager Hubungan Industrial. Meraih gelar Sarjana jurusan Administrasi Negara pada tahun 1997 serta gelar Master bidang Manajemen pada tahun 1999.

Wuri Wuryani

Warga Negara Indonesia berusia 31 tahun. Beliau bergabung dengan Latinusa sejak 2006 dan menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan sejak 2014. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Ahli Madya Hubungan Pesaham. Meraih gelar Sarjana Teknik Industri pada tahun 2005 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

Indonesian citizen, age 56 He joined Latinusa since 1983 and serves as Head of Internal Audit Unit since July. 2010. Previously, his position was Supervisor General Manager in Industrial Relation. He received his Bachelor degree majoring in State Administration in 1997, and obtained a Master Degree in Management in 1999.

Indonesian citizen, age 31. She joined Latinusa since 2006 and serves as Corporate Secretary since 2014. Previously, her position was Superintendent of Investor Relations. She received her Bachelor’s degree in Industrial Engineering in 2005 from Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk126

STRUKTUR ORGANISASIOrganization Structure

Achmad SyafiqLegal Manager

Siswanto SantosaOperation & Commercial

Audit Manager

Wuri WuryaniCorporate Secretary

Industrial & Government Relation Manager

Achyadi YusufHead of Internal Audit Unit

Rapat Umum Pemegang SahamGeneral Meeting of Shareholders

Board of Commissioners

Ardhiman TAPresident Director

Masaaki EnjujiVice of President Director

Kusna IndrawanGM Commercial

Shigenobu NozawaDeputy of Commercial Director

SupraptoCommercial Director

Sasmito MulyoGM Production

Akihiro MurakamiDeputy of Operation Director

Himawan TuratmoOperation Director

(Non-Affiliated)

Imran SalehProduction Manager

Eigha MarisMaintenance Manager

Ferry HidayatGM Quality Assurance

Quality Assurance Manager

HandokoProduction Plan & Inventory

Control Manager

Esron SitorusSafety Environment &

Fire Manager

Endra SetyawanPlant Engineering Manager

Slamet Gunawan Finance Director

SumarnaGM Accounting & Finance

Hidekazu KurataDeputy of Finance Director

Pengky FrusmanInformation System Manager

Retno Ryani KusumawatiFinance Manager

Olan KurniawanAccounting Manager

Wanto SiswoyoHuman Capital

Management Manager

Deddy ZulbadriGeneral Affair Manager

Herman ArifinSales Manager

Sales Strategy and Planning Manager

Agung Wahyu WaristoLogistic Manager

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 127

Opening

Managem

ent Discussion

and AnalysisG

ood Corporate Governance

Corporate Social Responsibility

Corporate Data

INFORMASI PERUSAHAANCorporate Information

Nama PerusahaanName of CompanyPT Pelat Timah Nusantara, Tbk.

Pendirian PerusahaanEstablished19 Agustus 1982

Komposisi Pemegang SahamShareholders CompositionNippon Steel & Sumitomo Metal Corporation 35,00%PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 20,10%Mitsui & Co., Ltd 10,00%Metal One Corporation 5,00%Nippon Steel & Sumikin Bussan Corporation 5,00%PT Baruna Inti Lestari 5,01%Publik 19,89%

NotarisNotary Aryanti Artisari S.H., M. Kn.Menara Sudirman 18th FloorJl. Jend. Sudirman Kav. 60Jakarta-12190Tel. : (+62 21) 520 4778Fax. : (+62 21) 520 4779, 520 4780

Kantor Akuntan PubikPublic Accountant FirmSiddharta Widjaja & Rekan (a member firm of KPMG)Wisma GKBI, 32th FloorJl. Jend. Sudirman Kav. 28Jakarta 10210 IndonesiaTel. : (+62 21) 574 2333Fax. : (+62 21) 574 1777

Bursa EfekStock ExchangePT Bursa Efek IndonesiaIndonesia Stock Exchange Building 1st Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53Jakarta 12190Tel. : (+62 21) 515 0515Fax. : (+62 21) 515 4153Email : [email protected] : www.idx.co.id

Biro Administrasi EfekShare RegistrarPT Datindo EntrycomPuri Datindo-Wisma SudirmanJl. Jend. Sudirman Kav 34-35Jakarta 10220Tel. : (+62 21) 570 9009, 570 8912Fax. : (+62 21) 570 9026, 570 8914No Assosiasi : No. STTD: Kep.16/PM/1991

Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi:For further Information, please contact:

Sekretaris PerusahaanCorporate SecretaryGedung Krakatau Steel 3rd FloorJl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54Jakarta Selatan 12950Tel. : (+62 21) 520 9883 (hunting)Fax. : (+62 21) 521 0079, 521 0081Website : http://www.latinusa.co.id

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk128

TANGGUNG JAWAB PELAPORAN TAHUNANResponsibility for Annual Reporting

Laporan Tahunan ini, berikut Laporan Keuangan dan informasi terkait lainnya, merupakan tanggung jawab Manajemen Latinusa dan telah disetujui oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dengan membubuhkan tanda tangannya masing-masing di bawah ini:

This Annual Report and the accompanying financial statements and related financial information are the responsibility of the management of Latinusa and have been approved by members of the Board of Commissioners whose signatures appear below:

Dewan KomisarisBoard of Commissioners

Kazumasa ShinkaiKomisaris Utama President Commissioner

SukandarKomisaris Commissioner

Mitsuo IkedaKomisarisCommissioner

Keiichiro KawaguchiKomisaris Commissioner

Teguh Panotojudo SlametKomisaris Independen Independent Commissioner

Budi IrmawanKomisaris Independen Independent Commissioner

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 129

Laporan Tahunan ini, berikut Laporan Keuangan dan informasi terkait lainnya, merupakan tanggung jawab Manajemen Latinusa dan telah disetujui oleh seluruh anggota Direksi dengan membubuhkan tanda tangannya masing-masing di bawah ini:

This Annual Report and the accompanying financial statements and related financial information are the responsibility of the management of Latinusa and have been approved by members of the Board of Directors whose signatures appear below:

DireksiBoard of Directors

Ardhiman TADirektur Utama President Director

Masaaki EnjujiWakil Direktur Utama Executive Vice President Director

R. Suprapto IndroprayitnoDirektur KomersialCommercial Director

Slamet GunawanDirektur Keuangan Finance Director

Himawan TuratmoDirektur Operasi (Direktur Independen) Operation Director (Independent Director)*

* Merupakan Direktur Independen sesuai dengan terbitnya peraturan I-A (Lampiran I, Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No.: Kep-00001/BEI/01-2014 tanggal 20 Januari 2014)

Serves as Independent Director as defined in Regulation I-A (Attachment I, Decree of the Board of Directors of PT Bursa Efek Indonesia No.: Kep-00001/BEI/01-2014 dated January 20, 2014)

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk130

LAPORANKEUANGANFinancial Statements

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk.

Laporan Keuangan beserta Laporan Auditor Independen

Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

Financial Statements with Independent Auditors’ Report

For the years ended December 31, 2014 and 2013

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 131

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk132

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 133

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk134

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini.

See Notes to the Financial Statements, which form on integral part of these financial statements.

4

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN

31 Desember 2014 dan 2013 (Disajikan dalam ribuan Dolar AS,

kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION

31 December 2014 and 2013 (Expressed in thousands of US Dollars,

unless otherwise stated)

Catatan/ Notes

2014

2013

ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 2,4,30,31 5,146 8,477 Cash and cash equivalents Piutang usaha, pihak ketiga setelah

dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar USD441 pada tahun 2014 dan USD241 pada tahun 2013 2,3,5,30,31 42,624 38,348

Trade receivables, third parties net of allowance for impairment losses of

USD441 in 2014 and USD241 in 2013

Piutang lain-lain Other receivables Pihak ketiga 2,30,31 391 159 Third parties Pihak berelasi 2,18,30,31 4 4 Related parties

Persediaan, neto 2,3,6,20 42,931 44,198 Inventories, net Uang muka dan biaya dibayar dimuka 7 687 720 Advances and prepaid expenses TOTAL ASET LANCAR 91,783 91,906 TOTAL CURRENT ASSETS ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS Penyertaan saham 2,8,18, 31 128 128 Investment in shares Aset pajak tangguhan, neto 2,13e 1,814 2,126 Deferred tax assets, net Aset tetap,

setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar USD15.735 pada tahun 2014 dan USD13.528 pada tahun 2013

2,3,9,20,21,22 21,369 23,992

Fixed assets, net of accumulated depreciation of

USD15,735 in 2014 and USD13,528 in 2013

Pajak penghasilan yang dapat dikembalikan 2,3,30,13a 5,639 5,897

Refundable income tax

Uang jaminan 2,18,31 55 55 Security deposits Piutang karyawan, neto 2,18,30,31 135 183 Employees’ receivables, net Aset lain-lain 2,10 496 133 Other assets TOTAL ASET TIDAK LANCAR 29,636 32,514 TOTAL NON-CURRENT ASSETS TOTAL ASET 121,419 124,420 TOTAL ASSETS

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini.

See Notes to the Financial Statements, which form on integral part of these financial statements.

5

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)

31 Desember 2014 dan 2013 (Disajikan dalam ribuan Dolar AS,

kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (Continued)

31 December 2014 and 2013 (Expressed in thousands of US Dollars,

unless otherwise stated)

Catatan/ Notes

2014

2013

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Utang bank jangka pendek 2,11,28,30,31 54,834) 40,424 Short-term bank loans Utang usaha Trade payables

Pihak ketiga 2,12,30,31 21,755) 27,608 Third parties Pihak berelasi 2,12,18,30,31 3,830) 6,940 Related parties

Utang lain-lain Other payables Pihak ketiga 2,15,30,31 673) 1,614 Third parties Pihak berelasi 2,15,18,30,31 41) 38 Related parties

Utang pajak 2,13b 429) 74 Taxes payable Beban akrual 2,14,30,31 578) 702 Accrued expenses Provisi jangka pendek 2,16 118) 65 Short-term provision TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 82,258) 77,465 TOTAL CURRENT LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITY Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2,3,25,30 3,475) 4,019 Long-term employee benefits liabilities TOTAL LIABILITAS 85,733) 81,484 TOTAL LIABILITIES EKUITAS EQUITY Modal saham - nilai nominal Rp100 per

saham

Shares capital - par value of Rp100 per share Modal dasar - 8.000.000.000 saham Authorized capital - 8,000,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor penuh

2.523.350.000 saham 17 26,844) 26,844 Issued and fully paid 2,523,350,000

shares Tambahan modal disetor, neto 17 11,414) 11,414 Additional paid-in capital, net Modal lain-lain – opsi saham 2,26 185) 185 Other capital – stock option (Akumulasi rugi) saldo laba (2,757) 4,493 (Accumulated deficit) retained earnings TOTAL EKUITAS, NETO 35,686) 42,936 TOTAL EQUITY, NET TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 121,419) 124,420 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 135

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini.

See Notes to the Financial Statements, which form on integral part of these financial statements.

4

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN

31 Desember 2014 dan 2013 (Disajikan dalam ribuan Dolar AS,

kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION

31 December 2014 and 2013 (Expressed in thousands of US Dollars,

unless otherwise stated)

Catatan/ Notes

2014

2013

ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 2,4,30,31 5,146 8,477 Cash and cash equivalents Piutang usaha, pihak ketiga setelah

dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar USD441 pada tahun 2014 dan USD241 pada tahun 2013 2,3,5,30,31 42,624 38,348

Trade receivables, third parties net of allowance for impairment losses of

USD441 in 2014 and USD241 in 2013

Piutang lain-lain Other receivables Pihak ketiga 2,30,31 391 159 Third parties Pihak berelasi 2,18,30,31 4 4 Related parties

Persediaan, neto 2,3,6,20 42,931 44,198 Inventories, net Uang muka dan biaya dibayar dimuka 7 687 720 Advances and prepaid expenses TOTAL ASET LANCAR 91,783 91,906 TOTAL CURRENT ASSETS ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS Penyertaan saham 2,8,18, 31 128 128 Investment in shares Aset pajak tangguhan, neto 2,13e 1,814 2,126 Deferred tax assets, net Aset tetap,

setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar USD15.735 pada tahun 2014 dan USD13.528 pada tahun 2013

2,3,9,20,21,22 21,369 23,992

Fixed assets, net of accumulated depreciation of

USD15,735 in 2014 and USD13,528 in 2013

Pajak penghasilan yang dapat dikembalikan 2,3,30,13a 5,639 5,897

Refundable income tax

Uang jaminan 2,18,31 55 55 Security deposits Piutang karyawan, neto 2,18,30,31 135 183 Employees’ receivables, net Aset lain-lain 2,10 496 133 Other assets TOTAL ASET TIDAK LANCAR 29,636 32,514 TOTAL NON-CURRENT ASSETS TOTAL ASET 121,419 124,420 TOTAL ASSETS

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini.

See Notes to the Financial Statements, which form on integral part of these financial statements.

5

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)

31 Desember 2014 dan 2013 (Disajikan dalam ribuan Dolar AS,

kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (Continued)

31 December 2014 and 2013 (Expressed in thousands of US Dollars,

unless otherwise stated)

Catatan/ Notes

2014

2013

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Utang bank jangka pendek 2,11,28,30,31 54,834) 40,424 Short-term bank loans Utang usaha Trade payables

Pihak ketiga 2,12,30,31 21,755) 27,608 Third parties Pihak berelasi 2,12,18,30,31 3,830) 6,940 Related parties

Utang lain-lain Other payables Pihak ketiga 2,15,30,31 673) 1,614 Third parties Pihak berelasi 2,15,18,30,31 41) 38 Related parties

Utang pajak 2,13b 429) 74 Taxes payable Beban akrual 2,14,30,31 578) 702 Accrued expenses Provisi jangka pendek 2,16 118) 65 Short-term provision TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 82,258) 77,465 TOTAL CURRENT LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITY Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2,3,25,30 3,475) 4,019 Long-term employee benefits liabilities TOTAL LIABILITAS 85,733) 81,484 TOTAL LIABILITIES EKUITAS EQUITY Modal saham - nilai nominal Rp100 per

saham

Shares capital - par value of Rp100 per share Modal dasar - 8.000.000.000 saham Authorized capital - 8,000,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor penuh

2.523.350.000 saham 17 26,844) 26,844 Issued and fully paid 2,523,350,000

shares Tambahan modal disetor, neto 17 11,414) 11,414 Additional paid-in capital, net Modal lain-lain – opsi saham 2,26 185) 185 Other capital – stock option (Akumulasi rugi) saldo laba (2,757) 4,493 (Accumulated deficit) retained earnings TOTAL EKUITAS, NETO 35,686) 42,936 TOTAL EQUITY, NET TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 121,419) 124,420 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk136

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini.

See Notes to the Financial Statements, which form on integral part of these financial statements.

6

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

Catatan/ Notes

2014

2013

PENJUALAN NETO 2,19 162,916) 172,461) NET SALES BEBAN POKOK PENJUALAN 2,6,9,20 (156,418) (159,187) COST OF GOODS SOLD LABA BRUTO 6,498) 13,274) GROSS PROFIT BEBAN OPERASI 2,5,9,21,22 OPERATING EXPENSES Beban penjualan (3,267) (3,243) Selling expenses Beban umum dan administrasi (7,651) (6,943) General and administrative expenses Total beban operasi (10,918) (10,186) Total operating expenses (RUGI) LABA OPERASI (4,420) 3,088) OPERATING (LOSS) INCOME Pendapatan keuangan 2,23 145) 227) Finance income Rugi penjualan scrap (237) (97) Loss on sales of scraps Biaya keuangan 2,24 (1,243) (676) Finance costs Rugi selisih kurs, neto 2 (1,848) (2,899) Loss on currency exchange, net Pendapatan lain-lain 853) 1,043) Other income Beban lain-lain (82) (183) Other expense (RUGI) LABA SEBELUM PAJAK (6,832) 503) (LOSS) INCOME BEFORE TAX BEBAN PAJAK TAX EXPENSE Kini 2,13c -) -) Current Tangguhan 2,13d (312) (225) Deferred Beban Pajak, Neto (312) (225) Tax Expense, Net (RUGI) LABA TAHUN BERJALAN/ (LOSS) INCOME FOR THE YEAR/

TOTAL (RUGI) LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (7,144) 278)

TOTAL COMPREHENSIVE (LOSS) INCOME FOR THE YEAR

(RUGI) LABA PER SAHAM (dalam nilai

penuh) (LOSS) INCOME PER SHARE (in full

amount) Dasar, (rugi) laba tahun berjalan

diatribusikan pada pemegang saham 2,29 (0.0028) 0.0001) Basic, (loss) income for the year attributable to equity holders

7

PT P

ELA

T TI

MAH

NU

SAN

TAR

A T

bk

LAPO

RAN

PER

UB

AHAN

EK

UIT

AS

Unt

uk T

ahun

-tahu

n ya

ng B

erak

hir

31

Des

embe

r 20

14 d

an 2

013

(D

isaj

ikan

dal

am ri

buan

Dol

ar A

S,

kecu

ali d

inya

taka

n la

in)

P

T PE

LAT

TIM

AH

NU

SAN

TAR

A T

bk

STA

TEM

ENTS

OF

CH

AN

GES

IN E

QU

ITY

For t

he Y

ears

End

ed

31 D

ecem

ber 2

014

and

2013

(E

xpre

ssed

in th

ousa

nds

of U

S D

olla

rs,

unle

ss o

ther

wis

e st

ated

)

M

odal

di

tem

patk

an

dan

dise

tor

penu

h/

Tam

baha

n m

odal

dis

etor

- ne

to/

M

odal

lain

-lain

Sald

o la

ba (A

kum

ulas

i ker

ugia

n)/

Ret

aine

d ea

rnin

gs (A

ccum

ulat

ed lo

sses

)

Tota

l

C

atat

an/

Is

sued

and

fu

lly p

aid

shar

e

Add

ition

al

paid

-in

O

psi s

aham

/ O

ther

cap

ital -

D

icad

angk

an/

Ti

dak

dica

dang

kan/

To

tal/

ek

uita

s, n

eto/

To

tal e

quity

,

N

otes

capi

tal

ca

pita

l - n

et

St

ock

optio

n

App

ropr

iate

d

Una

ppro

pria

ted

To

tal

ne

t

Sal

do, 1

Jan

uari

2013

26

,844

11,4

14

18

5

32,3

39

(2

8,12

4)

4,

215)

42,6

58)

Bal

ance

, 1 J

anua

ry 2

013

To

tal l

aba

kom

preh

ensi

f

Tota

l com

preh

ensi

ve in

com

e ta

hun

berja

lan

-

-

-

-

278)

278)

278)

fo

r the

yea

r

Sal

do, 3

1 D

esem

ber 2

013

26,8

44

11

,414

185

32

,339

(27,

846)

4,49

3)

42

,936

) B

alan

ce, 3

1 D

ecem

ber 2

013

To

tal r

ugi k

ompr

ehen

sif

To

tal c

ompr

ehen

sive

loss

ta

hun

berja

lan

-

-

-

-

(7,1

44)

(7

,144

)

(7,1

44)

for t

he y

ear

D

ivid

en k

as

17

-

-

-

-

(1

06)

(1

06)

(1

06)

Cas

h di

vide

nd

P

embe

ntuk

an c

adan

gan

waj

ib

17

-

-

-

6

(6

)

-)

-)

A

ppro

pria

te fo

r man

dato

ry re

serv

e

Sald

o, 3

1 D

esem

ber

2014

26

,844

11

,414

18

5

32,3

45

(3

5,10

2)

(2

,757

)

35,6

86)

Bal

ance

, 31

Dec

embe

r 201

4

Li

hat C

atat

an a

tas

Lapo

ran

Keu

anga

n ya

ng m

erup

akan

bag

ian

yang

tak

terp

isah

kan

dari

lapo

ran

keua

ngan

ini.

Se

e N

otes

to th

e Fi

nanc

ial S

tate

men

ts, w

hich

form

on

inte

gral

par

t of t

hese

fin

anci

al s

tate

men

ts.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 137

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini.

See Notes to the Financial Statements, which form on integral part of these financial statements.

6

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

Catatan/ Notes

2014

2013

PENJUALAN NETO 2,19 162,916) 172,461) NET SALES BEBAN POKOK PENJUALAN 2,6,9,20 (156,418) (159,187) COST OF GOODS SOLD LABA BRUTO 6,498) 13,274) GROSS PROFIT BEBAN OPERASI 2,5,9,21,22 OPERATING EXPENSES Beban penjualan (3,267) (3,243) Selling expenses Beban umum dan administrasi (7,651) (6,943) General and administrative expenses Total beban operasi (10,918) (10,186) Total operating expenses (RUGI) LABA OPERASI (4,420) 3,088) OPERATING (LOSS) INCOME Pendapatan keuangan 2,23 145) 227) Finance income Rugi penjualan scrap (237) (97) Loss on sales of scraps Biaya keuangan 2,24 (1,243) (676) Finance costs Rugi selisih kurs, neto 2 (1,848) (2,899) Loss on currency exchange, net Pendapatan lain-lain 853) 1,043) Other income Beban lain-lain (82) (183) Other expense (RUGI) LABA SEBELUM PAJAK (6,832) 503) (LOSS) INCOME BEFORE TAX BEBAN PAJAK TAX EXPENSE Kini 2,13c -) -) Current Tangguhan 2,13d (312) (225) Deferred Beban Pajak, Neto (312) (225) Tax Expense, Net (RUGI) LABA TAHUN BERJALAN/ (LOSS) INCOME FOR THE YEAR/

TOTAL (RUGI) LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (7,144) 278)

TOTAL COMPREHENSIVE (LOSS) INCOME FOR THE YEAR

(RUGI) LABA PER SAHAM (dalam nilai

penuh) (LOSS) INCOME PER SHARE (in full

amount) Dasar, (rugi) laba tahun berjalan

diatribusikan pada pemegang saham 2,29 (0.0028) 0.0001) Basic, (loss) income for the year attributable to equity holders

7

PT P

ELA

T TI

MAH

NU

SAN

TAR

A T

bk

LAPO

RAN

PER

UB

AHAN

EK

UIT

AS

Unt

uk T

ahun

-tahu

n ya

ng B

erak

hir

31

Des

embe

r 20

14 d

an 2

013

(D

isaj

ikan

dal

am ri

buan

Dol

ar A

S,

kecu

ali d

inya

taka

n la

in)

P

T PE

LAT

TIM

AH

NU

SAN

TAR

A T

bk

STA

TEM

ENTS

OF

CH

AN

GES

IN E

QU

ITY

For t

he Y

ears

End

ed

31 D

ecem

ber 2

014

and

2013

(E

xpre

ssed

in th

ousa

nds

of U

S D

olla

rs,

unle

ss o

ther

wis

e st

ated

)

M

odal

di

tem

patk

an

dan

dise

tor

penu

h/

Tam

baha

n m

odal

dis

etor

- ne

to/

M

odal

lain

-lain

Sald

o la

ba (A

kum

ulas

i ker

ugia

n)/

Ret

aine

d ea

rnin

gs (A

ccum

ulat

ed lo

sses

)

Tota

l

C

atat

an/

Is

sued

and

fu

lly p

aid

shar

e

Add

ition

al

paid

-in

O

psi s

aham

/ O

ther

cap

ital -

D

icad

angk

an/

Ti

dak

dica

dang

kan/

To

tal/

ek

uita

s, n

eto/

To

tal e

quity

,

N

otes

capi

tal

ca

pita

l - n

et

St

ock

optio

n

App

ropr

iate

d

Una

ppro

pria

ted

To

tal

ne

t

Sal

do, 1

Jan

uari

2013

26

,844

11,4

14

18

5

32,3

39

(2

8,12

4)

4,

215)

42,6

58)

Bal

ance

, 1 J

anua

ry 2

013

To

tal l

aba

kom

preh

ensi

f

Tota

l com

preh

ensi

ve in

com

e ta

hun

berja

lan

-

-

-

-

278)

278)

278)

fo

r the

yea

r

Sal

do, 3

1 D

esem

ber 2

013

26,8

44

11

,414

185

32

,339

(27,

846)

4,49

3)

42

,936

) B

alan

ce, 3

1 D

ecem

ber 2

013

To

tal r

ugi k

ompr

ehen

sif

To

tal c

ompr

ehen

sive

loss

ta

hun

berja

lan

-

-

-

-

(7,1

44)

(7

,144

)

(7,1

44)

for t

he y

ear

D

ivid

en k

as

17

-

-

-

-

(1

06)

(1

06)

(1

06)

Cas

h di

vide

nd

P

embe

ntuk

an c

adan

gan

waj

ib

17

-

-

-

6

(6

)

-)

-)

A

ppro

pria

te fo

r man

dato

ry re

serv

e

Sald

o, 3

1 D

esem

ber

2014

26

,844

11

,414

18

5

32,3

45

(3

5,10

2)

(2

,757

)

35,6

86)

Bal

ance

, 31

Dec

embe

r 201

4

Li

hat C

atat

an a

tas

Lapo

ran

Keu

anga

n ya

ng m

erup

akan

bag

ian

yang

tak

terp

isah

kan

dari

lapo

ran

keua

ngan

ini.

Se

e N

otes

to th

e Fi

nanc

ial S

tate

men

ts, w

hich

form

on

inte

gral

par

t of t

hese

fin

anci

al s

tate

men

ts.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk138

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

9

1. UMUM 1. GENERAL

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta No. 45 tanggal 19 Agustus 1982 dari Notaris Imas Fatimah, S.H., dan telah diubah dengan Akta No. 85 tanggal 30 Mei 1983 dari notaris yang sama. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-4497.HT.01.01.TH.83 tanggal 15 Juni 1983 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 13 September 1983, Tambahan No. 828. Anggaran Dasar Perusahaan terakhir diubah dengan Akta Notaris No. 104 tanggal 27 Maret 2013 yang dibuat oleh notaris Aryanti Artisari S.H., M.Kn., dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat Keputusannya No. AHU-28158. AH.01.02.Tahun 2013, tanggal 27 Mei 2013. Kantor Pusat Perusahaan berkedudukan di Jl. Gatot Subroto Kav. 54, Jakarta dan pabriknya berlokasi di Cilegon, Banten. Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1986. Perusahaan memulai kegiatan revamping pada tahun 2010 hingga rampung pelaksanaan pada bulan Desember 2011 dan mulai operasi secara komersial pada bulan April 2012. Kapasitas produksi sebelum revamping adalah 130.000 ton per tahun menjadi 160.000 ton per tahun setelah revamping. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang industri baja lembaran lapis timah (tinplate).

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (the “Company”) was established based on the Notarial Deed No. 45 of Imas Fatimah, S.H., dated 19 August 1982 and was amended with the Notarial Deed No. 85 of the same notary dated 30 May 1983. The deed of establishment was approved by the Ministry of Justice in its Decision Letter No. C2-4497.HT.01.01.TH.83 dated 15 June 1983 and was published in the State Gazette Republic of Indonesia No. 73 dated 13 September 1983, Supplement No. 828. The Company’s Articles of Association has been last amended by Notarial Deed No. 104 dated 27 March 2013, which was made by notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn and had been approved by The Ministry of Law and Human Rights of The Republic of Indonesia in its Decision letter No. AHU-28158.AH.01.02 Year 2013, dated 27 May 2013. The Company’s Head Office is located in Jl. Gatot Subroto Kav. 54, Jakarta and its factory is located in Cilegon, Banten. The Company started its commercial operations in 1986. The Company started the revamping project in 2010 up to completion in December 2011 and started the commercial operation in April 2012. Production capacity before revamping project is 130,000 tons per annum which become 160,000 tons per annum after revamping project. According to article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of activities of the Company comprises of industrial tinplate.

Pada tanggal 4 Desember 2009, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 504.670.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga Rp325 per saham. Saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 14 Desember 2009.

On 4 December 2009, the Company obtained the effective statement from the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) to conduct public offering of its 504,670,000 new shares with nominal value of Rp100 per share at a price of Rp325 per share. The Company’s shares were listed on the Indonesia Stock Exchange on 14 December 2009.

a. Pendirian Perusahaan a. The Company’s Establishment

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan b. The Company’s Public Offering

8

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk

LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2014 dan 2013 (Disajikan dalam ribuan Dolar AS,

kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk STATEMENTS OF CASH FLOWS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

Catatan/ Notes 2014 2013 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan dari pelanggan 176,430) 182,712) Receipts from customers Penerimaan dari penghasilan bunga 155) 229) Receipts from interest income Penerimaan dari pajak 2,632) -) Receipts from taxes Pembayaran kepada pemasok (157,037) (150,701) Payments to suppliers Pembayaran untuk pajak (17,118) (18,625) Payments for taxes Pembayaran untuk beban usaha (6,348) (5,630) Payments for operating expensesPembayaran kepada karyawan (7,272) (6,673) Payments to employeesPembayaran untuk bunga dan biaya bank (912) (565) Payments for interest expense and bank charges Lain-lain, neto (1,554) (1,216) Others, net Arus Kas Neto yang (digunakan untuk)

diperoleh dari Aktivitas Operasi (11,024) (469) Net Cash Flows (used in) from

Operating Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Penambahan aset tetap (439) (1,639) Acquisitions of fixed assets Hasil dari penjualan aset tetap dan aset lain-

lain 66) 195) Proceeds from sales of fixed assets and

other assets Arus Kas Neto yang digunakan untuk

Aktivitas Investasi (373) (1,444) Net Cash Flows used in Investing Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Penerimaan utang bank 103,078) 5,263) Proceeds from bank loans Pembayaran utang bank (94,914) (2,837) Payments of bank loans Penerimaan dividen 8) -) Dividend receipt Pembayaran dividen kas (106) -) Payments of cash dividend Arus Kas Neto yang diperoleh dari Net Cash Flows from

Aktivitas Pendanaan 8,066) 2,426) Financing Activities

(PENURUNAN)/KENAIKAN NETO NET (DECREASE)/INCREASE IN KAS DAN SETARA KAS (3,331) 513) CASH AND CASH EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS

AWAL TAHUN

8,477)

7,964) CASH AND CASH EQUIVALENTS

AT BEGINNING OF YEAR KAS DAN SETARA KAS

AKHIR TAHUN 4 5,146) 8,477)

CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini.

See Notes to the Financial Statements, which form on integral part of these financial statements.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 139

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

9

1. UMUM 1. GENERAL

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta No. 45 tanggal 19 Agustus 1982 dari Notaris Imas Fatimah, S.H., dan telah diubah dengan Akta No. 85 tanggal 30 Mei 1983 dari notaris yang sama. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-4497.HT.01.01.TH.83 tanggal 15 Juni 1983 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 13 September 1983, Tambahan No. 828. Anggaran Dasar Perusahaan terakhir diubah dengan Akta Notaris No. 104 tanggal 27 Maret 2013 yang dibuat oleh notaris Aryanti Artisari S.H., M.Kn., dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat Keputusannya No. AHU-28158. AH.01.02.Tahun 2013, tanggal 27 Mei 2013. Kantor Pusat Perusahaan berkedudukan di Jl. Gatot Subroto Kav. 54, Jakarta dan pabriknya berlokasi di Cilegon, Banten. Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1986. Perusahaan memulai kegiatan revamping pada tahun 2010 hingga rampung pelaksanaan pada bulan Desember 2011 dan mulai operasi secara komersial pada bulan April 2012. Kapasitas produksi sebelum revamping adalah 130.000 ton per tahun menjadi 160.000 ton per tahun setelah revamping. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang industri baja lembaran lapis timah (tinplate).

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (the “Company”) was established based on the Notarial Deed No. 45 of Imas Fatimah, S.H., dated 19 August 1982 and was amended with the Notarial Deed No. 85 of the same notary dated 30 May 1983. The deed of establishment was approved by the Ministry of Justice in its Decision Letter No. C2-4497.HT.01.01.TH.83 dated 15 June 1983 and was published in the State Gazette Republic of Indonesia No. 73 dated 13 September 1983, Supplement No. 828. The Company’s Articles of Association has been last amended by Notarial Deed No. 104 dated 27 March 2013, which was made by notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn and had been approved by The Ministry of Law and Human Rights of The Republic of Indonesia in its Decision letter No. AHU-28158.AH.01.02 Year 2013, dated 27 May 2013. The Company’s Head Office is located in Jl. Gatot Subroto Kav. 54, Jakarta and its factory is located in Cilegon, Banten. The Company started its commercial operations in 1986. The Company started the revamping project in 2010 up to completion in December 2011 and started the commercial operation in April 2012. Production capacity before revamping project is 130,000 tons per annum which become 160,000 tons per annum after revamping project. According to article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of activities of the Company comprises of industrial tinplate.

Pada tanggal 4 Desember 2009, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 504.670.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga Rp325 per saham. Saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 14 Desember 2009.

On 4 December 2009, the Company obtained the effective statement from the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) to conduct public offering of its 504,670,000 new shares with nominal value of Rp100 per share at a price of Rp325 per share. The Company’s shares were listed on the Indonesia Stock Exchange on 14 December 2009.

a. Pendirian Perusahaan a. The Company’s Establishment

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan b. The Company’s Public Offering

8

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk

LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2014 dan 2013 (Disajikan dalam ribuan Dolar AS,

kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk STATEMENTS OF CASH FLOWS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

Catatan/ Notes 2014 2013 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan dari pelanggan 176,430) 182,712) Receipts from customers Penerimaan dari penghasilan bunga 155) 229) Receipts from interest income Penerimaan dari pajak 2,632) -) Receipts from taxes Pembayaran kepada pemasok (157,037) (150,701) Payments to suppliers Pembayaran untuk pajak (17,118) (18,625) Payments for taxes Pembayaran untuk beban usaha (6,348) (5,630) Payments for operating expensesPembayaran kepada karyawan (7,272) (6,673) Payments to employeesPembayaran untuk bunga dan biaya bank (912) (565) Payments for interest expense and bank charges Lain-lain, neto (1,554) (1,216) Others, net Arus Kas Neto yang (digunakan untuk)

diperoleh dari Aktivitas Operasi (11,024) (469) Net Cash Flows (used in) from

Operating Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Penambahan aset tetap (439) (1,639) Acquisitions of fixed assets Hasil dari penjualan aset tetap dan aset lain-

lain 66) 195) Proceeds from sales of fixed assets and

other assets Arus Kas Neto yang digunakan untuk

Aktivitas Investasi (373) (1,444) Net Cash Flows used in Investing Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Penerimaan utang bank 103,078) 5,263) Proceeds from bank loans Pembayaran utang bank (94,914) (2,837) Payments of bank loans Penerimaan dividen 8) -) Dividend receipt Pembayaran dividen kas (106) -) Payments of cash dividend Arus Kas Neto yang diperoleh dari Net Cash Flows from

Aktivitas Pendanaan 8,066) 2,426) Financing Activities

(PENURUNAN)/KENAIKAN NETO NET (DECREASE)/INCREASE IN KAS DAN SETARA KAS (3,331) 513) CASH AND CASH EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS

AWAL TAHUN

8,477)

7,964) CASH AND CASH EQUIVALENTS

AT BEGINNING OF YEAR KAS DAN SETARA KAS

AKHIR TAHUN 4 5,146) 8,477)

CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini.

