PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGELOMPOKKAN BENDA BERDASARKAN UKURAN MELALUI MEDIA MANIK-MANIK PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN

  • Published on
    14-Apr-2016

  • View
    9

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Mudayanah Mudayanah, Nurhenti Simatupang,

Transcript

  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGELOMPOKKAN BENDABERDASARKAN UKURAN MELALUI MEDIA MANIK-MANIK PADA

    ANAK USIA 3-4 TAHUN

    MudayanahNurhenti Dorlina Simatupang

    PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri SurabayaJalan Teratai No. 4 Surabaya 60136

    Emial:(mudayanah28@gmail.com)(nurhentisimatupang@yahoo.co.id)

    Abstract: This classroom action research aims to describe the activities to improve the ability to organisingobject based on the measure marble. Subjek were children aged 3-4 years in KB Cahaya Asri to 12 children .Data collection techniques used in this study was the observation made by colleagues and documentationactivities in the form of photos of children in the learning process . Data analysis techniques in this studyusing descriptive statistical analysis . The results from the first cycle got 58% . At the second cycle, there are86%. Based on the evaluation of the results of the first cycle and the second cycle is concluded that throughprinting marble can improve the ability organizing object based on the measuremarble.

    Keyword: Ability organizing object Based onthe measure marble, Media manik-manik.

    Abstrak : Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan mengelompokkanbenda berdasarkan ukuran. Subjek penelitian adalah anak usia dini di KB Cahaya Asri berjumlah 12 anak.Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi yang dilakukan oleh temansejawat dan dokumentasi yang berupa foto kegiatan anak dalam proses pembelajaran. Teknik analisis datapada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil yang didapat pada siklus 1 adalah 58%,sedangkan siklus 2 adalah 86%. Berdasarkan hasil dari siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwamelalui media manik-manik dapat meningkatkan kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan ukuran.

    Kata Kunci: Kemampuan mengelompokkan benda, Media manik-manik.

    1

  • Mudayanah, Peningkatan Kemampuan Mengelompokkan Benda Berdasarkan UkuranMelalui Media Manik-Manik

    2

    Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun2003 tentang Sistem pendidikan nasionalPasal 1 ayat 14 menyatakan bahwaPendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalahsuatu upaya pembinaan yang ditujukankepada anak sejak lahir sampai usia enamtahun yang dilakukan melalui pemberianrangsangan pendidikan untuk membantupertumbuhan dan perkembangan jasmani sertarohani agar anak memiliki kesiapan dalammemasuki pendidikan lebih lanjut. Hal ini dibuktikan pada usia 3-4 tahun(usia kelompok bermain) anak sudahmemperlihatkan perhatian yang besarterhadap berbagai benda yang ada disekitarnya di sini anak menunjukkankecerdasannya. Mereka mulai timbulpertanyaan tentang nama-nama benda yangada di sekitarnya, juga mulaimengelompokkan benda berdasarkan besar-kecil dengan pemahaman mereka yang masihsederhana. Sehingga perlu stimulasi yangtepat untuk meningkatkan kemampuankognitif anak yaitu dengan suatu media yangmenyenangkan. Berdasarkan kajian tersebutmaka media sangat penting bagi anak usiadini karena melalui media maka akanmengembangkan semua aspek perkembangananak (Arsyad, 2011:3).

    Berdasarkan observasi awal bulanAgustus, kemampuan mengelompokkanbenda berdasarkan bentuk ukuran di KBCahaya Asri Gudo Jombang masih belummaksimal. Hal ini diketahui 20% dari 12anak, sekitar 2 atau 3 anak yang mampumengelompokkan benda berdasarkan ukurandengan benar, anak yang lain masih salah.Adapun penyebab lain kondisi tersebut adalahpembelajaran yang dilakukan selama inidengan kegiatan mengelompokkan bendadengan menggunakan batu kerikil besar dankecil, mengerjakan LKA, menulis kedepanyang membuat anak cenderung bosan dantidak mau mengerjakan tugasnya. Dengandemikian anak kurang berminat untukmengikuti proses pembelajaran. Hal ini kalaudibiarkan berdampak buruk bagi proses danhasil belajar selanjutnnya. Untukmemperbaiki kondisi tersebut guru yang

    berfungsi sebagai peneliti dalam hal inimencoba menawarkan solusi denganmemberikan media manik-manik untukmeningkatkan kemampuan mengelompokkanbenda berdasarkan ukuran. Adapun alasan memberikan kegiatanmedia manik-manik adalah Kegiatanpemberian media manik-manik ini dipilihkarena menyenangkan bagi anak, selain itubentuknya yang unik, dan warnanya sangatmenarik. Kegiatan ini membutuhkankesabaran dan ketelatenan anak, selain itukegiatan ini membuat pembelajaran lebihbermakna dan berkesan terhadap anak.

