MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1-10 DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI BERMAIN POLA MANIK-MANIK PADA ANAK DI TK AN NUR KECAMATAN TENGGILIS MEJOYO SURABAYA

  • Published on
    01-Jan-2016

  • View
    55

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : WAHYUNI MUSTIANAH, http://ejournal.unesa.ac.id

Transcript

  • 1MENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKAN KEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUAN MENGENALMENGENALMENGENALMENGENALKONSEPKONSEPKONSEPKONSEPBILANGANBILANGANBILANGANBILANGAN 1-101-101-101-10 DENGANDENGANDENGANDENGANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANSTRATEGISTRATEGISTRATEGISTRATEGI BERMAINBERMAINBERMAINBERMAIN POLAPOLAPOLAPOLA MANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIK PADAPADAPADAPADAANAKANAKANAKANAK KELOMPOKKELOMPOKKELOMPOKKELOMPOKAAAA DIDIDIDI TKTKTKTK ANANANAN NURNURNURNURKECAMATANKECAMATANKECAMATANKECAMATAN

    TENGGILISTENGGILISTENGGILISTENGGILIS MEJOYOMEJOYOMEJOYOMEJOYO SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYA

    ARTIKELARTIKELARTIKELARTIKEL SKRIPSISKRIPSISKRIPSISKRIPSI

    WAHYUNIWAHYUNIWAHYUNIWAHYUNI MUSTIANAHMUSTIANAHMUSTIANAHMUSTIANAH

    091684486091684486091684486091684486

    PemprovPemprovPemprovPemprov

    2010201020102010

    UNIVERSITASUNIVERSITASUNIVERSITASUNIVERSITAS NEGERINEGERINEGERINEGERI SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYAFAKULTASFAKULTASFAKULTASFAKULTAS ILMUILMUILMUILMU PENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKAN

    JURUSANJURUSANJURUSANJURUSAN PG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPRODIPRODIPRODIPRODI S1S1S1S1 PG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPG-PAUD

    SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYA2012201220122012

  • MENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKAN KEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUAN MENGENALMENGENALMENGENALMENGENALKONSEPKONSEPKONSEPKONSEPBILANGANBILANGANBILANGANBILANGAN 1-101-101-101-10 DENGANDENGANDENGANDENGANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANSTRATEGISTRATEGISTRATEGISTRATEGI BERMAINBERMAINBERMAINBERMAIN POLAPOLAPOLAPOLA MANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIK PADAPADAPADAPADAANAKANAKANAKANAK KELOMPOKKELOMPOKKELOMPOKKELOMPOKAAAA DIDIDIDI TKTKTKTK ANANANAN NURNURNURNURKECAMATANKECAMATANKECAMATANKECAMATAN

    TENGGILISTENGGILISTENGGILISTENGGILIS MEJOYOMEJOYOMEJOYOMEJOYO SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYA

    SKRIPSISKRIPSISKRIPSISKRIPSI

    DiajukanDiajukanDiajukanDiajukan kepadakepadakepadakepada UniversitasUniversitasUniversitasUniversitas NegeriNegeriNegeriNegeri SurabayaSurabayaSurabayaSurabayaUntukUntukUntukUntuk memenuhimemenuhimemenuhimemenuhi persyaratanpersyaratanpersyaratanpersyaratan penyelesaianpenyelesaianpenyelesaianpenyelesaian

    ProgramProgramProgramProgram sarjanasarjanasarjanasarjana pendidikanpendidikanpendidikanpendidikan

    OlehOlehOlehOleh

    WahyuniWahyuniWahyuniWahyuni MustianahMustianahMustianahMustianah091684486091684486091684486091684486PemprovPemprovPemprovPemprov

    2010201020102010

    UNIVERSITASUNIVERSITASUNIVERSITASUNIVERSITAS NEGERINEGERINEGERINEGERI SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYAFAKULTASFAKULTASFAKULTASFAKULTAS ILMUILMUILMUILMU PENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKANPENDIDIKAN

    JURUSANJURUSANJURUSANJURUSAN PG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPRODIPRODIPRODIPRODI S1S1S1S1 PG-PAUDPG-PAUDPG-PAUDPG-PAUD

    SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYA2012201220122012

  • IMPROVINGIMPROVINGIMPROVINGIMPROVINGTHETHETHETHEABILITYABILITYABILITYABILITYTOTOTOTORECOGNIZERECOGNIZERECOGNIZERECOGNIZE NUMERICALNUMERICALNUMERICALNUMERICALCONCEPTCONCEPTCONCEPTCONCEPT 1-101-101-101-10 THROUGHTHROUGHTHROUGHTHROUGH PLAYINGPLAYINGPLAYINGPLAYINGBEADSBEADSBEADSBEADS STRATEGYSTRATEGYSTRATEGYSTRATEGY