See Notes to the Financial Statements, which form on integral part of these financial statements.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk140

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING ..POLICIES

a. Pernyataan kepatuhan a. Statement of compliance

Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK”) dan Peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait di bawah ini, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2014, baik secara prospektif maupun retrospektif.

The financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (“DSAK”) and the Regulations and the Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by BAPEPAM-LK. As disclosed further in the relevant succeeding notes, several amended and published accounting standards were adopted effective 1 January 2014, prospectively and retrospectively.

b...Direksi Perusahaan menyetujui penerbitan

laporan keuangan pada tanggal 23 Pebruari 2015.

b. The Company’s directors approved the financial statements on 23 February 2015.

c. Dasar pengukuran c. Basis of measurement

Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

The financial statements have been prepared on the accrual basis using the historical cost concept, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies of each account.

Laporan arus kas yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The statement of cash flows, which has been prepared using the direct method, presents cash receipts and payments classified into operating, investing and financing activities.

Mata uang penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Dolar Amerika Serikat (Dolar AS/ “USD”) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Semua informasi keuangan dalam Dolar Amerika Serikat telah disajikan dalam pembulatan ribuan.

The presentation currency used in the preparation of the financial statements is the United States Dollar “USD” which is the functional currency of the Company. All financial information presented in USD has been rounded to the nearest thousand.

d.APerubahan kebijakan akuntansi dan

pengungkapan d. Changes in accounting policies and

disclosures

Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, kecuali untuk penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2014 seperti yang diungkapkan pada Catatan ini.

The accounting policies adopted in the preparation of the financial statements are consistent with those made in the preparation of the Company’s financial statements for the year ended 31 December 2014, except for the adoption of several amended SAKs which were effective starting 1 January 2014 as disclosed in this Note.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

10

1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)

c. ...Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees

Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company’s Board of Commissioners and Directors as of 31 December 2014, is as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama Kazumasa Shinkai President Commissioner Komisaris Sukandar Commissioner Komisaris Keiichiro Kawaguchi Commissioner Komisaris Mitsuo Ikeda Commissioner Komisaris Independen Budi Irmawan Independent Commissioner Komisaris Independen Teguh Panotojudo Slamet Independent Commissioner Direksi Directors Direktur Utama Ardhiman T. Akanda President Director Wakil Direktur Utama Masaaki Enjuji Vice President Director Direktur Komersial R. Suprapto Indroprayitno Commercial Director Direktur Operasi Independen Himawan Turatmo Independent Operational Director Direktur Keuangan Slamet Gunawan Finance Director Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company’s Board of Commissioners and Directors as of 31 December 2013, is as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama Kazumasa Shinkai President Commissioner Komisaris Sukandar Commissioner Komisaris Keiichiro Kawaguchi Commissioner Komisaris Shojiro Ejima Commissioner Komisaris Independen Budi Irmawan Independent Commissioner Komisaris Independen Teguh Panotojudo Slamet Independent Commissioner Direksi Directors Direktur Utama Ardhiman T. Akanda President Director Wakil Direktur Utama Yoshimitsu Honda Vice President Director Direktur Komersial R. Suprapto Indroprayitno Commercial Director Direktur Operasi tidak terafiliasi Himawan Turatmo Unaffiliated Operational Director Direktur Keuangan Slamet Gunawan Finance Director

Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company’s Audit Committee as of 31 December 2014 and 2013, is as follows:

Ketua Teguh Panotojudo Slamet Chairman Anggota Budi Irmawan Member Anggota Heru A. C. Koesno Member Anggota Rachmat Noviar Member

Per 31 Desember 2014 dan 2013, jumlah karyawan tetap Perusahaan adalah masing – masing 342 dan 392 orang (tidak diaudit).

As of 31 December 2014 and 2013, the Company has 342 and 392 permanent employees, respectively (unaudited).

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 141

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING ..POLICIES

a. Pernyataan kepatuhan a. Statement of compliance

Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK”) dan Peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait di bawah ini, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2014, baik secara prospektif maupun retrospektif.

The financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (“DSAK”) and the Regulations and the Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by BAPEPAM-LK. As disclosed further in the relevant succeeding notes, several amended and published accounting standards were adopted effective 1 January 2014, prospectively and retrospectively.

b...Direksi Perusahaan menyetujui penerbitan

laporan keuangan pada tanggal 23 Pebruari 2015.

b. The Company’s directors approved the financial statements on 23 February 2015.

c. Dasar pengukuran c. Basis of measurement

Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

The financial statements have been prepared on the accrual basis using the historical cost concept, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies of each account.

Laporan arus kas yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The statement of cash flows, which has been prepared using the direct method, presents cash receipts and payments classified into operating, investing and financing activities.

Mata uang penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Dolar Amerika Serikat (Dolar AS/ “USD”) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Semua informasi keuangan dalam Dolar Amerika Serikat telah disajikan dalam pembulatan ribuan.

The presentation currency used in the preparation of the financial statements is the United States Dollar “USD” which is the functional currency of the Company. All financial information presented in USD has been rounded to the nearest thousand.

d.APerubahan kebijakan akuntansi dan

pengungkapan d. Changes in accounting policies and

disclosures

Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, kecuali untuk penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2014 seperti yang diungkapkan pada Catatan ini.

The accounting policies adopted in the preparation of the financial statements are consistent with those made in the preparation of the Company’s financial statements for the year ended 31 December 2014, except for the adoption of several amended SAKs which were effective starting 1 January 2014 as disclosed in this Note.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

10

1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)

c. ...Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees

Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company’s Board of Commissioners and Directors as of 31 December 2014, is as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama Kazumasa Shinkai President Commissioner Komisaris Sukandar Commissioner Komisaris Keiichiro Kawaguchi Commissioner Komisaris Mitsuo Ikeda Commissioner Komisaris Independen Budi Irmawan Independent Commissioner Komisaris Independen Teguh Panotojudo Slamet Independent Commissioner Direksi Directors Direktur Utama Ardhiman T. Akanda President Director Wakil Direktur Utama Masaaki Enjuji Vice President Director Direktur Komersial R. Suprapto Indroprayitno Commercial Director Direktur Operasi Independen Himawan Turatmo Independent Operational Director Direktur Keuangan Slamet Gunawan Finance Director Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company’s Board of Commissioners and Directors as of 31 December 2013, is as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama Kazumasa Shinkai President Commissioner Komisaris Sukandar Commissioner Komisaris Keiichiro Kawaguchi Commissioner Komisaris Shojiro Ejima Commissioner Komisaris Independen Budi Irmawan Independent Commissioner Komisaris Independen Teguh Panotojudo Slamet Independent Commissioner Direksi Directors Direktur Utama Ardhiman T. Akanda President Director Wakil Direktur Utama Yoshimitsu Honda Vice President Director Direktur Komersial R. Suprapto Indroprayitno Commercial Director Direktur Operasi tidak terafiliasi Himawan Turatmo Unaffiliated Operational Director Direktur Keuangan Slamet Gunawan Finance Director

Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company’s Audit Committee as of 31 December 2014 and 2013, is as follows:

Ketua Teguh Panotojudo Slamet Chairman Anggota Budi Irmawan Member Anggota Heru A. C. Koesno Member Anggota Rachmat Noviar Member

Per 31 Desember 2014 dan 2013, jumlah karyawan tetap Perusahaan adalah masing – masing 342 dan 392 orang (tidak diaudit).

As of 31 December 2014 and 2013, the Company has 342 and 392 permanent employees, respectively (unaudited).

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk142

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

12

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

d.AAAAAAAAAA APerubahan kebijakan akuntansi dan

pengungkapan (Lanjutan) d. Changes in accounting policies and

disclosures (Continued)

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang berlaku untuk Perusahaan di 2014:

Statement of Financial Accounting Standards (“PSAK”) which became applicable to the Company in 2014:

(i) Standar, revisi standar dan interpretasi

berikut ini, yang berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2014:

- ISAK 27 (Revisi 2013), “Pengalihan Aset dari Pelanggan”

- ISAK 28 (Revisi 2013), “Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas”

(i) The following standards, amendments and interpretations, which became effective for financial statements beginning on or after 1 January 2014:

- ISAK 27 (2013 Revision), “Transfer of Assets from Customers”

- ISAK 28 (2013 Revision), “Extinguishing Financial Liabilities with Equity Investments”

Dampak dari penerapan revisi Standar Akuntansi di atas adalah tidak signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.

The impacts from adopting the above revised accounting standards are not significant to the Company’s financial statements.

(ii) PSAK yang diterbitkan tetapi belum efektif (ii) PSAK issued but not yet effective

Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2014 adalah sebagai berikut:

New standards, amendments and interpretations issued but not yet effective for the financial year beginning 1 January 2014 are as follows:

- PSAK 1 (Revisi 2013) “Penyajian

laporan keuangan” - PSAK 15 (Revisi 2013) “Investasi pada

entitas asosiasi dan ventura bersama” - PSAK 24 (Revisi 2013) “Imbalan kerja” - PSAK 46 (Revisi 2013) “Pajak

penghasilan” - PSAK 48 (Revisi 2013) “Penurunan

nilai” - PSAK 50 (Revisi 2013) “Instrumen

keuangan: Penyajian” - PSAK 55 (Revisi 2013) “Instrumen

keuangan: Pengakuan dan pengukuran” - PSAK 60 (Revisi 2013) “Instrumen

keuangan: Pengungkapan” - PSAK 68 “Pengukuran nilai wajar”

- PSAK 1 (2013 Revision) “Presentation of financial statements”

- PSAK 15 (2013 Revision) “Investment in associates and joint ventures”

- PSAK 24 (2013 Revision) “Employee benefits”

- PSAK 46 (2013 Revision) “Income taxes” - PSAK 48 (2013 Revision)“Impairment” - PSAK 50 (2013 Revision) “Financial

instruments: Presentation” - PSAK 55 (2013 Revision) “Financial

instruments: Recognition and Measurement”

- PSAK 60 (2013 Revision) “Financial instruments: Disclosures”

- PSAK 68 “Fair value measurement”

Revisi dan standar baru di atas akan berlaku efektif pada tahun buku yang dimulai 1 Januari 2015.

The revised and new standards above will become effective for the annual period beginning 1 January 2015.

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan ini, manajemen masih belum menentukan dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut terhadap laporan keuangan Perusahaan.

As of the issuance of these financial statements, the Company has not determined the potential impact of these new and revised PSAK to the Company’s financial statements.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

e. Aset dan liabilitas keuangan e. Financial assets and liabilities

Instrumen keuangan Perusahaan terdiri dari aset dan liabilitas keuangan.

The Company’s financial instrument comprise of financial assets and financial liabilities.

(i) Aset keuangan

Pengakuan dan pengukuran awal

Aset keuangan diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang serta aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya. Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, penyertaan saham, piutang karyawan dan uang jaminan.

(i) Financial assets

Initial recognition and measurement

Financial assets are classified as loans and receivables also available-for-sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financial assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition. Financial assets are initially measured at fair value, and in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, directly attributable transaction cost. The Company’s financial assets comprise of cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, investment in shares of stock, employees’ receivables and security deposits.

Pengukuran setelah pengakuan awal Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

Subsequent measurement The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as follows:

Pinjaman yang diberikan dan piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.

Loans and receivables Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan ini diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya dinyatakan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok ini disajikan sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif.

Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif.

These financial assets are initially measured at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method. Interest income on this financial assets classification is presented as interest income in the statement of comprehensive income. In the case of impairment, the impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as loans and receivables and recognized in the statement of comprehensive income.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 143

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

12

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

d.AAAAAAAAAA APerubahan kebijakan akuntansi dan

pengungkapan (Lanjutan) d. Changes in accounting policies and

disclosures (Continued)

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang berlaku untuk Perusahaan di 2014:

Statement of Financial Accounting Standards (“PSAK”) which became applicable to the Company in 2014:

(i) Standar, revisi standar dan interpretasi

berikut ini, yang berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2014:

- ISAK 27 (Revisi 2013), “Pengalihan Aset dari Pelanggan”

- ISAK 28 (Revisi 2013), “Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas”

(i) The following standards, amendments and interpretations, which became effective for financial statements beginning on or after 1 January 2014:

- ISAK 27 (2013 Revision), “Transfer of Assets from Customers”

- ISAK 28 (2013 Revision), “Extinguishing Financial Liabilities with Equity Investments”

Dampak dari penerapan revisi Standar Akuntansi di atas adalah tidak signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.

The impacts from adopting the above revised accounting standards are not significant to the Company’s financial statements.

(ii) PSAK yang diterbitkan tetapi belum efektif (ii) PSAK issued but not yet effective

Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2014 adalah sebagai berikut:

New standards, amendments and interpretations issued but not yet effective for the financial year beginning 1 January 2014 are as follows:

- PSAK 1 (Revisi 2013) “Penyajian

laporan keuangan” - PSAK 15 (Revisi 2013) “Investasi pada

entitas asosiasi dan ventura bersama” - PSAK 24 (Revisi 2013) “Imbalan kerja” - PSAK 46 (Revisi 2013) “Pajak

penghasilan” - PSAK 48 (Revisi 2013) “Penurunan

nilai” - PSAK 50 (Revisi 2013) “Instrumen

keuangan: Penyajian” - PSAK 55 (Revisi 2013) “Instrumen

keuangan: Pengakuan dan pengukuran” - PSAK 60 (Revisi 2013) “Instrumen

keuangan: Pengungkapan” - PSAK 68 “Pengukuran nilai wajar”

- PSAK 1 (2013 Revision) “Presentation of financial statements”

- PSAK 15 (2013 Revision) “Investment in associates and joint ventures”

- PSAK 24 (2013 Revision) “Employee benefits”

- PSAK 46 (2013 Revision) “Income taxes” - PSAK 48 (2013 Revision)“Impairment” - PSAK 50 (2013 Revision) “Financial

instruments: Presentation” - PSAK 55 (2013 Revision) “Financial

instruments: Recognition and Measurement”

- PSAK 60 (2013 Revision) “Financial instruments: Disclosures”

- PSAK 68 “Fair value measurement”

Revisi dan standar baru di atas akan berlaku efektif pada tahun buku yang dimulai 1 Januari 2015.

The revised and new standards above will become effective for the annual period beginning 1 January 2015.

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan ini, manajemen masih belum menentukan dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut terhadap laporan keuangan Perusahaan.

As of the issuance of these financial statements, the Company has not determined the potential impact of these new and revised PSAK to the Company’s financial statements.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

e. Aset dan liabilitas keuangan e. Financial assets and liabilities

Instrumen keuangan Perusahaan terdiri dari aset dan liabilitas keuangan.

The Company’s financial instrument comprise of financial assets and financial liabilities.

(i) Aset keuangan

Pengakuan dan pengukuran awal

Aset keuangan diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang serta aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya. Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, penyertaan saham, piutang karyawan dan uang jaminan.

(i) Financial assets

Initial recognition and measurement

Financial assets are classified as loans and receivables also available-for-sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financial assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition. Financial assets are initially measured at fair value, and in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, directly attributable transaction cost. The Company’s financial assets comprise of cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, investment in shares of stock, employees’ receivables and security deposits.

Pengukuran setelah pengakuan awal Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

Subsequent measurement The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as follows:

Pinjaman yang diberikan dan piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.

Loans and receivables Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan ini diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya dinyatakan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok ini disajikan sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif.

Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif.

These financial assets are initially measured at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method. Interest income on this financial assets classification is presented as interest income in the statement of comprehensive income. In the case of impairment, the impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as loans and receivables and recognized in the statement of comprehensive income.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk144

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

14

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

(i) Aset keuangan (Lanjutan) (i) Financial assets (Continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal (Lanjutan)

Subsequent measurement (Continued)

Aset keuangan tersedia untuk dijual

(Available-For-Sale (“AFS”))

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas akan direklas ke laporan laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

Perusahaan memiliki investasi saham yang nilai wajarnya tidak tersedia dengan pemilikan modal kurang dari 20%. Investasi ini dinyatakan sebesar biaya perolehan.

Available-For-Sale (“AFS”) financial assets AFS financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified in any of the preceding category. After initial measurement, AFS financial assets are measured at fair value with unrealized gains or losses recognized in the equity until the investment is derecognized. At that time, the cumulative gain or loss previously recognized in the shareholder’s equity shall be reclassified to profit or loss as a reclassification adjustment. The Company has investment in shares that does not have readily determinable fair value in which the ownership of equity interest is less than 20%. This investment is carried at cost.

Penghentian pengakuan

Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir atau ketika aset keuangan tersebut telah ditransfer dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset telah ditransfer (jika, secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Perusahaan akan melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kontrol yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan).

Derecognition Financial assets are derecognized when the contractual rights to receive cash flows from the assets have ceased to exist or the assets have been transferred and substantially all the risks and rewards of ownership of the assets are also transferred (that is, if substantially all the risks and rewards have not been transferred, the Company will evaluate to ensure that continuing involvement on the basis of any retained powers of control does not prevent derecognition).

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

15

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG

SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (Continued)

(ii) Penurunan nilai aset keuangan (ii) Impairment of financial assets

Perusahaan melakukan penilaian pada setiap tanggal laporan posisi keuangan apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai.

Jika terdapat bukti obyektif bahwa rugi penurunan nilai telah terjadi atas aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui penggunaan akun cadangan. Rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

At each reporting date, the Company assesses whether there is any objective evidence that a financial assets is impaired. If there is objective evidence of impairment loss on financial assets carried at amortized cost has been incurred, the amount of the impairment loss is the difference between the financial asset’s carrying amount and the present value of its estimated future cash flows discounted at the original effective interest rate. The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance account. The impairment loss is recognized in the statements of comprehensive income.

Ketika aset menjadi tidak tertagih, nilai tercatat dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dikurangi secara langsung atau jika ada jumlah yang dimasukkan ke akun cadangan kerugian penurunan nilai, jumlah yang dimasukkan ke akun penyisihan tersebut dihapuskan terhadap nilai tercatat aset keuangan.

Untuk menentukan adanya bukti obyektif bahwa rugi penurunan nilai telah terjadi atas aset keuangan, Perusahaan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemungkinan adanya insolvabilitas atau kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur dan kelalaian atau penundaan signifikan pembayaran.

When the asset becomes uncollectible, the carrying amount of impaired financial assets is reduced directly or if an amount was charged to the allowance for impairment losses account, the amounts charged to the allowance account are written-off against the carrying value of the financial assets. To determine whether there is objective evidence that an impairment loss on financial assets has been incurred, the Company considers factors such as the probability of insolvency or significant financial difficulties of the debtor and default or significant delay in payments.

Jika pada periode berikutnya, jumlah rugi penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka rugi penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan sampai sebatas nilai tercatat aset keuangan tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi komprehensif.

If in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is reversed to the extent that the carrying amount of the asset does not exceed its amortized cost at the reversal date. The amount of the reversal of financial assets is recognized in the statements of comprehensive income.

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 145

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

14

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

(i) Aset keuangan (Lanjutan) (i) Financial assets (Continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal (Lanjutan)

Subsequent measurement (Continued)

Aset keuangan tersedia untuk dijual

(Available-For-Sale (“AFS”))

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas akan direklas ke laporan laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

Perusahaan memiliki investasi saham yang nilai wajarnya tidak tersedia dengan pemilikan modal kurang dari 20%. Investasi ini dinyatakan sebesar biaya perolehan.

Available-For-Sale (“AFS”) financial assets AFS financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified in any of the preceding category. After initial measurement, AFS financial assets are measured at fair value with unrealized gains or losses recognized in the equity until the investment is derecognized. At that time, the cumulative gain or loss previously recognized in the shareholder’s equity shall be reclassified to profit or loss as a reclassification adjustment. The Company has investment in shares that does not have readily determinable fair value in which the ownership of equity interest is less than 20%. This investment is carried at cost.

Penghentian pengakuan

Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir atau ketika aset keuangan tersebut telah ditransfer dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset telah ditransfer (jika, secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Perusahaan akan melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kontrol yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan).

Derecognition Financial assets are derecognized when the contractual rights to receive cash flows from the assets have ceased to exist or the assets have been transferred and substantially all the risks and rewards of ownership of the assets are also transferred (that is, if substantially all the risks and rewards have not been transferred, the Company will evaluate to ensure that continuing involvement on the basis of any retained powers of control does not prevent derecognition).

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

15

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG

SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (Continued)

(ii) Penurunan nilai aset keuangan (ii) Impairment of financial assets

Perusahaan melakukan penilaian pada setiap tanggal laporan posisi keuangan apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai.

Jika terdapat bukti obyektif bahwa rugi penurunan nilai telah terjadi atas aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui penggunaan akun cadangan. Rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

At each reporting date, the Company assesses whether there is any objective evidence that a financial assets is impaired. If there is objective evidence of impairment loss on financial assets carried at amortized cost has been incurred, the amount of the impairment loss is the difference between the financial asset’s carrying amount and the present value of its estimated future cash flows discounted at the original effective interest rate. The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance account. The impairment loss is recognized in the statements of comprehensive income.

Ketika aset menjadi tidak tertagih, nilai tercatat dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dikurangi secara langsung atau jika ada jumlah yang dimasukkan ke akun cadangan kerugian penurunan nilai, jumlah yang dimasukkan ke akun penyisihan tersebut dihapuskan terhadap nilai tercatat aset keuangan.

Untuk menentukan adanya bukti obyektif bahwa rugi penurunan nilai telah terjadi atas aset keuangan, Perusahaan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemungkinan adanya insolvabilitas atau kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur dan kelalaian atau penundaan signifikan pembayaran.

When the asset becomes uncollectible, the carrying amount of impaired financial assets is reduced directly or if an amount was charged to the allowance for impairment losses account, the amounts charged to the allowance account are written-off against the carrying value of the financial assets. To determine whether there is objective evidence that an impairment loss on financial assets has been incurred, the Company considers factors such as the probability of insolvency or significant financial difficulties of the debtor and default or significant delay in payments.

Jika pada periode berikutnya, jumlah rugi penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka rugi penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan sampai sebatas nilai tercatat aset keuangan tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi komprehensif.

If in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is reversed to the extent that the carrying amount of the asset does not exceed its amortized cost at the reversal date. The amount of the reversal of financial assets is recognized in the statements of comprehensive income.

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk146

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

16

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

(ii) Penurunan nilai aset keuangan

(Lanjutan) (ii) Impairment of financial assets

(Continued)

Penerimaan kemudian atas piutang yang diberikan yang telah dihapus-bukukan sebelumnya, jika pada periode berjalan, dikreditkan dengan menyesuaikan pada akun cadangan, sedangkan jika setelah tanggal laporan posisi keuangan, dikreditkan sebagai pendapatan operasional lainnya.

Subsequent recoveries of previously written-off receivables, if in the current period, are credited to the allowance account, but if after statements of financial position date, are credited to other operating income.

(iii) Liabilitas keuangan

Pengakuan awal

Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan dikeluarkan ketika liabilitas telah dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.

Liabilitas keuangan diakui awalnya pada nilai wajar ditambah, dalam hal liabilitas keuangan selain derivatif, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain dan beban masih harus dibayar.

(iii) Financial liabilities

Initial recognition The Company classified its financial liabilities in the category of financial liabilities measured at amortized cost. Financial liabilities are derecognized when extinguished.

Financial liabilities are recognized initially at fair value, plus, in the case of financial liabilities other than derivatives, directly attributable transaction costs. The Company’s financial liabilities comprise of short-term bank loans, trade payables, other payables and accrued expenses.

Pengukuran setelah pengakuan awal

Liabilitas keuangan lainnya (kecuali jaminan keuangan) diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Untuk liabilitas keuangan selain derivatif, keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi komprehensif ketika liabilitas dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi.

Subsequent measurement Other financial liabilities (except for financial guarantee) are measured at amortized cost using the effective interest method. For financial liabilities other than derivatives, gains or losses are recognized in the statements of comprehensive income when the liabilities are derecognized and through the amortization process.

Penghentian pengakuan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan.

Derecognition A financial liabilities are derecognized when the obligation under the liability is extinguished.

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

17

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

(iii) Liabilitas keuangan (Lanjutan) (iii) Financial liabilities (Continued)

Penghentian pengakuan (Lanjutan)

Jika liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau persyaratan dari liabilitas yang ada telah dimodifikasi secara substansial, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan atas liabilitas baru dan selisih antara masing-masing nilai tercatat liabilitas keuangan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

Derecognition (Continued)

When an existing financial liabilities are replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the statements of comprehensive income.

(iv) Penentuan nilai wajar

Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price) pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, tanpa adanya pengurangan atas biaya transaksi.

Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik-teknik penilaian. Perusahaan menggunakan berbagai metode dan membuat asumsi-asumsi yang didasarkan pada kondisi pasar yang ada pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Bila diperlukan, kuotasi harga pasar atau penawaran pedagang efek untuk instrumen sejenis akan digunakan. Teknik penilaian, seperti analisis arus kas yang didiskonto, juga digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan.

(iv) Determination of fair value

The fair value of financial instruments that are traded in active markets is determined by reference to quoted market prices or dealer price quotations at each statements of financial position date, without any deduction for transaction costs.

The fair value of financial instruments that are not traded in an active market are determined by using valuation techniques. The Company uses a variety of methods and makes assumptions that are based on market conditions existing at each statement of financial position date. Where appropriate, quoted market prices or dealer quotes for similar instruments are used. Valuation techniques, such as discounted cash flow analyses, are also used to determine the fair values of the financial instruments.

Nilai wajar liabilitas keuangan yang dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi diestimasi dengan mendiskontokan arus kas kontraktual masa depan pada tingkat bunga pasar saat ini yang tersedia bagi Perusahaan untuk liabilitas keuangan yang sejenis.

The fair values of financial liabilities carried at amortized cost are estimated by discounting the future contractual cash flows at the current market interest rates that are available to the Company for similar financial liabilities.

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 147

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

16

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

(ii) Penurunan nilai aset keuangan

(Lanjutan) (ii) Impairment of financial assets

(Continued)

Penerimaan kemudian atas piutang yang diberikan yang telah dihapus-bukukan sebelumnya, jika pada periode berjalan, dikreditkan dengan menyesuaikan pada akun cadangan, sedangkan jika setelah tanggal laporan posisi keuangan, dikreditkan sebagai pendapatan operasional lainnya.

Subsequent recoveries of previously written-off receivables, if in the current period, are credited to the allowance account, but if after statements of financial position date, are credited to other operating income.

(iii) Liabilitas keuangan

Pengakuan awal

Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan dikeluarkan ketika liabilitas telah dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.

Liabilitas keuangan diakui awalnya pada nilai wajar ditambah, dalam hal liabilitas keuangan selain derivatif, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain dan beban masih harus dibayar.

(iii) Financial liabilities

Initial recognition The Company classified its financial liabilities in the category of financial liabilities measured at amortized cost. Financial liabilities are derecognized when extinguished.

Financial liabilities are recognized initially at fair value, plus, in the case of financial liabilities other than derivatives, directly attributable transaction costs. The Company’s financial liabilities comprise of short-term bank loans, trade payables, other payables and accrued expenses.

Pengukuran setelah pengakuan awal

Liabilitas keuangan lainnya (kecuali jaminan keuangan) diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Untuk liabilitas keuangan selain derivatif, keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi komprehensif ketika liabilitas dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi.

Subsequent measurement Other financial liabilities (except for financial guarantee) are measured at amortized cost using the effective interest method. For financial liabilities other than derivatives, gains or losses are recognized in the statements of comprehensive income when the liabilities are derecognized and through the amortization process.

Penghentian pengakuan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan.

Derecognition A financial liabilities are derecognized when the obligation under the liability is extinguished.

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

17

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

(iii) Liabilitas keuangan (Lanjutan) (iii) Financial liabilities (Continued)

Penghentian pengakuan (Lanjutan)

Jika liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau persyaratan dari liabilitas yang ada telah dimodifikasi secara substansial, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan atas liabilitas baru dan selisih antara masing-masing nilai tercatat liabilitas keuangan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

Derecognition (Continued)

When an existing financial liabilities are replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the statements of comprehensive income.

(iv) Penentuan nilai wajar

Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price) pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, tanpa adanya pengurangan atas biaya transaksi.

Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik-teknik penilaian. Perusahaan menggunakan berbagai metode dan membuat asumsi-asumsi yang didasarkan pada kondisi pasar yang ada pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Bila diperlukan, kuotasi harga pasar atau penawaran pedagang efek untuk instrumen sejenis akan digunakan. Teknik penilaian, seperti analisis arus kas yang didiskonto, juga digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan.

(iv) Determination of fair value

The fair value of financial instruments that are traded in active markets is determined by reference to quoted market prices or dealer price quotations at each statements of financial position date, without any deduction for transaction costs.

The fair value of financial instruments that are not traded in an active market are determined by using valuation techniques. The Company uses a variety of methods and makes assumptions that are based on market conditions existing at each statement of financial position date. Where appropriate, quoted market prices or dealer quotes for similar instruments are used. Valuation techniques, such as discounted cash flow analyses, are also used to determine the fair values of the financial instruments.

Nilai wajar liabilitas keuangan yang dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi diestimasi dengan mendiskontokan arus kas kontraktual masa depan pada tingkat bunga pasar saat ini yang tersedia bagi Perusahaan untuk liabilitas keuangan yang sejenis.

The fair values of financial liabilities carried at amortized cost are estimated by discounting the future contractual cash flows at the current market interest rates that are available to the Company for similar financial liabilities.

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk148

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

18

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

(v) Saling hapus instrumen keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus buku dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau ketika aset tersebut direalisasi dan liabilitasnya diselesaikan secara simultan.

(v) Offsetting financial instruments

Financial assets and liabilities are offset and the net amount is presented in the statements of financial position when there is a legal right of offset and there is an intention to settle on a net basis or when the asset is realized and the liability settled simultaneously.

f. Setara kas

Deposito berjangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan, diklasifikasikan sebagai setara kas.

f. Cash equivalents

Short-term time deposits with maturity periods of three months or less at the time of placement are considered as cash equivalents.

g. Persediaan

Persediaan diukur berdasarkan biaya perolehan dan nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi fisik persediaan pada akhir tahun. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa setelah dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.

g. Inventories

Inventories are measured at the lower of cost and net realizable value. Cost is determined using the weighted-average method. Allowance for decline in the value of the inventories is determined based on assessment of physical condition of inventory at end of reporting date. Net realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated costs of completion and selling expenses.

h. Transaksi dengan pihak berelasi h. Transactions with related parties

Perusahaan memilih untuk mengungkapkan transaksi dengan entitas berelasi dengan Pemerintah dengan menggunakan pengecualian dari persyaratan pengungkapan pihak berelasi. Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak berelasi, sebagaimana didefinisikan pada PSAK No. 7 (Revisi 2010).

The Company elected to disclose the transaction with Government-related entities using the exemption from general related party disclosure requirements. The Company has transactions with related parties, as defined in PSAK No. 7 (2010 Revision).

i. Aset tetap

Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya.

i. Fixed assets

Fixed assets, other than land, are stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when the cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All other repairs and maintenance cost that do not meet the criteria are recognized in statements of comprehensive income as incurred.

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

19

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

i. Aset tetap (Lanjutan) i. Fixed assets (Continued)

Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak diamortisasi. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut:

Land is stated at cost and not amortized.

Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the assets as follows:

Keterangan Tahun/Years Descriptions

Bangunan 5-20 Buildings Mesin dan instalasi 5-20 Machineries and installations Peralatan kantor 5-10 Office equipment Kendaraan 5 Vehicles

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.

An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in the statements of comprehensive income in the period the asset is derecognized.

Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, estimasi umur manfaat dan metode penyusutan ditinjau kembali dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

The residual values, useful lives and methods of depreciation of fixed assets are reviewed and adjusted prospectively if appropriate, at each financial year end.

Aset dinyatakan pada nilai dapat diperoleh kembali pada saat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai aset, jika ada, diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi komprehensif.

Assets are stated at estimated recoverable amount whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be fully recoverable. Impairment in asset values, if any, is recognized as a loss in the statements of comprehensive income.

Aset dalam penyelesaian disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai bagian dari aset tetap dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan ini akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya.

Construction in progress is presented in the statements of financial position as part of the fixed assets and is stated at cost. The accumulated costs of asset constructed are transferred to the appropriate fixed assets accounts when the construction is substantially completed and the asset is ready for its intended use.

j. Aset tidak digunakan dalam operasi j. Assets not used in operations

Aset tertentu yang tidak digunakan dalam operasi Perusahaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto dan disajikan sebagai bagian dari aset lain-lain pada laporan posisi keuangan.

Certain assets which are not used in the Company’s operations are stated at the lower of cost or net realizable value and presented as part of other assets in the statements of financial position.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 149

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

18

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

(v) Saling hapus instrumen keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus buku dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau ketika aset tersebut direalisasi dan liabilitasnya diselesaikan secara simultan.

(v) Offsetting financial instruments

Financial assets and liabilities are offset and the net amount is presented in the statements of financial position when there is a legal right of offset and there is an intention to settle on a net basis or when the asset is realized and the liability settled simultaneously.

f. Setara kas

Deposito berjangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan, diklasifikasikan sebagai setara kas.

f. Cash equivalents

Short-term time deposits with maturity periods of three months or less at the time of placement are considered as cash equivalents.

g. Persediaan

Persediaan diukur berdasarkan biaya perolehan dan nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi fisik persediaan pada akhir tahun. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa setelah dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.

g. Inventories

Inventories are measured at the lower of cost and net realizable value. Cost is determined using the weighted-average method. Allowance for decline in the value of the inventories is determined based on assessment of physical condition of inventory at end of reporting date. Net realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated costs of completion and selling expenses.

h. Transaksi dengan pihak berelasi h. Transactions with related parties

Perusahaan memilih untuk mengungkapkan transaksi dengan entitas berelasi dengan Pemerintah dengan menggunakan pengecualian dari persyaratan pengungkapan pihak berelasi. Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak berelasi, sebagaimana didefinisikan pada PSAK No. 7 (Revisi 2010).

The Company elected to disclose the transaction with Government-related entities using the exemption from general related party disclosure requirements. The Company has transactions with related parties, as defined in PSAK No. 7 (2010 Revision).

i. Aset tetap

Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya.

i. Fixed assets

Fixed assets, other than land, are stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when the cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All other repairs and maintenance cost that do not meet the criteria are recognized in statements of comprehensive income as incurred.

e. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) e. Financial assets and liabilities (Continued)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

19

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

i. Aset tetap (Lanjutan) i. Fixed assets (Continued)

Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak diamortisasi. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut:

Land is stated at cost and not amortized.

Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the assets as follows:

Keterangan Tahun/Years Descriptions

Bangunan 5-20 Buildings Mesin dan instalasi 5-20 Machineries and installations Peralatan kantor 5-10 Office equipment Kendaraan 5 Vehicles

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.

