Click here to load reader

Journal Reading Dr. Riza

  • View
    6

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kesehatan

Text of Journal Reading Dr. Riza

A Prognostic Model for Development of Profound Shock among Children Presenting with Dengue Shock Syndrome

A Prognostic Model for Development ofProfound Shock among Children Presentingwith Dengue Shock Syndrome

Dea Fiesta JatikusumaG99142103 (I 10)Annisa Nur HafikaG99142108 (I 15)

Pembimbing :dr. Muhammad Riza, Sp. A, M. KesJOURNAL READINGTujuanIdentifikasi faktor risiko dan mengembangkan model prediksi untuk pengembangan syok yang mendalam dan berulang pada anak-anak yang menderita dengue shock syndrome (DSS)MetodePenelitian cohort prospektifAnak-anak dengan DSSPaediatric Intensive Care Unit of the Hospital for Tropical Disease di Ho Chi Minh City, VietnamProfound shock : 2 episode syok berulang (untuk penderita yang diawali dengan syok dekompensasi), atau 1 episode syok berulang (untuk penderita yang diawali dengan syok dekompensasi/ hipotensif), dan/atau persyaratan terhadap terapi inotropikPerkembangan model prognostik didasarkan pada regresi logistikHasilPopulasi terdiri dari dari 1207 anak dengan 222 anak (18%) berkembang pada DSS mendalam dan 433 anak (36%) dengan syok berulangFaktor risiko independen untuk kedua poin akhir, termasuk usia yang lebih muda, kenampakan yang muncul pada awal, peningkatan frekuensi denyut nadi, peningkatan suhu tubuh, peningkatan hematokrit, dan status hemodinamik yang memburuk pada anak perempuanModel prognosis akhir menunjukkan diskriminasi yang diterima (A UC = 0.69 untuk validasi internal) dan kalibrasi4KesimpulanBeberapa faktor risiko untuk pengembangan syok mendalam atau berulang pada anak-anak dengan DSS telah teridentifikasiGrafik nilai yang berasal dari model prognosis diharapkan dapat memperbaiki triage dan manajemen dari anak-anak dengan DSS pada area endemik dengue

PendahuluanSekitar 40% populasi di dunia berisiko terinfeksi dengueManifestasi klinis yang dapat muncul berawal dari demam yang dapat turun dengan sendirinya sampai pada tingkat keparahan termasuk DSS, yaitu syok hipovolemik akibat kebocoran plasmaPendahuluanBeberapa model prognosis (PRISM, PIM, PELOD) telah dikembangkan untuk menggolongkan anak dengan penyakit yang berat pada Paediatric Intensive Care Unit (PICUs) di dunia barat, dan beberapa analisis menyatakan bahwa PRISM dan PELOD mungkin dapat berguna dalam identifikasi pasien DSS yang berisiko meninggalsistem penilaian tersebut membutuhkan data klinis dan laboratoris rinci yang tidak terdapat di sebagian besar negara endemis dengueMetode dan AlatData dari studi prospektif pada anak dengan DSS di bagian PICU di The Hospital for Tropical Diseases (HTD) di Ho Chi Minh CityPenelitian ini telah diizinkan oleh komite etnik HTD dan komite etnik Oxford Tropical ResearchMetode dan Alatanak berusia kurang dari 15 tahun yang berada di PICU HTD dengan DSS dimasukkan ke dalam daftar subyek penelitianPeneliti mengumpulkan informasi demografis, sejarah dan hasil pemeriksaan dalam 2 jam dari awal terjadinya syok dan kemudian merekam informasi penggunaan cairan dan temuan klinis harian selama dirawat inapdiagnosis dengue dikonfirmasi dengan IgM dan IgG dengue menggunakan ELISA dan/atau RT-PCRMetode dan AlatPada anak dengan syok terkompensasi, pedoman menetapkan rejimen standar berupa larutan Ringer Laktat 25 ml/kgBB selama 2 jam dengan larutan koloid untuk kasus yang lebih berat dengan syok dekompensasi/hipotensif

Metode dan AlatSyok berulang pada umumnya diobservasi selama periode kritis hilangnya cairan dengan beberapa pasien menunjukkan > 1 episode dalam rentang waktu 24-48 jamSyok berulang dimanajemen dengan infus koloid 10-15 mL/kgBB selama 30-60 menit dan terapi lainnya sesuai gejala klinis yang munculTerapi inotropik direkomendasikan untuk pasien dengan indeks hemodinamik persisten yang tidak stabil walaupun sudah diberikan resusitasi cairanTemuan KlinisSyok berulang merupakan kejadian dengan sedikitnya satu episode setelah resusitasi awalDSS mendalam diartikan sebagai a) kebutuhan 2 bolus larutan koloid (resusitasi kristaloid untuk syok kompensatif pada 2 episode syok berulang atau resusitasi koloid untuk syok dekompensatif pada 1 episode syok berulang) atau b) kebutuhan inotropik sebagai tambahan pada terapi koloid untuk menjaga stabilitas kardiovaskularDSS mendalam dipilih sebagai hasil utama yang menarik untuk pengembangan model akhirPerbedaan pada resusitasi awal di antara pasien dengan syok kompensatif atau dekompensatif (penggunaan larutan kristaloid dibandingkan dengan larutan koloid) dapat mempengaruhi kemungkinan pengembangan syok berulang selanjutnyaSemua prediktor yang telah ditentukan dinilai selama 2 jam setelah onset syok muncul dan dipilih berdasarkan pengalaman klinis dan bukti dari literatur yang ada

Analisis StatistikPopulasi penelitian menyertakan seluruh pasien yang terdaftar antara tahun 2003-2009Model logistik multivariabel menyertakan semua prediktor yang telah ditentukan dengan prediktor kontinyu dimodelkan secara linearAnalisis StatistikKeseluruhan proses pengembangan model, kecuali untuk penilaian model anggapan, telah divalidasi menggunakan validasi temporal dan validasi internal Untuk validasi temporal, model prognosis dikembangkan menggunakan data dari 939 pasien yang terdaftar sebelum tahun 2009 dan tervalidasi pada 268 pasien yang terdaftar selama tahun 2009Untuk validasi internal, peneliti mendapatkan kinerja model menggunakan 10 kali pengulangan validasi silangSeluruh analisis dengan sepaket software R version 3.1.2HasilSebanyak 1216 anak dengan DSS telah mengikuti penelitian observasional selama waktu yang telah ditentukan dan dikonfirmasi memiliki infeksi dengueEnam anak dengan informasi penggunaan cairan yang insufisien dan tiga anak dengan perdarahan mayor yang tidak biasa terjadi di awal penyakit dieksklusi dari penelitianHasil433 dari 1207 anak (36%) sedikitnya memiliki satu episode syok berulang dan 222 dari 1207 anak (18%) mengalami DSS mendalam54 anak memerlukan terapi inotropik17 anak mengalami perdarahan mukosa dan 6 dari kasus tersebut (2 diantaranya menunjukkan gangguan multiorgan) kemudian meninggalHasilSeluruh kemungkinan prediktor menunjukkan hubungan signifikan dengan kedua temuan pada analisis univariatJenis kelamin perempuan secara signifikan berhubungan dengan peningkatan risiko DSS mendalam (p = 0.04) tetapi tidak dengan risiko syok berulang (p = 0.85)Usia yang lebih muda, lamanya sakit saat syok terjadi, peningkatan suhu, peningkatan frekuensi nadi, peningkatan hematokrit, dan perburukan status hemodinamik pada anak perempuan berhubungan dengan DSS mendalam dan syok berulang pada model logistik multivariabel