of 194 /194
Superior Value Creation 2010 Laporan Tahunan Annual Report LUMBUNG ENERGI & METAL

Borneo Ar2010

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Borneo Ar2010

Superior ValueCreation

2010Laporan TahunanAnnual Report

LUMBUNG ENERGI & METAL

Page 2: Borneo Ar2010

Jejak LangkahMilestonesVisi dan MisiVision and MissionSekilas BorneoBorneo in BriefIkhtisar KeuanganFinancial HighlightsIkhtisar Kegiatan OperasionalOperational HighlightsIkhtisar SahamShare HighlightsIkhtisar ProduksiProduction HighlightsAnak PerusahaanSubsidiariesStruktur PerusahaanCorporate StructurePeristiwa Penting 2010Significant Events 2010Sambutan Dewan KomisarisReport from the Board of ComissionersProfil Dewan KomisarisProfile of the Board of CommissionersLaporan Direktur UtamaReport from the President DirectorProfil Dewan DireksiProfile of the Board of DirectorsStruktur OrganisasiOrganization ChartTinjauan OperasionalOperational Review Tanggung Jawab Sosial PerusahaanCorporate Social ResponsibilityTata Kelola PerusahaanCorporate GovernanceSumber Daya ManusiaHuman ResourcesManajemen RisikoRisk ManagementLokasi PertambanganMine LocationLingkungan, Kesehatan dan Keselamatan KerjaSafety, Health and EnvironmentAnalisa & Pembahasan Manajemen atas Hasil-Hasil Usaha dan Kondisi Keuangan Perseroan Management’s Discussion and Analysis of the Company’s Results of Operations and Financial ConditionTanggung Jawab Pelaporan TahunanResponsibility for Annual ReportingLaporan KeuanganFinancial ReportData PerusahaanCorporate Data

8101112131315161718232831363841515561677275798991

189

Daftar IsiTable of Contents

Page 3: Borneo Ar2010

Superior Value

Creation

Menciptakan NilaiUnggulan

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) offers an exceptional value proposition for sustainable long-term growth. As the only producer of premium hard coking coal in Indonesia, BORN is strategically positioned to capitalise on the growing demand for high-quality metalurgical coal that commands a higher price in the market than thermal coal. With total proven reserves of 69.2 million tons of premium hard coking coals, BORN is set to deliver superior value to its stakeholders.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) menawarkan nilai tambah yang eksepsional untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan. Sebagai satu-satunya produsen coking coal premium di Indonesia, BORN berada pada posisi yang strategis guna memanfaatkan peluang permintaan pasar akan batubara jenis metalurgi bermutu tinggi yang dihargai oleh pasar dengan nilai yang lebih tinggi daripada batubara thermal. Dengan cadangan terbukti sebesar 69,2 juta ton coking coal bermutu tinggi tersebut, BORN siap untuk menciptakan nilai yang superior bagi para pemangku kepentingan.

12010 Borneo Annual Report

Page 4: Borneo Ar2010

2 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 5: Borneo Ar2010

Extracting Value from

Hard Coking COAL

Memanfaatkan Nilai Hard Coking Coal

Our mine produces premium hard coking coal, also known as metallurgical coal. Hard coking coal is primarily used for steel making and is, therefore, a much sought after commodity that yields relatively more value than coal that is used for generating electricity.

Tambang batubara Perseroan menghasilkan batubara hard coking bermutu prima, juga dikenal sebagai batubara metalurgi. Batubara hard coking terutama digunakan sebagai bahan baku pembuatan besi dan, oleh karenanya, merupakan komoditas yang sangat dicari serta menawarkan nilai tambah yang luar biasa dibandingkan dengan batubara yang digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik.

32010 Borneo Annual Report

Page 6: Borneo Ar2010

4 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 7: Borneo Ar2010

Generating Value for Downstream Industries

Menggalang Nilai bagiIndustri Hilir

When hard coking coal is used to make steel, it generates more value as the steel finds its way downstream, feeding many industries and businesses, which for now and in the foreseeable future, can only be sustained when hard coking coal is available in sufficient quantities and qualities for steel production.

Ketika batubara hard coking digunakan untuk membuat besi, nilai yang tergalang berlipat ganda saat produk besi tersebut merambah ke industri hilir, mengisi kebutuhan berbagai industri dan bisnis, yang hingga kini dan untuk waktu kedepan, hanya dapat berkelanjutan apabila tersedia batubara hard coking dalam jumlah serta mutu yang cukup untuk menghasilkan besi.

52010 Borneo Annual Report

Page 8: Borneo Ar2010

6 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 9: Borneo Ar2010

Delivering Value to Economies and Societies

Memberi Nilai bagi Perekonomian dan Masyarakat

Much of the steel that is made from hard coking coal, stands tall and sturdy as bridges, buildings and other contructions that can withstand the test of time, providing infinite value and benefit to people, socities and nations.

Sebagian besar dari besi yang mangandung leburan batubara hard coking, berdiri tegak dan kokoh sebagai jembatan, bangunan dan konstruksi lainnya monumen yang tidak lekang oleh waktu, memberikan manfaat yang tak ternilai bagi individu, masyarakat maupun bangsa.

72010 Borneo Annual Report

Page 10: Borneo Ar2010

PT Swabara Guna11 September 1992, AKT didirikan dengan nama PT Swabara Guna.

11/09/9211 September 1992, AKT was estabilished under the name of PT Swabara Guna.

Jejak LangkahMilestones

25 Februari 1998, PT Swabara Guna berubah nama menjadi PT Asmin Koalindo Tuhup.

25 February 1998, PT Swabara Guna changed its name to PT Asmin Koalindo Tuhup.

31 Mei 1999, AKT menandatangani PKP2B generasi ke 3.

31 May 1999, AKT signed the 3rd generation CCOW.

15 September 2009AKT mendapatkan izin operasi komersial di bawah PKP2B generasi ke 3.

15 September 2009 AKT commenced commercial operations under the 3rd generation CCOW.

Oktober 2009 Pembaharuan cadangan & sumber daya untuk Joint Ore Reserve Committee Standards.

October 2009 Reserves & resources updated to Joint Ore Reserve Committee Standards.

31 Desember 2009 Kapasitas produksi mencapai 2,4 mtpa untuk Blok Kohong saja.

31 December 2009 Production capacity stood at 2.4 mtpa for the Kohong Block only.

June 2010 Pembaharuan cadangan & sumber daya untuk JORC Standards.

June 2010 Reserves & resources updated to JORC Standards.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

8 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 11: Borneo Ar2010

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk26 November 2010, PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk

secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.

26/11/10 26 November 2010, PT Borneo Lumbung Energi & Metal TBK

was officially listed on the Indonesia Stock Exchange.

April 2005, AKT melaksanakan studi kelayakan di Tuhup.

April 2005, AKT conducted a feasibility study on Tuhup.

4 Agustus 2006, Tanggal pendirian BMS.

4 August 2006, Establishment of BMS.

April 2007, AKT mendapatkan sertifikasi JORC yang pertama.

April 2007, AKT completed first JORC certification.

27 Oktober 2007, Borneo memegang penuh kendali manajemen AKT.

27 October 2007, Borneo gained full management control of AKT.

Oktober 2008, AKT memulai produksi percobaan di Blok Kohong.

October 2008, AKT commenced trial production at the Kohong Block.

Februari 2009, Pembaharuan cadangan & sumber daya untuk Joint Ore Reserve Committee Standards.

February 2009, Reserve & resources updated to Joint Ore Reserve Committee Standards.

Maret 2009,Pengiriman batubara hard coking Borneo yang pertama.

March 2009, Borneo delivered its first hard coking coal shipment.

23 Juli 2009Glencore ditunjuk sebagai agen pemasaran.

23 July 2009 Glencore appointed as marketing agent.

August – November 2010 Borneo melakukan Penawaran Umum Perdana saham.

August – November 2010 Borneo undertakes IPO process.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

92010 Borneo Annual Report

Page 12: Borneo Ar2010

Misi:Menyumbang perekonomian nasional dengan membangun dan memasarkan komoditas pertambangan Indonesia.

Mission:Contributing to the national economy by way of developing and marketing of Indonesian mining commodities.

Visi :Menjadi produsen batubara berkualitas premium kelas dunia.

Vision : To be a world class producer of premium quality coals.

Visi dan MisiVision and Mission

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

10 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 13: Borneo Ar2010

Selain itu, Perseroan memiliki akses ke sumber-sumber keuangan, baik dari institusi keuangan internasional maupun domestik. Perseroan memiliki arus kas yang kuat untuk mendanai pembangunan asetnya.

Perseroan secara resmi mengubah namanya menjadi PT Borneo Lumbung Energi & Metal pada tanggal 2 September 2010, dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) pada tanggal 26 November 2010, dengan nama trading stock BORN.

Sekilas BorneoBorneo in Brief

The Company also has access to financial resources both from major international and domestic financial institutions. It produces a robust free cash flow to fund the development of its assets.

Borneo was officially re-named as PT Borneo Lumbung Energi & Metal on 2 September 2010, and was registered as a listed company on the Indonesia Stock Exchange (IDX) on 26 November, 2010, using BORN as its call sign.

Established as PT Borneo Lumbung Energi on 15 March, 2006, Borneo focuses its business on developing and exploiting coal resources. It has hands-on expertise and experience, as well as a successful track record in developing green-field assets, and proven capabilities in operating and producing coal mine.

Perseroan didirikan pada tanggal 15 Maret 2006 dengan nama PT Borneo Lumbung Energi. Memulai bisnisnya mengembangkan dan mengeksploitasi sumber daya batubara. Perseroan memiliki keahlian dan pengalaman, serta rekam jejak keberhasilan dalam mengembangkan aset lahan pertambangan yang belum beroperasi, selain kemampuan dalam pengoperasian dan produksi hasil pertambangan.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

112010 Borneo Annual Report

Page 14: Borneo Ar2010

(dalam jutaan Rupiah) 2009(1) 2010 (in million Rupiah)

Aset Lancar 287,177 3,312,012 Current Assets

Aset Tidak Lancar 4,055,790 5,211,948 Non Current Assets

Total Aset 4,342,967 8,523,960 Total Assets

Kewajiban Lancar 1,334,764 1,318,683 Current Liabilities

Pinjaman Berbunga Pihak Ketiga 2,044,917 224,775 Interest Bearing Borrowings from Third Parties

Kewajiban Tidak Lancar 2,957,465 627,516 Non Current Liabilities

Total Kewajiban 4,292,229 1,946,199 Total Liabilities

Total Ekuitas 50,738 6,577,749 Total Equity

Pendapatan Usaha 200,529 2,751,793 Revenues

Laba/(Rugi) Kotor 92,341 1,501,684 Gross Profit/(Loss)

Laba/(Rugi) Operasi 49,318 1,014,660 Operating Profit/(Loss)

EBITDA (2) 77,616 1,319,921 EBITDA (2)

Laba/(Rugi) Bersih (99,777) 348,847 Net Profit/(Loss)

Laba/(Rugi) per Saham Dasar (80) 61 Profit/(Loss) per Share

Belanja Modal (7) 718,325 1,047,384 Capital Expenditure (7)

Arus Kas Bersih 2,954 2,079,159 Net Cash Flow

Rasio Keuangan 2009(2) 2010 Financial Ratios

Marjin Kotor 46% 55% Gross Margin

Marjin Operasi 25% 37% Operating Margin

Marjin EBITDA 39% 48% EBITDA Margin

Marjin Laba Bersih -50% 13% Net Profit Margin

Imbal Hasil Aset (ROA) -2% 4% Return on Assets (ROA)

Imbal Hasil Ekuitas (ROE) -197% 5% Return on Equity (ROE)

Rasio Lancar 22% 251% Current Ratio

Rasio Pinjaman terhadap Aset 47% 3% Debt to Asset Ratio

Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas (8) 161% 3% Debt to Equity Ratio (8)

Rasio Pinjaman terhadap EBITDA 2635% 17% Debt to EBITDA Ratio

Informasi Operasional 2009 2010 Operational Information

Volume Produksi (ton) (3) 882,039 1,946,925 Production Volumes (tons) (3)

Volume Penjualan (ton) (4) 131,359 1,652,655 Sales Volumes (ton) (4)

Harga Jual Terealisasi (US$/ton) 168 185 Realised Average Selling Price (US$/ton)

Biaya Tunai Produksi, tidak termasuk Royalti (US$/ton) (5)

65 55 Production Cash Cost, before Royalty (US$/ton) (5)

Biaya Tunai, tidak termasuk Royalti dan Komisi Penjualan (US$/ton)

88 69 Cash Cost, before Royalty and Sales Commission (US$/ton)

Biaya Tunai (US$/ton) (6) 121 104 Cash Cost (US$/ton) (6)

Ikhtisar KeuanganFinancial Highlights

Sesuai dengan Laporan Keuangan KonsolidasianBased on the Consolidated Financial Statements

Catatan:(1) Laporan Laba Rugi Konsolidasi 2009 mencakup kinerja AKT hanya untuk 3 bulan terakhir,

setelah diperolehnya Ijin Produksi pada akhir bulan September 2009 (“Produksi Komersial”)(2) EBITDA = Laba operasi ditambah dengan depresiasi dan amortisasi(3) 436.040 ton batubara diproduksi selama masa percobaan produksi, sedangkan sisanya

445.999 ton setelah masa Produksi(4) Penjualan selama masa 3 bulan terakhir, diluar penjualan 9 bulan pertama sebesar 80.144 ton(5) Biaya tunai produksi dihitung berdasarkan jumlah biaya produksi (tidak termasuk royalti,

depresiasi penyusutan dan amortisasi) dibagi dengan volume produksi masing-masing periode

(6) Biaya tunai dihitung berdasarkan jumlah biaya produksi tunai (tidak termasuk depresiasi penyusutan dan amortisasi), ditambah biaya penjualan dan pemasaran, biaya umum dan biaya terkait lainnya, dibagi dengan volume produksi

(7) Belanja modal adalah kas yang digunakan untuk pembelian aset tetap, konstruksi infrastruktur, sarana dan prasarana, dan pengembangan proyek

(8) Ekuitas termasuk pinjaman pemegang saham

Notes:(1) Consolidated Profit and Loss Statements 2009 comprised of the performance of AKT covering

only the last three months, following the receipt of the Production Permit at the end of September 2009 (“Commercial production”)

(2) EBITDA = Operating Profit plus depreciation and amortisation(3) A total of 436,040 tons of coal were produced during the trial production period, whereas the

remaining 445,999 tons were produced after commercial production.(4) Sales for the last three months, excluding those of the first 9 months which amounted to

80,144 tons(5) Production cash expense is calculated based on total production expense (excluding royalty,

depreciation and amortisation) divided by the production volume of respective periods(6) Cash expense is calculated based on total cash production expense (excluding depreciation

and amortisation) plus sales and marketing expense, general expense and other related expense, divided by production volume

(7) Capital expenditure consitutes cash used to acquire fixed assets, construction of infrastructure and facilities, and project expansion.

(8) Equity includes loan from shareholders

12 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 15: Borneo Ar2010

TOTAL ASSETSTotal Aset

REVENUESPendapatan Usaha

15,000,000

12,000,000

8000,000

4,000,000

2,000,000

0

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . 2009 2010

3,000,000

2,500,000

2,000,000

1,500,000

1000,000

500,000

0

1,200,000

1,000,000

800,000

600,000

400,000

200,000

0

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2009 2010

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . .2009

49,318

4,342,967

8,523,960

1,014,660

2010

OPERATING (LOSS) PROFITLaba (Rugi) Operasi

URAIAN DESCRIPTION 2010

Penggalian Overburden removed 32,245,929 bcm

Pengerukan batubara Coal exposed 1,946,925 ton/tons

Pengangkutan batubara Coal barged 1,652,655 ton/tons

Ikhtisar Kegiatan OperasionalOperational Highlights

Ikhtisar SahamShare Highlights

dalam jutaan Rupiahin million Rupiah

2,751,793

200,529

dalam jutaan/in million

Volume Perdagangan Rata-rata MingguanWeekly Average Trading Volume

Pergerakan Harga SahamMovement of Share Price

Nov 26 Nov 30 Dec 1 Dec 8 Dec 15 Dec 22 Dec 30

Rp1,450

Rp1,400

Rp1,350

Rp1,300

Rp1,250

Rp1,200

Rp1,150

Rp1,100

700

600

500

400

300

200

100

0

221,5

459,1

63,7 74,21

684,2

Source: IDXHarga Terendah Rp1.280 Lowest Price Rp1,280

Harga Tertinggi Rp1.340Highest Price Rp1,340

132010 Borneo Annual Report

Page 16: Borneo Ar2010

14 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 17: Borneo Ar2010

AKT melakukan studi kelayakan pada bulan April 2005, namun tidak ada kelanjutan yang berarti hingga Borneo memulai pembangunan dan kegiatan konstruksinya pada proyek tambang batubara di awal 2008.

Hanya dalam waktu sembilan bulan sejak kegiatan penambangan dan pembangunan infrastruktur, di awal Oktober 2008, Borneo telah menghasilkan batubara pertamanya pada masa percobaan produksi untuk 100 ribu ton batubara. Kecepatan yang diterapkan oleh Borneo di tambang AKT dengan peruntukkan bagi tambang skala besar, tidak pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, terutama jika dikaitkan dengan tidak adanya infrastruktur dasar dan fasilitas transportasi di Kalimantan Tengah pada saat itu.

Di sepanjang tahun 2010, Borneo telah memproduksi 1,95 juta ton batubara metalurgi kualitas premium, di mana 1,65 juta ton telah diekspor ke luar negeri.

AKT secara konsisten mencapai peningkatan target produksi yang telah ditetapkan terhadap kapasitas produksinya, pada tanggal 31 Desember 2010 berhasil mencapai 3,6 juta ton per tahun (mtpa). Di akhir 2010, Perseroan berada pada tahap akhir dalam melengkapi peralatan dan memperbaiki infrastrukturnya untuk meningkatkan kapasitas produksi di akhir tahun 2011 menjadi 5,0 mtpa.

Ikhtisar ProduksiProduction Highlights

AKT conducted its feasibility study in April 2005, but no significant progress ensued until Borneo started major development and construction at the coal mining project in early 2008.

After only nine months of mine and infrastructure development, in early October 2008, Borneo produced its first coal under the auspices of a pilot production permit for 100 thousand tons of coal. The speed at which Borneo developed and constructed the AKT mine with a blueprint for a large scale mine several years down the road is unprecedented in Indonesia, especially when considering the absence of basic infrastructure and transportation facilities in Central Kalimantan at that time.

For the year end on 2010, Borneo produced 1.95 million tons of premium hard coking coal, of which 1.65 million tons were exported overseas.

AKT has consistently achieved scheduled ramp-ups of its production capacity, which by December 31st, 2010 had reached 3.6 million tons per annum (mtpa). By end of 2010, the Company was in the final process of securing equipment and improving infrastructure to ramp up production capacity to 5.0 mtpa by the end of 2011.

152010 Borneo Annual Report

Page 18: Borneo Ar2010

Anak PerusahaanSubsidiaries

PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT)PKP2B generasi ke 3

AKT didirikan dengan nama PT Swabara Guna pada tahun 1992,sebagai perusahaan investasi dalam negeri (PMDN). Menyusul perubahan kepemilikan saham, Perseroan mengubah namanya menjadi PT Asmin Koalindo Tuhup di tahun 1998, dan Pemerintah Indonesia memberikan hak ekslusif Perjanjian Kerjasama Pengusahaan dan Penambangan Batubara (CCOW) generasi ketiga kepada AKT pada tanggal 31 Mei 1999. AKT kemudian berubah menjadi Perusahaan Modal Asing pada tahun 2005, yang tidak harus melakukan divestasi terhadap mitra lokal, membayar pajak penghasilan dengan tarif pajak pendapatan perseroan yang berlaku dan memiliki peralatannya secara langsung.

Pada awalnya AKT memiliki PKP2B untuk mengembangkan konsesi batubara seluas 40.610 hektar di Muara Tuhup, berlokasi di Kabupaten Murung Raya, propinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Wilayah Timur Laut dari area tersebut seluas 18.980 hektar telah dikembalikan kepada Pemerintah karena tidak memiliki nilai ekonomi. Hal ini mengurangi luas konsesi Perseroan menjadi 21.630 hektar saat ini.

PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT)3rd generation CCOW

AKT was originally established as PT Swabara Guna in 1992, as a domestic investment company (PMDN). Following an ownership change, its name became PT Asmin Koalindo Tuhup in 1998, and was granted a 3rd generation Coal Contract of Work (CCOW) by the Indonesian Government on May 31, 1999. AKT subsequently became a foreign investment company (PMA) in 2005, having no requirement for further divestment to local partners, paying tax at the prevailing corporate income tax rate, and with direct ownership of equipment.

AKT originally obtained a CCOW to develop 40,610 hectares of coal concession in Muara Tuhup, located in the Murung Raya Regency in Central Kalimantan province, Indonesia. It relinquished 18,980 hectares of the North East Block that were deemed to be economically unviable. This reduced the size of the Company’s concession to the current area of 21,630 hectares.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance

16 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 19: Borneo Ar2010

The coal mining project is known as the “Tuhup Mine” and is divided into two blocks referred to as Kohong and Telakon, which covers around 8,500 hectares of the concession. AKT is currently Indonesia’s only producer and exporter of prime quality hard coking coal.

Borneo obtained full management control of AKT in October 2007.

PT Borneo Mining ServicesEquipment Rental to AKT

PT Borneo Mining Services (BMS) was established in 2006 under the name of PT Batubara Tenggara Borneo. Its business is focused on heavy equipment rental for mining. The company was acquired in 2007 by Borneo as a special purpose vehicle (heavy equipment) following the shareholders’ decision to undertake mining in-house at AKT.

Proyek penambangan batubara yang sering disebut “Tambang Tuhup” terbagi menjadi dua blok, yaitu Kohong dan Telakon, yang meliputi sekitar 8.500 hektar area konsesi. AKT saat ini merupakan satu-satunya produsen dan eksportir batubara metalurgi berkualitas tinggi di Indonesia.

Borneo mengambil alih fungsi pengawasan penuh manajemen AKT pada bulan Oktober 2007.

PT Borneo Mining ServicesSewa Perlengkapan untuk AKT

PT Borneo Mining Services (BMS) didirikan pada tahun 2006 di bawah nama PT Batubara Tenggara Borneo. Bisnisnya adalah menyewakan peralatan alat berat untuk pertambangan. BMS diakuisisi pada tahun 2007 oleh Borneo sebagai special purpose vehicle (alat berat) sesuai keputusan pemegang saham untuk melakukan operasi pertambangan AKT secara in-house.

Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

Struktur PerusahaanCorporate Structure

PT REPUBLIK KOMODITI

99,99 %

PUBLIK

0,01 % 0,01 %

99,99 % 99,99 %

99,60 % 75,00% 24,99 %PT MUARA KENCANA ABADI

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL Tbk

PT REPUBLIK ENERGI & METAL

PT ASMIN KOALINDO TUHUP PT BORNEO MINING SERVICES

172010 Borneo Annual Report

Page 20: Borneo Ar2010

Perubahan dan Pernyataan kembali Perjanjian Pinjaman InvestasiPada tanggal 12 Agustus 2010, BMS dan PT Bank CIMB Niaga Tbk menandatangani Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Pinjaman Investasi tertanggal 26 Mei 2010 yang mengubah tingkat suku bunga kredit menjadi dua bagian yaitu 7,75% p.a. untuk fasilitas pinjaman hingga USD17 juta dan LIBOR enam bulanan ditambah 4% untuk sisa fasilitas pinjaman atau sebesar USD 25 juta. Perubahan tersebut telah menjadi efektif pada tanggal 18 Agustus 2010, setelah dicatatkan dan ditambahkan ke dalam Perjanjian kredit No.57 yang telah dinotarilkan tanggal 26 Mei 2010.

Amendment and Restatement of Investment Loan AgreementOn 12 Agustus 2010, BMS and PT Bank CIMB Niaga Tbk have signed an Amendment and Restatement of an Investment Loan Agreement dated 26 May 2010 which changed the interest rate into two parts, being 7.75% p.a. for loan facilities amounting to USD17 million, and six monthly LIBOR plus 4% for the rest of the loan facilities amounting to USD25 million. The amendment became effective on 18 August 2010, after registration and it was incorporated into the Credit Agreement No.57 which was notarized on 26 May 2010.

Penurunan Tingkat Bunga HutangBerdasarkan Surat dari PT Bank CIMB Niaga Tbk tanggal 18 Agustus 2010 atas Perjanjian Fasilitas Kredit PT Bank CIMB Niaga Tbk kepada AKT dan BMS tanggal 16 Desember 2009, tingkat bunga hutang diturunkan dari 9,75% p.a. untuk bunga USD menjadi 7,25% p.a. dan dari 15,00% p.a untuk bunga Rupiah menjadi 11,25%.

Reduction in Loan Interest RatePursuant to a letter from PT Bank CIMB Niaga Tbk dated 18 August 2010 regarding the interest rates of PT Bank CIMB Niaga Tbk’s Credit Facilities to AKT and BMS dated 16 December 2009, the interest rate was reduced from 9.75% p.a. for USD debt to 7.25% p.a, and from 15.00% p.a. for Rupiah debt to 11.25%

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Borneo Lumbung Energi No.28 tanggal 25 Agustus 2010 dan No.39 tanggal 16 Desember 2010 yang disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM tanggal 2 September 2010 diputuskan hal-hal sebagai berikut:Mengubah seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan peraturan Bapepam dan LK tentang pokok-pokok “Anggaran Dasar Perseroan yang melakukan penawaran umum efek bersifat ekuitas dan perusahaan publik.”

Based on the Notarized Decision arising from PT Borneo Lumbung Energi’s Extraordinary Shareholders Meeting No.28 dated 25 August 2010 and No.39 dated 16 December 2010, which was approved by the Ministry of Law and Human Rights on 2 September 2010, the following items were decided:Amend all of the Company’s Articles of Association in accordance with the Bapepam and LK regulation on the main points of the “Articles of Association of a company that has made a public offering of equities to become a public company.”

Peristiwa Penting 2010Significant Events 2010

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

18 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 21: Borneo Ar2010

Perubahan nama Perseroan menjadi PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk;Pemecahan nilai nominal saham Perseroan dari Rp10,000(sepuluh ribu rupiah) menjadi Rp100 (seratus rupiah) per lembar saham hanya berdampak pada bertambahnya jumlah saham, namun tidak memiliki potensi untuk berdampak negatif terhadap kondisi keuangan dan kinerja keuangan Perseroan;Konversi Hutang yang dilakukan Perseroan kepada PT Republik Energi & Metal yang menghasilkan rasio utang terhadap modal Perseroan yang lebih rendah, sehingga mengurangi resiko gagal

Changed the Company’s name to PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk;Splitting the Company share’s nominal value from Rp10,000 (ten thousand Rupiah) into Rp100 (one hundred Rupiah) per share which only increased the number of shares on issue, but had no negative impact on the Company’s financial condition and performance;Debt conversion into shares of the Company by PT Republik Energi & Metal, which resulted in a lower debt to equity ratio, thus lowering the Company’s risk profile.

An increase in authorized capital to give flexibility for the Company to increase paid up capital, including the plan for an Initial Public Offering of shares by the Company. The increase in the authorized capital has no negative impact potential.

Debt Lease:BMS signed a lease agreement with PT Surya Artha Nusantara Finance (SAN Finance) on 27 August 2010 with a financing value amounting to USD753,280. This lease incurs a 9.5% p.a. effective interest rate, to be paid monthly for a period of 36 months.

bayar Perseroan;Peningkatan modal dasar dilakukan untuk memberikan keleluasaan bagi Perseroan untuk menambah modal disetor dan ditempatkan, seperti halnya dalam rencana Penawaran Umum Perdana Saham yang dilakukan Perseroan. Peningkatan modal dasar tersebut tidak berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan dan kinerja Perseroan.

Hutang Sewa Guna Usaha:BMS telah menandatangani Perjanjian Sewa Guna Usaha dengan PT Surya Artha Nusantara Finance (SAN Finance) pada tanggal 27 Agustus 2010 dengan nilai pembiayaan sebesar USD753.280. Sewa Guna usaha ini dibebankan bunga efektif sebesar 9,5% p.a. dan akan dibayarkan secara bulanan dalam jangka waktu 36 bulan.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

192010 Borneo Annual Report

Page 22: Borneo Ar2010

Addendum to Domestic Letter of Credit AgreementOn 20 September 2010, AKT and PT Bank CIMB Niaga Tbk signed an Addendum to the Domestic Letter of Credit Agreement to lower the facility from Rp50,500 million to Rp20,000 million, effective until 3 February 2011.

Revolving Credit FacilityThis facility has been fully repaid as per 31 December 2010.

Coal sales contract

Addendum Perjanjian Surat Kredit Berdokumen Dalam Negri(SKBDN)Pada tanggal 20 September 2010, AKT dan PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menandatangani addendum Perjanjian SKBDN untuk menurunkan fasilitas dari Rp50.500 juta menjadi 20.000 juta, berlaku hingga 3 Februari 2011.

Fasilitas Kredit BergulirSeluruh fasilitas ini telah dilunasi per 31 Desember 2010.

Addendum Perjanjian Fasilitas Kredit EksporPada tanggal 20 September 2010, AKT dan PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menandatangani Addendum Perjanjian Fasilitas Kredit Ekspor untuk meningkatkan fasilitas dari USD20 juta menjadi USD32 Juta. Addendum ini juga mengatur tingkat bunga menjadi 7,75% p.a. dan berlaku hingga 15 Januari 2011. Seluruh fasilitas ini telah dilunasi per 31 Desember 2010.

Export Credit Facility Agreement AddendumOn 20 September 2010, AKT and PT Bank CIMB Niaga Tbk signed an Addendum to the Export Credit Facility Agreement to increase the facility from USD20 million to USD32 million. This Addendum also set the interest rate at 7.75% p.a. effective until 15 January 2011. This facility has been fully repaid as per 31 December 2010.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

20 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 23: Borneo Ar2010

Kontrak Penjualan BatubaraPada tanggal 4 Oktober 2010, AKT telah menandatangani kontrak penjualan batubara dengan Zhonglian Resources Company Limited, China (“Zhonglian”) dengan jangka waktu 1 tahun mulai 1 Oktober 2010, sebanyak 1 juta ton. Harga jual ditentukan berdasarkan kesepakatan AKT dan Zhonglian secara triwulanan.

Coal Sales Contract On 4 October 2010, AKT signed a coal sales contract with Zhonglian Resources Company Limited, China (“Zhonglian”) for a period of one (1) year starting 1 October 2010 amounting to 1 million tons. The sales price is to be agreed on a quarterly basis between AKT and Zhonglian.

Kontrak Penjualan BatubaraPada tanggal 13 Oktober 2010, AKT telah menandatangani kontrak penjualan batubara dengan General Nice Group, China, dengan jangka waktu 1 tahun sebanyak 1 juta ton. Harga jual ditentukan berdasarkan kesepakatan AKT dan General Nice secara triwulanan.

Coal Sales ContractOn 13 October 2010, AKT signed a coal sales contract with General Nice Group, China (“General Nice”) for a period of one (1) year starting 1 October 2010 amounting to 1 million tons. The sales price is to be agreed on a quarterly basis between AKT and General Nice.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

212010 Borneo Annual Report

Page 24: Borneo Ar2010

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

22 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 25: Borneo Ar2010

Pemegang Saham yang Terhormat,

Merupakan kebahagiaan bagi kami dapat mempersembahkan laporan Dewan Komisaris yang pertama sejak Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26 November 2010. Sungguh merupakan tahun yang penuh dengan pencapaian istimewa dan transformasi bagi Perseroan, jika ditinjau dari berbagai perspektif, yaitu pembangunan yang sedang berjalan dan kegiatan produksi yang sedang berlangsung di tambang Perseroan di Tuhup, Kalimantan Tengah, semakin diterimanya premium hard coking coal merek “Tuhup” dan peningkatan signifikan pada posisi keuangan sejak penawaran umum saham perdana (IPO).

2010 menandai tahun pertama kami di mana produksi komersial dilakukan secara penuh dalam satu tahun, dan mencapai hasil total sebesar 1,95 juta ton, lebih dari dua kali lipat dibanding pencapaian tahun 2009 sebesar 0,88 juta ton. Total kapasitas produksi batubara kami mencapai 3,6 juta ton per tahun di akhir 2010, dibanding dengan 2,4 juta ton pada tahun sebelumnya. Instalasi alat berat barge loader baru dengan kapasitas 2.400 ton per jam telah berhasil dilakukan pada bulan Mei 2010, penambahan yang signifikan pada jumlah armada pertambangan kami, perbaikan sarana jalan pengangkutan terus diupayakan dan berbagai peningkatan penting pada infrastruktur pertambangan.

Sambutan Dewan KomisarisReport from the Board of Commissioners

Sungguh merupakan tahun yang penuh dengan pencapaian istimewa dan transformasi, ditandai oleh peningkatan signifikan pada posisi keuangan sejak IPO, dan pencapaian produksi lebih dari dua kali lipat.

It has truly been a year of remarkable achievement and transformation, marked by the significant improvement of our financial position following our IPO, and the more than doubling of our production.

Dear Shareholders,

It is with great pleasure that we present to you the first report of the Board of Commissioners since our company successfully listed on the Indonesian Stock Exchange on 26 November 2010.

It has truly been a year of remarkable achievement and transformation for us from numerous perspectives including the ongoing development and ramp-up of production at our mine at Tuhup in Central Kalimantan, the increasing acceptance in the international market of our “Tuhup” brand of premium hard coking coal and the significant improvement of our financial position following our initial public offering (IPO).

2010 marked our first full year of commercial production and total output reached 1.95 million tons which was more than double the 0.88 million tons achieved during 2009. Our total coal production capacity reached 3.6 million tons per annum by the end of 2010 compared to 2.4 million tons a year earlier. The new barge loader with a capacity of 2,400 tons per hour was successfully installed in May 2010, major new additions were made to our mining fleet, the upgrading of our haul road continued and important improvements were made to overall mine infrastructure.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

232010 Borneo Annual Report

Page 26: Borneo Ar2010

Peristiwa penting tahun ini adalah Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) Perseroan pada kwartal keempat yang berhasil meraih dana sebesar Rp5,17 triliun dari penjualan 4.423.000.000 saham, mewakili 25% saham disetor Perseroan pada harga Rp1.170 per lembar saham. Penawaran saham dilakukan baik di pasar domestik Indonesia maupun kepada manajer portofolio internasional di pusat keuangan dunia dan respon positif atas penawaran tersebut sungguh menggembirakan. Kami merupakan produsen hard coking coal pertama yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dan juga merupakan produsen batubara pertama dari Kalimantan Tengah yang terdaftar, dimana hal tersebut menambah dimensi baru yang dapat memberikan gambaran terhadap industri batubara Indonesia yang patut diperhitungkan pada tingkat dunia diantara perusahaan-perusahaan trading di Indonesia.

Sangat menggembirakan bahwa premium hard coking coal merek Tuhup kami mendapat penerimaan yang makin luas di pasar internasional dan selama tahun 2010 Perseroan terus memperluas jaringan pelanggan utamanya di China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Eropa dan India. Merek Tuhup kami semakin dikenali di antara produsen-produsen baja ternama dunia karena kualitasnya yang baik dan konsisten untuk memproduksi baja berkualitas tinggi.

Kami berupaya menguasai pasar internasional baru bagi premium hard coking coal merek Tuhup dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan kustomer utama baik yang baru maupun yang telah ada di seluruh dunia.

We will be striving to penetrate new international markets for our Tuhup brand of premium hard coking coal and develop new and existing relationships with high quality customers around the world.

It is very gratifying that our Tuhup brand of premium hard coking coal has found increasing acceptance in international markets and during 2010 our company continued to expand its high quality customer base in China, Japan, South Korea, Taiwan, Europe and India. Our Tuhup brand is gaining growing recognition among leading global steel producers for its exceptional quality and consistency for the production of high quality steel.

A major highlight of the year was the Initial Public Offering (IPO) of our company in the fourth quarter which raised Rp5.17 trillion from selling 4,423,000,000 shares, representing 25% of the issued capital of the Company at a price of Rp1,170 per share. The shares were offered both domestically within Indonesia and also to international portfolio managers in major financial centers and the very positive reception received by the offering was most gratifying. Our listing was the first time a hard coking coal producer was listed on the Indonesia Stock Exchange and also the first time a coal producer from Central Kalimantan was listed, which adds a new dimension to the representation of the globally respected Indonesian coal industry among publicly traded companies in Indonesia.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

24 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 27: Borneo Ar2010

Memasuki tahun 2011, Perseroan mencanangkan untuk meningkatkan kapasitas pertambangan menjadi 5 juta ton per tahun di akhir tahun, khususnya pada blok Kohong. Hal ini membutuhkan investasi yang signifikan pada armada pertambangan, pengoperasian sebuah mesin penghancur baru pada lokasi penyimpanan dan pengolahan batubara (CHPP), pemasangan tempat penyimpanan bahan bakar tambahan pada dermaga maupun lokasi penambangan kami, perbaikan sarana jalan dan pembangunan infrastruktur pendukung substansial lainnya. Kami juga merencanakan untuk membangun sarana tempat tinggal permanen di area pertambangan untuk menggantikan tempat tinggal sementara yang telah kami gunakan sejak tahun 2007. Keberhasilan penawaran umum saham perdana kami di tahun 2010 telah memberikan landasan finansial yang kokoh bagi Perseroan untuk menyelesaikan seluruh rencana tersebut di atas.

Di tahun 2011, kami juga berupaya untuk menguasai pasar internasional baru bagi premium hard coking coal merek Tuhup dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan pelanggan utama baik yang baru maupun yang telah ada di seluruh dunia. Perseroan juga melanjutkan kegiatan pengeboran dan eksplorasi dengan rencana untuk memperluas reserve base Perseroan pada blok Kohong dan meningkatkan resource base pada blok Telakon dengan rencana mengubah resources menjadi reserves di Telakon dengan menggunakan standar akreditasi internasional JORC.

Perseroan sangat bangga dapat melakukan kontribusi untuk pembangunan ekonomi Indonesia dan bagi industri batubara Indonesia kelas dunia, maupun perekonomian propinsi Kalimantan Tengah. Melalui pengembangan tambang Perseroan serta jasa pendukung dan investasi dalam infrastruktur, Perseroan berhasil menciptakan 2.400 lapangan pekerjaan di Indonesia, terbesar di daerah Kalimantan Tengah.

Kami juga menyadari tanggung jawab kami terhadap masyarakat setempat di sekitar lokasi tambang Perseroan, dan aktif berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan menyelenggarakan program pelatihan kerja, serta menyediakan air minum bersih, listrik dan kesempatan belajar untuk penduduk lokal. Kami juga mengupayakan perbaikan sarana jalan untuk pemukiman setempat. Peningkatan kemakmuran dan kesuksesan Perseroan juga menjadi milik penduduk setempat yang tinggal di sekitar area penambangan.

Looking forward to 2011, our company intends to further develop mining capacity to 5 million tons per annum by the end of the year, specifically at our Kohong block. This will require significant investment in new mining fleet, the commissioning of a new crusher at our coal handling and processing plant (CHPP), installation of additional fuel storage capacity at both our port and mine site, the further upgrading of our coal hauling road and completion of substantial supporting infrastructure. We also expect that during the year a permanent camp at our mine site will replace the temporary one that we have been using since 2007. The success of our initial public offering in 2010 has given our company the strong financial base required to complete all of these projects.

In 2011, we will also be striving to penetrate new international markets for our Tuhup brand of premium hard coking coal and develop new and existing relationships with high quality customers around the world. We will also continue our drilling and exploration program to further expand our reserve base at the Kohong block and increase the resource base at the Telakon block with a view to conversion of some of the resources into reserves at Telakon using the internationally accredited JORC standard.

Our company is proud of being of able to make a growing contribution to the development of the Indonesian economy and to the world class Indonesian coal industry as well as to the economy of the province of Central Kalimantan. Through the development of our mine and supporting services and our investment in infrastructure, we have directly created over 2,400 jobs in Indonesia, the vast majority of which are in Central Kalimantan.

We also recognize our responsibilities to the local communities around our mine site and we are actively engaged in creating employment and establishing job training programs as well as providing clean drinking water, electricity and educational opportunities for the local population. We have also been improving the quality of roads for nearby villages. The growing prosperity and success of our company is rightfully being shared by the local inhabitants living around our area of operations.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

252010 Borneo Annual Report

Page 28: Borneo Ar2010

Dengan telah tercatatnya Perseroan di Bursa Efek Indonesia, kami juga sepenuhnya menyadari bahwa kami mengemban tanggung jawab untuk menjalankan tata kelola perusahaan demi kepentingan seluruh pemegang saham. Kami telah membentuk komite audit yang terdiri dari anggota eksekutif dan non-eksekutif dan memastikan bahwa Perseroan telah dikelola sesuai dengan standar-standar tata kelola perusahaan terbaru.

Nampak jelas bahwa 2010 merupakan tahun transformasi bagi Perseroan dan merupakan tahun dengan pencapaian istimewa. Hal tersebut tidak mungkin dicapai tanpa dedikasi yang luar biasa dari para karyawan yang telah bekerja keras sepanjang tahun memberikan tingkat pertumbuhan yang tinggi bagi Perseroan dan peningkatan yang signifikan terhadap posisi keuangannya dan menjadi landasan kekuatan finansial. Kepada seluruh karyawan, Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bersama, kita memasuki tahun 2011 dengan penuh keyakinan.

Atas nama Dewan Komisaris,

As a company now listed on the Indonesia Stock Exchange, we also fully realize that we have responsibility to pursue good corporate governance for the benefit of all stakeholders. We have established an audit committee comprising both executive and non-executive members and we will ensure that our company is managed according to the high standards of modern corporate governance that are naturally expected of us.

Clearly 2010 has been a transformational year for our company and a year of major achievement. None of it would have been possible without the exceptionally dedicated efforts of our employees who have strived over the past year to bring about the major growth of our company and the significant improvement of its financial position and underlying financial strength. To all of our employees, the Board of Commissioners would like to express a heartfelt thank you.

Together, we go into 2011 with great optimism for the year ahead.

