MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI MEDIA BUKU CERITA PADA ANAK KELOMPOK B

  • Published on
    08-Nov-2015

  • View
    8

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Siti Chusnaini, Sri Setyowati,

Transcript

  • 1MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUIMEDIA BUKU CERITA PADA ANAK KELOMPOK B

    Siti ChusnainiSri Setyowati

    PG-PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri SurabayaJalan Teratai No.4 Surabaya.Email:(sitichusnaini.72@gmail.com),(trinilbrow@hotmail.com)

    Abstract: The goal of media use storybooks in this research is to improve the language skillsof children in group B. The researchers used a class action research consisting of two cycleseach covering planning, action, observation, and and reflection. Subjects in this study wereof children in group B Kuncup Mekar kindergarten Surabaya consisting of 20 children. datacollection techniques used observation and documentation, while data analysis usingdescriptive statistical techniques.. The results of the study in the second cycle obtainedproficiency increased by 85%. From these results it can be concluded that the method bookshave a positive impact in improving the language skills of kindergarten children.

    Keywords: Media, Story Books, Proficiency

    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anakkelompok B. Peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklusmasing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan dan refleksi. Subyekdalam penelitian ini adalah anak-anak TK B Kuncup Mekar Surabaya yang berjumlah 20anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkananalisis data menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian pada siklus IIdiperoleh kemampuan berbahasa mengalami peningkatan sebesar 85%. Dari hasilpenelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode buku cerita memiliki dampakpositif dalam peningkatan kemampuan berbahasa anak TK.

    Kata Kunci: Media, Buku Cerita, Kemampuan Berbahasa..

    Anak adalah tunas potensi dan generasimuda penerus cita-cita perjuanganbangsa, yang memiliki peran strategisdan mempunyai sifat khusus yangmenjamin kelangsungan eksistensibangsa dan negara pada masa depan(Muzaqi dkk, 2009:1)

    Begitu hebatnya rentang usia dinibagi perkembangannya sehingga paraahli mengatakan disebut dengan Thegolden age (masa keemasan). Masatersebut merupakan periode yang amatpenting bagi seorang anak. Pendidikanpada rentang usia tersebut sangatmenentukan tahapan perkembangan anakselanjutnya.

    Hurlock (2003:15) mengatakanbahwa perkembangan awal lebih penting

    dari pada perkembangan selanjutnya,karena dasar awal sangat dipengaruhioleh belajar dari pengalaman. Salah satuaspek penting dalam perkembangannyaadalah meningkatkan kemampuanberbahasanya.

    Perkembangan dan masa depan anaksangat tergantung pada keluarga, karenadalam lingkungan keluargalah anak me-nyerap pendidikan, baik melalui bahasa,kebiasaan terutama tingkah laku yangdiperolehnya sebagaimana yang diung-kapkan John Lock (dalam Al-Qudsy danNurhidayah, 2010:1) bahwa anak terlahirlaksana kertas putih yang menanti orangdewasa untuk mengisinya.

    Peran penting orang tua danpendidik adalah menjadi teladan yang

    1

  • Chusnaini, Meningkatkan Kemampuan Berbahasa AnakMelalui Media Buku Cerita Pada Anak Kelompok B 2

    baik. Bagai sebuah pepatah anak-anaktidak pernah menjadi pendengar yangbaik bagi orang tuanya (Al-Qudsy danNurhidayah, 2010:39). Mereka belajarmelalui melihat apa yang ada dua terjadidi sekitarnya.

    Mengajarkan perkembangan bahasapada anak usia dini dapat dilaksanakanpada batas-batas aturan tertentu dalamarti batas aturan pra skolastik atau praakademik serta mendasar. Prinsip dasardari pendidikan TK sebagai tamanbermain, sosialisasi dan pengembanganberbagai kemampuan pra skolastik yanglebih substansial, seperti pengembangankecerdasan emosi, motorik, disiplin atautanggung jawab, konsep diri dan akhlaqmulia (Muzaqi dkk, 2009:1).

    Pada kenyataannya anak pra sekolahrata-rata belum banyak mengenal kosakata yang dijelaskan oleh guru. Hal initerlihat dari komunikasi yang merekagunakan sehari-hari di sekolah. Kadangada juga anak yang tidak mau berbicarajika ada pertanyaan dari guru atau dalamkegiatan yang lain. Hal ini tentunya akanmenghambat perkembangan bahasanya.Di sinilah peran guru sangat dibutuhkandapat mengembangkan anak terutama disekolah. Apabila anak tidak mendapat-kan kesempatan berbicara, maka anakakan mengalami kesulitan dalammenyesuaikan diri serta mengalamihambatan dalam perkembanganbahasanya (Wibisono, 2009:105).