An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in the statements of comprehensive income in the period the asset is derecognized.

Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, estimasi umur manfaat dan metode penyusutan ditinjau kembali dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

The residual values, useful lives and methods of depreciation of fixed assets are reviewed and adjusted prospectively if appropriate, at each financial year end.

Aset dinyatakan pada nilai dapat diperoleh kembali pada saat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai aset, jika ada, diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi komprehensif.

Assets are stated at estimated recoverable amount whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be fully recoverable. Impairment in asset values, if any, is recognized as a loss in the statements of comprehensive income.

Aset dalam penyelesaian disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai bagian dari aset tetap dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan ini akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya.

Construction in progress is presented in the statements of financial position as part of the fixed assets and is stated at cost. The accumulated costs of asset constructed are transferred to the appropriate fixed assets accounts when the construction is substantially completed and the asset is ready for its intended use.

j. Aset tidak digunakan dalam operasi j. Assets not used in operations

Aset tertentu yang tidak digunakan dalam operasi Perusahaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto dan disajikan sebagai bagian dari aset lain-lain pada laporan posisi keuangan.

Certain assets which are not used in the Company’s operations are stated at the lower of cost or net realizable value and presented as part of other assets in the statements of financial position.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk150

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

20

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG

SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (Continued)

k. Penurunan nilai aset nonkeuangan k. Impairment of non-financial assets

Nilai tercatat dari aset nonkeuangan Perusahaan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut maka nilai terpulihkan dari aset tersebut diestimasi. Rugi penurunan nilai diakui jika nilai tercatat dari suatu unit penghasil kas melebihi jumlah terpulihkannya. Unit penghasil kas adalah kelompok aset terkecil yang dapat diidentifikasi yang menghasilkan arus kas yang sebagian besar independen dari aset lain. Rugi penurunan nilai diakui dalam laba atau rugi.

The carrying amounts of the Company’s non-financial assets are reviewed at each reporting date to determine whether there is any indication of impairment. If any such indication exists then the asset’s recoverable amount is estimated.

An impairment loss is recognized if the carrying amount of cash-generating unit exceeds its recoverable amount. A cash-generating unit is the smallest identifiable asset group that generates cash flows that largely are independent from other assets. Impairment losses are recognized in profit or loss.

Nilai terpulihkan suatu unit penghasil kas adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Dalam menentukan nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini atas nilai waktu dari uang dan risiko yang terkait dengan aset yang bersangkutan.

The recoverable amount of a cash-generating unit is the greater of its value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessment of the time value of money and risks specific to the asset.

Rugi penurunan nilai yang telah diakui di periode sebelumnya dievaluasi pada setiap tanggal pelaporan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai tersebut telah berkurang atau tidak ada lagi. Rugi penurunan nilai dipulihkan jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan. Rugi penurunan nilai dipulihkan sebatas nilai aset tercatat yang tidak melebihi nilai tercatat yang seharusnya diakui, setelah dikurangi depresiasi atau amortisasi, yang mungkin terjadi seandainya rugi penurunan nilai tidak pernah diakui.

Impairment losses recognized in prior periods are assessed at each reporting date for any indications that the loss has decreased or no longer exist. An impairment loss is reversed if there has been a change in the estimates used to determine the recoverable amount. An impairment loss is reversed only to the extent that the asset’s carrying amount does not exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation or amortization, if no impairment loss had been recognized.

l. Provisi atas klaim kualitas produk l. Provision of product quality claim

Provisi diakui apabila sebagai akibat dari kejadian terdahulu, Perusahaan memiliki kewajiban kini baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif yang dapat diperkirakan secara andal, dan kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini.

A provision is recognized if, as a result of a past event, the Company has a present legal or constructive obligation that can be estimated reliably, and it is probable that an outflow of economic benefits will be required to settle the obligation. Provisions are determined every reporting date and adjusted to reflect current best estimate.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

21

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

m. Transaksi dan saldo dalam mata uang

selain Dolar AS m. Transactions and balances in currencies

other than USD

Transaksi dalam mata uang selain Dolar AS dijabarkan dalam mata uang fungsional Perusahaan (Dolar AS) dengan kurs pada tanggal transaksi. Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain Dolar AS dijabarkan dalam mata uang fungsional dengan kurs pada tanggal pelaporan. Laba atau rugi kurs atas aset dan liabilitas moneter merupakan selisih antara biaya perolehan diamortisasi dalam mata uang fungsional pada awal tahun, disesuaikan dengan suku bunga efektif dan pembayaran selama tahun berjalan, dan biaya perolehan diamortisasi dalam mata uang selain Dolar AS yang dijabarkan dengan menggunakan kurs pada akhir periode pelaporan.

Transactions in currencies other than USD are translated into the Company’s functional currency (USD) at the rates of exchange prevailing at transaction date. Monetary assets and liabilities denominated in currencies other than USD are retranslated to the functional currency at the exchange rate at the reporting date. The currency exchange gain or loss on monetary items is the difference between amortized cost in the functional currency at the beginning of the period, adjusted for effective interest and payments during the period, and the amortized cost in currency other than USD translated at the exchange rate at the end of the reporting period.

Aset dan liabilitas non-moneter dalam mata uang selain Dolar AS yang diukur berdasarkan biaya perolehan dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi.

Non-monetary assets and liabilities denominated in currencies other than USD that are measured based on historical cost are translated using the exchange rate at the date of the transaction.

Laba dan rugi kurs atas aset dan liabilitas keuangan dari aktivitas operasi disajikan sebagai pendapatan dan beban, dalam bagian laba usaha.

Currency exchange gains and losses on financial assets and liabilities that arise from operating activities are presented as income and expenses within results from operating activities.

Kurs (dalam angka penuh) yang digunakan untuk menjabarkan aset dan liabilitas moneter adalah sebagai berikut:

The currency exchange rates (in full amount) used to translate the monetary assets and liabilities are as follows:

2014 2013 1 Rupiah/Dolar AS 0,000080 0,000082 Rupiah 1/US Dollar 1 Euro Eropa (EUR)/Dolar AS 1,22 1,38 European Euro 1 (EUR)/US Dollar 1 Yen Jepang (JP¥)/Dolar AS 0,0084 0,010 Japanese Yen 1 (JP¥)/US Dollar

n. Biaya penerbitan emisi efek ekuitas n. Stock issuance cost

Biaya emisi efek ekuitas disajikan sebagai pengurang Tambahan Modal Disetor sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan.

Stock issuance costs are presented as deduction from Additional Paid-In Capital in the equity section in the statements of financial position.

o. Pengakuan pendapatan dan beban o. Revenue and expense recognition

Pengakuan pendapatan

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”). Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:

Revenue recognition

Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Company and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding net of discounts, rebates and Value Added Tax (“VAT”). The following specific recognition criteria must also be met before revenue is recognized:

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 151

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For The Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

20

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG

SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (Continued)

k. Penurunan nilai aset nonkeuangan k. Impairment of non-financial assets

Nilai tercatat dari aset nonkeuangan Perusahaan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut maka nilai terpulihkan dari aset tersebut diestimasi. Rugi penurunan nilai diakui jika nilai tercatat dari suatu unit penghasil kas melebihi jumlah terpulihkannya. Unit penghasil kas adalah kelompok aset terkecil yang dapat diidentifikasi yang menghasilkan arus kas yang sebagian besar independen dari aset lain. Rugi penurunan nilai diakui dalam laba atau rugi.

The carrying amounts of the Company’s non-financial assets are reviewed at each reporting date to determine whether there is any indication of impairment. If any such indication exists then the asset’s recoverable amount is estimated.

An impairment loss is recognized if the carrying amount of cash-generating unit exceeds its recoverable amount. A cash-generating unit is the smallest identifiable asset group that generates cash flows that largely are independent from other assets. Impairment losses are recognized in profit or loss.

Nilai terpulihkan suatu unit penghasil kas adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Dalam menentukan nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini atas nilai waktu dari uang dan risiko yang terkait dengan aset yang bersangkutan.

The recoverable amount of a cash-generating unit is the greater of its value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessment of the time value of money and risks specific to the asset.

Rugi penurunan nilai yang telah diakui di periode sebelumnya dievaluasi pada setiap tanggal pelaporan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai tersebut telah berkurang atau tidak ada lagi. Rugi penurunan nilai dipulihkan jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan. Rugi penurunan nilai dipulihkan sebatas nilai aset tercatat yang tidak melebihi nilai tercatat yang seharusnya diakui, setelah dikurangi depresiasi atau amortisasi, yang mungkin terjadi seandainya rugi penurunan nilai tidak pernah diakui.

Impairment losses recognized in prior periods are assessed at each reporting date for any indications that the loss has decreased or no longer exist. An impairment loss is reversed if there has been a change in the estimates used to determine the recoverable amount. An impairment loss is reversed only to the extent that the asset’s carrying amount does not exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation or amortization, if no impairment loss had been recognized.

l. Provisi atas klaim kualitas produk l. Provision of product quality claim

Provisi diakui apabila sebagai akibat dari kejadian terdahulu, Perusahaan memiliki kewajiban kini baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif yang dapat diperkirakan secara andal, dan kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini.

A provision is recognized if, as a result of a past event, the Company has a present legal or constructive obligation that can be estimated reliably, and it is probable that an outflow of economic benefits will be required to settle the obligation. Provisions are determined every reporting date and adjusted to reflect current best estimate.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

21

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

m. Transaksi dan saldo dalam mata uang

selain Dolar AS m. Transactions and balances in currencies

other than USD

Transaksi dalam mata uang selain Dolar AS dijabarkan dalam mata uang fungsional Perusahaan (Dolar AS) dengan kurs pada tanggal transaksi. Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain Dolar AS dijabarkan dalam mata uang fungsional dengan kurs pada tanggal pelaporan. Laba atau rugi kurs atas aset dan liabilitas moneter merupakan selisih antara biaya perolehan diamortisasi dalam mata uang fungsional pada awal tahun, disesuaikan dengan suku bunga efektif dan pembayaran selama tahun berjalan, dan biaya perolehan diamortisasi dalam mata uang selain Dolar AS yang dijabarkan dengan menggunakan kurs pada akhir periode pelaporan.

Transactions in currencies other than USD are translated into the Company’s functional currency (USD) at the rates of exchange prevailing at transaction date. Monetary assets and liabilities denominated in currencies other than USD are retranslated to the functional currency at the exchange rate at the reporting date. The currency exchange gain or loss on monetary items is the difference between amortized cost in the functional currency at the beginning of the period, adjusted for effective interest and payments during the period, and the amortized cost in currency other than USD translated at the exchange rate at the end of the reporting period.

Aset dan liabilitas non-moneter dalam mata uang selain Dolar AS yang diukur berdasarkan biaya perolehan dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi.

Non-monetary assets and liabilities denominated in currencies other than USD that are measured based on historical cost are translated using the exchange rate at the date of the transaction.

Laba dan rugi kurs atas aset dan liabilitas keuangan dari aktivitas operasi disajikan sebagai pendapatan dan beban, dalam bagian laba usaha.

Currency exchange gains and losses on financial assets and liabilities that arise from operating activities are presented as income and expenses within results from operating activities.

Kurs (dalam angka penuh) yang digunakan untuk menjabarkan aset dan liabilitas moneter adalah sebagai berikut:

The currency exchange rates (in full amount) used to translate the monetary assets and liabilities are as follows:

2014 2013 1 Rupiah/Dolar AS 0,000080 0,000082 Rupiah 1/US Dollar 1 Euro Eropa (EUR)/Dolar AS 1,22 1,38 European Euro 1 (EUR)/US Dollar 1 Yen Jepang (JP¥)/Dolar AS 0,0084 0,010 Japanese Yen 1 (JP¥)/US Dollar

n. Biaya penerbitan emisi efek ekuitas n. Stock issuance cost

Biaya emisi efek ekuitas disajikan sebagai pengurang Tambahan Modal Disetor sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan.

Stock issuance costs are presented as deduction from Additional Paid-In Capital in the equity section in the statements of financial position.

o. Pengakuan pendapatan dan beban o. Revenue and expense recognition

Pengakuan pendapatan

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”). Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:

Revenue recognition

Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Company and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding net of discounts, rebates and Value Added Tax (“VAT”). The following specific recognition criteria must also be met before revenue is recognized:

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk152

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

22

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

o. Pengakuan pendapatan dan beban (Lanjutan) o. Revenue and expense recognition (Continued)

Penjualan barang Sales of goods Penjualan barang diakui pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan atas barang kepada pelanggan, yaitu pada saat penyerahan barang.

Revenues from sale of goods are recognized when the title of ownership of the goods has been passed on to the customer, either upon delivery.

Penjualan bill and hold diakui pada saat pembeli mendapatkan hak milik jika: (i) terdapat kemungkinan besar bahwa pengiriman akan dilakukan, (ii) barang sudah di tangan, teridentifikasi dan siap dikirimkan ke pembeli, (iii) pembeli secara khusus menyatakan instruksi pengiriman ditangguhkan dan (iv) berlaku syarat-syarat pembayaran yang sah.

Bill and hold sales are recognized when the buyer takes title, provided: (i) it is probable that delivery will be made, (ii) the item is on hand, identified and ready for delivery to the buyer at the time the sale is recognized, (iii) the buyer specifically acknowledges the deferred delivery instructions and (iv) the usual payment terms apply.

Penjualan barang secara konsinyasi diakui pada saat pelanggan menggunakan barang yang dikirimkan oleh Perusahaan.

Consignment sales of goods are recognized when the goods delivered by the Company have been used by the customers.

Pengakuan beban Expense recognition Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

Expense is recognized when incurred (accrual basis).

p. Imbalan kerja p. Employee benefits

Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010) dalam menghitung liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar dari 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aset program pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian ini diakui dengan metode garis lurus sepanjang rata-rata sisa masa kerja dari karyawan.

The Company implemented PSAK No. 24 (2010 Revision) in calculating estimated liability of employees benefits using the Projected Unit Credit method. Actuarial gains or losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting year exceeded 10% of the present value of the defined benefit obligation and 10% of the fair value of any plan assets at that date. These gains or losses are recognized on a straight-line method over the expected average remaining working lives of the employees.

Kenaikan nilai kini kewajiban imbalan pasti atas jasa pekerja pada tahun-tahun lalu, yang berdampak terhadap tahun berjalan akibat penerapan awal atau perubahan terhadap imbalan pasca-kerja diperlakukan sebagai biaya jasa lalu dan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi hak atau vested.

Imbalan kerja jangka panjang Perusahaan meliputi:

The increase in the present value of the defined benefit obligation for employee service in prior years, resulting in the current year from the introduction of, or changes to, post-employment benefits is treated as past service cost and recognized as expense using straight-line method over the average period until the benefits become vested.

Long-term employee benefits of the Company comprise of:

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

23

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

p. Imbalan kerja (Lanjutan) p. Employee benefits (Continued)

Asuransi pensiun

Perusahaan mempunyai program asuransi pensiun untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat, dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pembayaran premi awal sekaligus premi periodik ditentukan berdasarkan perhitungan secara periodik yang disetujui oleh Perusahaan dan PT Asuransi Jiwasraya. Seluruh premi ditanggung oleh Perusahaan.

Insurance plan

The Company has a retirement insurance plan covering all of its qualified permanent employees, with PT Asuransi Jiwasraya (Persero). One-time initial retirement premium and periodic premium payments are based on periodic calculations agreed between the Company and PT Asuransi Jiwasraya. All the premium is borne by the Company.

Program Kesehatan Pensiun Pension Health Programs

Perusahaan mempunyai program kesehatan pensiun (Proskespen) untuk karyawan yang akan memasuki masa pensiun mulai tanggal 1 Januari 2013. Seluruh premi ditanggung oleh Perusahaan.

The Company has a pension health programs (Proskespen) for employee which retired started from 1 January 2013. All the premium is borne by the Company.

Dana pensiun

Perusahaan memiliki Program Pensiun Iuran Pasti yang mencakup seluruh karyawan tetap Perusahaan yang memenuhi syarat. luran dana pensiun ditanggung bersama oleh karyawan dan Perusahaan masing-masing sebesar 5% dan 10% dari gaji pokok. Kontribusi terutang untuk program pensiun iuran pasti diakui sebagai beban pada tahun berjalan.

Pension plan

The Company has a Defined Contribution Benefit Pension Plan covering all of its eligible permanent employees. Pension plan funded through contribution from the employees and the Company of 5% and 10% of the basic salaries, respectively. Contributions payable for defined contribution pension plan are charged to current year operations.

Imbalan kerja jangka panjang

Disamping program pensiun, Perusahaan juga memberikan penghargaan purna tugas dan imbalan jangka panjang lainnya yang tidak didanai kepada karyawan tetap yang memenuhi syarat, sebagaimana dituangkan dalam perjanjian kerja bersama. Imbalan kerja jangka panjang tersebut dihitung dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2010).

Long-term employee benefits

In addition to the pension program, the Company also provides post employment award and other long-term benefits which are unfunded to all of its eligible permanent employees, as stipulated under collective labor agreement. These long-term employee benefits are calculated using the Projected Unit Credit method in accordance with PSAK No. 24 (2010 Revision).

q. Opsi saham q. Share option

Beban kompensasi dengan akun ekuitas terkait diakru selama periode pengakuan hak kompensasi (vesting period) berdasarkan nilai wajar semua opsi saham pada tanggal pemberian kompensasi (grant date), yaitu tanggal dimana jumlah saham yang akan menjadi hak karyawan dan harga eksekusinya dapat ditentukan.

Pada saat konversi opsi saham dilakukan, kompensasi yang terkait dikurangkan dari hasil penerbitan saham.

Compensation expense with the corresponding equity account is accrued during the vesting period based on the fair value of the option at grant date, which is the date when the number of shares becomes the rights of the employees and the exercise price is determinable.

When the share option is exercised, related compensation is deducted to the proceeds from the issuance of the shares.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 153

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

22

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

o. Pengakuan pendapatan dan beban (Lanjutan) o. Revenue and expense recognition (Continued)

Penjualan barang Sales of goods Penjualan barang diakui pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan atas barang kepada pelanggan, yaitu pada saat penyerahan barang.

Revenues from sale of goods are recognized when the title of ownership of the goods has been passed on to the customer, either upon delivery.

Penjualan bill and hold diakui pada saat pembeli mendapatkan hak milik jika: (i) terdapat kemungkinan besar bahwa pengiriman akan dilakukan, (ii) barang sudah di tangan, teridentifikasi dan siap dikirimkan ke pembeli, (iii) pembeli secara khusus menyatakan instruksi pengiriman ditangguhkan dan (iv) berlaku syarat-syarat pembayaran yang sah.

Bill and hold sales are recognized when the buyer takes title, provided: (i) it is probable that delivery will be made, (ii) the item is on hand, identified and ready for delivery to the buyer at the time the sale is recognized, (iii) the buyer specifically acknowledges the deferred delivery instructions and (iv) the usual payment terms apply.

Penjualan barang secara konsinyasi diakui pada saat pelanggan menggunakan barang yang dikirimkan oleh Perusahaan.

Consignment sales of goods are recognized when the goods delivered by the Company have been used by the customers.

Pengakuan beban Expense recognition Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

Expense is recognized when incurred (accrual basis).

p. Imbalan kerja p. Employee benefits

Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010) dalam menghitung liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar dari 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aset program pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian ini diakui dengan metode garis lurus sepanjang rata-rata sisa masa kerja dari karyawan.

The Company implemented PSAK No. 24 (2010 Revision) in calculating estimated liability of employees benefits using the Projected Unit Credit method. Actuarial gains or losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting year exceeded 10% of the present value of the defined benefit obligation and 10% of the fair value of any plan assets at that date. These gains or losses are recognized on a straight-line method over the expected average remaining working lives of the employees.

Kenaikan nilai kini kewajiban imbalan pasti atas jasa pekerja pada tahun-tahun lalu, yang berdampak terhadap tahun berjalan akibat penerapan awal atau perubahan terhadap imbalan pasca-kerja diperlakukan sebagai biaya jasa lalu dan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi hak atau vested.

Imbalan kerja jangka panjang Perusahaan meliputi:

The increase in the present value of the defined benefit obligation for employee service in prior years, resulting in the current year from the introduction of, or changes to, post-employment benefits is treated as past service cost and recognized as expense using straight-line method over the average period until the benefits become vested.

Long-term employee benefits of the Company comprise of:

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

23

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

p. Imbalan kerja (Lanjutan) p. Employee benefits (Continued)

Asuransi pensiun

Perusahaan mempunyai program asuransi pensiun untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat, dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pembayaran premi awal sekaligus premi periodik ditentukan berdasarkan perhitungan secara periodik yang disetujui oleh Perusahaan dan PT Asuransi Jiwasraya. Seluruh premi ditanggung oleh Perusahaan.

Insurance plan

The Company has a retirement insurance plan covering all of its qualified permanent employees, with PT Asuransi Jiwasraya (Persero). One-time initial retirement premium and periodic premium payments are based on periodic calculations agreed between the Company and PT Asuransi Jiwasraya. All the premium is borne by the Company.

Program Kesehatan Pensiun Pension Health Programs

Perusahaan mempunyai program kesehatan pensiun (Proskespen) untuk karyawan yang akan memasuki masa pensiun mulai tanggal 1 Januari 2013. Seluruh premi ditanggung oleh Perusahaan.

The Company has a pension health programs (Proskespen) for employee which retired started from 1 January 2013. All the premium is borne by the Company.

Dana pensiun

Perusahaan memiliki Program Pensiun Iuran Pasti yang mencakup seluruh karyawan tetap Perusahaan yang memenuhi syarat. luran dana pensiun ditanggung bersama oleh karyawan dan Perusahaan masing-masing sebesar 5% dan 10% dari gaji pokok. Kontribusi terutang untuk program pensiun iuran pasti diakui sebagai beban pada tahun berjalan.

Pension plan

The Company has a Defined Contribution Benefit Pension Plan covering all of its eligible permanent employees. Pension plan funded through contribution from the employees and the Company of 5% and 10% of the basic salaries, respectively. Contributions payable for defined contribution pension plan are charged to current year operations.

Imbalan kerja jangka panjang

Disamping program pensiun, Perusahaan juga memberikan penghargaan purna tugas dan imbalan jangka panjang lainnya yang tidak didanai kepada karyawan tetap yang memenuhi syarat, sebagaimana dituangkan dalam perjanjian kerja bersama. Imbalan kerja jangka panjang tersebut dihitung dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2010).

Long-term employee benefits

In addition to the pension program, the Company also provides post employment award and other long-term benefits which are unfunded to all of its eligible permanent employees, as stipulated under collective labor agreement. These long-term employee benefits are calculated using the Projected Unit Credit method in accordance with PSAK No. 24 (2010 Revision).

q. Opsi saham q. Share option

Beban kompensasi dengan akun ekuitas terkait diakru selama periode pengakuan hak kompensasi (vesting period) berdasarkan nilai wajar semua opsi saham pada tanggal pemberian kompensasi (grant date), yaitu tanggal dimana jumlah saham yang akan menjadi hak karyawan dan harga eksekusinya dapat ditentukan.

Pada saat konversi opsi saham dilakukan, kompensasi yang terkait dikurangkan dari hasil penerbitan saham.

Compensation expense with the corresponding equity account is accrued during the vesting period based on the fair value of the option at grant date, which is the date when the number of shares becomes the rights of the employees and the exercise price is determinable.

When the share option is exercised, related compensation is deducted to the proceeds from the issuance of the shares.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk154

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

24

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

r. Pajak penghasilan r. Income tax

Beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan. Penangguhan pajak penghasilan dilakukan untuk mencerminkan pengaruh pajak atas beda temporer antara dasar pelaporan komersial dan pajak atas aset dan liabilitas dan akumulasi rugi fiskal. Penyisihan aset pajak tangguhan dicatat untuk mengurangi aset pajak tangguhan dengan jumlah yang diharapkan tidak dapat direalisasi.

Current tax expense is determined based on the estimated taxable income for the year. Deferred taxes are recognized to reflect the tax effects of the temporary differences between financial and tax reporting bases of assets and liabilities and accumulated tax loss carry forwards. A valuation allowance is recorded to reduce deferred tax assets for that portion that is not expected to be realized.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa mendatang.

Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the carrying amounts of existing assets and liabilities in the financial statements and their respective tax bases at each reporting date. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and accumulated fiscal losses to the extent that it is probable that taxable income will be available in future years against which the deductible temporary differences and accumulated fiscal losses can be utilized.

Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dikreditkan atau dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at statements of financial position date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates are credited or charged to current year operations, except to the extent that they relate to items previously charged or credited to equity.

Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima dan/atau, jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.

Changes to tax obligations are recorded when an assessment is received and/or, if appealed against by the Company, when the results of the appeal are determined.

Pajak final yang dibayarkan atas beberapa jenis pendapatan tidak dianggap sebagai beban pajak penghasilan jika pendapatan tersebut bukan berasal dari aktivitas utama yang menghasilkan pendapatan.

Final tax paid on certain types of income is not considered as income tax when such income is not from the primary revenue generating activities.

s. Pendapatan keuangan dan biaya keuangan s. Finance income and finance costs

Pendapatan dan biaya yang berasal dari aktivitas pendanaan dan laba rugi kurs terkait tercermin dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai bagian dari "Pendapatan (biaya) keuangan bersih".

Income and costs derived from financing activities and the related currency exchange gains and losses are reflected in the statements of comprehensive income as part of “Net finance income (costs)”.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

25

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

s. Pendapatan keuangan dan biaya keuangan

(Lanjutan) s. Finance income and finance costs

(Continued)

Pendapatan keuangan dan biaya keuangan terdiri dari pendapatan bunga atas dana yang diinvestasikan, dan beban bunga atas pinjaman, keuntungan atau kerugian atas penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan, dan laba atau rugi kurs yang timbul dari aktivitas investasi dan pendanaan.

Finance income and finance costs comprise interest income on funds invested and interest expense on borrowings, gains or losses on de-recognition of financial assets and liabilities, and currency exchange gains or losses arising from investing and financing activities.

Laba dan rugi kurs dilaporkan secara neto baik sebagai pendapatan keuangan atau biaya keuangan tergantung pada angka mutasi ke laba neto atau rugi neto.

Currency exchange gains and losses are reported on a net basis as either finance income or finance cost depending on whether currency exchange movements amount to a net gain or a net loss.

t. Informasi segmen t. Segment information

Perusahaan menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

The Company applied PSAK No. 5 (2009 Revision), “Operating Segments”. A segment is a distinguishable component of the Company that is engaged either in providing certain products (business segment), or in providing certain products within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risk and rewards that are different from those of other segments.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai terhadap segmen tersebut.

Segment revenues, expenses, result, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment.

u. Laba (rugi) per saham u. Earnings gain (loss) per share

Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Laba (rugi) per saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar hanya jika harga pasar rata-rata saham biasa selama periode pelaksanaan opsi saham melebihi harga eksekusi opsi saham (Catatan 29).

Basic earnings gain (loss) per share is calculated by dividing the profit (loss) for the year by the weighted-average number of ordinary shares outstanding during the year. Diluted earnings gain (loss) per share is calculated after making necessary adjustments to the weighted-average number of ordinary shares outstanding only if the average market price of ordinary shares during the exercise period exceeds the exercise price of the stock options (Note 29).

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

Pertimbangan Judgments

Penyusunan laporan keuangan Perusahaan sesuai dengan SAK mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir

The preparation of the Company’s financial statements in accordance with SAK requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 155

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

24

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

r. Pajak penghasilan r. Income tax

Beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan. Penangguhan pajak penghasilan dilakukan untuk mencerminkan pengaruh pajak atas beda temporer antara dasar pelaporan komersial dan pajak atas aset dan liabilitas dan akumulasi rugi fiskal. Penyisihan aset pajak tangguhan dicatat untuk mengurangi aset pajak tangguhan dengan jumlah yang diharapkan tidak dapat direalisasi.

Current tax expense is determined based on the estimated taxable income for the year. Deferred taxes are recognized to reflect the tax effects of the temporary differences between financial and tax reporting bases of assets and liabilities and accumulated tax loss carry forwards. A valuation allowance is recorded to reduce deferred tax assets for that portion that is not expected to be realized.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa mendatang.

Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the carrying amounts of existing assets and liabilities in the financial statements and their respective tax bases at each reporting date. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and accumulated fiscal losses to the extent that it is probable that taxable income will be available in future years against which the deductible temporary differences and accumulated fiscal losses can be utilized.

Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dikreditkan atau dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at statements of financial position date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates are credited or charged to current year operations, except to the extent that they relate to items previously charged or credited to equity.

Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima dan/atau, jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.

Changes to tax obligations are recorded when an assessment is received and/or, if appealed against by the Company, when the results of the appeal are determined.

Pajak final yang dibayarkan atas beberapa jenis pendapatan tidak dianggap sebagai beban pajak penghasilan jika pendapatan tersebut bukan berasal dari aktivitas utama yang menghasilkan pendapatan.

Final tax paid on certain types of income is not considered as income tax when such income is not from the primary revenue generating activities.

s. Pendapatan keuangan dan biaya keuangan s. Finance income and finance costs

Pendapatan dan biaya yang berasal dari aktivitas pendanaan dan laba rugi kurs terkait tercermin dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai bagian dari "Pendapatan (biaya) keuangan bersih".

Income and costs derived from financing activities and the related currency exchange gains and losses are reflected in the statements of comprehensive income as part of “Net finance income (costs)”.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

25

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

s. Pendapatan keuangan dan biaya keuangan

(Lanjutan) s. Finance income and finance costs

(Continued)

Pendapatan keuangan dan biaya keuangan terdiri dari pendapatan bunga atas dana yang diinvestasikan, dan beban bunga atas pinjaman, keuntungan atau kerugian atas penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan, dan laba atau rugi kurs yang timbul dari aktivitas investasi dan pendanaan.

Finance income and finance costs comprise interest income on funds invested and interest expense on borrowings, gains or losses on de-recognition of financial assets and liabilities, and currency exchange gains or losses arising from investing and financing activities.

Laba dan rugi kurs dilaporkan secara neto baik sebagai pendapatan keuangan atau biaya keuangan tergantung pada angka mutasi ke laba neto atau rugi neto.

Currency exchange gains and losses are reported on a net basis as either finance income or finance cost depending on whether currency exchange movements amount to a net gain or a net loss.

t. Informasi segmen t. Segment information

Perusahaan menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

The Company applied PSAK No. 5 (2009 Revision), “Operating Segments”. A segment is a distinguishable component of the Company that is engaged either in providing certain products (business segment), or in providing certain products within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risk and rewards that are different from those of other segments.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai terhadap segmen tersebut.

Segment revenues, expenses, result, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment.

u. Laba (rugi) per saham u. Earnings gain (loss) per share

Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Laba (rugi) per saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar hanya jika harga pasar rata-rata saham biasa selama periode pelaksanaan opsi saham melebihi harga eksekusi opsi saham (Catatan 29).

Basic earnings gain (loss) per share is calculated by dividing the profit (loss) for the year by the weighted-average number of ordinary shares outstanding during the year. Diluted earnings gain (loss) per share is calculated after making necessary adjustments to the weighted-average number of ordinary shares outstanding only if the average market price of ordinary shares during the exercise period exceeds the exercise price of the stock options (Note 29).

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

Pertimbangan Judgments

Penyusunan laporan keuangan Perusahaan sesuai dengan SAK mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir

The preparation of the Company’s financial statements in accordance with SAK requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk156

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

26

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Pertimbangan (Lanjutan) Judgments (Continued)

periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset and liability affected in future periods.

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:

The following judgments are made by management in the process of applying the Company’s accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the financial statements:

Penentuan mata uang fungsional Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi. Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang, biaya bahan baku dan biaya lain dari pengadaan barang serta mempertimbangkan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasari.

Determination of functional currency

The functional currency is the currency of the primary economic environment in which the Company operates. The management considered the currency that mainly influences the selling price and cost of labor, raw materials and other cost and considering other indicators in determining the currency that most faithfully represents the economic substance of the underlying transactions, events, and conditions.

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2010) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2.

Classification of financial assets and liabilities

The Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55 (2010 Revision). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company’s accounting policies disclosed in Note 2.

Cadangan atas kerugian penurunan nilai piutang usaha Perusahaan mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi yang spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Provisi yang spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian atas penurunan nilai piutang usaha. Nilai tercatat dari piutang usaha

Allowance for impairment losses on trade receivables

The Company evaluates specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Company uses judgment, based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer’s current credit status based on third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce its receivable amounts that the Company expects to collect. These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment losses of trade receivables. The carrying amount of the

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

27

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Pertimbangan (Lanjutan) Judgments (Continued)

Cadangan atas kerugian penurunan nilai piutang usaha (Lanjutan) Perusahaan sebelum cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, masing-masing sebesar USD43.065 dan USD38.589. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 5.

Allowance for impairment losses on trade receivables (Continued) Company’s trade receivables before allowance for impairment losses as of 31 December 2014 and 2013 amounted to USD43,065 and USD38,589, respectively. Further details are disclosed in Note 5.

Estimasi dan asumsi Estimates and assumptions

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode/tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial period/year are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha-evaluasi kolektif

Bila Perusahaan memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas piutang usaha, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, Perusahaan menyertakannya dalam kelompok piutang usaha dengan risiko kredit yang serupa karakteristiknya dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang usaha tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terhutang. Arus kas masa depan pada kelompok piutang usaha yang dievaluasi secara kolektif untuk penurunan nilai diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian historis bagi piutang usaha dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dengan piutang usaha pada kelompok tersebut.

Allowance for impairment losses on trade receivables-collective assessment

If the Company determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed trade receivables, whether significant or not, it includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. The characteristics chosen are relevant to the estimation of future cash flows for groups of such trade receivables by being indicative of the customers’ ability to pay all amounts due.

Future cash flows in a group of trade receivables that are collectively evaluated for impairment are estimated on the basis of historical loss experience for the trade receivables with credit risk characteristics similar to those in the group.

Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan Penyisihan penurunan nilai realisasi neto dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Penyisihan dievaluasi kembali dan

Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories

Allowance for decline in net realizable value and obsolescence of inventories is estimated based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories’ own physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The allowance is

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 157

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

26

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Pertimbangan (Lanjutan) Judgments (Continued)

periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset and liability affected in future periods.

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:

The following judgments are made by management in the process of applying the Company’s accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the financial statements:

Penentuan mata uang fungsional Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi. Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang, biaya bahan baku dan biaya lain dari pengadaan barang serta mempertimbangkan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasari.

Determination of functional currency

The functional currency is the currency of the primary economic environment in which the Company operates. The management considered the currency that mainly influences the selling price and cost of labor, raw materials and other cost and considering other indicators in determining the currency that most faithfully represents the economic substance of the underlying transactions, events, and conditions.

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2010) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2.