On behalf of the Board of Commissioners,

Syamsir Siregar,

Komisaris Utama

President Commissioner

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

26 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 29: Borneo Ar2010

Berdiri/Standing:

Anton B.S. Hudyana Komisaris IndependenIndependent Commissioner

Silvanus Yulian WenasKomisaris Commissioner

Moch Djatmiko Komisaris Commissioner

Mangantar S. MarpaungKomisaris Independen Independent Commissioner

Dari kiri ke kananFrom left to right

Duduk/Seated:

Syamsir SiregarKomisaris Utama President Commissioner

Soesanto LoekmanKomisaris IndependenIndependent Commissioner

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

272010 Borneo Annual Report

Page 30: Borneo Ar2010

Profil Dewan KomisarisProfile of the Board of Commissioners

Komisaris Utama, Syamsir Siregar

Warga Negara Indonesia, berusia 69 tahun, menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan sejak tahun 2010. Menyelesaikan pendidikan militer AMN dan Dasar Para pada tahun 1965, Sussarcab IF pada tahun 1966, Desfatcher, Pandu Udara , Raider dan Suspa Intel pada tahun 1967, Suslapa pada tahun 1972 dan Seskoad pada tahun 1981. Jabatan lain yang pernah atau sedang dijabat antara lain yaitu:• Ketua BIA pada tahun 1995• Perwira Tinggi Mabes ABRI pada tahun 1997• Ketua BIN pada tahun 2004

Komisaris, Silvanus Yulian Wenas

Warga Negara Indonesia, berusia 58 tahun, menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2010. Menyelesaikan pendidikan Polri/AKPOL pada tahun 1974, PTIK pada tahun 1985, Seskoad pada tahun 1990 dan Sesko ABRI pada tahun 1997. Jabatan lain yang pernah atau sedang dijabat beliau antara lain yaitu:

Dirsamapta Mabes Polri pada tahun 2000• Kapolda Kaltim pada tahun 2001• KakorBrimob Polri pada tahun 2002• Deputi Kapolri bidang Operasi pada tahun 2009•

Commissioner, Silvanus Yulian Wenas

Indonesian national, 58 years of age, appointed Commissioner since 2010. Completed studies at the Indonesian Police Academy in 1974, Police Science College in 1985, Army Command School in 1990, and Military Command School in 1997. Other positions held, include:

Emergency & Response Director at the Indonesian • Police Headquarters, 2000 East Kalimantan Police Chief, 2001• Indonesian Police Head of Mobile Brigade • Coordinator, 2002 Deputy Chief of Police for Operations, 2009•

Komisaris, Moch Djatmiko

Warga Negara Indonesia, berusia 59 tahun, menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Bhayangkara pada tahun 1991 dan Pasca Sarjana di bidang Pemerintahan dari Universitas Satyagama pada tahun 2001. Beliau juga telah menyelesaikan pendidikan Kepolisian yaitu Akabri Pol pada tahun 1973, Dikjurpa Intel pada tahun 1981, PTIK pada tahun 1983, Dikjur Patur pada tahun 1986, Akta IV pada tahun 1989, Sespimpol dan Suspamen Senior IPP pada tahun 1990, Sesko ABRI pada tahun 1997, Sussospol ABRI dan Sussos ABRI ES.I/II pada tahun 1997, Diklat SAR, Auditing BPKP pada tahun 2003 dan KSA Lemhanas pada tahun 2006. Posisi lain yang pernah atau sedang beliau jabat antara lain yaitu:

AAM TK.III / Susopsltsus ITJEN Polri pada tahun 2001 • – 2002;Irbid Jemen Ops II Itwil III Itwasum Polri pada tahun • 2002-2004;Dir Rendal Giat ops Deputi-II BIN pada tahun 2004 – • 2005;Kapusdiklat BIN pada tahun 2005 – 2006;• Inspektur Utama BIN 2006 – 2009;•

Commissioner, Moch Djatmiko

Indonesian national, 59 years of age, appointed Commissioner since 2010. Graduated in Law from the Bhayangkara University in 1991 and Post Graduate in Public Administration from Satyagama University in 2001. His other educational accomplishments include studies at the Indonesian Police Academy in 1973, Officers Intelligence Course in 1981, Police Science College in 1983, Officers Instructor Course in 1986, AKTA (trainers) IV education in 1989, Police Leadership School and IPP Senior Officers Special Course in 1990, Military Command School in 1997, Military Social Politics Course and Special Social Military ES.I/II in 1997, SAR education and training, BPKP Auditing in 2003, and KSA National Defense Council in 2006Other positions held, include:

AAM TK.III/Police Inspectorate General Special • operations in 2001 - 2002;Operations Management Inspector II of the Police • Deputy General Supervisory Inspectorate Area in 2002 - 2004;• Deputy II Director, Control Planning Activities • operations of the National Intelligence Bureau in 2004 - 2005;• Head of the National Intelligence Bureau’s Central • Education and Training in 2005 - 2006;Main Inspector at National Intelligence Bureau in • 2006 - 2009;

President Commissioner, Syamsir Siregar

Indonesian national, 69 years of age, appointed President Commissioner since 2010. Completed studies at the Indonesian Military Academy and Special Forces basics in 1965, Infantry special reserves in 1966, Dispatcher, Air Guide, Raider and Intelligence Special Forces in 1967, Head of Special Field Command in 1972, and Army Command School in 1981.Other positions held, include:• Head of Army Intelligence Agency in 1995 • Senior Officer of the Military Headquarters in 1997• Head of the National Intelligence Bureau in 2004

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

28 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 31: Borneo Ar2010

Komisaris Independen,Soesanto Loekman

Warga Negara Indonesia, saat ini berusia 79 tahun, menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia. Posisi lain yang pernah dijabat beliau antara lain:

Chairman KPMG Hanadi Sudjendro & Rekan pada • tahun 1992 - 1997;Advisor to Executive Committee KPMG pada tahun • 1997 - 1999;Senior Tax Advisor di Deloitte Touche pada tahun • 1999 - 2002;Senior Tax Advisor di MS Taxes pada tahun 2003 – • 2010;Anggota Komite Audit PT Intiland Tower Tbk pada • tahun 2003 – sekarang.

Komisaris Independen, Mangantar S. Marpaung

Warga Negara Indonesia berusia 58 tahun, menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Sarjana di bidang pertambangan dari Akademi Geologi dan Pertambangan pada tahun 1976. Posisi lain yang pernah atau sedang dijabat antara lain:

Komisaris PT Timah Investasi Mineral pada tahun • 2004 – 2008;Komisaris PT Eksplomindo pada tahun 2008 - 2009;• Chairman of Indonesian Mining Fire and Rescue • dari tahun 2000 - sekarang;Ketua ESDM Siaga Bencana dari tahun 2008 - • sekarang;Penasihat PERHAPI (Perhimpunan Ahli • Pertambangan Indonesia)dari tahun 2009 - sekarang;

Independent Commissioner, Mangantar S. Marpaung

Indonesian national, 58 years of age, appointed Independent Commissioner since 2010. Graduated in Mining Science from the Mining and Geology Academy in 1976. Other positions held, include:

Commissioner of PT Timah Investasi Mineral in • 2004-2008;Commissioner of PT Eksplomindo in 2008-2009;• Chairman of Indonesian Mining Fire and Rescue, • 2000 - now;Head of the Energy and Natural Resources Disaster • Alert, 2008 – now;Advisor to the Indonesian Mining Experts Association, • 2009 – now.

Komisaris Independen, Anton B.S. Hudyana

Warga Negara Indonesia, berusia 55 tahun, menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Sarjana dari Dutch Banking Institution, Amsterdam. Jabatan lain yang pernah atau sedang beliau jabat antara lain yaitu:

Relationship Manager pada Pierson, Heldring • Pierson NV Rotterdam Branch, Holland, tahun 1978 – 1983;Manager Real Estate/Project Financing Citibank • NA, Jakarta pada tahun 1983-1987;Corporate Bank Head Standard Chartered Bank, • Jakarta Branch pada tahun 1987-1990;Direktur Utama PT Bank Artha Graha pada tahun • 1993 – 2004;Penasihat PT Bank Artha Graha pada tahun 2004 • – 2005;Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk pada tahun • 2005 – 2007;Komisaris PT Barito Pacific Tbk pada tahun 2007 • – 2009;Komisaris PT Sierad Produce Tbk pada tahun 2009 • – 2010;Presiden Komisaris PT Kertas Basuki Rachmat • Indonesia Tbk tahun 2010

Independent Commissioner, Anton B.S. Hudyana

Indonesian national, 55 years of age, appointed Independent Commissioner since 2010. Graduated from the Dutch Banking Institution, Amsterdam.Other positions held, include:

Relationship Manager at Pierson, Heldring Pierson • NV Rotterdam Branch, Holland, 1978-1983;Manager Real Estate/Project Financing Citibank NA, • Jakarta 1983-1987;Corporate Bank Head Standard Chartered Bank, • Jakarta Branch 1987-1990;President Director, PT Bank Artha Graha 1993 – • 2004;Advisor to PT Bank Artha Graha 2004 – 2005;• President Director, PT Barito Pacific Tbk 2005 – • 2007;Commissioner, PT Barito Pacific Tbk 2007 – 2009;• Commissioner, PT Sierad Produce Tbk 2009 – 2010;• President Commissioner, PT Kertas Basuki Rachmat • Indonesia Tbk, 2010 – now.

Independent Commissioner, Soesanto Loekman

Indonesian national, 79 years of age, appointed Independent Commissioner since 2010. Economics graduate from the University of Indonesia.Other positions held, include:

Chairman, KPMG Hanadi Sudjendro & Rekan in • 1992 - 1997;Advisor to KPMG Executive Committee in 1997 • - 1999;Senior Tax Advisor at Deloitte Touche in 1999 • - 2002;Senior Tax Advisor at MS Taxes in 2003 – 2010;• Member of PT Intiland Tower Tbk audit • committee in 2003 until now.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

292010 Borneo Annual Report

Page 32: Borneo Ar2010

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

30 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 33: Borneo Ar2010

Pemegang Saham yang Terhormat,

Merupakan kebanggaan bagi kami dapat mempersembahkan laporan tahunan kami yang pertama sebagai perusahaan publik yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia pada bulan November 2010 dan suksesnya penawaran umum saham perdana kami yang berhasil meraih dana sebesar Rp5 triliun di atas jumlah yang telah ditentukan, baik yang berasal dari investor domestik maupun internasional.

Tahun 2010 merupakan tahun transformasi bagi kami. Pada tahun 2007 PT Asmin Koalindo Tuhup, anak perusahaan kami, masih merupakan lahan konsesi yang belum tergarap dan hanya dalam beberapa tahun saja kami mampu mengubahnya menjadi sebuah perusahaan tambang yang sukses dengan jumlah karyawan 1.800 orang dan merupakan produsen terbesar premium hard coking coal di Indonesia. Pada saat yang bersamaan, kami juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pertumbuhan perekonomian nasional Indonesia dan perekonomian daerah Kalimantan Tengah. Kehadiran kami sebagai penambang utama di segmen hard coking coal di Indonesia juga telah menambah dimensi baru pada industri batubara kelas dunia di Indonesia. Visi kami adalah menjadi produsen batubara kelas dunia dengan kualitas premium, dan di tahun 2010 kami melakukan upaya nyata untuk merealisasikan visi ini. Kami akan terus melanjutkan upaya-upaya tersebut di tahun 2011 dan di tahun-tahun berikutnya.

Laporan Direktur UtamaReport from the President Director

Kehadiran kami sebagai penambang utama di segmen hard coking coal di Indonesia juga telah menambah dimensi baru pada industri batubara kelas dunia di Indonesia.

Our pioneering presence in the hard coking coal segment in Indonesia has also added a new dimension to the world class Indonesian coal industry.

Dear Shareholders,

It gives me great pleasure to address this letter to you for our first annual report since becoming a public company following our listing on the Indonesia Stock Exchange in November 2010 and our successful initial public offering that raised in excess of Rp5 trillion from both domestic and international investors.

2010 was indeed a transformational year for our company. We can look back as recently as 2007, to when our main operating subsidiary, PT. Asmin Koalindo Tuhup,was still an undeveloped greenfield concession and we can feel very proud that in only a few short years, we have become a successful mining operation employing over 1,800 people and have become the largest producer of premium hard coking coal in Indonesia. At the same time we are making a significant contribution to the development of the national economy of Indonesia and the regional economy of Central Kalimantan. Our pioneering presence in the hard coking coal segment in Indonesia has also added a new dimension to the world class Indonesian coal industry. Our vision is to be a world class producer of premium quality coals and in 2010 we made great strides towards realizing this vision. We will continue to build on these efforts in 2011 and in the years ahead.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

312010 Borneo Annual Report

Page 34: Borneo Ar2010

Tingkat produksi yang lebih tinggi terutama disebabkan oleh bertambahnya armada pertambangan kami, termasuk penambahan empat alat berat ekskavator Liebherr 250 ton (menggandakan jumlah armada dari jenis ini menjadi delapan unit), tambahan 35 alat berat truk pembuangan Komatsu 100 ton (menambah jumlah armada dari jenis ini menjadi 43 unit) dan memiliki 20 truk pengangkut batubara Renault 35 ton kami yang pertama. Perkembangan yang terakhir ini sangat penting karena seiring dengan perbaikan sarana jalan dari lokasi tambang batubara menuju dermaga, kini kami dapat meningkatkan efisiensi dengan menggunakan truk pengangkut batubara 35 ton, dibandingkan dengan truk 20 ton yang sebelumnya kami gunakan. Kami juga dengan bangga menyampaikan bahwa rata-rata rasio stripping kami di tahun 2010 adalah 16,5 banding 1, yang mana masih dalam batas rasio stripping tambang dengan usia yaitu 17,6 banding 1.

Mengingat bahwa kami baru memulai produksi untuk kebutuhan komersial di bulan September 2009, maka patut dicatat bahwa tahun 2010 merupakan tahun pertama di mana produksi komersial baru dilakukan setahun penuh. Namun, produksi total telah mencapai lebih dari dua kali lipat di tahun 2010, sebesar 1,95 juta ton (dibandingkan dengan 0,88 juta ton di tahun 2009) dan penjualan meningkat lebih dari delapan kali lipat menjadi 1,65 juta ton (dibandingkan dengan 0,21 juta ton di tahun 2009, termasuk 0,08 juta ton penjualan hasil tambang percobaan). Harga rata-rata jual di tahun 2010 mencapai US$185 per ton. Selain itu, di akhir tahun 2010, kapasitas total produksi kami mencapai 3,6 juta ton per tahun, meningkat 50% dari 2,4 juta ton kapasitas produksi di akhir tahun 2009.

Total hutang menurun dari Rp4,29 triliun di tahun 2009 menjadi Rp1,95 triliun di tahun 2010, pada saat yang bersamaan jumlah ekuitas melonjak menjadi Rp6.58 triliun di akhir tahun 2010 dibanding hanya Rp50,7 miliar pada tahun sebelumnya.

Total liabilities dropped from Rp4.29 trillion in 2009 to Rp1.95 trillion in 2010 while at the same time equity soared to Rp6.58 trillion at the end of 2010 versus a modest Rp50.7 billion a year before.

Considering that our commercial production only commenced in September 2009, it is noteworthy that 2010 was our first full year of commercial production. Total production more than doubled in 2010 to 1.95 million tons (compared to 0.88 million tons in 2009) and sales increased by more than eightfold to 1.65 million tons (compared to 0.21 million tons in 2009 including 0.08 million ton of sales made from trial production). Our average selling price (ASP) for 2010 was an impressive US$ 185 per tonne. Furthermore, by the end of 2010, our total production capacity had reached 3.6 million tons per annum which was a 50% increase over the 2.4 million tons of production capacity that we enjoyed at the end of 2009.

The higher production levels were certainly facilitated by the expansion of our mining fleet which included adding another four Liebherr 250 tonne over-burden excavators (doubling our fleet size of this model to eight units), a further 35 Komatsu 100 tonne over-burden dump trucks (increasing our fleet size of this model to 43 units) and acquiring our first twenty 35 tonne Renault coal hauling trucks. This latter development is worth special mention because with the improvement in the quality of the coal hauling road from our mine site to our port, we are now able to enhance efficiencies by using 35 tonne coal hauling trucks compared to the smaller 20 tonne trucks that we had been using previously.We are also pleased to note that our average stripping ratio in 2010 of 16.5 to 1 was comfortably within the life-of-mine stripping ratio of 17.6 to 1.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

32 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 35: Borneo Ar2010

Peningkatan penjualan yang mencapai hampir delapan kali lipat hard coking coal berkualitas premium menjadi 1,65 juta ton (dari hanya 0,21 juta ton di tahun 2009) dan keberhasilan penawaran umum saham perdana telah menempatkan Perseroan pada posisi finansial yang lebih kokoh dibanding dengan tahun sebelumnya. Dengan demikian penting bagi kami untuk menjelaskan laporan keuangan kami dengan lebih terperinci.

Pada laporan laba & rugi konsolidasi, dapat dilihat bahwa penghasilan tahun 2010 mencapai Rp2,75 triliun dibanding Rp200,5 miliar di tahun 2009 (meningkat lebih dari tiga kali), sedangkan EBIT (laba sebelum bunga dan pajak) atau disebut juga sebagai laba operasi, meningkat menjadi Rp1,01 triliun dari hanya Rp49,3 miliar di tahun 2009. Selanjutnya, di tahun 2010 Perseroan berhasil meraih laba bersih setelah pajak Rp348,8 dibanding rugi bersih Rp99,8 miliar pada tahun sebelumnya.

Masih melanjutkan keberhasilan kami, neraca Perseroan di akhir tahun 2010 menunjukkan peningkatan dibanding dengan duabelas bulan sebelumnya. Total hutang menurun dari Rp4,29 triliun di tahun 2009 menjadi Rp1,95 triliun di tahun 2010, pada saat yang bersamaan jumlah ekuitas melonjak menjadi Rp6.58 triliun di akhir tahun 2010 dibanding hanya Rp50,7 miliar pada tahun sebelumnya. Dampaknya, rasio total kewajiban dibanding total ekuitas menjadi 0,30x di akhir tahun 2010 jika dibanding dengan tingkat rasio yang lebih tinggi 84,6x pada tahun sebelumnya. Perseroan menggunakan sebagian hasil dari penawaran umum saham perdana untuk mengurangi pinjaman jangka panjang sebesar 80% menjadi Rp214,1 miliar di tahun 2010 dari Rp1,33 triliun di akhir tahun sebelumnya. Dengan kondisi keuangan yang sehat di akhir tahun 2010, Perseroan untuk pertama kalinya dalam sejarah mengakhiri tahun dengan posisi kas yang likuid. Hal ini memberikan landasan yang kokoh bagi Perseroan dan menempatkan kami pada posisi yang baik untuk mendanai perkembangan usaha di masa depan.

Bagian terpenting dari strategi pertumbuhan Perseroan adalah kegiatan promosi premium hard coking coal merek TUHUP di pasar global di antara para produsen baja terkemuka internasional. Di Tahun 2010, sebesar 97% dari produksi kami dicampur untuk mendapatkan parameter yang tepat agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan kami. Kualitas memuaskan dari premium hard coking coal merek TUHUP yang mengandung tingkat abu dan sulfur rendah, tingkat pengembangan yang maksimum (CSN) dan tingkat kandungan air, kekuatan, refleksi dan reaksi yang sesuai, menjadikannya lebih dapat diterima di antara penghasil baja utama dunia.

The almost eightfold increase in sales of our premium quality hard coking coal to 1.65 million tons (from only 0.21 million tons in 2009) and the successful completion of the initial public offering have put our company in a financial position that is considerably stronger than a year earlier. It is therefore worthwhile for us here to look more closely at our financial statements.

Firstly considering the consolidated statements of profit & loss, we can see that revenue in 2010 reached Rp2.75 trillion compared to Rp200.5 billion in 2009 (a more than thirteen fold increase), while EBIT (earnings before interest and taxes) or also known as operating profit, improved to Rp1.01 trillion from only Rp49.3 billion in 2009. Furthermore, a net profit after tax of Rp348.8 billion was achieved in 2010 compared to a net loss of 99.8 billion a year earlier.

Continuing in the same vein, our company’s balance sheet at the end of 2010 was much more robust than only twelve months earlier. Total liabilities dropped from Rp4.29 trillion in 2009 to Rp1.95 trillion in 2010 while at the same time equity soared to Rp6.58 trillion at the end of 2010 versus a modest Rp50.7 billion a year before. Consequently, the ratio of total liabilities to total equity had become a quite comfortable 0.30x at the end of 2010 compared to a much higher 84.6x a year earlier. Our company used part of the proceeds from the initial public offering to reduce long term borrowings by over 80% to Rp214.1 billion at the end of 2010 from Rp1.33 trillion at the end of the previous year. Combined with the healthy cash balances with which we ended 2010, our company finished the year in a net cash position for the first time in its history. This gives our company a very solid foundation and puts us in an excellent position to fund our expansion into the future.

An essential part of our company’s growth strategy is the promotion of our TUHUP brand of premium hard coking coal in the global market among leading international steel producers. In 2010, an impressive 97% of our production was blended to achieve the precise parameters of our brand to meet the exacting needs of our customers. The excellent qualities of TUHUP brand premium hard coking coal including low ash and sulphur, maximum swell (CSN) and desirable levels of fluidity, strength (CSR), reflectance and reactivity are gaining greater acceptance among major global steel manufacturers.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

332010 Borneo Annual Report

Page 36: Borneo Ar2010

We see a bright and exciting future ahead of us. Our most immediate goals for 2011 are to increase our production capacity to five million tons per annum by expanding our fleet of mining equipment, continuing to develop our infrastructure, improve the efficiency of our logistics chain, upgrade our haul road to all-weather capability and improve the skills of our growing workforce. We will also broaden our customer base across a wider geography to have our TUHUP brand of premium hard coking coal further accepted and respected by the global steel industry. Our exploration and drilling program will continue during the course of 2011 to expand our reserve and resource base. This will happen at both our Kohong block, where all of our production currently takes place, as well as at our nearby Telakon block, which we hope to be able to bring into production during 2012.

As a company now listed on the Indonesia Stock Exchange, we have access to international and domestic capital markets which can provide us with an additional source of funding to support our growth and which should also facilitate a reduction in funding costs. We fully recognize that with this access also comes responsibility to be transparent and follow international standards of corporate governance for the benefit of all stakeholders. We are also very conscious of the need to make decisions that enhance value for all shareholders but also which respect the environment and promote the prosperity of the communities in the vicinity of our mine site. Our active community and social responsibility program provides employment and educational opportunities as well as electricity, clean drinking water and road upgrading to local villages.

Finally, I would like to thank all of our employees whose tireless efforts over the past four years have made possible the great progress that our company has enjoyed. Thank you for your hard work and for your confidence that we could achieve the goals we have set for ourselves. With the initial public offering only recently behind us, I would also like to thank shareholders for their support which has helped to put our company on a firmer foundation to drive our growth going forward.

Kami melihat masa depan yang menjanjikan dan penuh dengan kesempatan. Tujuan kami yang utama di tahun 2011 adalah meningkatkan kapasitas produksi kami menjadi lima juta ton per tahun dengan menambah armada perlengkapan tambang kami, melanjutkan pembangunan infrastruktur, meningkatkan efisiensi rantai logistik kami, membangun jalan yang tahan segala cuaca dan meningkatkan keahlian para tenaga kerja kami yang terus bertambah jumlahnya. Kami juga memperluas jaringan pelanggan kami merata ke seluruh dunia agar premium hard coking coal merek TUHUP kami dapat diterima dan dihargai oleh industry baja tingkat dunia. Program eksplorasi dan pengeboran terus kami lanjutkan sepanjang tahun 2011 untuk memperluas cadangan dan sumber daya kami. Hal ini akan kami terapkan baik di blok Kohong, di mana selama ini seluruh kegiatan produksi kami berlangsung, maupun di lokasi terdekat blok Telakon, yang kita harapkan untuk dapat mulai berproduksi selama tahun 2012.

Sebagai perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia, kami memiliki akses baik ke pasar saham internasional maupun domestik terhadap sumber pendanaan tambahan untuk mendukung pertumbuhan dan sekaligus mengurangi biaya pendanaan kami. Namun, kami pun menyadari sepenuhnya bahwa kemudahan ini juga mendatangkan tanggung jawab bagi kami untuk semakin transparan dan mengikuti standar internasional tata kelola perusahaan demi kepentingan seluruh pemegang saham. Kami juga menyadari pentingnya membuat sebuah keputusan yang dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dengan tetap memperhatikan lingkungan dan menjaga kesejahteraan komunitas di sekitar lokasi tambang kami. Progam komunitas dan tanggung jawab sosial Perseroan dilakukan dalam bentuk penyediaan lapangan pekerjaan dan kesempatan mendapatkan pendidikan, selain listrik, air minum bersih dan perbaikan sarana jalan menuju perumahan penduduk setempat.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan yang selama empat tahun terus berupaya tanpa henti, menciptakan kemajuan yang luar biasa bagi Perseroan. Terima kasih atas kerja keras dan keyakinan bahwa kita mampu meraih apa yang telah kita tetapkan sebelumnya. Dengan penawaran umum saham perdana yang baru saja kita selesaikan, kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham atas dukungannya sehingga Perseroan memiliki posisi yang kuat untuk berkembang.

Samin Tan,

Direktur UtamaPresident Director

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

34 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 37: Borneo Ar2010

Berdiri/Standing:

Kenneth Raymond AllanDirektur PemasaranMarketing Director

Eva Novita TariganDirektur Keuangan Finance Director

Geroad Panji Alamsyah JusufDirektur Tidak Terafiliasi Unaffiliated Director David Alister Tonkin Direktur Operasi Operations Director

Dari kiri ke kananFrom left to right

Duduk/Seated:

Samin Tan Direktur Utama, President Director

Maxwell ArmandDirektur Umum General Affairs Director

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

352010 Borneo Annual Report

Page 38: Borneo Ar2010

Profil Dewan DireksiProfile of the Board of Directors

Direktur Utama, Samin Tan

Warga Negara Indonesia berusia 46 tahun, menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanegara tahun 1986.Posisi lain yang pernah dan sedang dijabat antara lain:

Auditor/Tax Consultant KPMG tahun 1989-1998;• Head of Tax and Corporate Recovery Division • Deloitte Touche – Management & Tax Consultant Jakarta pada tahun 1998 – 2002;Presiden Direktur PT Renaissance Capital Asia dari • tahun 2002 – sekarang.

Direktur Umum, Maxwell Armand

Warga Negara Indonesia berusia 46 tahun, menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Diploma III di bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Jayabaya pada tahun 1983. Jabatan lain yang pernah atau sedang dipegang yaitu:

Komisaris PT Media Sarana Harapan dari tahun • 2000 – sekarang;Komisaris Utama PT Lintas Inti Mandiri Artha dari • tahun 2001 – sekarang;Komisaris PT Renaissance Capital Asia dari tahun • 2002 – sekarang;Komisaris PT Kawasan Industri Jababeka pada • tahun 2003 – 2004;Komisaris PT Tunggal Yudi Sawmill & Plywood dari • tahun 2006 – sekarang;Komisaris PT Bokornias Wahana Makmur dari • tahun 2007 – sekarang.

General Affairs Director, Maxwell Armand

Indonesian national, 46 years of age, appointed as company’s Director since 2010. Holds a Diploma III in Social Politics Science from the University of Jayabaya in 1983. Other positions held, include:

Commissioner of PT Media Sarana Harapan, • 2000 – now;President Commissioner of PT Lintas Inti • Mandiri Artha, 2001 – now;Commissioner of PT Renaissance Capital Asia, • 2002 – now;Commissioner of PT Kawasan Industri • Jababeka, 2003 – 2004;Commissioner of PT Tunggal Yudi Sawmill & • Plywood, 2006 – now;Commissioner of PT Bokornias Wahana • Makmur, 2007 – now.

Direktur Pemasaran, Kenneth Raymond Allan

Warga Negara Australia berusia 53 tahun, menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Royal Melbourne Institute of Technology pada tahun 1979 dan meraih gelar Chartered Accountant dari Australia pada tahun 1982. Jabatan lain yang pernah atau sedang menjabat antara lain:

Auditor/Tax Consultant KPMG 1980 – 1999;• Tax/Debt Restructuring Consultant Deloitte Touche • tahun 1999 – 2003;Tax Consultant pada MS Taxes pada tahun 2003 – • 2010;Konsultan di PT Renaissance Capital Asia dari tahun • 2002 – sekarang.

President Director, Samin Tan

Indonesian national, 46 years of age, appointed as company’s President Director since 2010. Graduated in Economics from Tarumanegara University in 1986. Other positions held, include:

Auditor/Tax Consultant with KPMG 1989-1998;• Head of Tax and Corporate Recovery Division • Deloitte Touche – Management & Tax Consultant, Jakarta 1998 – 2002;President Director PT Renaissance Capital • Asia, 2002 – now.

Marketing Director, Kenneth Raymond Allan

Australian national, 53 years of age, appointed as company’s Director since 2010. Graduated in accounting from the Royal Melbourne Institute of Technology in 1979 and became on Australian Chartered Accountant in 1982.Other positions held, include:

Auditor/Tax Consultant at KPMG, 1980 – 1999;• Tax/Debt Restructuring Consultant at Deloitte • Touche, 1999 – 2003;Tax Consultant at MS Taxes, 2003 – 2010;• Consultant to PT Renaissance Capital Asia, • 2002 – now.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

36 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 39: Borneo Ar2010

Direktur Operasi, David Alister Tonkin

Warga Negara Australia berusia 65 tahun, menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Sarjana Mechanical Engineering dari Darling Downs Institute of Advance Education pada tahun 1978.Jabatan lain yang pernah dan masih dijabat antara lain:

Posisi Senior Supervisor and Management dalam • coal processing dan manajemen operasi di Utah Development Company dan BHP Australia Coal selama 22 tahun;Consulting Technical services, coal & mineral • industries di Australia, Indonesia, Cina dan Filipina selama 23 tahun.

Direktur Tidak Terafiliasi, Geroad Panji Alamsyah Jusuf

Warga Negara Indonesia berusia 53 tahun, menjabat sebagai Direktur merangkap Corporate Secretary Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Sarjana Jurnalistik dari University of the Philippines pada tahun 1982. Meraih gelar Master of Arts in Political Science dari Far Eastern University, Philippines pada tahun 1983.Jabatan yang pernah dipegang antara lain:

Head of Corporate Affairs, PT Philip Morris Indone-• sia tahun 1999 – 2003;Senior Officer, Bureau of Economic Integration, • ASEAN Secretariat pada tahun 2003 – 2005;Corporate Secretary PT Bumi Resources Tbk pada • tahun 2005 – 2007;Chief Corporate Secretary BOSOWA Corporation • tahun 2007 – 2009.

Direktur Keuangan, Eva Novita Tarigan

Warga Negara Indonesia berusia 35 tahun, menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2010. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1998 dan Pasca Sarjana bidang Manajemen Internasional dari Thunderbird School of Global Management pada tahun 2001. Jabatan lain yang pernah dan masih dijabat antara lain:

Auditor di KAP Hans Tuanakotta Mustofa pada • tahun 1998 – 2000; Senior Analyst di Deloitte Corporate Finance pada • tahun 2001 – 2002;Direktur di PT Renaissance Capital Asia pada • tahun 2002 – 2009; Komisaris di PT Borneo Mining Services dari tahun • 2010 – sekarang.

Operations Director, David Alister Tonkin

Australian national, 65 years, appointed as company’s Director since 2010. Graduated in Mechanical Engineering from the Darling Downs Institute of Advance Education in 1978. Other positions held, include:

Senior Supervisor and Management Positions in • coal processing and operations management at Utah Development Company and BHP Australia Coal for 22 years;Consulting Technical services, coal & mineral • industries in Australia, Indonesia, China and Philippines for 23 years.

Finance Director, Eva Novita Tarigan

Indonesian national, 35 years of age, appointed company’s Director since 2010. Graduated in Economics from the University of Indonesia in 1998 and Post Graduate in International Management from the Thunderbird School of Global Management in 2001. Other positions held, include:

Auditor at KAP Hans Tuanakotta Mustofa, • 1998 – 2000; Senior Analyst at Deloitte Corporate Finance, • 2001 – 2002; Director at PT Renaissance Capital Asia, • 2002 – 2009; Commissioner at PT Borneo Mining Services, • 2010 – now.

Unaffiliated Director, Geroad Panji Alamsyah Jusuf

Indonesian national, 53 years of age, appointed company’s unaffiliated Director and Corporate Secretary since 2010. Graduated in Journalism from the University of the Philippines in 1982, and Masters of Arts in Political Science from the Far Eastern University, Philippines, in 1983.Other positions held, include:

Head of Corporate Affairs, PT Philip Morris • Indonesia, 1999 – 2003;Senior Officer, Bureau of Economic Integration, • ASEAN Secretariat, 2003 – 2005;Corporate Secretary PT Bumi Resources Tbk, • 2005 – 2007;Chief Corporate Secretary BOSOWA Corporation, • 2007 – 2009.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

372010 Borneo Annual Report

Page 40: Borneo Ar2010

Struktur OrganisasiOrganization Chart

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

General Meeting of Shareholders

Board of Commissioners

Human Resources

Corporate Legal

President Director

Marketing Director

Marketing

Sales

Exports and Transshipment

Finance Director

Treasury &

Accounting & Tax

Audit & Finance

Compliance

Corporate Secretary Director

Office of the Board

Corporate Communications

Corporate Social

Responsibility

Corporate Governance

Investor Relations Director

Corporate Finance

Corporate Planning

Business Development and Analysis

Information Systems

Technology

Risk Management Committee

OperationDirector

AKT

BMS

Quality Assurance

Audit Committee

General Affairs

Director

38 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 41: Borneo Ar2010

Divisi-DivisiDivisions

Divisi Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi

Human Resources, and Information Technology Division

Divisi Keuangan, Akuntansi dan Administrasi

Finance, Accounting & Administration Division

Divisi Kepatuhan

Compliance Division

Divisi Pengadaan dan Operasional

Procurement and Operations Division

Divisi Legal dan Perijinan dan Lisensi

Legal, Permits and Licensing Division

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

392010 Borneo Annual Report

Page 42: Borneo Ar2010

40 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 43: Borneo Ar2010

Tinjauan

Operasional

Operational Review

Statistik produksi utama untuk tahun yang dilaporkan, mencakup:Lapisan tanah terkupas 32.245.929 bcmCoal exposed 1.946.925 tonCoal barged 1.652.655 ton

Principal production statistics for the year include:Overburden removed 32,245,929 bcmCoal exposed 1,946,925 tonsCoal barged 1,652,655 tons

412010 Borneo Annual Report

Page 44: Borneo Ar2010

ProduksiProductions

Statistik prestasi produksi untuk tahun yang bersangkutan, yaitu:• Penggalian 32.245.929 bcm• Penemuan batubara 1.946.925 ton• Pengangkutan batubara 1.652.655 ton

Peningkatan produksi dilanjutkan dengan kapasitas terpasang mencapai 200.000 ton batubara per bulan berhasil dicapai pada bulan Juni 2010. Pada saat yang bersamaan penambahan peralatan stripping (pengupasan) telah dipasang, dan peningkatan produksi terus dilakukan untuk mencapai target 300.000 ton batubara. Pencapaian rasio stripping sejalan dengan, atau bahkan melebihi dari yang telah diperkirakan, yaitu rata-rata 16,5:1 sepanjang tahun. Penemuan batubara selama kegiatan juga sesuai dengan yang diharapkan.

Principal production statistics for the year include:

• Overburden removed 32,245,929 bcm• Coal exposed 1,946,925 tons• Coal barged 1,652,655 tons

Production ramp-up continued with installed capacity reaching initial nameplate 200,000 tons of coal per month being achieved in June 2010. Since that time additional stripping fleets have been commissioned and the ramp up has continued towards the expanded monthly target of 300,000 tons of coal mined. Stripping ratios achieved were in line with, or were marginally more favourable than, life of mine forecast, averaging 16.5:1 for the full year. Coal recovery during mining operations was also in line with prediction.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

42 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 45: Borneo Ar2010

Kapasitas pengangkutan kapal tongkang meningkat tajam dengan terpasangnya sistem konveyor pengangkutan pada bulan April, sehingga kendala dalam keterbatasan pengangkutan hasil penggalian harian yang terjadi di awal tahun telah dapat diatasi. Untuk tempat penyimpanan dan penanganan batubara di sungai, Perseroan bekerja sama dengan beberapa jasa operator yang memiliki kapasitas kapal tongkang berbeda-beda untuk menyesuaikan kedalaman sungai, sehingga apa pun cuacanya tidak mempengaruhi jalannya operasi pengangkutan. Pengiriman menggunakan 34 kapal angkut dengan kapasitas bervariasi hingga 115.000 ton. Negara-negara tempat pengiriman batubara diantaranya adalah Cina, Taiwan, Turki, Vietnam, Jepang, Korea dan India.

Kualitas batubara pada setiap kapal angkut telah sesuai, atau lebih baik, dari yang telah ditetapkan pada perjanjian kontrak. Hal ini memperkuat reputasi dan posisi Tuhup sebagai produsen batubara metalurgi berkualitas premium yang konsisten mutunya.

Kapasitas pengangkutan kapal tongkang meningkat tajam dengan terpasangnya sistem konveyor pengangkutan pada bulan April, sehingga kendala dalam keterbatasan pengangkutan hasil penggalian harian yang terjadi di awal tahun telah dapat diatasi.

Barging capacity was substantially boosted with the commissioning in April of the conveyor loading system, which allowed the complete removal of daily loading limitations which had applied in the early part of the year. A number of intermediate stockpiling and rehandling options were operated down river, at a location below which seasonal variations impose no restrictions on barging operations. Shipping included the dispatch of some 34 vessels ranging in size up to 115,000 tons. Countries to which coal was dispatched included China, Taiwan, Turkey, Vietnam, Japan, South Korea, and India.

Coal quality in each of those vessels dispatched was in full compliance with, or better than, contractual requirements. This further cemented Tuhup’s reputation and position as a consistent supplier of premium quality, medium volatile hard coking coal.

Barging capacity was substantially boosted with the commissioning in April of the conveyor loading system, which allowed the complete removal of daily loading limitations which had applied in the early part of the year.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

432010 Borneo Annual Report

Page 46: Borneo Ar2010

OperasionalOperations

Peralatan tetap utama yang telah dilengkapi, termasuk sistem bongkar muat kapal tongkang yang terdiri dari feeders, konveyor dan fasilitas penambatan kapal tongkang. Hal ini dilakukan di bulan April 2010, dengan kapasitas sebesar 2.400 ton per jam.

Major fixed equipment instalations included the barge loading system comprising of feeders, conveyors and barge mooring facilities. This was commissioned in April 2010, with a designed capacity of 2,400 tons per hour.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

44 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 47: Borneo Ar2010

The Tuhup Mine has continued the aggressive ramp up that has been the norm since commencement of operations. Workforce numbers were approaching 1,800 personnel (permanent and contract workers) by year’s end. AKT has a policy to man up 15% beyond immediate requirements so that experienced personnel are available as fleets are further expanded.

Coal hauling capacity has been enhanced by substantial upgrading of the coal hauling road from the mine to port. This key facility has been upgraded to the stage ready for final all-weather sheeting. Corners and grades have been substantially flattened, and the bulk of river and creek crossings have been widened. Simultaneously the coal hauling fleet has been expanded in capacity. The fleet now stands at 115 units including 38 in the 30~40 tonne class, and 77 units of nominal 20 tonne capacity.

Tambang Tuhup terus mengupayakan peningkatan kapasitas produksinya secara agresif sejak dimulainya kegiatan operasional. Pada akhir tahun jumlah tenaga kerja mendekati 1.800 karyawan (tetap maupun kontrak). AKT memiliki kebijaksanaan untuk selalu menyiapkan jumlah tenaga kerja 15% di atas kebutuhan, sehingga apabila sewaktu-waktu terdapat kebutuhan penambahan armada pertambangan, maka tenaga kerja yang berpengalaman telah tersedia. Kapasitas pengangkutan batubara telah ditingkatkan sejalan dengan peningkatan signifikan terhadap kualitas jalan darat dari pertambangan menuju pelabuhan. Perbaikan pada fasilitas kunci ini telah mencapai tahap siap dilakukan pelapisan jalan agar tahan terhadap segala cuaca. Gundukan dan timbunan telah diratakan, di beberapa bagian sungai telah dilakukan pelebaran. Secara berkesinambungan armada pengangkutan batubara terus ditingkatkan kapasitasnya. Jumlah armada yang dimiliki saat ini terdiri dari 115 unit, yaitu 38 unit dengan kategori 30-40 ton dan 77 unit dengan kapasitas 20 ton.

PRODUCTION VOLUMEVolume Produksi

2,000,000

1,500,000

1,000,000

500,000

02009 2010

882,039

1,946,925 2,000,000

1,500,000

1,000,000

500,000

0

SALES VOLUMEVolume Penjualan

2009 2010

131,359

1,652,655

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

Note:2009 sales voume exclude sales from trial production.Volume penjualan tahun 2009 tidak termasuk penjualan dari produksi percobaan.

452010 Borneo Annual Report

Page 48: Borneo Ar2010

Sebagian besar peralatan bergerak yang pada awalnya disewa dari berbagai kontraktor, secara progresif telah digantikan dengan peralatan milik Borneo. Peralatan stripping ditambahkan dalam jumlah yang besar, yaitu empat (4) ekskavator hidraulik Liebherr R9250, 35 truk pembuangan Komatsu 785 berkapasitas 100 ton, dan peralatan pendukung lainnya termasuk grades dan dozer. Telah dilakukan pesanan resmi untuk penambahan armada lainnya, dengan rencana pengiriman pada semester pertama tahun 2011. Peralatan penyimpanan batubara meliputi dua dozer Komatsu 385 dengan alat pengeruk batubara berkapasitas maksimal, dan dua wheel loader Komatsu WA600, untuk mengangkut batubara dalam skala maksimal pada kegiatan penyimpanan. Beberapa ekskavator berukuran 30 dan 40 ton juga telah ditambahkan pada terminal bongkar muat kapal tongkang maupun lokasi penanganan batubara. Peralatan tersebut telah diseleksi untuk mendukung peningkatan kapasitas dari aset tetap yang telah terpasang.

Aset tetap terus dilengkapi, termasuk sistem bongkar muat kapal tongkang yang terdiri dari feeders, konveyor dan fasilitas penambatan kapal tongkang. Hal ini dilakukan di bulan April 2010, dengan kapasitas sebesar 2.400 ton per jam. Sejak terpasang, sistem ini bekerja dengan baik, dan memungkinkan lima (5) kapal tongkang diisi dan dikirim dalam waktu kurang dari 24 jam. Perluasan area penyimpanan dan kapasitas pelabuhan terus ditingkatkan. Untuk mendukung kapasitas pengangkutan batubara ini, sebuah mesin penghancur batubara dengan kapasitas 850 ton per jam dan fasilitas penyimpanan sedang dalam proses penyelesaian hingga akhir Desember. Dengan perluasan area penyimpanan dan pencampuran batubara mentah dengan produk yang telah dihancurkan (crushed), pertambangan Perseroan siap menghasilkan lebih dari enam (6) juta ton per tahun.

Kapasitas penyimpanan substansial telah ditambahkan untuk memastikan ketersediaan suplies. Tiga (3) tempat penyimpanan bahan bakar dari tujuh (7), yang masing-masing memiliki kapasitas 3 juta liter, telah terpasang di akhir tahun. Tempat penyimpanan ammonium nitrat telah diperluas menjadi 500 ton pada dermaga, dan pembangunan tempat penyimpanan 4.000 ton bahan peledak dan emulsi telah dilakukan pada lokasi pertambangan.

Much of the mobile equipment previously hired from various contractors has progressively been replaced by Borneo owned plant. Major stripping fleets added included four (4) Liebherr R9250 hydraulic excavators, 35 Komatsu 785 dump trucks of 100 tonne capacity, and associated support equipment including graders and dozers. Additional fleets yet again were placed on firm order for delivery first half 2011.

Stockpile equipment has included two Komatsu 385 dozers with high capacity coal blades for stockpile duties, and two Komatsu WA600 wheel loaders, again with purpose designed high capacity coal buckets for stockpile duties. A number of 30 tonne and 40 tonne excavators have also been added at both the barge loading terminal and coal handling plants. This equipment has been selected to complement the increased capacity of fixed plant as installed.

Major fixed plant completed included the barge loading system comprised of feeders, conveyors and barge mooring facilities. This was commissioned in April 2010, with a design capacity of 2,400 tph. Since then the system has continued to operate without issue, and up to five (5) barges have been loaded and dispatched in less than 24 hours. Expansion of the stockpile area to port capacity continues. To compliment this capacity to load coal, an 850 tph coal crushing and stockpiling facility was approaching completion at end December. Along with expanded stockpile and blending areas for both raw coal and crushed product, this plant will provide capacity for upwards of six (6) million tons per annum.

Substantial storage capacity has been added to ensure availability of major consumables. The first three (3) out of seven (7) bulk fuel tanks, each of 3 million litre capacity, were commissioned by year’s end. Storage facilities for ammonium nitrate were expanded by 500 tons at the port, and earthworks for development of a 4,000 tons explosives magazine and emulsion plant were well advanced at the mine.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

46 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 49: Borneo Ar2010

Pembangunan infrastuktur dalam tahun ini meliputi pemukiman permanen untuk 600 orang, dan penyimpanan 4.000 ton bahan peledak pertambangan. Pembangunan landasan pesawat bagi pesawat komersial kecil akan selesai di akhir tahun. Pembukaan lahan untuk fasilitas workshop permanen telah selesai dilakukan.