    Selama ini di TK Kuncup MekarSurabaya khususnya anak-anak kelom-pok B tingkat kemampuan berbahasanyamasih sangat rendah, hal ini karena anakkurang fokus saat mendengarkan cerita.Pandangan mata anak tidak tertuju padaguru yang membacakan cerita, ada yangmerasa asyik bermain sendiri, bahkanada yang bercakap-cakap dengan temandi sebelahnya. sehingga anak merasabingung dan tidak mampu saat dimintaguru untuk menceritakan kembali cerita

    yang telah dibacakan oleh guru. Untukitu perlu adanya pembaruan dalammenyampaikan materi serta pelaksanaanyang diyakini dapat meningkatkankemampuan berbahasa anak yaitumelalui buku cerita. Selain analisis diatas alasan peneliti menggunakan judulmedia buku cerita mengacu pada hasilpenelitian Moeslihatoen (2004:45)dengan judul skripsi Pengaruh MediaBuku Cerita Untuk MeningkatkanKemampuan Berbahasa Anak Usia Dini.

    Berdasarkan permasalahan diatasdapat dirumuskan apakah media bukucerita dapat meningkatkan kemampuanberbahasa pada anak kelompok B di TKKuncup Mekar Surabaya. Sedangkantujuan penelitian ini adalah untukmeningkatkan kemampuan berbahasaanak melalui media buku cerita padaanak kelompok B TK Kuncup MekarSurabaya. Mengingat hal tersebutpenulis mencoba mengembangkanbahasa anak melalui media buku cerita.Diharapkan dengan media buku ceritaakan menambah kosa kata anak yangdapat digunakan dalam mengembangkanbahasa mereka dalam berkomunikasisehari-hari. Bercerita dapat menjadimedia komunikasi dan dalam cerita tidakada batasan usia. Kapanpun anak bolehmendengar cerita. Dalam cerita sendiritidak membutuhkan bakat danketerampilan khusus, boleh dilakukanoleh siapapun dan kapanpun (As-Fandiyar, 2009:14).

    Cerita merupakan kegiatan pembela-jaran yang sangat diminati oleh anak,apapun bahan cerita itu. Media ceritabanyak sekali dampak positif pada anakmaupun pada pencerita, baik disampai-kan oleh orang tua maupun pendidik(dalam http://www.koran.jakarta.com,2010).

    Karena cerita merupakan nasehatyang menyenangkan, mengandungbanyak motivasi yang menarik sehingga

  • Chusnaini, Meningkatkan Kemampuan Berbahasa AnakMelalui Media Buku Cerita Pada Anak Kelompok B 3

    pendidik mudah menanamkan penge-tahuan dan budi pekerti,serta merang-sang anak untuk mengembangkanpotensi berbahasa. Media cerita secarakhusus didasarkan pada materialkurikulum pengajaran diTPA/KB/RA/BA/TK yang berlaku.

    Media buku cerita dapatmemperluas wawasan berpikir danmeningkatkan kemampuan berbahasaanak, sehingga banyak kosa kata yangditerima dan diserap. Anak dapatmengulang kembali akan hal yangpernah di dapat atau di dalamnya(Bachtiar, 2005:11).

    Berdasarkan uraian di atas makapenulis mengadakan penelitian denganjudul Meningkatkan KemampuanBerbahasa Anak Melalui Media BukuCerita Pada Anak Kelompok B TKKuncup Mekar Surabaya.

    METODEPenelitian ini merupakan penelitian

    tindakan kelas (classroom actionresearch) di TK Kuncup MekarSurabaya yang berupayamemberikangambaran secara sistematis dan akurat,serta dapat mengungkapkan adanyapeningkatan kemampuan berbahasa anakmelalui buku cerita disekolah tersebut .

    Menurut Riyanto (2001:49) bahwapenelitian tindakan kelas menekankankepada kegiatan (tindakan) denganmengujicobakan ide-ide ke dalampraktek untuk memperbaiki ataumerubah sesuatu agar memperolehdampak nyata dari sesuatu tersebut.

    Zainal (1991:69) menyatakan bahwapenelitian tindakan kelas merupakankajian tentang situasi sosial denganmaksud untuk meningkatkan kualitaskegiatan yang ada di dalamnya.