Classification of financial assets and liabilities

The Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55 (2010 Revision). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company’s accounting policies disclosed in Note 2.

Cadangan atas kerugian penurunan nilai piutang usaha Perusahaan mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi yang spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Provisi yang spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian atas penurunan nilai piutang usaha. Nilai tercatat dari piutang usaha

Allowance for impairment losses on trade receivables

The Company evaluates specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Company uses judgment, based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer’s current credit status based on third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce its receivable amounts that the Company expects to collect. These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment losses of trade receivables. The carrying amount of the

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

27

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Pertimbangan (Lanjutan) Judgments (Continued)

Cadangan atas kerugian penurunan nilai piutang usaha (Lanjutan) Perusahaan sebelum cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, masing-masing sebesar USD43.065 dan USD38.589. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 5.

Allowance for impairment losses on trade receivables (Continued) Company’s trade receivables before allowance for impairment losses as of 31 December 2014 and 2013 amounted to USD43,065 and USD38,589, respectively. Further details are disclosed in Note 5.

Estimasi dan asumsi Estimates and assumptions

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode/tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial period/year are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha-evaluasi kolektif

Bila Perusahaan memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas piutang usaha, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, Perusahaan menyertakannya dalam kelompok piutang usaha dengan risiko kredit yang serupa karakteristiknya dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang usaha tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terhutang. Arus kas masa depan pada kelompok piutang usaha yang dievaluasi secara kolektif untuk penurunan nilai diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian historis bagi piutang usaha dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dengan piutang usaha pada kelompok tersebut.

Allowance for impairment losses on trade receivables-collective assessment

If the Company determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed trade receivables, whether significant or not, it includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. The characteristics chosen are relevant to the estimation of future cash flows for groups of such trade receivables by being indicative of the customers’ ability to pay all amounts due.

Future cash flows in a group of trade receivables that are collectively evaluated for impairment are estimated on the basis of historical loss experience for the trade receivables with credit risk characteristics similar to those in the group.

Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan Penyisihan penurunan nilai realisasi neto dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Penyisihan dievaluasi kembali dan

Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories

Allowance for decline in net realizable value and obsolescence of inventories is estimated based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories’ own physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The allowance is

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk158

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

28

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Estimasi dan asumsi (Lanjutan) Estimates and assumptions (Continued)

Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan (Lanjutan) disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Perusahaan sebelum penyisihan atas keusangan dan penurunan nilai persediaan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar USD44.920 dan USD45.398. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 6.

Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories (Continued)

re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated. The carrying amount of the Company’s inventories before allowance for obsolescence and decline in value of inventory as of 31 December 2014 and 2013 amounted to USD44,920 and USD45,398 respectively. Further details are disclosed in Note 6.

Pensiun dan imbalan kerja Biaya program pensiun manfaat pasti dan imbalan jangka panjang lainnya serta nilai kini kewajiban imbalan kerja ditentukan dengan menggunakan penilaian aktuarial. Penilaian aktuarial melibatkan penentuan berbagai asumsi, termasuk penentuan tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji masa depan, tingkat mortalitas, tingkat pengunduran diri karyawan, tingkat kecacatan dan tingkat hasil yang diharapkan dari aset program. Karena kerumitan penilaian, asumsi yang mendasari dan sifat jangka panjangnya, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi-asumsi tersebut. Seluruh asumsi ditelaah setiap akhir tahun pelaporan.

Pension and employees’ benefits

The cost of defined benefit pension plans and other long-term employee benefits and the present value of the defined benefit obligation are determined using actuarial valuations. An actuarial valuation involves making various assumptions, which includes the determination of the discount rate, future salary increases, mortality rates, employee turn-over rate, disability rate, and the expected rate of return on plan assets. Due to the complexity of the valuation, the underlying assumptions and its long term nature, a defined benefit obligation is highly sensitive to changes in these assumptions. All assumptions are reviewed at financial year-end.

Dalam menentukan tingkat diskonto yang sesuai, manajemen memperhitungkan tingkat bunga (pada akhir tahun pelaporan) dari obligasi pemerintah dalam Rupiah. Perusahaan menggunakan tingkat diskonto tunggal yang mencerminkan rata-rata perkiraan jadwal pembayaran imbalan dan mata uang yang digunakan dalam membayar imbalan. Tingkat mortalitas adalah berdasarkan tabel mortalita yang tersedia pada publikasi. Tingkat kenaikan gaji masa depan didasarkan pada rencana kerja jangka panjang Perusahaan yang juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi masa depan yang diharapkan di Negara Indonesia. Walaupun Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi imbalan kerja Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar USD3.475 dan USD4.019. Penjelasan lebih rinci mengenai asumsi-asumsi yang digunakan diungkapkan pada Catatan 25.

In determining the appropriate discount rate, management considers the market yields (at year end) on Indonesian Rupiah government bonds. The Company uses a single discount rate that reflects the estimated average timing of benefit payments and the currency in which the benefits are to be paid. The mortality rate is based on publicly available mortality tables. Future salary increases is based on the Company’s long-term business plan which is also influenced by expected future inflation rates for the country. While the Company believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Company’s actual experiences or significant changes in the Company’s assumptions may materially affect its estimated liabilities for pension and employees’ benefits and net employee benefits expense. The carrying amount of the Company’s estimated liabilities for employee benefits as of 31 December 2014 and 2013 amounted to USD3,475 and USD4,019, respectively. Further details are disclosed in Note 25.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 159

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

28

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Estimasi dan asumsi (Lanjutan) Estimates and assumptions (Continued)

Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan (Lanjutan) disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Perusahaan sebelum penyisihan atas keusangan dan penurunan nilai persediaan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar USD44.920 dan USD45.398. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 6.

Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories (Continued)

re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated. The carrying amount of the Company’s inventories before allowance for obsolescence and decline in value of inventory as of 31 December 2014 and 2013 amounted to USD44,920 and USD45,398 respectively. Further details are disclosed in Note 6.

Pensiun dan imbalan kerja Biaya program pensiun manfaat pasti dan imbalan jangka panjang lainnya serta nilai kini kewajiban imbalan kerja ditentukan dengan menggunakan penilaian aktuarial. Penilaian aktuarial melibatkan penentuan berbagai asumsi, termasuk penentuan tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji masa depan, tingkat mortalitas, tingkat pengunduran diri karyawan, tingkat kecacatan dan tingkat hasil yang diharapkan dari aset program. Karena kerumitan penilaian, asumsi yang mendasari dan sifat jangka panjangnya, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi-asumsi tersebut. Seluruh asumsi ditelaah setiap akhir tahun pelaporan.

Pension and employees’ benefits

The cost of defined benefit pension plans and other long-term employee benefits and the present value of the defined benefit obligation are determined using actuarial valuations. An actuarial valuation involves making various assumptions, which includes the determination of the discount rate, future salary increases, mortality rates, employee turn-over rate, disability rate, and the expected rate of return on plan assets. Due to the complexity of the valuation, the underlying assumptions and its long term nature, a defined benefit obligation is highly sensitive to changes in these assumptions. All assumptions are reviewed at financial year-end.

Dalam menentukan tingkat diskonto yang sesuai, manajemen memperhitungkan tingkat bunga (pada akhir tahun pelaporan) dari obligasi pemerintah dalam Rupiah. Perusahaan menggunakan tingkat diskonto tunggal yang mencerminkan rata-rata perkiraan jadwal pembayaran imbalan dan mata uang yang digunakan dalam membayar imbalan. Tingkat mortalitas adalah berdasarkan tabel mortalita yang tersedia pada publikasi. Tingkat kenaikan gaji masa depan didasarkan pada rencana kerja jangka panjang Perusahaan yang juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi masa depan yang diharapkan di Negara Indonesia. Walaupun Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi imbalan kerja Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar USD3.475 dan USD4.019. Penjelasan lebih rinci mengenai asumsi-asumsi yang digunakan diungkapkan pada Catatan 25.

In determining the appropriate discount rate, management considers the market yields (at year end) on Indonesian Rupiah government bonds. The Company uses a single discount rate that reflects the estimated average timing of benefit payments and the currency in which the benefits are to be paid. The mortality rate is based on publicly available mortality tables. Future salary increases is based on the Company’s long-term business plan which is also influenced by expected future inflation rates for the country. While the Company believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Company’s actual experiences or significant changes in the Company’s assumptions may materially affect its estimated liabilities for pension and employees’ benefits and net employee benefits expense. The carrying amount of the Company’s estimated liabilities for employee benefits as of 31 December 2014 and 2013 amounted to USD3,475 and USD4,019, respectively. Further details are disclosed in Note 25.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

29

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Estimasi dan asumsi (Lanjutan) Estimates and assumptions (Continued)

Estimasi masa manfaat aset tetap Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara. Estimasi masa manfaat ditelaah minimum setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset. Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas. Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 5 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

Estimating useful lives of fixed assets

The Company estimates the useful lives of its fixed assets based on expected asset utilization as anchored on business plans and strategies that also consider expected market behavior. The estimation of the useful lives of fixed assets is based on the Company’s assessment of industry practice, internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful lives are reviewed at least each financial year-end and are updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence and legal or other limitations on the use of the assets. It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the estimates brought about by changes in the factors mentioned above.

The Company estimates the useful lives of these fixed assets to be within 5 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Company conducts its businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised.

Ketidakpastian kewajiban perpajakan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan maupun pajak lainnya atas transaksi tertentu. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi”. Perusahaan membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

Uncertain tax exposure

Significant judgment is involved in determining the provision for corporate income tax and other taxes on certain transactions. Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex tax regulations and the amount and timing of future taxable income. In determining the amount to be recognized in respect of an uncertain tax liability, the Company applies similar considerations as it would use in determining the amount of a provision to be recognized in accordance with PSAK No. 57, “Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Asset”. The Company makes an analysis of all tax positions related to income taxes to determine if a tax liability for unrecognized tax benefit should be recognized.

Nilai tercatat neto atas aset tetap Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar USD21.369 dan USD23.992. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9.

The net carrying amount of the Company’s fixed assets as of 31 December 2014 and 2013 amounted to USD21,369 and USD23,992, respectively. Further details are disclosed in Note 9.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk160

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

30

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Estimasi dan asumsi (Lanjutan) Estimates and assumptions (Continued)

Ketidakpastian kewajiban perpajakan (Lanjutan) Uncertain tax exposure (Continued)

Perusahaan mengakui pajak penghasilan badan yang dapat dikembalikan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Nilai tercatat atas pajak penghasilan badan yang dapat dikembalikan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar USD5.639 dan USD5.897 Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 13.

The Company recognizes refundable corporate income tax based on estimates of whether additional corporate income tax will be due. The net carrying amount of refundable corporate income tax as of 31 December 2014 and 2013 amounted to USD5,639 and USD5,897, respectively. Further details are disclosed in Note 13.

Realisasi dari aset pajak tangguhan Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan. Penjelasan lebih rinci atas rugi fiskal yang dapat dikompensasi tersebut diungkapkan dalam Catatan 13.

Realizability of deferred tax assets

Deferred tax assets are recognized for all unused tax losses to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies. Further detail regarding the tax loss carry-forward are disclosed in Note 13.

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Kas 4 5 Cash on hand Bank Cash in banks Dalam Rupiah In Rupiah

Pihak Ketiga Third Parties Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

cabang Jakarta 1 41 Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

Jakarta branch PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia - 41 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia PT Bank Mizuho Indonesia 1 43 PT Bank Mizuho Indonesia PT Bank Danamon Indonesia Tbk 117 - PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk - 65 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk - 6 PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 31 78 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Citibank, NA., cabang Jakarta - 15 Citibank, NA., Jakarta branch

Sub-total 150 289 Sub-total

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

31

4. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (Continued) Akun ini terdiri dari (Lanjutan): This account consists of (Continued):

2014 2013 Dalam Dolar Amerika Serikat In United States Dollar

Pihak Ketiga Third Parties PT Bank Danamon Indonesia Tbk 683 3,954 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia 2 17 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

cabang Jakarta 3 33 Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd., Jakarta

branch PT Bank Mizuho Indonesia 5 11 PT Bank Mizuho Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 82 141 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 16 16 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk Citibank, NA., cabang Jakarta 1 1 Citibank, NA., Jakarta branch

Sub-total 792 4,173 Sub-total Deposito berjangka Time deposits Dalam Rupiah In Rupiah

Pihak Ketiga Third Parties PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia - 1,641 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 369 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Sub-total - 2,010 Sub-total Dalam Dolar Amerika Serikat In United States Dollar

Pihak Ketiga Third Parties PT Bank Muamalat Indonesia - 1,000 PT Bank Muamalat Indonesia PT Bank Pembangunan Daerah Jawa

Barat dan Banten Tbk - 1,000 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa

Barat dan Banten Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,000 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Bukopin 3,200 - PT Bank Bukopin

Sub-total 4,200 2,000 Sub-total Total 5,146 8,477 Total

Tingkat suku bunga tahunan deposito berjangka adalah sebagai berikut:

The annual interest rates of time deposits are as follows:

2014 2013 Rekening Rupiah 5.5% - 11.25% 4.50% - 9.00% Rupiah Account Rekening Dolar Amerika Serikat 2.0% - 3.2% 2.85% - 3.50% United States Dollar Account

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 161

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

30

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Estimasi dan asumsi (Lanjutan) Estimates and assumptions (Continued)

Ketidakpastian kewajiban perpajakan (Lanjutan) Uncertain tax exposure (Continued)

Perusahaan mengakui pajak penghasilan badan yang dapat dikembalikan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Nilai tercatat atas pajak penghasilan badan yang dapat dikembalikan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar USD5.639 dan USD5.897 Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 13.

The Company recognizes refundable corporate income tax based on estimates of whether additional corporate income tax will be due. The net carrying amount of refundable corporate income tax as of 31 December 2014 and 2013 amounted to USD5,639 and USD5,897, respectively. Further details are disclosed in Note 13.

Realisasi dari aset pajak tangguhan Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan. Penjelasan lebih rinci atas rugi fiskal yang dapat dikompensasi tersebut diungkapkan dalam Catatan 13.

Realizability of deferred tax assets

Deferred tax assets are recognized for all unused tax losses to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies. Further detail regarding the tax loss carry-forward are disclosed in Note 13.

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Kas 4 5 Cash on hand Bank Cash in banks Dalam Rupiah In Rupiah

Pihak Ketiga Third Parties Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

cabang Jakarta 1 41 Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

Jakarta branch PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia - 41 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia PT Bank Mizuho Indonesia 1 43 PT Bank Mizuho Indonesia PT Bank Danamon Indonesia Tbk 117 - PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk - 65 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk - 6 PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 31 78 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Citibank, NA., cabang Jakarta - 15 Citibank, NA., Jakarta branch

Sub-total 150 289 Sub-total

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

31

4. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (Continued) Akun ini terdiri dari (Lanjutan): This account consists of (Continued):

2014 2013 Dalam Dolar Amerika Serikat In United States Dollar

Pihak Ketiga Third Parties PT Bank Danamon Indonesia Tbk 683 3,954 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia 2 17 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

cabang Jakarta 3 33 Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd., Jakarta

branch PT Bank Mizuho Indonesia 5 11 PT Bank Mizuho Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 82 141 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 16 16 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk Citibank, NA., cabang Jakarta 1 1 Citibank, NA., Jakarta branch

Sub-total 792 4,173 Sub-total Deposito berjangka Time deposits Dalam Rupiah In Rupiah

Pihak Ketiga Third Parties PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia - 1,641 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 369 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Sub-total - 2,010 Sub-total Dalam Dolar Amerika Serikat In United States Dollar

Pihak Ketiga Third Parties PT Bank Muamalat Indonesia - 1,000 PT Bank Muamalat Indonesia PT Bank Pembangunan Daerah Jawa

Barat dan Banten Tbk - 1,000 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa

Barat dan Banten Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,000 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Bukopin 3,200 - PT Bank Bukopin

Sub-total 4,200 2,000 Sub-total Total 5,146 8,477 Total

Tingkat suku bunga tahunan deposito berjangka adalah sebagai berikut:

The annual interest rates of time deposits are as follows:

2014 2013 Rekening Rupiah 5.5% - 11.25% 4.50% - 9.00% Rupiah Account Rekening Dolar Amerika Serikat 2.0% - 3.2% 2.85% - 3.50% United States Dollar Account

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk162

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

32

5. PIUTANG USAHA 5. TRADE RECEIVABLES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pihak Ketiga Third Parties PT Indonesia Multi Colour Printing 7,820) 3,852) PT Indonesia Multi Colour Printing PT Cometa Can 5,702) 4,487) PT Cometa Can PT Frisian Flag Indonesia 5,540) 1,215) PT Frisian Flag Indonesia PT United Can Company Ltd, 4,388) 7,613) PT United Can Company Ltd, PT Multi Makmur Indah Indonesia 3,472) 3,508) PT Multi Makmur Indah Indonesia PT Central Sahabat Baru 2,622) 6,121) PT Central Sahabat Baru PT Indolakto 1,920) 1,650) PT Indolakto PT Arthawenasakti Gemilang 1,887) 1,538) PT Arthawenasakti Gemilang PT Ancol Terang Metal Printing 1,467) 1,651) PT Ancol Terang Metal Printing Iwan Loekantoro Laksmono 1,401) 198) Iwan Loekantoro Laksmono Lain-lain (di bawah USD1.000) 6,846) 6,756) Others (below USD1,000) Sub-total 43,065) 38,589) Sub-total Cadangan kerugian penurunan nilai (441) (241) Allowance for impairment losses Total, Neto 42,624) 38,348) Total, Net

Rincian umur piutang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

The details of aging of trade receivables based on invoice dates are as follows:

2014 2013

Bruto/Gross

Penurunan nilai/Impairment Bruto/Gross

Penurunan nilai/Impairment

Belum jatuh tempo 35,392 (33) 36,036 (4) Not yet due Jatuh tempo Past due

1-30 hari 4,554 (4) 2,260 -) 1-30 days 31-60 hari 1,776 (19) 23 -) 31-60 days 61-180 hari 962 (140) 11 (6) 61-180 days 181-365 hari 156 (45) 29 (18) 181-365 days Lebih dari 365 hari 225 (200) 230 (213) Over 365 days

Total, neto 43,065 (441) 38,589 (241) Total, net

Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

The details of trade receivables based on currencies are as follows:

2014 2013 Rupiah 16,260 20,859 Rupiah Dolar Amerika Serikat 26,364 17,489 United States Dollar Total 42,624 38,348 Total

Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:

The changes in the allowance for impairment losses are as follows:

2014 2013 Saldo awal tahun 241 382 Beginning balance Penyisihan untuk tahun berjalan (Catatan 22) 200 - Provision for the year (Note 22) Pemulihan penyisihan - (141) Recovery of allowance Saldo akhir periode 441 241 Ending balance

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

33

5. PIUTANG USAHA (Lanjutan) 5. TRADE RECEIVABLES (Continued)

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:

As of 31 December 2014 and 2013 the total allowance for impairment losses of the Company’s trade receivables are as follows:

2014 2013 Penurunan individual 151 187 Individual impairment Penurunan kolektif 290 54 Collective impairment Total 441 24 1 Total

Perusahaan melakukan perjanjian penjualan piutang dengan Citibank, Cabang Jakarta senilai Rp644 juta dan USD1.689 per tanggal 31 Desember 2014. Beban bunga yang timbul di tahun 2014 sebagai akibat dari penjualan piutang adalah Rp16 juta dan USD9 dan tidak ada retensi.

As of 31 December 2014, the Company entered into sales of receivable with Citibank, Jakarta Branch, amounted to Rp644 million and USD1,689. Interest expense incurred in 2014 as a result of sales of receivable amounted to Rp16 million and USD9 and no retention.

Perusahaan melakukan perjanjian penjualan

piutang dengan PT Bank Mizuho Indonesia senilai Rp59.167 juta dan USD9.660. Beban bunga yang timbul ditahun 2014 sebagai akibat dari penjualan piutang adalah Rp578 juta dan USD14.

The Company entered into sales of receivable agreement with PT Bank Mizuho Indonesia, amounted to Rp59,167 million and USD9,660. Interest expense incurred in 2014 as a result of sales of receivable amounted to Rp578 million and USD14.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan

akun piutang usaha masing-masing pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian tidak tertagihnya piutang.

Based on the review of the status of the individual trade receivables at the end of the year, the Company’s management is of the opinion that the allowance for impairment losses is adequate to cover possible losses that may arise from the non-collection of the accounts.

6. PERSEDIAAN, NETO 6. INVENTORIES, NET Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Barang jadi 13,895) 21,609) Finished goods Bahan baku 25,344) 17,215) Raw materials Suku cadang dan perlengkapan 474) 457 Spare parts and supplies Barang scraps 176) 239 Scraps Barang dalam perjalanan 5,031) 5,878) Goods in transit Sub-total 44,920) 45,398) Sub-total Penyisihan penurunan nilai persediaan (1,824) (1,035) Allowance for decline in value of inventories Penyisihan persediaan usang (165) (165) Allowance for inventory obsolescence Sub-total (1,989) (1,200) Sub-total Total, Neto 42,931) 44,198 Total, Net

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 163

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

32

5. PIUTANG USAHA 5. TRADE RECEIVABLES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pihak Ketiga Third Parties PT Indonesia Multi Colour Printing 7,820) 3,852) PT Indonesia Multi Colour Printing PT Cometa Can 5,702) 4,487) PT Cometa Can PT Frisian Flag Indonesia 5,540) 1,215) PT Frisian Flag Indonesia PT United Can Company Ltd, 4,388) 7,613) PT United Can Company Ltd, PT Multi Makmur Indah Indonesia 3,472) 3,508) PT Multi Makmur Indah Indonesia PT Central Sahabat Baru 2,622) 6,121) PT Central Sahabat Baru PT Indolakto 1,920) 1,650) PT Indolakto PT Arthawenasakti Gemilang 1,887) 1,538) PT Arthawenasakti Gemilang PT Ancol Terang Metal Printing 1,467) 1,651) PT Ancol Terang Metal Printing Iwan Loekantoro Laksmono 1,401) 198) Iwan Loekantoro Laksmono Lain-lain (di bawah USD1.000) 6,846) 6,756) Others (below USD1,000) Sub-total 43,065) 38,589) Sub-total Cadangan kerugian penurunan nilai (441) (241) Allowance for impairment losses Total, Neto 42,624) 38,348) Total, Net

Rincian umur piutang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

The details of aging of trade receivables based on invoice dates are as follows:

2014 2013

Bruto/Gross

Penurunan nilai/Impairment Bruto/Gross

Penurunan nilai/Impairment

Belum jatuh tempo 35,392 (33) 36,036 (4) Not yet due Jatuh tempo Past due

1-30 hari 4,554 (4) 2,260 -) 1-30 days 31-60 hari 1,776 (19) 23 -) 31-60 days 61-180 hari 962 (140) 11 (6) 61-180 days 181-365 hari 156 (45) 29 (18) 181-365 days Lebih dari 365 hari 225 (200) 230 (213) Over 365 days

Total, neto 43,065 (441) 38,589 (241) Total, net

Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

The details of trade receivables based on currencies are as follows:

2014 2013 Rupiah 16,260 20,859 Rupiah Dolar Amerika Serikat 26,364 17,489 United States Dollar Total 42,624 38,348 Total

Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:

The changes in the allowance for impairment losses are as follows:

2014 2013 Saldo awal tahun 241 382 Beginning balance Penyisihan untuk tahun berjalan (Catatan 22) 200 - Provision for the year (Note 22) Pemulihan penyisihan - (141) Recovery of allowance Saldo akhir periode 441 241 Ending balance

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

33

5. PIUTANG USAHA (Lanjutan) 5. TRADE RECEIVABLES (Continued)

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:

As of 31 December 2014 and 2013 the total allowance for impairment losses of the Company’s trade receivables are as follows:

2014 2013 Penurunan individual 151 187 Individual impairment Penurunan kolektif 290 54 Collective impairment Total 441 24 1 Total

Perusahaan melakukan perjanjian penjualan piutang dengan Citibank, Cabang Jakarta senilai Rp644 juta dan USD1.689 per tanggal 31 Desember 2014. Beban bunga yang timbul di tahun 2014 sebagai akibat dari penjualan piutang adalah Rp16 juta dan USD9 dan tidak ada retensi.

As of 31 December 2014, the Company entered into sales of receivable with Citibank, Jakarta Branch, amounted to Rp644 million and USD1,689. Interest expense incurred in 2014 as a result of sales of receivable amounted to Rp16 million and USD9 and no retention.

Perusahaan melakukan perjanjian penjualan

piutang dengan PT Bank Mizuho Indonesia senilai Rp59.167 juta dan USD9.660. Beban bunga yang timbul ditahun 2014 sebagai akibat dari penjualan piutang adalah Rp578 juta dan USD14.

The Company entered into sales of receivable agreement with PT Bank Mizuho Indonesia, amounted to Rp59,167 million and USD9,660. Interest expense incurred in 2014 as a result of sales of receivable amounted to Rp578 million and USD14.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan

akun piutang usaha masing-masing pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian tidak tertagihnya piutang.

Based on the review of the status of the individual trade receivables at the end of the year, the Company’s management is of the opinion that the allowance for impairment losses is adequate to cover possible losses that may arise from the non-collection of the accounts.

6. PERSEDIAAN, NETO 6. INVENTORIES, NET Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Barang jadi 13,895) 21,609) Finished goods Bahan baku 25,344) 17,215) Raw materials Suku cadang dan perlengkapan 474) 457 Spare parts and supplies Barang scraps 176) 239 Scraps Barang dalam perjalanan 5,031) 5,878) Goods in transit Sub-total 44,920) 45,398) Sub-total Penyisihan penurunan nilai persediaan (1,824) (1,035) Allowance for decline in value of inventories Penyisihan persediaan usang (165) (165) Allowance for inventory obsolescence Sub-total (1,989) (1,200) Sub-total Total, Neto 42,931) 44,198 Total, Net

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk164

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

34

6. PERSEDIAAN, NETO (Lanjutan) 6. INVENTORIES, NET (Continued) Perubahan penyisihan persediaan usang dan

penurunan nilai adalah sebagai berikut: The changes in the allowance for inventory

obsolescence and decline in value of inventories are as follows:

2014 2013 Saldo awal tahun 1,200) 513) Beginning balance Perubahan selama tahun berjalan Changes during the year

Penambahan penyisihan (Catatan 20) 1,824) 1,035) Additional provision (Note 20) Pemulihan penyisihan (1,035) (348) Recovery of allowance

Saldo akhir tahun 1,989) 1,200) Ending balance

Pada tanggal 31 Desember 2014, Perusahaan melakukan penyisihan penurunan nilai persediaan atas barang jadi dan bahan baku, sebesar USD1.824 yang disebabkan nilai tercatat persediaan tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai realisasi neto.

As of 31 December 2014, the Company provided allowance for decline in value of inventories for finished goods and raw materials, amounting to USD1,824 since the carrying value of such inventories was higher than the net realizable value.

Pada tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan melakukan penyisihan penurunan nilai persediaan atas barang jadi, sebesar USD1.035 yang disebabkan nilai tercatat persediaan tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai realisasi neto. Pada tahun 2014, Perusahaan telah menjual barang jadi tersebut sehingga perusahaan melakukan pemulihan atas penyisihan tersebut.

As of 31 December 2013, the Company provided allowance for decline in value of inventories for finished goods, amounting to USD1,035 since the carrying value of such inventories was higher than the net realizable value. In 2014, the company sold such finished goods, therefore, the company recovered such allowance.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan dan persediaan usang telah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari penurunan nilai dan keusangan.

Based on review of the status of inventories at year end, the management of Company believes that the allowance for inventory for decline in value of inventories and inventory obsolescence is adequate to cover possible losses from decline in value of inventories and obsolescence.

Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp300.000 juta yang dapat disesuaikan dengan perubahan nilai persediaan Perusahaan pada setiap akhir tahun dimana Perusahaan berkewajiban untuk melaporkannya sebagai dasar perhitungan nilai pertanggungan yang baru. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Inventories are covered by insurance against fire and other possible risks under blanket policies with sum insured of Rp300,000 million, which can be adjusted to the changes of the carrying value of inventories at each year end and the Company is required to report it as the basis of new sum insured calculation. The management is of the opinion that the sum insured is adequate to cover possible losses from such risks.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

35

7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA 7. ADVANCES AND PREPAID EXPENSES

2014 2013 Ongkos Naik Haji (ONH) 386 406 Haj pilgrimage cost Pemeliharaan dibayar dimuka 2 97 Prepaid maintenance Uang muka kepada karyawan 20 4 Advance payments to employees Sewa dibayar dimuka 9 50 Prepaid rent Lainnya 270 163 Others Total 687 720 Total

8. PENYERTAAN SAHAM 8. INVESTMENT IN SHARES

Pada tahun 2007, Perusahaan melakukan penyertaan saham pada PT Krakatau Medika, yang bergerak dalam bidang jasa rumah sakit, dengan harga perolehan sebesar Rp1.200 juta atau USD128 dan persentase kepemilikan sebesar 5,70%.

In 2007, the Company has made an investment in shares of PT Krakatau Medika, which is engaged in medical services, with acquisition cost amounting to Rp1,200 million or USD128 and ownership interest of 5.70%.

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Krakatau Medika (KM) tanggal 20 Juni 2008, para pemegang saham menyetujui, antara lain, peningkatan modal disetor dari Rp21.050 juta menjadi Rp39.050 juta yang diambil bagian oleh PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, PT Krakatau Tirta Industri dan PT Krakatau Bandar Samudera. Peningkatan modal disetor tersebut mengakibatkan persentase kepemilikan Perusahaan di KM turun menjadi sebesar 3,07%. Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, tidak ada perubahan atas persentase kepemilikan saham Perusahaan di PT Krakatau Medika.

Based on the Minutes of the Shareholders’ General Meeting (SGM) of PT Krakatau Medika (KM) dated 20 June 2008, the shareholders approved, among others, the increase in paid-in capital from Rp21,050 million to Rp39,050 million, which is taken part by PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, PT Krakatau Tirta Industri and PT Krakatau Bandar Samudera. The related increase in paid-in capital resulted to a decrease of the Company’s ownership interest in KM to become 3.07%. As of 31 December 2014 and 2013, there are no changes in the percentage of ownership of the Company in PT Krakatau Medika.

Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan keadaan yang dapat menyebabkan penurunan nilai penyertaan saham pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

Based on the management’s assessment, there are no events or changes in circumstances which may indicate an impairment in the carrying amount of the investment in shares as of 31 December 2014 and 2013.

9. ASET TETAP 9. FIXED ASSETS Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2014/31 December 2014

Saldo Awal/ Beginning Balances

Penambahan/ Additions

Pengurangan/ Deductions

Saldo Akhir/ Ending

Balances Biaya Perolehan Cost

Tanah 98 - -) 98) Land Bangunan 4,635 45 -) 4,680) Buildings Mesin dan instalasi 28,856 261 (436) 28,681) Machineries and installations Peralatan kantor 3,704 43 (350) 3,397) Office equipment Kendaraan 227 40 (35) 232) Vehicles Aset Dalam Pembangunan - 61 (45) 16) Construction In Progress Total Biaya Perolehan 37,520 450 (866) 37,104) Total Acquisition Costs Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation Bangunan 2,470 179 -) 2,649) Buildings Mesin dan instalasi 9,204 2,099 (380) 10,923) Machineries and installations Peralatan kantor 1,698 545 (215) 2,028) Office equipment Kendaraan 156 14 (35) 135) Vehicles Total Akumulasi

penyusutan 13,528 2,837 (630) 15,735) Total Accumulated

Depreciation Nilai Buku Neto 23,992 21,369) Net Book Value

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 165

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

34

6. PERSEDIAAN, NETO (Lanjutan) 6. INVENTORIES, NET (Continued) Perubahan penyisihan persediaan usang dan

penurunan nilai adalah sebagai berikut: The changes in the allowance for inventory

obsolescence and decline in value of inventories are as follows:

2014 2013 Saldo awal tahun 1,200) 513) Beginning balance Perubahan selama tahun berjalan Changes during the year

Penambahan penyisihan (Catatan 20) 1,824) 1,035) Additional provision (Note 20) Pemulihan penyisihan (1,035) (348) Recovery of allowance

Saldo akhir tahun 1,989) 1,200) Ending balance

Pada tanggal 31 Desember 2014, Perusahaan melakukan penyisihan penurunan nilai persediaan atas barang jadi dan bahan baku, sebesar USD1.824 yang disebabkan nilai tercatat persediaan tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai realisasi neto.

As of 31 December 2014, the Company provided allowance for decline in value of inventories for finished goods and raw materials, amounting to USD1,824 since the carrying value of such inventories was higher than the net realizable value.

Pada tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan melakukan penyisihan penurunan nilai persediaan atas barang jadi, sebesar USD1.035 yang disebabkan nilai tercatat persediaan tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai realisasi neto. Pada tahun 2014, Perusahaan telah menjual barang jadi tersebut sehingga perusahaan melakukan pemulihan atas penyisihan tersebut.

As of 31 December 2013, the Company provided allowance for decline in value of inventories for finished goods, amounting to USD1,035 since the carrying value of such inventories was higher than the net realizable value. In 2014, the company sold such finished goods, therefore, the company recovered such allowance.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan dan persediaan usang telah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari penurunan nilai dan keusangan.

Based on review of the status of inventories at year end, the management of Company believes that the allowance for inventory for decline in value of inventories and inventory obsolescence is adequate to cover possible losses from decline in value of inventories and obsolescence.

Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp300.000 juta yang dapat disesuaikan dengan perubahan nilai persediaan Perusahaan pada setiap akhir tahun dimana Perusahaan berkewajiban untuk melaporkannya sebagai dasar perhitungan nilai pertanggungan yang baru. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Inventories are covered by insurance against fire and other possible risks under blanket policies with sum insured of Rp300,000 million, which can be adjusted to the changes of the carrying value of inventories at each year end and the Company is required to report it as the basis of new sum insured calculation. The management is of the opinion that the sum insured is adequate to cover possible losses from such risks.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

35

7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA 7. ADVANCES AND PREPAID EXPENSES

2014 2013 Ongkos Naik Haji (ONH) 386 406 Haj pilgrimage cost Pemeliharaan dibayar dimuka 2 97 Prepaid maintenance Uang muka kepada karyawan 20 4 Advance payments to employees Sewa dibayar dimuka 9 50 Prepaid rent Lainnya 270 163 Others Total 687 720 Total

8. PENYERTAAN SAHAM 8. INVESTMENT IN SHARES

Pada tahun 2007, Perusahaan melakukan penyertaan saham pada PT Krakatau Medika, yang bergerak dalam bidang jasa rumah sakit, dengan harga perolehan sebesar Rp1.200 juta atau USD128 dan persentase kepemilikan sebesar 5,70%.

In 2007, the Company has made an investment in shares of PT Krakatau Medika, which is engaged in medical services, with acquisition cost amounting to Rp1,200 million or USD128 and ownership interest of 5.70%.

