syamsul anam - . Kata kunci: Rumus koreksi, kemampuan menulis Tesis ini merupakan jenis penelitian eksperimen tentang efektifitas penggunaan rumus-rumus koreksi untuk

  • View
    222

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of syamsul anam - . Kata kunci: Rumus koreksi, kemampuan menulis Tesis ini merupakan jenis penelitian...

  • P

  • (t0)t

    ABSTRACT

  • Anam, Syamsul, 2009, The Effectivity of Using Error Correction Code to Improve

    Writing Skill at Madrasah Aliyah Darussholah Jember, Thesis, Post-Graduate Program of the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang. Advisor: 1) Prof. Dr. H. M. Ainin, M.Pd., 2) Dr. Faeshol Mahmoud Adam Ibrahim

    Key words: error correction code, writing skill

    This study is intended to know the effectivity of error correction code to improve writing skill in Arabic language at Madrasah Aliyah Darussholah Jember. It is based on real problems in writing skill teaching process, namely, students repetitive error, which motivated the teacher to find a solution, as writing is an important skill.

    Statement of the Problems: The researcher specifies the purpose into two research questions; 1) Can error correction code improve writing skill? 2) How do the students response to improve writing skill before and after they know error correction code?

    Hypothesis: The researcher proposes a hypothesis to answer the question which is error correction code can improve the students writing skill.

    Research Method: This study takes experiment design involving quantitative analysis. The source of the primary data was the third graders of Madrasah Aliyah Darussholah Jember in academic year of 2008/2009, while the secondary data were the group of scores from the pre-test and post-test to the control and experiment groups. The data collection involved observation, questionnaires, and test.

    Research Results: The research results indicate that the error correction code is effective to improve writing skill in Arabic language at Madrasah Aliyah Darussholah. The result of the pre-test and post-test given to the experiment group shows the value of 5,18 which is higher than the t-value with the significant level of 0.05% (2.16) and 0.01% (3.01). Yet, the result of the pre-test and post-test to the control group is 1.63 which is less that the t-value with the significant level of 0.05 (2016) and 0.01% (3.01). In addition, from the questionnaires and observations, it was found that one of the students confusions was that they did not know the substance of the error they made in their work sheet (78.67%) because the teacher just marked the unaccepted words or sentences, which made the students reluctant to fix them and lazy to improve their competence. Thus, correction code was meant to show the students their errors and mistakes so that they were aware of and fix them.

    The researcher expects that this study can serve as a base to step on for the future research.

  • ABSTRAK

    Anam, Syamsul, 2009, Efektivitas Penggunaan Rumus Koreksi Terhadap Peningkatan Kemampuan Menulis, Tesis Pada Konsentrasi Pembelajaran Bahasa Arab, Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pembimbing 1) Dr. Faeshol Mahmoud Adam Ibrahim, Pembimbing 2) Prof. Dr. H. M. Ainin, M.Pd.

    Kata kunci: Rumus koreksi, kemampuan menulis

    Tesis ini merupakan jenis penelitian eksperimen tentang efektifitas penggunaan rumus-rumus koreksi untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis berbahasa arab di Madrasah Aliyah Darussholah. Hal ini peneliti lakukan karena pada kenyataannya terdapat problematika dalam pembelajaran maharah kitabah di Madrasah tersebut, yaitu terjadinya kesalahan

    kesalahan tulisan siswa yang berulang-ulang sehingga guru dituntut untuk berupaya mengatasinya, mengingat pentingnya keterampilan ini.

    Rumusan masalah: 1. Apakah penggunaan rumus koreksi dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis insya tahriry terbimbing?, 2. Bagaimana respon siswa membenahi kesalahannya dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis insya tahriry terbimbing sebelum dan setelah mengetahui rumus koreksi?

    Hipotesa: Penggunaan rumus koreksi akan berpengaruh pada peningkatan kemampuan menulis siswa dalam insya tahriry terbimbing.

    Metode penelitian: Menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan analisa kuantitatif. Sumber data primer penelitian ialah siswa kelas XII jurusan Setudi Ilmu Agama Islam (SIAI) pada Madrasah Aliyah Darussholah Tegalbesar Jember tahun pelajaran 2008/ 2009, sedangkan data sekundernya ialah kumpulan nilai pre-tes dan pos-tes dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Alat pengumpulan data; observasi, angket, dan tes.

    Hasil penelitian: bahwa penggunaan rumus koreksi pada koreksi latihan insya tahriry terbimbing terbukti efektif, hal ini dibuktikan dengan nilai pre-test dan post-test kelompok eksperimen pada taraf signifikansi 0,05% (2,16) dan 0,01% (3,01) pada tabel nilai t lebih besar yaitu 5,18. Sedangkan nilai pre-test dan post-test kelompok kontrol menunjukkan angka 1,63 lebih kecil dari angka yang tertera pada Tabel Nilai

    t

    pada taraf signifikansi 0,05% (2,16) dan 0,01% (3,01). Dari hasil angket dan observasi diperoleh kesimpulan bahwa diantara bentuk kebingungan siswa adalah ketidak pahaman mereka terhadap substansi kesalahan yang terjadi pada lembar kerja latihan (78,67%) hal ini dikarenakan korektor hanya memberikan tanda-tanda saja pada kata-kata atau kalimat yang dianggap salah sehingga mereka enggan untuk membenahinya yang menyebabkan mereka malas untuk meningkatkan kemampuannya, sedangkan penggunaan rumus koreksi berfungsi untuk menunjukkan substansi kesalahan yang segera disadari dan dibenahi oleh siswa.