    Pernyataan ini mengandung artibahwa penelitian tindakan kelas adalahsuatu kegiatan (tindakan) denganmengujicobakan suatu ide dalam praktek

    atau situasi nyata dalam skala yangmikro, yang diharapkan kegiatantersebut mampu memperbaiki danmeningkatkan kualitas.

    Menurut Arikunto (2006:3)Penelitian Tindakan Kelas merupakansuatu pencermatan terhadap kegiatanbelajar mengajar berupa sebuah tindakanyang disengaja dimunculkan dan terjadidalam sebuah kelas bersama tindakantersebut diberikan oleh guru atau arahandari guru yang dilakukan siswa.

    Carr dan Kemmis (dalam Suyadi,2010:22) menyebutkan tujuan PTKadalah untuk memperbaiki dasar pemi-kiran dan kepantasan dari praktik-praktikbelajar mengajar serta memperbaikisituasi atau tempat (lembaga), praktikbelajar mengajar tersebut.

    Berdasarkan beberapa uraianpendapat tersebut, maka dapatdisimpulkan bahwa tujuan PenelitianTindakan Kelas ini memuat indikatoryang diharapkan dapat menggambarkankeberhasilan dan kekurangan tindakandalam upaya mengembangkan kemam-puan melalui media buku cerita. Penga-matan berguna untuk mengevaluasiaktivitas pembelajaran serta sebagaibahan refleksi guru.

    Penelitian Tidakan Kelas ini men-deskripsikan tentang: 1) Meningkatkankemampuan berbahasa sebagai alatkomunikasi sehari-hari pada anak TKKuncup Mekar Surabaya. 2) Mening-katkan kemampuan berbahasa melaluimedia buku cerita bergambar. 3) Metodeyang digunakan adalah metode bercerita.

    Rancangan penelitian ini menggu-nakan model PTK yang dikembangkanArikunto (2006:16) meliputi empattahapan yaitu perencanaan, pelaksa-naan, pengamatan dan refleksi. Sikluspenelitian ini dilakukan secara berulangatau terus menerus sampai masalah yangditeliti dapat dipecahkan

  • Chusnaini, Meningkatkan Kemampuan Berbahasa AnakMelalui Media Buku Cerita Pada Anak Kelompok B 4

    Lokasi penelitian berada di TamanKanak-Kanak Kuncup Mekar denganalamat Jalan Kalianak Timur BelakangNo. 33 Kecamatan KrembanganSurabaya. Subyek penelitiannya adalahmurid Taman Kanak-Kanak KuncupMekar khususnya kelompok B yangberjumlah 20 anak terdiri dari 14 anaklaki-laki dan 9 anak perempuan.

    Untuk memperoleh data dalampenelitian ini, peneliti menggunakanbeberapa teknik untuk membantu dalammemperoleh data penelitian. Adapunteknik dalam pengumpulan data tersebutantara lain: 1) Observasi. Jenis observasiyang dilaksanakan peneliti adalah obser-vasi partisipatif, sebab peneliti ikut sertadalam kegiatan meningkatkan kemam-puan berbahasa pada anak yangdilakukan melalui media buku cerita.Pelaksanaan observasi ini dilakukansecara teratur, sedangkan aspek yangdiamati adalah konsentrasi anak dalammendengarkan cerita terutama berkenaandengan kegiatan peningkatankemampuan berbahasa 2) Dokumentasi.Jenis dokumentasi yang digunakandalam penelitian ini adalah mendoku-mentasikan proses kegiatan pembela-jaran dalam bentuk gambar atau foto.

    Untuk mengetahui apakah mediabuku cerita dapat meningkatkankemampuan berbahasa anak kelompok BTK Kuncup Mekar Surabaya perluadanya analisis data sebelum dansesudah diberi perlakuan. Indikatorkeberhasilan penelitian ini adalah jikahasil dari mencapai 85% dari 20 anak.HASIL

    Penelitian ini dilaksanakan secarakolaboratif dengan guru kelompok Ayang membantu selama pelaksanaanobservasi dan refleksi saat penelitianberlangsung, sehingga secara tidaklangsung kegiatan penelitian bisaterkontrol sekaligus untuk kevalidan

    hasil penelitian dan tidak mengganggujalannya proses seperti biasanya

    Pelaksanaan penelitian pada siklus Idilaksanakan selama dua kali pertemuanpada tanggal 21 dan 22 November2014.Pertemuan pertama siklus Idilaksanakan pada tanggal 21 November2014. Jumlah anak yang hadir 20 anakberlangsung selama 60 menit. Kegiatanpembelajaran diawali dengan gurumenyapa anak dengan mengucap salam,dilanjutkan dengan berdoa dan absensi.

