perbedaan bri konvensional dan bri syariah

  • View
    59

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

This study aimed to analyze the ratio of PT. BRI (Persero) Tbk, and PT. BRISyariah are focused on lending and financing, using the descriptive approach.The data used are primary data and secondary data on the PT. BRI (Persero) Tbkand PT. BRI Syariah. Based on the results of research studies that have beendiscussed, it can be concluded that the ratio of lending procedures at PT. BRI(Persero) Tbk and PT BRI Syariah, murabaha financing. BRI Syariah can be seenclearly in the agreement (contract) credit, which in the credit agreement on thePT. BRI (Persero) Tbk. not limited by halal and haram (free of contract in anycase), while the PT. BRI Syariah murabaha contract should be limited by thethings that are good (not free of contract) must be in accordance with Islamiclaw.In the provision of credit at PT. BRI (Persero) Tbk.Keyword: Credit, Murabahah Financing

Text of perbedaan bri konvensional dan bri syariah

  • 1Analisis Perbandingan Sistem Pemberian Kredit Pada Bank KonvensionalDan Sistem Pembiayaan Murabahah Pada Bank Syariah

    OlehAmelia Ika Pratiwi, SE.,MSA.,CA

    Abstraksi

    This study aimed to analyze the ratio of PT. BRI (Persero) Tbk, and PT. BRISyariah are focused on lending and financing, using the descriptive approach.The data used are primary data and secondary data on the PT. BRI (Persero) Tbkand PT. BRI Syariah. Based on the results of research studies that have beendiscussed, it can be concluded that the ratio of lending procedures at PT. BRI(Persero) Tbk and PT BRI Syariah, murabaha financing. BRI Syariah can be seenclearly in the agreement (contract) credit, which in the credit agreement on thePT. BRI (Persero) Tbk. not limited by halal and haram (free of contract in anycase), while the PT. BRI Syariah murabaha contract should be limited by thethings that are good (not free of contract) must be in accordance with Islamiclaw.In the provision of credit at PT. BRI (Persero) Tbk.Keyword: Credit, Murabahah Financing

    1. Latar BelakangPerbankan menurut UU No. 10 Tahun 1998 adalah segala sesuatu yang

    berkaitan dengan bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara danproses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Keberadaan bank merupakan halyang penting dalam dunia usaha. Keterkaitan antara dunia usaha dengan lembagakeuangan bank memang tidak bisa dilepaskan apalagi dalam pengertian investasidan kredit. Dimana kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkanpersetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lainyang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktutertentu dengan pemberian bunga (Kasmir, 2008).

    Bank konvensional di Indonesia masih mengandalkan pendapatan daripenyaluran kredit, bahkan penyaluran kredit tersebut menjadi penggerakperekonomian di Indonesia. Sebagaimana umumnya Negara berkembang, sumberutama investasi dan modal kerja di Indonesia masih didominasi oleh penyalurankredit perbankan (Margono,2008).

    Fungsi utama perbankan yaitu menghimpun dana dari masyarakat sebagaipemilik dana dan menyalurkan dana kepada masyarakat. Salah satu sumberpendapatan bank yang paling utama adalah dari penyaluran kredit, baik untukkredit investasi, modal kerja, maupun konsumsi. Dalam menjalankan fungsi banktersebut sebagian kalangan masyarakat memandang bahwa dengan sistemkonvensional ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keyakinan masyarakatIndonesia yang mayoritas beragama Islam khususnya yang menolak adanyapenetapan imbalan dan penetapan beban yang dikenal dengan "bunga" dantermasuk riba.

  • 2Dalam hal riba Allah SWT berfirman:

    Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkansisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jikakamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allahdan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilanriba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula)dianiaya. (Q.S Al- Baqarah: 278-279).

    Sistem ekonomi syariah sejalan dengan UU No. 10 Tahun 1998 tentangPerubahan atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang harusdisempurnakan berdasarkan prinsip kehati-hatian. Itulah yang menjadi dasardiberlakukannya dua sistem (dual banking syistem) dalam perbankan yangdilakukan secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah, dan khususbagi bank syariah hanya menggunakan prinsip syariah.

    Pembiayaan dalam syariah Islam ada dua yaitu mudharabah danmusyarakah. Mudharabah adalah suatu perjanjian pembiayaan antara bankdengan debitur, dimana bank menyediakan 100% pembiayaan bagi usaha kegiatantertentu dari debitur. Sedangkan musyarakah adalah suatu perjanjian pembiayaandimana bank menyediakan sebagian dari pembiayaan bagi usaha tertentu,sebagian lagi disediakan oleh debitur. Perbedaan mendasar pemberian kredit ataupembiayaan antara bank konvensional dengan bank syariah yaitu, Bank syariahtidak menggunakan sistem bunga sebagai dasar untuk menentukan imbalan yangakan diterima atas jasa pembiayaan yang diberikan, demikian pula imbalan yangakan diberikan kepada nasabah atas dana yang dititipkan kepada bank. Sedangkandalam bank konvensional penentuan imbalan didalam penyaluran dana kepadamasyarakat dihitung dalam bentuk bunga yang dinyatakan dalam persentasetertentu. Dalam bank konvensional, hubungan antara pihak bank dan nasabahmenjadi tidak seimbang, karena bank selalu berada pada posisi tawar yang lebihtinggi daripada nasabah.