  • Harapan peneliti, mudah- mudahan penelitian ini bisa dijadikan sebagai pijakan untuk penelitian selanjutnya tentang koreksi, menulis, dan pembelajaran Bahasa Arab secara umum.

  • (trial and error)

    (trial and success)

  • http://pulpit.alwatanvoice.com

    REAKSI GURU- SISWA

    TERHADAP KESALAHAN BERBAHASA ARAB DALAM PROSES BELAJAR

    MENGAJAR DI MADRASAH ALIYAH KEAGAMAAN"

  • Language

    CompetenceLanguage Skill

    .

    5 M. Soenardi Djiwandono, Tes Bahasa dalam Pengajaran, (Bandung: ITB, 1996), hal. 2

    9 Djiwandono, Op. Cit. hal. 2

  • lapses

    error

    mistake

    24 Corder, S.Pit, Introducing Applied Linguistic, New York: Penguin Books Ltd. 1973 , Hal. 94

  • performance

    (Mistake)

    (Errors)

    25Baradja, M.F, Peranan Analisis Konstrastif dan Analisis Kesalahan Dalam Pengajaran Bahasa,

    Bahan Penataran Lokakarya Tahap II. P3G Departemen P&K, Jakarta: Departemen P&K, 1981 ,

    hal. 94

    27 Tarigan, Henry Guntur, Pengajaran Analisis Konstrastif

    Berbahasa, Bandung

    ANGKASA, 1990 ,

    hal. 227

    28 Tarigan Henri Guntur, Jago, Pengajaran Analisa kesalahan Berbahasa, (,Bandung: ANGKASA 1988), hal,. 76

  • 44DJiwandono, Op. Cit., hal. 130- 131

  • O-1T-1 2O-

    O-3

    O-4

    o-1o-4

    o-2

    T-1

    o-3

  • (Independent Variable)

    (Dependent Variable)

    )

    (

  • 21

    21

    21

    22

    21

    210

    .2 NNNN

    NN

    xx

    MMt

    (Significant)

    /

    t-tes t

    47 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktik,( Jakarta: PT. Rineka Cipta,2006), hal. 309

    D

    D

    MESM

    to

  • = MD

    SEMD

    =

  • MAK

    IPS

    IPA

    Visi

    Religiusitas

    Intelektualitas

    Integritas

    Prestasi

    Misi

  • Pesantren

    Classical

  • test t-

  • x2

    (x) x2

    x1

    D =D 2

    MD=

  • x2

    x

    x2

    x1

    D =D 2= MD=

  • DM

    Do SE

    Mt

    41.1

    33.1181,1314.25

    114

    41.1DM

    SE

    1N

    SDSE DM D

    DM

    D

    SE

    Mt 0

    13

    41.125.341.1

    43.0

    ( )( )

    2

    D 1414

    352SD

    50--=

    D

    x

    y

    D= x y

    D

    MD

    SDD

    Standard ErrorDM

    SE

    t0

    D = D2 =

    MD =

    N

    DM D

    2D

    22

    N

    D

    N

    D

    SD

    D

    2

    .25.14

  • 64.117.257.3

    0t

    22

    N

    D

    N

    DSD D

    2

    14130

    141680

    DSD

    228.9120

    22.86120

    81.5

    78.33

    114

    81.5DM

    SE

    13

    81.5

    79.125.381.5

    1N

    SDSE DM D

    t0

    (MD)

    (SDD)

    (SEMD)(t0)df

    df=N-1=dft

    t

    t0

    t

    D = D2 =

    MD =

  • 18.579.128.9

    0tDM

    D

    SE

    Mt 0

    t0

    (MD)

    (SDD) (SEMD)

    (t0)dfdf=N-1

    df=t

    t%

    %t0t

    ) >

    < .(

    tDf

    (N-1)

  • 1

    11 N

    xM

    2

    22 N

    xM

    21

    21

    21

    22

    21

    210

    .2 NNNN

    NN

    xx

    MMt

    t

    test

    t

    % %

    x1

    x2

    x1

    x2

    x1x1 = X1 M1

    x2x2 = X2 M2

    x1

    x12

    x2

    x12

    t0

    NX1X2x1x2x12x22

  • N== X1 = M1

    = X2

    = M2 = X1

    = x2

    = X12

    =

    X22

    1M2M

    = X1X2== x1x2=x12

    x22N

    21

    21

    21

    22

    21

    210

    .2 NN

    NN

    NN

    xx

    M

    M

    t

    14

    14

    )14 14 (214- -

    14

    89

    7,

    967

    8,

    351

    ,7

    95 ,7

    xx

    +

    19628

    2685 ,16

    6,0

    x

    14,064

    ,0

    6,

    0

    x

    ,

    0

    6

    ,0

    08

    0283

    ,0

    6,0

  • =2, 14

    (M1)(M2)

    (t0)df

    df = (N1 + N2)-

    t

    t

    (t0)t

  • reinforcement

    .

  • t- test

    t

    t0

    t

    t%

    %