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Krakatau Medika (KM) tanggal 20 Juni 2008, para pemegang saham menyetujui, antara lain, peningkatan modal disetor dari Rp21.050 juta menjadi Rp39.050 juta yang diambil bagian oleh PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, PT Krakatau Tirta Industri dan PT Krakatau Bandar Samudera. Peningkatan modal disetor tersebut mengakibatkan persentase kepemilikan Perusahaan di KM turun menjadi sebesar 3,07%. Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, tidak ada perubahan atas persentase kepemilikan saham Perusahaan di PT Krakatau Medika.

Based on the Minutes of the Shareholders’ General Meeting (SGM) of PT Krakatau Medika (KM) dated 20 June 2008, the shareholders approved, among others, the increase in paid-in capital from Rp21,050 million to Rp39,050 million, which is taken part by PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, PT Krakatau Tirta Industri and PT Krakatau Bandar Samudera. The related increase in paid-in capital resulted to a decrease of the Company’s ownership interest in KM to become 3.07%. As of 31 December 2014 and 2013, there are no changes in the percentage of ownership of the Company in PT Krakatau Medika.

Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan keadaan yang dapat menyebabkan penurunan nilai penyertaan saham pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

Based on the management’s assessment, there are no events or changes in circumstances which may indicate an impairment in the carrying amount of the investment in shares as of 31 December 2014 and 2013.

9. ASET TETAP 9. FIXED ASSETS Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2014/31 December 2014

Saldo Awal/ Beginning Balances

Penambahan/ Additions

Pengurangan/ Deductions

Saldo Akhir/ Ending

Balances Biaya Perolehan Cost

Tanah 98 - -) 98) Land Bangunan 4,635 45 -) 4,680) Buildings Mesin dan instalasi 28,856 261 (436) 28,681) Machineries and installations Peralatan kantor 3,704 43 (350) 3,397) Office equipment Kendaraan 227 40 (35) 232) Vehicles Aset Dalam Pembangunan - 61 (45) 16) Construction In Progress Total Biaya Perolehan 37,520 450 (866) 37,104) Total Acquisition Costs Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation Bangunan 2,470 179 -) 2,649) Buildings Mesin dan instalasi 9,204 2,099 (380) 10,923) Machineries and installations Peralatan kantor 1,698 545 (215) 2,028) Office equipment Kendaraan 156 14 (35) 135) Vehicles Total Akumulasi

penyusutan 13,528 2,837 (630) 15,735) Total Accumulated

Depreciation Nilai Buku Neto 23,992 21,369) Net Book Value

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk166

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

36

9. ASET TETAP (Lanjutan) 9. FIXED ASSETS (Continued)

31 Desember 2013/31 December 2013

Saldo Awal/ Beginning Balances

Penambahan/ Additions

Pengurangan/ Deductions

Saldo Akhir/ Ending

Balances Biaya Perolehan Cost

Tanah 98 - -) 98 Land Bangunan 4,605 30 -) 4,635 Buildings Mesin dan instalasi 27,295 1,561 -) 28,856 Machineries and installations Peralatan kantor 3,663 82 (41) 3,704 Office equipment Kendaraan 226 1 -) 227 Vehicles Aset Dalam Pembangunan 890 67 (957) - Construction In Progress Total Biaya Perolehan 36,777 1,741 (998) 37,520 Total Acquisition Costs Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation Bangunan 2,293 177 -) 2,470 Buildings Mesin dan instalasi 7,150 2,054 -) 9,204 Machineries and installations Peralatan kantor 1,152 583 (37) 1,698 Office equipment Kendaraan 144 12 -) 156 Vehicles Total Akumulasi

Penyusutan 10,739 2,826 (37) 13,528 Total Accumulated

Depreciation Nilai Buku Neto 26,038 23,992 Net Book Value

Biaya penyusutan dibebankan pada (Catatan 20, 21, dan 22):

Depreciation expenses were charged to (Notes 20, 21, and 22) :

2014 2013 Beban pokok penjualan 2,295 2,250 Cost of goods sold Beban penjualan 22 22 Selling expenses Beban umum dan administrasi 520 554 General and administrative expenses Total 2,837 2,826 Total

Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Cilegon dengan Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun yang jatuh tempo pada berbagai tanggal antara tahun 2016 sampai dengan tahun 2024. Manajemen berpendapat HGB ini dapat diperpanjang.

The Company owns several parcels of land located in Cilegon with the Rights to Building (Hak Guna Bangunan or HGB) certificates with validity terms of 30 (thirty) years and will be due on various dates in 2016 up to 2024. The management is of the opinion that these HGBs are renewable upon expiration.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan telah melakukan pelepasan aset tetap sebagai berikut:

For the years ended 31 December 2014 and 2013, the Company disposal of certain fixed assets as summarized below:

2014 2013

Nilai Buku (191) (4) Net book value Hasil Penjualan bersih 12) 139) Net proceeds (Rugi) laba pelepasan aset tetap (179) 135) (Loss) gain on disposal of fixed asset

Nilai wajar atas aset tetap Perusahaan per 31 Desember 2014 adalah USD26.035.

Fair value of fixed assets at 31 December 2014 is USD26,035.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

37

9. ASET TETAP (Lanjutan) 9. FIXED ASSETS (Continued)

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, perincian dari aset dalam penyelesaian terdiri dari:

As of 31 December 2014 and 2013, the details of construction in progress consists of:

2014 2013 Boiler Kettle No. 2 16 - Boiler Kettle Number 2

Boiler Kettle No. 2 Boiler Kettle Number 2 Perusahaan menambah Boiler Kettle No. 2 yang masih dalam tahap penyelesaian sebesar 15% pada tanggal 31 Desember 2014 dan diestimasi akan selesai pada Mei 2015.

The Company acquired Boiler Kettle Number 2 which is still on progress by 15% as of 31 December 2014 and is estimated to be completed in May 2015.

Aset tetap Perusahaan, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar USD31.637 dan Rp8.313 juta. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Fixed assets, except for land, are covered by insurance against fire and other possible risks under blanket policies with sums insured of USD31,637 and Rp8,313 million. The management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses from such risks.

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, tidak ada pembelian aset tetap yang masih terhutang.

As of 31 December 2014 and 2013, there is no purchase of fixed assets which still payable.

10. ASET LAIN-LAIN 10. OTHER ASSETS Akun ini merupakan tanah tidak digunakan dalam

operasi yang diperoleh dari penyelesaian piutang usaha.

This account represents land not used in operations obtained from the settlement of trade receivables.

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK 11. SHORT-TERM BANK LOANS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pihak Ketiga Third Parties PT Bank Mizuho Indonesia 24,416 18,865 PT Bank Mizuho Indonesia Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

Cabang Jakarta 15,679 10,000 Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

Jakarta Branch PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia 10,000 10,000 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia PT Bank Danamon Indonesia Tbk 4,739 1,559 PT Bank Danamon Indonesia Tbk Total 54,834 40,424 Total

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 167

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

36

9. ASET TETAP (Lanjutan) 9. FIXED ASSETS (Continued)

31 Desember 2013/31 December 2013

Saldo Awal/ Beginning Balances

Penambahan/ Additions

Pengurangan/ Deductions

Saldo Akhir/ Ending

Balances Biaya Perolehan Cost

Tanah 98 - -) 98 Land Bangunan 4,605 30 -) 4,635 Buildings Mesin dan instalasi 27,295 1,561 -) 28,856 Machineries and installations Peralatan kantor 3,663 82 (41) 3,704 Office equipment Kendaraan 226 1 -) 227 Vehicles Aset Dalam Pembangunan 890 67 (957) - Construction In Progress Total Biaya Perolehan 36,777 1,741 (998) 37,520 Total Acquisition Costs Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation Bangunan 2,293 177 -) 2,470 Buildings Mesin dan instalasi 7,150 2,054 -) 9,204 Machineries and installations Peralatan kantor 1,152 583 (37) 1,698 Office equipment Kendaraan 144 12 -) 156 Vehicles Total Akumulasi

Penyusutan 10,739 2,826 (37) 13,528 Total Accumulated

Depreciation Nilai Buku Neto 26,038 23,992 Net Book Value

Biaya penyusutan dibebankan pada (Catatan 20, 21, dan 22):

Depreciation expenses were charged to (Notes 20, 21, and 22) :

2014 2013 Beban pokok penjualan 2,295 2,250 Cost of goods sold Beban penjualan 22 22 Selling expenses Beban umum dan administrasi 520 554 General and administrative expenses Total 2,837 2,826 Total

Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Cilegon dengan Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun yang jatuh tempo pada berbagai tanggal antara tahun 2016 sampai dengan tahun 2024. Manajemen berpendapat HGB ini dapat diperpanjang.

The Company owns several parcels of land located in Cilegon with the Rights to Building (Hak Guna Bangunan or HGB) certificates with validity terms of 30 (thirty) years and will be due on various dates in 2016 up to 2024. The management is of the opinion that these HGBs are renewable upon expiration.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan telah melakukan pelepasan aset tetap sebagai berikut:

For the years ended 31 December 2014 and 2013, the Company disposal of certain fixed assets as summarized below:

2014 2013

Nilai Buku (191) (4) Net book value Hasil Penjualan bersih 12) 139) Net proceeds (Rugi) laba pelepasan aset tetap (179) 135) (Loss) gain on disposal of fixed asset

Nilai wajar atas aset tetap Perusahaan per 31 Desember 2014 adalah USD26.035.

Fair value of fixed assets at 31 December 2014 is USD26,035.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

37

9. ASET TETAP (Lanjutan) 9. FIXED ASSETS (Continued)

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, perincian dari aset dalam penyelesaian terdiri dari:

As of 31 December 2014 and 2013, the details of construction in progress consists of:

2014 2013 Boiler Kettle No. 2 16 - Boiler Kettle Number 2

Boiler Kettle No. 2 Boiler Kettle Number 2 Perusahaan menambah Boiler Kettle No. 2 yang masih dalam tahap penyelesaian sebesar 15% pada tanggal 31 Desember 2014 dan diestimasi akan selesai pada Mei 2015.

The Company acquired Boiler Kettle Number 2 which is still on progress by 15% as of 31 December 2014 and is estimated to be completed in May 2015.

Aset tetap Perusahaan, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar USD31.637 dan Rp8.313 juta. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Fixed assets, except for land, are covered by insurance against fire and other possible risks under blanket policies with sums insured of USD31,637 and Rp8,313 million. The management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses from such risks.

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, tidak ada pembelian aset tetap yang masih terhutang.

As of 31 December 2014 and 2013, there is no purchase of fixed assets which still payable.

10. ASET LAIN-LAIN 10. OTHER ASSETS Akun ini merupakan tanah tidak digunakan dalam

operasi yang diperoleh dari penyelesaian piutang usaha.

This account represents land not used in operations obtained from the settlement of trade receivables.

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK 11. SHORT-TERM BANK LOANS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pihak Ketiga Third Parties PT Bank Mizuho Indonesia 24,416 18,865 PT Bank Mizuho Indonesia Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

Cabang Jakarta 15,679 10,000 Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.,

Jakarta Branch PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia 10,000 10,000 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia PT Bank Danamon Indonesia Tbk 4,739 1,559 PT Bank Danamon Indonesia Tbk Total 54,834 40,424 Total

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk168

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

38

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 11. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

PT Bank Mizuho Indonesia (Bank Mizuho) PT Bank Mizuho Indonesia (Mizuho Bank)

Pada tanggal 17 Mei 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit dari Bank Mizuho berupa Acceptance Guarantee facility dan Bank Guarantee dengan jumlah maksimum sebesar USD10.000. Pada tanggal 3 Mei 2012, fasilitas Acceptance Guarantee dirubah menjadi fasilitas Letter of Credit dan Bank Guarantee dengan jumlah maksimum sebesar USD15.000. Pada tanggal 28 Juni 2013, jumlah maksimum tersebut dirubah menjadi USD18.000 dan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan 30 Juni 2014 untuk fasilitas kredit 2013.

On 17 May 2010, the Company obtained credit facility from Mizuho Bank, in the form of Acceptance Guarantee facility and Bank Guarantee with a maximum amount of USD10,000 each. On 3 May 2012, the Acceptance guarantee facility changed to Letter of Credit (L/C) facility and bank guarantee with a maximum amount of USD15,000. On 28 June 2013, the maximum amount has changed to USD18,000 which will expire on 30 June 2015 for 2014 facility, and 30 June 2014 for 2013 facility.

Selain itu, Perusahaan juga mendapatkan fasilitas Revolving Loan dan Foreign Exchange masing-masing sebesar USD10.000 dan USD7.000. Pinjaman ini tanpa jaminan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan 30 Juni 2014 untuk fasilitas kredit 2013. Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan masing-masing sebesar 1,21% - 1,38% dan 1,20% -1,23% per tahun pada tahun 2014 dan 2013.

A side from that, the Company also obtained Revolving Loan and Foreign Exchange facilities, each, amounting to USD10,000 and USD7,000. The loan is unsecured and will expire on 30 June 2015 for 2014 facility, and 30 June 2014 for 2013 facility. The annual interest rate is 1.21% - 1.38% and 1.20%-1.23% per annum in 2014 and 2013, respectively.

Pada tanggal 3 Mei 2013, Perusahaan menandangani Receivable Purchase Agreement dengan jumlah agregat maksimum sebesar USD15.000 dengan fasilitas Letter of Credit. Pada tanggal 28 Juni 2013 jumlah agregat maksimum fasilitas dirubah menjadi USD18.000, dan sudah diperpanjang sampai dengan 30 Juni 2015.

On 3 May 2013, the Company signed a Receivable Purchase Agreement with the aggregate maximum amount of USD15,000 with L/C facility. On 28 June 2013 the maximum amount has changed to USD18,000 and has amended until 30 June 2015.

Per tanggal 31 Desember 2014, fasilitas Letter of Credit yang belum digunakan adalah sebesar USD1.172. Perusahaan belum menggunakan fasilitas foreign exchange per 31 Desember 2014.

As of 31 December 2014, the unused Letter of Credit facility amounted to USD1,172. The Company has not used foreign exchange facilities as of 31 December 2014.

Perjanjian pinjaman ini mencakup pembatasan berupa negative covenant, antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mizuho, Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan transaksi dengan pihak lain yang tidak arm’s length, mengubah bentuk dan status hukum Perusahaan, mengubah secara material bisnis Perusahaan dan membubarkan struktur Perusahaan.

This loan agreement includes negative covenants, among others, without prior written approval from Mizuho Bank, the Company shall not enter into any transactions with any parties other than on arm’s length basis, change the Company’s formation and legal status, materially alter the nature of its business and dissolve the Company’s structure.

The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU)

Pada tanggal 7 Juni 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit dengan BTMU, Cabang Jakarta, untuk Uncommitted Credit facility sebesar USD5.000. Pada tanggal 7 Juni 2012, Perusahaan menandatangani amandemen kredit dengan peningkatan limit kredit menjadi USD10.000 dan perjanjian ini terakhir kali diubah pada 7 Juni 2014. Fasilitas ini berlaku sampai dengan tanggal 7 Juni 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan 7 Juni 2014 untuk fasilitas kredit 2013. Pinjaman ini tanpa jaminan dan dikenakan bunga pada tingkat bunga JIBOR + Marjin 1,00% per annum. Fasilitas ini digunakan untuk pembelian bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang.

On 7 June 2010, the Company signed a credit agreement with BTMU, Jakarta Branch for a USD5,000 Uncommitted Credit facility. On 7 June 2012, the Company signed a credit amendment with increasing limit to USD10,000 and this agreement is lastly amended on 7 June 2014. The facility is valid until 7 June 2015 for facility 2014 and 7 June 2014 for 2013 facility. The loan is unsecured and bears interest at the rate of JIBOR + Margin of 1.00% per annum. This facility will be utilized by the Company for purchasing raw materials, supporting materials and spare parts.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

39

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 11. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) (Lanjutan)

The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) (Continued)

Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan masing-masing sebesar 1,21% - 1,26% dan 0,72% - 1,22% per tahun pada tahun 2014 dan 2013.

The annual interest rate is 1.21% - 1.26% and 0.72% - 1.22% per annum in 2014 and 2013, respectively.

Pada tanggal 5 Oktober 2012, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas Letter of Credit dan Acceptance serta Bank Guarantee sebesar USD3.000. Pada tanggal 7 Juni 2014, jumlah fasilitas tersebut dirubah menjadi USD10.000. Selain itu, Perusahaan juga mendapatkan fasilitas Forex line (Forward, Option) sebesar USD2.000. Fasilitas-fasilitas ini berlaku untuk periode 7 Juni 2013 sampai dengan 7 Juni 2014 dan sudah diperpanjang sampai dengan 7 Juni 2015. Pada tanggal 31 Desember 2014, fasilitas Letter of Credit, Acceptance serta Bank Guarantee dan Forex line (Forward, Option) yang belum digunakan adalah sebesar USD4.321dan USD96.

On 5 October 2012, The Company receives additional Letter of Credit Acceptance and Bank Guarantee amounted to USD3,000. On 7 June 2014, the amount has changed to USD10,000. A side from that, the Company also obtained Forex line facility (Forward, Option) amounted to USD2,000. This facilities effective since 7 June 2013 until 7 June 2014 and has extended untill 7 June 2015. As of 31 December 2014, unused Letter of Credit, Acceptance and Bank Guarantee and Forex line (Forward, Option) amounted to USD4,321and USD96.

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan berupa negative covenant, antara lain, tanpa pemberitahuan tertulis kepada BTMU, Perusahaan tidak diperkenankan untuk mendapat atau memberi pinjaman dari atau untuk pihak lain, melakukan investasi dengan jumlah lebih dari USD10.000, melakukan merger atau konsolidasi dengan pihak lain, mengumumkan dan membayar dividen kepada pemegang saham, membeli dan menyewa aset yang melebihi 50% dari total aset Perusahaan kecuali untuk kegiatan normal Perusahaan dan mempercepat pembayaran kewajiban lain selain kewajiban yang timbul dari perjanjian ini.

The loan agreement includes negative covenants, among others, without prior written notice to BTMU, the Company shall not obtain or provide new loans from or to other parties, make any investment in any amount which exceeding USD10,000, conduct merger or consolidation with other parties, declare and pay dividends to the shareholders, purchase and lease the assets more than 50% from the Company’s total assets unless in its ordinary course of business and prepay any other indebtness other than indebtness under this agreement.

Selain itu, Perusahaan tidak diperkenankan untuk, kecuali mendapat persetujuan tertulis dari BTMU, menjual, menyewakan dan mengalihkan aset Perusahaan yang melebihi 50% dari total aset kecuali untuk kegiatan normal Perusahaan dan bertindak sebagai penjamin terhadap kewajiban pihak ketiga.

Beside that, the Company shall not, without any prior written consent from BTMU, sell, lease, transfer the Company assets more than 50% from total assets, except in its ordinary course of business, and act as guarantor against any third party’s obligation.

PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI) PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI)

Pada tanggal 13 Desember 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian Revolving Uncommitted Loan facility dengan BSMI, sebesar USD10.000. Selain itu, Perusahaan juga mendapatkan fasilitas Foreign Exchange sebesar USD5.000. Pinjaman ini tanpa jaminan dan dikenakan bunga pada tingkat bunga tahunan masing-masing sebesar 0,75% - 0,94% dan 0,94% per tahun pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas ini digunakan untuk membiayai modal kerja Perusahaan. Perjanjian pinjaman ini akan jatuh tempo bulan Agustus 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan Agustus 2014 untuk fasilitas kredit 2013.

On 13 December 2010, the Company signed a Revolving Uncommitted Loan facility agreement with BSMI, with a maximum amount of USD10,000. Aside from that, the Company also obtained foreign exchange facility with a maximum amount of USD5,000.The loan is unsecured and bears interest at the rate of 0.75% - 0.94% and 0.94% per annum in 2014 and 2013. The facility is used to finance the Company’s working capital. This loan agreement will expire in August 2015 for 2014 facility and August 2014 for 2013 facility.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 169

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

38

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 11. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

PT Bank Mizuho Indonesia (Bank Mizuho) PT Bank Mizuho Indonesia (Mizuho Bank)

Pada tanggal 17 Mei 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit dari Bank Mizuho berupa Acceptance Guarantee facility dan Bank Guarantee dengan jumlah maksimum sebesar USD10.000. Pada tanggal 3 Mei 2012, fasilitas Acceptance Guarantee dirubah menjadi fasilitas Letter of Credit dan Bank Guarantee dengan jumlah maksimum sebesar USD15.000. Pada tanggal 28 Juni 2013, jumlah maksimum tersebut dirubah menjadi USD18.000 dan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan 30 Juni 2014 untuk fasilitas kredit 2013.

On 17 May 2010, the Company obtained credit facility from Mizuho Bank, in the form of Acceptance Guarantee facility and Bank Guarantee with a maximum amount of USD10,000 each. On 3 May 2012, the Acceptance guarantee facility changed to Letter of Credit (L/C) facility and bank guarantee with a maximum amount of USD15,000. On 28 June 2013, the maximum amount has changed to USD18,000 which will expire on 30 June 2015 for 2014 facility, and 30 June 2014 for 2013 facility.

Selain itu, Perusahaan juga mendapatkan fasilitas Revolving Loan dan Foreign Exchange masing-masing sebesar USD10.000 dan USD7.000. Pinjaman ini tanpa jaminan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan 30 Juni 2014 untuk fasilitas kredit 2013. Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan masing-masing sebesar 1,21% - 1,38% dan 1,20% -1,23% per tahun pada tahun 2014 dan 2013.

A side from that, the Company also obtained Revolving Loan and Foreign Exchange facilities, each, amounting to USD10,000 and USD7,000. The loan is unsecured and will expire on 30 June 2015 for 2014 facility, and 30 June 2014 for 2013 facility. The annual interest rate is 1.21% - 1.38% and 1.20%-1.23% per annum in 2014 and 2013, respectively.

Pada tanggal 3 Mei 2013, Perusahaan menandangani Receivable Purchase Agreement dengan jumlah agregat maksimum sebesar USD15.000 dengan fasilitas Letter of Credit. Pada tanggal 28 Juni 2013 jumlah agregat maksimum fasilitas dirubah menjadi USD18.000, dan sudah diperpanjang sampai dengan 30 Juni 2015.

On 3 May 2013, the Company signed a Receivable Purchase Agreement with the aggregate maximum amount of USD15,000 with L/C facility. On 28 June 2013 the maximum amount has changed to USD18,000 and has amended until 30 June 2015.

Per tanggal 31 Desember 2014, fasilitas Letter of Credit yang belum digunakan adalah sebesar USD1.172. Perusahaan belum menggunakan fasilitas foreign exchange per 31 Desember 2014.

As of 31 December 2014, the unused Letter of Credit facility amounted to USD1,172. The Company has not used foreign exchange facilities as of 31 December 2014.

Perjanjian pinjaman ini mencakup pembatasan berupa negative covenant, antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mizuho, Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan transaksi dengan pihak lain yang tidak arm’s length, mengubah bentuk dan status hukum Perusahaan, mengubah secara material bisnis Perusahaan dan membubarkan struktur Perusahaan.

This loan agreement includes negative covenants, among others, without prior written approval from Mizuho Bank, the Company shall not enter into any transactions with any parties other than on arm’s length basis, change the Company’s formation and legal status, materially alter the nature of its business and dissolve the Company’s structure.

The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU)

Pada tanggal 7 Juni 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit dengan BTMU, Cabang Jakarta, untuk Uncommitted Credit facility sebesar USD5.000. Pada tanggal 7 Juni 2012, Perusahaan menandatangani amandemen kredit dengan peningkatan limit kredit menjadi USD10.000 dan perjanjian ini terakhir kali diubah pada 7 Juni 2014. Fasilitas ini berlaku sampai dengan tanggal 7 Juni 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan 7 Juni 2014 untuk fasilitas kredit 2013. Pinjaman ini tanpa jaminan dan dikenakan bunga pada tingkat bunga JIBOR + Marjin 1,00% per annum. Fasilitas ini digunakan untuk pembelian bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang.

On 7 June 2010, the Company signed a credit agreement with BTMU, Jakarta Branch for a USD5,000 Uncommitted Credit facility. On 7 June 2012, the Company signed a credit amendment with increasing limit to USD10,000 and this agreement is lastly amended on 7 June 2014. The facility is valid until 7 June 2015 for facility 2014 and 7 June 2014 for 2013 facility. The loan is unsecured and bears interest at the rate of JIBOR + Margin of 1.00% per annum. This facility will be utilized by the Company for purchasing raw materials, supporting materials and spare parts.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

39

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 11. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) (Lanjutan)

The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) (Continued)

Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan masing-masing sebesar 1,21% - 1,26% dan 0,72% - 1,22% per tahun pada tahun 2014 dan 2013.

The annual interest rate is 1.21% - 1.26% and 0.72% - 1.22% per annum in 2014 and 2013, respectively.

Pada tanggal 5 Oktober 2012, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas Letter of Credit dan Acceptance serta Bank Guarantee sebesar USD3.000. Pada tanggal 7 Juni 2014, jumlah fasilitas tersebut dirubah menjadi USD10.000. Selain itu, Perusahaan juga mendapatkan fasilitas Forex line (Forward, Option) sebesar USD2.000. Fasilitas-fasilitas ini berlaku untuk periode 7 Juni 2013 sampai dengan 7 Juni 2014 dan sudah diperpanjang sampai dengan 7 Juni 2015. Pada tanggal 31 Desember 2014, fasilitas Letter of Credit, Acceptance serta Bank Guarantee dan Forex line (Forward, Option) yang belum digunakan adalah sebesar USD4.321dan USD96.

On 5 October 2012, The Company receives additional Letter of Credit Acceptance and Bank Guarantee amounted to USD3,000. On 7 June 2014, the amount has changed to USD10,000. A side from that, the Company also obtained Forex line facility (Forward, Option) amounted to USD2,000. This facilities effective since 7 June 2013 until 7 June 2014 and has extended untill 7 June 2015. As of 31 December 2014, unused Letter of Credit, Acceptance and Bank Guarantee and Forex line (Forward, Option) amounted to USD4,321and USD96.

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan berupa negative covenant, antara lain, tanpa pemberitahuan tertulis kepada BTMU, Perusahaan tidak diperkenankan untuk mendapat atau memberi pinjaman dari atau untuk pihak lain, melakukan investasi dengan jumlah lebih dari USD10.000, melakukan merger atau konsolidasi dengan pihak lain, mengumumkan dan membayar dividen kepada pemegang saham, membeli dan menyewa aset yang melebihi 50% dari total aset Perusahaan kecuali untuk kegiatan normal Perusahaan dan mempercepat pembayaran kewajiban lain selain kewajiban yang timbul dari perjanjian ini.

The loan agreement includes negative covenants, among others, without prior written notice to BTMU, the Company shall not obtain or provide new loans from or to other parties, make any investment in any amount which exceeding USD10,000, conduct merger or consolidation with other parties, declare and pay dividends to the shareholders, purchase and lease the assets more than 50% from the Company’s total assets unless in its ordinary course of business and prepay any other indebtness other than indebtness under this agreement.

Selain itu, Perusahaan tidak diperkenankan untuk, kecuali mendapat persetujuan tertulis dari BTMU, menjual, menyewakan dan mengalihkan aset Perusahaan yang melebihi 50% dari total aset kecuali untuk kegiatan normal Perusahaan dan bertindak sebagai penjamin terhadap kewajiban pihak ketiga.

Beside that, the Company shall not, without any prior written consent from BTMU, sell, lease, transfer the Company assets more than 50% from total assets, except in its ordinary course of business, and act as guarantor against any third party’s obligation.

PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI) PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI)

Pada tanggal 13 Desember 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian Revolving Uncommitted Loan facility dengan BSMI, sebesar USD10.000. Selain itu, Perusahaan juga mendapatkan fasilitas Foreign Exchange sebesar USD5.000. Pinjaman ini tanpa jaminan dan dikenakan bunga pada tingkat bunga tahunan masing-masing sebesar 0,75% - 0,94% dan 0,94% per tahun pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas ini digunakan untuk membiayai modal kerja Perusahaan. Perjanjian pinjaman ini akan jatuh tempo bulan Agustus 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan Agustus 2014 untuk fasilitas kredit 2013.

On 13 December 2010, the Company signed a Revolving Uncommitted Loan facility agreement with BSMI, with a maximum amount of USD10,000. Aside from that, the Company also obtained foreign exchange facility with a maximum amount of USD5,000.The loan is unsecured and bears interest at the rate of 0.75% - 0.94% and 0.94% per annum in 2014 and 2013. The facility is used to finance the Company’s working capital. This loan agreement will expire in August 2015 for 2014 facility and August 2014 for 2013 facility.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk170

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

40

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 11. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI) (Lanjutan)

PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI) (Continued)

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan berupa negative covenant, antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari BSMI, Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan transaksi dengan pihak lain yang tidak arm’s length, mendapat atau memberi pinjaman dari atau kepada pihak lain, melakukan merger atau konsolidasi dengan pihak lain, secara material mengubah bisnis Perusahaan dan mengalihkan, menyewakan atau melepas asetnya kecuali untuk kegiatan usaha sehari-hari, memperoleh atau mengakibatkan timbulnya tambahan utang atas pinjaman uang yang telah diperoleh atau perpanjangan jangka waktu kredit selain yang terjadi dalam kondisi normal usaha atau mengadakan pinjaman bagi seseorang atau entitas dan menimbulkan hak tanggungan.

The loan agreement includes negative covenants, among others, without prior written approval from BSMI, the Company shall not enter into any transactions with any parties other than on arm’s length basis, obtain or provide new loans from or to other parties, conduct merger or consolidation with other parties and materially alter the nature of its business, transfer, lease or dispose its assets unless for normal business transaction, incur or suffer to exist any additional indebtness for money borrowed or credit extended other than those incurred in the ordinary course of business, or make any loan to any person or entity and suffer to exist any security right.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk Pada tanggal 12 Mei 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit “Omnibus Trade Finance Facility” dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dengan nilai maksimum sebesar USD15.000 yang dapat dipergunakan sebagai fasilitas Sight/Usance Letter of Credit (L/C), Trust Receipt (T/R) dan Open Account Financing (OAF) dan Negotiation LC dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar USD15.000, serta Stand by LC dan/atau Bank Garansi sebesar USD10.000 dan fasilitas pinjaman jangka pendek sebesar USD5.000 yang dimana atas keseluruhan fasilitas tersebut diatas merupakan sub-limit dari plafon di atas sebesar USD15.000. Selain itu, Perusahaan juga memperoleh Fasilitas Valuta Asing (Foreign Exchange) sebesar USD20.833.

On 12 May 2010, the Company signed a “Omnibus Trade Finance Facility” credit agreement with PT Bank Danamon Indonesia Tbk, with a maximum amount of USD15,000, which can be used as Sight/Usance Letter of Credit (L/C), Trust Receipt (T/R), Open Account Financing (OAF) and Negotiation LC facilities with a maximum amount of USD15,000, each and Standby L/C and/or Bank Guarantee with a maximum amount of USD10,000 and short-term loan facility of USD5,000 which all the above facilities is a sub-limit from the above plafond of USD15,000. Aside from that, the Company also obtained foreign exchange facility with a maximum amount of USD20,833.

Pada tanggal 12 Juni 2012, maksimum fasilitas kredit “Omnibus Trade Finance” dirubah menjadi USD10.000 dan fasilitas rekening koran (overdraft) menjadi sebesar Rp45.000 juta. Selain itu, Perusahaan juga mendapatkan fasilitas valuta asing (foreign exchange) dengan jumlah sebesar USD5.000. Perjanjian pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan 12 Juni 2014 untuk fasilitas kredit 2013, dikenakan bunga pada tingkat bunga tahunan masing-masing sebesar 10,5% - 12% dan 10,5% pada tahun 2014 dan 2013.

On 12 June 2012, “Omnibus Trade Finance” facility change with a maximum amount of USD10,000 and overdraft bank account credit facility maximum become to Rp45,000 million. Aside from that, the Company also obtained foreign exchange facility with a maximum amount of USD5,000. This loan agreement will expire in 12 June 2015 for 2014 facility, and 12 June 2014 for 2013 facility, bearing interest at an annual rate of 10.5% - 12% and 10.5% in 2014 and 2013, respectively.

Perjanjian fasilitas kredit mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank Danamon, Perusahaan tidak diperbolehkan melakukan merger, akuisisi, konsolidasi dan pembubaran Perusahaan, menyewakan atau melepas aset Perusahaan, menerbitkan jaminan kepada pihak ketiga, menjaminkan aset Perusahaan kepada pihak ketiga, memberikan pinjaman baru kepada pihak ketiga, termasuk para pemegang saham dan/atau perusahaan afiliasi, mengubah Anggaran Dasar Perusahaan mengenai penurunan modal dasar dan modal disetor, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Bank Danamon mengubah susunan Dewan Direksi, Komisaris, pemegang saham, dan kegiatan usaha Perusahaan.

The credit facility agreements include restrictions and covenants, among others, without prior written consent from Bank Danamon, the Company shall not conduct merger, acquisition, consolidation and liquidation of the Company, lease or dispose the Company’s assets, issue the guarantee to third parties, pledge Company’s assets as collateral to third party, provide new loans to third parties, including the shareholders and/or affiliated companies, change the Company’s Articles of Association regarding the decrease of authorized and issued and fully paid capital, without prior notification to Bank Danamon change the composition of the Boards of Directors, Commissioners, shareholders and activities.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

41

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 11. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Lanjutan) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Continued)

Di dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diharuskan untuk menjaga rasio keuangan tertentu.

Under the loan agreement, the Company is required to maintain certain financial ratios.

Fasilitas Rekening Koran (overdraft), “Omnibus Trade Finance” dan foreign exchange yang belum digunakan, masing-masing sebesar Rp45.000 juta, USD4.100 dan USD2.590 pada tanggal 31 Desember 2014 dan Rp25.999 juta dan USD9.875 pada tanggal 31 Desember 2013.

The facilities of Overdraft, “Omnibus Trade Finance” and foreign exchange that have not been used amounting to Rp45,000 million, USD4,100 and USD2,590 as of 31 December 2014 and Rp25,999 million and USD9,875 as of 31 December 2013.