    FORFORFORFORTHETHETHETHECHILDRENCHILDRENCHILDRENCHILDRENOFOFOFOFANANANANNURNURNURNURKINDERGARTENKINDERGARTENKINDERGARTENKINDERGARTENTENGGILISTENGGILISTENGGILISTENGGILIS MEJOYOMEJOYOMEJOYOMEJOYOSURABAYASURABAYASURABAYASURABAYA

    WahyuniWahyuniWahyuniWahyuni MustianahMustianahMustianahMustianah

    ABSTRACT

    ABSTRACT

    ABSTRACT

    ABSTRACT

    The low childrens ability in recognizing numerical concept at AN NUR

    kindergarten is one of the causes of the difficulties og counting lesson in the

    academic year 2011/2012. There are about 70% of the children who still cannot

    understand the number well, the other 30% of the children can understand it well.

    One of causes is the childrens boredom in following the uninteresting lesson and

    there are many teachers who are still lack of the learning strategy. Based on that

    reason, the researcher used playing beads strategy to recognize number 1-10 for

    the A group children of AN NUR kindergarten. The purpose of applying this

    strategy is to know the use of playing beads strategy to improve the ability of

    recognizing number 1-10.

    This research used a classroom action research in two cycles. Every cycle

    consisted of 4 stept: there were planning, treatment, observation, reflection and

    analysis. The subject of this research was the researcher. The objects of the

    research were the A group children of AN NUR kindergarten. The data were

    collected from observation sheet of teaching and learning process. Based on the

    analysis result, it can be concluded that playing beads strategy can improve the

    ability to recognize numerical concept 1-10. It can be seen from the result of the

    first cycle is 45% and the result of the second cycle is 84%. It was found out that

    60% of the children got 3 stars ( * ) and 24% of the children got 4 stars ( * ).

    Keywords : the ability to recognize numerical concept 1-10, playing beads

    strategy.

  • MENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKANMENINGKATKAN KEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUANKEMAMPUAN MENGENALMENGENALMENGENALMENGENALKONSEPKONSEPKONSEPKONSEP BILANGANBILANGANBILANGANBILANGAN 1-101-101-101-10 DENGANDENGANDENGANDENGAN MENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKANMENGGUNAKAN

    STRATEGISTRATEGISTRATEGISTRATEGI BERMAINBERMAINBERMAINBERMAIN POLAPOLAPOLAPOLAMANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIKMANIK-MANIK PADAPADAPADAPADAANAKANAKANAKANAKDIDIDIDITKTKTKTKANANANAN NURNURNURNUR KECAMATANKECAMATANKECAMATANKECAMATANTENGGILISTENGGILISTENGGILISTENGGILIS MEJOYOMEJOYOMEJOYOMEJOYO

    SURABAYASURABAYASURABAYASURABAYA

    WahyuniWahyuniWahyuniWahyuni MustianahMustianahMustianahMustianah

    ABSTRAK

    Rendahnya kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan di TK ANNUR menjadi salah satu penyebab terhambatnya belajar berhitung di tahun ajaran2011/2012, ada sekitar 70% anak yang masih belum paham tentang bilangan danselebinya sekitar 30% anak yang sudah bisa mengenali bilangan dengan baik.Salah satu penyebabhnya yaitu kejenuhan anak dalam mengikuti pembelajarankurang menarik bagi anak dan banyak guru yang kurang menggunakan strategidalam pembelajaran. Karena itu peneliti menggunakan strategi bermain polamanik-manik untuk mengenal konsep bilangan 1-10 anak kelompok A di TK ANNUR. Tujuan menggunakan strategi bermain pola manik-manik adalah untukmengetahui bagaimana penerapan strategi bermain pola manik-manik dalammeningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10.

    Penelitian ini menggunakan PTK sebanyak dua kali putaran (siklus).Setiap putaran (siklus) terdiri dari 4 tahap yaitu 1. Tahap Perencanaan Tindakan, 2.Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan, 3. Tahap Observasi, 4. Tahap Refleksi danAnalisis. Subyek penelitian adalah peneliti sendiri sedangkan obyek penelitian iniadalah anak kelompok A TK AN NUR. Data diperoleh dari lembar observasikegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kemampuanmengenal konsep bilangan 1-10 dengan menggunakan strategi bermain polamanik-manik dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10yang dapat di lihat dari siklus 1 dengan persentase 45%, dan diteruskan siklus 2dengan persentase 84% didapat dari 60% anak dengan bintang ( )3 dan 24%anak dengan bintang ( ) 4.

    Kata kunci: Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan 1-10, Stategi Bermain PolaManik-manik.