Pada terminal kapal tongkang, lahan telah dibuka untuk tujuan pembangunan fasilitas penyimpanan dan penanganan, berlokasi di Damparan, sekitar setengah perjalanan menuju Sungai Barito dan bebas dari perubahan kedalaman sungai. Rencana pembangunan telah diselesaikan dan beberapa kontraktor telah menyiapkan cranes bongkar muat, konstrusi bangunan penyimpanan, conveying dan sistem pengangkutan. Termasuk di dalam rencana adalah 3.000 tph pengangkutan kapal tongkang dari Tuhup, 4.000 tph pengangkutan kapal tongkang menuju laut lepas, dan sampai 1.000.000 ton tempat penyimpanan batubara.

Major infrastructure contracts let during the year have included a major 600 man permanent camp, and the 4,000 tonne minesite explosives magazine. Work on a fully licensed airstrip suitable for light commercial flights was in full progress by close of year. Land clearing for the permanent workshop facility was completed.

At the intermediate barging terminal, land has been secured for establishment of a dedicated stockpiling and rehandling facility, located at Damparan, approximately half way down the Barito River and clear of seasonal river level changes. Design has been completed and major contracts let for supply of unloading cranes, and construction of the stockpiling, conveying and loading systems. The design includes 3,000 tph unloading of barges from Tuhup, 4,000 tph loading of barges heading out to sea, and up to 1,000,000 tons of coal storage.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

472010 Borneo Annual Report

Page 50: Borneo Ar2010

Cadangan dan Sumber Daya BatubaraBerdasarkan standar JORC (Joint Ore Reserves Committee) mengenai “Cadangan dan Sumber Daya” yang dikeluarkan oleh konsultan PT SMG Consultants pada bulan Juni 2010, cadangan batubara terbukti dan terduga pada tambang AKT diperkirakan sebesar 69,2 juta ton dan agregat sumber daya diperkirakan sebesar 378,8 juta ton.

Jumlah tersebut memberi keyakinan bahwa Tambang Tuhup memiliki cadangan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan produksi di masa depan.

Kualitas BatubaraBatubara metalurgi AKT terbukti sebagai batubara campuran berkualitas tinggi yang mengandung coking, yang mana kandungan tersebut dibutuhkan oleh batubara semi-soft coking dan batubara semi-hard coking pada proses pembakaran coke yang optimum dan blast furnace untuk mendapatkan baja dengan kualitas tinggi.

Hasil penelitian laboratorium PT Geoservice di Balikpapan dan Australian Coal Industry Research Laboratory (ACIRL) di Ipswich, Australia membuktikan bahwa batubara metalurgi AKT memiliki kandungan coking berkualitas tinggi, ditunjukkan dengan Crucible Swelling Number (CSN) 8 hingga 9, kandungan vitrinite tinggi lebih dari 90%, kandungan debu in situ rendah sampai menengah, kandungan rendah sampai menengah sulfur, Coke Strength after Reaction (CSR) yang tinggi, dan memiliki nilai terbaik 1,22% Romax.

Karakteristik tersebut di atas menjadikan klasifikasi batubara metalurgi berkualitas premium AKT setara dengan batubara coking berkualitas tinggi dari Australia. Selain itu, kandungan fosfor yang rendah pada batubara AKT, bahkan lebih rendah dari sebagian batubara Australia, menjadikan produk tersebut sangat menarik, khususnya sebagai pelengkap bijih besi dengan kandungan fosfor tinggi dalam produksi baja.

Coal Reserves and Resources

Based on the JORC (Joint Ore Reserves Committee) standards for “Reserves and Resources” issued by PT SMG Consultants in June 2010, the proved and probable reserves of coal at the AKT mine is estimated at 69.2 million tons and an aggregate resources estimated at 378.8 million tons.

It is strongly believed that the Tuhup Mine has a large enough reserve base to sustain strong production growth in the future.

Coal QualityAKT’s hard coking coal has been proven as an excellent blending coal adding coking qualities required by many semi-soft coking coals and semi-hard coking coals for optimum coke oven and blast furnace performance for the process of making high quality steel.

Laboratory findings by PT Geoservices in Balikpapan and the Australian Coal Industry Research Laboratory (ACIRL) in Ipswich, Australia demonstrate that AKT’s hard coking coal has excellent coking properties indicated by a consistently high Crucible Swelling Number (CSN) ranking of 8 to 9, a very high vitrinite content of more than 90%, low to medium in-situ ash, low to medium sulphur, a strong Coke Strength after Reaction (CSR), and excellent rank of 1.22% Romax.

Such characteristics classify AKT’s coal as premium quality hard coking coal comparable to high quality coking coal from Australia. In addition, AKT coal’s low phosphorous content, which is well below competing coking coals, makes it very attractive as a complement to iron ores with high phosphorous content used in steel production.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

48 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 51: Borneo Ar2010

Spesifikasi CoalCoal Specification

Keterangan Kualitas Umum/Typical Quality

Basis Description

Kadar Kelembaban 9.0% ISO-ar Total Moisture

Kelembaban Inheren 1.8% adb Inherent Moisture

Unsur Radikal 26.5% adb Volatile Matter

Kandungan Abu 7.5% adb Ash Content

Belerang 0.85% adb Sulphur

Nilai Kalorifik Kotor 8,300 ISO-adb Gross CV

Karbon Tetap 64.0% adb Fixed Carbon

CRI 26.4% - CRI

HGI >105 - HGI

Vitrinite 97.0% (min) Vitrinite

CSR 60 - CSR

CSN 9 - CSN

MMR 1.22% - MMR

Keluwesan 450 ddpm Fluidity

Sumber: Laporan ACIRL atas Uji Coba Percobaan Skala Karbonisasi & Laboratorium atas Sampel Pemasaran Tuhup tertanggal 7 September 2009

Source: ACIRL report on Pilot Scale Carbonization & Laboratory Testing of Tuhup Marketing Sample dated September 7, 2009

Catatan/Note: adb = air-dried basis; ar = as received basis.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

492010 Borneo Annual Report

Page 52: Borneo Ar2010

50 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 53: Borneo Ar2010

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Corporate SocialResponsibility

512010 Borneo Annual Report

Page 54: Borneo Ar2010

As part of our serious commitment to Corporate Social Responsibility (CSR) programs, Borneo, through AKT, is actively involved in various community welfare and development programs in the area surrounding the Tuhup Mine.

The CSR programs are carried out within villages of the Barito Tuhup Raya and the Laung Raya regencies, and are divided into two major components, namely:

1. Construction of public and social facilities, and2. Community Development

Program Pengembangan Masyarakat meliputi: Pelatihan, Kesempatan Kerja, Kemitraan dan Pendidikan.

The Community Development Programs include: Training, Job-opportunities, Partnership and Education

Sebagai bentuk kesungguhan komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), Borneo melalui AKT aktif terlibat dalam berbagai program kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di area sekitar Tambang Tuhup.

Program CSR diselenggarakan di daerah pemukiman di kecamatan Barito Tuhup Raya dan Laung Raya, dan dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu:

1. Pembangunan fasilitas publik dan sosial, dan2. Pengembangan Masyarakat

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

52 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 55: Borneo Ar2010

The Construction of public and social facilities include:Road construction: • some 40km of roads were upgraded and completed as at May 2010, connecting Bentuan Camp and Muara Tuhup, which is also used by the local community.Bridge construction:• a 12 m x 8 m bridge was built and completed as at June 2010 at the Kohong village for community use.Electricity:• a 4 MW power plant has been constructed as the main supply for the Tuhup mine and a diesel power plant stationed in Kohong VillagePhone installation:• a Telkomsel GSM tower was built to provide telecommunications for the mine and villages around the mining area.Infrastructure Maintenance: • refurbishment of an 8 km road connecting Muara Tuhup to Muara Laung and renovation of bridges along the road.Medical Center:• a complete medical center has been constructed close to Kohong village and will be available for villagers by early 2011.

The Community Development Programs include:Training:• several sub programs are currently being carried out in the villages which focus on agriculture, security guard training, mechanic training, English training, dump truck operational training, heavy equipment training, and safety driving training.Job opportunities:• local people from surrounding villages were recruited by AKT as permanent workforce in 2010.Partnership:• local communities are involved in supplying fresh vegetables, fish and poultry to AKTEducation: • AKT has been granting full scholarships annually to selected outstanding elementary and junior high schools students at the Tuhup Mine’s surrounding villages.

Pembangunan fasilitas publik dan sosial meliputi:• Pembangunan jalan: jalan sepanjang 40km telah

diperbaiki dan diselesaikan pada bulan Mei 2010, menghubungkan Bentuan Camp dan Muara Tuhup, yang juga digunakan oleh masyarakat setempat.

• Pembangunan jembatan: jembatan seluas 12 m x 8 m telah dibangun dan diselesaikan pada bulan Juni 2010 di desa Kohong untuk keperluan masyarakat.

• Listrik: sebuah pembangkit listrik berkekuatan 4 MW telah dibangun sebagai penyedia listrik utama bagi tambang Tuhup dan pembangkit bertenaga diesel berpusat di Desa Kohong.

• Pemasangan telepon: Menara Telkomsel GSM didirikan untuk menyediakan sarana telekomunikasi bagi pertambangan dan pemukiman disekitar area tambang,

• Perbaikan dan pembangunan infrastruktur: perbaikan jalan yang menghubungkan Muara Tuhup dengan Muara Laung sepanjang 8 km dan renovasi jembatan di sepanjang jalan.

• Pusat Kesehatan: pusat kesehatan yang lengkap di dekat desa Kohong siap digunakan oleh masyarakat setempat pada awal 2011.

Program Pengembangan Masyarakat meliputi:• Pelatihan: beberapa sub program diselenggarakan

di beberapa desa dengan fokus pada pertanian, pelatihan keamanan, pelatihan mekanik, pelatihan bahasa Inggris, pelatihan cara pengoperasian kendaraan dump truck, pelatihan alat berat, dan pelatihan keselamatan mengemudi.

• Kesempatan Kerja: penduduk lokal dari pedesaan sekitar telah direkrut sebagai karyawan permanen AKT pada tahun 2010.

• Kemitraan: masyarakat lokal ikut dilibatkan dalam penyediaan kebutuhan AKT terhadap sayuran segar, ikan dan peternakan ayam.

• Pendidikan: AKT memberikan beasiswa penuh setiap tahunnya kepada siswa sekolah dasar dan menengah berprestasi bagi masyarakat di sekitar tambang Tuhup.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

532010 Borneo Annual Report

Page 56: Borneo Ar2010

54 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 57: Borneo Ar2010

Tata Kelola Perusahaan

CorporateGovernance

552010 Borneo Annual Report

Page 58: Borneo Ar2010

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk berkomitmen penuh untuk menerapkan kebijakan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) berlandaskan hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia sesuai dengan yang tercantum pada Kode ref.4.0 Tata Kelola Perusahaan yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Tata Kelola Perusahaan.

Prinsip-prinsip GCG yang diterapkan oleh Borneo meliputi:Keterbukaan: terbuka dalam setiap proses pengambilan keputusan, pengungkapan informasi yang material dan relevan terhadap performa keuangan perusahaan dan beroperasi secara akurat, jelas dan konsisten.

Akuntabilitas: memastikan penerapan dan akuntabilitas terhadap peran dan tanggung jawab Perseroan dan memonitor keselarasan antara manajemen dan pemangku kepentingan.

Bertanggung jawab: menerapkan dan menyelaraskan peran dan tanggung jawab tata kelola perusahaan untuk memastikan Perseroan telah beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Independen: menerapkan tata kelola perusahaan secara professional tanpa adanya benturan kepentingan dan bebas dari segala pengaruh dan tekanan internal maupun eksternal.

Kewajaran: memastikan perlindungan dan kesetaraan terhadap hak-hak pemegang saham, termasuk pemegang saham minor. Penerapan prinsip-prinsip GCG telah dicanangkan hingga pertengahan tahun 2011, yang meliputi PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, dan juga anak perusahaannya, PT AKT dan PT BMS.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk is committed to implementing Good Corporate Governance (GCG) best practices based on the prevailing Indonesian laws and regulations as stipulated in ref.4.0 of Code for Good Corporate Governance of the National Committee for Corporate Governance.

The initial GCG principles adopted by Borneo include:

Transparency: being transparent in every decision making process, disclosure of material and relevant information concerning corporate financial performance and operations in a timely, clear and consistent manner.

Accountability: clarifying the conduct and accountability of governance’s roles and responsibilities and monitoring to ensure the alignment of management and the shareholders.

Responsibility: clarifying and aligning of the roles and responsibilities of corporate governance to ensure corporate compliance with existing laws and regulations.

Independence: conducting corporate governance in a professional manner without conflict of interest and free from any internal and external influence or pressure.

Fairness: ensuring the protection and equal treatment of shareholders’ rights including minority and foreign shareholders’ rights. Implementation of the GCG principles is planned through mid 2011, which includes PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, as well as its subsidiaries, PT AKT and PT BMS respectively. The

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

56 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 59: Borneo Ar2010

Penerapan GCG secara berjenjang dimulai dari Dewan Direksi dan Dewan Komisaris, manajemen puncak, para karyawan dan staf, dan di bawah pengawasan konsultan independen GCG.Penerapan rencana kerja GCG meliputi:• Memperkuat fungsi komite audit• Meningkatkan sistem pengawasan internal• Memperkuat peran sekretaris perusahaan• Meningkatkan efektivitas Dewan Direksi dan Dewan

Komisaris• Meningkatkan efektivitas operasional• Meningkatkan kebijakan keterbukaan dan

pengungkapan• Sosialisasi GCG kepada seluruh bagian di dalam

perusahaan• Menetapkan panduan ‘Code of Conduct’ Perseroan.

Komite AuditSesuai dengan peraturan Bapepam & LK no. IX.I.5 tanggal 24 September 2004, mengenai penetapan dan Panduan Kerja Komite Audit dan peraturan Bursa Efek Jakarta Kep-305/BEJ/07-2004, tanggal 30 Desember 2010, Borneo mengangkat anggota Komite Audit Perseroan yang melapor kepada Dewan Komisaris, efektif tanggal 30 April 2011, yaitu:1. Soesanto Lukman, Ketua2. Graham Holdaway, Anggota 3. Paulus Soelistyo, Anggota

Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:• Membantu Dewan Komisaris melaksanakan fungsi

pengawasannya terhadap proses pelaporan keuangan,

• Mengawasi efektivitas kontrol internal keuangan Perseroan dan sistem manajemen resiko,

• Mengawasi efektivitas fungsi audit internal dan eksternal, dan

• Mengawasi kepatuhan Perseroan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku dan Code of Conduct.

Borneo berkomitmen penuh untuk menerapkan kebijakan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) berlandaskan prinsip-prinsip Keterbukaan, Akuntabilitas, Bertanggung jawab, Independen dan Kewajaran.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (Borneo) is committed implement Good Corporate Governance (GCG) best practices Transparency, Accountability, Responsibility, Independence and Fairness.

cascading process starts from the Board of Directors and Board of Commissioners, top management, staff and all employees, and coached by independent GCG consultants.The work plan for the GCG implementation includes:• Strengthen the function of the audit committee• Improve the internal control systems• Strengthen the role of the corporate secretary• Improve the effectiveness of the BOD and BOC• Improve the efficiency of operations• Improve transparency and disclosure practices• Socialize good corporate governance to all levels

within the company• Establishing a corporate ‘Code of Conduct’.

Audit CommitteeIn compliance with Bapepam & LK regulation no.IX.I.5 dated 24 September 2004, on the establishment and the Work Implementation Guidelines of the Audit Committee and the Jakarta Stock Exchange regulation Kep-305/BEJ/07-2004, on December 30th 2010, Borneo has nominated the following persons as members of the Company’s Audit Committee reporting to the Board of Commissioners, effective April 30th, 2011. They are:1. Soesanto Lukman, Chairman2. Graham Holdaway, Member3. Paulus Soelistyo, Member

The duties and responsibilities of the Audit Committee are as follows:• Assist the Board of Commissioners in discharging

its oversight function over the financial reporting process,

• Reviewing the effectiveness of the Company’s internal financial control and risk management systems,

• Reviewing the effectiveness of the internal and external audit functions, and reviewing the Company’s compliance with the prevailing laws and regulations and its Code of Conduct.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

572010 Borneo Annual Report

Page 60: Borneo Ar2010

Corporate SecretaryBapepam & LK’s ruling number IX.I.4 stipulates the requirement for public listed companies to assign a Corporate Secretary to maintain communications with the Indonesia Stock Exchange, Bapepam & LK and the general public.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, has appointed Geroad Panji Alamsyah Jusuf as Corporate Secretary, who reports to the President Director. He has a Master of Arts degree in Political Science from the Far Eastern University, Philippines, and a Bachelor of Arts degree in Journalism and Communications from the University of the Philippines. His qualifications include corporate affairs, corporate communications, corporate governance, corporate social responsibility, community development and relations, government relations, and promotions.

The Corporate Secretary is responsible for assisting the President Director to enhance the effectiveness of the Board of Directors and Board of Commissioners to support the business strategy and corporate objectives by providing and maintaining liaison with Bapepam & LK, IDX, executive management, and special interest groups. He manages information, schedules, and requirements of the Boards, as well as interprets and applies the rules which govern company best practices, and preserves the records of its actions.

Sekretaris PerusahaanPeraturan Bapepam & LK nomor IX.I.4 mewajibkan pembentukan Sekretaris Perusahaan bagi perusahaan publik terdaftar untuk melakukan komunikasi dengan pihak Bursa Efek Jakarta, Bapepam & LK dan masyarakat umum.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, telah menunjuk Geroad Panji Alamsyah Jusuf sebagai Sekretaris Perusahaan, yang melapor kepada Direktur Utama. Beliau memiliki gelar Master of Arts dalam bidang studi Ilmu Politik dari Universitas Far Eastern, Filipina dan Bachelor of Arts dalam bidang studi Jurnalis dan Komunikasi dari Universitas Filipina, dengan keahlian dalam bidang hubungan perusahaan, komunikasi perusahaan, tata kelola perusahaan, tanggung jawab sosial perusahaan, perkembangan dan hubungan masyarakat, hubungan pemerintah, dan promosi.

Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab membantu Direktur Utama dalam meningkatkan efektivitas Dewan Direksi dan Dewan Komisaris untuk mencapai strategi bisnis dan tujuan Perseroan dengan mengadakan dan membina hubungan dengan Bapepam & LK, IDX, manajemen eksekutif, dan kelompok-kelompok yang berkepentingan. Sekretaris Perusahaan mengelola informasi, penjadualan, dan kepentingan Dewan, selain memahami dan menerapkan peraturan-peraturan yang mengatur kebijakan-kebijakan Perseroan, dan menyimpan catatan-catatan peristiwa penting Perseroan.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

58 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 61: Borneo Ar2010

Internal AuditPrior to Borneo’s public offering, the President Director laid down a policy to govern the functions, duties and scope of work undertaken by internal audit. These include the role to examine the accuracy and reliability of financial reporting, policies, and procedures, to ensure an internal control system is functioning effectively in each section and unit, including the proper security of assets and regular examination of operational efficiency. All Internal Audit reports are submitted directly to the President Director.

After the November 26th, 2010 listing at the Indonesia Stock Exchange, the Internal Audit was tasked to continue to carry out improvements to assure professional levels of competence and the process of audit implementation and to provide recommendations to the Board of Directors and Board of Commissioners on various policies and internal procedures.

Audit InternalSehubungan dengan penawaran umum Borneo, Direktur Utama telah menetapkan kebijakan untuk mengatur fungsi, tugas dan lingkup kerja internal audit. Hal ini meliputi fungsi untuk memeriksa akurasi dan kewajaran pelaporan keuangan, kebijakan, dan prosedur, untuk memastikan sistem pengawasan internal telah berfungsi secara efektif di setiap bagian dan unit, termasuk perlindungan terhadap aset dan pengawasan regular terhadap efisiensi operasional. Seluruh hasil laporan dari Audit Internal diserahkan langsung kepada Direktur Utama.

Setelah pencatatan pada Bursa Efek Indonesia tanggal 26 November 2010, Audit Internal ditugaskan untuk melanjutkan perbaikan-perbaikan untuk memastikan kompetensi pada tingkat profesional dan perkembangan dari pelaksanaan audit serta memberikan rekomendasi kepada Direksi dan Dewan Komisaris dalam berbagai kebijakan dan prosedur internal.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

592010 Borneo Annual Report

Page 62: Borneo Ar2010

60 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 63: Borneo Ar2010

Sumber Daya

Manusia

HumanResources

612010 Borneo Annual Report

Page 64: Borneo Ar2010

Tinjauan Kinerja KaryawanEmployees Performance Review

Kami memperlakukan karyawan kami dengan adil, menghargai kinerja yang baik dan memberikan peningkatan karir bagi mereka yang berdedikasi. Kami memfasilitasi lingkungan yang kondusif untuk diskusi dan konsultasi yang membangun dan menerapkan kesetaraan dalam struktur manajemen.

We treat our employees fairly, value good performance and provide career development for those who are dedicated. We facilitate a conducive environment for discussion and consultation which builds and applies equality in the management structure.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

62 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 65: Borneo Ar2010

Tahun 2010 adalah tahun yang penuh tantangan dan kesuksesan bagi segenap karyawan Borneo dan anak Perusahaannya (“Borneo”). Peningkatan produktivitas dan kemajuan-kemajuan telah ditunjukan selama tahun 2010. Pendekatan Borneo dalam pengelolaan sumber daya manusia dimulai dengan filosofi Perusahaan yaitu bekerja dengan integritas, saling menghargai, saling percaya dan semangat untuk bekerjasama. Kami bekerja dengan komitmen sepenuh hati untuk mencapai visi dan tujuan yang sama. Tanpa pengembangan dan mempertahankan orang-orang terbaik, kami tidak akan mampu untuk terus membangun Borneo yang lebih besar dan lebih baik. Untuk itu, kami terus merekrut karyawan yang berkemampuan dan berpendidikan dari berbagai latar belakang dan dari seluruh penjuru dunia.

Kami memperlakukan karyawan kami dengan adil, menghargai kinerja yang baik dan memberikan peningkatan karir bagi mereka yang berdedikasi. Kami memfasilitasi lingkungan yang kondusif untuk diskusi dan konsultasi yang membangun dan menerapkan kesetaraan dalam struktur manajemen.

The year 2010 was a challenging and successful year for the employees of PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (Borneo) and its subsidairies. Productivity increases and progress were shown during the year. Borneo’s approach in managing its human resources starts with the Company’s philosophy, namely working with integrity, mutual respect, trust, and the passion for teamwork. We work with a full commitment to reach a common vision and objectives. Without the nurturing and retaining of the best people, we will not be able to continually develop Borneo to better and greater levels. Hence, we will continue to recruit able, well trained and educated personnel from various backgrounds from all over the world.

We treat our employees fairly, value good performance and provide career development for those who are dedicated. We facilitate a conducive environment for discussion and consultation which build and applies equality in the management structure.

AKT Human Resources IndexAKT Human Resources Index

Keterangan Jumlah/Total DescriptionSD 216 Elementary SchoolSLTP 278 Junior High SchoolSLTA 1024 Seniro High SchoolDiploma 46 DiplomaSarjana 68 GraduatePasca Sarjana 2 Post Graduate

SLTASenior High School

62.47%SLTP

Junior High School17.01%

SDElementary School

13.22%

SarjanaGraduate

4.16% Pasca SarjanaPost Graduate

4.16%

DiplomaDiploma2.02%

0

500

1.000

1.500

2.000

1.047947

1.145 1.184 1.210 1.237 1.277 1.305 1.3511.468

1.634

1.416

StaffSenior Staff Non Staff Honorer

AKT Human Resources IndexAKT Human Resources Index

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

632010 Borneo Annual Report

Page 66: Borneo Ar2010

Kami juga percaya bahwa untuk mendukung kegiatan operasional, sangat penting bagi kami untuk mempekerjakan orang-orang yang memiliki karakter yang baik. Karenanya, seluruh karyawan Borneo diwajibkan memiliki nilai-nilai yang meliputi integritas, saling menghargai, saling percaya, semangat untuk bekerjasama, bekerja inovatif dan kreatif, bekerja dengan sepenuhnya untuk memperoleh hasil yang terbaik, profesional, selalu siap terhadap perubahan dan bersikap mudah beradaptasi.

Di Borneo, kami percaya bahwa hubungan antara manajemen dengan karyawan serupa dengan hubungan dalam suatu keluarga yang harmonis. Bukan hanya itu, dengan menerapkan filosofi bahwa setiap manajer merupakan Manajer SDM, kami dapat mengembangkan potensi karyawan yang tepat guna dan tepat sasaran untuk kepentingan pertumbuhan perusahaan maupun karir masa depan karyawan.

Program PelatihanMisi dari Divisi Sumber Daya Manusia adalah mendukung manajemen dalam mempersiapkan para pemimpin masa depan. Hal ini dicapai melalui program pelatihan yang baik dan pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas. Borneo memberikan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan keahlian teknis dan personal baik “in house” maupun eksternal. Beberapa program pelatihan yang dilaksanakan di tahun 2010 meliputi: pelatihan untuk menggunakan peralatan penambangan dan transportasi di lapangan, sertifikasi pengemudi, pelatihan menggunakan bahan peledak secara aman, pelatihan kepemimpinan yang berkelanjutan.

Kebijakan RekrutmenDalam melaksanakan rekrutmen, kami selalu mencari tenaga berbakat terbaik di pasar tenaga kerja. Kami percaya kami dapat melakukan hal ini bukan hanya karena kami saat ini merupakan perusahaan penambangan batubara kokas yang terbesar di Indonesia, tetapi juga karena kami menciptakan lingkungan yang menghargai pencapaian individu. Kebijakan rekrutmen juga menekankan pada faktor-faktor non keuangan, dimana karir yang berhasil merupakan jenjang pencapaian kemapanan finansial.

We also believe that to support the operational activities, it is important for us to employ those who have good character. Therefore, all employees of Borneo must possess the values of integrity, mutual respect and trust, passion for teamwork, working innovatively and creatively, working together to achieve best results, professional, always ready for changes, and an attitude for adaption.

At Borneo, we believe that the relationship between management and employees is similar to that of a harmonious family relationship. Further, by applying the philosophy that every manager is a Human Resources manager, we can fully develop employees’ potential and goals for the benefit of the Company’s future and the employees’ careers.

Training programsThe mission of the Human Resources division is to support the management in preparing future leaders. This can be achieved through a comprehensive training program and in time will improve productivity. Borneo provides various training programs to increase technical and personal expertise be it “in house” or “external”. The various training programs undertaken in 2010 include: training for operate mining equipment and field transportation, driver certification, training to use explosives safely, and sustainable leadership training.

Recruitment PolicyIn implementing recruitment, we always look for the best potential personnel in the job market. We believe we can accomplish this not only because we are currently Indonesia’s largest coking coal miner, but also for the reason that we create an environment which values the achievements of individuals. The recruitment process also focuses on non-financial factors, and a successful career is a step to achieving financial security.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

64 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 67: Borneo Ar2010

15

Pengembangan OrganisasiBorneo bertujuan untuk mempertahankan karyawan-karyawan terbaiknya dengan cara meningkatkan kemampuan teknikal dan manajerial karyawan yang ada dan karyawan baru.

Kebijakan RemunerasiKhusus di AKT, remunerasi berdasarkan Upah karena Kinerja (Pay for Performance) dan untuk tetap dapat bersaing dalam mempertahankan karyawan. Pengawas langsung akan mengkaji-ulang kinerja bawahan secara regular berdasarkan indikator kinerja. Kenaikan gaji dan bonus juga diberikan sesuai penilaian dari hasil evaluasi kinerja ini.

Karyawan dan Hubungan Industrial Manajemen Borneo berusaha menciptakan lingkungan kerja yang mendorong manajemen dan karyawannya berlaku dan bertindak sebagai suatu keluarga, dan memfasilitasi kegiatan-kegiataan sosial bagi para kayawan dan manajemen. Di tahun 2010 AKT menyelenggarakan kegiatan keagamaan, olahraga dan kesenian.

Hubungan industrial dikelola melalui Peraturan Perusahaan, dan karyawan berhak untuk berserikat dan berkumpul. Serikat pekerja telah terbentuk dan manajemen berupaya untuk menjaga hubungan yang terbuka dan sehat dengan perserikatan tersebut.

Perusahaan dan karyawan menyadari sepenuhnya bahwa untuk menjamin terpeliharanya kerjasama yang baik, terciptanya ketenangan kerja dan kepastian usaha diperlukan adanya hubungan industrial yang harmonis yang secara keseluruhan dimaksudkan untuk mendorong kegiatan kerja, meningkatan produktivitas kerja yang pada akhirnya guna meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Operational progressBorneo aims to retain its best employees by way of increasing the technical and managerial skills of the existing and new employees as well.

Remuneration policyEspecially at AKT, remuneration is based on ‘Pay for Performance’ in order to compete in retaining employees. A direct supervisior will regularly evaluate his subordinates based on key performance indicators. Salary rises and bonuses will be given in accordance with the evaluation of the employees performance.

Employees and Industrial RelationsThe management of Borneo strives to create a working environment which encourages both management and employees to act as one family, and to facilitate social activities for all levels. Religious, sporting and artistic events were part of Borneo’s 2010 social activities.

Industrial relations are managed through the Company’s rules and regulations, which allows employees to set up unions and hold gatherings. Several labor unions are established, and the management maintains an open and healthy relationship with the unions.

The Company and the employees, are fully aware that to maintain the existing working relationship, conducive working environment, and a sustainable business future, congruous industrial relations must be preserved, in order to increase performance, productivity and prosperity of the employees as a whole.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

652010 Borneo Annual Report

Page 68: Borneo Ar2010

66 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 69: Borneo Ar2010

Manajemen

Risiko

RiskManagement

672010 Borneo Annual Report

Page 70: Borneo Ar2010

Risiko Penurunan Harga Coking Coal Secara Signifikan

Risiko penurunan harga coking coal secara signifikan Harga coking coal mengikuti fluktuasi yang signifikan dan setiap penurunan yang signifikan dalam harga yang Perseroan terima untuk batubara, dapat secara materiil merugikan bisnis usaha dan kegiatan operasi Perseroan. Apabila harga penjualan batubara jatuh berada di bawah keseluruhan biaya produksi dari kegiatan operasi penambangan Perseroan dan tetap pada tingkat yang sedemikian untuk jangka waktu yang berlangsung lama, Perseroan dapat menderita kerugian dan dapat memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasi, yang secara materiil merugikan kondisi keuangan, hasil kegiatan operasi, dan prospek perseroan. Mengatasi hal ini, Perseroan senantiasa mengusahakan kontrak pembelian jangka panjang dengan para konsumen akhir dengan harga jual yang ditentukan secara berkala per triwulanan.

Risiko Terhambatnya atau Gagalnya Rencana Ekspansi Perseroan

Sejak akhir Desember 2009, kapasitas produksi coking coal Perseroan mencapai 200.000 ton per bulan, atau 2,4 mtpa, dan meningkat sebesar 3,6 mtpa pada penghujung tahun 2010. Perseroan kini sedang dalam proses pengembangan infrastruktur dan fasilitasnya dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi sebesar 5,0 mtpa pada penghujung tahun 2011. Kemampuan Perseroan untuk meningkatkan produksi batubara Perseroan tergantung pada sejumlah risiko antara lain:

Ketidak-mampuan untuk mengintegrasikan antara • peralatan baru, mesin-mesin, dan para pekerja menjadi kesatuan proses produksi secara efisien dan cepat seperti yang diharapkan;

The Risk of Significant Decline in Coking Coal Prices

Coking coal prices are subject to significant fluctuations, and any significant decline in the prices we receive for our coal could materially adversely affect our business and operations. If realized coal prices fall below the full cost of production of our mining operations and remain at such level for any sustained period, we will likely experience losses and may decide to discontinue operations, which would have a material adverse effect on our business, financial condition, results of operations and prospects. To mitigate this, risk, we try to obtain long-term supply contracts with top quality end user customers with prices that are determined quarterly.

Risks Related to Our Expansion Program

As of December 31, 2009, we had increased our coal production capacity to 200,000 tons per month, or 2.4 mtpa, and have achieved a production capacity of 3.6 mtpa by the end of 2010. The Company is in the process of expanding its infrastructure and facilities with the aim of achieving a production capacity of 5.0 mtpa by the end of 2011. Our ability to increase our production capacity within the timeframes we have targeted, or at all, will be subject to a number of additional risks, including:

Inability to integrate new equipment, machinery, and • employees into the production process as efficiently and quickly as expected;

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

68 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 71: Borneo Ar2010

Peralatan dan mesin-mesin yang digunakan • untuk meningkatkan produksi mungkin tidak dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasi atau harapan Perseroan; Kesulitan dalam memperoleh mesin-mesin, • peralatan dan suku cadang, khususnya truk-truk pengangkut batubara, ekskavator dan roda yang diperlukan untuk meningkatkan produksi, karena terhambat kapasitas dan pasokan di perusahaan baja dunia akibat permintaan global yang lebih tinggi dari pengadaannya.

Perseroan memastikan bahwa target produksi ini dapat diraih berdasarkan pesanan yang telah diterima, jadwal pengiriman pemasok, serta diperolehnya dana belanja modal dari hasil Penawaran Umum Perdana yang sebagian digunakan untuk membeli alat-alat berat pertambangan mutakhir seperti ekskavator Liebherr dan truk Komatsu yang akan siap di lokasi pertambangan BORN di Kalimantan Tengah pada pertengahan 2011.

Risiko dalam Memperoleh, Mempertahankan dan Memperbarui Izin-Izin, Perjanjian dan Persetujuan yang Dibutuhkan

Perseroan memerlukan berbagai izin dan persetujuan dari instansi Pemerintah baik pusat maupun daerah untuk melakukan kegiatan operasi pertambangan Perseroan, termasuk izin perusahaan umum, izin pertambangan, izin penanaman modal, izin tenaga kerja, pemenuhan ketentuan mengenai lingkungan

The equipment and machinery used in our coal • chains to increase production may not perform according to specifications or expectations of the Company;Difficulties in obtaining machinery, equipment • and spare parts, particularly coal hauling trucks, excavators, and tires for such equipment, required to increase production, due to capacity and supply constraints in world steel and high global demand for those materials and other mining equipment.

The Company is confident its expansion target can be achieved based on the orders placed, supplier shipping schedules and availability of the capital expenditure funds obtained from our IPO, part of which were allocated to import state of the art mining equipment such as Liebherr excavators and Komatsu trucks, which will be ready at our mine site in Central Kalimantan by mid 2011.

Risks in Obtaining, Maintaining, Renewal of Lincenses, Permits and Necessary Approvals

We require various licenses, permits, and approvals from the central and regional Governments to conduct our mining operations. These licenses include general corporate, mining, capital investment, manpower, environmental, land utilization, forestry and other licenses. Most of these permits have various expiration

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

692010 Borneo Annual Report

Page 72: Borneo Ar2010

hidup, izin pemanfaatan lahan, izin kehutanan, dan izin lainnya. Sebagian besar dari perizinan tersebut memiliki masa berlaku yang berbeda-beda mulai dari enam bulan sampai dengan 30 tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya perizinan tersebut. Perseroan harus memperpanjang semua izin, izin dimaksud sebelum habis masa berlakunya serta harus mengajukan permohonan dan mengurus dokumen perizinan yang baru jika diwajibkan. Kelalaian atau kegagalan untuk memperoleh atau memperpanjang setiap izin, persetujuan yang diperlukan untuk kegiatan operasi Perseroan dapat secara materiil merugikan kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil kegiatan operasi dan prospek Perseroan. Sampai dengan 31 Desember 2010 ijin-ijin yang telah diperoleh dan diperpanjang antara lain sebagai berikut:

Hak Konsesi Pertambangan• Tahapan Kegiatan Penambangan• Kelayakan Lingkungan (Pengesahan Dokumen • AMDAL)Izin Penggunaan Kawasan Hutan (pinjam Pakai)• Izin Pembangunan/Konstruksi (Pelabuhan, • Stockpile, dan penyimpanan bahan peledak dan bahan bakar)

Risiko Keterlambatan Pengangkutan Batubara

Perseroan mengandalkan rute angkutan tunggal untuk mengirimkan batubara ke titik-titik pengiriman di pantai. Dari lokasi tambang, Perseroan mengangkut batubara melalui sebuah jalan pembalakan (logging road) sepanjang 36 km menuju pelabuhan pemuatan di Sungai Barito dan dari titik tersebut, dengan tongkang sejauh 562 km menelusuri Sungai Barito menuju Taboneo. Saat ini, Perseroan menghadapi dua keterbatasan utama atas pemuatan tongkang dan angkutan. Pertama, Sungai Barito mengalami perubahan yang signifikan dalam ketinggian air dan akibatnya jarak 290 km pertama yang harus ditempuh oleh tongkang ke areal penimbunan (ISP) di Teluk Timbau tidak terbuka untuk angkutan tongkang sepanjang tahun. Pada musim kemarau, ketinggian air pada bagian hulu Sungai Barito tidak memadai untuk tongkang bermuatan untuk bergerak ke hilir atau untuk kapal tarik yang menarik tongkang tidak bermuatan untuk bergerak ke hulu. Setiap tahun, selama sekitar 60 hari kumulatif (tidak terus-menerus), ketinggian permukaan sungai sering terlalu dangkal bagi tongkang untuk mengangkut batubara.

dates ranging from six months to 30 years from the date of issue. We must renew all of our permits, licenses, and approvals as they expire, as well as obtain new permits, licenses, and approvals when required for operational activities. A loss of, or failure to obtain or renew, any permits, approvals, and licenses for our operations could have a material adverse effect on our business, financial condition, results of operations and company prospects.As of December 31st, 2010 we have obtained and renewed the following permits and licenses:

Mining Concession Rights• Mine Activities Phases• Environmental Eligibility (Legalization of AMDAL • document)Foresty Utilization Permit (borrow and use)• Permits for Construction/Development (Port, • Stockpile, and Explosives and Fuel safekeeping).

Risk in the Delay of Coal Transshipment

We rely on a single transport route to deliver our coal to coastal shipment points. From our mine site, we transport our coal via a 36 km haul road to a barge loading port on the Barito River and, from that point, by barge 562km down the Barito River to our transshipment point at Taboneo. At present, we face two main restrictions on barge loading and transport. First, the Barito River experiences significant variations in water levels and, as a consequence, the first 290km barging distance to the Intermediate Stock Pile (ISP) in Teluk Timbau is not open to barge transportation all year round. In the dry season, water levels in the upper Barito River are insufficient for loaded barges to travel downstream or for the tugs towing empty barges to move upstream. Each year, for approximately 60-day cumulatively (not continuous) the river level is too shallow for barges to transport coal.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

70 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 73: Borneo Ar2010

Mengatasi hal ini sejak kuartal ketiga 2010, Perseroan telah membangun sebuah areal penimbunan baru (ISP) di daerah Damparan, yang dirancang oleh AKT agar dapat menyimpan 1 juta ton batubara, dengan kapasitas 2000 ton per jam unloading dan 4000 ton per jam loading ke kapal tongkang. Perseroan juga telah memikirkan sebuah transportasi alternatif melalui jalan darat atau pembangunan conveyor belt dari pertambangan ke pelabuhan Melak di sungai Mahakam,Kalimantan Timur.

Risiko Terkait Fluktuasi Harga Bahan Bakar

Bahan bakar merupakan bagian yang signifikan dari biaya operasional dan fluktuasi harga bahan bakar dapat mempengaruhi profitabilitas Perseroan. Dalam studi kelayakan yang dilakukan untuk mengamankan cadangan bahan bakar, Perseroan telah mempertimbangkan keadaan harga yang tinggi dan mengasumsikan harga sebesar Rp8.000 per liter, yang dibandingkan dengan harga rata-rata aktual sebesar Rp7.700 selama 2010. Perseroan mempertimbangkan perkembangan sumber tenaga batubara untuk mengurangi ketergantungan Perseroan terhadap bahan bakar minyak, namun sementara hal tersebut belum terwujud, maka setiap kenaikan secara signifikan dalam harga bahan bakar dapat meningkatkan biaya produksi batubara Perseroan secara signifikan. Perseroan kini tengah mengevaluasi pilihan untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko harga bahan bakar, serta meneliti berbagai metode lindung nilai di masa yang akan datang.

To mitigate this, in Q3 2010, we undertook to have built a new ISP area at Damparan, which is designed by AKT to store up to 1 million tons of coal, with a capacity of 2000 tons per hour of unloading and 4000 tons per hour of loading to barge. We have also contemplated an alternative transportation route over land or building a conveyer belt from the mine site to the Melak port on the Mahakam River, East Kalimantan.

Risks Related To Fluctuating Fuel Prices

Fuel represents a significant portion of our operating costs and fluctuations in the fuel price may affect our profitability. In the feasibility study for establishing our reserves, we have allowed for a high fuel price environment and assumed a price of Rp8,000 per liter, which compares to actual average prices of Rp7,700 for 2010. While we are also considering the development of a coal powered source to reduce our exposure to fuel oil, as any sustained increase in fuel prices may increase our coal production costs significantly. We are evaluating the option of hedging against the risks of fuel prices, and are studying various methods of value hedging for the future.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

712010 Borneo Annual Report

Page 74: Borneo Ar2010

Lokasi PertambanganMine Location

Tambang Tuhup terletak di tengah Kalimantan, dilalui oleh Sungai Barito yang menjadi jalur utama pengiriman batubara dari Muara Tuhup ke Pelabuhan Taboneo untuk diangkut kapal-kapal besar ke berbagai negara.

The Tuhup mine is located centrally on the island of Borneo (the Indonesian portion of which is called “Kalimantan”), close to the mighty Barito River, through which our coal is transported from Muara Tuhup to the Taboneo anchorage, to be loaded into ocean going vessels to various countries.

Selayang Pandang PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dimiliki sepenuhnya oleh PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, saat BORN mengambil alih sepenuhnya kendali manajemen AKT pada bulan Oktober 2007, dan selanjutnya menguasai 99,99% saham AKT sejak bulan Desember 2009.

Pengolahan tambang batubara saat ini, dikenal dengan nama “Tuhup” yang terbagi menjadi dua blok utama, yaitu: Kohong dan Telakon. Areal konsesi keseluruhan mencakup sekitar 8.500 hektar yang dapat dieksplorasi, sementara daerah penambangannya saat ini terkonsentrasi di kawasan Kohong seluas 180 hektar.

OverviewPT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) is wholly owned by PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, having had full management control of AKT in October 2007, and 99.99% of AKT shares since December 2009.

The current coal mining project which is commonly known as “Tuhup” is divided into two main blocks: Kohong and Telakon. It covers around 8,500 hectares of exploration, and mining work is currently concentrated on 180 hectares of Kohong.

Bentuan

Muara Teweh

Taboneo

Teluk Timbau

Muara Tuhup

PALANGKARAYA

BANJARMASIN

PONTIANAK

72 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 75: Borneo Ar2010

Indonesia saat ini merupakan eksportir batubara terbesar di

dunia.

Indonesia is currently the world’s largest coal

exporter.

Pengolahan batubara Kegiatan penambangan AKT di Tuhup cukup unik bagi ukuran Indonesia, yaitu bahwa kegiatan eksplorasi, penambangan dan pengolahan batubara semuanya dilakukan sendiri secara in-house.

Sebagaimana halnya kebanyakan perusahaan tambang batubara di Indonesia, Tambang Tuhup merupakan jenis tambang terbuka (open pit mine), dimana lapisan tanah di permukaan dikupas untuk mencapai deposit batubara di dalamnya.

Batubara kemudian diangkat dan dikirim ke Pabrik Pengolahan dan Penanganan Batubara. Disini batubara diproses dengan cara mencampur beberapa jenis batubara guna memperoleh mutu yang diharapkan dan dihancurkan menjadi partikel yang lebih kecil.

Batubara yang telah diproses kemudian diangkut dengan truk menuju anjungan simpan (stockpile) di Muara Tuhup, dimana batubara dimuat ke dalam kapal-kapal tongkang melalui konveyor ban berjalan. Setelah itu, batubara diangkut dengan barge menuju Taboneo coal anchorage untuk dipindahkan ke kapal-kapal besar menuju pelanggan di manca negara.

Coal processing AKT’s mining activities at Tuhup are fairly unique for Indonesia, in that over burden removal and coal mining, handling and processing are done in-house.