12. UTANG USAHA 12. TRADE PAYABLES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pihak ketiga 21,755 27,608 Third parties Pihak berelasi (Catatan 18) 3,830 6,940 Related parties (Note 18) Total 25,585 34,548 Total

Rincian umur utang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

The details of the trade payables based on invoice dates are as follows:

2014 2013 Belum jatuh tempo 8,005 33,432 Current - not due Jatuh tempo: Past due:

1 - 30 hari 3,174 1,082 1 - 30 days 31 - 60 hari 10,410 - 31 - 60 days 61 - 180 hari 3,962 - 61 - 180 days Lebih dari 180 hari 34 34 Over 180 days

Total 25,585 34,548 Total

Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

Details of trade payables based on currencies are as follows :

2014 2013 Rupiah 6,289 4,173 Rupiah Dolar Amerika Serikat 19,275 30,372 United States Dollars Mata uang asing lainnya Other foreign currencies

Euro 21 3 Euro

Total 25,585 34,548 Total

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 171

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

40

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 11. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI) (Lanjutan)

PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI) (Continued)

Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan berupa negative covenant, antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari BSMI, Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan transaksi dengan pihak lain yang tidak arm’s length, mendapat atau memberi pinjaman dari atau kepada pihak lain, melakukan merger atau konsolidasi dengan pihak lain, secara material mengubah bisnis Perusahaan dan mengalihkan, menyewakan atau melepas asetnya kecuali untuk kegiatan usaha sehari-hari, memperoleh atau mengakibatkan timbulnya tambahan utang atas pinjaman uang yang telah diperoleh atau perpanjangan jangka waktu kredit selain yang terjadi dalam kondisi normal usaha atau mengadakan pinjaman bagi seseorang atau entitas dan menimbulkan hak tanggungan.

The loan agreement includes negative covenants, among others, without prior written approval from BSMI, the Company shall not enter into any transactions with any parties other than on arm’s length basis, obtain or provide new loans from or to other parties, conduct merger or consolidation with other parties and materially alter the nature of its business, transfer, lease or dispose its assets unless for normal business transaction, incur or suffer to exist any additional indebtness for money borrowed or credit extended other than those incurred in the ordinary course of business, or make any loan to any person or entity and suffer to exist any security right.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk Pada tanggal 12 Mei 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kredit “Omnibus Trade Finance Facility” dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dengan nilai maksimum sebesar USD15.000 yang dapat dipergunakan sebagai fasilitas Sight/Usance Letter of Credit (L/C), Trust Receipt (T/R) dan Open Account Financing (OAF) dan Negotiation LC dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar USD15.000, serta Stand by LC dan/atau Bank Garansi sebesar USD10.000 dan fasilitas pinjaman jangka pendek sebesar USD5.000 yang dimana atas keseluruhan fasilitas tersebut diatas merupakan sub-limit dari plafon di atas sebesar USD15.000. Selain itu, Perusahaan juga memperoleh Fasilitas Valuta Asing (Foreign Exchange) sebesar USD20.833.

On 12 May 2010, the Company signed a “Omnibus Trade Finance Facility” credit agreement with PT Bank Danamon Indonesia Tbk, with a maximum amount of USD15,000, which can be used as Sight/Usance Letter of Credit (L/C), Trust Receipt (T/R), Open Account Financing (OAF) and Negotiation LC facilities with a maximum amount of USD15,000, each and Standby L/C and/or Bank Guarantee with a maximum amount of USD10,000 and short-term loan facility of USD5,000 which all the above facilities is a sub-limit from the above plafond of USD15,000. Aside from that, the Company also obtained foreign exchange facility with a maximum amount of USD20,833.

Pada tanggal 12 Juni 2012, maksimum fasilitas kredit “Omnibus Trade Finance” dirubah menjadi USD10.000 dan fasilitas rekening koran (overdraft) menjadi sebesar Rp45.000 juta. Selain itu, Perusahaan juga mendapatkan fasilitas valuta asing (foreign exchange) dengan jumlah sebesar USD5.000. Perjanjian pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2015 untuk fasilitas kredit 2014, dan 12 Juni 2014 untuk fasilitas kredit 2013, dikenakan bunga pada tingkat bunga tahunan masing-masing sebesar 10,5% - 12% dan 10,5% pada tahun 2014 dan 2013.

On 12 June 2012, “Omnibus Trade Finance” facility change with a maximum amount of USD10,000 and overdraft bank account credit facility maximum become to Rp45,000 million. Aside from that, the Company also obtained foreign exchange facility with a maximum amount of USD5,000. This loan agreement will expire in 12 June 2015 for 2014 facility, and 12 June 2014 for 2013 facility, bearing interest at an annual rate of 10.5% - 12% and 10.5% in 2014 and 2013, respectively.

Perjanjian fasilitas kredit mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank Danamon, Perusahaan tidak diperbolehkan melakukan merger, akuisisi, konsolidasi dan pembubaran Perusahaan, menyewakan atau melepas aset Perusahaan, menerbitkan jaminan kepada pihak ketiga, menjaminkan aset Perusahaan kepada pihak ketiga, memberikan pinjaman baru kepada pihak ketiga, termasuk para pemegang saham dan/atau perusahaan afiliasi, mengubah Anggaran Dasar Perusahaan mengenai penurunan modal dasar dan modal disetor, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Bank Danamon mengubah susunan Dewan Direksi, Komisaris, pemegang saham, dan kegiatan usaha Perusahaan.

The credit facility agreements include restrictions and covenants, among others, without prior written consent from Bank Danamon, the Company shall not conduct merger, acquisition, consolidation and liquidation of the Company, lease or dispose the Company’s assets, issue the guarantee to third parties, pledge Company’s assets as collateral to third party, provide new loans to third parties, including the shareholders and/or affiliated companies, change the Company’s Articles of Association regarding the decrease of authorized and issued and fully paid capital, without prior notification to Bank Danamon change the composition of the Boards of Directors, Commissioners, shareholders and activities.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

41

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 11. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Lanjutan) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Continued)

Di dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diharuskan untuk menjaga rasio keuangan tertentu.

Under the loan agreement, the Company is required to maintain certain financial ratios.

Fasilitas Rekening Koran (overdraft), “Omnibus Trade Finance” dan foreign exchange yang belum digunakan, masing-masing sebesar Rp45.000 juta, USD4.100 dan USD2.590 pada tanggal 31 Desember 2014 dan Rp25.999 juta dan USD9.875 pada tanggal 31 Desember 2013.

The facilities of Overdraft, “Omnibus Trade Finance” and foreign exchange that have not been used amounting to Rp45,000 million, USD4,100 and USD2,590 as of 31 December 2014 and Rp25,999 million and USD9,875 as of 31 December 2013.

12. UTANG USAHA 12. TRADE PAYABLES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pihak ketiga 21,755 27,608 Third parties Pihak berelasi (Catatan 18) 3,830 6,940 Related parties (Note 18) Total 25,585 34,548 Total

Rincian umur utang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

The details of the trade payables based on invoice dates are as follows:

2014 2013 Belum jatuh tempo 8,005 33,432 Current - not due Jatuh tempo: Past due:

1 - 30 hari 3,174 1,082 1 - 30 days 31 - 60 hari 10,410 - 31 - 60 days 61 - 180 hari 3,962 - 61 - 180 days Lebih dari 180 hari 34 34 Over 180 days

Total 25,585 34,548 Total

Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

Details of trade payables based on currencies are as follows :

2014 2013 Rupiah 6,289 4,173 Rupiah Dolar Amerika Serikat 19,275 30,372 United States Dollars Mata uang asing lainnya Other foreign currencies

Euro 21 3 Euro

Total 25,585 34,548 Total

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk172

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

42

13. PERPAJAKAN 13. TAXATION

a. Pajak penghasilan yang dapat dikembalikan a. Refundable income tax Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pajak Penghasilan Pasal 29 Income tax Article 29

Tahun 2012 - 2,039 Year 2012 Tahun 2013 2,733 3,858 Year 2013 Tahun 2014 2,906 - Year 2014

Total 5,639 5,897 Total

b. Utang pajak b. Taxes payable Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pajak Penghasilan Income Taxes

Pasal 21 214 55 Article 21 Pasal 23 6 7 Article 23 Pasal 4 (2) 1 1 Article 4 (2)

Pajak Pertambahan Nilai 208 11 Value-Added Tax

Total 429 74 Total

c. Pajak kini c. Current tax expense

Rekonsiliasi antara (rugi) laba sebelum pajak, seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif, dan taksiran rugi fiskal adalah sebagai berikut:

The reconciliation between (loss) income before tax, as shown in the statement of comprehensive income, and estimated taxable income (tax loss) is as follows:

2014 2013 (Rugi) laba sebelum pajak menurut

laporan laba rugi komprehensif (6,832) 503) (Loss) income before tax per statement of

comprehensive income Beda temporer Temporary differences

Liabilitas imbalan kerja (1,626) 124) Provision for employee benefits Penyisihan persediaan usang dan

penurunan nilai persediaan 789) 688) Allowance for inventory obsolencence and

decline in value of inventories Cadangan kerugian penurunan

nilai piutang 200) (140) Allowance of impairment losses of receivables Penyusutan aset tetap 710) (500) Depreciation of fixed assets Provisi atas klaim kualitas produk 53) (72) Provision of product quality claim

Beda tetap Permanent differences

Biaya pengobatan karyawan 1,494) 1,064) Employee medical expenses Biaya Sewa 78) 78) Rent expense Beban keuangan 66) 41) Finance cost Biaya promosi 21) 5) Promotion expense Pendapatan bunga dari deposito

dan rekening Bank (155) (227) Interest income from Deposits and

Bank account Pendapatan penghasilan yang

telah dikenakan pajak final -) (135) Income subject to final income tax Lain-lain 1,786) 1,008) Others Penyesuaian* -) (6,349) Adjustment* Perbedaan di saldo awal aset

tetap karena perubahan mata uang pelaporan pajak (1,742) -)

Difference in beginning balance of fixed assets due to change in tax reporting

currency Taksiran Rugi Fiskal (5,158) (3,912) Estimated Taxable Loss

* Tahun 2013, Perusahaan menggunakan mata uang Rupiah untuk pelaporan pajaknya (SPT Tahunan)

* In 2013, the Company reported its Annual Corporate Income Tax return in Rupiah currency

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

43

13. PERPAJAKAN (Lanjutan) 13. TAXATION (Continued)

c. Pajak kini (Lanjutan) c. Current tax expense (Continued)

Beban pajak kini dan taksiran tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

The current tax expense and estimated claims for income tax refund are as follows:

2014 2013 Taksiran rugi fiskal (5,158) (3,912) Estimated taxable loss Beban pajak kini -) -) Current tax expense Pembayaran pajak penghasilan

dimuka Prepayments of income tax Pasal 22 2,906) 3,858) Article 22

Sub-total 2,906) 3,858) Sub-total

Perusahaan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) tahun 2013 sesuai dengan rugi pajak di atas dalam mata uang Rupiah, sedangkan untuk tahun 2014, Perusahaan akan menyampaikan SPT sesuai perhitungan di atas dalam mata uang Dolar Amerika Serikat sesuai Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-893/WPJ.19/2013.

The Company has filed the Annual Corporate Income Tax Return (SPT) for 2013 based on above tax loss in Rupiah currency, while for 2014, the Company will file the SPT in US Dollar currency based on Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-893/WPJ.19/2013.

d. Pajak tangguhan d. Deferred tax

Saldo pajak tangguhan yang diakui dan mutasi

sepanjang tahun berjalan adalah sebagai berikut:

The recognized deferred tax balances and the movement thereof during the year were comprised of the following:

2013

Diakui dalam rugi tahun berjalan/

Recognition in the current year loss 2014

Liabilitas imbalan kerja 1,275) (406) 869) Estimated liabilities

for employee benefits Penyisihan persediaan usang

dan penurunan nilai persediaan 300) 197) 497)

Allowance for inventory obsolence and decline in value of inventories

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang 60) 50) 110)

Allowance for impairment losses of receivables

Penyisihan atas penurunan nilai dari aset tidak digunakan dalam operasi 14) -) 14)

Provision for impairment of assets not used in operation

Penyusutan aset tetap (496) 178) (318) Depreciation of fixed assets Provisi atas klaim kualitas

produk 16) 13) 29) Provision for product quality claim Kerugian pajak 957) (344) 613) Tax loss Total Aset Pajak Tangguhan 2,126) (312) 1,814) Total Deferred Tax Assets

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 173

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

42

13. PERPAJAKAN 13. TAXATION

a. Pajak penghasilan yang dapat dikembalikan a. Refundable income tax Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pajak Penghasilan Pasal 29 Income tax Article 29

Tahun 2012 - 2,039 Year 2012 Tahun 2013 2,733 3,858 Year 2013 Tahun 2014 2,906 - Year 2014

Total 5,639 5,897 Total

b. Utang pajak b. Taxes payable Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pajak Penghasilan Income Taxes

Pasal 21 214 55 Article 21 Pasal 23 6 7 Article 23 Pasal 4 (2) 1 1 Article 4 (2)

Pajak Pertambahan Nilai 208 11 Value-Added Tax

Total 429 74 Total

c. Pajak kini c. Current tax expense

Rekonsiliasi antara (rugi) laba sebelum pajak, seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif, dan taksiran rugi fiskal adalah sebagai berikut:

The reconciliation between (loss) income before tax, as shown in the statement of comprehensive income, and estimated taxable income (tax loss) is as follows:

2014 2013 (Rugi) laba sebelum pajak menurut

laporan laba rugi komprehensif (6,832) 503) (Loss) income before tax per statement of

comprehensive income Beda temporer Temporary differences

Liabilitas imbalan kerja (1,626) 124) Provision for employee benefits Penyisihan persediaan usang dan

penurunan nilai persediaan 789) 688) Allowance for inventory obsolencence and

decline in value of inventories Cadangan kerugian penurunan

nilai piutang 200) (140) Allowance of impairment losses of receivables Penyusutan aset tetap 710) (500) Depreciation of fixed assets Provisi atas klaim kualitas produk 53) (72) Provision of product quality claim

Beda tetap Permanent differences

Biaya pengobatan karyawan 1,494) 1,064) Employee medical expenses Biaya Sewa 78) 78) Rent expense Beban keuangan 66) 41) Finance cost Biaya promosi 21) 5) Promotion expense Pendapatan bunga dari deposito

dan rekening Bank (155) (227) Interest income from Deposits and

Bank account Pendapatan penghasilan yang

telah dikenakan pajak final -) (135) Income subject to final income tax Lain-lain 1,786) 1,008) Others Penyesuaian* -) (6,349) Adjustment* Perbedaan di saldo awal aset

tetap karena perubahan mata uang pelaporan pajak (1,742) -)

Difference in beginning balance of fixed assets due to change in tax reporting

currency Taksiran Rugi Fiskal (5,158) (3,912) Estimated Taxable Loss

* Tahun 2013, Perusahaan menggunakan mata uang Rupiah untuk pelaporan pajaknya (SPT Tahunan)

* In 2013, the Company reported its Annual Corporate Income Tax return in Rupiah currency

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

43

13. PERPAJAKAN (Lanjutan) 13. TAXATION (Continued)

c. Pajak kini (Lanjutan) c. Current tax expense (Continued)

Beban pajak kini dan taksiran tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

The current tax expense and estimated claims for income tax refund are as follows:

2014 2013 Taksiran rugi fiskal (5,158) (3,912) Estimated taxable loss Beban pajak kini -) -) Current tax expense Pembayaran pajak penghasilan

dimuka Prepayments of income tax Pasal 22 2,906) 3,858) Article 22

Sub-total 2,906) 3,858) Sub-total

Perusahaan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) tahun 2013 sesuai dengan rugi pajak di atas dalam mata uang Rupiah, sedangkan untuk tahun 2014, Perusahaan akan menyampaikan SPT sesuai perhitungan di atas dalam mata uang Dolar Amerika Serikat sesuai Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-893/WPJ.19/2013.

The Company has filed the Annual Corporate Income Tax Return (SPT) for 2013 based on above tax loss in Rupiah currency, while for 2014, the Company will file the SPT in US Dollar currency based on Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-893/WPJ.19/2013.

d. Pajak tangguhan d. Deferred tax

Saldo pajak tangguhan yang diakui dan mutasi

sepanjang tahun berjalan adalah sebagai berikut:

The recognized deferred tax balances and the movement thereof during the year were comprised of the following:

2013

Diakui dalam rugi tahun berjalan/

Recognition in the current year loss 2014

Liabilitas imbalan kerja 1,275) (406) 869) Estimated liabilities

for employee benefits Penyisihan persediaan usang

dan penurunan nilai persediaan 300) 197) 497)

Allowance for inventory obsolence and decline in value of inventories

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang 60) 50) 110)

Allowance for impairment losses of receivables

Penyisihan atas penurunan nilai dari aset tidak digunakan dalam operasi 14) -) 14)

Provision for impairment of assets not used in operation

Penyusutan aset tetap (496) 178) (318) Depreciation of fixed assets Provisi atas klaim kualitas

produk 16) 13) 29) Provision for product quality claim Kerugian pajak 957) (344) 613) Tax loss Total Aset Pajak Tangguhan 2,126) (312) 1,814) Total Deferred Tax Assets

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk174

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

44

13. PERPAJAKAN (Lanjutan) 13. TAXATION (Continued)

d. Pajak tangguhan (Lanjutan) d. Deferred tax (Continued)

2012

Diakui dalam rugi tahun berjalan/

Recognition in the current year loss 2013

Liabilitas imbalan kerja 1,244) 31) 1,275) Estimated liabilities

for employee benefits Penyisihan persediaan usang

dan penurunan nilai persediaan 128) 172) 300)

Allowance for inventory obsolence and decline in value of inventories

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang 95) (35) 60)

Allowance for impairment losses of receivables

Penyisihan atas penurunan nilai dari aset tidak digunakan dalam operasi 14) -) 14)

Provision for impairment of assets not used in operation

Penyusutan aset tetap (371) (125) (496) Depreciation of fixed assets Provisi atas klaim kualitas

produk 34) (18) 16) Provision for product quality claim Kerugian pajak 1,207) (250) 957) Tax loss Total Aset Pajak Tangguhan 2,351) (225) 2,126) Total Deferred Tax Assets

Saldo aset pajak tangguhan yang tidak diakui adalah sebagai berikut:

Deferred tax asset has not been recognized in respect of the following item:

2014 2013 Taksiran rugi fiskal 2,827 978 Tax loss carryforward

Aset pajak tangguhan (selain akumulasi rugi fiskal) dan liabilitas pajak tangguhan berasal dari perbedaan metode atau dasar yang digunakan untuk tujuan pencatatan menurut pelaporan akuntansi dan pajak, terutama terdiri dari penyusutan aset tetap, cadangan kerugian penurunan nilai piutang, penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, penyisihan aset yang tidak digunakan dalam operasi, provisi atas klaim kualitas produk, dan penyisihan untuk manfaat karyawan. Perbedaan dasar pencatatan aset tetap adalah karena perbedaan taksiran masa manfaat aset untuk tujuan pelaporan akuntansi dan pajak. Perbedaan pada dasar cadangan kerugian penurunan nilai piutang, penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, penyisihan aset yang tidak digunakan dalam operasi, provisi atas klaim kualitas produk, dan penyisihan untuk manfaat karyawan karena adanya perbedaan waktu pengakuan beban untuk tujuan pelaporan akuntansi dan pajak.

Deferred tax assets (other than accumulated tax losses) and liabilities arose from the difference in the methods or basis used for accounting and tax reporting purposes, mainly comprising depreciation on fixed assets, allowance for impairment losses of receivables, allowance for inventories obsolescence and decline in value of inventories, allowance for assets not used in operation, provision for product quality claim and provision for employees’ benefits. The difference in the basis of recording of fixed assets is due to the differences in the estimated useful lives of the assets for accounting and tax reporting purposes. The difference in the basis of allowance for impairment losses of receivables, allowance for inventories obsolescence and decline in value of inventories, provision for impairment of assets not used in operation provision for product quality claim and provision for employee benefits is due to the difference in the timing of recognition of expenses for accounting and tax reporting purposes.

Berdasarkan penelaahan atas aset pajak tangguhan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa beberapa aset pajak tangguhan dapat terpulihkan.

Based on the review of the deferred tax assets at the end of the year, the management is of the opinion that certain deferred tax assets are recoverable.

Rekonsiliasi antara beban pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku dengan (rugi) laba sebelum pajak, dan beban pajak, sesuai dengan laporan laba rugi komprehensif adalah sebagai berikut:

The reconciliation between tax expense calculated by applying the applicable tax rates based on existing tax regulation to the (loss) income before tax, and tax expense, as shown in the statements of comprehensive income is as follows:

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

45

13. PERPAJAKAN (Lanjutan) 13. TAXATION (Continued)

d. Pajak tangguhan (Lanjutan) d. Deferred tax (Continued)

2014 2013

(Rugi) laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi komprehensif (6,832)

503)

(Loss) income before tax per statement of comprehensive income

Manfaat (beban) pajak dengan tarif

pajak 25% 1,708)

(126) Tax (expense) benefit computed using tax rate

25% Pengaruh pajak atas beda tetap (822) (459) Tax effects on the permanent differences Taksiran rugi fiskal yang tidak

diakui di tahun berjalan (1,566)

(978) Current year unrecognized estimated taxable

loss Perbedaan di saldo awal aset tetap

karena perubahan mata uang pelaporan 436)

Difference in beginning balance of fixed asset

due to change in tax reporting currency Penyesuaian (68) 1,338) Adjustment Beban Pajak, Neto (312) (225) Tax Expense, Net

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan memiliki rugi fiskal sebagai berikut : Masing-masing sebesar USD13.760 (kadaluarsa pada tahun 2016 - 2019) dan USD8.601 (kadaluarsa pada tahun 2016 - 2018).

As of 31 December 2014 and 2013, the Company had tax loss carry-forward amounted to USD13,760 (will be expired in 2016 - 2019) and USD8,601 (will be expired in 2016 - 2018), respectively.

e. Administrasi e. Administration

Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu yang ditentukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Under the taxation laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self-assessment. Directorate General of Taxation may assess or amend taxes within the statute of limitations, under prevailing regulations.

Posisi pajak Perusahaan mungkin dapat diragukan oleh otoritas pajak. Manajemen mempertahankan posisi pajak Perusahaan yang diyakini secara basis teknis, sesuai dengan peraturan perpajakan. Karena itu, manajemen berkeyakinan bahwa akrual atas utang pajak telah memadai untuk semua tahun pajak yang belum daluwarsa berdasarkan pada pemikiran atas berbagai faktor, termasuk interpretasi atas hukum pajak dan pengalaman masa lalu. Pemikiran tersebut didasarkan pada estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi dan mungkin melibatkan pertimbangan terhadap kejadian masa depan. Informasi baru yang tersedia dapat menyebabkan manajemen merubah penilaiannya atas kecukupan utang pajak yang ada. Perubahan atas utang pajak tersebut akan berdampak pada beban pajak dalam periode dimana penentuan tersebut dibuat.

The Company’s tax posistions may be challanged by tax authorities. Management vigorously defends the Company’s tax positions which are believed to be grounded on sound technical basis, in compliance with the tax regulations. Accordingly, management believes that the accruals for tax liabilities are adequate for all open tax years based on its assessment of various factors, including interpretations of tax law and prior experience. The assessment relies on estimates and assumptions and may involve judgment about future events. New information may become available that causes management to change its judgment regarding the adequacy of existing tax liabilities. Such changes to tax liabilities will impact tax expense in the period that such determination is made.

14. BEBAN AKRUAL 14. ACCRUED EXPENSES Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Jasa profesional 296 521 Professional fees Biaya pengobatan 204 - Medical Bunga 38 89 Interests Lain-lain 40 92 Others Total 578 702 Total

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 175

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

44

13. PERPAJAKAN (Lanjutan) 13. TAXATION (Continued)

d. Pajak tangguhan (Lanjutan) d. Deferred tax (Continued)

2012

Diakui dalam rugi tahun berjalan/

Recognition in the current year loss 2013

Liabilitas imbalan kerja 1,244) 31) 1,275) Estimated liabilities

for employee benefits Penyisihan persediaan usang

dan penurunan nilai persediaan 128) 172) 300)

Allowance for inventory obsolence and decline in value of inventories

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang 95) (35) 60)

Allowance for impairment losses of receivables

Penyisihan atas penurunan nilai dari aset tidak digunakan dalam operasi 14) -) 14)

Provision for impairment of assets not used in operation

Penyusutan aset tetap (371) (125) (496) Depreciation of fixed assets Provisi atas klaim kualitas

produk 34) (18) 16) Provision for product quality claim Kerugian pajak 1,207) (250) 957) Tax loss Total Aset Pajak Tangguhan 2,351) (225) 2,126) Total Deferred Tax Assets

Saldo aset pajak tangguhan yang tidak diakui adalah sebagai berikut:

Deferred tax asset has not been recognized in respect of the following item:

2014 2013 Taksiran rugi fiskal 2,827 978 Tax loss carryforward

Aset pajak tangguhan (selain akumulasi rugi fiskal) dan liabilitas pajak tangguhan berasal dari perbedaan metode atau dasar yang digunakan untuk tujuan pencatatan menurut pelaporan akuntansi dan pajak, terutama terdiri dari penyusutan aset tetap, cadangan kerugian penurunan nilai piutang, penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, penyisihan aset yang tidak digunakan dalam operasi, provisi atas klaim kualitas produk, dan penyisihan untuk manfaat karyawan. Perbedaan dasar pencatatan aset tetap adalah karena perbedaan taksiran masa manfaat aset untuk tujuan pelaporan akuntansi dan pajak. Perbedaan pada dasar cadangan kerugian penurunan nilai piutang, penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, penyisihan aset yang tidak digunakan dalam operasi, provisi atas klaim kualitas produk, dan penyisihan untuk manfaat karyawan karena adanya perbedaan waktu pengakuan beban untuk tujuan pelaporan akuntansi dan pajak.

Deferred tax assets (other than accumulated tax losses) and liabilities arose from the difference in the methods or basis used for accounting and tax reporting purposes, mainly comprising depreciation on fixed assets, allowance for impairment losses of receivables, allowance for inventories obsolescence and decline in value of inventories, allowance for assets not used in operation, provision for product quality claim and provision for employees’ benefits. The difference in the basis of recording of fixed assets is due to the differences in the estimated useful lives of the assets for accounting and tax reporting purposes. The difference in the basis of allowance for impairment losses of receivables, allowance for inventories obsolescence and decline in value of inventories, provision for impairment of assets not used in operation provision for product quality claim and provision for employee benefits is due to the difference in the timing of recognition of expenses for accounting and tax reporting purposes.

Berdasarkan penelaahan atas aset pajak tangguhan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa beberapa aset pajak tangguhan dapat terpulihkan.

Based on the review of the deferred tax assets at the end of the year, the management is of the opinion that certain deferred tax assets are recoverable.

Rekonsiliasi antara beban pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku dengan (rugi) laba sebelum pajak, dan beban pajak, sesuai dengan laporan laba rugi komprehensif adalah sebagai berikut:

The reconciliation between tax expense calculated by applying the applicable tax rates based on existing tax regulation to the (loss) income before tax, and tax expense, as shown in the statements of comprehensive income is as follows:

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

45

13. PERPAJAKAN (Lanjutan) 13. TAXATION (Continued)

d. Pajak tangguhan (Lanjutan) d. Deferred tax (Continued)

2014 2013

(Rugi) laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi komprehensif (6,832)

503)

(Loss) income before tax per statement of comprehensive income

Manfaat (beban) pajak dengan tarif

pajak 25% 1,708)

(126) Tax (expense) benefit computed using tax rate

25% Pengaruh pajak atas beda tetap (822) (459) Tax effects on the permanent differences Taksiran rugi fiskal yang tidak

diakui di tahun berjalan (1,566)

(978) Current year unrecognized estimated taxable

loss Perbedaan di saldo awal aset tetap

karena perubahan mata uang pelaporan 436)

Difference in beginning balance of fixed asset

due to change in tax reporting currency Penyesuaian (68) 1,338) Adjustment Beban Pajak, Neto (312) (225) Tax Expense, Net

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan memiliki rugi fiskal sebagai berikut : Masing-masing sebesar USD13.760 (kadaluarsa pada tahun 2016 - 2019) dan USD8.601 (kadaluarsa pada tahun 2016 - 2018).

As of 31 December 2014 and 2013, the Company had tax loss carry-forward amounted to USD13,760 (will be expired in 2016 - 2019) and USD8,601 (will be expired in 2016 - 2018), respectively.

e. Administrasi e. Administration

Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu yang ditentukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Under the taxation laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self-assessment. Directorate General of Taxation may assess or amend taxes within the statute of limitations, under prevailing regulations.

Posisi pajak Perusahaan mungkin dapat diragukan oleh otoritas pajak. Manajemen mempertahankan posisi pajak Perusahaan yang diyakini secara basis teknis, sesuai dengan peraturan perpajakan. Karena itu, manajemen berkeyakinan bahwa akrual atas utang pajak telah memadai untuk semua tahun pajak yang belum daluwarsa berdasarkan pada pemikiran atas berbagai faktor, termasuk interpretasi atas hukum pajak dan pengalaman masa lalu. Pemikiran tersebut didasarkan pada estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi dan mungkin melibatkan pertimbangan terhadap kejadian masa depan. Informasi baru yang tersedia dapat menyebabkan manajemen merubah penilaiannya atas kecukupan utang pajak yang ada. Perubahan atas utang pajak tersebut akan berdampak pada beban pajak dalam periode dimana penentuan tersebut dibuat.

The Company’s tax posistions may be challanged by tax authorities. Management vigorously defends the Company’s tax positions which are believed to be grounded on sound technical basis, in compliance with the tax regulations. Accordingly, management believes that the accruals for tax liabilities are adequate for all open tax years based on its assessment of various factors, including interpretations of tax law and prior experience. The assessment relies on estimates and assumptions and may involve judgment about future events. New information may become available that causes management to change its judgment regarding the adequacy of existing tax liabilities. Such changes to tax liabilities will impact tax expense in the period that such determination is made.

14. BEBAN AKRUAL 14. ACCRUED EXPENSES Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Jasa profesional 296 521 Professional fees Biaya pengobatan 204 - Medical Bunga 38 89 Interests Lain-lain 40 92 Others Total 578 702 Total

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk176

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

46

15. UTANG LAIN-LAIN 15. OTHER PAYABLES Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Pihak ketiga Third parties Uang muka dari pelanggan 227 488 Advances from customers Utang klaim kepada pelanggan 47 56 Claim payables to customers Pensiun 6 3 Pension Lain-lain 393 1,067 Others Sub-total 673 1,614 Sub-total Pihak berelasi (Catatan 18) 41 38 Related parties (Note 18) Total 714 1,652 Total

16. PROVISI JANGKA PENDEK 16. SHORT – TERM PROVISION Merupakan provisi atas klaim kualitas produk : Provision for product quality claim:

2014 2013

Saldo awal 65) 137) Beginning balance Penyisihan untuk tahun berjalan 118) 65) Provision for current year Pemulihan penyisihan (65) (137) Reversal Total 118) 65) Total

17. MODAL SAHAM 17. CAPITAL STOCK Susunan pemilikan saham perusahaan pada

tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

The details of the shareholders as of 31 December 2014 and 2013 based on the report prepared by PT Datindo Entrycom, a Securities Administration Agency (Biro Administrasi Efek) are as follows:

31 Desember 2014/ 31 December 2014

Pemegang Saham

Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/

Number of shares issued and fully

paid capital

Persentase pemilikan/

Percentage of ownership

Total/ Total

Shareholders

Nippon Steel and Sumitomo Metal Corp.

883,172,500 35.00% 9,395 Nippon Steel and Sumitomo Metal

Corp. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 507,096,150 20.10% 5,395 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mitsui & Co., Ltd. 252,335,000 10.00% 2,684 Mitsui & Co., Ltd PT Baruna Inti Lestari 126,303,850 5.01% 1,344 PT Baruna Inti Lestari

Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. 126,167,500

5.00% 1,342 Nippon Steel &Sumikin Bussan

Corp. Metal One Corporation 126,167,500 5.00% 1,342 Metal One Corporation Masyarakat umum (masing-masing

dibawah 5%) 490,717,500

19.45% 5,220

Public (each below 5%) Karyawan dan manajemen Employees and management

- Ardhiman T. Akanda (Direktur) 291,000 0.01% 3 Ardhiman T. Akanda (Director) - - R. Suprapto Indroprayitno

(Direktur) 266,500

0.01% 3 R. Suprapto Indroprayitno -

(Director) - Himawan Turatmo (Direktur) 266,500 0.01% 3 Himawan Turatmo (Director) - - Karyawan 10,566,000 0.41% 113 Employees -

Total 2,523,350,000 100.00% 26,844 Total

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

47

17. MODAL SAHAM (Lanjutan) 17. CAPITAL STOCK (Continued)

31 Desember 2013/ 31 December 2013

Pemegang Saham

Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/

Number of shares issued and fully

paid capital

Persentase pemilikan/

Percentage of ownership

Total/ Total

Shareholders

Nippon Steel and Sumitomo Metal Corp.

883,172,500 35.00% 9,395 Nippon Steel and Sumitomo Metal

Corp. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 507,096,150 20.10% 5,395 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mitsui & Co., Ltd. 252,335,000 10.00% 2,684 Mitsui & Co., Ltd PT Baruna Inti Lestari 126,303,850 5.01% 1,344 PT Baruna Inti Lestari

Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. 126,167,500

5.00% 1,342 Nippon Steel &Sumikin Bussan

Corp. Metal One Corporation 126,167,500 5.00% 1,342 Metal One Corporation Masyarakat Umum (masing-masing

dibawah 5%) 490,507,500

19.44% 5,218

Public (each below 5%) Karyawan dan manajemen Employees and management

- Ardhiman T. Akanda (Direktur) 291,000 0.01% 3 Ardhiman T. Akanda (Director) - - R. Suprapto Indroprayitno

(Direktur) 266,500

0.01% 3 R. Suprapto Indroprayitno -

(Director) - Himawan Turatmo (Direktur) 266,500 0.01% 3 Himawan Turatmo (Director) - - Karyawan 10,776,000 0.42% 115 Employees -

Total 2,523,350,000 100.00% 26,844 Total

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diadakan pada tanggal 26 Maret 2014 dan diaktakan dalam Akta Notaris No. 79 dari Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., tanggal 26 Maret 2014, pemegang saham menyetujui keputusan-keputusan, antara lain sebagai berikut:

Based on the Company’s Minutes of Annual General Shareholders’ Meeting held on 26 March 2014, as notarized in the Notarial Deed No. 79 of Notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., dated 26 March 2014 the shareholders ratified the following decisions, among others:

a. Tidak ada pembayaran tantiem untuk Dewan

Komisaris dan Direksi. a. No distribution of tantiem to Directors and

Board of Commissioners. b. Menetapkan honorarium untuk Dewan

Komisaris dengan jumlah maksimum sebesar Rp1.848 juta bersih per tahun.

b. Ratified the honorarium for Board of Commissioners with a maximum amount of Rp1,848 million net per year.

c. Pembagian dividen tunai sebesar USD106 (38%) dari laba bersih tahun buku 2013.

c. Distribution of cash dividends of USD106 (38%) of 2013 net income.

d. Sebesar USD6 (2%) dari laba bersih tahun buku 2013 ditetapkan sebagai cadangan wajib untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007.

d. Amount of USD6 (2%) of 2013 net income was appropriated for mandatory reserve to comply with the Law No. 40 year 2007 regarding Limited Liability Company.