  • 1BABBABBABBAB IIIIPENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUAN

    A.A.A.A. LatarLatarLatarLatar BelakangBelakangBelakangBelakangAnak usia dini adalah sosok

    individu yang sedang menjalanisuatu proses perkembangan denganpesat dan fundamental bagikehidupan selanjutnya. Anak usiadini berada pada rentang usia 0-8tahun yang merupakan usia efektifuntuk mengembangkan berbagaipotensi yang dimiliki anak-anak.Usia ini sering disebut usia emas(the golden age) yang hanya datangsekali dan tidak dapat diulang lagi,yang sangat menentukan untukpengembangan kualitas manusiaselanjutnya. Pada anak usia 4-6tahun merupakan masa peka yangpenting bagi anak untukmendapatkan pendidikan.Pengalaman yang diperoleh anakdari lingkungan, termasuk stimulasiyang diberikan oleh orang dewasa,akan mempengaruhi kehidupananak di masa yang akan datang.Oleh karena itu diperlukan upayayang mampu memfasilitasi anakdalam masa tumbuh kembangnyaberupa kegiatan pendidikan danpembelajaran sosial dengan usia,kebutuhan dan minat anak.

    Dalam Undang-undangNo.20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional pasal 1 angka14 menyatakan bahwa PendidikanAnak Usia Dini (PAUD) adalahsalah satu upaya pembinaan yangditujukan kepada anak sejak lahirsampai usia enam tahun yangdilakukan melalui pemberianrangsangan pendidikan untukmembantu pertumbuhan danperkembangan jasmani serta rohaniagar anak memiliki kesiapan dalammemasuki pendidikan yang lebihlanjut. Pendidikan anak usia dinimemiliki peranan sangat penting

    dalam pengembangan sumber dayamanusia. Dalam hal ini pendidikananak usia dini paling tidakmengemban fungsimengoptimalkan seluruh potensi,bakat, minat, kecerdasan anak,penanaman nilai-nilai dasar, danpengembangan kemampuan dasar( Depdiknas, 2006:3 ). Salah satubentuk penyelenggaraanPendidikan Anak Usia Dini adalahpendidikan Taman Kanak-kanak.Taman Kanak-kanak merupakansalah satu bentuk satuan pendidikanbagi anak usia dini pada jalurpendidikan formal yangmenyelenggarakan programpendidikan bagi anak usia empattahun sampai enam tahun (Yuliani,2011:22).

    Menurut Padmonodewo(2003:59), menyatakan bahwaTaman Kanak-kanak adalah salahsatu bentuk pendidikan pra sekolahyang menyediakan programpendidikan dini bagi anak usia 4tahun sampai memasuki pendidikandasar. Sedangkan menurutDepdiknas (2007:1), Taman kanak-kanak (TK) merupakan lembagapendidikan formal sebelum anakmemasuki sekolah dasar.Pendidikan TK sebagaimanadinyatakan dalam Undang-undangRI Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistem Pendidikan Nasional pasal28 ayat 3 merupakan pendidikananak usia dini pada jalurpendidikan formal yang bertujuanmembantu anak didikmengembangkan berbagai potensibaik psikis maupun fisik yangmeliputi moral dan nila i agama,sosial, emosional, kemandirian,kognitif, bahasa, fisik/ motorik, danseni untuk siap memasukipendidikan sekolah dasar.

  • Anak seperti halnya orangdewasa, mereka memiliki potensiotak yang mampu merespon setiapstimulus yang ada di lingkungannya,akan tetapi untuk mengoptimalkanpotensi tersebut perlu upaya dalambentuk pemberian rangsangan agarsyaraf-syaraf dapat berkembangsecara maksimal melalui prosespendidikan yang terstruktur danterencana. Sesuaiperkembangannya anak mulaimemikirkan sesuatu dari aspek-aspek konkret menuju taraf abstrak.Berfikir kongkret anak bukan hanyamampu mendeskripsikan aspek-aspek benda, akan tetapi mampumelakukan seluruh tahapankegiatan berfikir dalam tarafsederhana sesuai dengan dunianya.Oleh karena itu peran guru dalammembina dan mengembangkankognitif anak sangat diperlukandengan menyiapkan dasar-dasarkognitif dengan mengenal konsepbilangan.

    Pada modul Depdiknas(2007:3) terangkum bahwapengembangan kognitif adalahsuatu proses berfikir berupakemampuan untuk menghubungkan,menilai, dan mempertimbangkansesuatu. Dapat juga diartikansebagai kemampuan untukmemecahkan masalah atau untukmencipta karya yang dihargaidalam suatu kebudayaan.Pengembangan kognitif bertujuanmengembangkan kemampuanberfikir anak untuk dapat mengolahperolehan belajarnya, dapatmenemukan bermacam-macamalternatif pemecahan masalah,membantu anak untukmengembangkan kemampuanlogika matematis dan pengetahuanakan ruang dan waktu, sertamempunyai kemampuan untuk

    memilah-milah, mengelompokkanserta mempersiapkan kemampuanberfikir secara teliti.