As in most Indonesian coal mining companies, the Tuhup mine applies open pit mining which strips away overburden to reach underlying coal deposits.

The coal is then excavated and taken to the Coal Handling and Processing Plant. The coal is processed via blending of seams to obtain the desired coal quality and crushed into smaller particles.

The processed coal is then hauled by trucks to the Muara Tuhup port stockpile to be loaded by a conveyor belt on to barges. The coal is barged along the Barito River to Intermediate Stockpiles (ISP) at Teluk Timbau. It is then transported further to the Taboneo anchorage for transshipment by ocean going vessels to various customers in different countries.

Kalimantan merupakan Lumbung Besar Energi dan Metal di Indonesia.

Kalimantan is Indonesia’s major source of Energy and Metals.

SAMARINDA

732010 Borneo Annual Report

Page 76: Borneo Ar2010

74 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 77: Borneo Ar2010

Lingkungan, Kesehatan dan

Keselamatan Kerja

Safety, Health and Environment

752010 Borneo Annual Report

Page 78: Borneo Ar2010

Kesehatan dan KeselamatanKesehatanSebuah klinik kesehatan gratis dengan tenaga dokter bersertifikat disediakan di fasilitas pelabuhan sungai Muara Tuhup. Seluruh karyawan AKT dilindungi oleh asuransi kesehatan, termasuk kecelakaan dan kematian.

KeselamatanBORNEO menerapkan peraturan berstandar internasional, kode praktik, kebijakan dan prosedur pada Tambang Tuhup, yang turut menjadi pertimbangan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal dan peraturan-peraturan pada tingkat propinsi maupun setempat yang berlaku di Indonesia.

Standar Keselamatan • Mengutamakan keselamatan tenaga kerja pada

seluruh aspek operasionalnya.• Menerapkan standar Pemerintah dalam hal kesehatan

dan keselamatan industrial.• Para kontraktor diwajibkan mematuhi arahan dan

mengikuti standar keselamatan Perseroan.• Meminimalkan resiko kecelakaan, cedera dan penyakit

pada karyawan tetap maupun karyawan kontraktor.• Pihak yang berwenang melakukan audit pada

kegiatan operasional setiap 3 bulan untuk mengawasi pelaksanaan panduan lingkungan hidup dan keselamatan.

Health and Safety

HealthA free clinic with certified doctors is provided at the Muara Tuhup river port facility. All employees of AKT are covered by medical insurance, including accidents and fatalities.

SafetyBORNEO has installed international standard rules, code of practice, policies and procedures at the Tuhup Mine, that take into account the expectations of stakeholders, including the local communities and prevailing Indonesian, provincial and local laws.

Safety Policies• Place great importance on workplace safety in all

operations. • Implementation of Indonesian standards for industrial

health and safety.• Contractors are required to follow guidance and to

comply with safety standards.• Seek to minimize the risk of accidents, injuries, and

illness to our employes and contractors’ employees as well.

• The authorities audit our mining operations every 3 months to monitor implementation of environment and safety guidelines.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

76 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 79: Borneo Ar2010

Manajemen Lingkungan Hidup pada tambang Tuhup telah mengikuti standard lingkungan hidup yang ditentukan, meliputi:AMDAL (Analisa Dampak Lingkungan);RKL (Rencana Kelola Lingkungan);RPL (Rencana Pengawasan Lingkungan).

Ijin Menteri KehutananBeberapa area di Kohong dan Telakon yang termasuk dalam tambang Tuhup AKT, telah mendapatkan hak pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan. Ijin tersebut meliputi ijin pertambangan, pembuangan overburden, pembangunan infrastruktur, pengangkutan batubara, dan bongkar muat kapal tongkang. Ijin efektif diberikan untuk jangka waktu 13 tahun operasi dan harus diperpanjang untuk aktivitas produksi selanjutnya.

Reklamasi dan RehabilitasiRencana reklamasi dan rehabilitasi telah diajukan AKT kepada Kementerian Pertambangan dan Energi, dan telah disetujui untuk dilaksanakan mulai akhir 2010. Selain itu, AKT juga telah mengajukan kepada Kementerian Pertambangan dan Energi draft rencana penutupan tambang yang dijadualkan pada tahun 2039. Kegiatan penutupan tambang, seperti pengembangan dan penanaman lahan tambang yang telah digunakan akan dilakukan secara berkala dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses operasional Tuhup di tahun-tahun mendatang.

Manajemen LingkunganKebijakan lingkungan hidup Borneo diterapkan dengan ketat sesuai hukum dan peraturan Lingkungan Hidup Indonesia. Perseroan berkomitmen untuk meminimalisasi dampak terhadap lingkungan hidup sekitar, dan mengembalikan produktivitas dan manfaat lahan yang telah digunakan. Rehabilitasi setelah kegiatan penambangan telah dimulai untuk dilaksanakan sesuai ketentuan Pemerintah dalam hal Lingkungan Hidup

Program kegiatan lingkungan hidup Perseroan telah dirancang sesuai dengan standar ISO 14001, meliputi pengelolaan dan pemantauan penutupan tambang, pengendalian sedimen, pengendalian emisi debu, penyimpanan dan penggunaan materi limbah berbahaya, pencagahan kebocoran oli, pencegahan kebocoran bahan kimiawi, pupuk organik, pemisahan limbah domestik, serta pembibitan dan penanaman pohon.

Rencana reklamasi dan rehabilitasi telah diajukan AKT kepada Kementerian Pertambangan dan Energi, dan telah disetujui untuk dilaksanakan mulai akhir 2010.

A reclamation and rehabilitation plan has been submitted by AKT to the Ministry of Mines and Energy and has been approved for implementation starting at the end of 2010.

Environmental ManagementBorneo’s environmental practice strictly follows the Indonesian Environmental laws and regulations. We are committed to minimizing the impact on the surrounding environment, and returning all disturbed land to a productive and useful state. Post mining rehabilitation will be undertaken to adhere to the Government’s environmental standards.

Our environmental activities are designed to meet the standard ISO 14001 requirements, including handling and monitoring of mine discharge, sediment control, dust emission control, storing and utilizing harmful waste materials, oil spill contingency plan, chemical spills plan, organic compost handling, domestic waste management, and seedling and tree planting.

Environmental management at the Tuhup mine follows the required environmental standards, including: AMDAL (Environmental Impact Analysis);RKL (Environmental Management Plan);RPL (Environmental Monitoring Plan).

Forestry PermitsCertain areas in the Kohong and Telakon areas within the Tuhup Mine, have obtained the pinjam pakai (borrow and use) rights from the Ministry of Forestry. They include the mining permit, overburden dumping, infrastructure development, coal hauling, and barge loading. The permits are effective for 13 years operation and need to be extended for further operational activities.

Reclamation and RehabilitationA reclamation and rehabilitation plan has been submitted by AKT to the Ministry of Mines and Energy and has been approved for implementation starting at the end of 2010. As well, AKT has also submitted to the Ministry of Mines and Energy a draft mine closure plan scheduled by 2039. The mine closure activities, such as development and replanting on past mining areas will be done periodically and as an inseparable part of Tuhup’s operational process in years ahead.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

772010 Borneo Annual Report

Page 80: Borneo Ar2010

78 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 81: Borneo Ar2010

Management’sDiscussion and Analysisof the Company’s Results of Operations and Financial Condition

Analisa & PembahasanManajemenatas Hasil-Hasil Usaha dan Kondisi Keuangan

Perseroan

792010 Borneo Annual Report

Page 82: Borneo Ar2010

Pendapatan UsahaPerseroan baru mencatat pendapatan usaha setelah diperolehnya Ijin Produksi pada akhir September 2009, sehingga Pendapatan Usaha yang dicatat dalam Laporan Laba Rugi 2009 adalah atas penjualan yang dilakukan BORN selama 3 bulan terakhir 2009. Selama 9 bulan pertama 2009, BORN telah menjual 80.144 ton batubara dengan nilai penjualan sebesar Rp86.355 juta, yang dicatat sebagai pengurang Biaya Pra-produksi.

Pendapatan usaha BORN di tahun 2010 meningkat signifikan sebesar 1.272% dari pendapatan usaha tahun sebelumnya menjadi Rp2.751.793 juta, yang seluruhnya diperoleh dari peningkatan hasil penjualan batubara coking coal. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan secara signifikan atas volume penjualan dan juga peningkatan atas realisasi harga jual rata-rata di tahun 2010.

Volume penjualan batubara BORN yang tercatat sebagai Pendapatan Usaha meningkat dari sebesar 131.359 ton coking coal di tahun 2009 menjadi 1.652.655 ton di tahun 2010. Peningkatan volume penjualan ini adalah dampak langsung dari peningkatan kapasitas produksi yang direalisasikan di 2010, dan telah diimplementasikannya sistem logistik terpadu melalui penggunaan conveyor barge loader berkapasitas 2.400 ton per jam, penerapan sistem Intermediate Stockpile dan penjadualan pengapalan yang teratur.

RevenueThe Company recorded revenues only after the Company received its Production Permit in September 2009. As a result, total Revenue that was recorded in the Profit Loss Statement of 2009 pertained only to sales recorded in the last three months of 2009. During the first 9 months of 2009, BORN sold a total of Rp80,144 tons of coal valued at Rp86,355 million, that was recorded as a deduction to Pre-production Expenses.

The total revenue of BORN in 2010 increased by 1,272% from that of the previous year to Rp2,751,793 million, that was entirely derived from the sales of coking coal. The increase resulted from a significant increase in the volume of sales as well as an increase in the realized average selling price in 2010.

The sales volume of coal recorded as Revenue by BORN increased from 131,359 tons of coking coal in 2009 to 1,652,655 tons in 2010. The increase in sales volume was a direct consequence of the increased production capacity that was realized in 2010, and had been implemented along with the integrated logistics system through the use of the conveyor to barge loader with a loading capacity of 2,400 tons per hour, the reliance on an intermediate stockpile system, and well-coordinated shipment schedule.

Pembahasan Manajemen di Bidang KeuanganManagement Discussion in Financial

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

80 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 83: Borneo Ar2010

Catatan:(1) Laporan Laba Rugi konsolidasi 2009 mencakup kinerja AKT hanya untuk 3 bulan

terakhir setelah diperolehnya ijin produksi.

Notes:(1) The 2009 consolidated Profit and Lost Report covers the AKT performance for the

last 3 months after the production permit was obtained.

BORN telah berhasil mencapai harga jual realisasi sebesar US$185/ton rata-rata di sepanjang tahun 2010, meningkat sebesar US$17/ton dibanding dengan harga jual realisasi di tahun 2009. Harga jual produk coking coal BORN mencerminkan harga jual dunia atas premium hard coking coal seiring dengan kemampuan BORN untuk dapat memproduksi coking coal dengan kualitas yang konsisten dan sebanding dengan hard coking coal yang diproduksi oleh produser coking coal terkemuka di dunia.

BORN succeeded in realizing an average selling price of US$185/ton in 2010, an increase of US$17/ton from the average selling price achieved in 2009. The selling price of BORN’s hard coking coal product reflected the prevailing global price for premium hard coking coal in line with BORN’s ability to produce coking coal with a quality standard that is consistent and at par with the hard coking coal of some of the world’s leading coking coal producers.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

PENCAPAIAN PENTINGKey Results

(dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan berbeda)

2009(1) 2010 Delta Peningkatan/(Penurunan)

Delta Increase/ (Decrease)

(in million Rupiah, except where otherwise stated)

Volume Produksi 882,039 1,946,925 121% Production Volume

Volume Penjualan 131,359 1,652,665 1,158% Sales Volume

Harga jual Realisasi Rata-rata 168 185 10% Average Selling Price

Pendapatan Usaha 200,529 2,751,793 1,272% Revenue

Beban Pokok Penjualan (108,188) (1,250,109) 1,055% Cost of Goods Sold

Laba Kotor 92,341 1,501,684 1,526% Gross Profit

Beban penjualan dan pemasaran (32,792) (325,252) 991% Selling and Marketing Expense

Beban Umum (10,231) (154,524) 1,410% General Expense

Beban Eksplorasi - (7,248) 100% Exploration Cost

Beban Operasi (43,023) (487,024) 1,049% Operating Expense

Laba Operasi 49,318 1,014,660 1,957% Operating Profit

EBITDA 77,616 1,319,921 1,601% EBITDA

Beban Lainnya (138,741) (492,265) 255% Other Expenses

Laba Bersih (99,777) 348,847 450% Net Profit

Marjin Laba Kotor (%) 46% 55% 19% Gross Profit Margin (%)

Marjin Laba Operasi (%) 25% 37% 50% Operating Profit Margin (%)

Marjin EBITDA (%) 39% 48% 24% EBITDA Margin (%)

Marjin Laba Bersih (%) -50% 13% 126% Net Profit Margin (%)

Biaya Tunai Produksi, sebelum Royalti (US$/ton)

65 55 (15%) Production Cash Expense, before Royalty (US$/tons)

Biaya Tunai, sebelum Royalti dan Komisi (US$/ton)

88 69 (22%) Production Cash Expense, before Royalty and Commission (US$/tons)

Jumlah Biaya Tunai (US$/ton) 121 105 (13) Total Cash Cost (US$/tons)

812010 Borneo Annual Report

Page 84: Borneo Ar2010

Beban Pokok PenjualanBiaya produksi tunai per unit BORN di tahun 2010, diluar royalti, turun US$10/ton atau 15% menjadi US$55/ton sebagai dampak dari efisiensi biaya dan pencapaian skala sebagai bagian dari realisasi peningkatan kapasitas produksi. Penurunan biaya produksi tunai per unit sebagian besar adalah kontribusi dari penurunan biaya pengupasan lapisan atas (“overburden removal”) yang disebabkan penggunaan alat-alat berat baru milik BORN berkapasitas lebih besar dengan efisiensi lebih tinggi dalam hal penggunaan bahan bakar dan proses pendukung lainnya. Penurunan biaya produksi tunai per unit BORN di tahun 2010 meningkatkan marjin laba kotor BORN menjadi 55% dari pendapatan usaha.

Laba OperasiDi tahun 2010, BORN mencatat marjin laba operasi sebesar 37% dari pendapatan usaha. Hal ini berdampak pada peningkatan laba operasi sebesar 1.957% dibandingkan laba operasi tahun sebelumnya, menjadi Rp1.014.660 juta.

Beban Penjualan dan Pemasaran terdiri dari biaya transportasi dan logistik dan biaya komisi pemasaran kepada agen penjualan yang

Cost of Goods SoldThe per unit cash production cost of BORN in 2010, excluding royalty and sales commission, decreased by US$10/ton, or 15%, to US$55/ton as a result of cost efficiencies and economies of scale as part of the realization of production capacity increase. The decrease in the per unit cash production cost for the most part was contributed by a decline in the cost of overburden removal resulting from the deployment of new mining heavy equipment purchased by BORN that was larger in capacity and thereby more efficient in per-unit fuel consumption as well as other supporting processes. The decrease in the per-unit cash production cost of BORN increased the gross profit margin of BORN to 55% of total Revenue in 2010.

Operating Profit In 2010 BORN posted an operating profit margin of 37% of total Revenue. This led to an increase in operating profit of 1,957% from that of the previous year, to Rp1,014,660 million.

Sales and Marketing Expense comprises of transportation and logistics expense, as well as sales commission expense paid out to the appointed

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

Pelanggan Berdasarkan GeografisCustomer Based on Geography

China 65%

India 6%Korea 3%

Japan 5%Vietnam 1%

East Europe 3%

Turkey 8%

Taiwan 9%

82 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 85: Borneo Ar2010

ditunjuk. Rasio Beban Penjualan dan Pemasaran terhadap Pendapatan Usaha di tahun 2010 menurun dari 16% menjadi 12%, disebabkan oleh menurunnya biaya tranportasi dan logistik sebagai akibat dari penggunaan conveyor barge loader berkapasitas 2.400 ton per jam dan penerapan sistem Intermediate Stockpile untuk meningkatkan efisiensi tranportasi dan logistik. Penggunaan sistem converyor barge loader telah memungkinkan pengangkutan batubara ke tongkang berkapasitas 4.000 ton hanya dalam waktu 3 jam dibandingkan dengan waktu sekitar 1-2 hari bila tidak menggunakan sistem tersebut. Selain itu, BORN juga menerapkan sistem logistik dengan membagi jalur pengapalannya ke dalam 2 bagian. Bagian pertama (Tuhup – Teluk Timbau/ISP) memiliki risiko terhadap pasang-surutnya sungai Barito, sehingga hanya dapat dilalui tongkang berkapasitas 4.000 ton. Sedangkan bagian kedua (Teluk Timbau/ISP – Taboneo) dapat digunakan secara optimal sepanjang tahun dengan tongkang berkapasitas 8.000 ton. BORN menerapkan penggunaan Intermediate Stockpile di Teluk Timbau sehingga fluktuasi dari Sungai Barito tidak mempengaruhi kemampuan untuk memuat kapal dengan menumpuk persediaan batubara di Intermediate Stockpile. Secara keseluruhan, kedua bagian di atas telah meningkatkan kapasitas pengapalan batubara yang pada akhirnya menambah volume penjualan batubara BORN.

marketing agent. The decline in the ratio of Sales and Marketing Expense to total Revenue from 16% to 12% in 2010 was due to the decline in transportation and logistics expense as a result of the use of the 2,400 ton/hour conveyor barge loader and the implementation of the intermediate stockpile system that has significantly improved the efficiency of BORN’s transportation and logistics management. The use of the conveyor barge loader system has enabled BORN to fill a barge with a 4,000 ton load capacity in a matter of 3 hours compared to roughly 1 day if BORN were to load the coal via trucks as it did in 2009. In addition to this, BORN also implemented a logistical system that divides its shipment of coal into two parts. The first part (Tuhup – Teluk Timbau/ISP) is exposed to the water level changes of the Barito River and so 4,000-ton barges are utilised, whereas the second part (Teluk Timbau/ISP – Taboneo) is able to be used throughout the year by 8,000-ton barges. BORN has established an Intermediate Stockpile point at Teluk Timbau such that variations in the levels of the Barito River do not impact the ability to load ships by stockpiling at the Intermediate Stockpile. Overall, the use of the conveyor barge loader and an intermediate stockpiling point have increased the coal shipment capacity of BORN and that ultimately increases the sales volumes of BORN.

v

NET PROFITLaba Bersih

2009 2010(99,777)

348,847

EBITDAEBITDA

2,000,000

1,500,000

1,000,000

500,000

02009 2010

77,616

1,319,921

400,000

300,000

200,000

100,000

0

-100,00

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

832010 Borneo Annual Report

Page 86: Borneo Ar2010

Laba BersihBORN mencatat Laba Bersih sebesar Rp348.847 juta di tahun 2010, atau meningkat 450% dibandingkan dengan Laba Bersih tahun sebelumnya. Marjin laba bersih mencapai 13% di tahun 2010.

Pada tahun 2010, BORN mencatat beban keuangan sebesar Rp381.180 atau meningkat sebesar 201% dibandingkan dengan beban keuangan tahun sebelumnya, yang disebabkan atas bunga dari pinjaman yang diperoleh BORN di Desember 2009, meningkatkan beban keuangan BORN menjadi 13% dari pendapatan usahanya.

Namun demikian, hampir seluruh hutang-hutang BORN yang ada telah dilunasi di Desember 2010 sebagai bagian dari realisasi penggunaan dana IPO.

Secara keseluruhan, hasil operasi dari BORN telah meningkat di tahun 2010 ini, suatu peningkatan yang bukan hanya menghasilkan tingkat pertumbuhan yang tinggi, namun juga pertumbuhan yang berkualitas, yang tercermin dari peningkatan pada seluruh aspek marjin operasional.

AsetTotal Aset meningkat Rp4.180.993 juta atau 96% menjadi Rp8.523.960 juta pada akhir tahun 2010, yang sebagian besar berasal dari peningkatan aset lancar sebesar Rp3.024.835 juta atau 1,053% menjadi Rp3.312.012 juta. Peningkatan aset lancar ini adalah dampak dari penerimaan dana hasil IPO serta meningkatnya kinerja operasional anak-anak perusahaan BORN.

Kas dan Setara KasTotal Kas dan Setara Kas meningkat sebesar Rp2.071.911 juta atau 25,354% menjadi Rp2.080.083 juta, yang sebagian besar dikarenakan oleh telah diterimanya dana hasil IPO sebesar Rp4.988.946 juta dan peningkatan yang signifikan atas arus kas yang diterima dari pendapatan usaha AKT.

Net Profit BORN posted a Net Profit of Rp348,847 million in 2010, an increase of 450% from the Net Profit of the previous year. The net profit margin reached 13% in 2010.

In 2010, BORN posted a financing expense of Rp381,180 million, an increase of 201% from the financing expense of the previous year, mainly as a result of interest on borrowings that were obtained by BORN in December 2009, raising financing expense to 13% of total Revenue.

However, virtually all of the borrowings of BORN had been settled by end December 2010 as part of the allocated use of the proceeds from the IPO.

In conclusion, the operating results of BORN have improved in 2010, an improvement that has not only resulted in significant rates of growth, but also in terms of the quality of growth itself, as indicated by the improvement in every aspect of the Company’s financial and operating ratios.

AssetsTotal Assets increased by Rp4,180,993 million or 96% to Rp8,523,960 million by year-end 2010, the majority of which came from the increase in current assets by Rp3,024,835 million or 1.053% to Rp3,312,012 million. The increase in current assets was attributed to the proceeds from the IPO and better operating results of BORN subsidiaries.

Cash and Cash EquivalentsTotal Cash and Cash Equivalents increased by Rp2,071,911 million or 25.354% to Rp2,080,083 million, which was primarily attributed to the proceeds of the IPO amounting to Rp4,988,946 million and the significant increase in cash flows generated from the operating income of AKT.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

84 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 87: Borneo Ar2010

Kas dan Setara Kas, selain deposito bank, 30% bermata uang Rupiah, 60% bermata uang Dolar AS dan 10% bermata uang EURO. Hal ini sesuai dengan kebutuhan BORN dalam membiayai operasi Perseroan yang 30% bermata uang Rupiah dan 70% bermata uang Dolar AS, dan belanja modal Perseroan khususnya pembelian ekskavator untuk ekspansi 5 mtpa di 2011 yang sebagian bermata uang EURO.

Seiring dengan semakin menguatnya Rupiah terhadap Dolar AS dan cukup kompetitifnya tingkat suku bunga deposito Rupiah dibandingkan dengan deposito Dolar AS, sebagian besar dari Kas dan Setara Kas disimpan dalam mata uang Rupiah, dalam bentuk deposito dengan tingkat bunga bersih sekitar 7% di tahun 2010.

Piutang UsahaPiutang Usaha meningkat Rp420.169 juta atau 2,457% menjadi Rp437.269 juta, yang keseluruhanya merupakan piutang usaha dalam denominasi mata uang Dolar AS, terhadap perusahaan terkemuka dengan rekor pembayaran yang lancar.

Aset TetapAset Tetap BORN meningkat Rp826.304 juta atau 114% menjadi Rp1.554.180 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penambahan sebesar Rp845.990 juta berupa pembelian alat-alat berat khususnya mesin, peralatan dan kendaraan operasional dan Rp263.868 juta berupa konstruksi infrastruktur, sarana dan prasarana. Penambahan alat berat, infrastruktur, sarana dan prasarana ini sebagian besar adalah realisasi dari belanja modal untuk ekspansi kapasitas produksi BORN sebesari 3,6 mtpa, yang telah diselesaikan di akhir November 2010. Termasuk dalam peningkatan aset tetap adalah Rp421.271 juta yang merupakan belanja modal sebagai realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana untuk ekspansi kapasitas produksi menjadi 5 mtpa.

Of the Cash and Cash Equivalents, 30% was denominated in Rupiah, 60% in US Dollars and 10% in EURO. This was in line with the requirement of BORN to finance its operations, of which 30% requires Rupiah, 70% needs US Dollars, while the capital expenditure of the Company, especially the purchase of heavy equipment to support production expansion to 5 mtpa in 2011, would require some EURO funding.

In line with the strengthening value of the Rupiah against the US Dollar, and the relative competitiveness of the Rupiah interest rate against that of the US Dollar, a major portion of the Cash and Cash Equivalents was kept in Rupiah, held in bank deposits that yielded interest earnings of approximately 7% in 2010.

Trade Receivables Trade Receivables increased by Rp420,169 million or 2.457% to Rp437,269 million, all of which are trade receivables in US Dollars from major companies with sound payment records.

Fixed AssetsTotal Fixed Assets increased by Rp826,304 million, or 114%, to Rp1,554,180 million. The increase was mainly attributed to an addition of Rp845,990 million from the purchase of heavy equipment, including operating machinery, tools and vehicles; and Rp263,868 million from the construction of infrastructure and related facilities. The addition of heavy equipment, infrastructure and facilities was a realization of BORN’s capital expenditures towards the production capacity expansion to 3.6 mtpa, that was completed by November 2010. Included in the increase of Fixed Assets were capital expenditures in the amount of Rp421,271 million from the proceeds of the IPO for the production capacity expansion up to 5 mtpa.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

852010 Borneo Annual Report

Page 88: Borneo Ar2010

KewajibanTotal Kewajiban menurun secara signifikan sebesar 45% menjadi Rp1.946.199 juta di akhir tahun 2010. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan kewajiban tidak lancar sebesar 79% menjadi Rp627.516 juta, sebagai dampak dari pembayaran atas pinjaman pihak ketiga dan konversi dari pinjaman pemegang saham menjadi ekuitas.

Pinjaman Sebagai realisasi dari penggunaan dana hasil IPO untuk melunasi sebagian hutang Perseroan, Total Pinjaman turun sebesar Rp1,820,143 juta menjadi Rp224,775 juta yang sebagian besar disebabkan oleh pelunasan pinjaman BORN kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk, RZB dan PT Sinarmas Sekuritas.

Total pinjaman per 31 Desember 2010 dirangkum dalam tabel dibawah ini:

LiabilitiesTotal Liabilities decreased by 45% to Rp1,946,199 million as at year-end 2010. The decline was mainly due to the decrease in non-current liabilities by 79% to Rp627,516 million, as a result of the settlement of borrowings from third parties and the conversion to equity of certain borrowings from the shareholder.

Borrowings As a realization of the use of the proceeds from the IPO to settle part of the Company’s borrowings, Total Borrowings decreased by Rp1,820,143 million to Rp224,775 million, of which the majority was due to the settlement of borrowings from PT Bank CIMB Niaga Tbk, RZB and PT Sinarmas Sekuritas.

Total Liabilities as of 31 December 2010 are set forth in the table below.

TOTAL PINJAMAN PER 31 DESEMBER 2010 Total Debt per 31 December 2010

PerjanjianAgreement

PihakParties

PokokPrincipal

BungaInterest

Jatuh TempoMaturity

CicilanInstallment

Pinjaman Investasi/Investment Debt

PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Borneo Mining

ServicesUS$25 juta LIBOR + 4% 26 November 2013

2011 - US$ 4,9 juta/million2012 - US$ 10 juta/million2013 - US$ 10,1 juta/million

(dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan berbeda)

2009 2010 Delta Peningkatan/(Penurunan)

Delta Increase/(Decrease)

(in million Rupiah, except where otherwise

stated)

Aset Lancar 287,177 3,312,012 1,053.30% Current Assets

Aset Tidak Lancar 4,055,790 5,211,948 28.51% Non Current Assets

Total Aset 4,342,967 8,523,960 96.27% Total Assets

Kewajiban Lancar 1,334,764 1,318,983 (01.20%) Current Liabilities

Kewajiban Tidak Lancar 2,957,465 627,516 (78.78%) Non-current Liabilities

Total Kewajiban 4,292,229 1,946,199 (54.66%) Total Liabilities

Total Ekuitas 50,738 6,557,749 12,824.73% Total equity

Rasio Lancar 22% 251% 1,067.36% Current Ratio

ROA -2% 4% (278,14%) ROA

ROE -197% 5% (102.71%) ROE

Pijaman terhadap EBITDA 2635% 17% (99.35%) Debt to EBITDA

Pinjaman terhadap Ekuitas(1) 161% 3% (99.91%) Debt to Equity

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

Catatan:(1) Ekuitas termasuk pinjaman pemegang saham.

Notes:(1) The Equities includes the shareholders loans.

86 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 89: Borneo Ar2010

Per 31 Desember 2010, rasio total pinjaman terhadap ekuitas BORN membaik secara signifikan menjadi 3% dari 4,030% per 31 Desember 2009, dengan rasio total pinjaman terhadap EBITDA menjadi 17% dari 2,635% pada 31 Desember 2009.

Pinjaman dari Pihak yang Memiliki Hubungan IstimewaPinjaman dari pihak yang memiliki hubungan istimewa menurun sebesar Rp1,212,236 juta atau 100% menjadi Rp6,062 juta di akhir tahun 2010. Selama masa pra-produksi, pemegang saham mayoritas pengendali BORN telah memberikan pendanaan kepada BORN, yang kemudian dikonversi menjadi modal saham pada nilai nominal per lembar saham.

Arus KasBORN menghasilkan arus kas bersih sebesar Rp2,079,159 juta di tahun 2010, yang sebagian besar dipicu dari penerimaan dana hasil IPO dan peningkatan operasional Perseroan pada tahun tersebut. Dari dana hasil IPO, BORN telah melakukan pembayaran atas hampir seluruh pinjaman berbunga BORN dan melakukan belanja modal untuk ekspansi menjadi 5 mtpa.

Faktor-faktor yang telah memicu peningkatan pendapatan usaha dan marjin laba operasional BORN sebagaimana disebut diatas, juga telah meningkatkan arus kas dari kegiatan operasi di tahun 2010. Hal ini tercermin dari rasio EBITDA terhadap Pendapatan Usaha yang mencapai 48% pada tahun 2010. Atas arus kas yang diperoleh BORN atas pendapatan usaha ini, BORN juga telah melunasi hampir sebagian besar dari hutang-hutang usaha BORN yang telah terakumulasi dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini adalah bagian dari rencana BORN untuk menciptakan tingkat likuiditas dan modal kerja bersih yang sehat di tahun 2010 sebagai landasan pertumbuhan yang kuat dimasa yang akan datang.

As of 31 December 2010, the debt-to-equity ratio of BORN improved significantly to 3% from 4,030% a year before, along with the debt-to-EBITDA ratio which improved from 2,635% to 17% over the same two-year period.

Borrowing from an Affiliated Party Borrowing from an affiliated party declined by Rp1,212,236 million or 99% to Rp6,062 million as at year-end 2010. Throughout the pre-production phase, the majority controlling shareholder of BORN has provided loans to BORN, which were subsequently converted into equity at the nominal par value per share.

Cash FlowBORN generated net cash flow of Rp2,079,159 million in 2010, the majority of which came from the IPO proceeds and increasing results of operations of the Company. From the proceeds of the IPO, BORN settled most of its interest-bearing debts and undertook some of the capital expenditure required for the production capacity expansion to 5 mtpa.

The factors that were instrumental in growing Revenue and Operating Profit Margin as referred to above, were also at play behind the increase in generated cash flow from operating activities in 2010. Cash generated from operating activities was also instrumental in reducing the amount of debt that had accumulated from previous years. This deleveraging is part of BORN’s plan to build up its liquidity and net working capital towards more solid and sustainable fundamentals in support of future growth.

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

872010 Borneo Annual Report

Page 90: Borneo Ar2010

KesimpulanSecara keseluruhan, kinerja keuangan BORN di tahun 2010 meningkat secara signifikan. BORN telah menciptakan suatu landasan yang kokoh dengan terciptanya suatu struktur permodalan yang optimal, likuid dan fleksibel. BORN telah melunasi hampir seluruh pinjaman berbunganya dari dana hasil IPO yang diperoleh di November 2010, dan telah memiliki hampir seluruh dana yang diperlukannya untuk belanja modal dalam rangka mencapat target ekspansi ke 5 mtpa di 2011.

Dengan kondisi keuangan yang semakin kokoh, BORN akan mampu untuk fokus pada bisnis intinya, produksi dan penjualan batubara coking coal, dan akan mampu untuk terus menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan.

Conclusion Overrall, the financial results of BORN in 2010 have shown significant improvement in which the Company has been able to build a more solid financial foundation that is characterized by a capital structure that is sturdier, more liquid and flexible. BORN has also been able to repay the majority of its debts from the IPO proceeds in November 2010,and has effectively secured virtually all of the funds needed to finance the production capacity expansion to 5 mtpa in 2011.

With a financial condition that is growing in strength, BORN will be able to focus more on its core business, to produce and deliver premium hard coking coal, in order to achieve sustainable long-term growth.

88 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 91: Borneo Ar2010

Tanggung Jawab Pelaporan TahunanResponsibility for Annual Reporting

Anton B.S. Hudyana Komisaris IndependenIndependent Commissioner

Eva Novita TariganDirektur Keuangan Finance Director

Geroad Panji Alamsyah JusufDirektur Tidak Terafiliasi Unaffiliated Director

Mangantar S. MarpaungKomisaris Independen Independent Commissioner

David Alister Tonkin Direktur Operasi Operations Director

Soesanto LoekmanKomisaris IndependenIndependent Commissioner

Samin Tan Direktur Utama, President Director

Syamsir SiregarKomisaris Utama President Commissioner

Dewan KomisarisBoard of Commissioners

DireksiBoard of Directors

Silvanus Yulian WenasKomisaris Commissioner

Moch Djatmiko Komisaris Commissioner

Maxwell ArmandDirektur Umum General Affairs Director

Kenneth Raymond AllanDirektur PemasaranMarketing Director

892010 Borneo Annual Report

Page 92: Borneo Ar2010

90 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 93: Borneo Ar2010

Laporan Keuangan

Financial Report

912010 Borneo Annual Report

Page 94: Borneo Ar2010

92 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 95: Borneo Ar2010

932010 Borneo Annual Report

Page 96: Borneo Ar2010

94 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 97: Borneo Ar2010

952010 Borneo Annual Report

Page 98: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 1 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yangtidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

The accompanying notes form an integral part of theseconsolidated financial statements

NERACA KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali nilai nominal dan data saham)

CONSOLIDATED BALANCE SHEETSAS AT 31 DECEMBER 2010 AND 2009

(Expressed in millions of Rupiah,except for par value and share data)

Catatan/Notes 2010 2009

ASET LANCAR CURRENT ASSETSKas dan setara kas 2a, 4 2,080,083 8,172 Cash and cash equivalentsKas di bank yang dibatasi

penggunaannya 2a, 5 2,035 36,639 Restricted cash in banksPiutang usaha – pihak ketiga 2d, 7 437,269 17,100 Trade receivables – third partiesUang muka dan biaya dibayar

dimuka 8 365,637 40,729 Advances and prepaymentsPersediaan 2e, 9 426,988 184,537 Inventory

Jumlah aset lancar 3,312,012 287,177 Total current assets

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETSPiutang dari pihak yang

memiliki hubungan istimewa 2i, 28a 73,604 - Amounts due from related partiesPinjaman kepada pihak yang

memiliki hubungan istimewa 2i, 28b 90,243 12,003 Loan to related partiesAset keuangan yang tersedia Available for sale

untuk dijual 2t, 6 150,000 - financial assetsUang jaminan 10 63,240 56,234 Refundable depositsPajak dibayar dimuka 2o, 22a 241,194 88,470 Prepaid taxesAset pajak tangguhan, bersih 2o, 22d 41,357 14,745 Deferred tax assets, netAset tetap, setelah dikurangi Fixed assets, net of accumulated

akumulasi penyusutan sejumlah depreciation of Rp 441,306Rp 441.306 (2009: Rp 169.076) 2f, 12 1,554,180 727,876 (2009: Rp 169,076)

Biaya eksplorasi dan pengembangan Deferred exploration andyang ditangguhkan, setelah dikurangi development expenditure, net ofakumulasi amortisasi sejumlah accumulated amortisation ofRp 43.684 (2009: Rp 11.701) 2g, 11 1,075,522 1,158,871 Rp 43,684 (2009: Rp 11,701)

Properti pertambangan, setelah Mining properties, net ofdikurangi akumulasi amortisasi accumulated amortisationsejumlah Rp 68.166 of Rp 68,166(2009: Rp 13.633) 2b, 13 1,567,824 1,622,357 (2009: Rp 13,633)

Goodwill, setelah dikurangi akumulasi Goodwill, net of accumulatedamortisasi sejumlah Rp 54.480 amortisation of Rp 54,480(2009: Rp 34.030) 2b, 14 354,784 375,234 (2009: Rp 34,030)

Jumlah aset tidak lancar 5,211,948 4,055,790 Total non-current assets

JUMLAH ASET 8,523,960 4,342,967 TOTAL ASSETS

96 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 99: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 2 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yangtidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

The accompanying notes form an integral part of theseconsolidated financial statements

NERACA KONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali nilai nominal dan data saham)

CONSOLIDATED BALANCE SHEETSAS AT 31 DECEMBER 2010 AND 2009

(Expressed in millions of Rupiah,except for par value and share data)

Catatan/Notes 2010 2009

KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIESPinjaman jangka pendek 2t, 20b - 15,812 Short-term loansHutang usaha – Pihak ketiga 2v, 18 320,010 292,363 Trade payables-Third partiesBiaya yang masih harus dibayar 2l, 19 430,164 93,630 Accrued expensesHutang pajak 2o, 22b 496,636 186,616 Taxes payableKewajiban jangka panjang yang akan Current maturity of long-term

jatuh tempo dalam satu tahun: borrowings:- Hutang sewa pembiayaan 2m, 21 27,817 10,891 Finance lease payables -- Pinjaman 2t, 20a 44,056 735,452 Borrowings -

Jumlah kewajiban lancar 1,318,683 1,334,764 Total current liabilities

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NON-CURRENT LIABILITIESHutang kepada pihak yang

memiliki hubungan istimewa 2i, 28d - 646 Amounts due to related partyPinjaman dari pihak yang

memiliki hubungan istimewa 2i, 28c 6,062 1,218,298 Loans from related partiesKewajiban pajak tangguhan, bersih 2o, 22e 394,375 405,757 Deferred tax liabilities, netKewajiban jangka panjang setelah

dikurangi bagian yang akan jatuh Long-term borrowingstempo dalam satu tahun: net of current portion:- Hutang sewa pembiayaan 2m, 21 33,413 19,375 Finance lease payables -- Pinjaman 2t, 20a 180,719 1,309,465 Borrowings -

Penyisihan reklamasi dan penutupan Provision for mine reclamationtambang 2n 5,502 - and mine closure

Penyisihan imbalan karyawan 2p 7,445 3,924 Provision for employee benefits

Jumlah kewajiban Total non-currenttidak lancar 627,516 2,957,465 liabilities

JUMLAH KEWAJIBAN 1,946,199 4,292,229 TOTAL LIABILITIES

HAK MINORITAS 2b 12 - MINORITY INTERESTS

EKUITAS EQUITY

Modal saham - modal dasar Share capital - authorised53.080.000.000 lembar saham, 53,080,000,000 shares(2009: 50.000.000 lembar saham), (2009: 50,000,000 shares),ditempatkan dan disetor penuh issued and fully paid17.693.000.000 lembar saham 17,693,000,000 shares(2009: 12.700.000 lembar saham) (2009: 12,700,000 shares)dengan nilai nominal per saham at par value of Rp 100Rp 100 (2009: Rp 10.000)*) 2w, 15 1,769,300 127,000 (2009: Rp 10,000)*)

Tambahan modal disetor 2w, 16 4,644,646 98,000 Additional paid in capitalSelisih kurs atas Exchange difference in

penambahan modal disetor (3,450) - additional paid in capitalExchange difference from

Selisih kurs dari penjabaran financial statementlaporan keuangan 2b 2,573 9,905 translation

Laba ditahan/ Retained earnings/(akumulasi kerugian) 17 164,680 (184,167) (accumulated losses)

Jumlah ekuitas 6,577,749 50,738 Total equity

JUMLAH KEWAJIBAN DAN TOTAL LIABILITIES ANDEKUITAS 8,523,960 4,342,967 EQUITY

*) Lihat Catatan 1 mengenai rincian pemecahan saham *) See Note 1 for details of stock split.

972010 Borneo Annual Report

Page 100: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 3 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yangtidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

The accompanying notes form an integral part of theseconsolidated financial statements

LAPORAN LABA/(RUGI) KONSOLIDASIANUNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali laba/(rugi) per saham)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT/(LOSS)FOR THE YEARS ENDED

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

except profit/(loss) per share)

Catatan/Notes 2010 2009

Pendapatan usaha 2l, 23 2,751,793 200,529 Revenue

Beban pokok penjualan 2l, 24 (1,250,109) (108,188) Cost of goods sold

Laba kotor 1,501,684 92,341 Gross profit

Beban operasi Operating expensesSelling and

Beban penjualan dan pemasaran 2l, 25 (325,252) (32,792) marketing expensesGeneral and administrative

Beban umum dan administrasi 2l, 26 (154,524) (10,231) expensesBeban eksplorasi 2g (7,248) - Exploration expenses

Jumlah beban operasi (487,024) (43,023) Total operating expenses

Laba operasi 1,014,660 49,318 Operating profit

Beban lain-lain Other expensesPendapatan bunga 34,597 397 Interest incomeBeban keuangan (381,180) (126,613) Finance costsKeuntungan selisih kurs, bersih 14,075 74,768 Gain on foreign exchange, net

Loss on disposalKerugian pelepasan aset tetap - (3,903) of fixed assetsBeban amortisasi properti Amortisation of

pertambangan 2b, 13 (54,533) (13,633) mining propertiesBeban amortisasi goodwill 2b, 14 (20,450) (27,060) Amortisation of goodwillBeban lain-lain, bersih 2l, 27 (84,774) (42,697) Other expenses, net

Jumlah beban lain-lain (492,265) (138,741) Total other expenses

Laba/(rugi) sebelum pajak Profit/(loss) before incomepenghasilan 522,395 (89,423) tax

Beban pajak penghasilan 2o, 22c (173,536) (10,354) Income tax expense

Laba/(rugi) sebelum hak Profit/(loss) before minorityminoritas 348,859 (99,777) interest

Hak minoritas atas laba bersih Minority interest in netanak perusahaan 2b (12) - income of subsidiaries

Laba/(rugi) bersih 348,847 (99,777) Net profit/(loss)

Laba/(rugi) per saham dasar Profit/(loss) per share(nilai penuh) 2r, 29 61 (80)*) (full amount)

*) Disajikan kembali. Lihat Catatan 1 mengenai rincianpemecahan saham

*) Restated. See Note 1 for details of stock split.