    Berdasarkan perbedaan sistem tersebut, maka penelitian ini mengkajitentang perbandingan antara bank konvensional dan bank syariah khususya dalampenyaluran dananya atau yang biasa dikenal dengan kredit atau pembiayaan.Objek dalam penelitian ini adalah PT. Bank Rakyat Indonesia, merupakan salahsatu bank umum milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Berdasarkan latarbelakang yang telah peneliti uraikan diatas maka peneliti mengangkat judul :Analisis Perbandingan Sistem Pemberian Kredit PT. BRI (Persero), Tbk.dan Sistem Pembiayaan PT. BRI Syariah.

    2. Tinjauan Pustaka2.1 Pengertian Bank

    Bank merupakan lembaga intermediatory yang berfungsi menyalurkanuang dari unit surplus kepada unit defisit. Pengertian bank menurut Kasmir(2008:25) Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah

  • 3menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut kemasyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya.

    Menurut undang-undang RI nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November1998 tentang perbankan Bank adalah badan usaha yang menghimpun danadari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepadamasyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangkameningkatkan taraf hidup rakyat banyak.2.2 Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

    Menurut Ismail (2011:38) perbedaan antara bank konvensional danbank syariah adalah sebagai berikut:1. Investasi, bank syariah dalam menyalurkan dananya kepada pihak

    pengguna dana, sangat selektif dan hanya boleh menyalurkan dananyadalam investasi halal. Sebaliknya bank konvensional tidakmempertimbangkan jenis investasinya akan tetapi penyaluran dananyadilakukan untuk perusahaan yang menguntungkan, meskipun menurutsyariah Islam tergolong produk yang tidak halal.

    2. Return, return yang diberikan oleh bank syariah kepada pihak investordihitung dengan menggunakan sistem bagi hasil, sehingga adil bagi keduapihak. Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga, bila bank syariahmemperoleh pendapatan besar maka nasabah investor juga akan menerimabagi hasil yang besar, dan sebaliknya bila hasil bank syariah kecil makabagi hasil yang dibagikan kepada nasabah investor juga akan menurun.Dari sisi pembiayaan, bila nasabah mendapat keuntungan besar maka banksyariah juga akan mendapat bagi hasil yang besar, dan sebaliknya bilahasil yang diperoleh nasabah kecil maka bank syariah akan mendapat bagihasil yang kecil juga. Sebaliknya, dalam bank konvensional return yangdiberikan maupun yang diterima dihitung berdasarkan bunga. Bungadihitung dengan mengalikan antara persentase bunga dengan pokokpinjaman atau pokok penempatan dana, sehingga hasilnya tetap.

    3. Perjanjian, merupakan perjanjian yang dibuat antara bank syariah dannasabah investor maupun pengguna dana sesuai dengan kesepakatanberdasarkan prinsip syariah. Dalam perjanjian telah dituangkan tentangbentuk return yang akan diterapkan sesuai akad yang diperjanjikan.Sedangkan perjanjian yang dilaksanakan antara bank konvensional dannasabah adalah menggunakan dasar hukum positif.

    4. Orientasi, orientasi bank syariah dalam memberikan pembiayaannyaadalah falah dan profit oriented. Bank syariah memberikan pembiayaansemata-mata tidak hanya berdasarkan keuntungan yang diperoleh ataspembiayaan yang telah diberikan akan tetapi juga mempertimbangkanpada kemakmuran masyarakat. Sedangkan bank konvensional akanmemberikan kredit kepada nasabah bila usaha nasabah menguntungkan.

    5. Hubungan bank dengan nasabah, bank bukan sebagai kreditor tetapisebagai mitra kerja dalam usaha bersama antara bank syariah dan debitur.Kedua pihak memiliki kedudukan yang sama. Sehingga hasil usaha ataskerja sama yang dilakukan oleh nasabah pengguna dana, akan dibagihasilkan dengan bank syariah dengan nisbah yang telah disepakati bersamadan tertuang dalam akad.

  • 46. Dewan pengawas, meliputi: Komisaris, Bank Indonesia, Bapepam (untukbank syariah yang telah go public) dan dewan pengawas syariah. Dewanpengawas syariah mempunyai tugas mengawasi jalannya operasional banksyariah supaya tidak terjadi penyimpangan atas produk dan jasa yangditawarkan oleh bank syariah sesuai dengan produk dan jasa bank syariahyang telah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN).

    7. Penyelesaian sengketa, permasalahan yang muncul di bank syariah akandiselesaikan dengan musyawarah. Namun apabila musyawarah tidak dapatmenyelesaikan masalah, maka permasalahan antara bank syariah dannasabah akan diselesaikan oleh pengadilan dalam lingkungan peradilanagama. Sedangkan bank konvensional akan menyelesaikan sengketamelalui negosiasi atau melalui pengadilan negeri setempat.

    2.3 KreditKredit berasal dari bahasa Yunanai, yaitu credere yang berarti

    kepercayaan, atau dari bahasa Latin, yaitu creditum yang berarti kebenaran.Menurut Kasmir (2008:96) Kredit adalah suatu penyediaan uang ataupuntagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan ataukesepakatan pinjam meminjam antara pihak lain yang mewajibkan pihakpeminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu denganpemberian bunga, imbalan atau pembagian hasil usaha.

    Menurut Undang-Undang Republika Indonesia No. 10 Tahun 1998 bab1 pasal 1 ayat 11 tentang perbankan, kredit adalah penyediaan uang atautagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan ataukesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yangmewajibkan piha