    Pernyataan di atas sesuaidengan pendapat Piaget yangdiadaptasi dari Depdiknas (2007:4), menyatakan bahwa anak usiaTK (4-6 tahun) berada dalam fasepra-operasional. Pada fase inikemampuan simbolik sudah mulaiberkembang, namun masih bersifatintuitif dan masih berpusat padadirinya sendiri. Sejak usia tigatahun, minat anak terhadap angkaumumnya matematika dapatdikatakan ada dimana-mana. Dalamhal ini angka telah menjadi bagiandalam kehidupan sehari-hari. Padasaat inilah matematika sebaiknyadiperkenalkan kepada anak TK.

    Penelitian lain olehVygotsky yang diadaptasi darimateri IV PLPG UNESA (2011:26),menyatakan bahwa manusia lahirdengan seperangkat fungsi kognitifdasar, yaitu kemampuan untukmengamati, memperhatikan, danmengingat. Fungsi dasar ini dapatdikembangkan melalui berbagaikegiatan. Pada usia TK berbagaikegiatan yang sangat membantuperkembnagan kognitif anak dapatdilakukan melalui permainanberhitung, karena dengan bermainberhitung di TK diharapkan tidakhanya berkaitan dengankemampuan kognitif saja, akantetapi juga kesiapan mental, sosialdan emosional, karena itu dalampelaksanaannya harus dilakukansecara menyenangkan, menantangdan bervariasi. Hal ini dikarenakandunia anak adalah dunia bermaindalam arti bermain sambil belajaratau belajar seraya bermain(Moeslichatoen, 2004:18).

    Bermain merupakan suatukegiatan yang melekat pada dunia

  • anak. Bermain adalah kodrat anak.Solehudin (2001:20), menyatakanbahwa pada intinya bermain dapatdipandang sebagai suatu kegiatanyang bersifat volunter, spontan,terfokus pada proses,menyenangkan dan fleksibel.Bermain merupakan cara yangpaling baik untuk mengembangkankemampuan sesuai kompetensiyang ditetapkan dalam kurikulum.Melalui bermain anak dapatmemperoleh dan memprosesinformasi, belajar hal-hal baru,serta melatih keterampilan anak.

    Menurut Hariwijaya(2002:185), menyatakan bahwamelalui kegiatan bermain anakdapat berlatih kemampuankognitifnya untuk memecahkanberbagai masalah seperti kegiatanmengukur berat, mencari jawabanyang berbeda, dan mengenal angka-angka atau bilangan matematika.Matematika merupakan ilmu alatyang sangat mendasar. Oleh karenaitu sejak dini anak-anak diajarikonsep bilangan matematika yangpaling mendasar yang bisadipelajari oleh anak-anak yaitumengenal angka-angka atau konsepangka paling mendasar. Pengenalankonsep bilangan dapat dilakukandengan menggunakan berbagaimacam strategi atau teknik yangcocok sehingga dapatmemudahkan anak dalam mengenalkonsep bilangan.

    Anak TK adalah masa yangsangat strategis untuk mengenalkanberhitung dijalur matematika,karena usia TK sangat pekaterhadap rangsangan yang diterimadari lingkungan. Rasa ingintahunya yang tinggi akantersalurkan apabila mendapatstimulasi/ rangsangan/ motivasiyang sesuai dengan tugas

    perkembangannya. Apabilakegiatan berhitung diberikanmelalui berbagai macam permainantentunya akan lebih efektif karenabermain merupakan wahana belajardan bekerja bagi anak.

    Rendahnya kemampuananak dalam mengenal konsepbilangan di Taman Kanak-kanakAN NUR menjadi salah satupenyebab terhambatnya belajarberhitung di tahun ajaran2011/2012 semester II ada sekitar70 % anak yang masih belumpaham mengenali bilangan danselebihnya yaitu sekitar 30% anakyang sudah bisa mengenalibilangan dengan baik. Penyebabketidakpahaman anak untukmengenali bilangan adalahkemampuan anak untuk dapatmenghafal urutan 1 sampai 10berbeda-beda. Penyebab lainnyayaitu kejenuhan siswa dalammengikuti proses pembelajaranyang cenderung kurang menarikbagi anak, banyak guru di TamanKanak-Kanak yang kurangmenggunakan teknik permainandalam pembelajara...

Recommended

View more >