98 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 101: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 4 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagianyang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

The accompanying notes form an integral part of theseconsolidated financial statements

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIANUNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITYFOR THE YEARS ENDED

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah)

Selisih Selisihkurs kursatas atas

penambahan penjabaranmodal laporan Laba

disetor/ keuangan/ ditahan/Tambahan Exchange Exchange (akumulasi

modal difference difference kerugian)/Modal disetor/ in from Retained

saham/ Additional additional financial earnings/Catatan/ Share paid in paid in statement (accumulated Jumlah/

Notes capital capital capital translation losses) Total

Balance atSaldo 1 Januari 2010 127,000 98,000 - 9,905 (184,167) 50,738 1 January 2010

Issuance of newPenerbitan saham baru 2w, 15 1,642,300 - - - - 1,642,300 shares

Additional paid inTambahan modal disetor 2w, 16 - 4,546,646 (3,450) - - 4,543,196 capital

Selisih kurs atas Exchange differencepenjabaran from financiallaporan keuangan - - - (7,332) - (7,332) statement translation

Net incomeLaba bersih tahun berjalan - - - - 348,847 348,847 for the year

Saldo 31 Desember Balance at2010 1,769,300 4,644,646 (3,450) 2,573 164,680 6,577,749 31 December 2010

Selisihkurs atas

penjabaranlaporan

Tambahan keuangan/modal Exchange

Modal disetor/ difference Akumulasisaham/ Additional from financial kerugian/

Catatan/ Share paid in statement Accumulated Jumlah/Notes capital capital translation losses Total

Saldo 1 Januari Balance at 12009 125,000 - (2,428) (84,390) 38,182 January 2009

Issuance of newPenerbitan saham baru 2w, 15 2,000 - - - 2,000 shares

Additional paid inTambahan modal disetor 2w, 16 - 98,000 - - 98,000 capital

Exchangedifference

Selisih kurs atas from financialpenjabaran statementlaporan keuangan - - 12,333 - 12,333 translation

Rugi bersih tahun Net loss forberjalan - - - (99,777) (99,777) the year

Saldo Balance at31 Desember 31 December2009 127,000 98,000 9,905 (184,167) 50,738 2009

992010 Borneo Annual Report

Page 102: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 5 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagianyang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

The accompanying notes form an integral part of theseconsolidated financial statements

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIANUNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWSFOR THE YEARS ENDED

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah)

2010 2009Cash flows from

Arus kas dari aktivitas operasi operating activitiesPenerimaan dari pelanggan 2,331,623 183,429 Receipts from customersPembayaran kepada pemasok (1,581,713) (1,129,300) Payment to suppliersPembayaran pajak penghasilan (52,039) (3,489) Payment for corporate income taxPembayaran kepada karyawan (77,595) (3,259) Payment to employeesPembayaran royalti (253,771) - Royalty paymentsPembayaran bunga (298,890) (38,842) Interest paymentsPenerimaan lain-lain 33,465 397 Other receiptsPembayaran lain-lain (207,253) (115,034) Other payments

Arus kas bersih yang digunakan Net cash useduntuk aktivitas operasi (106,173) (1,028,414) in operating activities

Arus kas dari aktivitas investasi Cash flows from investing activitiesPembayaran untuk akuisisi - (176,785) Payment for acquisitionInvestasi pada aset keuangan Investment in available for sale

tersedia untuk dijual (150,000) - financial assetsPembelian aset tetap (1,047,384) (506,827) Payments for fixed assetsPembayaran untuk biaya eksplorasi dan Payments for deferred exploration

pengembangan yang ditangguhkan - (211,498) and development expenditures

Arus kas bersih yang digunakan Net cash useduntuk aktivitas investasi (1,197,384) (895,110) in investing activities

Arus kas dari aktivitas pendanaan Cash flows from financing activitiesPenerimaan dari pinjaman 386,559 2,044,917 Proceeds from borrowingsPembayaran pinjaman pihak ketiga (502,125) - Repayment of third party loansPembayaran pinjaman bank (1,641,357) - Repayment of borrowingsPenerimaan pinjaman jangka pendek - 15,812 Proceeds from short term borrowingsPembayaran pinjaman jangka pendek (15,124) (1,012) Repayment of short term loansPenambahan modal saham 4,988,946 - Additional share capitalPembayaran hutang sewa pembiayaan (18,586) (13,359) Payment for leasesPembayaran pinjaman kepada pihak

yang memiliki hubungan istimewa (897,639) (429,121) Repayment of related party loansPenerimaan dari pinjaman kepada

pihak yang memiliki hubunganistimewa 1,082,042 309,241 Proceeds from related party loans

Arus kas bersih yang diperoleh dari Net cash provided by financingaktivitas pendanaan 3,382,716 1,926,478 activities

Kenaikan bersih kas dan Net increase in cash andsetara kas 2,079,159 2,954 cash equivalents

Pengaruh perubahan kurs mata Effect of foreign exchangeuang asing (7,248) (381) rate changes

Cash and cash equivalents atKas dan setara kas pada awal tahun 8,172 5,599 the beginning of the year

Cash and cash equivalents atKas dan setara kas pada akhir tahun 2,080,083 8,172 the end of the year

100 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 103: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 6 Schedule

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagianyang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

The accompanying notes form an integral part of theseconsolidated financial statements

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIANUNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWSFOR THE YEARS ENDED

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah)

2010 2009

Aktivitas yang tidak mempengaruhi Non-cash transactions:arus kas:

Penghapusan uang muka yang Write-off of advances chargeddibebankan ke laporan laba/(rugi) to consolidated statement ofkonsolidasian 7,882 5,114 profit/(loss)

Beban bunga yang dikapitalisasi kepinjaman dari pihak yang memiliki Interest expense capitalised intohubungan istimewa 10,331 58,931 loans from related parties

Kenaikan ekuitas melalui konversi Increase in sharepinjaman dari pihak yang memiliki capital through conversionhubungan istimewa 1,200,000 100,000 of loan from related party

Pembelian aset tetap melalui sewa Acquisition of fixedpembiayaan 51,081 43,625 assets through finance leases

Akuisisi anak perusahaan melalui Acquisition of subsidiary throughpinjaman - 985,129 borrowings

Penambahan biaya eksplorasi dan Addition of deferred exploration andpengembangan yang ditangguhkan development expenditure throughmelalui kapitalisasi atas: capitalisation of:- pembebanan persediaan

suku cadang - 14,170 write-off of spare-parts inventory -- biaya pinjaman - 1,782 borrowing costs -- beban karyawan - 44,458 employee costs -- beban penyusutan - 128,762 depreciation expenses -

1012010 Borneo Annual Report

Page 104: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 7 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan dan informasilainnya

a. Establishment of the Company and otherinformation

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk.(dahulu PT Borneo Lumbung Energi)(“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 15Maret 2006 berdasarkan Akta Notaris Sutjipto,S.H. No. 109 tanggal 15 Maret 2006. Aktapendirian Perusahaan disetujui oleh MenteriHukum dan Hak Asasi Manusia RepublikIndonesia melalui Surat Keputusan No. C-09502 HT.01.01.TH.2006 tanggal 3 April 2006dan telah diumumkan dalam Berita NegaraRepublik Indonesia tanggal 8 Juli 2008 No. 55dan Tambahan No. 11258. Anggaran DasarPerusahaan telah mengalami beberapa kaliperubahan. Perubahan terakhir dilakukanberdasarkan Akta Notaris No. 28 tanggal 25Agustus 2010 dan No. 39 tanggal 16Desember 2010, keduanya dibuat di hadapanNotaris Fathiah Helmi, S.H. yang memuattentang perubahan Anggaran DasarPerusahaan dalam rangka perubahan statusPerusahaan dari perusahaan tertutup menjadiperusahaan terbuka, perubahan namaPerusahaan yang semula bernama PT BorneoLumbung Energi menjadi PT Borneo LumbungEnergi & Metal Tbk., pemecahan sahamberupa perubahan nominal sahamPerusahaan dari Rp 10.000 (nilai penuh)menjadi Rp 100 (nilai penuh) per lembarsaham, melakukan pengeluaran saham barusebanyak 12.000.000.000 lembar saham,meningkatkan modal dasar Perusahaan dariRp 500.000 menjadi Rp 5.308.000, mengubahsusunan direksi dan komisaris Perusahaandan untuk penyesuaian dengan PeraturanBAPEPAM-LK No. IX.J. Akta No. 28 tanggal25 Agustus 2010 telah memperolehpersetujuan Menteri Hukum dan Hak AsasiManusia Republik Indonesia berdasarkanSurat Keputusan No. AHU-43248.AH.01.02.TH.2010 tanggal 2September 2010. Akta No. 39 tanggal 16Desember 2010, telah dilaporkan kepadaMenteri Hukum dan Hak Asasi ManusiaRepublik Indonesia berdasarkan buktipenerimaan pemberitahuan perubahananggaran dasar No. AHU-AH.01.10-33018tanggal 23 Desember 2010.

Susunan dewan direksi dan komisarisPerusahaan terakhir dibentuk berdasarkanAkta Notaris No. 3 tanggal 3 September 2010,yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi,S.H., Notaris di Jakarta, yang telah dilaporkankepada Menteri Hukum dan Hak AsasiManusia Republik Indonesia berdasarkansurat penerimaan pemberitahuan perubahandata Perseroan No. AHU-AH.01.10-24082tanggal 23 September 2010.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk.(formerly PT Borneo Lumbung Energi) (the“Company”) was established on 15 March2006 based on Notarial Deed of Sutjipto, S.H.No. 109 dated 15 March 2006. TheCompany’s Articles of Association wereapproved by the Minister of Law and HumanRights of the Republic of Indonesia via DecreeNo. C-09502 HT.01.01.TH.2006 dated 3 April2006 and published in the State Gazette of theRepublic of Indonesia No. 55 dated 8 July2008 and Supplement No. 11258. A number ofamendments have been effected to the Articlesof Association. The latest amendments wereeffected based on Notarial Deed of FathiahHelmi, S.H. No. 28 dated 25 August 2010 andNo. 39 dated 16 December 2010 to reflect theamendments to the Company’s Articles ofAssociation, to change the status of theCompany from a private company to become apublic company, to change the Company’sname from PT Borneo Lumbung Energi to PTBorneo Lumbung Energi & Metal Tbk., toconduct a stock split of the par value of theCompany’s shares from Rp 10,000 (fullamount) to Rp 100 (full amount), to issue12,000,000,000 new shares, to increase theCompany’s authorized capital from Rp 500,000to Rp 5,308,000, to change the directors andshareholders and to conform with CapitalMarket and Financial Institution (BAPEPAM-LK) regulation No. IX.J. Deed No. 28 dated 25August 2010 was approved by the Minister ofLaw and Human Rights of the Republic ofIndonesia via Decree No. AHU-43248.AH.01.02.TH.2010 dated 2 September2010 whereas deed No. 39 dated 16December 2010 has been reported to theMinister of Law and Human Rights of theRepublic of Indonesia pursuant to its letter No.AHU-AH.01.10-33018 dated 23 December2010.

The latest boards of directors andcommissioners of the Company wasestablished pursuant to Notarial Deed No. 3dated 3 September 2010, drawn up beforeFathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, whichhas also been reported to the Minister of Lawand Human Rights of the Republic ofIndonesia pursuant to its letter No. AHU-AH.01.10-24082 dated 23 September 2010.

102 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 105: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 8 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

a. Pendirian Perusahaan dan informasilainnya (lanjutan)

a. Establishment of the Company and otherinformation (continued)

Pada laporan keuangan konsolidasian ini,Perusahaan dan anak perusahaannya secarabersama-sama disebut sebagai ”Grup”.

In these consolidated financial statements, theCompany and its subsidiaries are collectivelyreferred to as “the Group”.

Induk perusahaan adalah PT Republik Energi& Metal (sebelumnya PT Republik Energi),sebuah perusahaan yang didirikan di danberdasarkan Undang-undang RepublikIndonesia.

The ultimate parent entity is PT RepublikEnergi & Metal (previously PT RepublikEnergi), a company incorporated in and underthe Laws of the Republic of Indonesia.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersialpada tanggal 15 September 2009. Lokasipenambangan Perusahaan berada diKecamatan Muara Laung dan Barito TuhupRaya, Kabupaten Murung Raya, KalimantanTengah dan berkantor pusat di Menara BankDanamon, lantai 15, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav.E.IV No.6, Mega Kuningan, Jakarta 12950.

The Company commenced its commercialoperations on 15 September 2009. TheCompany’s mine site is located in Muara Laungand Barito Tuhup Raya Sub-districts, MurungRaya Regency, Central Kalimantan, and thehead office is located at Menara BankDanamon, 15th floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav.E.IV No.6, Mega Kuningan, Jakarta 12950.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran DasarPerusahaan, Perusahaan didirikan untukberusaha di bidang perdagangan,pembangunan, pertambangan batubara,pengangkutan, dan jasa. Jasa yangdimaksudkan termasuk jasa konsultasi bisnis,jasa konsultasi di bidang pertambanganbatubara, jasa konsultasi di bidang teknikengineering, dan jasa lainnya yangmendukung kegiatan pertambangan danperdagangan batubara. Anak-anakperusahaan yang dimilikinya bergerak dalambidang pertambangan batubara dan aktivitaslainnya yang terkait.

In accordance with Article 3 of its Articles ofAssociation, the Company is established toconduct businesses in trading, construction,coal mining, transportation, and services. Theterms services includes business consultation,coal mining consultation, technical engineeringconsultation, and other services that supportcoal mining operations and trading. TheCompany’s subsidiaries are engaged in coalmining and related activities.

Pada tanggal 31 Desember 2010, susunandewan direksi dan komisaris Perusahaanadalah sebagai berikut:

At 31 December 2010, the Company’s boardsof directors and commissioners were as follows:

Direktur Utama : Samin Tan : President DirectorDirektur : Maxwell Armand : DirectorDirektur : Kenneth Raymond Allan : DirectorDirektur : David Alister Tonkin : DirectorDirektur : Eva Novita Tarigan : DirectorDirektur tidak terafiliasi : Geroad Panji Alamsyah * : Non-affiliated Director

Komisaris Utama : Syamsir Siregar : President CommissionerKomisaris : Silvanus Yulian Wenas : CommissionerKomisaris : Moch. Djatmiko : CommissionerKomisaris Independen : Anton Budi Setiawan Hudyana : Independent CommissionerKomisaris Independen : Soesanto Loekman : Independent CommissionerKomisaris Independen : Mangantar S. Marpaung : Independent Commissioner

*) Sekretaris Perusahaan *) Corporate Secretary

1032010 Borneo Annual Report

Page 106: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 9 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

a. Pendirian Perusahaan dan informasilainnya (lanjutan)

a. Establishment of the Company and otherinformation (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2009, susunandireksi dan komisaris Perusahaan adalahsebagai berikut:

At 31 December 2009, the Company’s directorand commissioner of were as follows:

Direktur : Maxwell Armand : DirectorKomisaris : Surjadinata Sumantri : Commissioner

Pada tanggal 31 Desember 2010, Grupmempekerjakan 1.656 karyawan (31Desember 2009: 833 karyawan) (tidak diaudit).Jumlah biaya karyawan selama tahun yangberakhir pada 31 Desember 2010 adalahsebesar Rp 77.595 (2009: Rp 55.896).

As at 31 December 2010, the Group maintained1,656 employees (31 December 2009: 833employees) (unaudited). Total employee costsfor the year ended 31 December 2010amounted to Rp 77,595 (2009: Rp 55,896).

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan b. Public Offering of the Company’s Shares

Pada tanggal 16 Nopember 2010, Perusahaanmenerima Surat Pernyataan Efektif dari KetuaBadan Pengawas Pasar Modal dan LembagaKeuangan (BAPEPAM-LK) dengan SuratnyaNo. S-10407/BL/2010 untuk melakukanPenawaran Umum Saham Perdana kepadapublik atau masyarakat dengan hargapenawaran Rp 1.170 (nilai penuh) per lembarsaham atas 4.423.000.000 lembar saham atau25% dari keseluruhan 17.693.000.000 lembarsaham Perusahaan yang ditempatkan dandisetor penuh. Pada tanggal 26 Nopember2010, saham yang ditawarkan kepadamasyarakat dalam Penawaran Umum SahamPerdana dicatatkan di Bursa Efek Indonesiabersamaan dengan pencatatan13.270.000.000 lembar saham pendiri,sehingga jumlah seluruh saham yangdicatatkan pada Bursa Efek Indonesia menjadi17.693.000.000 lembar.

Perusahaan akan menggunakan dana hasilpenawaran umum untuk:1) pengembangan proyek lebih lanjut

terhadap Tuhup;2) pembayaran pinjaman Grup;3) modal kerja untuk bisnis pertambangan;

dan4) keperluan umum Perusahaan.

On 16 November 2010, the Company obtainedthe Notice of Effectiveness from the Chairmanof the Capital Market and Financial InstitutionsSupervisory Agency (BAPEPAM-LK) via letterNo. S-10407/BL/2010 for the Company toconduct its Initial Public Offering for offering toand subscription by the public at an offeringprice of Rp 1,170 (full amount) per share of4,423,000,000 shares or 25% of the total of17,693,000,000 the Company’s issued shares.The shares offered to the public in theCompany’s Initial Public Offering were listedwith the Indonesia Stock Exchange on 26November 2010. In conjuction herewith theCompany on behalf of its founding shareholdersalso listed the entire 13,270,000,000 foundershares, which resulted in the entire17,693,000,000 the Company’s shares listed onthe Indonesia Stock Exchange.

The Company will use the proceeds from theoffering for:1) further expansion of the Tuhup project;

2) repayment of the Group’s existing debts;3) working capital needs for mining business;

and4) general corporate purposes.

Semenjak efektifnya Penawaran UmumSaham Perdana, Perusahaan telah membayarbiaya-biaya berikut ini yang pencatatannyalangsung dikurangkan dari jumlah dana yangdiperoleh dari masyarakat pada laporankeuangan konsolidasian ini:

Since the effective date of the Initial PublicOffering, the Company has paid the followingcosts and were recorded as the deduction to thecash proceeds from the public in theseconsolidated financial statements:

104 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 107: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 10 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan(lanjutan)

b. Public Offering of the Company’s Shares(continued)

Rp

Jumlah lembar saham 4,423,000,000 Total sharesHarga penawaran (Rupiah nilai penuh) 1,170 Offering price (Rupiah full amount)

Jumlah dana dari publik 5,174,910 Total proceeds from public

Biaya-biaya PenawaranUmum Saham Perdana: Initial Public Offering expenses

Penjamin pelaksana emisi efek (132,043) Underwriting feesBiaya profesi penunjang pasar modal (22,414) Professional feesBadan Administrasi Efek (74) Share Administration BureauBiaya penyelenggaraan public expose (15,290) Public expose expensesBiaya lain-lain (16,143) Others

Jumlah biaya (185,964) Total expenses

Dana Penawaran UmumSaham Perdana, bersih 4,988,946 Proceeds from Initial Public Offering, net

Dicatat sebagai modal saham Recorded as share capitalpada nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) at par value ofper lembar saham 442,300 Rp 100 (full amount) per share

Dicatat sebagai tambahan modaldisetor pada Rp 1.070 (nilai penuh), Recorded as additionalbersih setelah dikurangkan dengan paid in capital of Rp 1,070biaya – biaya Penawaran Umum (full amount), net after deduction ofSaham Perdana 4,546,646 Initial Public Offering expenses

4,988,946

c. Anak perusahaan c. Subsidiaries

Perusahaan memiliki kepemilikan langsungpada anak perusahaan berikut ini:

The Company has direct ownership of thefollowing subsidiaries:

Persentase Total asetkepemilikan (%)/ sebelum eliminasi/

Tahun Percentage of Total assets beforeoperasi ownership (%) elimination

Aktivitas komersial/ 31 31 31 31Anak bisnis/ Year of Desember/ Desember/ Desember/ Desember/

perusahaan/ Business Lokasi Usaha/ commercial December December December DecemberSubsidiaries activity Location operation 2010 2009 2010 2009

PT Asmin Pertambangan Kalimantan 2009 99.99 99.00 3,764,555 1,707,480Koalindo batubara/ Tengah/Tuhup Coal mining Central("AKT") Kalimantan

PT Borneo Penyewaan Kalimantan 2009 99.99 99.99 1,061,915 600,538Mining alat berat/ Tengah/Services Heavy Central("BMS") equipment Kalimantan

rental

1052010 Borneo Annual Report

Page 108: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 11 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Anak perusahaan (lanjutan) c. Subsidiaries (continued)

PT Asmin Koalindo Tuhup (“AKT”) PT Asmin Koalindo Tuhup (“AKT”)

AKT didirikan berdasarkan Undang-UndangPenanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun1968, yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 1970, berdasarkan AktaNotaris Sutjipto S.H., Jakarta No. 52 tertanggal11 September 1992. Akta pendirian AKT telahdisetujui oleh Menteri Kehakiman dan HakAsasi Manusia Republik Indonesia melaluiSurat Keputusan No. C2 –4105.HT.01.01.TH.93 tanggal 3 Juni 1993, danditerbitkan dalam Tambahan No. 4418 BeritaAcara Negara Republik Indonesia No. 76 padatanggal 21 September 1993.

AKT was established under the framework ofDomestic Capital Investment Law No. 6 of 1968,as amended by Law No. 12 of 1970, based onNotarial Deed No. 52 dated 11 September 1992of Sutjipto S.H., Notary in Jakarta. AKT’sArticles of Association were approved by theMinister of Justice via Decree No. C2–4105.HT.01.01.TH.93 dated 3 June 1993, andwas published in Supplement No. 4418 of StateGazette No. 76 on 21 September 1993.

Akta pendirian AKT telah mengalami beberapakali perubahan dalam rangka penyesuaiandengan Undang-undang No. 40/2007 tentangPerseroan Terbatas, dan perubahan susunandewan direksi, komisaris dan pemegangsaham AKT. Perubahan anggaran dasar AKTterakhir dilakukan berdasarkan Akta NotarisNo. 12 tanggal 22 Desember 2010, yangdibuat di hadapan Dirhamdan S.H., Notaris diJakarta untuk peningkatan modal saham AKTdan peningkatan setoran modal Perusahaan diAKT melalui konversi hutang dengan nilainominal saham. Dari hasil penambahan modalini total investasi modal Perusahaan di AKTmenjadi Rp 1.356.050 atau 99,99% jumlahmodal disetor AKT.

Several amendments have been effected to theArticles of Association to reflect changesrequired to comply with Law No. 40/2007 forLimited Liability Companies, and changes to theboards of directors, commissioners andshareholders. The last amendment waseffected via and documented in Notarial DeedNo. 12 dated 22 December 2010, drawn upbefore Dirhamdan S.H., Notary in Jakarta, forthe purpose of increasing AKT’s share capitaland the Company’s subscription of additionalequity paid in capital in AKT via loan conversionwhich was valued at nominal. This additionalequity resulted in the Company holding Rp1,356,050 or 99.99% of AKT’s total paid upcapital.

AKT berusaha di bidang eksplorasi danpertambangan batubara, dan memulai PeriodeOperasinya pada tanggal 15 September 2009berdasarkan Surat Keputusan Menteri Energidan Sumber Daya Mineral No. 375/K.30/DJBtertanggal 15 September 2009 dengan PeriodeOperasi dimulai pada blok atau tambangKohong.

Kantor pusat AKT berlokasi di Menara BankDanamon lantai 15, Jl. Prof. Dr. Satrio KavE.IV No 6, Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia.

AKT is engaged in coal exploration and mining,and commenced its Operating Period on 15September 2009 by virtue of Decree of theMinister of Energy and Mineral Resources(“MEMR”) No. 375/K.30/DJB dated 15September 2009. Initial production comes from,and is focused on the Kohong block of coaldeposit.

AKT’s registered office is located at MenaraBank Danamon 15th floor, Jl. Prof. Dr. SatrioKav E.IV No.6, Mega Kuningan, Jakarta 12950.

106 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 109: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 12 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Anak perusahaan (lanjutan) c. Subsidiaries (continued)

PT Borneo Mining Services (“BMS”) PT Borneo Mining Services (“BMS”)

BMS didirikan pada tanggal 4 Maret 2006berdasarkan Akta Notaris Ny. PoerbaningsihAdi Warsito S.H. No. 03. Anggaran Dasar BMStelah disetujui oleh Menteri Kehakiman danHak Asasi Manusia Republik Indonesia melaluiSurat Keputusan No. C-24799.HT.01.01.TH.2006 tertanggal 24Agustus 2006 dan telah diterbitkan dalamTambahan No. 45 dalam Berita NegaraRepublik Indonesia No. 7735 tanggal 3 Juni2008. Akta pendirian BMS telah mengalamibeberapa kali perubahan untuk disesuaikandengan Undang-undang No. 40/2007 tentangPerseroan Terbatas, perubahan susunandewan direksi dan komisaris dan perubahanpemegang saham. Perubahan terakhiranggaran dasar BMS dilakukan berdasarkanAkta No. 19 tanggal 14 Mei 2008 dibuat dihadapan Muchlis Pathanha, S.H., Notaris diJakarta. Akta ini telah mendapat persetujuanMenteri Hukum dan Hak Asasi ManusiaRepublik Indonesia No. AHU-33475.AH.01.02.TH.2008 tanggal 16 Juni2008.

BMS was incorporated on 4 March 2006 basedon Notarial Deed No. 03 of Ny. PoerbaningsihAdi Warsito S.H. The Articles were approved bythe Minister of Law and Human Rights of theRepublic of Indonesia via Decree No. C-24799.HT.01.01.TH.2006 dated 24 August2006, and published in Supplement No. 45 ofthe State Gazette of the Republic of IndonesiaNo. 7735 dated 3 June 2008. Severalamendments have been effected subsequentthereto reflect changes required to comply withLaw No.40/2007 regarding Limited LiabilityCompanies, changes in the boards of directors,commissioners and shareholders. The lastamendment to the Articles of Association waseffected in Notarial Deed No. 19 dated 14 May2008, drawn up before Muchlis Pathanha, S.H.,Notary in Jakarta. This deed has been approvedby the Minister of Law and Human Rights of theRepublic of Indonesia via Decree No. AHU-33475.AH.01.02.TH.2008 dated 16 June 2008.

BMS berusaha di bidang jasa pertambanganbatubara termasuk sewa alat berat, jasamanajemen pertambangan dan jasa-jasapertambangan lainnya.

BMS is engaged in the provision of coal miningservices, including heavy equipment rental,mine management services and other relatedmining services.

Kantor BMS berlokasi di Menara BankDanamon lantai 15, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav E.IVNo 6, Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia.BMS memulai operasi komersialnya di bulanJanuari 2009.

The registered office of BMS is at Menara BankDanamon 15th floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav E.IVNo 6, Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia. BMScommenced its commercial operations inJanuary 2009.

d. Perjanjian Kerjasama PengusahaanPertambangan Batubara (“PKP2B”)

d. Coal Contract of Work (“CCoW”)

Pada tanggal 31 Mei 1999, AKT danPemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”)menandatangani PKP2B generasi ketiga.Berdasarkan ketentuan PKP2B tersebut, AKTbertindak sebagai kontraktor Pemerintah, danbertanggung jawab untuk melakukan kegiataneksplorasi dan pertambangan di area yangberlokasi di Kecamatan Murung Raya,Kabupaten Muara Teweh, KalimantanTengah, Indonesia. Area yang dicakup PKP2Btersebut pada awalnya seluas 40.610 hektarnamun telah dikurangi menjadi 21.630 hektarakibat dari pelepasan area sebagaimanadiatur dalam ketentuan PKP2B yangdimaksud.

On 31 May 1999, AKT entered into a thirdgeneration CCoW with the Government of theRepublic of Indonesia (the “Government”).Under the terms of the CCoW, AKT isappointed as the contractor of the Government,in respect of coal exploration and mining in anarea located in Murung Raya, Muara TewehRegency, Central Kalimantan, Indonesia. Thearea covered by AKT’s CCoW initiallycomprised 40,610 hectares, but this has beenreduced to 21,630 hectares pursuant to therelinquishment requirement under the CCoW.

1072010 Borneo Annual Report

Page 110: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 13 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Perjanjian Kerjasama PengusahaanPertambangan Batubara (“PKP2B”)(lanjutan)

d. Coal Contract of Work (“CCoW”) (continued)

Perubahan status PKP2B dari PenanamanModal Dalam Negeri (“PMDN”) menjadiPenanaman Modal Asing (“PMA”) telahdisetujui oleh Menteri Energi dan SumberDaya Mineral berdasarkan Keputusan No.W7-06012 HT.01.04-TH.2007 tertanggal 4Juni 2007.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Energidan Sumber Daya Mineral No. 375/K.30/DJB,AKT memulai Periode Operasi 30 tahunnyasejak 15 September 2009 dengan produksidimulai pada blok atau tambang Kohong.

The conversion of the CCoW status from aDomestic Capital Investment (“PMDN”) to aForeign Capital Investment (“PMA”) CCoW wasapproved by the Minister of Energy and MineralResources, as documented in Decree No. W7-06012 HT.01.04-TH.2007 dated 4 June 2007.

By virtue of Decree of Minister of Energy andMineral Resources No. 375/K.30/DJB, AKTcommenced its 30-year Operating Period on 15September 2009 with initial coal production inthe Kohong block of coal deposit.

Sebagaimana diatur dalam PKP2B yangbersangkutan, Pemerintah berhak atas 13,5%dari batubara yang diproduksi. BerdasarkanKeputusan Presiden Republik IndonesiaNo. 75/1996 tertanggal 25 September 1996,AKT diharuskan untuk menyerahkan bagian13,5% atas hak Pemerintah (biasanya disebutsebagai “royalti kepada Pemerintah”) dalambentuk tunai.

AKT membukukan 100% pendapatan yangdiperoleh dari penjualan batubara, danmencatat royalti yang dibayarkan kepadaPemerintah sebagai bagian dari beban pokokpenjualan.

As stipulated in the CCoW, the Government isentitled to receive 13.5% of the total coalproduced from the final point of productionprocesses established by AKT. In accordancewith Presidential Decree No. 75/1996 dated 25September 1996, AKT is required to deliver the13.5% Government‘s share of production(commonly referred to as “royalty toGovernment”) in cash.

AKT records 100% of its revenue generatedfrom coal sales, and records the Government’sroyalty as a component to its cost of goodssold.

e. Area eksploitasi/pengembangan e. Exploration/exploitation area

Area eksplorasi (tidak diaudit) /Exploration area (unaudited)

Jumlah biaya eksplorasiyang telah dibukukan

sampai dengantanggal neraca/

Nama pemilik Perolehan Persentase Total explorationizin lokasi/ izin eksplorasi/ Tanggal kepemilikan/ expenditure

Lokasi/ Owner of Date of jatuh tempo/ Percentage recognised as atLocation concession concession Expire date of ownership balance sheet date

Telakon blok/block PT Asmin 31 15 99.99% -Koalindo Mei/May September/Tuhup 1999 September

2039

108 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 111: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 14 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

e. Area eksploitasi/pengembangan (lanjutan) e. Exploration/exploitation area (continued)

Area eksploitasi dan pengembangan (tidak diaudit)/Exploitation and development area (unaudited)

Jumlah produksi(dalam jutaan Sisa

metrik ton)/ cadanganJumlah Total production terbukti

cadangan (in million metric (dalamterbukti (P1)* tonnes) jutaan ton)/(dalam jutaan Akumulasi Balance of

metrik ton)/ Jumlah provenNama pemilik Perolehan Tanggal Persentase Proven Tahun Produksi/ reserve

izin lokasi/ izin eksplorasi jatuh tempo/ kepemilikan reserve (P1)* berjalan/ Accumulated (in millionLokasi/ Owner of /Date of End date of /Percentage (in million Current total metric

Location concession concession concession of ownership metric tonnes) year production tonnes)

Kohong blok/ PT Asmin 31 15 99.99% 36.5 1.72 2.12 34.38block Koalindo Mei/May September/

Tuhup 1999 September2039

* Jumlah Cadangan Terbukti didasarkanpada Laporan Sumber Daya dan CadanganJORC per 30 Juni 2010 yang diterbitkanoleh konsultan JORC yang diakui, PT SMGConsultants.

* Total Proven Reserves is based on theJORC Standard Reserves and ResourcesStatement as of 30 June 2010 issued byJORC qualifying firm, PT SMGConsultants.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES

Laporan keuangan konsolidasian Grup telahdisusun dan diselesaikan oleh Direksi pada tanggal21 Maret 2011.

The Group’s consolidated financial statements wereprepared and finalised by the Directors on 21 March2011.

Berikut ini adalah kebijakan akuntansi penting yangditerapkan dalam penyusunan laporan keuangankonsolidasian Grup sesuai dengan prinsipakuntansi yang berlaku umum di Indonesia.Laporan keuangan konsolidasian ini juga disusunberdasarkan Peraturan Badan Pengawas PasarModal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”)No. VIII.G.7 mengenai Pedoman PenyajianLaporan Keuangan, dan Surat Edaran KetuaBAPEPAM-LK No. SE-02/BL/2008 tanggal 31Januari 2008 mengenai Pedoman Penyajian danPengungkapan Laporan Keuangan Emiten atauPerusahaan Publik Industri Pertambangan Umum.

Presented below are the significant accountingpolicies adopted in preparing the Group’sconsolidated financial statements, which are inconformity with accounting principles generallyaccepted in Indonesia. The consolidated financialstatements have also been prepared in conformitywith Regulation of the Capital Markets andFinancial Institutions Supervisory Board(“BAPEPAM & LK”) No. VIII.G.7 regardingGuidance for Financial Statement Presentation, andCircular Letter of BAPEPAM & LK Chairman No.SE-02/BL/2008 dated 31 January 2008 regardingGuidance for Preparation and Disclosure ofFinancial Statements of an Issuer or PublicCompany in the General Mining Industry.

a. Dasar penyusunan laporan keuangankonsolidasian

a. Basis of preparation of the consolidatedfinancial statements

Laporan keuangan konsolidasian ini jugadisusun berdasarkan prinsip harga perolehan,kecuali akun tertentu berdasarkan kebijakanakuntansi terkait.

The consolidated financial statements havebeen prepared on the basis of historical costconvention, except for certain accounts whichare measured on the basis described in therelated accounting policies.

Laporan keuangan konsolidasian disusunberdasarkan konsep akrual, kecuali untuklaporan arus kas konsolidasian.

The consolidated financial statements havebeen prepared on the accruals basis, except forthe consolidated statements of cash flows.

1092010 Borneo Annual Report

Page 112: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 15 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

a. Dasar penyusunan laporan keuangankonsolidasian (lanjutan)

a. Basis of preparation of the consolidatedfinancial statements (continued)

Laporan arus kas konsolidasian disusunmenggunakan metode langsung. Arus kasdikelompokkan atas dasar aktivitas operasi,investasi dan pendanaan. Untuk tujuanlaporan arus kas konsolidasian, kas dan setarakas mencakup kas, kas pada bank daninvestasi jangka pendek yang jatuh tempodalam waktu tiga bulan atau kurang, setelahdikurangi cerukan dan kas yang dibatasipenggunaannya.

Transaksi restrukturisasi antara entitassepengendali dibukukan menggunakanmetode penyatuan kepemilikan (pooling-of-interests). Selisih antara harga pengalihandengan nilai buku setiap transaksirestrukturisasi antara entitas sepengendalidibukukan dalam akun “selisih nilai transaksirestrukturisasi entitas sepengendali” padabagian ekuitas dalam neraca konsolidasian.

Angka dalam laporan keuangan konsolidasiandisajikan dalam jutaan Rupiah kecualidinyatakan lain.

The consolidated statements of cash flowshave been prepared based on the directmethod by classifying cash flows on the basisof operating, investing and financing activities.For the purpose of the consolidated statementsof cash flows, cash and cash equivalentsinclude cash on hand, cash in banks and othershort-term highly liquid investments withoriginal maturities of three months or less, netof bank overdrafts and restricted cashbalances.

Restructuring transactions for entities undercommon control are accounted for using thepooling of interests method. The differencebetween the transfer price and the book valueis recorded under the account “Difference inValue from Restructuring Transactions ofEntities under Common Control” and presentedunder the equity section of the consolidatedbalance sheet.

Figures in the consolidated financial statementsare rounded to and stated in millions of Rupiah,unless otherwise stated.

b. Prinsip-prinsip konsolidasi b. Principles of consolidation

Laporan keuangan konsolidasian meliputilaporan keuangan Perusahaan dan anakperusahaan dimana Perusahaan mempunyaikepemilikan saham dengan hak suara lebihdari 50%, baik langsung atau tidak langsung,atau apabila Perusahaan memiliki 50% ataukurang hak suara, tetapi Perusahaan memilikikemampuan untuk mengendalikan anakperusahaan. Anak perusahaan dikonsolidasisejak tanggal dimana pengendalian telahberalih secara efektif kepada Perusahaan dantidak lagi dikonsolidasi sejak tanggalpelepasan.

The consolidated financial statements includethe accounts of the Company and subsidiariesin which the Company has direct or indirectownership of more than 50% of voting rights, orequal to or less than 50% but with an ability tocontrol the subsidiaries. The subsidiaries areconsolidated from the date on which effectivecontrol is transferred to the Company and areno longer consolidated from the date ofdisposal.

Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldoantara perusahaan-perusahaan yangdikonsolidasi dalam Grup telah dieliminasidalam penyusunan laporan keuangankonsolidasian. Kebijakan akuntansi yangdipakai dalam penyusunan laporan keuangankonsolidasian telah diterapkan secarakonsisten oleh anak perusahaan, kecuali biladinyatakan lain.

The effects of all transactions and balancesbetween companies in the Group have beeneliminated in preparing the consolidatedfinancial statements. The accounting policiesadopted in preparing the consolidated financialstatements have been consistently applied bythe subsidiaries unless otherwise stated.

110 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 113: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 16 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) b. Principles of consolidation (continued)

Untuk anak perusahaan yang bukanmerupakan bagian integral dari operasiPerusahaan dan mata uang fungsionalnyabukan Rupiah, aset dan kewajiban dijabarkanke dalam mata uang Rupiah denganmenggunakan kurs penutup yang berlakupada tanggal neraca. Ekuitas dijabarkandengan menggunakan kurs historis.Pendapatan dan beban dijabarkan denganmengunakan kurs rata-rata selama periodepelaporan. Selisih yang timbul dari penjabaranlaporan keuangan anak perusahaan tersebutdisajikan dalam akun “selisih kurs daripenjabaran laporan keuangan” di bagianekuitas.

Bagian pemegang saham minoritas atas asetbersih anak perusahaan disajikan sebagai“hak minoritas” dalam neraca konsolidasian.Hak minoritas dalam suatu anak perusahaandengan posisi defisit ekuitas tidak diakui,kecuali pemegang saham minoritas tersebutmemiliki kewajiban kontraktual untukmendanai defisit tersebut. Bagian pemegangsaham minoritas atas laba/(rugi) bersihsebelum akuisisi dicatat sebagai laba/(rugi)sebelum akuisisi dalam laporan laba/(rugi)konsolidasian.

For a subsidiary that is not integral to theCompany’s operations and whose functionalcurrency is not Rupiah, the assets and liabilitiesare translated into Rupiah at the exchangerates prevailing at the balance sheet date.Equity is translated at historical exchangerates. Revenue and expenses are translated ataverage exchange rates for the period. Netdifferences arising from the translation of thesubsidiaries’ financial statements arepresented as “exchange difference fromfinancial statement translation” under equity.

The proportionate share of minorityshareholders in the subisidiaries’ net assets ispresented as “minority interest” in theconsolidated balance sheet. A minority interestis not recognised for subsidiaries with a deficitin equity, unless the minority shareholdershave a contractual obligation to contribute tofund the deficit. The proportionate share ofminority shareholders in net income/(loss) priorto acquisition is recorded as pre-acquisitionincome/(loss) in the consolidated statement ofprofit /(loss).

Properti pertambangan merupakanpenyesuaian nilai wajar atas aset bersih yangdiperoleh pada tanggal akuisisi terhadapharga perolehan aset tersebut dan dinyatakanpada harga perolehan. Properti pertambangandiamortisasi dengan menggunakan metodegaris lurus selama periode yang mana lebihpendek antara sisa umur PKP2B, atau sisaumur tambang dihitung dari tanggaldimulainya produksi komersial.

Mining properties represent the fair valueadjustments of net assets acquired at the dateof acquisition of a mining company over theacquisition costs of the assets and are stated atcost. Mining properties are amortised over thelife of the property using the straight linemethod over the shorter period of the CCoW, orexpected mine life from the date of thecommencement of commercial production.

Goodwill merupakan selisih lebih antara hargaperolehan investasi dan nilai wajar bagianPerusahaan atas aset bersih anakperusahaan yang diakuisisi pada tanggalakuisisi. Goodwill diamortisasi selama 20tahun dengan menggunakan metode garislurus. Manajemen menentukan estimasi masamanfaat goodwill berdasarkan evaluasi padasaat transaksi akuisisi, denganmempertimbangkan faktor-faktor yangterdapat dalam perusahaan yang diakuisisi.

Goodwill represents the excess of theacquisition cost over the fair value of theCompany’s share of the net assets of theacquired subsidiaries at the date of acquisition.Goodwill is amortised over a period of 20 yearsusing the straight-line method. Managementdetermines the estimated useful life of goodwillbased on its evaluation at the time of theacquisition, taking into consideration factorsinherent to the companies acquired.

1112010 Borneo Annual Report

Page 114: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 17 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

c. Penjabaran mata uang asing c. Foreign currency translation

Grup menyelenggarakan catatan akuntansinyadalam Rupiah.

Transaksi dalam mata uang selain mata uangRupiah dijabarkan menjadi mata uang Rupiahmenggunakan kurs yang terjadi pada tanggaltransaksi. Pada tanggal neraca, aset dankewajiban moneter dalam mata uang selainmata uang Rupiah dijabarkan menjadi matauang Rupiah dengan kurs yang berlaku padatanggal neraca. Keuntungan dan kerugianselisih kurs yang timbul dari penjabaran asetdan kewajiban moneter dalam mata uangselain mata uang Rupiah diakui dalam laporanlaba/(rugi) konsolidasian. Pada tanggalneraca, kurs yang digunakan, berdasarkankurs tengah Bank Indonesia adalah sebagaiberikut (Rupiah penuh):

The Group maintains its accounting records inRupiah.

Transactions denominated in currencies otherthan Rupiah are translated to Rupiah at theexchange rate prevailing at the date of thetransaction. At the balance sheet date,monetary assets and liabilities in currenciesother than Rupiah are translated into Rupiah atthe exchange rate prevailing at that date.Exchange gains and losses arising on thetranslation of monetary assets and liabilities incurrencies other than Rupiah are recognised inthe consolidated statement of profit /(loss). Atthe balance sheet date, the exchange ratesused, based on middle rates published by theBank of Indonesia were as follows (Rupiah fullamount):

31 Desember/ 31 Desember/December December

2010 2009Dolar Amerika Serikat (“AS$”) United States Dollar (“US$”)

setara dengan Rp 8,991 9,400 equivalent to RpEuro (“EUR”) Euro (“EUR”)

setara dengan Rp 11,956 13,510 equivalent to Rp

d. Piutang usaha d. Trade receivables

Piutang usaha adalah jumlah tagihan daripembeli batubara yang dijual atau jasa yangdiberikan sesuai dengan jenis usaha masing-masing perusahaan dalam Grup. Jikapelunasan piutang diharapkan selesai dalamsatu tahun atau kurang (atau dalam siklusnormal operasi masing-masing perusahaandalam Grup jika lebih lama), piutang tersebutdikelompokkan sebagai aset lancar. Jika tidak,piutang tersebut disajikan sebagai aset tidaklancar.

Trade receivables are the amount due fromcustomers for coal sold or services performedin the ordinary course of business of eachcompanies within the Group. If collection isexpected in one year or less (or in the normaloperating cycle of each companies within theGroup if longer), they are classified as currentassets. If not, they are presented as non-current assets.

Piutang usaha pada awalnya diakui sebesarnilai wajar dan kemudian diukur pada biayaperolehan diamortisasi dengan menggunakanmetode suku bunga efektif, dikurangi denganpenyisihan untuk penurunan nilai. Kesulitankeuangan yang signifikan yang dialami olehdebitur, kemungkinan kepailitan debitur ataurestrukturisasi keuangan, dan wanprestasiatau tunggakan terhadap pelunasandigunakan sebagai indikator bahwa piutangusaha mengalami penurunan nilai. Nilai daripenyisihan adalah selisih antara nilai tercatatpiutang dengan nilai kini dari perkiraan aruskas di masa depan didiskontokan dengan sukubunga efektif awal. Nilai tercatat dari asetdikurangi akun penyisihan dan jumlah kerugiandiakui dalam laporan laba/(rugi) konsolidasian.

Trade receivables are recognised initially at fairvalue and subsequently measured at amortisedcost using the effective interest method, lessprovision for impairment. Significant financialdifficulties of the debtor, the probability that thedebtor will enter bankruptcy or financialreorganisation, and default or delinquency inpayments are considered indicators that thetrade receivables are impaired. The amounts ofthe provision is the difference between theasset’s carrying amount and the present valueof estimated future cashflows, discounted atthe original effective interest rate. The carryingamount of the asset is reduced through the useof an allowance account, and the amount of theloss is recognised in the consolidatedstatement of profit/(loss).

112 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 115: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 18 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

d. Piutang usaha (lanjutan) d. Trade receivables (continued)

Dalam hal piutang usaha tidak tertagih,piutang usaha dihapus terhadap akunpenyisihan piutang usaha. Terhadap piutangyang akhirnya tertagih tapi telah dihapuskansebelumnya, dikreditkan terhadap laporanlaba/(rugi) konsolidasian.