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diadakan pada tanggal 26 Maret 2014 dan diaktakan dalam Akta Notaris No. 80 dari Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., tanggal 26 Maret 2014, pemegang saham menyetujui keputusan-keputusan, antara lain sebagai berikut:

Based on the Company’s Minutes of Annual General Shareholders’ Meeting held on 26 March 2014, as notarized in the Notarial Deed No. 80 of Notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., dated 26 March 2014, the shareholders ratified the following decisions, among others:

a. Menerima pengunduran diri Tuan Shojiro Ejima

sebagai Komisaris dan Tuan Yoshimitsu Honda sebagai wakil Direktur Utama.

a. Approve the resignation of Mr. Shojiro Ejima as Commissioner and Mr. Yoshimitsu Honda as Vice President Director.

b. Mengangkat Tuan Mitsuo Ikeda sebagai Komisaris dan Tuan Masaaki Enjuji sebagai Wakil Direktur Utama.

b. Approve the appointment of Mr. Mitsuo Ikeda as Commissioner and Mr. Masaaki Enjuji as Vice President Director.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 177

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

46

15. UTANG LAIN-LAIN 15. OTHER PAYABLES Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Pihak ketiga Third parties Uang muka dari pelanggan 227 488 Advances from customers Utang klaim kepada pelanggan 47 56 Claim payables to customers Pensiun 6 3 Pension Lain-lain 393 1,067 Others Sub-total 673 1,614 Sub-total Pihak berelasi (Catatan 18) 41 38 Related parties (Note 18) Total 714 1,652 Total

16. PROVISI JANGKA PENDEK 16. SHORT – TERM PROVISION Merupakan provisi atas klaim kualitas produk : Provision for product quality claim:

2014 2013

Saldo awal 65) 137) Beginning balance Penyisihan untuk tahun berjalan 118) 65) Provision for current year Pemulihan penyisihan (65) (137) Reversal Total 118) 65) Total

17. MODAL SAHAM 17. CAPITAL STOCK Susunan pemilikan saham perusahaan pada

tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

The details of the shareholders as of 31 December 2014 and 2013 based on the report prepared by PT Datindo Entrycom, a Securities Administration Agency (Biro Administrasi Efek) are as follows:

31 Desember 2014/ 31 December 2014

Pemegang Saham

Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/

Number of shares issued and fully

paid capital

Persentase pemilikan/

Percentage of ownership

Total/ Total

Shareholders

Nippon Steel and Sumitomo Metal Corp.

883,172,500 35.00% 9,395 Nippon Steel and Sumitomo Metal

Corp. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 507,096,150 20.10% 5,395 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mitsui & Co., Ltd. 252,335,000 10.00% 2,684 Mitsui & Co., Ltd PT Baruna Inti Lestari 126,303,850 5.01% 1,344 PT Baruna Inti Lestari

Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. 126,167,500

5.00% 1,342 Nippon Steel &Sumikin Bussan

Corp. Metal One Corporation 126,167,500 5.00% 1,342 Metal One Corporation Masyarakat umum (masing-masing

dibawah 5%) 490,717,500

19.45% 5,220

Public (each below 5%) Karyawan dan manajemen Employees and management

- Ardhiman T. Akanda (Direktur) 291,000 0.01% 3 Ardhiman T. Akanda (Director) - - R. Suprapto Indroprayitno

(Direktur) 266,500

0.01% 3 R. Suprapto Indroprayitno -

(Director) - Himawan Turatmo (Direktur) 266,500 0.01% 3 Himawan Turatmo (Director) - - Karyawan 10,566,000 0.41% 113 Employees -

Total 2,523,350,000 100.00% 26,844 Total

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

47

17. MODAL SAHAM (Lanjutan) 17. CAPITAL STOCK (Continued)

31 Desember 2013/ 31 December 2013

Pemegang Saham

Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/

Number of shares issued and fully

paid capital

Persentase pemilikan/

Percentage of ownership

Total/ Total

Shareholders

Nippon Steel and Sumitomo Metal Corp.

883,172,500 35.00% 9,395 Nippon Steel and Sumitomo Metal

Corp. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 507,096,150 20.10% 5,395 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mitsui & Co., Ltd. 252,335,000 10.00% 2,684 Mitsui & Co., Ltd PT Baruna Inti Lestari 126,303,850 5.01% 1,344 PT Baruna Inti Lestari

Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. 126,167,500

5.00% 1,342 Nippon Steel &Sumikin Bussan

Corp. Metal One Corporation 126,167,500 5.00% 1,342 Metal One Corporation Masyarakat Umum (masing-masing

dibawah 5%) 490,507,500

19.44% 5,218

Public (each below 5%) Karyawan dan manajemen Employees and management

- Ardhiman T. Akanda (Direktur) 291,000 0.01% 3 Ardhiman T. Akanda (Director) - - R. Suprapto Indroprayitno

(Direktur) 266,500

0.01% 3 R. Suprapto Indroprayitno -

(Director) - Himawan Turatmo (Direktur) 266,500 0.01% 3 Himawan Turatmo (Director) - - Karyawan 10,776,000 0.42% 115 Employees -

Total 2,523,350,000 100.00% 26,844 Total

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diadakan pada tanggal 26 Maret 2014 dan diaktakan dalam Akta Notaris No. 79 dari Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., tanggal 26 Maret 2014, pemegang saham menyetujui keputusan-keputusan, antara lain sebagai berikut:

Based on the Company’s Minutes of Annual General Shareholders’ Meeting held on 26 March 2014, as notarized in the Notarial Deed No. 79 of Notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., dated 26 March 2014 the shareholders ratified the following decisions, among others:

a. Tidak ada pembayaran tantiem untuk Dewan

Komisaris dan Direksi. a. No distribution of tantiem to Directors and

Board of Commissioners. b. Menetapkan honorarium untuk Dewan

Komisaris dengan jumlah maksimum sebesar Rp1.848 juta bersih per tahun.

b. Ratified the honorarium for Board of Commissioners with a maximum amount of Rp1,848 million net per year.

c. Pembagian dividen tunai sebesar USD106 (38%) dari laba bersih tahun buku 2013.

c. Distribution of cash dividends of USD106 (38%) of 2013 net income.

d. Sebesar USD6 (2%) dari laba bersih tahun buku 2013 ditetapkan sebagai cadangan wajib untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007.

d. Amount of USD6 (2%) of 2013 net income was appropriated for mandatory reserve to comply with the Law No. 40 year 2007 regarding Limited Liability Company.

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diadakan pada tanggal 26 Maret 2014 dan diaktakan dalam Akta Notaris No. 80 dari Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., tanggal 26 Maret 2014, pemegang saham menyetujui keputusan-keputusan, antara lain sebagai berikut:

Based on the Company’s Minutes of Annual General Shareholders’ Meeting held on 26 March 2014, as notarized in the Notarial Deed No. 80 of Notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., dated 26 March 2014, the shareholders ratified the following decisions, among others:

a. Menerima pengunduran diri Tuan Shojiro Ejima

sebagai Komisaris dan Tuan Yoshimitsu Honda sebagai wakil Direktur Utama.

a. Approve the resignation of Mr. Shojiro Ejima as Commissioner and Mr. Yoshimitsu Honda as Vice President Director.

b. Mengangkat Tuan Mitsuo Ikeda sebagai Komisaris dan Tuan Masaaki Enjuji sebagai Wakil Direktur Utama.

b. Approve the appointment of Mr. Mitsuo Ikeda as Commissioner and Mr. Masaaki Enjuji as Vice President Director.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk178

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

48

17. MODAL SAHAM (Lanjutan) 17. CAPITAL STOCK (Continued)

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diadakan pada tanggal 27 Maret 2013 dan diaktakan dalam Akta Notaris No.102 dari Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., tanggal 27 Maret 2013, pemegang saham menyetujui keputusan-keputusan, antara lain sebagai berikut:

Based on the Company’s Minutes of Annual General Shareholders’ Meeting held on 27 March 2013, as notarized in the Notarial Deed No.102 of Notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., dated 27 March 2013, the shareholders ratified the following decisions, among others:

a. Tidak ada pembayaran tantiem untuk Dewan

Komisaris dan Direksi. a. No distribution of tantiem to Directors and

Board of Commissioners. b. Menetapkan honorarium untuk Dewan

Komisaris dengan jumlah maksimum sebesar Rp1.705 juta bersih per tahun.

b. Ratified the honorarium for Board of Commissioners with a maximum amount of Rp1,705 million net per year.

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan yang diadakan pada tanggal 27 Maret 2013 dan diaktakan dalam Akta Notaris No.103 dari Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., tanggal 27 Maret 2013, pemegang saham menyetujui keputusan-keputusan, antara lain sebagai berikut:

Based on the Company’s Minutes of Extraordinary General Shareholders’ Meeting held on 27 March 2013, as notarized in the Notarial Deed No.103 of Notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., dated 27 March 2013, the shareholders ratified the following decisions, among others:

a. Menerima pengunduran diri Tuan Yoshiaki

Shimada sebagai Komisaris Utama. a. Approve the resignation of Mr. Yoshiaki

Shimada as President Commissioner.

b. Mengangkat Tuan Kazumasa Shinkai sebagai Komisaris Utama.

b. Approve the appointment of Mr. Kazumasa Shinkai as a new President Commissioner.

Perusahaan telah mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia sebanyak 2.523.350.000 saham pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

The Company has listed its shares on the Indonesia Stock Exchange totaling 2,523,350,000 shares as of 31 December 2014 and 2013.

18. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN

PIHAK-PIHAK BERELASI 18. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS

WITH RELATED PARTIES

Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak berelasi.

Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

In the normal course of business, the Company entered into transactions with related parties.

The details of nature of relationship and types of significant transactions with related parties are as follows:

Pihak-pihak yang

berelasi/Related parties Sifat hubungan/Nature of

relationship Jenis transaksi/Nature of

transactions Nippon Steel & Sumitomo Metal

Corporation Pemegang saham/shareholder Pembelian bahan baku/Purchases of

raw materials PT Krakatau Steel (Persero)Tbk (KS)

Pemegang saham/shareholder Sewa ruang kantor/Office space rent

Nippon Steel & Sumikin Bussan

Corp. Pemegang saham/shareholder Pembelian bahan baku/Purchases of

raw materials Nippon Steel Engineering

Co., Ltd. Pemegang saham mayoritas yang

sama/The same majority shareholder

Pengadaan proyek revamping/Supply for Revamping project

PT Nippon Steel Construction

Indonesia Pemegang saham mayoritas yang

sama/The same majority shareholder

Pengadaan proyek revamping/Supply for Revamping project

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

49

18. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

18. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

Pihak-pihak yang

berelasi/Related parties Sifat hubungan/Nature of

relationship Jenis transaksi/Nature of

transactions PT Krakatau Daya Listrik (KDL) Pemegang saham yang sama/The

same shareholder Pengadaan listrik/Supply for

Electricity services PT Krakatau Information Technology (KITECH)

Pemegang saham yang sama/The same shareholder

Pengadaan jasa teknologi informasi /Information technology services

PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)

Pemegang saham yang sama/The same shareholder

Sewa ruangan dan prasarana/Building rental and infrastructure

PT Krakatau Tirta Industri (KTI)

Pemegang saham yang sama/The same shareholder

Pembelian air untuk produksi dan cash pooling/Water supply for production and cash pooling

PT Krakatau Medika (KM) Pemegang saham yang sama/The

same shareholder Pelayanan jasa kesehatan/Medical

services Koperasi Karyawan Latinusa Koperasi karyawan

Perusahaan/The Company’s employee cooperation

Pembelian suku cadang/Purchases of spareparts

Serikat Karyawan Latinusa Karyawan Perusahaan/The

Company’s employees Iuran karyawan/Employees’

contribution

Transaksi-transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Significant transaction with related parties are as follows:

Perusahaan tidak melakukan transaksi penjualan dengan pihak yang berelasi pada tahun 2014 maupun pada tahun 2013.

The Company does not have any sales transaction with a related party in 2014 and 2013.

Transaksi pembelian barang dan jasa dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The purchase transactions of goods and services with related parties are as follows:

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Pemegang saham Shareholders Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. 18,806 23,573 Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. - 124 Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 25 142 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

Sub-total 18,831 23,839 Sub-total

Pemegang saham mayoritas yang sama

The same majority shareholders

Nippon Steel Engineering Co., Ltd 8 396 Nippon Steel Engineering Co., Ltd PT Nippon Steel Construction

Indonesia - 50 PT Nippon Steel Construction

Indonesia Sub-total 8 446 Sub-total

Pemegang saham yang sama The same shareholders PT Krakatau Daya Listrik 4,488 4,501 PT Krakatau Daya Listrik PT Krakatau Tirta Industri 350 357 PT Krakatau Tirta Industri PT Krakatau Industrial Estate Cilegon 49 45 PT Krakatau Industrial Estate Cilegon PT Krakatau Information Technology 112 207 PT Krakatau Information Technology PT Krakatau Medika 5 8 PT Krakatau Medika

Sub-total 5,004 5,118 Sub-total Koperasi Karyawan Latinusa 680 257 Koperasi Karyawan Latinusa

Total 24,523 29,660 Total Persentase dari total pembelian neto 16.14% 17.67% Percentage from total net purchases

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 179

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

48

17. MODAL SAHAM (Lanjutan) 17. CAPITAL STOCK (Continued)

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diadakan pada tanggal 27 Maret 2013 dan diaktakan dalam Akta Notaris No.102 dari Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., tanggal 27 Maret 2013, pemegang saham menyetujui keputusan-keputusan, antara lain sebagai berikut:

Based on the Company’s Minutes of Annual General Shareholders’ Meeting held on 27 March 2013, as notarized in the Notarial Deed No.102 of Notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., dated 27 March 2013, the shareholders ratified the following decisions, among others:

a. Tidak ada pembayaran tantiem untuk Dewan

Komisaris dan Direksi. a. No distribution of tantiem to Directors and

Board of Commissioners. b. Menetapkan honorarium untuk Dewan

Komisaris dengan jumlah maksimum sebesar Rp1.705 juta bersih per tahun.

b. Ratified the honorarium for Board of Commissioners with a maximum amount of Rp1,705 million net per year.

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan yang diadakan pada tanggal 27 Maret 2013 dan diaktakan dalam Akta Notaris No.103 dari Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., tanggal 27 Maret 2013, pemegang saham menyetujui keputusan-keputusan, antara lain sebagai berikut:

Based on the Company’s Minutes of Extraordinary General Shareholders’ Meeting held on 27 March 2013, as notarized in the Notarial Deed No.103 of Notary Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., dated 27 March 2013, the shareholders ratified the following decisions, among others:

a. Menerima pengunduran diri Tuan Yoshiaki

Shimada sebagai Komisaris Utama. a. Approve the resignation of Mr. Yoshiaki

Shimada as President Commissioner.

b. Mengangkat Tuan Kazumasa Shinkai sebagai Komisaris Utama.

b. Approve the appointment of Mr. Kazumasa Shinkai as a new President Commissioner.

Perusahaan telah mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia sebanyak 2.523.350.000 saham pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

The Company has listed its shares on the Indonesia Stock Exchange totaling 2,523,350,000 shares as of 31 December 2014 and 2013.

18. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN

PIHAK-PIHAK BERELASI 18. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS

WITH RELATED PARTIES

Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak berelasi.

Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

In the normal course of business, the Company entered into transactions with related parties.

The details of nature of relationship and types of significant transactions with related parties are as follows:

Pihak-pihak yang

berelasi/Related parties Sifat hubungan/Nature of

relationship Jenis transaksi/Nature of

transactions Nippon Steel & Sumitomo Metal

Corporation Pemegang saham/shareholder Pembelian bahan baku/Purchases of

raw materials PT Krakatau Steel (Persero)Tbk (KS)

Pemegang saham/shareholder Sewa ruang kantor/Office space rent

Nippon Steel & Sumikin Bussan

Corp. Pemegang saham/shareholder Pembelian bahan baku/Purchases of

raw materials Nippon Steel Engineering

Co., Ltd. Pemegang saham mayoritas yang

sama/The same majority shareholder

Pengadaan proyek revamping/Supply for Revamping project

PT Nippon Steel Construction

Indonesia Pemegang saham mayoritas yang

sama/The same majority shareholder

Pengadaan proyek revamping/Supply for Revamping project

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

49

18. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

18. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

Pihak-pihak yang

berelasi/Related parties Sifat hubungan/Nature of

relationship Jenis transaksi/Nature of

transactions PT Krakatau Daya Listrik (KDL) Pemegang saham yang sama/The

same shareholder Pengadaan listrik/Supply for

Electricity services PT Krakatau Information Technology (KITECH)

Pemegang saham yang sama/The same shareholder

Pengadaan jasa teknologi informasi /Information technology services

PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)

Pemegang saham yang sama/The same shareholder

Sewa ruangan dan prasarana/Building rental and infrastructure

PT Krakatau Tirta Industri (KTI)

Pemegang saham yang sama/The same shareholder

Pembelian air untuk produksi dan cash pooling/Water supply for production and cash pooling

PT Krakatau Medika (KM) Pemegang saham yang sama/The

same shareholder Pelayanan jasa kesehatan/Medical

services Koperasi Karyawan Latinusa Koperasi karyawan

Perusahaan/The Company’s employee cooperation

Pembelian suku cadang/Purchases of spareparts

Serikat Karyawan Latinusa Karyawan Perusahaan/The

Company’s employees Iuran karyawan/Employees’

contribution

Transaksi-transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Significant transaction with related parties are as follows:

Perusahaan tidak melakukan transaksi penjualan dengan pihak yang berelasi pada tahun 2014 maupun pada tahun 2013.

The Company does not have any sales transaction with a related party in 2014 and 2013.

Transaksi pembelian barang dan jasa dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The purchase transactions of goods and services with related parties are as follows:

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Pemegang saham Shareholders Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. 18,806 23,573 Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. - 124 Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 25 142 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

Sub-total 18,831 23,839 Sub-total

Pemegang saham mayoritas yang sama

The same majority shareholders

Nippon Steel Engineering Co., Ltd 8 396 Nippon Steel Engineering Co., Ltd PT Nippon Steel Construction

Indonesia - 50 PT Nippon Steel Construction

Indonesia Sub-total 8 446 Sub-total

Pemegang saham yang sama The same shareholders PT Krakatau Daya Listrik 4,488 4,501 PT Krakatau Daya Listrik PT Krakatau Tirta Industri 350 357 PT Krakatau Tirta Industri PT Krakatau Industrial Estate Cilegon 49 45 PT Krakatau Industrial Estate Cilegon PT Krakatau Information Technology 112 207 PT Krakatau Information Technology PT Krakatau Medika 5 8 PT Krakatau Medika

Sub-total 5,004 5,118 Sub-total Koperasi Karyawan Latinusa 680 257 Koperasi Karyawan Latinusa

Total 24,523 29,660 Total Persentase dari total pembelian neto 16.14% 17.67% Percentage from total net purchases

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk180

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

50

18. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

18. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

Saldo-saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Significant balances with related parties are as follows:

Piutang lain-lain Other receivables

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Koperasi Karyawan Latinusa 4 4 Koperasi Karyawan Latinusa

Persentase dari total aset 0.003% 0.003% Percentage from total assets

Penyertaan saham (Catatan 8) Investment in shares (Note 8)

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, saldo penyertaan saham sebesar 0,11% dan 0,10% dari total aset merupakan saldo penyertaan saham Perusahaan kepada pihak berelasi.

As of 31 December 2014 and 2013, the balance of the investment in shares of 0.11% dan 0.10% from the total assets represent the Company’s investment in shares in a related party.

Uang jaminan Security deposits

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Pemegang saham yang sama The same shareholders PT Krakatau Daya Listrik 35 35 PT Krakatau Daya Listrik PT Krakatau Tirta Industri 17 17 PT Krakatau Tirta Industri PT Krakatau Industrial Estate Cilegon 3 3 PT Krakatau Industrial Estate Cilegon

Total 55 55 Total Persentase dari total aset 0.05% 0.04% Percentage from total assets

Piutang Karyawan Employees receivables

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Karyawan Perusahaan 135 183 Employees

Persentase dari total aset 0.11% 0.15% Percentage from total assets

Utang usaha (Catatan 12) Trade payables (Note 12)

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Pemegang saham Shareholders Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. 3,396 6,543 Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp.

Pemegang saham yang sama The same shareholders PT Krakatau Daya Listrik 350 351 PT Krakatau Daya Listrik PT Krakatau Tirta Industri 52 39 PT Krakatau Tirta Industri PT Krakatau Information Technology 31 3 PT Krakatau Information Technology

Sub-total 433 393 Sub-total Koperasi Karyawan Latinusa 1 4 Koperasi Karyawan Latinusa

Total 3,830 6,940 Total Persentase dari total liabilitas 4.47% 8.52% Percentage from total liabilites

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

51

18. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

18. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

Utang lain-lain (Catatan 15) Trade payables (Note 15)

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Pemegang saham yang sama The same shareholders PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 1 1 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Industrial Estate Cilegon 4 3 PT Krakatau Industrial Estate Cilegon PT Krakatau Medika 2 4 PT Krakatau Medika

Sub-total 7 8 Sub-total Koperasi Karyawan Latinusa 33 29 Koperasi Karyawan Latinusa Serikat Karyawan Latinusa 1 1 Serikat Karyawan Latinusa

Total 41 38 Total Persentase dari total liabilitas 0.05% 0.05% Percentage from total liabilities

Kompensasi dan Imbalan lain The compensation and other benefits

Yang termasuk personil manajemen kunci adalah Dewan Komisaris dan Direksi. Kompensasi dan imbalan lain yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

Key management employees include Board of Commissioners and Directors. The compensation and other benefits provided to the Board of Commissioners and Directors of the Company for the years ended 31 December 2014 and 2013 are as follows:

2014 2013

Imbalan jangka pendek 438 485 Short-term benefits 19. PENJUALAN NETO

19. NET SALES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2014/ 31 December 2014 Ton/Tonage

(Dalam satuan penuh/ In full amount)

Jumlah/ Amount

Penjualan lokal 141,805) 164,088) Domestic sales Retur penjualan (774) (1,172) Sales returns Neto 141,031) 162,916) Net

31 Desember 2013/ 31 December 2013 Ton/Tonage

(Dalam satuan penuh/ In full amount)

Jumlah/ Amount

Penjualan lokal 145,914) 172,867) Domestic sales Retur penjualan (585) (406) Sales returns Neto 145,329) 172,461) Net

Tidak ada penjualan ekspor pada tahun 2014 dan 2013.

There were no export sales in 2014 and 2013.

Penjualan neto dari pelanggan yang melebihi 10% dari total penjualan neto Perusahaan adalah sebagai berikut:

Net sales to customers exceeding more than 10% of the Company’s net sales are as follows:

2014 2013 Jumlah/

Amount

% Jumlah/

Amount

%

PT Cometa Can 16,550 11% 19,493 11% PT United Can Company 15,895 10% 31,136 18%

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 181

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

50

18. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

18. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

Saldo-saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Significant balances with related parties are as follows:

Piutang lain-lain Other receivables

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Koperasi Karyawan Latinusa 4 4 Koperasi Karyawan Latinusa

Persentase dari total aset 0.003% 0.003% Percentage from total assets

Penyertaan saham (Catatan 8) Investment in shares (Note 8)

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, saldo penyertaan saham sebesar 0,11% dan 0,10% dari total aset merupakan saldo penyertaan saham Perusahaan kepada pihak berelasi.

As of 31 December 2014 and 2013, the balance of the investment in shares of 0.11% dan 0.10% from the total assets represent the Company’s investment in shares in a related party.

Uang jaminan Security deposits

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Pemegang saham yang sama The same shareholders PT Krakatau Daya Listrik 35 35 PT Krakatau Daya Listrik PT Krakatau Tirta Industri 17 17 PT Krakatau Tirta Industri PT Krakatau Industrial Estate Cilegon 3 3 PT Krakatau Industrial Estate Cilegon

Total 55 55 Total Persentase dari total aset 0.05% 0.04% Percentage from total assets

Piutang Karyawan Employees receivables

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Karyawan Perusahaan 135 183 Employees

Persentase dari total aset 0.11% 0.15% Percentage from total assets

Utang usaha (Catatan 12) Trade payables (Note 12)

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Pemegang saham Shareholders Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp. 3,396 6,543 Nippon Steel & Sumikin Bussan Corp.

Pemegang saham yang sama The same shareholders PT Krakatau Daya Listrik 350 351 PT Krakatau Daya Listrik PT Krakatau Tirta Industri 52 39 PT Krakatau Tirta Industri PT Krakatau Information Technology 31 3 PT Krakatau Information Technology

Sub-total 433 393 Sub-total Koperasi Karyawan Latinusa 1 4 Koperasi Karyawan Latinusa

Total 3,830 6,940 Total Persentase dari total liabilitas 4.47% 8.52% Percentage from total liabilites

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

51

18. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

18. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

Utang lain-lain (Catatan 15) Trade payables (Note 15)

2014 2013

Pihak berelasi Related parties Pemegang saham yang sama The same shareholders PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 1 1 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Industrial Estate Cilegon 4 3 PT Krakatau Industrial Estate Cilegon PT Krakatau Medika 2 4 PT Krakatau Medika

Sub-total 7 8 Sub-total Koperasi Karyawan Latinusa 33 29 Koperasi Karyawan Latinusa Serikat Karyawan Latinusa 1 1 Serikat Karyawan Latinusa

Total 41 38 Total Persentase dari total liabilitas 0.05% 0.05% Percentage from total liabilities

Kompensasi dan Imbalan lain The compensation and other benefits

Yang termasuk personil manajemen kunci adalah Dewan Komisaris dan Direksi. Kompensasi dan imbalan lain yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

Key management employees include Board of Commissioners and Directors. The compensation and other benefits provided to the Board of Commissioners and Directors of the Company for the years ended 31 December 2014 and 2013 are as follows:

2014 2013

Imbalan jangka pendek 438 485 Short-term benefits 19. PENJUALAN NETO

19. NET SALES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2014/ 31 December 2014 Ton/Tonage

(Dalam satuan penuh/ In full amount)

Jumlah/ Amount

Penjualan lokal 141,805) 164,088) Domestic sales Retur penjualan (774) (1,172) Sales returns Neto 141,031) 162,916) Net

31 Desember 2013/ 31 December 2013 Ton/Tonage

(Dalam satuan penuh/ In full amount)

Jumlah/ Amount

Penjualan lokal 145,914) 172,867) Domestic sales Retur penjualan (585) (406) Sales returns Neto 145,329) 172,461) Net

Tidak ada penjualan ekspor pada tahun 2014 dan 2013.

There were no export sales in 2014 and 2013.

Penjualan neto dari pelanggan yang melebihi 10% dari total penjualan neto Perusahaan adalah sebagai berikut:

Net sales to customers exceeding more than 10% of the Company’s net sales are as follows:

2014 2013 Jumlah/

Amount

% Jumlah/

Amount

%

PT Cometa Can 16,550 11% 19,493 11% PT United Can Company 15,895 10% 31,136 18%

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk182

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

52

20. BEBAN POKOK PENJUALAN 20. COST OF GOODS SOLD

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Pemakaian bahan baku 128,620 139,709) Raw materials usage Gaji dan kesejahteraan karyawan )5,718) 6,380) Salaries and employees’ benefits Listrik dan air )4,951) 5,068) Electiricity and water Penyusutan (Catatan 9) 2,295) 2,250) Depreciation (Note 9) Pengepakan 2,004) 2,288) Packaging Penyisihan persediaan usang dan

penurunan persediaan (Catatan 6) 1,824

1,200) Provision for inventory obsolescence and decline in value of inventories (Note 6)

Bahan pembantu produksi 1,451) 1,537) Supporting materials Suku cadang 1,389) 1,706) Spareparts Perbaikan dan pemeliharaan 869) 1,094) Repairs and maintenance Perjalanan dan komunikasi 97) 125) Travelling and communications Jasa tolling (lacquer) -) 50) Tolling (lacquer) fees Lain-lain 521) 446) Others Total Biaya Produksi 149,739) 161,853) Total Production Costs Persediaan barang jadi awal 21,609) 19,291) Finished goods-beginning Pemulihan kembali penurunan nilai

persediaan (Catatan 6) (1,035) (348) The reversal of a decline in value of inventories

(Note 6) Persediaan barang jadi akhir (13,895) (21,609) Finished goods-ending Total 156,418) 159,187) Total

Pembelian neto dari pemasok yang melebihi 10% dari total pembelian neto Perusahaan adalah sebagai berikut:

Net purchases from suppliers involving purchases in excess of 10% from the Company’s total net purchase are as follows:

2014 2013 Jumlah/

Amount % Jumlah/ Amount %

Mitsui & Co., Ltd. 43,817 29% 47,367 27% Mitsui & Co., Ltd. Samsung Corporation 25,647 17% 20,571 12% Samsung Corporation PT Timah (Persero) Tbk 22,670 15% 22,906 13% PT Timah (Persero) Tbk Metal One Corporation 19,235 13% 27,054 16% Metal One Corporation Nippon Steel & Sumikin Bussan

Corporation 18,806 12% 23,573 14% Nippon Steel & Sumikin Bussan

Corporation

21. BEBAN PENJUALAN 21. SELLING EXPENSES Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pengangkutan 2,122 2,239 Transportation Gaji dan kesejahteraan karyawan 686 680 Salaries and employees’ benefits Jasa profesional dan konsultan 198 46 Professional and consultant fees Sewa, listrik dan asuransi 109 86 Rent, electricity and insurance Perjalanan dan komunikasi 53 61 Travelling and communications Iklan dan promosi 45 47 Advertising and promotions Penyusutan (Catatan 9) 22 22 Depreciation (Note 9) Lain-lain 32 62 Others Total 3,267 3,243 Total

22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 22. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Gaji dan kejahteraan karyawan 4,909 3,731 Salaries and employees’ benefits Sewa, listrik dan asuransi 605 612 Rent, electricity and insurance Penyusutan (Catatan 9) 520 554 Depreciation (Note 9) Perjalanan dan komunikasi 255 337 Travelling and communications Perlengkapan kantor 103 146 Office supplies Jasa profesional 98 231 Professional fees Perbaikan dan pemeliharaan 16 281 Repairs and maintenance Lain-lain 1,145 1,051 Others Total 7,651 6,943 Total

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

53

23. PENDAPATAN KEUANGAN 23. FINANCE INCOME Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Bunga deposito 106 131 Interest of time deposits Bunga jasa giro 39 96 Interest of current accounts Total 145 227 Total

24. BIAYA KEUANGAN 24. FINANCE COST Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Beban bunga bank 849 515 Interest expense on bank loans Beban penjualan piutang 245 53 Expense arising from sales of receivable Beban administrasi bank 149 108 Bank charges Total 1,243 676 Total

25. IMBALAN KERJA 25. EMPLOYEE BENEFITS Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Imbalan jangka panjang menurut perjanjian kerja bersama 3,069

3,628

Long-term benefits in accordance with the collective labor agreement

Tunjangan cuti besar 250 193 Long leave benefits Tunjangan penghargaan masa kerja 156 198 Service award Total 3,475 4,019 Total

Perusahaan menyediakan pensiun dan

kesejahteraan karyawan lainnya untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat sebagai berikut:

The Company provides retirement and other benefits to its eligible permanent employees, as follows:

Imbalan Pensiun Iuran Pasti Defined Contribution Pension Plan

Sejak tahun 1995, Perusahaan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat, yang dananya dikelola oleh Dana Pensiun Mitra Krakatau (DPMK) yang pendiriannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Beban pensiun yang dibebankan dalam operasi berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar USD277 dan USD322.

Since 1995, the Company established a defined contribution pension for all qualified permanent employees, which fund is managed by Dana Pensiun Mitra Krakatau (DPMK), the establishment of which was approved by the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. Pension expense charged to current operation for the years ended 31 December 2014 and 2013 amounted to USD277 and USD322, respectively.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 183

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

52

20. BEBAN POKOK PENJUALAN 20. COST OF GOODS SOLD

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Pemakaian bahan baku 128,620 139,709) Raw materials usage Gaji dan kesejahteraan karyawan )5,718) 6,380) Salaries and employees’ benefits Listrik dan air )4,951) 5,068) Electiricity and water Penyusutan (Catatan 9) 2,295) 2,250) Depreciation (Note 9) Pengepakan 2,004) 2,288) Packaging Penyisihan persediaan usang dan

penurunan persediaan (Catatan 6) 1,824

1,200) Provision for inventory obsolescence and decline in value of inventories (Note 6)

Bahan pembantu produksi 1,451) 1,537) Supporting materials Suku cadang 1,389) 1,706) Spareparts Perbaikan dan pemeliharaan 869) 1,094) Repairs and maintenance Perjalanan dan komunikasi 97) 125) Travelling and communications Jasa tolling (lacquer) -) 50) Tolling (lacquer) fees Lain-lain 521) 446) Others Total Biaya Produksi 149,739) 161,853) Total Production Costs Persediaan barang jadi awal 21,609) 19,291) Finished goods-beginning Pemulihan kembali penurunan nilai

persediaan (Catatan 6) (1,035) (348) The reversal of a decline in value of inventories

(Note 6) Persediaan barang jadi akhir (13,895) (21,609) Finished goods-ending Total 156,418) 159,187) Total

Pembelian neto dari pemasok yang melebihi 10% dari total pembelian neto Perusahaan adalah sebagai berikut:

Net purchases from suppliers involving purchases in excess of 10% from the Company’s total net purchase are as follows:

2014 2013 Jumlah/

Amount % Jumlah/ Amount %

Mitsui & Co., Ltd. 43,817 29% 47,367 27% Mitsui & Co., Ltd. Samsung Corporation 25,647 17% 20,571 12% Samsung Corporation PT Timah (Persero) Tbk 22,670 15% 22,906 13% PT Timah (Persero) Tbk Metal One Corporation 19,235 13% 27,054 16% Metal One Corporation Nippon Steel & Sumikin Bussan

Corporation 18,806 12% 23,573 14% Nippon Steel & Sumikin Bussan

Corporation

21. BEBAN PENJUALAN 21. SELLING EXPENSES Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Pengangkutan 2,122 2,239 Transportation Gaji dan kesejahteraan karyawan 686 680 Salaries and employees’ benefits Jasa profesional dan konsultan 198 46 Professional and consultant fees Sewa, listrik dan asuransi 109 86 Rent, electricity and insurance Perjalanan dan komunikasi 53 61 Travelling and communications Iklan dan promosi 45 47 Advertising and promotions Penyusutan (Catatan 9) 22 22 Depreciation (Note 9) Lain-lain 32 62 Others Total 3,267 3,243 Total

22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 22. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Gaji dan kejahteraan karyawan 4,909 3,731 Salaries and employees’ benefits Sewa, listrik dan asuransi 605 612 Rent, electricity and insurance Penyusutan (Catatan 9) 520 554 Depreciation (Note 9) Perjalanan dan komunikasi 255 337 Travelling and communications Perlengkapan kantor 103 146 Office supplies Jasa profesional 98 231 Professional fees Perbaikan dan pemeliharaan 16 281 Repairs and maintenance Lain-lain 1,145 1,051 Others Total 7,651 6,943 Total

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

53

23. PENDAPATAN KEUANGAN 23. FINANCE INCOME Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Bunga deposito 106 131 Interest of time deposits Bunga jasa giro 39 96 Interest of current accounts Total 145 227 Total

24. BIAYA KEUANGAN 24. FINANCE COST Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Beban bunga bank 849 515 Interest expense on bank loans Beban penjualan piutang 245 53 Expense arising from sales of receivable Beban administrasi bank 149 108 Bank charges Total 1,243 676 Total

25. IMBALAN KERJA 25. EMPLOYEE BENEFITS Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Imbalan jangka panjang menurut perjanjian kerja bersama 3,069

3,628

Long-term benefits in accordance with the collective labor agreement

Tunjangan cuti besar 250 193 Long leave benefits Tunjangan penghargaan masa kerja 156 198 Service award Total 3,475 4,019 Total

Perusahaan menyediakan pensiun dan

kesejahteraan karyawan lainnya untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat sebagai berikut:

The Company provides retirement and other benefits to its eligible permanent employees, as follows:

Imbalan Pensiun Iuran Pasti Defined Contribution Pension Plan

Sejak tahun 1995, Perusahaan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat, yang dananya dikelola oleh Dana Pensiun Mitra Krakatau (DPMK) yang pendiriannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Beban pensiun yang dibebankan dalam operasi berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar USD277 dan USD322.