    Pada kegiatan inti guru mene-rangkan bahwa binatang juga harusdisayang sambil memperlihatkan mediagambar pada anak untuk diamati.Kemudian guru menceritakan meta-morfosis kupu-kupu dan dilanjutkandengan memberi tugas pada anakmengurutkan metamorfosis denganmemberi nomor urut.

    Pada kegiatan penutup anak dimintaduduk kembali ditempatnya masing-masing, kemudian guru membawa mediagambar kupu-kupu ditunjukkan padaanak. Guru bertanya pada anak tentangasal mula kupu-kupu. Guru membericontoh cara menyetempel sayap kupu-kupu dengan batang kangkung.Selanjutnya guru mengajak anak berdoasetelah belajar dan dilanjutkanmengucapkan salam.

    Pertemuan kedua siklus I dilaksana-kan pada tanggal 22 November 2014.Jumlah anak yang hadir 20 anak.pelaksanaan tindakan ini merupakanproses pembelajaran yang dilakukanoleh guru sejak kegiatan awal hinggaakhir kegiatan sesuai RKH dan RKMyang telah direncanakan. Kegiatanpembelajaran diawali dengan gurumengucap salam dan menanyakan kabarhari ini, dilanjutkan berdoa dan absensi.

    Pada kegiatan inti guru mengaturtempat duduk anak melingkar danmengajak bercakap-cakap tentangmetamorfosis kupu-kupu. Guru menun-

  • Chusnaini, Meningkatkan Kemampuan Berbahasa AnakMelalui Media Buku Cerita Pada Anak Kelompok B 5

    jukkan gambar lepas metamorfosiskupu-kupu yang dibuat oleh guru. Gurumemberi contoh cara menempel gambarlepas metamorfosis kupu-kupu sesuaiurutannya. Guru menceritakan kembalitentang metamorfosis kupu-kupu, selan-jutnya meminta anak maju satu persatuuntuk mengurutkan gambar lepas secaraurut.

    Pada kegiatan penutup Gurumenanyakan kembali tentang metamor-fosis kupu-kupu, kemudian mengajakanak mengekspresikan gerakan kupu-kupu terbang sambil bernyanyi. Sebagaipenutup guru mengajak anak untukmengucapkan doa setelah pelajarankemudian salam.

    Pada siklus I pertemuan pertama danpertemuan kedua terdapat dua aspekpenilaian yaitu mendengarkan cerita,mengurutkan kartu gambar secara urutdan melanjutkan cerita yang telahdidengar sebelumnya. Dari hasilobservasi diperoleh kesimpulan bahwakemampuan anak dalam mendengarkancerita siklus I pertemuan pertama masihbelum memenuhi target yang diharap-kan yaitu dengan indikator anak hanyamemperoleh penilaian minimal 3bintang. Dalam hal ini anak kurangberkonsentrasi saat mendengarkan gurubercerita sehingga ada anak yang bicarasendiri. Dalam pertemuan kedua siklus Ikonsentrasi anak mulai ada peningkatan.Beberapa anak mau tenang danmemperhatikan saat mendengar cerita.

    Berkaitan dengan data di atas dapatdiketahui bahwa ada 11 anak yangmengalami peningkatan kemam-puanberbahasa sesuai standar yang diharap-kan dan 9 anak yang belum mencapaipeningkatan kemampuan berbahasasesuai harapan.

    Berdasarkan hasil pengamatanpenelitian proses pembelajaran bahwauntuk aktivitas guru dalam memberikanmateri pembelajaran sudah cukup.

    Aktivitas anak dalam mendengarkancerita mencapai 45% sehingga belummemenuhi target keberhasilan dari skoryang harus dicapai 85% dengan demi-kian memerlukan beberapa perbaikan

    Melalui tahap refleksi siklus I,perbaikan yang dibuat untuk tindakansiklus II ini adalah menyusun RKM danRKH bersama teman sejawat, menyiap-kan media yang akan digunakan, lembarobservasi dan format penilaian

    Pertemuan pertama pada siklus IIdilaksanakan pada hari Jumat tanggal29 November 2014. Jumlah anak yanghadir pada pertemuan ini 20 anak.Kegiatan diawali dengan guru mengucapsalam dan mengajak anak berdoa.Selanjutnya absensi kehadiran.

    Pada kegiatan inti guru mende-monstrasikan gerakan kupu-kupu yangberayun-ayun menghis...

Recommended

View more >