When a trade receivable is uncollectible, it iswritten off againts the allowance account forthe trade receivables. Subsequent recovery ofamounts previously written-off are credited tothe consolidated statement of profit /(loss).

e. Persediaan e. Inventory

Persediaan batubara, termasuk persediaanbatubara run-of-mine dinilai berdasarkan nilaiterendah antara harga perolehan atau nilairealisasi bersih. Harga perolehan ditentukandengan metode rata-rata tertimbang (weightedaverage) atas biaya yang terjadi selamaperiode pelaporan dan mencakup bagian biayaoverhead tetap dan variabel. Nilai realisasibersih adalah estimasi harga penjualan yangdapat diperoleh sesuai dengan kegiatannormal usaha dikurangi biaya penjualan danbiaya-biaya untuk menyelesaikan penjualan.

Coal inventory, including run-of-mine stocks isvalued at the lower of cost or net realisablevalue. Cost is determined based on theweighted average cost incurred during theperiod and includes an appropriate portion offixed and variable overheads. Net realisablevalue is the estimated sales amount in theordinary course of business less the costs ofcompletion and selling expenses.

Persediaan habis pakai (consumable) dinilaipada harga perolehan, ditentukan berdasarkanmetode masuk pertama keluar pertama (first-infirst-out), dikurangi dengan penyisihan untukpersediaan usang. Penyisihan untukpersediaan usang dan bergerak lambatditentukan berdasarkan estimasi penggunaanatau penjualan masing-masing jenispersediaan pada masa mendatang. Bahanpendukung pemeliharaan dicatat sebagaibeban produksi pada periode penggunaan.

Consumables are valued at cost, determinedon a first-in, first-out basis, less provision forobsolete items. Provision for obsolete and slowmoving inventory is determined on the basiseither of estimated future usage or sales ofindividual inventory items. Supplies ofmaintenance materials are charged asproduction costs during the period in whichthey are used.

f. Aset tetap dan penyusutan f. Fixed assets and depreciation

Aset tetap diakui sebesar harga perolehandikurangi akumulasi penyusutan.

Aset tetap disusutkan menggunakan metodegaris lurus mana yang lebih pendek antaraestimasi umur aset atau umur tambang atausisa umur PKP2B:

Fixed assets are stated at cost, lessaccumulated depreciation.

Fixed assets are depreciated using the straight-line method over the shorter of the estimateduseful lives of the assets or the mine life or theterm of the CCoW as follows:

Tahun/YearsInfrastruktur 10 – 30 InfrastructurePeralatan komunikasi 4 Communications equipmentKomputer 4 ComputersPeralatan dan perlengkapan kantor 4 Office furniture and equipmentKendaraan 4 – 8 Motor vehiclesAlat berat 4 – 8 Heavy equipmentGedung 5 – 20 Buildings

Masa manfaat dan nilai sisa aset dievaluasidan disesuaikan kembali, jika diperlukan, padasetiap tanggal neraca. Perubahan yang terjadidiakui dalam laporan laba/(rugi) konsolidasiansecara prospektif.

The assets’ useful lives and residual values arereviewed and adjusted as appropriate at eachbalance sheet date. The effects of any revisionare recognised in the consolidated statement ofprofit/(loss) prospectively.

1132010 Borneo Annual Report

Page 116: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 19 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

f. Aset tetap dan penyusutan (lanjutan) f. Fixed assets and depreciation (continued)

Biaya yang terjadi setelah tanggal transaksidimasukkan ke dalam nilai tercatat aset ataudiakui sebagai aset yang terpisah hanya jikamanfaat dari aset tersebut di masa depan bisadidapatkan oleh Grup, dan biaya dari asettersebut dapat ditentukan secara meyakinkan.Nilai tercatat dari aset pengganti dihapus.Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankansebagai biaya pada periode terjadinya dalamlaporan laba/(rugi) konsolidasian.

Subsequent costs are included in the asset’scarrying amount or recognised as a separateasset, as appropriate, only when it is probablethat future economic benefits associated withthe item will flow to the Group and the cost ofthe item can be measured reliably. The carryingamount of the replaced part is derecognised. Allother repairs and maintenance expenditure arecharged to the consolidated statement ofprofit/(loss) during the financial period in whichthey are incurred.

Apabila penggunaan aset tetap dihentikan lagiatau aset yang bergerak dijual, nilai tercatatdikeluarkan dari laporan keuangankonsolidasian, dan keuntungan dan kerugianyang timbul akibat penarikan atau penjualanaset tetap tersebut diakui dalam laporanlaba/(rugi) konsolidasian.

When assets are retired or otherwise disposedof, their carrying amounts are eliminated fromthe financial statements, and the resulting gainsand losses on the disposal of fixed assets arerecognised in the consolidated statement ofprofit/(loss).

Akumulasi biaya konstruksi bangunan,infrastruktur, pabrik dan instalasi mesindikapitalisasi sebagai aset dalampenyelesaian. Akumulasi biaya tersebutdipindahkan ke akun aset tetap pada saatkonstruksi atau pembangunan selesai.Penyusutan dimulai pada tanggal yang sama.

The accumulated costs of the construction ofbuildings, infrastructure, plants and theinstallation of machinery are capitalised asconstruction in progress. These accumulatedcosts are reclassified to fixed asset accountswhen the construction or installation iscomplete. Depreciation is charged from thatdate.

g. Biaya eksplorasi dan pengembangan yangditangguhkan

g. Deferred exploration and developmentexpenditure

Biaya eksplorasi dikapitalisasi danditangguhkan untuk setiap area of interestapabila memenuhi salah satu dari ketentuanberikut:

Exploration expenditure incurred is capitalisedand carried forward for each area of interest,provided that one of the following conditions ismet:

(i) biaya tersebut diharapkan dapatmemberikan manfaat melalui keberhasilanpengembangan dan eksploitasi area ofinterest tersebut atau melalui penjualanarea of interest tersebut; atau

(ii) kegiatan eksplorasi dalam suatu area ofinterest belum mencapai tahap yangmemungkinkan untuk penentuan adanyacadangan terbukti yang ekonomis, sertakegiatan yang aktif dan signifikan dalamatau berhubungan dengan area of interesttersebut masih berlanjut.

(i) the costs are expected to be recoupedthrough successful development andexploitation of the area of interest or,alternatively, by its sale; or

(ii) exploration activities in the area of interesthave not yet reached a stage whichpermits a reasonable assessment of theexistence, or otherwise of economicallyrecoverable reserves, and active andsignificant operations in, or in relation tothe area of interest are continuing.

114 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 117: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 20 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

g. Biaya eksplorasi dan pengembangan yangditangguhkan (lanjutan)

g. Deferred exploration and developmentexpenditure (continued)

Manfaat akhir dari biaya eksplorasi yangditangguhkan bergantung pada keberhasilanpengembangan dan eksploitasi secarakomersial atau penjualan dari area of interestyang terkait. Biaya eksplorasi yangditangguhkan atas setiap area of interestdievaluasi kembali pada setiap akhir periodeakuntansi. Biaya eksplorasi yang terkait padasuatu area of interest yang telah ditinggalkan,atau yang telah diputuskan oleh Direksi Grupbahwa area of interest tidak layak secaraekonomis, dihapuskan pada periodekeputusan yang dimaksud dibuat.

Biaya eksplorasi dan pengembangan yangditangguhkan mencakup akumulasipengeluaran yang terkait dengan penyelidikanumum, administrasi dan perizinan, geologi dangeofisika, dan biaya-biaya yang terjadi untukmengembangkan area tambang sebelumdimulainya produksi komersial.

Ultimate recoupment of exploration expenditurecarried forward is dependent upon thesuccessful development and commercialexploitation, or alternatively, the sale ofrespective area. Deferred explorationexpenditure on each area of interest isreviewed at the end of each accounting period.Exploration expenditure in respect of an area ofinterest which has been abandoned or forwhich the Group’s Directors have decidedagainst the commercial viability of the area ofinterest, are written-off in the period in whichthe decision is made.

Deferred exploration and developmentexpenditure represents the accumulated costsrelating to general investigation, administrationand licences, geological and geophysicalexpenditure and costs incurred to develop amine before the commencement of commercialproduction.

Biaya pengembangan tambang danpengeluaran-pengeluaran lain yang terkaitdengan pengembangan suatu area of interestdikapitalisasi sebelum dimulainya produksi dariarea tersebut sepanjang memenuhipersyaratan untuk penangguhan.

Biaya bunga dan biaya pinjaman lain, sepertibiaya pinjaman baik yang secara langsungmaupun tidak langsung digunakan untukmendanai kegiatan eksplorasi danpengembangan yang memenuhi syarat, untukpenangguhan dikapitalisasi sampai kegiataneksplorasi dan pengembangan yangbersangkutan selesai.

Mine development expenditure andincorporated costs in developing an area ofinterest prior to commencement of operationsin the respective area, as long as they meet thecriteria for deferral, are capitalised.

Interest and other borrowing costs, such asfees on loans either directly or indirectly usedin financing exploration and developmentactivities, as long as they meet the criteria fordeferral, are capitalised up to the date whenthe exploration and development activities arecomplete.

Untuk pinjaman yang dapat diasosiasikansecara langsung pada suatu kegiatan tertentu,jumlah yang dikapitalisasi adalah sebesar biayapinjaman yang terjadi selama periodepelaporan, dikurangi pendapatan investasijangka pendek dari pinjaman tersebut. Untukpinjaman yang tidak dapat diasosiasikan secaralangsung pada suatu kegiatan tertentu, jumlahbiaya pinjaman yang dikapitalisasi ditentukandengan mengalikan tingkat kapitalisasi denganpengeluaran untuk kegiatan eksplorasi danpengembangan yang memenuhi syaratpenanggguhan. Tingkat kapitalisasi adalah rata-rata tertimbang biaya pinjaman dibagi dengansaldo pinjaman dari suatu periode pelaporanyang langsung dapat dihubungkan padakegiatan eksplorasi dan pengembangan yangmemenuhi syarat.

For borrowings directly attributable to a specificactivity, the amount to be capitalised isdetermined as the actual borrowing costsincurred during the period, less any incomeearned on the temporary investment of suchborrowing. For borrowings not directlyattributable to a specific activity, the amount tobe capitalised is determined by applying acapitalisation rate to the amount expended onexploration and development activities. Thecapitalisation rate is the weighted-average ofthe borrowing costs applicable to the totalborrowings outstanding during the period,excluding borrowings directly attributable tofinancing the relevant exploration anddevelopment activities.

1152010 Borneo Annual Report

Page 118: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 21 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

g. Biaya eksplorasi dan pengembangan yangditangguhkan (lanjutan)

g. Deferred exploration and developmentexpenditure (continued)

Biaya eksplorasi dan pengembangan yangditangguhkan yang terkait dengan suatu areaof interest yang telah berproduksi diamortisasidengan menggunakan metode garis lurussejak area of interest tersebut mulaiberproduksi secara komersial selama periodewaktu yang lebih pendek antara umur tambangatau sisa umur PKP2B Perusahaan.

Deferred exploration and developmentexpenditure is amortised on a straight-linebasis from the date of commercial productionin the area of interest over the lesser of theuseful life of the mine and the remaining termof CCoW.

h. Pinjaman h. Borrowings

Pinjaman diakui pada awalnya pada nilai wajardikurangi dengan biaya transaksi yang terjadi.Pinjaman kemudian dinyatakan pada “biayaperolehan diamortisasi”, selisih antara hasilperolehan (dikurangi dengan biaya transaksi)dan nilai pelepasan diakui didalam laporanlaba/(rugi) konsolidasian selama periodepinjaman dengan menggunakan metode sukubunga efektif untuk pinjaman dengan tingkatbunga tetap dan metode garis lurus untukpinjaman dengan suku bunga mengambang.

Borrowings are recognised initially at fairvalue, net of transaction costs incurred.Borrowings are subsequently carried atamortised cost. Any difference between theproceeds (net of transaction costs) and theredemption value is recognised in theconsolidated statement of profit/(loss) over theperiod of the borrowings using the effectiveinterest method for fixed interest rateborrowings and the straight-line method forfloating rate borrowings.

Biaya-biaya yang dibayarkan untukmendapatkan fasilitas pinjaman dicatatsebagai biaya transaksi yang ditangguhkansampai dengan terjadinya penarikan pinjamantersebut, apabila terdapat besar kemungkinanakan dilakukan penarikan atas sebagian atauseluruh fasilitas tersebut. Apabila tidak adabukti bahwa besar kemungkinan sebagianatau seluruh fasilitas yang dimaksud akanakan ditarik, biaya yang dikeluarkan tersebutdikapitalisasi sebagai biaya dibayar dimukauntuk pemeliharaan likuiditas dan diamortisasiselama periode dari fasilitas yang terkait.

Fees paid on the establishment of loanfacilities are recognised as transaction costs ofthe loan to the extent that it is probable thatsome or all of the facility will be drawndown. Inthis case, the fee is deferred until thedrawdown occurs. To the extent there is noevidence that it is probable that some or all ofthe facility will be drawndown, the fee iscapitalised as a prepayment for liquidityservices and amortised over the period of thefacility to which it relates.

i. Transaksi dengan pihak yang memilikihubungan istimewa

i. Transactions with related parties

PSAK No. 7 ”Pengungkapan Pihak-Pihak yangMempunyai Hubungan Istimewa” menyatakansebagai berikut:

(i) perusahaan yang melalui satu atau lebihperantara (intermediaries)mengendalikan, atau dikendalikan oleh,atau berada di bawah pengendalianbersama, dengan perusahaan pelapor(termasuk perusahaan induk dan anakperusahaan);

Statement of Financial Accounting Standards(“PSAK”) No. 7 “Related Party Disclosures”defines related parties as follows:

(i) enterprises that through one or moreintermediaries control, or are controlledby, or are under the common control of thereporting enterprise (this includes holdingcompanies, subsidiaries, and fellowsubsidiaries);

116 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 119: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 22 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

i. Transaksi dengan pihak yang memilikihubungan istimewa (lanjutan)

i. Transactions with related parties (continued)

(ii) perusahaan asosiasi;

(iii) perorangan yang memiliki, baik secaralangsung maupun tidak langsung, suatukepentingan hak suara di perusahaanpelapor yang berpengaruh secarasignifikan atas perusahaan tersebut, dananggota keluarga dekat dari perorangantersebut;

(iv) karyawan kunci, yaitu orang-orang yangmempunyai wewenang dan tanggungjawab untuk merencanakan, memimpindan mengendalikan kegiatanperusahaan pelapor yang meliputianggota dewan komisaris, direksi danmanajer dari perusahaan serta anggotakeluarga dekat orang-orang tersebut;dan

(ii) associated companies;

(iii) individuals owning, directly or indirectly, aninterest in the voting power of the reportingenterprise that gives them significantinfluence over the enterprise, and closemembers of the family of any suchindividuals;

(iv) key management personnel, which refersto those persons having authority andresponsibility for the planning, directingand controlling of the activities of thereporting enterprise, includingcommissioners, directors, management,and close members of the families of suchindividuals; and

(v) perusahaan di mana suatu kepentingansubstansial dalam hak suara dimiliki baiksecara langsung maupun tidak langsungoleh setiap orang yang diuraikan dalam”(iii)” atau ”(iv)”, atau setiap orangtersebut mempunyai pengaruh signifikanatas perusahaan tersebut. Ini mencakupperusahaan-perusahaan yang dimilikianggota dewan komisaris, direksi ataupemegang saham utama dariperusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggotamanajemen kunci yang sama denganperusahaan pelapor.

(v) enterprises in which a substantial interestin the voting rights is owned, directly orindirectly, by a person described in "(iii)" or"(iv)", or over which such a person is ableto exercise significant influence. Thisincludes enterprises owned bycommissioners, directors or majorshareholders of the reporting enterpriseand enterprises that have a member of keymanagement in common with the reportingenterprise.

Sifat dan jumlah transaksi dengan pihak-pihakyang memiliki hubungan istimewa telahdiungkapkan dalam laporan keuangankonsolidasian. Transaksi-transaksi tersebutdilakukan menurut perjanjian diantara pihak-pihak yang terlibat.

The nature and extent of transactions carriedout with related parties have been disclosed inthe consolidated financial statements. Suchtransactions are conducted on terms agreedbetween the parties.

j. Penurunan nilai aset non keuangan j. Impairment of non-financial assets

Pada tanggal neraca, Grup melakukanevaluasi ada atau tidaknya indikasi penurunannilai aset.

At the balance sheet date, the Groupundertakes a review to determine whether thereis any indication of asset impairment.

1172010 Borneo Annual Report

Page 120: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 23 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

j. Penurunan nilai aset non keuangan(lanjutan)

j. Impairment of non-financial assets(continued)

Aset tetap dan aset tidak lancar lain-laindievaluasi apabila diketahui telah terjadikerugian akibat penurunan nilai atauperubahan keadaan yang mengindikasikanbahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapatdiperoleh kembali. Kerugian akibat penurunannilai yang dimaksud diakui sebesar selisihantara nilai tercatat aset dengan nilai yangdapat diperoleh kembali dari aset tersebut.Nilai yang dapat diperoleh kembali adalahselisih yang lebih tinggi antara harga jualbersih dan nilai pakai aset. Dalam rangkamenguji penurunan nilai, aset dikelompokanhingga unit terkecil yang menghasilkan aruskas terpisah. Pemulihan penyisihanpenurunan nilai diakui sebagai pendapatandalam periode dimana pemulihan tersebutterjadi.

Fixed assets and other non-current assets arereviewed for impairment losses wheneverevents or changes in circumstances indicatethat the carrying amount may not berecoverable. An impairment loss is recognisedas the amount by which the carrying amount ofthe asset exceeds its recoverable amount,which is the higher of an asset’s net sellingprice or value in use. For the purpose ofassessing impairment, assets are grouped atthe lowest levels for which there are separatelyidentifiable cash flows. The reversal ofimpairment is recorded as income in the periodwhen this reversal occurs.

k. Biaya pengupasan tanah k. Stripping costs

Biaya pengupasan tanah dibebankan sebagaibiaya produksi berdasarkan rasio pengupasantanah (stripping ratio) rata-rata selama umurtambang (average life). Rasio pengupasantanah rata-rata adalah rasio volume lapisanbatuan atau tanah dalam Bank Cubic Metersterhadap estimasi jumlah tonase batubarayang terkandung didalamnya. Bila rasiopengupasan tanah sebenarnya melebihi rasioaverage life, kelebihan biaya pengupasantanah tersebut dibukukan di neraca sebagaibiaya pengupasan tanah yang ditangguhkan.Bila sebaliknya, selisih tersebut dikoreksiterhadap saldo yang sama yang dibawa dariperiode lalu, atau dibukukan sebagai biayapengupasan tanah yang masih harus dibayar.Perubahan estimasi average life stripping ratiodiperhitungkan secara prospektif untuk sisaumur tambang.

Stripping costs are recognised as productioncosts based on the average life of the minestripping ratio. The average stripping ratio is theestimated ratio of volume of the layer of rock orsoil in Bank Cubic Meters to the estimatedtonnage of coal contained. When the actualstripping ratio exceeds the average life of mine,the excess stripping costs are deferred andrecorded in the balance sheet as deferredstripping costs. When the actual stripping ratiois lower than the average life of mine, thedifference is adjusted against the amount ofdeferred stripping costs carried forward fromprior periods, or recognised in the consolidatedbalance sheet as accrued stripping costs.Changes in the estimated average life of minestripping ratio are accounted for on aprospective basis over the remaining mine life.

l. Pengakuan pendapatan dan beban l. Revenue and expense recognition

Pendapatan usaha bersih adalah pendapatanyang diperoleh dari penjualan hasil produksiGrup, setelah dikurangi retur, potonganpenjualan dan pajak yang terhutang.

Pendapatan dari penjualan batubara diakuipada saat terjadi pemindahan risiko kepadapelanggan dimana:

Grup tidak lagi mengelola atau melakukanpengendalian efektif atas barang yangdijual;

Net sales represent revenue earned from salesof the Group’s products, net of returns,allowances and duties.

Sales of coal are recognised as revenue whenthere has been a passing of risk to thecustomers, and:

The Group retains neither continuingmanagerial involvement nor effectivecontrol over the goods sold;

118 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 121: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 24 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

l. Pengakuan pendapatan dan beban(lanjutan)

l. Revenue and expense recognition(continued)

Jumlah pendapatan tersebut dapatdihitung dengan baik;Transaksi yang bersangkutankemungkinan besar memberikan manfaatekonomi pada Grup; danBiaya-biaya yang terjadi atau yang akanterjadi sehubungan transaksi tersebutdapat dihitung secara meyakinkan.

The amount of revenue can be measuredreliably;It is probable that the economic benefitsassociated with the transaction will flow tothe Group; andThe costs incurred or to be incurred withrespect to the sales transaction can bemeasured reliably.

Pendapatan dari usaha pemberian jasa diakuipada saat terjadinya penyerahan jasa yangbersangkutan kepada pembeli.

Beban diakui pada saat terjadinya secaraakrual.

Revenue from services is recognised when theservices are rendered to customers.

Expenses are recognised as incurred on anaccrual basis.

m. Sewa pembiayaan m. Leases

Kontrak sewa pembiayaan dimana sebagianbesar risiko dan manfaat kepemilikan aset tetapberada di pihak lessor diklasifikasikan sebagaisewa operasi. Pembayaran sewa operasidibebankan ke laporan laba/(rugi) konsolidasiansecara garis lurus selama masa sewa.

Sewa aset tetap dimana hampir keseluruhanrisiko dan manfaat kepemilikan aset berada dipihak Grup dicatat sebagai sewa pembiayaan.Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awalmasa sewa sebesar yang lebih rendah antaranilai wajar aset sewa pembiayaan yangbersangkutan atau nilai kini pembayaran sewaminimum.

Dalam hal sewa pembiayaan, jumlah sewayang dibayar dialokasikan antara bagian yangmerupakan pelunasan kewajiban dan bagianyang merupakan beban keuangan sedemikianrupa sehingga menghasilkan tingkat sukubunga yang konstan atas saldo pembiayaan.Unsur bunga dibebankan pada laporanlaba/(rugi) konsolidasian selama masa sewasedemikian rupa sehingga menghasilkantingkat suku bunga yang konstan atas saldokewajiban setiap periode.

Leases in which a significant portion of the risksand rewards of ownership are retained by thelessor are classified as operating leases.Payments made under operating leases arecharged to the consolidated statement ofprofit/(loss) on a straight-line basis over theperiod of the lease.

Leases of fixed assets where the Group retainssubstantially all of the risks and rewards ofownership are classified as finance leases.Finance leases are capitalised at the lease’scommencement at the lower of the fair value ofthe leased property or the present value of theminimum lease payments.

Each lease payment is allocated between theliability and finance charges so as to achieve aconstant rate of interest on the outstandingfinance balance. The interest element of thefinance cost is charged to the consolidatedstatement of profit/(loss) over the lease periodso as to produce a constant periodic rate ofinterest on the remaining balance of the liabilityfor each period.

.

1192010 Borneo Annual Report

Page 122: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 25 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

m. Sewa pembiayaan (lanjutan) m. Leases (continued)

Aset tetap yang diperoleh melalui sewapembiayaan disusutkan dengan metode yangsama dengan metode penyusutan yangditerapkan pada aset tetap yang dimiliki olehGrup sendiri. Jika tidak terdapat kemungkinanyang cukup pasti bahwa Grup akanmengambilalih kepemilikan atas aset yangbersangkutan pada akhir masa sewanya, asetsewa pembiayaan tersebut disusutkan selamajangka waktu yang lebih pendek antara umurmanfaat aset atau masa sewa pembiayaanaset yang bersangkutan.

Fixed assets acquired under finance leases aredepreciated similarly to owned assets. If thereis no reasonable certainty that the Group willhold the ownership by the end of the leaseterm, the asset is depreciated over the shorterof the useful life of the asset and the leaseterm.

n. Kewajiban pengelolaan lingkungan hidup n. Environmental obligations

Kewajiban lingkungan Grup mencakup biaya-biaya yang berkaitan dengan reklamasitambang selama masa operasi, penutupantambang, dan pembongkaran dan penutupanfasilitas dan aktivitas penutupan lainnya.

Penyisihan untuk biaya reklamasi tambangdan penutupan tambang dihitung berdasarkanjumlah produksi. Satuan yang digunakansebagai dasar untuk pencatatan dievaluasisecara berkala berdasarkan rencanareklamasi dan rencana penutupan tambang.

The Group’s environmental obligations consistof costs associated with mine reclamationduring mine operation, mine closure, anddecommissioning and demobilisation offacilities as well as other closure activities.

Provision for estimated costs of minereclamation and mine closure is recorded on anincremental basis based on the quantity of coalproduced. The rate used is subject to regularreview based on mine reclamation and mineclosure plans.

Penyisihan untuk pembongkaran, pemindahan,dan restorasi dicatat untuk mengakuikewajiban hukum yang timbul akibatpemberhentian pemanfaatan atau penggunaanatas aset tetap Grup secara permanen.Penghentian aset tetap ini termasuk penjualan,peninggalan, pendaur-ulangan ataupenghapusan, dan bukan dikarenakanpenghentian sementara pemakaian.

Provision for decommissioning, demobilisationand restoration provides for legal obligationsassociated with the retirement of a tangiblelong-lived asset resulting from the acquisition,construction or development and/or normaloperation of such an asset. The retirement of along-lived asset is its non-temporary removalfrom service, including sale, abandonment,recycling or disposal in some other manner.

Kewajiban diakui pada saat timbulnyakewajiban hukum akibat pemberhentiantersebut di atas awalnya dicatat sebesar nilaiwajarnya. Kewajiban ini bertambah dari waktuke waktu sampai mencapai jumlah penuhdengan melakukan pembebanan ke laporanlaba/(rugi) konsolidasian. Disamping itu, biayapenghentian aset dalam jumlah yang setaradengan jumlah kewajiban dikapitalisasisebagai bagian dari suatu aset tertentu dankemudian disusutkan nilainya sepanjang masamanfaat aset tersebut.

The obligations are recognised as liabilitieswhen a legal obligation pertaining to theretirement of an asset is incurred, with theinitial measurement of the obligation at fairvalue. These obligations are accreted to theirfull value over time through charges to theconsolidated statement of profit/(loss). Inaddition, an asset retirement cost equivalent tothe liability is capitalised as part of the relatedasset’s carrying value and is subsequentlydepreciated or depleted over the asset’s usefullife.

Kewajiban akibat penghentian asetdibebankan pada lebih dari satu periodepelaporan jika kejadian yang menimbulkankewajiban tersebut timbul selama lebih darisatu periode pelaporan.

A liability for asset retirement obligation isincurred over more than one reporting periodwhen the events that create the obligationoccur over more than one reporting period.

120 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 123: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 26 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

n. Kewajiban pengelolaan lingkungan hidup(lanjutan)

n. Environmental obligations (continued)

Misalnya, sebuah fasilitas ditutup secarapermanen tetapi rencana penutupanditetapkan selama lebih dari satu periodepelaporan. Biaya penutupan tersebut diakuiselama periode-periode pelaporan dimanarencana penutupan disusun. Setiappenambahan lapisan kewajiban yang terjadisetelah periode pelaporan diperhitungkansebagai tambahan lapisan kewajiban awal.Setiap tambahan lapisan kewajiban diakuisebesar nilai wajar. Tambahan kewajibantersebut dinilai, diakui dan diperhitungkansecara prospektif.

Untuk aspek lingkungan hidup yang tidakberkaitan dengan penghentian pengoperasianaset, dimana Grup merupakan pihak yangbertanggung jawab dan diidentifikasikanadanya suatu kewajiban serta jumlahnya dapatdiukur, maka Grup mencatat estimasi adatidaknya kewajiban yang berkaitan denganlingkungan hidup, Grup menggunakan kriteriapengakuan kewajiban berdasarkan stardarakuntansi yang berlaku.

For example, if a facility is permanently closedbut the closure plan is developed over morethan one reporting period, the cost of theclosure of the facility is incurred over thereporting periods during which the closure planis finalised. Any incremental liability incurred ina subsequent reporting period is considered tobe an additional layer of the original liability.Each layer is initially measured at fair value. Aseparate layer will be measured, recognisedand accounted for prospectively.

For environmental issues that may not involvethe retirement of an asset, where the Group is aresponsible party and it is determined that aliability exists, and amounts can be quantified,the Group accrues for the estimated liability. Indetermining whether a liability exists in relationto environmental issues, the Group applies thecriteria for liability recognition according to theapplicable accounting standards.

o. Perpajakan o. Taxation

Pajak tangguhan diakui untuk mencatat selisihdampak pajak antara nilai aset dan kewajibanberdasarkan nilai untuk tujuan akuntansi danperpajakan dengan menggunakan metodekewajiban neraca. Tarif (atau aturan) pajakyang berlaku pada tanggal neraca atau yangsecara substansial telah berlaku pada tanggalneraca dan diharapkan berlaku pada saat asetpajak tangguhan direalisasikan atau kewajibanpajak tangguhan diselesaikan, digunakanuntuk menentukan pajak tangguhan.

Aset pajak tangguhan yang berasal darimanfaat pajak masa mendatang dan saldo rugipajak yang dapat dikompensasi diakui apabilabesar kemungkinan jumlah laba pajak padamasa mendatang akan memadai untukdikompensasi dengan manfaat pajak masamendatang dan saldo rugi pajak.

Koreksi terhadap kewajiban perpajakan dicatatpada saat Surat Ketetapan Pajak diterima dariDirektur Jenderal Pajak (“DJP”) atau, jikaterhadap Surat Ketetapan Jumlah Pajaktersebut diajukan keberatan/banding, ataupada saat keberatan/banding tersebut telahdiputuskan.

Deferred income tax is provided for, using thebalance sheet liability method, for all temporarydifferences arising between the tax bases ofassets and liabilities and their carrying valuesin the financial statements. Deferred incometax is determined using tax rates (and laws)that have been enacted or substantiallyenacted by the balance sheet date and areexpected to apply when the related deferredincome tax asset is realised or the deferredincome tax liability is settled.

Deferred tax assets relating to future taxbenefits and the carry forward of unused taxlosses are recognised to the extent that it isprobable that future taxable profit will beavailable against which the future tax benefitsand unused tax losses can be utilised.

Amendments to taxation obligations arerecorded when a tax assessment is receivedfrom the Directorate General of Taxation(“DGT”) or, if appealed against, when theresults of the appeal are determined.

1212010 Borneo Annual Report

Page 124: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 27 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

p. Imbalan karyawan p. Employee benefits

(i) Kewajiban imbalan pasca masa kerja (i) Post–retirement benefit obligations

Program imbalan pasti adalah programpensiun yang menentukan jumlah imbalanpensiun yang dibayarkan, biasanyaberdasarkan pada satu atau lebih faktorseperti usia, masa kerja atau jumlahkompensasi.

Grup diwajibkan untuk memberikanimbalan pensiun dengan jumlah minimalseusai dengan Undang-Undang (“UU”)Ketenagakerjaan No. 13/2003 atauKontrak Kerja Bersama (“KKB”), manayang lebih tinggi. Oleh karena baik UUKetenagakerjaan atau KKBmemberlakukan rumus khusus untuktujuan perhitungan jumlah minimalimbalan pensiun, maka secara substansiprogram pensiun yang dilaksanakan baikberdasarkan UU Ketenagakerjaanmaupun KKB tersebut di atas adalahprogram imbalan pasti.

A defined benefit plan is a pension planthat defines the amount of pensionbenefits to be provided, usually as afunction of one or more factors such asage, years of service and compensation.

The Group is required to provide aminimum amount of pension benefits inaccordance with Labour Law No. 13/2003or the Collective Labour Agreement (the“CLA”), whichever is higher. Since theLabour Law and the CLA set the formulafor determining the minimum amount ofbenefits, in substance they representdefined benefit plans.

Kewajiban program pensiun imbalan pastiyang diakui dalam neraca konsolidasianadalah nilai kini kewajiban imbalan pastipada tanggal neraca dikurangi nilai wajaraset program, dan disesuaikan dengankeuntungan/kerugian aktuarial dan biayajasa lalu yang belum diakui. Besarnyakewajiban imbalan pasti ditentukanberdasarkan perhitungan aktuarisindependen yang dilakukan secaraberkala dengan menggunakan metodeprojected unit credit. Nilai kini kewajibanimbalan pasti ditentukan denganmendiskontokan taksiran pembayaranmasa depan menggunakan tingkat sukubunga obligasi pemerintah (mengingatpasar obligasi swasta yang berkualiastinggi di Indonesia masih tidak liquid)dalam mata uang yang sama denganmata uang imbalan uang perludibayarkan, dan menggunakan tenor yangkurang lebih sama dengan waktu jatuhtempo imbalan yang bersangkutan.

The liability recognised in the consolidatedbalance sheet in respect of the definedbenefit pension plan is the present valueof the defined benefit obligation at thebalance sheet date less the fair value ofplan assets, together with adjustments forunrecognised actuarial gains or lossesand past service costs. The definedbenefit obligation is calculated annually byindependent actuaries using the projectedunit credit method. The present value ofthe defined benefit obligation isdetermined by discounting the estimatedfuture cash outflows using interest rates ofgovernment bonds (considering that thereis currently no deep market for high qualitycorporate bonds) that are denominated inthe currency in which the benefit will bepaid, and that have terms to maturityapproximating the terms of the relatedpension liability.

Biaya-biaya yang dibebankan dalamlaporan laba/(rugi) konsolidasian meliputibiaya jasa berjalan, biaya bunga,amortisasi biaya jasa lalu, dankeuntungan/kerugian aktuarial. Kewajibanjasa lalu diamortisasi dengan metodegaris lurus selama taksiran rata-rataperiode jasa sampai imbalan menjadivested.

Expenses charged to the consolidatedstatement of profit/(loss) include currentservice cost, interest expense,amortisation of past service cost andactuarial gains and losses. The pastservice liability is amortised using thestraight-line method over the estimatedaverage service period until the benefitsbecome vested.

122 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 125: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 28 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

p. Imbalan karyawan (lanjutan) p. Employee benefits (continued)

(i) Kewajiban imbalan pasca masa kerja(lanjutan)

(i) Post–retirement benefit obligations(continued)

Keuntungan dan kerugian aktuarial yangtimbul karena pengalaman kerjakaryawan, perubahan asumsi-asumsiaktuarial, dan perubahan pada programpensiun dicatat apabila jumlah keuntungandan kerugian aktuarial ini melebihi 10%dari nilai kini atas kewajiban imbalan pastiatau 10% dari nilai wajar aset dariprogram yang sama pada tanggal neraca.Kelebihannya dibebankan atau dikreditkanpada pendapatan atau beban selama sisamasa kerja rata-rata karyawan-karyawanyang bersangkutan.

Actuarial gains and losses arising fromexperience adjustments, changes inactuarial assumptions and amendments tothe pension plan, when exceeding 10% ofthe present value of the defined benefitobligation or 10% of the fair value of theprogramme’s assets at the balance sheetdate, are charged or credited to incomeover the average remaining service lives ofthe related employees.

(ii) Imbalan untuk jasa kerja jangka panjanglainnya

(ii) Other long-term employee benefits

Imbalan untuk jasa kerja jangka panjanglainnya, yang terdiri dari penghargaanmasa kerja dan cuti karena masa kerja,diakui di neraca konsolidasianberdasarkan nilai kini imbalan pasti.Keuntungan dan kerugian aktuarial danbiaya jasa lalu diakui secara langsung dilaporan laba/(rugi) konsolidasian.

Other long-term employee benefits, whichconsist of long service rewards and longleave benefits, are recognised in theconsolidated balance sheet at the presentvalue of the defined benefit obligation. Therelated actuarial gains and losses and pastservice costs are recognised immediately inthe consolidated statement of profit/(loss).

(iii) Kewajiban imbalan pesangon (iii) Termination benefits

Pesangon akibat pemutusan hubungankerja terhutang jika karyawandiberhentikan sebelum usia pensiunresmi. Grup mencatat kewajibanpesangon pemutusan hubungan kerjapada saat Grup berkeyakinan bahwaterhadap hubungan kerja suatu karyawanakan diberhentikan.

Termination benefits are payable wheneveran employee’s employment is terminatedbefore the normal retirement date. TheGroup recognises termination benefitswhen it is demonstrably committed toterminate the employment of currentemployees according to a detailed formalplan with a low possibility of withdrawal.

q. Pembagian hasil produksi q. Sharing of production

Sebagaimana diatur dalam PKP2B AKT,Pemerintah berhak atas 13,5% dari batubarayang dihasilkan dari proses produksi akhirAKT.

As stipulated in the CCoW, the Government isentitled to receive 13.5% of total coal producedfrom the final production processes establishedby AKT.

Berdasarkan Keputusan Presiden RepublikIndonesia No. 75/1996 tertanggal 25September 1996, AKT membayar bagian13,5% atas bagian produksi Pemerintah(biasanya disebut sebagai “royalti kepadaPemerintah”) secara tunai.

Grup membukukan kewajiban ini dalambentuk akrual, dan beban royalti dibukukansebagai bagian dari beban pokok penjualan.

In accordance with Presidential DecreeNo. 75/1996 dated 25 September 1996, AKTpays the 13.5% Government’s share ofproduction (referred to as “royalty toGovernment”) in cash.

The Group recognises this obligation on anaccrual basis, and records it as royalty expenseas component to cost of goods sold.

1232010 Borneo Annual Report

Page 126: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 29 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

r. Laba/(rugi) per saham r. Profit/(loss) per share

Laba/(rugi) per saham dihitung denganmembagi laba/(rugi) bersih dengan rata-ratatertimbang jumlah saham biasa yang beredarselama periode pelaporan.

Profit/(loss) per share is calculated by dividingnet profit/(loss) by the weighted averagenumber of common shares outstanding for therelevant year.

s. Pelaporan segmen s. Segment reporting

Sebuah segmen usaha adalah sekelompokaset dan operasi yang memproduksi danmenjual barang atau jasa dengan risiko sertapengembalian yang berbeda dengan suatusegmen usaha lainnya. Satu segmengeografis memproduksi dan menjual barangmaupun jasa di dalam satu lingkunganekonomi tertentu dengan risiko sertapengembalian yang berbeda dengan segmenoperasi lainnya yang berada dalam lingkunganekonomi yang berbeda.

Grup mengsegmentasikan pelaporankeuangannya sebagai berikut:

(i) segmen usaha (utama), yaitumengelompokkan aktivitas bisnis Grupmenjadi pertambangan batubara dan jasapertambangan; dan

(ii) segmen geografis (sekunder), yaitumengelompokkan penjualan berdasarkanarea tujuan pemasaran.

A business segment is a group of assets andoperations engaged in providing products orservices that are subject to risks and returnsthat are different from those of other businesssegments. A geographical segment is engagedin providing products or services within aparticular economic environment that is subjectto risks and returns that are different from thoseof segments operating in other economicconditions.

The Group segments its financial reporting asfollows:

(i) business segments (primary), where theGroup’s business activities are classifiedinto coal mining and mining services; and

(ii) geographical segments (secondary), whichclassifies sales based on target marketareas.

t. Aset dan kewajiban keuangan t. Financial assets and liabilities

Pada tahun 2006, Dewan Standar AkuntansiKeuangan (“DSAK”) mengeluarkanPernyataan Standar Akuntansi Keuangan(“PSAK”) 50 (Revisi 2006) “InstrumenKeuangan: Penyajian dan Pengungkapan” danPSAK 55 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan:Pengakuan dan Pengukuran”. Standar-standarini menggantikan PSAK 50 “AkuntansiInvestasi Efek Tertentu” dan PSAK 55“Akuntansi Instrumen Derivatif dan AktivitasLindung Nilai”.

In 2006, the Indonesian Financial AccountingStandards Board/Dewan Standar AkuntansiKeuangan (“DSAK”) issued Statement ofFinancial Accounting Standard/PernyataanStandar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 50(Revised 2006) "Financial Instruments:Presentation and Disclosures" and PSAK 55(Revised 2006) "Financial Instruments:Recognition and Measurement".

Kedua standar ini berlaku untuk laporankeuangan yang dimulai sejak dan setelah 1Januari 2010. Grup telah menerapkan PSAK50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006)sejak 1 Januari 2010. Berikut ini adalahdampak dari penerapan kedua PSAK tersebut.

These standards amend both PSAK 50"Accounting for Investments in CertainSecurities" and PSAK 55 "Accounting forDerivative Instruments and Hedging Activities".Both standards are applicable for financialstatements covering periods beginning on orafter 1 January 2010. The impact of theimplementation of these PSAK is as follows:

124 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 127: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 30 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

t. Aset dan kewajiban keuangan (lanjutan) t. Financial assets and liabilities (continued)

Nilai wajarsebelum

penyesuaian /Fair value before

adjustment

Penyesuaiannilai wajar/ Fair

valueadjustment

Nilai wajarsetelah

penyesuaian /Fair value after

adjustmentPiutang dari pihak yang memilikihubungan istimewa/Amounts due fromrelated parties 76,013 (2,409) 73,604

Dalam mengimplementasikan PSAK 50(Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006),Grup mengelompokkan instrumen keuanganke dalam aset dan kewajiban keuangan.

Aset keuangan

Grup mengelompokkan aset keuangan dalamkategori sebagai berikut: (i) aset keuanganpada nilai wajar melalui laporan laba-rugi, (ii)investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, (iii)pinjaman dan piutang, dan (iv) aset keuanganyang tersedia untuk dijual. Pengelompokkanyang dimaksudkan di atas ditentukan olehtujuan utama dilakukannya investasi asetkeuangan yang bersangkutan oleh Grup.Manajemen menentukan klasifikasi asetkeuangan tersebut berdasarkan pengakuanawal. Aset keuangan tidak diakui lagi apabilahak atas untuk arus kas dari suatu investasitelah berakhir atau telah dipindahkan, danrisiko serta manfaat dari kepemilikan asetkeuangan yang bersangkutan secarasubstansi tidak lagi berada pada Grup.

In the implementation of PSAK 50 (Revised2006) and PSAK 55 (Revised 2006), the Groupclassifies financial instruments into financialassets and financial liabilities.

Financial assets

The Group classifies its financial assets into thecategories of: (i) financial assets at fair valuethrough profit or loss, (ii) held-to-maturityinvestments, (iii) loans and receivables and (iv)available for sale financial assets. Theclassification depends on the purpose for whichthe financial assets were acquired.Management determines the classification of itsfinancial assets at initial recognition. Financialassets are derecognised when the rights toreceive cash flows from the investments haveexpired or have been transferred and theGroup has transferred substantially all risks andreward of ownership.

(i) Aset keuangan pada nilai wajar melaluilaporan laba-rugi

Aset keuangan pada nilai wajar melaluilaporan laba-rugi adalah aset keuanganyang investasinya semula dimaksudkanuntuk diperdagangkan, terutamadimaksudkan untuk dijual kembali dalamwaktu dekat. Aset derivatif juga dicatatsebagai aset keuangan untukdiperdagangkan kecuali derivatif yangdiadakan untuk tujuan lindung nilai.

(i) Financial assets at fair value throughprofit or loss

Financial assets at fair value throughprofit or loss are financial assets held fortrading. A financial asset is classified inthis category if acquired principally forthe purpose of selling in the short-term.Derivatives are also categorised as heldfor trading unless they are financialguarantee contracts or designated andeffective hedging instruments.

1252010 Borneo Annual Report

Page 128: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 31 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

t. Aset dan kewajiban keuangan (lanjutan) t. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

(i) Aset keuangan pada nilai wajar melaluilaporan laba-rugi (lanjutan)

(i) Financial assets at fair value throughprofit or loss (continued)

Biaya transaksi dan keuntungan ataukerugian yang timbul dari perubahan nilaiwajar dari aset keuangan ini diakui dalamlaporan laba/(rugi) konsolidasian sebagai“keuntungan/(kerugian) lain-lain-bersih”pada periode terjadinya. Pendapatandividen dari aset keuangan ini diakuididalam laporan laba/(rugi)konsolidasian sebagai bagian daripendapatan lain-lain pada saat hak Grupuntuk menerima pembayaran tersebuttimbul.