    Berdasarkan permasalahan di atas,peneliti mengambil judul peningkatankemampuan mengelompokkan bendaberdasarkan ukuran melalui media manik-manik pada anak usia 3-4 tahun di KB CahayaAsri Gudo Jombang. Rumusan masalah dalam penelitian iniadalah: 1) Bagaimanakah aktivitas guru dananak dalam kegiatan mengelompokkan bendaberdasarkan ukuran di KB Cahaya Asri GudoJombang, 2) Apakah media manik-manikdapat meningkatkan kemampuanmengelompokkan benda berdasarkan ukurandi KB Cahaya Asri Gudo Jombang. Adapun tujuan dalam penelitian iniadalah sebagai berikut : 1) Untuk mengetahuiaktivitas guru dan anak dalam kegiatanmengelompokkan benda, 2) Untukmendeskripsikan peningkatan kemampuanmengelompokkan benda berdasarkan ukuranmelalui media manik-manik pada anak usia 3-4 tahun di KB Cahaya Asri Gudo Jombang. Dari penelitian ini diharapkan dapatmemberikan manfaat sebagai berikut: 1)Manfaat teoritis sebagai bahan pertimbanganuntuk mengembangkan ilmu pengetahuanyang berkaitan dengan anak usia dini dalamhal mengelompokkan benda berdasarkanukuran. Manfaat Praktis sebagai berikutbagiguru sebagai bahan masukan dalammenerapkan media manik-manik untukmeningkatkan kemampuan mengelompokkanbenda berdasarkan ukuran sehinggapembelajaran menjadi lebih menarik danmenyenangkan, 2) Bagi anak mempermudahuntuk mengelompokkan benda, 3) Bagi

  • Mudayanah, Peningkatan Kemampuan Mengelompokkan Benda Berdasarkan UkuranMelalui Media Manik-Manik

    3

    kepala sekolah Sebagai masukan gunapeningkatan mutu pembelajaran yang kreatif,4) Bagi peneliti selanjutnya dapat digunakansebagai referensi dalam hal meningkatkankemampuan mengelompokkan bendaberdasarkan ukuran pada anak. Perkembangan kognitif sangat diperlukanuntuk pengembangan kemampuan kognitifmisalnya mengelompokkan, mengenalbilangan, mengenal bentuk geometri,mengenal konsep huruf, angka dan waktumengenal ukuran dan kemampuan kognitiflainnya. Pengertian kognitif menurut Wiyani(2013:71), kognitif berasal dari kata cognitionatau knowing yang berarti konsep luas daninklusi yang mengacu pada kegiatan mentalyang tampak dalam pemerolehan, organisasi,dan penggunaan pengetahuan. Dalam artiyang luas, kognitif merupakan rana kejiwaanyang berpusat di otak dan berhubungandengan konisi (kehendak) dan afeksi(perasaan). Sedangkan menurut Patmonodewo(2003:27), kognitif adalah berpikir danmengamati, jadi merupakan tingkah laku yangmengakibatkan orang memperolehpengetahuan atau yang dibutuhkan untukmenggunakan pengetahuan. Sementara itumenurut Wingherington dalam Sujiono, dkk(2006:1.16), kognitif adalah pikiran, kognitif(kecerdasan pikiran) melalui pikiran dapatdigunakan dengan cepat dan tepat untukmengatasi suatu situasi dalam memecahkanmasalah. Sedangkan pengertianmengelompokkan benda menurut Shaw danBlake dalam Beaty (2014:74), menyatakanbahwa pemilahan dan pengelompokanmerupakan dua jenis kegiatan penting yangmendorong pelogikan deduktif. Kegiatan inimerangsang bahasa logika dan membangundasar bagi pemikiran lebih matang.Pengelompokkan salah satu proses dasar yanganak-anak gunakan untuk mengembangkankemampuan berlogika, merupakan metodemenempatkan objek yang serupa di kelas ataukategori yang sama. Agar otak bisamelakukan pengelompokkan, anak-anakpertama harus bisa tahu penampilan benda-benda, bentuk, warna, ukuran, dan sifat