Since 1995, the Company established a defined contribution pension for all qualified permanent employees, which fund is managed by Dana Pensiun Mitra Krakatau (DPMK), the establishment of which was approved by the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. Pension expense charged to current operation for the years ended 31 December 2014 and 2013 amounted to USD277 and USD322, respectively.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk184

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

54

25. IMBALAN KERJA (Lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS (Continued)

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Sejak tahun 1986, Perusahaan mempunyai program asuransi pensiun manfaat pasti kepada seluruh karyawan tetap yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan dalam suatu perjanjian bersama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Iuran premi yang dibebankan dalam operasi berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar USD554 dan USD519.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Since 1986, the Company has defined benefit pension insurance program to all permanent employees who meet the requirements, specified in an agreement with PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Contributions premiums charged to current operations for the years ended 31 December 2014 and 2013 amounted to USD554 dan USD519, respectively.

Program Kesehatan Pensiun Pension Health Programs Pada tahun 2014, Perusahaan mempunyai program kesehatan pensiunan kepada seluruh karyawan tetap yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan dalam suatu perjanjian bersama dengan PT AXA Financial Indonesia. Pembayaran atas program ini di tahun 2014 adalah USD368.

In 2014, the Company has a health programs retired employee to all permanent employees who meet the requirements, specified in an agreement with PT AXA Financial Indonesia. Payment for this program in 2014 is USD368.

Manajemen Perusahaan memperoleh perhitungan

aktuaris pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 untuk menghitung pencadangan atas liabilitas estimasi atas kesejahteraan karyawan yang tidak didanai sesuai Perjanjian Kerja Bersama yang dilakukan oleh aktuaris independen, PT Quattro Asia Consulting (sebelumnya, PT Binaputera Jaga Hikmah), dalam laporannya masing-masing tanggal 5 Januari 2015 dan 15 Januari 2014. Perhitungan aktuaris untuk 31 Desember 2014 dan 2013 menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:

The management obtained an actuarial calculation as of 31 December 2014 and 2013 to compute the unfunded estimated liabilities of employee benefits based on the Company’s Collective Labor Agreement. The actuarial calculation was prepared by PT Quattro Asia Consulting (formerly, PT Binaputera Jaga Hikmah), an independent actuary, based on its report dated 5 January 2015 and 15 January 2014, respectively. The actuarial calculation for 31 December 2014 and 2013, using the ”Projected Unit Credit” method which utilized the following assumptions:

2014 2013

Tingkat bunga aktuaria 8% 8.54% Actuarial discount rate Tingkat kematian Tabel Mortalita Indonesia

III- 2011/Indonesia Mortality Table III-2011

Tabel Mortalita Indonesia II- 2011/Indonesia Mortality

Table II-2011

Mortality rate

Tingkat kenaikan gaji 10,25% per tahun/per annum 8% per tahun/per annum Salaries increase rate Umur pensiun 56 tahun/years 56 tahun/years Retirement age Tingkat cacat 10% dari tingkat

kematian/from mortality rate 10% dari tingkat

kematian/from mortality rate Disability rate

Tabel berikut ini menyajikan komponen beban imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan untuk liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan.

The following tables summarize the components of employee benefits expense recognized in the statement of comprehensive income and estimated liabilities for employee benefits recognized in the statement of financial position.

a. Beban kesejahteraan karyawan a. Employee benefits expenses

2014 2013

Biaya jasa kini 433) 429) Current service costs Biaya bunga 507) 370) Interest costs Amortisasi kerugian aktuaria 39) 339) Amortization of actuarial loss Amortisasi dari biaya jasa lalu yang belum

diakui – non vested 32) 36) Amortization of unrecognized past service

cost - non vested Kurtailmen (375) -) Curtailment Penyesuaian akibat beda mata uang

laporan (59) (1,040) Effects of different in reporting currency Total Beban Kesejahteraan Karyawan,

Neto 577) 134) Total Employee Benefits Expenses, Net

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

55

25. IMBALAN KERJA (Lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS (Continued)

b. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja b. Estimated liabilities for employee benefits

2014 2013

Nilai kini dari liabilitas imbalan kerja pada awal tahun 5,785) 7,750)

Present value of employee benefits obligation, beginning of year

Biaya jasa kini 433) 429) Current service costs Biaya bunga 507) 370) Interest costs Pembayaran manfaat (1,121) (1,091) Benefits payments Rugi (laba) aktuaria 624) (131) Actuarial loss (gain) Kurtailmen (557) -) Curtailment Penyesuaian akibat beda mata uang

laporan (112) (1,542) Effects of different in reporting currency Nilai kini dari liabilitas imbalan pascakerja

pada akhir tahun 5,559) 5,785) Present value of employee benefits

obligation, end of year Nilai kini dari liabilitas imbalan pascakerja

pada akhir tahun 5,559) 5,785) Present value of employee benefits

obligation, end of year Kerugian aktuaria yang belum diakui (2,032) (1,672) Unrecognized actuarial loss Biaya jasa lalu yang belum diakui (52) (94) Unrecognized past service cost

Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Kerja 3,475) 4,019) Estimated Liabilities for Employee

Benefits

2014 2013 2012 2011 2010 Informasi historis Historical information

Nilai kini dari liabilitas Present value of employee imbalan kerja 5,559) 5,785) 7,750) 7,950) 6,209 benefit obligation Penyesuaian yang timbul Experience adjustment dari liabilitas program (60) (305) (87) (86) 53 arising on plan obligation

c. Mutasi saldo liabilitas diestimasi atas liabilitas

kesejahteraan karyawan adalah sebagai berikut:

c. Movements of the balances of estimated

liabilities for employee benefits:

2014 2013

Saldo awal 4,019) 4,976) Beginning balance Penambahan penyisihan 577) 134) Increase in provision Pembayaran manfaat (1,121) (1,091) Benefits payments

Saldo akhir 3,475) 4,019) Ending balance

Berdasarkan penilaian manajemen, cadangan atas imbalan kerja beserta beban kesejahteraan karyawan telah cukup untuk memenuhi ketentuan minimum yang dipersyaratkan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan.

The management of the Company is of the opinion that accrual of the employee benefits and employee benefits expense are adequate to cover minimum requirement as stipulated under the Labor Law No. 13 year 2003.

26. KOMPENSASI BERBASIS SAHAM 26. STOCK BASED COMPENSATION

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diadakan pada tanggal 24 Maret 2010, sebagaimana tercantum dalam Akta No. 170 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., notaris pengganti dari Sutjipto, S.H., pemegang saham menyetujui program kepemilikan saham oleh manajemen dan karyawan (MESOP) yang pelaksanaannya dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan akan ditetapkan oleh Dewan Komisaris Perusahaan.

Based on the Company’s Minutes of Annual General Shareholders’ Meeting held on 24 March 2010, as notarized in the Notarial Deed No. 170 of Aulia Taufani, S.H., the substitute notary of Sutjipto, S.H., the shareholders ratified, among others, management and employee stock option program (MESOP), which the implementation is determined by the Company’s Board of Commissioners.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 185

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

54

25. IMBALAN KERJA (Lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS (Continued)

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Sejak tahun 1986, Perusahaan mempunyai program asuransi pensiun manfaat pasti kepada seluruh karyawan tetap yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan dalam suatu perjanjian bersama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Iuran premi yang dibebankan dalam operasi berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah masing-masing sebesar USD554 dan USD519.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Since 1986, the Company has defined benefit pension insurance program to all permanent employees who meet the requirements, specified in an agreement with PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Contributions premiums charged to current operations for the years ended 31 December 2014 and 2013 amounted to USD554 dan USD519, respectively.

Program Kesehatan Pensiun Pension Health Programs Pada tahun 2014, Perusahaan mempunyai program kesehatan pensiunan kepada seluruh karyawan tetap yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan dalam suatu perjanjian bersama dengan PT AXA Financial Indonesia. Pembayaran atas program ini di tahun 2014 adalah USD368.

In 2014, the Company has a health programs retired employee to all permanent employees who meet the requirements, specified in an agreement with PT AXA Financial Indonesia. Payment for this program in 2014 is USD368.

Manajemen Perusahaan memperoleh perhitungan

aktuaris pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 untuk menghitung pencadangan atas liabilitas estimasi atas kesejahteraan karyawan yang tidak didanai sesuai Perjanjian Kerja Bersama yang dilakukan oleh aktuaris independen, PT Quattro Asia Consulting (sebelumnya, PT Binaputera Jaga Hikmah), dalam laporannya masing-masing tanggal 5 Januari 2015 dan 15 Januari 2014. Perhitungan aktuaris untuk 31 Desember 2014 dan 2013 menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:

The management obtained an actuarial calculation as of 31 December 2014 and 2013 to compute the unfunded estimated liabilities of employee benefits based on the Company’s Collective Labor Agreement. The actuarial calculation was prepared by PT Quattro Asia Consulting (formerly, PT Binaputera Jaga Hikmah), an independent actuary, based on its report dated 5 January 2015 and 15 January 2014, respectively. The actuarial calculation for 31 December 2014 and 2013, using the ”Projected Unit Credit” method which utilized the following assumptions:

2014 2013

Tingkat bunga aktuaria 8% 8.54% Actuarial discount rate Tingkat kematian Tabel Mortalita Indonesia

III- 2011/Indonesia Mortality Table III-2011

Tabel Mortalita Indonesia II- 2011/Indonesia Mortality

Table II-2011

Mortality rate

Tingkat kenaikan gaji 10,25% per tahun/per annum 8% per tahun/per annum Salaries increase rate Umur pensiun 56 tahun/years 56 tahun/years Retirement age Tingkat cacat 10% dari tingkat

kematian/from mortality rate 10% dari tingkat

kematian/from mortality rate Disability rate

Tabel berikut ini menyajikan komponen beban imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan untuk liabilitas diestimasi atas kesejahteraan karyawan.

The following tables summarize the components of employee benefits expense recognized in the statement of comprehensive income and estimated liabilities for employee benefits recognized in the statement of financial position.

a. Beban kesejahteraan karyawan a. Employee benefits expenses

2014 2013

Biaya jasa kini 433) 429) Current service costs Biaya bunga 507) 370) Interest costs Amortisasi kerugian aktuaria 39) 339) Amortization of actuarial loss Amortisasi dari biaya jasa lalu yang belum

diakui – non vested 32) 36) Amortization of unrecognized past service

cost - non vested Kurtailmen (375) -) Curtailment Penyesuaian akibat beda mata uang

laporan (59) (1,040) Effects of different in reporting currency Total Beban Kesejahteraan Karyawan,

Neto 577) 134) Total Employee Benefits Expenses, Net

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

55

25. IMBALAN KERJA (Lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS (Continued)

b. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja b. Estimated liabilities for employee benefits

2014 2013

Nilai kini dari liabilitas imbalan kerja pada awal tahun 5,785) 7,750)

Present value of employee benefits obligation, beginning of year

Biaya jasa kini 433) 429) Current service costs Biaya bunga 507) 370) Interest costs Pembayaran manfaat (1,121) (1,091) Benefits payments Rugi (laba) aktuaria 624) (131) Actuarial loss (gain) Kurtailmen (557) -) Curtailment Penyesuaian akibat beda mata uang

laporan (112) (1,542) Effects of different in reporting currency Nilai kini dari liabilitas imbalan pascakerja

pada akhir tahun 5,559) 5,785) Present value of employee benefits

obligation, end of year Nilai kini dari liabilitas imbalan pascakerja

pada akhir tahun 5,559) 5,785) Present value of employee benefits

obligation, end of year Kerugian aktuaria yang belum diakui (2,032) (1,672) Unrecognized actuarial loss Biaya jasa lalu yang belum diakui (52) (94) Unrecognized past service cost

Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Kerja 3,475) 4,019) Estimated Liabilities for Employee

Benefits

2014 2013 2012 2011 2010 Informasi historis Historical information

Nilai kini dari liabilitas Present value of employee imbalan kerja 5,559) 5,785) 7,750) 7,950) 6,209 benefit obligation Penyesuaian yang timbul Experience adjustment dari liabilitas program (60) (305) (87) (86) 53 arising on plan obligation

c. Mutasi saldo liabilitas diestimasi atas liabilitas

kesejahteraan karyawan adalah sebagai berikut:

c. Movements of the balances of estimated

liabilities for employee benefits:

2014 2013

Saldo awal 4,019) 4,976) Beginning balance Penambahan penyisihan 577) 134) Increase in provision Pembayaran manfaat (1,121) (1,091) Benefits payments

Saldo akhir 3,475) 4,019) Ending balance

Berdasarkan penilaian manajemen, cadangan atas imbalan kerja beserta beban kesejahteraan karyawan telah cukup untuk memenuhi ketentuan minimum yang dipersyaratkan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan.

The management of the Company is of the opinion that accrual of the employee benefits and employee benefits expense are adequate to cover minimum requirement as stipulated under the Labor Law No. 13 year 2003.

26. KOMPENSASI BERBASIS SAHAM 26. STOCK BASED COMPENSATION

Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diadakan pada tanggal 24 Maret 2010, sebagaimana tercantum dalam Akta No. 170 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., notaris pengganti dari Sutjipto, S.H., pemegang saham menyetujui program kepemilikan saham oleh manajemen dan karyawan (MESOP) yang pelaksanaannya dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan akan ditetapkan oleh Dewan Komisaris Perusahaan.

Based on the Company’s Minutes of Annual General Shareholders’ Meeting held on 24 March 2010, as notarized in the Notarial Deed No. 170 of Aulia Taufani, S.H., the substitute notary of Sutjipto, S.H., the shareholders ratified, among others, management and employee stock option program (MESOP), which the implementation is determined by the Company’s Board of Commissioners.

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk186

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

56

26. KOMPENSASI BERBASIS SAHAM (Lanjutan) 26. STOCK BASED COMPENSATION (Continued) Selanjutnya, berdasarkan Risalah Rapat Dewan Komisaris tanggal 26 November 2010, Dewan Komisaris telah menyetujui usulan Direksi atas pelaksanaan dan penentuan harga MESOP tahap pertama pada tanggal 26 November 2010 dengan diskon 10%, sehingga harga pelaksanaan menjadi sebesar Rp400 per lembar saham.

Furthermore, based on the Company’s Board of Commissioners’ Minutes of Meeting, dated 26 November 2010, the Board of Commissioners has approved Director’s proposal on the implementation and the exercise price of first phase MESOP program on 26 November 2010 with 10% discount, therefore, the exercise price amounted to Rp400 per share.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. HK.00.01/ 113/0000/2010, Perusahaan memutuskan jumlah saham baru yang diterbitkan untuk program MESOP tahap pertama sebanyak 37.850.250 lembar saham dengan persentase alokasi pembagian 10% untuk Direksi dan Dewan Komisaris (kecuali Komisaris Independen) dan 90% untuk karyawan, yang pelaksanaannya dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

Based on the Director’s Decision Letter No. HK.00.01/113/0000/2010, the Company decided on the number of new shares to be issued for first phase MESOP program totaling to 37,850,250 shares with allocation percentage is 10% for Director and Board of Commissioners (except Independent Commissioner) and 90% for employees, with the exercise details as follows:

a. Periode pelaksanaan untuk tahap pertama

dilakukan empat kali, yang terdiri dari (1) 50% pada tahun 2011, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2011 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2011; dan (2) 50% pada tahun 2012, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2012 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2012.

b. Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan

masing-masing pada periode pelaksanaan sebanyak 18.925.125 lembar saham pada tahun 2011 dan 2012.

c. Harga eksekusi saham MESOP tahap 1

ditetapkan sebesar Rp400.

a. The exercise period for the first phase will be conducted four times, which consist of, (1) 50% for 2011, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2011 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2011; and (2) 50% in 2012, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2012 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2012.

b. The number of new shares that will be issued

in the exercise period is 18,925,125 in 2011 and 2012, each.

c. The first phase MESOP exercise price

amounted to Rp400.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.HK.00.01/42/0000/2012 pada tanggal 30 April 2012, Perusahaan memutuskan jumlah saham baru yang diterbitkan untuk program MESOP tahap kedua sebanyak 37.850.250 lembar saham dengan persentase alokasi pembagian 10% untuk Direksi dan Dewan Komisaris (kecuali Komisaris Independen) dan 90% untuk karyawan, yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

Based on the Directors’ Decision Letter No. HK.00.01/42/0000/2012 dated 30 April 2012, the Company decided on the number of new shares to be issued for second phase MESOP program totaling to 37,850,250 shares with allocation percentage is 10% for Directors and Board of Commissioners (except Independent Commissioner) and 90% for employees, with the exercise details as follows:

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

57

26. KOMPENSASI BERBASIS SAHAM (Lanjutan) 26. STOCK BASED COMPENSATION (Continued) a. Periode pelaksanaan untuk tahap kedua

dilakukan empat kali, yang terdiri dari: (1) 50% pada tahun 2012, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2012 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2012; dan (2) 50% pada tahun 2013, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2013 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2013.

b. Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan

masing-masing pada periode pelaksanaan sebanyak 18.925.125 lembar saham pada tahun 2012 dan 2013.

c. Harga eksekusi saham MESOP tahap 2

ditetapkan sebesar Rp325.

a. The exercise period for the second phase will

be conducted four times, which consist of, (1) 50% for 2012, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2012 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2012; and (2) 50% in 2013, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2013 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2013.

b. The number of new shares that will be issued in

the exercise period is 18,925,125 in 2012 and 2013, each.

c. The second phase MESOP exercise price of amounted to Rp325.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.HK.00.01/43A/0000/2013 pada tanggal 30 April 2013, Perusahaan memutuskan jumlah saham baru yang diterbitkan untuk program MESOP tahap ketiga sebanyak 50.467.000 lembar saham dengan persentase alokasi pembagian 10% untuk Direksi dan Dewan Komisaris (kecuali Komisaris Independen) dan 90% untuk karyawan, yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. Periode pelaksanaan untuk tahap ketiga

dilakukan empat kali, yang terdiri dari: (1) 50% pada tahun 2013, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2013 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2013; dan (2) 50% pada tahun 2014, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2014 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2014.

b. Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan

masing-masing pada periode pelaksanaan sebanyak 25.233.500 lembar saham pada tahun 2013 dan 2014.

c. Harga eksekusi saham MESOP tahap 3

ditetapkan sebesar Rp325.

Based on the Directors’ Decision Letter No. HK.00.01/43A/0000/2013 dated 30 April 2013 , the Company decided on the number of new shares to be issued for third phase MESOP program totaling to 50,467,000 shares with allocation percentage is 10% for Directors and Board of Commissioners (except Independent Commissioner) and 90% for employees, with the exercise details as follows:

a. The exercise period for the third phase will be conducted four times, which consist of, (1) 50% for 2013, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2013 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2013; and (2) 50% in 2014, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2014 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2014.

b. The number of new shares that will be issued in the exercise period is 25,233,500 in 2013 and 2014, each.

c. The third phase MESOP exercise price of amounted to Rp325.

Nilai wajar dari setiap hak opsi diestimasi pada setiap tanggal pemberian hak opsi dengan menggunakan model “Black-Scholes Option Pricing”, dengan asumsi utama sebagai berikut:

The fair value of each option right is estimated on the grant date using the Black-Scholes Option Pricing model, with primary assumptions as follows:

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 187

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

56

26. KOMPENSASI BERBASIS SAHAM (Lanjutan) 26. STOCK BASED COMPENSATION (Continued) Selanjutnya, berdasarkan Risalah Rapat Dewan Komisaris tanggal 26 November 2010, Dewan Komisaris telah menyetujui usulan Direksi atas pelaksanaan dan penentuan harga MESOP tahap pertama pada tanggal 26 November 2010 dengan diskon 10%, sehingga harga pelaksanaan menjadi sebesar Rp400 per lembar saham.

Furthermore, based on the Company’s Board of Commissioners’ Minutes of Meeting, dated 26 November 2010, the Board of Commissioners has approved Director’s proposal on the implementation and the exercise price of first phase MESOP program on 26 November 2010 with 10% discount, therefore, the exercise price amounted to Rp400 per share.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. HK.00.01/ 113/0000/2010, Perusahaan memutuskan jumlah saham baru yang diterbitkan untuk program MESOP tahap pertama sebanyak 37.850.250 lembar saham dengan persentase alokasi pembagian 10% untuk Direksi dan Dewan Komisaris (kecuali Komisaris Independen) dan 90% untuk karyawan, yang pelaksanaannya dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

Based on the Director’s Decision Letter No. HK.00.01/113/0000/2010, the Company decided on the number of new shares to be issued for first phase MESOP program totaling to 37,850,250 shares with allocation percentage is 10% for Director and Board of Commissioners (except Independent Commissioner) and 90% for employees, with the exercise details as follows:

a. Periode pelaksanaan untuk tahap pertama

dilakukan empat kali, yang terdiri dari (1) 50% pada tahun 2011, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2011 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2011; dan (2) 50% pada tahun 2012, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2012 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2012.

b. Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan

masing-masing pada periode pelaksanaan sebanyak 18.925.125 lembar saham pada tahun 2011 dan 2012.

c. Harga eksekusi saham MESOP tahap 1

ditetapkan sebesar Rp400.

a. The exercise period for the first phase will be conducted four times, which consist of, (1) 50% for 2011, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2011 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2011; and (2) 50% in 2012, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2012 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2012.

b. The number of new shares that will be issued

in the exercise period is 18,925,125 in 2011 and 2012, each.

c. The first phase MESOP exercise price

amounted to Rp400.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.HK.00.01/42/0000/2012 pada tanggal 30 April 2012, Perusahaan memutuskan jumlah saham baru yang diterbitkan untuk program MESOP tahap kedua sebanyak 37.850.250 lembar saham dengan persentase alokasi pembagian 10% untuk Direksi dan Dewan Komisaris (kecuali Komisaris Independen) dan 90% untuk karyawan, yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

Based on the Directors’ Decision Letter No. HK.00.01/42/0000/2012 dated 30 April 2012, the Company decided on the number of new shares to be issued for second phase MESOP program totaling to 37,850,250 shares with allocation percentage is 10% for Directors and Board of Commissioners (except Independent Commissioner) and 90% for employees, with the exercise details as follows:

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

57

26. KOMPENSASI BERBASIS SAHAM (Lanjutan) 26. STOCK BASED COMPENSATION (Continued) a. Periode pelaksanaan untuk tahap kedua

dilakukan empat kali, yang terdiri dari: (1) 50% pada tahun 2012, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2012 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2012; dan (2) 50% pada tahun 2013, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2013 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2013.

b. Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan

masing-masing pada periode pelaksanaan sebanyak 18.925.125 lembar saham pada tahun 2012 dan 2013.

c. Harga eksekusi saham MESOP tahap 2

ditetapkan sebesar Rp325.

a. The exercise period for the second phase will

be conducted four times, which consist of, (1) 50% for 2012, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2012 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2012; and (2) 50% in 2013, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2013 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2013.

b. The number of new shares that will be issued in

the exercise period is 18,925,125 in 2012 and 2013, each.

c. The second phase MESOP exercise price of amounted to Rp325.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.HK.00.01/43A/0000/2013 pada tanggal 30 April 2013, Perusahaan memutuskan jumlah saham baru yang diterbitkan untuk program MESOP tahap ketiga sebanyak 50.467.000 lembar saham dengan persentase alokasi pembagian 10% untuk Direksi dan Dewan Komisaris (kecuali Komisaris Independen) dan 90% untuk karyawan, yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. Periode pelaksanaan untuk tahap ketiga

dilakukan empat kali, yang terdiri dari: (1) 50% pada tahun 2013, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2013 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2013; dan (2) 50% pada tahun 2014, dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 Mei 2014 dan dengan periode pelaksanaan selama 30 hari bursa dimulai pada 1 November 2014.

b. Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan

masing-masing pada periode pelaksanaan sebanyak 25.233.500 lembar saham pada tahun 2013 dan 2014.

c. Harga eksekusi saham MESOP tahap 3

ditetapkan sebesar Rp325.

Based on the Directors’ Decision Letter No. HK.00.01/43A/0000/2013 dated 30 April 2013 , the Company decided on the number of new shares to be issued for third phase MESOP program totaling to 50,467,000 shares with allocation percentage is 10% for Directors and Board of Commissioners (except Independent Commissioner) and 90% for employees, with the exercise details as follows:

a. The exercise period for the third phase will be conducted four times, which consist of, (1) 50% for 2013, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2013 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2013; and (2) 50% in 2014, with the implementation period of 30 days starting on 1 May 2014 and the implementation period of 30 days starting on 1 November 2014.

b. The number of new shares that will be issued in the exercise period is 25,233,500 in 2013 and 2014, each.

c. The third phase MESOP exercise price of amounted to Rp325.

Nilai wajar dari setiap hak opsi diestimasi pada setiap tanggal pemberian hak opsi dengan menggunakan model “Black-Scholes Option Pricing”, dengan asumsi utama sebagai berikut:

The fair value of each option right is estimated on the grant date using the Black-Scholes Option Pricing model, with primary assumptions as follows:

Laporan Tahunan 2014 PT LATINUSA Tbk188

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

58

26. KOMPENSASI BERBASIS SAHAM (Lanjutan) 26. STOCK BASED COMPENSATION (Continued)

26-11-2010 s.d./until 31-12-2010

Dividen yang diharapkan 1,45% Expected dividend rate Periode opsi yang diharapkan 2 tahun/years Expected option period Harga saham pada tanggal pemberian hak opsi Rp435 Share price on grant date Harga eksekusi Rp400 Exercise price Ketidakstabilan harga saham yang diharapkan 51,90% Expected volatility of stock price Suku bunga bebas risiko 8,19% Risk-free interest rate Tingkat opsi yang gagal diperoleh 0% Forteiture rate Ikhtisar posisi program pemilikan saham karyawan dan manajemen pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 berikut perubahan-perubahannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut:

The summary of the employees’ and management stock option plan as of 31 December 2014 and 2013 and the changes for the years then ended are as follows:

Hak opsi tahap ketiga: Third phase option:

2014 2013

Saham dalam hak opsi awal tahun 25,233,500) 18,925,125) Beginning balance of stock option Pemberian hak opsi selama tahun pemberian hak

opsi 25,233,500) 25,233,500) Option rights vested during the current year Pelaksanaan hak opsi selama tahun berjalan -) -) Option exercised during the current year Hak opsi yang gagal diperoleh (50,467,000) (18,925,125) Forfeited stock option

Saham dalam hak opsi akhir tahun -) 25,233,500) Ending balance of stock option Nilai wajar hak opsi pada tanggal pemberian hak

opsi 88) 88) Fair value of option rights at grant date Jumlah beban kompensasi sehubungan dengan MESOP untuk tahun yang berakhir pada tanggal–tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 yang dibebankan pada usaha adalah nihil.

Total compensation expense in relation to the MESOP for years ended 31 December 2014 and 2013, is nil.

27. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING 27. SIGNIFICANT AGREEMENTS

a. Pada tanggal 4 Maret 2004, Perusahaan mengadakan perjanjian jasa pengangkutan produk pelat timah dengan PT Buana Centra Swakarsa (BCS). Perjanjian ini telah diubah beberapa kali, terakhir tanggal 8 September 2014 dan berlaku sampai dengan tanggal 31 Juli 2016.

a. On 4 March 2004, the Company entered into a tin plate transportation service agreement with PT Buana Centra Swakarsa (BCS). The agreement has been amended several times, the latest was dated 8 September 2014 and the agreement is valid until 31 July 2016.

b. Pada tanggal 31 Mei 2004, Perusahaan mengadakan perjanjian jasa forwarding impor Tin Mill Black Plate (TMBP) dengan PT Buana Centra Swakarsa (BCS). Perjanjian ini telah diubah beberapa kali, terakhir tanggal 30 Januari 2015 dan berlaku sampai dengan tanggal 31 Maret 2015.

b. On 31 May 2004, the Company entered into a Tin Mill Black Plate (TMBP) import forwarding service agreement with PT Buana Centra Swakarsa (BCS). The agreement has been amended several times, the latest was dated 30 January 2015 and the agreement is valid until 31 March 2015.

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

59

27. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (Lanjutan) c. Pada tanggal 26 Agustus 2004, Perusahaan

mengadakan perjanjian jasa pengepakan produk pelat timah dengan PT Buana Centra Swakarsa (BCS). Perjanjian ini telah diubah beberapa kali, terakhir tanggal 30 Januari 2015. Berdasarkan perjanjian ini serta perubahannya, BCS wajib menyerahkan kepada Perusahaan jaminan pelaksanaan (performance bond) sebesar 5% dari nilai harga pekerjaan selama 12 bulan kalender berlaku sampai dengan tanggal 31 Maret 2015.

27. SIGNIFICANT AGREEMENTS (Continued)

c. On 26 August 2004, the Company entered into a tin plate packaging service agreement with PT Buana Centra Swakarsa (BCS). The agreement has been amended several times, the latest dated 30 January 2015. Under this agreement and the amendments, PT Buana Centra Swakarsa (BCS) shall submit the performance bonds of 5% of the price during the 12 months and valid until 31 March 2015.

d. Pada tanggal 22 Desember 2004, Perusahaan mengadakan perjanjian jasa pengangkutan produk pelat timah dengan PT Lancar Central Logistics (LCL). Perjanjian ini telah diubah beberapa kali, terakhir kali tanggal 8 September 2014, dan perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2016.

e. Pada tanggal 2 Mei 2005, Perusahaan

mengadakan perjanjian jasa forwarding TMBP dengan PT Wahana Sentana Baja (WSB). Perjanjian ini termasuk jasa supervisi penerimaan dan pengurusan TMBP. Perjanjian ini telah diubah beberapa kali, terakhir kali tanggal 30 Januari 2015, dan perjanjian ini akan berakhir tanggal 31 Maret 2015.

d. On 22 December 2004, the Company entered into a tin plate transportation service agreement with PT Lancar Central Logistics (LCL). The agreement has been amended several times, the latest was dated 8 September 2014, and the agreement is valid until 31 July 2016.

e. On 2 May 2005, the Company entered into a Tin

Mill Black Plate (TMBP) import forwarding service agreement with PT Wahana Sentana Baja (WSB). The agreement included the supervision services of TMBP receives and administration. The agreement has been amended several times, the latest was dated 30 January 2015 and the agreement is valid until 31 March 2015.

f. Perusahaan mengadakan perjanjian pengadaan

timah kepada PT Timah (Persero) Tbk (PT Timah). Perusahaan menyetujui untuk membeli Banka Tin dari PT Timah sebanyak 240 MT selama bulan Januari sampai Maret 2015 dengan harga USD20 per MT dan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia rata-rata tanggal 1 Oktober sampai dengan 18 Desember 2014 (Rp12.222) dan PPN 10% dari jumlah invoice bulan Januari sampai dengan Maret 2015. Perjanjian ini telah diubah beberapa kali, terakhir kali tanggal 22 Desember 2014, dan akan berakhir pada tanggal 30 Maret 2015.

f. The Company entered into a tin purchase agreement with PT Timah (Persero) Tbk (PT Timah). The Company agreed to purchase Banka Tin from PT Timah totaling 240 MT during January until March 2015 with USD20 per MT and using average BI Middle rate from 1 October until 18 December 2014 (Rp12,222) and 10% of VAT of the invoice value for January until March 2015. The agreement has been amended several times, the latest was dated 22 December 2014, and the agreement is valid until 30 March 2015.

g. Pada tanggal 31 Maret 2008, Perusahaan

mengadakan perjanjian jual beli gas dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dimana PGN menyetujui penyaluran gas kepada Perusahaan. Perjanjian ini telah diubah beberapa kali, terakhir kali tanggal 15 Maret 2013 dan perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2018.

g. On 31 March 2008, the Company entered into gas sales and purchase agreement with PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) whereby PGN agreed to distribute gas to the Company. The agreement has been amended several times, the latest was dated 15 March 2013 and the agreement is valid until 31 March 2018.

2014 Annual Report PT LATINUSA Tbk 189

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013

(Disajikan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain)

PT PELAT TIMAH NUSANTARA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

For the Years Ended 31 December 2014 and 2013

(Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated)

58

26. KOMPENSASI BERBASIS SAHAM (Lanjutan) 26. STOCK BASED COMPENSATION (Continued)

26-11-2010 s.d./until 31-12-2010

Dividen yang diharapkan 1,45% Expected dividend rate Periode opsi yang diharapkan 2 tahun/years Expected option period Harga saham pada tanggal pemberian hak opsi Rp435 Share price on grant date Harga eksekusi Rp400 Exercise price Ketidakstabilan harga saham yang diharapkan 51,90% Expected volatility of stock price Suku bunga bebas risiko 8,19% Risk-free interest rate Tingkat opsi yang gagal diperoleh 0% Forteiture rate Ikhtisar posisi program pemilikan saham karyawan dan manajemen pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 berikut perubahan-perubahannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut:

The summary of the employees’ and management stock option plan as of 31 December 2014 and 2013 and the changes for the years then ended are as follows:

Hak opsi tahap ketiga: Third phase option:

2014 2013

Saham dalam hak opsi awal tahun 25,233,500) 18,925,125) Beginning balance of stock option Pemberian hak opsi selama tahun pemberian hak

opsi 25,233,500) 25,233,500) Option rights vested during the current year Pelaksanaan hak opsi selama tahun berjalan -) -) Option exercised during the current year Hak opsi yang gagal diperoleh (50,467,000) (18,925,125) Forfeited stock option

Saham dalam hak opsi akhir tahun -) 25,233,500) Ending balance of stock option Nilai wajar hak opsi pada tanggal pemberian hak

opsi 88) 88) Fair value of option rights at grant date Jumlah beban kompensasi sehubungan dengan MESOP untuk tahun yang berakhir pada tanggal–t