Transaction costs and gain or lossesarising from changes in fair value of thefinancial assets are presented in theconsolidated statement of profit/(loss)within “other gains/(losses)-net” in theperiod in which they arise. Dividendincome from the financial assets isrecognised in the consolidatedstatement of profit/(loss) as part of otherincome when the Group’s right toreceive payment is established.

(ii) Investasi yang dimiliki hingga jatuhtempo

(ii) Held-to-maturity investments

Investasi yang dimiliki hingga jatuhtempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atautelah ditetapkan sebelumnya, bertanggaljatuh tempo pasti dimana Grupbermaksud dan berkemampuan untuktetap memiliki aset keuangan tersebuthingga jatuh tempo, kecuali:

Held-to-maturity investments are non-derivative financial assets with fixed ordetermined payments and fixedmaturities that the Group has thepositive intention and ability to hold thefinancial assets to its maturity, exceptfor:

a. investasi yang pada saatpengakuan awal ditetapkan sebagaiaset keuangan pada nilai wajarmelalui laporan laba-rugi;

a. investments that upon initialrecognition are designated asfinancial assets at fair value throughprofit or loss;

b. investasi yang dicatat dalamkelompok investasi tersedia untukdijual; dan

c. investasi yang memenuhi definisipinjaman dan piutang.

b. investments that are designated inthe category of available-for-sale;and

c. investments that meet the definitionof loans and receivables.

Aset keuangan ini dicatat sebagai asettidak lancar kecuali untuk yang berjatuhtempo, atau manajemen bermaksuduntuk melepasnya, dalam waktu 12 bulansejak tanggal neraca.

They are included in non-current assetsunless the investment matures ormanagement intends to dispose of itwithin 12 months of the balance sheetdate.

Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempopada awalnya diakui sebesar nilai wajartermasuk biaya transaksi yang dapatdiatribusikan secara langsung, danselanjutnya diamortisasi denganmenggunakan metode suku bunga efektif.

Held-to-maturity investments are initiallyrecognised at fair value including directlyattributable transaction costs andsubsequently carried at amortised costusing the effective interest method.

126 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 129: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 32 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

t. Aset dan kewajiban keuangan (lanjutan) t. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

(ii) Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo(lanjutan)

(ii) Held-to-maturity investments (continued)

Bunga dari investasi tersebut dihitungdengan menggunakan metode bungaefektif, dan diakui dalam laporanlaba/(rugi) konsolidasian sebagaipendapatan lain-lain.

Interest on the investments calculatedusing the effective interest method isrecognised in the consolidatedstatement of profit/(loss) as part of otherincome.

(iii) Pinjaman dan piutang (iii) Loans and receivables

Pinjaman dan piutang adalah asetkeuangan non-derivatif dengan jadwalpenerimaan secara tetap, atau telahditetapkan sebelumnya, dan tidakdiperdagangkan di pasar secara aktif.Aset-aset ini dikelompokkan di dalam asetlancar kecuali untuk yang berjatuh tempolebih dari 12 bulan sejak tanggal neraca.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed orpredetermined payments and not quotedin an active market. They are included incurrent assets, except for maturitiesmore than 12 months after the balancesheet date.

Pinjaman dan piutang pada awalnyadiakui sebesar nilai wajar termasuk biayatransaksi yang dapat diatribusikan secaralangsung, dan selanjutnya diamortisasidengan metode suku bunga efektif.

Loans and receivables are initiallyrecognised at fair value including directlyattributable transaction costs andsubsequently carried at amortised costusing the effective interest method.

(iv) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual (iv) Available-for-sale financial assets

Aset keuangan yang tersedia untuk dijualadalah aset keuangan non-derivatif yangditetapkan sebagai tersedia untuk dijualatau yang tidak dikelompokkan sebagaipinjaman atau piutang, investasi yangdimiliki hingga jatuh tempo, dan asetkeuangan pada nilai wajar melalui laporanlaba-rugi. Aset ini dicatat sebagai asettidak lancar kecuali untuk yang berjatuhtempo, atau dimaksudkan untuk dilepas,dalam waktu 12 bulan sejak tanggalneraca.

Available-for-sale financial assets arenon-derivative financial assets that aredesignated as available-for-sale or thatare not classified as loans orreceivables, held-to-maturityinvestments and financial assets at fairvalue through profit or loss. They areincluded in non-current assets unlessthe investment matures or managementintends to dispose of it within 12 monthsof the balance sheet.

Aset keuangan yang tersedia untuk dijualdiakui sebesar nilai wajar, ditambah biayatransaksi yang dapat diatribusikan secaralangsung. Selanjutnya, aset keuangantersebut diukur dengan nilai wajar, dimanakeuntungan dan kerugian diakui melaluilaporan perubahan ekuitas konsolidasiansampai saat aset keuangan ini dihentikanpencatatannya, kecuali untuk kerugianakibat penurunan nilai dan keuntunganatau kerugian akibat perubahan nilai tukar,sampai aset keuangan tersebut dihentikanpengakuannya. Jika terjadi penurunannilai pada aset keuangan ini, makaakumulasi keuntungan atau kerugian yangsebelumnya diakui dalam laporanperubahan ekuitas konsolidasian diakuidalam laporan laba/(rugi) konsolidasian.

Available-for-sale financial assets areinitially recognised at fair value,including directly attributable transactioncosts. Subsequently, the financial assetsare carried at fair value, with gains andlosses recognised in the consolidatedstatement of changes in equity, exceptfor impairment losses and foreignexchange gains or losses, until thefinancial assets are derecognised. If theavailable-for-sale financial assets areimpaired, the cumulative gain or losspreviously recognised in theconsolidated statement of changes inequity, is recognised in the consolidatedstatement of profit/(loss).

1272010 Borneo Annual Report

Page 130: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 33 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

t. Aset dan kewajiban keuangan (lanjutan) t. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

(iv) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual(lanjutan)

(iv) Available-for-sale financial assets(continued)

Bunga atas aset keuangan yang tersediauntuk dijual yang dihitung dengan metodesuku bunga efektif diakui didalam laporanlaba/(rugi) konsolidasian sebagai bagiandari pendapatan lain-lain. Dividen atasaset keuangan yang tersedia untuk dijualdiakui didalam laporan laba/(rugi)konsolidasian sebagai pendapatan lain-lain pada saat hak Grup untuk menerimapembayaran tersebut timbul.

Interest on securities available-for-salecalculated using the effective interestmethod is recognised in theconsolidated statement of profit/(loss) aspart of other income. Dividend onavailable-for-sale equity instruments arerecognised in the consolidatedstatement of profit/(loss) as part of otherincome when the Group’s right toreceive the payment is established.

Kewajiban keuangan Financial liabilities

Kewajiban keuangan dikelompokkan menjadisebagai berikut: (i) kewajiban keuangan yangdiukur pada nilai wajar melalui laporan laba-rugi dan (ii) kewajiban keuangan yang diukurpada biaya perolehan diamortisasi.Pengelompokkan yang dimaksud ditentukanoleh maksud dan tujuan awal perolehankewajiban keuangan yang bersangkutan.Manajemen menetapkan klasifikasi kewajibankeuangan tersebut pada saat pengakuan awal.Kewajiban keuangan tidak lagi diakui ketikakewajiban berakhir yaitu apabila kontrak atauperjanjian yang semula menimbulkankewajiban keuangan yang sama dibebaskanatau dibatalkan atau berakhir.

The Group classifies its financial liabilities intothe categories of: (i) financial liabilities at fairvalue through profit or loss and (ii) financialliabilities carried at amortised cost. Theclassification depends on the purpose for whichthe financial liabilities were acquired.Management determines the classification of itsfinancial liabilities at initial recognition.Financial liabilities are derecognised when it isextinguished which is the obligation specified inthe contract is discharged or cancelled orexpires.

(i) Kewajiban keuangan yang diukur padanilai wajar melalui laporan laba-rugi

Kewajiban keuangan yang diukur padanilai wajar melalui laporan laba-rugiadalah kewajiban keuangan yangperolehan semulanya dimaksudkanuntuk diperdagangkan, terutama untuktujuan dibeli kembali dalam waktu dekat.Kewajiban keuangan dalam kelompokini, diakui sebesar nilai wajar dimanakeuntungan atau kerugiannya yangtimbul dicatat dalam biaya perolehandiamortisasi dalam laporan laba/(rugi)konsolidasian.

(i) Financial liabilities at fair value throughprofit or loss

Financial liabilities at fair value throughprofit or loss are financial liabilities heldfor trading. A financial liability isclassified in this category if incurredprincipally for the purpose ofrepurchasing it in the short-term.Financial liabilities at fair value throughprofit or loss are initially recognised atfair value , where gains or losses arerecognised in the consolidated statementof profit/(loss).

128 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 131: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 34 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

t. Aset dan kewajiban keuangan (lanjutan) t. Financial assets and liabilities (continued)

Kewajiban keuangan (lanjutan) Financial liabilities (continued)

(ii) Kewajiban keuangan yang diukur padabiaya perolehan diamortisasi

(ii) Financial liabilities carried at amortisedcost

Kewajiban keuangan yang tidakdikelompokkan sebagai kewajibankeuangan yang diukur pada nilai wajarmelalui laporan laba-rugi, pada awalnyadiakui sebesar nilai wajar, termasukbiaya transaksi yang dapat diatribusikansecara langsung. Selanjutnya, kewajibankeuangan tersebut diukur pada biayaperolehan yang diamortisasi, denganmenggunakan metode suku bungaefektif. Kewajiban ini dilaporkan sebagaikewajiban lancar kecuali untuk yangberjatuh tempo lebih dari 12 bulansetelah akhir periode pelaporan.Kewajiban keuangan ini diklasifikasikansebagai kewajiban tidak lancar.

Financial liabilities that are not classifiedas financial liabilities carried at fair valuethrough profit or loss, are initiallyrecognised at fair value, includingdirectly attributable transaction costs.Subsequently, the financial liabilities arecarried at amortised cost using theeffective interest method. They areincluded in current liabilities, except formaturities more than 12 months after theend of the reporting period. These areclassified as non-current liabilities.

Keuntungan dan kerugian diakui dalamlaporan laba/(rugi) konsolidasian ketikaterjadi pengakhiran, penurunan nilai danamortisasi.

Gains and losses are recognised in theconsolidated statement of profit/(loss)when the financial liabilities arederecognised or impaired, as well asthrough the amortisation process.

Estimasi nilai wajar

Grup menggunakan model-model penilaianyang digunakan secara umum untukmenentukan nilai wajar dari instrumenkeuangan berkompleksitas rendah. Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunanmodel-model penilaian tersebut di atasdidasarkan pada data-data yang tersediasecara umum.

Fair value estimation

The Group uses widely recognised valuationmodels for determining fair values of non-standardised financial instruments of lowercomplexity. The assumption use ondetermining the above models are based ongenerally data available.

1292010 Borneo Annual Report

Page 132: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 35 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

u. Penurunan nilai dari aset keuangan u. Impairment of financial assets

(i) Aset yang diukur berdasarkan hargaperolehan diamortisasi

(i) Assets carried at amortised cost

Pada setiap tanggal neraca Grupmengevaluasi apakah terdapat buktiyang obyektif bahwa nilai aset keuanganatau kelompok aset keuanganmengalami penurunan nilai. Asetkeuangan atau sekelompok asetkeuangan yang ada diturunkan nilainyayang menimbulkan kerugian penurunannilai hanya jika terdapat bukti obyektiftentang adanya satu atau lebih peristiwamerugikan yang dapat diestimasi secarameyakinkan yang terjadi setelahpengakuan awal aset yangbersangkutan, yang berdampak padaestimasi arus kas masa depan atas asetkeuangan tersebut yang dapatdiestimasi dengan baik.

The Group assesses at the balance sheetdate whether there is objective evidencethat a financial asset or group of financialassets is impaired. A financial asset or agroup of financial assets is impaired andimpairment losses are incurred only if thereis objective evidence of impairment as aresult of one or more events that occurredafter the initial recognition of the asset (a“loss event“) and that loss event (or events)has an impact on the estimated future cashflows of the financial asset or group offinancial assets that can be reliablyestimated.

Kriteria yang digunakan oleh Grup untukmenentukan bahwa terdapat buktiobyektif dari suatu penurunan nilaimeliputi:

The criteria that the Group uses todetermine that there is objective evidenceof an impairment loss include:

- kesulitan keuangan signifikan yangdialami penerbit instrumen hutangatau debitur yang bersangkutan;

- significant financial difficulty of theissuer or obligor;

- pelanggaran kontrak atau perjanjian,seperti terjadinya wanprestasi atautunggakan pembayaran pokok ataubunga;

- a breach of contract, such as a defaultor delinquency in interest or principalpayments;

- pihak pemberi pinjaman, baik denganalasan ekonomis maupun alasanhukum sehubungan dengan kesulitankeuangan yang dialami pihakpeminjam, memberikan keringanankepada pihak peminjam yang tidakmungkin diberikan jika pihakpeminjam tidak mengalami kesulitantersebut;

- the lenders, for economic or legalreasons relating to the borrower’sfinancial difficulty, granting to theborrower a concession that the lenderwould not otherwise consider;

- terdapat kemungkinan pihakpeminjam menjadi pailit ataumelakukan reorganisasi keuanganlainnya;

- it becomes probable that the borrowerwill enter bankruptcy or other financialreorganisation;

- hilangnya pasar jual beli asetkeuangan yang bersangkutan akibatkesulitan keuangan; atau

- the disappearance of an active marketfor that financial asset because offinancial difficulties; or

130 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 133: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 36 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

u. Penurunan nilai dari aset keuangan(lanjutan)

u. Impairment of financial assets (continued)

(i) Aset yang diukur berdasarkan hargaperolehan diamortisasi (lanjutan)

(i) Assets carried at amortised cost(continued)

- adanya penurunan yang dapat diukuratas estimasi arus kas masa depandari sekelompok aset keuangan sejakpengakuan awal aset dimaksud,meskipun penurunannya belum dapatdiidentifikasikan terhadap asetkeuangan secara spesifik dalamkelompok aset yang bersangkutan,termasuk:

- observable data indicating that there isa measurable decrease in theestimated future cash flows from aportfolio of financial assets since theinitial recognition of those assets,although the decrease cannot yet beidentified with the individual financialassets in the portfolio, including:

memburuknya status pembayaranpihak peminjam dalam kelompokaset tersebut; dankondisi ekonomi yang menunjangterjadinya wanprestasi atas asetdalam kelompok yang dimaksud.

adverse changes in the paymentstatus of borrowers in theportfolio;andnational or local economicconditions that correlate withdefaults on the assets in theportfolio.

Jika terdapat bukti obyektif bahwakerugian penurunan niIai telah timbul,maka jumlah kerugian tersebut dihitungsebagai selisih antara nilai tercatat asetdan nilai estimasi kini arus kas masadepan (tidak termasuk kerugian kredit dimasa depan yang belum terjadi) dandidiskonto dengan suku bunga efektifyang digunakan di awal. Nilai tercatataset tersebut dikurangi baik melaluipenghapusan langsung maupun melaluisistim pencadangan. Jumlah kerugianyang dimaksud diakui pada laporanlaba/(rugi) konsolidasian.

If there is objective evidence that animpairment loss has been incurred, theamount of the loss is measured as thedifference between the asset’s carryingamount and the present value of estimatedfuture cash flows (excluding future creditlosses that have not been incurred)discounted at the financial asset’s originaleffective interest rate. The carryingamount of the asset is reduced eitherdirectly or through the use of an allowanceaccount. The amount of the loss isrecognised in the consolidated statementof profit/(loss).

Jika di kemudian hari, jumlah kerugianakibat penurunan nilai berkurang danpengurangan tersebut dapat dikaitkansecara obyektif pada peristiwa yangterjadi setelah pengakuan penurunannilai sebelumnya (seperti meningkatnyaperingkat kredit debitur), maka kerugianpenurunan nilai yang sebelumnya diakuidipulihkan, baik secara langsung, ataumelalui penyesuaian jumlah cadangan.Pemulihan tersebut tidak bolehmengakibatkan nilai tercatat asetkeuangan melebihi harga perolehandiamortisasi sebelum adanya pengakuanpenurunan nilai pada tanggal pemulihandilakukan. Jumlah pemulihan asetkeuangan diakui pada laporan laba/(rugi)konsolidasian.

If, in a subsequent period, the amount ofthe impairment loss decreases and thedecrease can be related objectively to anevent occurring after the impairment wasrecognised (such as an improvement in thedebtor’s credit rating), the previouslyrecognised impairment loss will bereversed either directly or by adjusting anallowance account. The reversal will notresult in carrying of the financial asset thatexceeds what the amortised cost wouldhave been had the impairment not beenrecognised at the date the impairmentreversed. The reversal amount will berecognised in the consolidated statementof profit/(loss).

1312010 Borneo Annual Report

Page 134: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 37 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

u. Penurunan nilai dari aset keuangan(lanjutan)

u. Impairment of financial assets (continued)

(iii) Aset yang tersedia untuk dijual (ii) Assets classified as available-for-sale

Jika penurunan nilai wajar asetkeuangan yang tersedia untuk dijualsebelumnya telah diakui secara langsungdalam ekuitas dan terdapat bukti obyektifbahwa aset tersebut mengalamipenurunan nilai, maka kerugian kumulatifyang sebelumnya diakui secara langsungdalam ekuitas dibatalkan dan diakui padalaporan laba-rugi meskipun asetkeuangan tersebut masih tetap tercatat.Jumlah kerugian kumulatif yangdikeluarkan dari ekuitas dan diakui padalaporan laba/(rugi) konsolidasianmerupakan selisih antara hargaperolehan dengan nilai wajar saat ini,dikurangi kerugian akibat penurunan nilaiaset keuangan yang sebelumnya telahdiakui pada laporan laba/(rugi)konsolidasian.

When a decline in the fair value of anavailable for sale financial asset has beenrecognised directly in equity and there isobjective evidence that the assets areimpaired, the cumulative loss that hadbeen recognised in the equity will bereclassified from equity to profit or losseventhough the financial asset has notbeen derecognised. The amount of thecumulative loss that is reclassified fromequity to consolidated statement ofprofit/(loss) will be the difference betweenthe acquisition cost and the current fairvalue, less any impairment loss on thatfinancial asset previously recognised in theconsolidated statement of profit/(loss).

Kerugian akibat penurunan nilai yangdiakui pada laporan laba/(rugi)konsolidasian atas investasi instrumenekuitas yang tersedia untuk dijual tidakdipulihkan melalui laporan laba-rugi.

The impairment losses recognised in theconsolidated statement of profit/(loss) foran investment in an equity instrumentclassified as available-for-sale will not bereversed through profit and loss.

Jika di kemudian hari, nilai wajarinstrumen hutang yang tersedia untukdijual meningkat dan peningkatantersebut dapat secara obyektifdihubungkan dengan peristiwa yangterjadi setelah pengakuan kerugianpenurunan nilai pada laporan laba/(rugi)konsolidasian sebelumnya, makakerugian penurunan nilai tersebutdipulihkan melalui laporan laba/(rugi)konsolidasian.

If, in a subsequent period, the fair value ofa debt instrument classified as available-for-sale increases and the increase can beobjectively related to an event occurringafter the impairment loss was recognisedin the consolidated statement ofprofit/(loss), the impairment loss isreversed through the separateconsolidated statement of profit/(loss).

v. Hutang usaha v. Trade payables

Hutang usaha adalah kewajiban pembayaranatas barang atau jasa yang dibeli daripemasok sehubungan dengan kegiatan usahaGrup. Hutang usaha dikelompokkan sebagaikewajiban lancar apabila pembayaran jatuhtempo dalam waktu satu tahun atau kurang(atau dalam satu siklus normal operasi Grupjika lebih dari satu tahun). Jika tidak, hutangusaha tersebut disajikan sebagai kewajibantidak lancar.

Trade payables are obligations to pay forgoods or services that have been acquired inthe ordinary course of business from suppliers.Trade payables are classified as currentliabilities if payment is due within one year orless (or in the normal operating cycle of thebusiness if longer). If not, they are presentedas non-current liabilities.

Hutang usaha pada awalnya diakui dengannilai wajar dan selanjutnya diukur pada hargaperolehan diamortisasi dengan menggunakanmetode suku bunga efektif.

Trade payables are recognised initially at fairvalue and subsequently measured at amortisedcost using the effective interest method.

132 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 135: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 38 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)

w. Modal saham w. Share capital

Saham biasa dikelompokkan sebagai ekuitas.

Biaya yang berkaitan dengan penerbitansaham baru disajikan sebagai pengurangekuitas dari jumlah yang diterima.

Ordinary shares are classified as equity.

Incremental costs directly attributable to theissuance of new shares are shown in equity asdeduction from the proceeds.

x. Penggunaan estimasi x. Use of estimates

Penyusunan laporan keuangan konsolidasiansesuai dengan prinsip akuntansi yang berlakusecara umum mengharuskan manajemenuntuk melakukan estimasi dan membuatasumsi yang dapat mempengaruhi jumlah asetdan kewajiban yang dilaporkan danpengungkapan aset dan kewajiban kontinjenpada tanggal laporan keuangan konsolidasian,serta jumlah pendapatan dan beban selamaperiode pelaporan. Walaupun estimasi inidibuat berdasarkan pengetahuan terbaikmanajemen atas kejadian-kejadian saat ini,hasil yang sebenarnya mungkin berbeda darijumlah yang diestimasi.

The preparation of consolidated financialstatements in conformity with accountingprinciples generally accepted in Indonesiarequires management to make estimates andassumptions that affect the reported amounts ofassets and liabilities and disclosure ofcontingent assets and liabilities as at the date ofthe consolidated financial statements and thereported amounts of revenues and expensesduring the reporting period. Although theseestimates are based on management’s bestknowledge of current events and activities,actual results could differ from those estimates.

1332010 Borneo Annual Report

Page 136: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 39 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

3. AKUISISI ANAK PERUSAHAAN 3. ACQUISITION OF SUBSIDIARIES

Pada 22 Desember 2009, Perusahaanmengakuisisi tambahan 69% kepemilikan sahamdi AKT seharga Rp 1.107.031 (setara denganAS$122,5 juta). Akibat dari transaksi tersebut,Perusahaan menjadi pemegang saham 99% diAKT.

On 22 December 2009, the Company acquired anadditional 69% equity interest in AKT for anacquisition price of Rp 1,107,031 (equivalent toUS$122.5 million). To this end, the Companycontrols a 99% equity interest in AKT.

2009

Harga perolehan 1,107,031 Acquisition costNilai wajar aset bersih yang diperoleh (15,306) Fair value of net assets acquired

Properti pertambangan 1,091,725 Mining propertiesSaldo awal properti pertambangan 544,265 Beginning balance of mining properties

Saldo akhir properti pertambangan 1,635,990 Ending balance of mining properties

Details of the assets andRincian aset dan kewajiban yang diperoleh liabilities arising from the

dari akuisisi adalah sebagai berikut: acquisition are as follows:

Uang muka dan biaya dibayar dimuka 40,569 Advances and prepaymentsKas dan setara kas 941 Cash and cash equivalentsKas di bank yang dibatasi penggunaannya 19,367 Restricted cash in banksPiutang usaha 17,100 Trade receivablesPajak dibayar dimuka 69,039 Prepaid taxesUang jaminan yang dapat dikembalikan 56,234 Refundable depositsPersediaan 188,982 InventoryAset tetap, bersih 185,122 Fixed assets, netBiaya eksplorasi dan pengembangan Deferred exploration and

yang ditangguhkan 1,185,861 development expenditurePiutang lain-lain 577 Other receivablesPinjaman kepada pihak yang memiliki

hubungan istimewa 12,003 Loan to related partiesAset pajak tangguhan, bersih 50 Deferred tax assets, netHutang usaha (228,485) Trade payablesPinjaman (1,360,531) BorrowingsBiaya yang masih harus dibayar (60,164) Accrued expensesHutang pajak (101,613) Taxes payableHutang kepada pihak yang memilki

hubungan istimewa (5,924) Amounts due to related partiesPenyisihan imbalan karyawan (3,822) Provision for employee benefits

Aset bersih yang diperoleh 15,306 Net assets acquiredKepemilikan yang diperoleh 99% Interest acquired

Aset bersih yang diperoleh 15,153 Net assets acquiredBagian hak minoritas yang diperhitungkan Minority interest portion

oleh Perusahaan 153 accounted for in the CompanyProperti pertambangan 1,091,725 Mining propertiesGoodwill 272,932 GoodwillKewajiban pajak tangguhan, bersih (272,932) Deferred tax liabilities, net

Jumlah harga perolehan 1,107,031 Total purchase consideration

Cash and cash equivalentsKas dan setara kas yang diperoleh dari AKT (941) received from AKTKas di bank yang dibatasi penggunaannya

yang diperoleh dari AKT (19,367) Restricted cash received from AKTPurchase consideration

Harga perolehan melalui pinjaman (985,129) through borrowing

Arus kas keluar bersih dari akuisisi Net cash outflow fromanak perusahaan 101,594 acquisition of subsidiary

134 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 137: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 40 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS

2010 2009Kas: Cash on handRupiah 437 355 Rupiah

Jumlah kas 437 355 Total cash on hand

Bank Cash in banks:Rupiah RupiahPT Bank Danamon Tbk. 61,715 4,308 PT Bank Danamon Tbk.PT Bank CIMB Niaga Tbk. 4,890 101 PT Bank CIMB Niaga Tbk.PT ICB Bumiputera Tbk. 90 - PT ICB Bumiputera Tbk.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 30 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk. 19 - (Persero) Tbk.Commonwealth Bank

Commonwealth Bank of Australia - 9 of Australia

Jumlah rekening Rupiah 66,744 4,418 Total Rupiah accounts

Dolar AS US DollarPT Bank CIMB Niaga Tbk. 105,740 9 PT Bank CIMB Niaga Tbk.PT Bank Danamon Tbk. 29,486 3,043 PT Bank Danamon Tbk.PT Bank Permata Tbk. 17 - PT Bank Permata Tbk.PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk. 9 - (Persero) Tbk.Commonwealth Bank

Commonwealth Bank of Australia - 24 of Australia

Jumlah rekening Dolar AS 135,252 3,076 Total US Dollar accounts

Euro EuroPT Bank CIMB Niaga Tbk. 21,520 - PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Jumlah rekening Euro 21,520 - Total Euro accounts

Jumlah rekening di bank 223,516 7,494 Total cash in banks

Deposito berjangka: Time deposits:Rupiah RupiahPT Bank CIMB Niaga Tbk. 1,304,847 - PT Bank CIMB Niaga Tbk.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 501,167 144 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.PT ICB Bumiputera Tbk. 50,116 - PT ICB Bumiputera Tbk.

Jumlah deposito berjangka Rupiah 1,856,130 144 Total Rupiah time deposits

Dolar AS US DollarPT Bank Danamon Tbk. - 179 PT Bank Danamon Tbk.

Jumlah deposito berjangka Dolar AS - 179 Total US Dollar time deposits

Jumlah deposito berjangka - 323 Total time deposits

2,080,083 8,172

Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember2010 dan 2009, Grup tidak menempatkan kas dansetara kas pada pihak yang memiliki hubunganistimewa.

For the years ended 31 December 2010 and 2009,the Group did not place or maintain its cash andcash equivalents with related parties.

Tingkat suku bunga dari deposito berjangka diatas adalah sebagai berikut:

The interest rates of the above time deposits wereas follows:

2010 2009

Rupiah 7% 4% RupiahDolar AS - 0.1%-2.0% US Dollar

1352010 Borneo Annual Report

Page 138: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 41 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

5. KAS DI BANK YANG DIBATASIPENGGUNAANNYA

5. RESTRICTED CASH IN BANKS

2010 2009Rupiah RupiahPT Bank Danamon Tbk. 2,017 1,434 PT Bank Danamon Tbk.PT Bank CIMB Niaga Tbk. - 21,217 PT Bank CIMB Niaga Tbk.

2,017 22,651

Dolar AS US DollarPT Bank Danamon Tbk. 18 - PT Bank Danamon Tbk.PT Bank CIMB Niaga Tbk. - 13,988 PT Bank CIMB Niaga Tbk.

18 13,988

2,035 36,639

Kas di bank yang dibatasi penggunaannya padaPT Bank Danamon Tbk. merupakan escrowaccounts yang disisihkan untuk pembayaran cicilanhutang sewa pembiayaan tiga bulanan kepada PTBuana Finance sesuai dengan perjanjian sewapembiayaan antara BMS dan PT Buana Finance(lihat Catatan 21).

The cash held in PT Bank Danamon Tbk. asreferred to above represent escrow money for thepayment of three months lease installments to PTBuana Finance in accordance with the terms ofBMS’s Lease Agreement with PT Buana Finance(see Note 21).

Kas di bank yang dibatasi penggunaannya padaPT Bank CIMB Niaga Tbk. adalah Debt ServiceReserve Account (“DSRA”) yang disisihkan untukpembayaran cicilan beban bunga dan pokokhutang tiga bulanan yang akan jatuh tempo padakuartal setelah tanggal neraca sesuai denganperjanjian kredit dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk.Pada tanggal 31 Desember 2010, perjanjianpinjaman tersebut telah diakhiri (lihat Catatan 20).

The cash held in PT Bank CIMB Niaga Tbk.comprised the Debt Service Reserve Account(“DSRA”) which was intended to fund AKT’sobligations for three months of interest andsucceeding principal due in the quarter following thebalance sheet date pursuant to the terms of theloan agreements with PT Bank CIMB Niaga Tbk. At31 December 2010, the related loan agreementwith PT Bank CIMB Niaga Tbk. had beenterminated (see Note 20).

Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember2010 dan 2009, Grup tidak menempatkan kas dansetara kas di bank yang dibatasi penggunaannyapada pihak yang memiliki hubungan istimewa.

For the years ended 31 December 2010 and 2009,the Group did not place or maintain its restrictedcash in banks with its related parties.

6. ASET KEUANGAN YANG TERSEDIA UNTUKDIJUAL

6. AVAILABLE FOR SALE FINANCIAL ASSETS

2010 2009PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Obligasi PT Bank CIMB Niaga Tbk. 150,000 - bonds

Jumlah 150,000 - Total

Pada tanggal 23 Desember 2010, Perusahaanmembeli obligasi Rupiah yang diterbitkan oleh PTBank CIMB Niaga Tbk. sebesar Rp 125.000dengan tingkat bunga 10,85% per tahun, danbertanggal jatuh tempo tanggal 23 Desember 2020.

On 23 December 2010, the Company acquiredRupiah bonds issued by PT Bank CIMB Niaga Tbk.amounting to Rp 125,000 with an interest coupon of10.85% p.a. The bonds bear maturity date of 23December 2020.

136 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 139: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 42 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

6. ASET KEUANGAN YANG TERSEDIA UNTUKDIJUAL (lanjutan)

6. AVAILABLE FOR SALE FINANCIAL ASSETS(continued)

Pada tanggal 8 Desember 2010, AKT membeliobligasi Rupiah yang diterbitkan PT Bank CIMBNiaga Tbk. sejumlah Rp 25.000 dengan tingkatbunga 11,30% per tahun, dan bertanggal jatuhtempo 8 Juli 2017.

Manajemen berniat untuk menjual obligasi-obligasitersebut di atas pada saat yang dipandang tepat.

On 8 December 2010, AKT acquired Rupiah bondsissued by PT Bank CIMB Niaga Tbk. amounting toRp 25,000 with an interest coupon of 11.30% p.a.The bonds bear maturity date of 8 July 2017.

It is the intention of the management to sell the bondsat considered appropriate time.

7. PIUTANG USAHA 7. TRADE RECEIVABLES

2010 2009Pihak ketiga: Third parties:Glencore International AG Glencore International AG

(AS$48.634.130) 437,269 17,100 (US$48,634,130)

Analisis umur piutang usaha adalah sebagaiberikut:

The aging analysis of trade receivables was asfollows:

2010 2009

0 – 30 hari 437,269 17,100 0 – 30 days

437,269 17,100

Rincian piutang usaha berdasarkan jenis matauang adalah sebagai berikut:

Details of trade receivables by currency were asfollows:

2010 2009

Dolar AS 437,269 17,100 US Dollar

Manajemen berpendapat bahwa piutang usahadapat tertagih seluruhnya sehingga tidak perlumelakukan penyisihan untuk penurunan nilai.

Management believes that the trade receivablesare fully collectible, and does not therefore providefor any allowance.

8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA 8. ADVANCES AND PREPAYMENTS

2010 2009

Uang muka kepada pemasok 357,949 39,008 Advance to suppliersBiaya dibayar dimuka 4,836 1,693 PrepaymentsLain-lain 2,852 28 Other

365,637 40,729

Uang muka kepada pemasok merupakanpembayaran uang muka untuk pembelian peralatanpertambangan, bahan bakar minyak; danpembayaran mobilisasi, sewa, pembangunaninfrastruktur, jasa pengeboran dan kegiatanoperasional lainnya.

Biaya dibayar dimuka merupakan sewa ruangkantor dan premi asuransi.

Advances to suppliers represent advancedpayments for acquisitions of equipment, fuel; andexpenditures for mobilisation, rentals, infrastructureconstruction, drilling services and operationalactivities.

Prepayments represent prepaid office rental andinsurance.

1372010 Borneo Annual Report

Page 140: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 43 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

9. PERSEDIAAN 9. INVENTORIES

2010 2009

Persediaan batubara 390,540 176,475 Coal inventorySuku cadang dan material 19,358 3,662 Spare parts and materialsBahan bakar 15,180 3,641 FuelBahan peledak 1,910 759 Explosives

426,988 184,537

Manajemen berpendapat bahwa semua persediaanpada tanggal neraca dapat digunakan atau dijualdan dalam kondisi baik, sehingga tidak diperlukanpenyisihan untuk persediaan usang.

Pada tanggal 31 Desember 2010, persediaan tidakdiasuransikan karena manajemen Grupberpendapat bahwa biaya dan premi asuransi yangberlaku tidak sepadan dengan manfaat yang dapatdiperoleh. Manajemen Grup menyadari risiko yangdapat timbul akibat tidak adanya asuransi yangbersangkutan.

Management is of the opinion that the inventorycould be either used or sold and was in goodcondition and, as a result, a provision for write downis not considered necessary.

As at 31 December 2010, inventory was not insuredas the Group’s management believes that the costdid not commensurate with the benefit thereof. TheGroup’s management is aware of the risksassociated with the non insurance.

10. UANG JAMINAN 10. REFUNDABLE DEPOSITS

2010 2009

Pihak ketiga: Third parties:PT Artha Contractors 32,458 - PT Artha ContractorsPT Prima Traktor Indonusa 26,484 27,689 PT Prima Traktor IndonusaPT Trakindo Utama 3,689 3,856 PT Trakindo UtamaPT Neo Bisnis Niaga - 24,551 PT Neo Bisnis NiagaLain-lain 609 138 Other

63,240 56,234

Uang jaminan merupakan pembayaran uangjaminan kepada kontraktor-kontraktor danpemasok-pemasok, yang akan diterima kembalioleh Grup secara penuh pada saat kontrak dengankontraktor-kontraktor dan pemasok-pemasok yangbersangkutan tersebut berakhir.

Refundable deposits represent cash deposits paidto respective contractors and suppliers, and arefully refundable at respective contract expiry.

Manajemen Grup berpendapat bahwa uangjaminan tersebut seluruhnya akan diterima kembalisehingga tidak melakukan penyisihan untukpenghapusan.

Management believes that the refundable depositswould be fully refundable, and does not thereforeprovide for any allowance.

138 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 141: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 44 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

11. BIAYA EKSPLORASI DAN PENGEMBANGANYANG DITANGGUHKAN

11. DEFERRED EXPLORATION AND DEVELOPMENTEXPENDITURE

2010 2009

Biaya eksplorasi danpengembangan yang Deferred exploration andditangguhkan sehubungan development expendituredengan area yang telah related to commerciallymencapai tahap produksi producing areas –komersial – Blok Kohong: Kohong Block:

Carrying amount – beginningNilai tercatat – saldo awal 1,170,572 959,074 balancePenambahan - 211,498 Addition

1,170,572 1,170,572Dikurangi: Less:Akumulasi amortisasi (43,684) (11,701) Accumulated amortisation

Exchange differenceSelisih kurs karena penjabaran from financial

laporan keuangan (51,366) - statement translationCarrying amount -

Nilai tercatat – saldo akhir 1,075,522 1,158,871 ending balance

Deferred exploration andBiaya eksplorasi dan development expenditure

pengembangan yang incurred for areas ofditangguhkan sehubungan interest which as at balancedengan area yang belum sheet date have notmencapai tahap produksi reached the stage ofsecara komersial: commercial production:

Carrying amount - beginningNilai tercatat – saldo awal balance:

- Blok Kohong - 959,074 Kohong block -- Blok Telakon - - Telakon block -

Penambahan: Addition:- Blok Kohong - 211,498 Kohong block -- Blok Telakon - - Telakon block -

Area yang telah mencapai tahap Entered into commercialproduksi secara komersial: production:- Blok Kohong - (1,170,572) Kohong block -

Carrying amount -Nilai tercatat – saldo akhir ending balance:

- Blok Kohong - - Kohong block -- Blok Telakon - - Telakon block -

- -

1,075,522 1,158,871

Selama tahun yang berakhir pada 31 Desember2010, beban amortisasi sejumlah Rp 31.983 (2009:Rp 11.701) dibebankan ke laporan laba/(rugi)konsolidasian.

During the year ended 31 December 2010,amortisation amounting to Rp 31,983 (2009: Rp11,701) was charged to the consolidated statementof profit/(loss).

Tidak terdapat kapitalisasi biaya pinjaman selamatahun yang berakhir pada 31 Desember 2010.Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke biayaeksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkanuntuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009adalah sebesar Rp 1.782.

There was no capitalisation of borrowing costs intodeferred exploration and development expenditureduring the year ended 31 December 2010. Borrowingcosts capitalised into deferred exploration anddevelopment expenditures for the year ended 31December 2009 was Rp 1,782.

1392010 Borneo Annual Report

Page 142: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 45 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

12. ASET TETAP 12. FIXED ASSETS

31 Desember/December 2010Selisih

kurs ataspenjabaran

laporanSaldo keuangan/ Saldo

1 Januari Exchange 31 Desember2010/ difference 2010/

Balance at from financial Balance at1 January Penambahan/ Transfer/ Pengurangan/ statement 31 December

2010 Additions Transfers Disposals translation 2010

Harga perolehan Cost

Kepemilikan langsung: Direct ownership:Infrastruktur 159,410 21,127 75,334 - (6,936) 248,935 Infrastructure

CommunicationPeralatan komunikasi 385 139 - - (17) 507 equipmentKomputer 1,268 150 - - (55) 1,363 ComputersPeralatan dan - - Office furniture and

perlengkapan kantor 1,505 559 (65) 1,999 equipmentKendaraan 757 176 - - (32) 901 Motor vehiclesAlat berat 638,299 790,140 - - (1,878) 1,426,561 Heavy equipmentGedung 46,657 3,745 - - (1) 50,401 Buildings

848,281 816,036 75,334 - (8,984) 1,730,667

Assets underAset sewa pembiayaan: finance leases:Alat berat 35,315 42,577 - - 69 77,961 Heavy equipmentKendaraan 8,310 8,504 - - - 16,814 Vehicles

ConstructionAset dalam penyelesaian 5,046 242,741 (75,334) (2,288) (121) 170,044 in progress

896,952 1,109,858 - (2,288) (9,036) 1,995,486

AccumulatedAkumulasi penyusutan depreciation

Kepemilikan langsung: Direct ownership:Infrastruktur (9,963) (13,218) - - 433 (22,748) Infrastructure

CommunicationPeralatan komunikasi (262) (72) - - 11 (323) equipmentKomputer (973) (276) - - 42 (1,207) ComputersPeralatan dan (1,411) (84) - - 62 (1,433) Office furniture and

perlengkapan kantor equipmentKendaraan (651) (131) - - 28 (754) VehiclesAlat berat (142,371) (231,587) - - 474 (373,484) Heavy equipmentGedung (9,721) (7,035) - - - (16,756) Buildings

(165,352) (252,403) - - 1,050 (416,705)

Assets underAset sewa pembiayaan: finance leases:Alat berat (1,629) (14,783) - - (2) (16,414) Heavy equipmentKendaraan (2,095) (6,092) - - - (8,187) Vehicles

(169,076) (273,278) - - 1,048 (441,306)

Nilai buku bersih 727,876 1,554,180 Net book value

140 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 143: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 46 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued)

31 Desember/December 2009Selisih

kurs ataspenjabaran

laporanSaldo Keuangan/ Saldo

1 Januari Exchange 31 Desember2009/ difference 2009/

Balance at from financial Balance at1 January Penambahan/ Transfer/ Pengurangan/ statement 31 December

2009 Additions Transfers Disposals translation 2009

Harga perolehan Cost

Kepemilikan langsung: Direct ownership:Infrastruktur - 161,140 - - (1,730) 159,410 Infrastructure

CommunicationsPeralatan komunikasi 449 - - - (64) 385 equipmentKomputer 1,477 - - - (209) 1,268 ComputersPeralatan dan Office furniture and

perlengkapan kantor 1,753 - - - (248) 1,505 equipmentKendaraan 881 - - - (124) 757 Motor vehiclesAlat berat 295,044 349,963 - - (6,708) 638,299 Heavy equipmentGedung 49,504 2,049 - (4,896) - 46,657 Buildings

349,108 513,152 - (4,896) (9,083) 848,281

Assets underAset sewa pembiayaan: finance leases:Alat berat - 35,315 - - - 35,315 Heavy equipmentKendaraan - 8,310 - - - 8,310 Vehicles

ConstructionAset dalam penyelesaian 2,288 2,788 - - (30) 5,046 in progress

351,396 559,565 - (4,896) (9,113) 896,952

AccumulatedAkumulasi penyusutan depreciation

Kepemilikan langsung: Direct ownership:Infrastruktur - (11,021) - - 1,058 (9,963) Infrastructure

CommunicationsPeralatan komunikasi (196) (103) - - 37 (262) equipmentKomputer (693) (494) - - 214 (973) ComputersPeralatan dan Office furniture and

perlengkapan kantor (972) (638) - - 199 (1,411) equipmentKendaraan (563) (186) - - 98 (651) VehiclesAlat berat (24,035) (119,513) - - 1,177 (142,371) Heavy equipmentGedung (1,034) (9,680) - 993 - (9,721) Buildings

(27,493) (141,635) - 993 2,783 (165,352)

Assets underAset sewa pembiayaan: finance leases:Alat berat - (1,629) - - - (1,629) Heavy equipmentKendaraan - (2,095) - - - (2,095) Vehicles

(27,493) (145,359) - 993 2,783 (169,076)

Nilai buku bersih 323,903 727,876 Net book value

Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expenses were allocated as follows:

2010 2009

Beban pokok penjualan 272,715 16,261 Cost of goods soldBiaya eksplorasi dan pengembangan Deferred exploration and

yang ditangguhkan - 128,762 development expenditureGeneral and administrative

Beban umum dan administrasi 563 336 expenses

273,278 145,359

1412010 Borneo Annual Report

Page 144: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 47 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued)

Perhitungan kerugian atas pelepasan aset tetapadalah sebagai berikut:

The calculation of losses on disposals of fixedassets was as follows:

2010 2009

Harga perolehan 2,288 4,896 Acquisition costsAkumulasi penyusutan - (993) Accumulated depreciation

Nilai buku aset tetap 2,288 3,903 Carrying value of fixed assetsPenerimaan dari pelepasan Proceeds from disposal

aset tetap (2,288) - of fixed assetsLoss on disposals

Kerugian atas pelepasan aset tetap - 3,903 of fixed assets

Aset dalam penyelesaian merupakan proyek yangmasih dalam tahap konstruksi pada tanggalneraca, dengan rincian sebagai berikut:

Construction in progress as at balance sheet daterepresents projects which were still underconstruction at the balance sheet date.