    lainnya. Lalu mereka harus bisa tahu bendamana saja yang serupa menurut sifat tertentudan mana yang berbeda. Kemampuan mentaldan fisik yang kompleks berperan saat anak-anak mengembangkan kemampuanpengelompokkan identifikasi bentuk, warna,dan ukuran.

    Menurut Jenkins (2008:332),klasifikasi adalah yang dimulai untukdiajarkan berbagai cara, di daerah yangberbeda dari ruangan, dan berbagai bidangkurikulum. Untuk mengklasifikasikan saranauntuk menyortir dalam beberapa karakteristikumum, seperti ukuran, bentuk, jumlah, warnakategori lainnya.

    METODE

    Penelitian yang digunakan dalammeningkatkan kemampuan mengelompokkanbenda berdasarkan ukuran di KB Cahaya asriGudo Jombang adalah menggunakanPenelitian Tindakan Kelas (PTK). MenurutArikunto (2002:3), PTK adalah pencermatanterhadap kegiatan belajar berupa sebuahtindakan, yang sengaja dimunculkan danterjadi dalam sebuah kelas secara bersama.Tindakan tersebut diberikan oleh guru ataudengan arahan dari guru yang dilakukan olehsiswa.

    Sementara itu Carr dan McNnif dalamSuyadi (2010:21) mengemukakan bahwa PTKadalah pencermatan yang dilakukan olehorang-orang yang terlibat didalamnya (guru,peserta didik, kepala sekolah) denganmenggunakan metode refleksi diri danbertujuan untuk melakukan perbaikandiberbagai aspek pembelajaran.

    Lokasi penelitian ini dilaksanakan diKB Cahaya Asri Desa Plumbon GambangKecamatan Gudo Kabupaten Jombang.Subyek penelitian adalah anak usia 3-4 tahundi KB Cahaya Asri Gudo Jombang tahunpelajaran 2015/2016 berjumlah 12 anak.

    Teknik pengumpulan data dalampenelitian ini menggunakan observasi dandokumentasi. Instrumen yang digunakanadalah aktivitas guru, aktivitas anak dankemampuan mengelompokkan bendaberdasarkan ukuran. Pengamatan dilakukan

    Ninik Sofiati, Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan 1-10Melalui Bermain Media Flanel Angka Pada Anak Usia 4-5 Tahun

  • Mudayanah, Peningkatan Kemampuan Mengelompokkan Benda Berdasarkan UkuranMelalui Media Manik-Manik

    4

    selama kegiatan berlangsung dan dibantudengan teman sejawat. Catatan lapanganmerupakan catatan tertulis tentang apa yangdidengar, dilihat dan dialami dalam rangkapengumpulan data dan refleksi terhadap data.Dalam penelitian yang dilaksanakan selaindata berupa catatan tertulis juga dilakukanpendokumentasian berupa foto. Foto ini dapatdijadikan sebagai bukti otentik bahwapembelajaran benar-benar berlangsung.Teknik analisis data pada penelitian inimenggunakan analisis statistik deskriptif.

    Teknik analisis data berlangsung dariawal penelitian yaitu mulai dari perencanaanpelaksanaan pengamatan dan refleksi.Beberapa data yang diperoleh dalampenelitian ini adalah data hasil observasi gurudan aktivitas anak terhadap penggunaanmedia manik-manik. Data yang sudahterkumpul kemudian dianalisis. Alat yangdigunakan untuk mengobservasi aktivitasguru dan aktivitas anak berupa skor.

    Adapun indikator penelitian dikatakanberhasil apabila 75% dari jumlah anakmendapat nilai BSB atau BSH (*4 atau *3)dari kemampuan mengelompokkan bendaberdasarkan ukuran. Jika pada siklus pertamasudah mencapai target 75% dari kemampuananak mengelompokkan benda berdasarkanukuran maka tetap dilanjutkan pada siklus kedua sebagai pemantapan data. Apabila padasiklus pertama belum mencapai target 75%dari kemampuan anak mengelompokkanbenda maka dilanjutkan pada siklusberikutnya.

    HASIL

    Berdasarkan dari hasil data pada siklusI masih banyak hal atau pembelajaran yangharus diperbaiki misalnya cara guru dalammemberikan penjelasan tentangmengelompokkan benda. Hal ini disebabkankarena volume suara guru kalah denganvolume suara anak. Guru dalam menjelaskantidak urut sesuai tahapan mengelompokkanbenda berdasarkan ukuran sehingga responanak dalam memperhatikan penjelasantentang kegiatan masih kurang karena merekabanyak yang main sendiri.

    Pada siklus I kemampuanmengelompokkan benda belum berhasilmemenuhi target 75%. Hal ini dilihat dariaktivitas guru pada siklus I mencapai 72%,aktivitas anak mencapai 72%. Kemampuandalam proses belajar di KB Cahaya Asri padapenelitian menggunakan kegiatanmengelompokkan benda pada kegiatan inimencapai 58% sehingga pembelajaranmengelompokkan benda belum optimal.

    Kegagalan pembelajaran padapenelitian ini dikarenakan kurang jelasnyadari guru. Oleh karena itu, siklus I belumtercapai kriteria yang diharapkan makapenelitian ini berlanjut pada siklus II.

    Sedangkan pada siklus II penelitiberusaha memperbaiki semua kekuranganpada proses pembelajaran dengan caramemberi pujian dan reward sertapembelajarannya dengan media yang lebihmenarik. Sehingga diharapkan kegiatanbelajar mendapatkan hasil yang optimal, gurumemberikan motivasi pada saat kegiatanberlangsung sehingga anak-anak lebihsemangat dalam pembelajaran ini

    Hasil yang diperoleh disiklus II iniadalah aktivitas guru mencapai 84%,aktivitasanak mencapai 81% sedangkan kemampuanmengelompokkan benda mencapai 86%.Keberhasilan proses pembelajaran pada siklusII sudah dapat dihentikan karna sudahmemenuhi target 75%. Anak mendapat nilaiBerkembang Sangat Baik (BSB) danBerkembang Sesuai Harapan (BSH).Berdasarkan data siklus II maka kriteriakeberhasilan tindakan sudah tercapai secaraoptimal.

    PEMBAHASAN

    Kemampuan mengelompokkan bendaberdasarkan ukuran pada anak KB CahayaAsri Gudo Jombang masih tergolong kurang.Sejumlah 12 anak terdapat 2 anak yang dapatmengelompokkan benda dengan benar danyang lain hasil belajarnya di bawah standarkeberhasilan yang ditentukan yaitu 75%.Setelah dilakukan tindakan mulai tampakadanya perubahan hasil dari siklus I ke siklusII.

  • Mudayanah, Peningkatan Kemampuan Mengelompokkan Benda Berdasarkan UkuranMelalui Media Manik-Manik

    5

    Pada proses pembelajaran siklus Imasih banyak hal-hal yang harus diperbaikidiantaranya dalam menjelaskan materi kurangjelas, tidak memberikan penghargaan padaanak dan dalam melakukan recalling gurukurang jelas dan tidak berekspresi. Padasiklus I kemampuan mengelompokkan benda42% dapat dikatakan bahwa pada siklus Ibelum mencapai target yaitu 75% dari jumlahanak.

    Dengan adanya peningkatan tersebutterbukti bahwa kegiatan mengelompokkanbendaberdasarkan ukuran dapat membangunkemampuan kognitif anak. Hal ini sesuaidengan pendapat Piaget (dalam Syah2009:20) yaitu anak dapat membangunkemampuan kognitif berdasarkan hasilpengalaman, kemampuan kognitif adalahhasil dari hubungan perkembangan otak dansistem syaraf dengan pengalaman-pengalaman yang membantu individu untukberadaptasi dengan lingkungannya.

    Kaitan teori dengan penelitian iniadalah anak mengelompokkan bendaberdasarkan ukuran melalui media...