Persentase Estimasi penyelesaian/Penyelesaian/ Estimated

2010 % of completion completion date

Tempat tinggal dan prasarana / Mine camp 60,180 84% Juni/June 2011Sarana pemrosesan / Coal handling and

processing plant 29,776 50% Mei/May 2011Pelabuhan / Port 29,051 69% Juni/June 2011Penyimpanan bahan bakar dan peledak/

Fuel tank and explosives magazine 28,155 35% Juni/June 2011Jalan angkut di area tambang / Hauling road 22,882 84% Juni/June 2011

170,044Persentase Estimasi penyelesaian/

Penyelesaian/ Estimated2009 % of completion completion date

Conveyor barge loader 2,758 50% 31 Mei/May 2010Trammels 2,288 50% 31 Mei/May 2010

5,046

Semua aset tetap di atas dimiliki Grup secara legaldan memiliki bukti kepemilikan yang sah.

All assets are owned by the Group legally andsupported by sufficient evidence of ownership.

Pada tanggal 31 Desember 2010, seluruh asettetap Grup telah diasuransikan atas property allrisks, kerusakan mesin, gangguan usaha,kerusakan yang material, kewajiban umumkomprehensif, kewajiban operasi terminal, dankerusakan atas peralatan dan kendaraan sampaidengan Rp 932.000. Manajemen berpendapatbahwa aset tetap pada tanggal 31 Desember 2010telah diasuransikan secara memadai.

Aset sewa pembiayaan dijaminkan untuk hutangsewa pembiayaan yang bersangkutan (lihatCatatan 21).

At 31 December 2010, the Group’s fixed assetswere insured for property all risks, machinerybreakdown, business interruption, material damageand terminal operations liability for an amount of Rp932,000. Management believes that fixed assets asat 31 December 2010 were adequately insured.

Fixed assets under finance leases have beenpledged as collateral of the respective lease (seeNote 21).

142 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 145: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 48 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

13. PROPERTI PERTAMBANGAN 13. MINING PROPERTIES

2010 2009

Harga perolehan Acquisition costsSaldo awal 1,635,990 544,265 Beginning balanceAkuisisi - 1,091,725 Acquisition

Saldo akhir 1,635,990 1,635,990 Ending balance

Akumulasi amortisasi Accumulated amortisationSaldo awal (13,633) - Beginning balancePenambahan (54,533) (13,633) Addition

Saldo akhir (68,166) (13,633) Ending balance

Nilai buku 1,567,824 1,622,357 Book value

Properti pertambangan merupakan saldo yangtimbul karena akuisisi AKT (lihat Catatan 3).

Amortisasi properti pertambangan yangdibebankan ke laporan laba/(rugi) konsolidasianuntuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010berjumlah Rp 54.533 (2009: Rp 13.633).

Mining properties represent the balance arising fromthe acquisition of AKT by the Company (see Note3).

Amortisation on mining properties charged to theconsolidated statement of profit/(loss) for the yearended 31 December 2010 was to Rp 54,533 (2009:Rp 13,633).

14. GOODWILL 14. GOODWILL

2010 2009

Harga perolehan Acquisition costsSaldo awal 409,264 136,332 Beginning balanceAkuisisi - 272,932 Acquisition

Saldo akhir 409,264 409,264 Ending balance

Akumulasi amortisasi Accumulated amortisationSaldo awal (34,030) (6,970) Beginning balancePenambahan (20,450) (27,060) Addition

Saldo akhir (54,480) (34,030) Ending balance

Nilai buku 354,784 375,234 Book value

Saldo goodwill berasal dari akuisisi atas sahamAKT (lihat Catatan 3).

Amortisasi yang dibebankan ke laporan laba/(rugi)konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada 31Desember 2010 berjumlah Rp 20.450 (2009: Rp27.060).

Goodwill arises from the acquisition of AKT by theCompany (see Note 3).

Amortisation on goodwill charged to the consolidatedstatement of profit/(loss) for the year ended 31December 2010 was Rp 20,450 (2009: Rp 27,060).

1432010 Borneo Annual Report

Page 146: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 49 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

15. MODAL SAHAM 15. SHARE CAPITAL

Pemegang saham Perusahaan, jumlah kepemilikansaham dan hal lain yang terkait pada tanggalneraca adalah sebagai berikut:

The shareholders of the Company and their relatedownership at the balance sheet dates were asfollows:

31 Desember/December 2010Jumlah Persentase Jumlah

lembar saham/ kepemilikan/ (nilai penuh)/Number of Percentage of Amount

Pemegang saham/Shareholders shares issued ownership (full amount)PT Republik Energi & Metal 13,269,987,500 75.0013% 1,326,998,750,000PT Muara Kencana Abadi 12,500 0.0001% 1,250,000Masyarakat/ Public 4,423,000,000 24.9986% 442,300,000,000

17,693,000,000 100% 1,769,300,000,00031 Desember/December 2009

Jumlah Persentase Jumlahlembar saham/ kepemilikan/ (nilai penuh)/

Number of Percentage of AmountPemegang saham/Shareholders shares issued ownership (full amount)

PT Republik Energi 12,699,875 99.9999% 126,998,750,000PT Muara Kencana Abadi 125 0.0001% 1,250,000

12,700,000 100% 127,000,000,000

Berdasarkan Resolusi Pemegang Saham(”Resolusi”) tanggal 23 Desember 2009,Perusahaan menerbitkan 200.000 saham baru yangdisetor melalui konversi pinjaman Perusahaan dariPT Republik Energi & Metal sebesar Rp 100.000.Penerbitan saham baru ini mengakibatkan modalsaham Perusahaan meningkat sebesar Rp 2.000dan tambahan modal disetor sebesar Rp 98.000(lihat Catatan 16 dan 28c). Resolusi tersebutselanjutnya dimuat dalam Akta Notaris PututMahendra, S.H. No. 25 tertanggal 29 Juni 2010 dandisetujui oleh Menteri Hukum dan Hak AsasiManusia Republik Indonesia melalui Keputusan No.AHU-AH.01.10-19289. TH.2010 pada tanggal 29Juli 2010.

Berdasarkan Akta Pernyataan KeputusanPemegang Saham Perusahaan No. 28 tanggal 25Agustus 2010 yang dibuat di hadapan FathiahHelmi, S.H., Notaris di Jakarta, pemegang sahamPerusahaan menyetujui untuk:1. Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari

yang semula Rp 500 miliar menjadi Rp 5.308miliar;

2. Mengubah nilai nominal saham Perusahaandari yang semula Rp 10.000 (nilai penuh) persaham menjadi sebesar Rp 100 (nilai penuh)per saham; dan

3. Konversi pinjaman dari PT Republik Energi &Metal sebesar Rp 1.200 miliar menjadi modalPerusahaan dengan nilai konversi Rp 100 (nilaipenuh) per saham melalui penerbitan sahambaru sebanyak 12.000.000.000 lembar.

Pursuant to the Circular Resolution of theShareholders (“Resolution”) dated 23 December2009, the Company issued 200,000 new shares viathe conversion of loan owed to PT Republik Energi& Metal of Rp 100,000. To this end, the sharecapital of the Company increased by Rp 2,000 andadditional paid in capital also increased by Rp98,000 (see Note 16 and 28c). The Resolution wasnotarised by Notary Putut Mahendra, S.H. inNotarial Deed No. 25 dated 29 June 2010 and wasapproved by the Minister of Law and Human Rightsvia Decree No. AHU-AH.01.10-19289. TH.2010dated 29 July 2010 .

Based on Deed of Shareholders Resolution No. 28dated 25 August 2010 notarised by Fathiah Helmi,S.H., the Company’s shareholders agreed to:

1. Increase the Company’s paid up capital fromRp 500 billion to Rp 5,308 billion;

2. Amend the share’s par value from Rp 10,000(full amount) per share to Rp 100 (full amount)per share; and

3. A conversion of loan owed to PT RepublikEnergi & Metal into the Company’s equityamounting to Rp 1,200 billion with a conversionvalue of Rp 100 (full amount) per share and theissuance of 12,000,000,000 new shares.

144 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 147: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 50 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

15. MODAL SAHAM (lanjutan) 15. SHARE CAPITAL (continued).

Akta tersebut telah memperoleh persetujuanMenteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuaidengan Surat Keputusan No. AHU-43248.AH.01.02.tertanggal 2 September 2010, serta telahdidaftarkan dalam Daftar Perusahaan No. AHU-0066035.AH.01.09. tertanggal 2 September 2010.

This deed was approved by the Minister of Law andHuman Rights via Decree No. AHU-43248.AH.01.02. dated 2 September 2010, and wasregistered on the Company’s register No. AHU-0066035.AH.01.09. dated 2 September 2010.

Pada tanggal 26 November 2010, 4.423.000.000saham Perusahaan berhasil dicatat pada BursaEfek Indonesia bersamaan dengan pencatatan13.270.000.000 saham pendiri, sehingga jumlahseluruh saham yang dicatatkan pada Bursa EfekIndonesia berjumlah 17.693.000.000 lembar yangmerupakan jumlah keseluruhan saham Perusahaanyang telah ditempatkan dan disetor penuh.

On 26 November 2010, the Company shares of4,423,000,000 were successfully listed on theIndonesia Stock Exchange in conjuction with thelisting of related founder’s shares of13,270,000,000. As a result, the total number ofCompany shares listed on the Indonesia StockExchange is 17,693,000,000 which represent all ofthe issued and fully paid up share capital of theCompany.

Pada tanggal 31 Desember 2010 tidak adakomisaris maupun direksi Perusahaan yangmemiliki saham Perusahaan.

Pada tanggal 31 Desember 2010 tidak adakepemilikan saham oleh masyarakat yang masing-masing sebesar 5% atau lebih.

At 31 December 2010, no Company shares wereowned by the Company’s commissioners anddirectors.

At 31 December 2010, there was no publicshareholder held 5% or greater of the Companyshares by each of them.

16. TAMBAHAN MODAL DISETOR 16. ADDITIONAL PAID IN CAPITAL

2010 2009

Selisih antara pembayaran yang diterima Excess of proceedsdengan nilai nominal saham 4,830,610 98,000 over par value

Biaya emisi saham (185,964) - Share issuance costs

Tambahan Modal Disetor 4,644,646 98,000 Additional Paid-in Capital

Biaya emisi saham merupakan biaya-biaya yangberkaitan langsung dengan penerbitan saham baruPerusahaan yang dilakukan melalui PenawaranUmum Saham Perdana Perusahaan (lihat Catatan1b.)

Share issuance costs represent costs directlyattributable to the issuance of new shares of theCompany in respect of the Initial Public Offering ofthe Company shares (see Note 1b).

Berdasarkan korespondensi Perusahaan denganBapepam-LK sehubungan dengan perubahanpenggunaan dana Penawaran Umum SahamPerdana Perusahaan, Perusahaan melaporkanadanya perubahan jumlah biaya emisi saham.Sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No. X.K.4,perubahan penggunaan dana harus disetujui olehpemegang saham melalui Rapat Umum PemegangSaham. Sampai dengan tanggal laporan keuangankonsolidasian ini, Rapat Umum Pemegang Sahamuntuk kepentingan ini belum dilaksanakan.

Based on the correspondence between theCompany and Bapepam-LK regarding changes inutilisation of proceeds from the Initial Public Offeringof the Company shares, the Company reportedchanges in the amount of the share issuance costs.Pursuant to Bapepam-LK Regulation No. X.K.4, anychange in utilisation of proceeds is subject toshareholder’s approval at a General Meeting ofShareholders. As at the date of these consolidatedfinancial statements, such meeting has not beenheld.

1452010 Borneo Annual Report

Page 148: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 51 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

17. CADANGAN UMUM 17. GENERAL RESERVE

Undang-Undang Perseroan Terbatas RepublikIndonesia No. 1/1995, sebagaimana diubah terakhirkalinya dengan Undang-Undang No. 40/2007,mewajibkan perseroan terbatas membentukcadangan umum dari laba bersih sejumlahminimum 20% dari jumlah modal yang ditempatkandan disetor penuh. Tidak ada batasan waktu yangdiberlakukan untuk pembentukan cadangan yangdimaksud. Besarnya cadangan ditentukan olehRapat Umum Pemegang Saham Perusahaan. Padatanggal 31 Desember 2010, Grup belummembentuk cadangan tersebut.

Law of the Republic of Indonesia No. 1/1995regarding Limited Liability Company, as lastamended by Law No. 40/2007, requires themaintenance of a general reserve from net profitamounting to at least 20% of a company’s issuedand paid up capital. There is however no deadlineimposed thereon. Reserve is determined by theGeneral Meeting of Shareholders. As at 31December 2010, the Group has not yet provided forthe reserve.

18. HUTANG USAHA 18. TRADE PAYABLES

2010 2009

Pihak ketiga: Third parties:Dolar AS 225,621 208,839 US DollarRupiah 94,389 83,524 Rupiah

320,010 292,363

Hutang usaha berasal dari pembelian barang danjasa.

Trade payables are given rise by the purchases ofsupplies and services.

Analisis umur hutang usaha adalah sebagaiberikut:

The aging analysis of trade payables is as follows:

2010 2009

Lancar 86,713 22,382 Current31 – 60 hari 82,851 11,438 31 – 60 days61 – 90 hari 135,401 206,834 60 – 90 days> 90 hari 15,045 51,709 > 90 days

320,010 292,363

19. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 19. ACCRUED EXPENSES

2010 2009

Royalti 91,268 14,075 RoyaltyBahan bakar 85,834 - FuelSewa peralatan 81,640 21,964 Equipment rentalPembelian peralatan 69,375 - Equipment purchasesDenda pajak 45,980 30,473 Tax penaltiesKomisi penjualan 21,821 - Sales commissionBeban pengangkutan 15,691 - FreightJasa katering 5,194 - Catering servicesBunga 2,657 20,744 InterestPajak Bumi dan Bangunan 2,319 - Land and building taxLain - lain 8,385 6,374 Other

430,164 93,630

146 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 149: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 52 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. PINJAMAN 20. BORROWINGS

a. Pinjaman a. Borrowings

2010 2009

Rupiah RupiahPT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk.

(“CIMB Niaga”) - 437,334 (”CIMB Niaga”)PT Sinarmas Sekuritas PT Sinarmas Sekuritas

(“Sinarmas”) – Surat Promes (“Sinarmas”) –- 600,000 Promissory Note

Dikurangi:Bagian diskonto yang Less:

belum diamortisasi - (97,875) Unamortised discount

- 502,125

Dolar AS US DollarCIMB Niaga, setelah dikurangi biaya CIMB Niaga, net off

keuangan yang belum diamortisasi unamortised financingsebesar Nihil pada 2010 dan costs of Nil at 2010Rp 5.883 pada 2009 224,775 344,058 and Rp 5,883 at 2009

Raiffeisen Zentralbank Osterreich Raiffeisen ZentralbankAg (“RZB Bank”), cabang Osterreich Ag (“RZB Bank”),Singapura - 761,400 Singapore branch

224,775 2,044,917Dikurangi: bagian yang akan jatuhtempo dalam waktu satu tahun (44,056) (735,452) Less: current portion

Borrowings, netBagian jangka panjang 180,719 1,309,465 of current portion

Sinarmas

Pada tanggal 17 Desember 2009, Perusahaan,Sinarmas dan PT Republik Energi & Metal(pemegang saham utama Perusahaan) sepakatmengadakan perjanjian pembelian suratpromes dimana Perusahaan menerbitkansebuah Senior Secured Promissory Note(“Note”) dengan nilai nominal Rp 600.000. Notetersebut dibeli Sinarmas pada tingkat harga Rp500.000. Note akan jatuh tempo 12 bulan daritanggal Note dengan tingkat suku bunga 20%per tahun namun yang dapat diubah dari waktuke waktu. Bunga terhutang pada tanggal jatuhtempo Note.

Note ini dijamin oleh:- Jaminan perusahaan PT Republik Energi &

Metal;- 24% saham AKT yang dimiliki Perusahaan;

- Jaminan-jaminan lainnya dari pihak-pihakyang terafiliasi.

Sinarmas

On 17 December 2009, the Company,Sinarmas and PT Republik Energi & Metal (theprincipal shareholder of the Company) enteredinto a note subscription agreement pursuant towhich the Company issued a Senior SecuredPromissory Note (the “Note”) at an aggregatenominal value of Rp 600,000. The Note wassubscribed to by Sinarmas at a purchase priceof Rp 500,000. The maturity date was 12months from the date of the Note. The Notebears interest at 20% p.a, but this is subject torate revisions from time to time. Interest ispayable on Note maturity.

The collateral for the Note comprise:- Corporate guarantee of PT Republik Energi

& Metal;- 24% share ownership of the Company in

AKT;- Other collateral provided by the Company’s

related parties.

1472010 Borneo Annual Report

Page 150: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 53 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. PINJAMAN (lanjutan) 20. BORROWINGS (continued)

a. Pinjaman (lanjutan) a. Borrowings (continued)

Sinarmas (lanjutan) Sinarmas (continued)

Pada tanggal 17 Desember 2010, Perusahaantelah melunasi Note tersebut beserta bungayang terhutang.

CIMB Niaga

(i) Perjanjian Fasilitas Kredit - AKT danBMS

AKT dan BMS mengadakan perjanjianfasilitas kredit dengan CIMB Niagaberdasarkan perjanjian kredit tanggal 19Maret 2009 sebagaimana terakhir kalinyadiubah dengan perjanjian tertanggal 18Agustus 2010. Berdasarkan perjanjian ini,CIMB Niaga menyediakan fasilitas kreditsebesar AS$25.500.000 dan Rp 299.574untuk AKT dan AS$12.000.000 dan Rp140.976 untuk BMS. Pinjaman ini jatuhtempo pada 31 Desember 2012. Tingkatsuku bunga pinjaman sebesar 7,25% pertahun untuk saldo dalam Dolar AS, dan11,25% per tahun untuk saldo dalamRupiah, dan dapat disesuaikan dari waktu.Bunga pinjaman terhutang secara bulanan.

As at 17 December 2010, the Company fullyredeemed the Note and settled the applicateinterest.

CIMB Niaga

(i) Loan Agreement - AKT and BMS

AKT and BMS entered into a loanagreement with CIMB Niaga on 19 March2009 as last amended by an agreementdated 18 August 2010. Based on thisagreement, CIMB Niaga agreed to provideloan facilities of US$25,500,000 and Rp299,574 to AKT and US$12,000,000 andRp 140,976 to BMS. The maturity date is31 December 2012. These loans bearinterest of 7.25% and 11.25% per annumfor loans denominated in US Dollar andRupiah, respectively, but are subject torate revisions from time to time. Interest ispayable monthly.

Fasilitas ini dijaminkan dengan jaminan-jaminan sebagai berikut:- Jaminan perusahaan dari Perusahaan

dan PT Republik Energi & Metal;

- 99,99% saham BMS yang dimilikiPerusahaan dan 0,01% saham BMSyang dimiliki PT Republik Energi &Metal;

- 76% saham AKT yang dimilikiPerusahaan;

- Piutang AKT dan BMS dengan nilaipertanggungan sampaiAS$104.000.000;

- Persediaan AKT dan BMS dengan nilaipertanggungan sampaiAS$104.000.000;

- Aset tetap AKT dan BMS dengan nilaipertanggungan sampaiAS$104.000.000;

- Klaim asuransi AKT dan BMS dengannilai pertanggungan sampaiAS$104.000.000;

The collateral for the loans comprised,:

- Corporate guarantees from theCompany and PT Republik Energi &Metal;

- 99.99% share ownership of theCompany and 0.01% ownership of PTRepublik Energi & Metal in BMS;

- 76% share ownership of the Companyin AKT;

- Receivables of AKT and BMS of up toUS$104,000,000;

- Inventory of AKT and BMS of up toUS$104,000,000;

- Fixed assets of AKT and BMS of up toUS$104,000,000;

- Insurance claims of AKT and BMS ofup to US$104,000,000;

148 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 151: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 54 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. PINJAMAN (lanjutan) 20. BORROWINGS (continued)

a. Pinjaman (lanjutan) a. Borrowings (continued)

CIMB Niaga (lanjutan) CIMB Niaga (continued)

(i) Perjanjian Fasilitas Kredit - AKT danBMS (lanjutan)

(i) Loan Agreement - AKT and BMS(continued)

- Akun Debt Service Reserve Account(“DSRA”); dan

- Jaminan-jaminan lainnya dari pihak-pihak yang terafiliasi.

- AKT and BMS rights over the DebtService Reserve Account (“DSRA”);and

- Other collateral provided by AKTand BMS related parties.

Pada tanggal 8 Desember 2010, BMS danAKT melunasi sisa pinjaman kredit dansegala kewajiban yang berhubungandengan fasilitas kredit ini, dan mengakhiriperjanjian yang dimaksud.

On 8 December 2010, BMS and AKT fullyrepaid the outstanding loan, settled allobligations related thereto, and terminatedthe agreement accordingly.

(ii) Perjanjian Fasilitas Kredit Ekspor - AKT

Pada tanggal 15 Januari 2010, AKTmenandatangani perjanjian fasilitas kreditekspor dengan CIMB Niaga. Berdasarkanperjanjian ini CIMB Niaga memberikanfasilitas kredit ekspor hingga senilaiAS$20.000.000 kepada AKT. Fasilitas inidikenakan bunga sebesar 9,75% per tahun,yang dapat disesuaikan dari waktu kewaktu dan jatuh tempo pada tanggal 15Januari 2011. Bunga terhutang secarabulanan.

(ii) Export Facility Agreement - AKT

On 15 January 2010, AKT signed anexport facility agreement with CIMB Niaga.Based on this agreement, CIMB Niagaagreed to provide credit export facilities ofup to US$20,000,000 to AKT. The loanbears interest of 9.75% p.a, but is subjectto rate revisions from time to time, andshall mature on 15 January 2011. Interestis payable on a monthly basis.

Jaminan untuk fasilitas kredit eksportersebut di atas adalah sebagai berikut:

- Jaminan perusahaan dari PT RepublikEnergi & Metal dan Perusahaan;

- Piutang AKT sampai dengan nilaiAS$10.000.000;

- Persediaan AKT sampai dengan nilaiAS$10.000.000; dan

- Jaminan – jaminan lainnya dari pihak-pihak yang terafiliasi.

The collateral for the loans comprised:

- Corporate guarantees of theCompany and PT Republik Energi &Metal;

- AKT receivables of up toUS$10,000,000;

- AKT inventory of up toUS$10,000,000; and

- Other collateral provided by AKT’srelated parties.

Pada tanggal 22 Desember 2010, AKTmelunasi pinjaman tersebut dan segalakewajiban yang berhubungan denganfasilitas kredit ini, dan mengakhiri perjanjianyang dimaksud.

On 22 December 2010, AKT fully repaidthe outstanding loan and settled allobligations related thereto, and terminatedthe agreement accordingly.

1492010 Borneo Annual Report

Page 152: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 55 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. PINJAMAN (lanjutan) 20. BORROWINGS (continued)

a. Pinjaman (lanjutan) a. Borrowings (continued)

CIMB Niaga (lanjutan) CIMB Niaga (continued)

(iii) Perjanjian Fasilitas Pinjaman Investasi- BMS

(iii) Investment Loan Agreement - BMS

Pada tanggal 26 Mei 2010, BMSmenandatangani perjanjian pinjamaninvestasi dengan CIMB Niaga.Berdasarkan perjanjian ini, CIMB Niagamenyediakan fasilitas pinjaman kepadaBMS sebesar AS$42.000.000 untukmembiayai pembelian alat berattambahan oleh BMS dengan tingkat sukubunga sebesar 7,75% per tahun. Bungaterhutang setiap bulan. Fasilitas kredit inibertenor 42 bulan terhitung sejak tanggalperjanjian yang bersangkutan.

On 26 May 2010, BMS executed aninvestment loan agreement with CIMBNiaga. Pursuant thereto, CIMB Niagaagreed to provide a facility up toUS$42,000,000 to finance the acquisitionof additional heavy equipment by BMS.The loan bears interest of 7.75% perannum. Interest is payable on a monthlybasis. The maturity date is 42 months fromthe date of the loan agreement.

Pada tanggal 12 Agustus 2010, BMS danCIMB Niaga menandatangani PerjanjianPerubahan dan Pernyataan KembaliPinjaman Kredit 26 Mei 2010 tersebut diatas yang mengubah tingkat suku bungakredit menjadi dua bagian yaitu 7,75%untuk fasilitas pinjaman hinggaAS$17.000.000, dan LIBOR enambulanan ditambah 4% untuk sisa fasilitaspinjaman sebesar AS$25.000.000.

On 12 August 2010, BMS and CIMB Niagasigned an Addendum to and Restatementof the Investment Loan Agreement dated26 May 2010 refer to above to split theinterest rate applied for the loan facility, i.e.7.75% interest rate applied for the loanfacility up to US$17,000,000 and for theremaining facility of US$25,000,000,interest rate at 6-month LIBOR plus 4%was applied.

Jaminan untuk fasilitas kredit ini adalahjaminan dari Perusahaan dan PTRepublik Energi & Metal, serta jaminanyang diberikan oleh pihak-pihak yangterafiliasi.

The collateral for the loan consist ofcorporate guarantees of the Company andPT Republik Energi & Metal, and othercollateral provided by BMS’ related parties.

BMS tidak diperbolehkan untukmembayarkan dividen, menjual, transferatau melepas aset tetap dengan nilai diatas AS$2 juta, dan melakukanperubahan struktur pemegang sahamnya.

BMS is prohibited from declaring anydividends, sale, transfer, or disposal of anyof its fixed assets for values in excess ofUS$2 million, and changing its capitalstructure.

Berdasarkan surat dari CIMB Niagatanggal 16 Desember 2010, CIMB Niagasepakat untuk mengganti seluruhpembatasan persyaratan atas fasilitasAS$25.000.000 menjadi:

Rasio hutang terhadap modal tidaklebih dari 2,5 kali dan,Rasio hutang terhadap EBITDA tidaklebih dari 4 kali.

Pada tanggal 31 Desember 2010, BMSmemenuhi pembatasan-pembatasan yangdisyaratkan dari perjanjian kredit ini.

Based on a letter from CIMB Niaga dated16 December 2010, CIMB Niaga agreedto amend certain covenants to theUS$25,000,000 loan to BMS to become:

Debt to equity ratio not to exceed 2.5times and,Debt to EBITDA ratio not to exceed 4times.

As at 31 December 2010, BMS fully metthe financial ratio and covenants under theterms of the loan agreement.

150 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 153: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 56 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. PINJAMAN (lanjutan) 20. BORROWINGS (continued)

a. Pinjaman (lanjutan) a. Borrowings (continued)

RZB Bank

Pada tanggal 17 Desember 2009, AKTmenandatangani perjanjian fasilitas pinjamandengan RZB Bank untuk fasilitas pinjamansebesar AS$81.000.000. Fasilitas inidigunakan untuk mendanai kembali pinjamanyang sebelumnya diberikan oleh Perusahaankepada AKT untuk pendanaan programeksplorasi dan pengembangan infrastrukturAKT. Fasilitas ini bertenor 36 bulan, denganpembayaran kembali secara triwulanan dimulaisejak 31 Maret 2010. Tingkat bunga atasfasilitas ini adalah 9,5% di atas biaya modalrata-rata tertimbang RZB Bank. Bungaterhutang secara bulanan. Bunga rata-ratatahun 2010 adalah 10,78% (2009: 10,45%).

RZB Bank

On 17 December 2009, AKT signed a loanfacility agreement with RZB Bank. Pursuant tothis agreement, RZB Bank agreed to provide aloan facility of US$81,000,000. This facility wasused to refinance AKT loans previouslyprovided by the Company to fund AKT’sexploration and development programs. Thefacility has a tenor of 36 months, and isrepayable on a quarterly basis commencing on31 March 2010. The loan bears interest at RZBBank’s weighted average cost of capital plus9.5% per annum, the interest of which ispayable on a monthly basis. Average interestrate for 2010 was 10.78% (2009: 10.45%).

Jaminan-jaminan untuk fasilitas RZB ini adalahsebagai berikut:- 76% saham AKT yang dimiliki Perusahaan;

- Jaminan dari Perusahaan dan PT RepublikEnergi & Metal;

- Piutang AKT dengan nilai pertanggungansampai AS$20.000.000;

- Persediaan AKT dengan nilaipertanggungan sampai AS$35.000.000;

- Klaim asuransi AKT dengan nilaipertanggungan sampai AS$75.000.000;

- Kontrak jual beli AKT dengan nilaipertanggungan sampai AS$15.000.000;dan

- Jaminan-jaminan lainnya dari pihak-pihakyang terafiliasi.

The collateral for the loan comprise:

- 76% share ownership of the Company inAKT;

- Corporate guarantees of the Company andPT Republik Energi & Metal;

- AKT’s receivables of up to US$20,000,000;

- AKT’s inventory of up to US$35,000,000;

- Insurance claims of AKT of up toUS$75,000,000;

- AKT’s conditional assignment of salepurchase contracts of up to US$15,000,000;and

- Other collateral provided by AKT’s relatedparties.

Pada tanggal 17 Desember 2010, AKTmelunasi pinjaman tersebut danmenyelesaikan segala kewajiban atas fasilitaskredit ini, dan mengakhiri perjanjian kredit yangdimaksudkan.

On 17 December 2010, AKT fully repaid theloan, settled all obligations related thereto, andterminated the agreement accordingly.

b. Pinjaman jangka pendek – pihak ketiga b. Short-term loans – third parties

2010 2009Glencore International AG Glencore International AG

(”Glencore”) - 15,812 (”Glencore”)

- 15,812

1512010 Borneo Annual Report

Page 154: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 57 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

20. PINJAMAN (lanjutan) 20. BORROWINGS (continued)

b. Pinjaman jangka pendek – pihak ketiga(lanjutan)

b. Short-term loans – third parties (continued)

Pada tanggal 23 Juli 2009, AKT dan Glencoremenandatangani perjanjian fasilitas pre-shipment (”PSFA”) sebagaimana yang diubahterakhir kalinya dengan perjanjian tertanggal24 Juni 2010 dimana Glencore menyediakanfasilitas pre-shipment dengan nilai sampaidengan AS$32.650.000. Fasilitas tersebutdikenakan bunga 10% per tahun, dandibayarkan kembali melalui pendapatan daripenjualan batubara ke atau melalui Glencore.Fasilitas ini tersedia untuk ditarik hingga 1 April2011.

PSFA dijaminkan dengan jaminan-jaminansebagai berikut:- Jaminan dari Perusahaan dan PT Republik

Energi & Metal;- Peralatan AKT dengan nilai pertanggungan

sampai AS$10.000.000;- Persediaan AKT dengan nilai

pertanggungan sampai AS$10.000.000;dan

- Jaminan-jaminan lainnya dari pihak-pihakyang terafiliasi.

Walaupun fasilitas ini masih tersedia untukdipakai oleh AKT, tidak ada jumlah terhutangpada Glencore per 31 Desember 2010.

On 23 July 2009, AKT entered into a revolvingpre-shipment facility agreement (“PSFA”) aslast amended by an agreement entered intoand dated 24 June 2010 with Glencore for apreshipment financing of up to US$32,650,000.The facility bears interest at a rate of 10% perannum, and is repayable by the proceeds fromcoal sales to or via Glencore. The facility isavailable for drawdown and re-drawdown until1 April 2011.

The collateral for the PSFA comprise:

- Corporate guarantees of the Company andPT Republik Energi & Metal;

- Equipment of AKT for value of up toUS$10,000,000;

- Inventory of AKT for value of up toUS$10,000,000; and

- Other collateral provided by AKT’s relatedparties.

While the facility is still available for AKT uses,no amount owed to Glencore at 31 December2010.

21. HUTANG SEWA PEMBIAYAAN 21. FINANCE LEASE PAYABLES

2010 2009

Pihak ketiga: Third parties:PT Mandiri Finance 23,318 13,498 PT Mandiri Finance

PT Surya Artha NusantaraPT Surya Artha Nusantara Finance 10,394 - FinancePT Indomobil Finance 10,088 - PT Indomobil FinancePT Dipo Star Finance 9,738 5,478 PT Dipo Star FinancePT Buana Finance 7,692 11,290 PT Buana Finance

61,230 30,266Dikurangi: Less:Bagian yang akan jatuh tempodalam waktu satu tahun (27,817) (10,891) Current portion

Bagian jangka panjang 33,413 19,375 Non-current portion

Hutang sewa pembiayaan tersebut di atassemuanya timbul akibat kontrak secarapembiayaan untuk pengadaan alat-alat beratpertambangan yang dilakukan dan digunakan olehAKT.

The lease payables as listed above were given riseby the financial leases of mining heavy equipmentprocured and used by AKT.

152 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 155: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 58 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

21. HUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 21. FINANCE LEASE PAYABLES (continued)

Kewajiban pembayaran minimum di masa akandatang atas sewa pembiayaan berdasarkanperjanjian yang berlaku pada tanggal neracaadalah sebagai berikut:

The future minimum lease payments under thefinance lease agreements outstanding at balancesheet dates are as follows:

2010 2009

Jatuh tempo kurang dari 1 tahun 33,975 14,825 Payable within one yearJatuh tempo lebih dari 1 tahun Payable later than one year

dan kurang dari 2 tahun 30,172 13,868 but less than two yearsJatuh tempo lebih dari 2 tahun 8,655 9,536 Payable later than two years

72,802 38,229Dikurangi: Less:Beban bunga yang belum jatuh tempo (11,572) (7,963) Future financing charges

Nilai kini pembayaran minimum Present value ofhutang sewa pembiayaan 61,230 30,266 finance leases

Syarat-syarat dan ketentuan utama sewapembiayaan tersebut di atas adalah sebagai berikut:- Grup tidak dibenarkan untuk menjual,

meminjamkan, menyewakan, menghapus, ataumenghentikan pengendalian langsung atas asetsewa pembiayaan;

- Grup diwajibkan untuk mengasuransikan asetsewa pembiayaan selama jangka waktu sewapembiayaan; dan

- Semua aset sewa pembiayaan dijadikan sebagaijaminan atas pembiayaan sewa pembiayaanyang bersangkutan.

The significant general terms and conditions of thefinance leases are as follows:- The Group is restricted from selling, lending,

leasing, or otherwise disposing of or ceasing toexercise direct control over the leased assets;

- The Group is required to insure the financelease asset during the leasing period; and

- All leased assets are pledged as collateral forthe underlying finance leases.

22. PERPAJAKAN 22. TAXATION

a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid taxes

2010 2009

Anak perusahaan SubsidiariesTidak lancar: Non-current portion:Pajak Pertambahan Nilai 241,194 88,470 Value Added Tax

241,194 88,470

b. Hutang pajak b. Taxes payable

2010 2009Perusahaan The CompanyPajak penghasilan pasal 26 94,331 89,493 Article 26 income taxPajak penghasilan badan - 2,781 Corporate income tax

94,331 92,274

Anak perusahaan SubsidiariesPajak Pertambahan Nilai 126,651 46,815 Value Added TaxPajak penghasilan pasal 23 42,080 31,522 Article 23 income taxPajak penghasilan pasal 21 35,599 13,503 Article 21 employee income taxPajak penghasilan pasal 26 2,593 320 Article 26 income taxPajak penghasilan badan 195,382 2,182 Corporate income tax

402,305 94,342

496,636 186,616

1532010 Borneo Annual Report

Page 156: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 59 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. PERPAJAKAN (lanjutan) 22. TAXATION (continued)

c. Beban/(manfaat) pajak penghasilan c. Income tax expense/(benefit)

2010 2009Perusahaan The Company

Kini - 2,781 CurrentTangguhan (13,633) (3,240) Deferred

(13,633) (459)Anak perusahaan Subsidiaries

Kini 211,530 5,246 CurrentTangguhan (24,361) 5,567 Deferred

187,169 10,813Konsolidasian Consolidated

Kini 211,530 8,027 CurrentTangguhan (37,994) 2,327 Deferred

173,536 10,354

Perhitungan taksiran kewajiban pajakpenghasilan badan Grup diiktisarkan sebagaiberikut:

The computation of the Group’s estimatedcorporate income tax liability is summarised asfollows:

2010 2009

Laba/(rugi) konsolidasian sebelum Consolidated profit/(loss)pajak penghasilan 522,395 (89,423) before income tax

(Laba)/rugi sebelum pajak (Profit)/loss before incomepenghasilan - anak perusahaan (665,993) 17,677 tax - subsidiaries

Penyesuaian akibat Adjusted for consolidationeliminasi konsolidasian 567,684 46,586 eliminations

Laba/(rugi) sebelum pajak Profit/(loss) before incomepenghasilan - Perusahaan 424,086 (25,160) tax - the Company

Perbedaan tetap: Permanent differences:Penghasilan yang telah dikenakan

pajak penghasilan final (698) (17) Income subject to final income tax(Laba)/rugi dari investasi pada anak (Gain)/loss from investment

perusahaan (478,824) 28,491 in subsidiariesBiaya yang tidak dapat

dikurangkan menurut pajak 2,815 7,809 Non-deductible expenses

(476,707) 36,283

(Rugi pajak)/penghasilan kena (Fiscal loss)/taxable incomepajak - Perusahaan (52,621) 11,123 – the Company

Current income tax –Pajak penghasilan kini – Perusahaan - 2,781 the CompanyPajak penghasilan kini – Current income tax

anak perusahaan 211,530 5,246 – subsidiaries

Pajak penghasilan kini – Consolidated currentkonsolidasian 211,530 8,027 income tax

154 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 157: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 60 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. PERPAJAKAN (lanjutan) 22. TAXATION (continued)

c. Beban/(manfaat) pajak penghasilan(lanjutan)

c. Income tax expense/(benefit) (continued)

Pajak penghasilan kini untuk tahun-tahun yangberakhir 31 Desember 2010 dan 2009 dihitungberdasarkan estimasi penghasilan kena pajak.Jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlahyang terhutang berdasarkan SuratPemberitahuan Tahunan Pajak (“SPT”) padasaat SPT selesai disusun dan dilaporkankepada DJP, atau berdasarkan SuratKetetapan Pajak, atau keputusankeberatan/banding.

Ikhtisar perhitungan beban pajak penghasilanhasil perkalian laba/(rugi) akuntansi sebelumpajak penghasilan dengan tarif pajak yangberlaku adalah sebagai berikut:

The computation of current income tax for theyears ended 31 December 2010 and 2009 wasbased on estimated taxable income. Theamount may be subject to adjustment toconform with the related annual tax returnwhen it is prepared and filed with the DGT, orwhen assessment by the DGT is received, orobjection/appeal is decided.

Summarised below is the computation ofincome tax liability based on accountingprofit/(loss) at the prevailing tax rate:

2010 2009

Laba/(rugi) konsolidasian sebelum Consolidated profit/(loss)pajak penghasilan 522,395 (89,423) before income tax

(Laba)/rugi sebelum pajak (Profit)/loss before incomepenghasilan - anak perusahaan (665,993) 17,677 tax subsidiaries -

Penyesuaian akibat Adjusted for consolidationeliminasi konsolidasian 567,684 46,586 eliminations

Laba/(rugi) sebelum pajak Profit/(loss) before incomePenghasilan - Perusahaan 424,086 (25,160) tax -the Company

Pajak dihitung dengan tarif 25% Income tax calculated at 25%(2009: 28%) 106,022 (7,045) (2009: 28%)

Penghasilan yang telahdikenakan pajakpenghasilan final (175) (5) Income subject to final income tax

(Laba)/rugi dari investasi (Gain)/loss from investmentpada anak perusahaan (119,706) 7,977 in subsidiaries

Biaya yang tidak dapatdikurangkan menurut pajak 704 2,186 Non-deductible expenses

Pembalikan kewajiban pajak Reversal of deferred taxtangguhan dari properti liabilities frompertambangan (13,633) (3,408) mining properties

Aset pajak tangguhan yang Unrecognised deferredtidak diakui 13,155 - tax assets

Penyesuaian terhadap perubahan Adjustment related to thetarif pajak - (164) changes of income tax rates

Manfaat pajak penghasilan Income tax benefit -- Perusahaan (13,633) (459) the Company

Beban pajak penghasilan Income tax expense -- anak perusahaan 187,169 10,813 subsidiaries

Beban pajak penghasilan - Consolidated income taxkonsolidasian 173,536 10,354 expense

1552010 Borneo Annual Report

Page 158: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 61 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. PERPAJAKAN (lanjutan) 22. TAXATION (continued)

c. Beban/(manfaat) pajak penghasilan(lanjutan)

c. Income tax expense/(benefit) (continued)

Rugi pajak yang dapat dikompensasikandengan penghasilan kena pajak di masamendatang adalah sebagai berikut:

The Company’s tax loss carried-forward whichmay be offset against its future taxable incomeis as follows:

Tahun pajak/ Jumlah/ Berakhir pada/Fiscal year Amount Expired on

Perusahaan/the Company:2010 52,621 2015

d. Aset pajak tangguhan d. Deferred tax assets

2010 2009

Perusahaan The CompanyRugi pajak yang dikompensasi

ke masa pajak berikut 13,155 - Tax loss carried-forwardAset pajak tangguhan yang Unrecognised

tidak diakui (13,155) - deferred tax assets

Aset pajak tangguhan pada Deferred tax assets at theakhir tahun - - end of the year

Aset pajak tangguhan Deferred tax assets at thepada awal tahun - - beginning of the year

Tambahan/(pengurangan) selamatahun berjalan - - Current year’s movement

Aset pajak tangguhan pada Deferred tax assets at theakhir tahun - - end of the year

Anak perusahaan SubsidiariesProvision for

Penyisihan imbalan karyawan 102 981 employee benefitsBiaya keuangan yang ditangguhkan - 120 Deferred financing costsPerbedaan antara nilai buku biaya Difference between accounting

eksplorasi dan pengembangan and tax net book value ofyang ditangguhkan akuntansi deferred exploration anddan pajak - (1,151) development expenditure

Difference between commercialPerbedaan antara nilai buku aset and tax net book value of

tetap akuntansi dan pajak 41,060 16,958 fixed assetsPerbedaan aset tetap Difference in fixed assets

sewa pembiayaan under finance leasesdan angsuran sewa (285) (2,409) and lease installments

Penyisihan lain-lain 480 246 Other provisionsAset pajak tangguhan Deferred tax assets at the

pada akhir tahun 41,357 14,745 end of the year

Aset pajak tangguhan pada awal Deferred tax assets at thetahun 14,745 20,312 beginning of the year

Tambahan/(pengurangan) selamatahun berjalan 26,612 (5,567) Current year’s movement

Aset pajak tangguhan pada akhir Deferred tax assets at thetahun 41,357 14,745 end of the year

156 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 159: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 62 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. PERPAJAKAN (lanjutan) 22. TAXATION (continued)

d. Aset pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred tax assets (continued)

2010 2009

Konsolidasian ConsolidatedRugi pajak yang dikompensasi

ke masa pajak berikut 13,155 - Tax loss carried-forwardAset pajak tangguhan (13,155) - Unrecognised deferred

yang tidak diakui tax assetsProvision for

Penyisihan imbalan karyawan 102 981 employee benefitsBiaya keuangan yang ditangguhkan - 120 Deferred financing costsPerbedaan antara nilai buku biaya Difference between accounting

eksplorasi dan pengembangan and tax net book value ofyang ditangguhkan akuntansi deferred exploration anddan pajak - (1,151) development expenditure

Difference between accountingPerbedaan antara nilai buku aset and tax net book

tetap akuntansi dan pajak 41,060 16,958 value of fixed assetsDifference in fixed assets

Perbedaan aset tetap sewa under finance leases andpembiayaan dan angsuran sewa (285) (2,409) lease installments

Penyisihan lain-lain 480 246 Other provisions

Aset pajak tangguhan pada akhir Deferred tax assets attahun 41,357 14,745 the end of the year

Aset pajak tangguhan pada awal Deferred tax assets at thetahun 14,745 20,312 beginning of the year

Tambahan/(pengurangan) selamatahun berjalan 26,612 (5,567) Current year’s movement

Aset pajak tangguhan pada akhir Deferred tax assets attahun 41,357 14,745 the end of the year

Manajemen berkeyakinan bahwa saldo asetpajak tangguhan tersebut di atas dapat dipakaipada masa mendatang.

Management believes that the deferred taxassets are recoverable in the future periods.

e. Kewajiban pajak tangguhan e. Deferred tax liabilities

2010 2009

Perusahaan The CompanyProperti pertambangan 392,124 405,757 Mining properties

Kewajiban pajak tangguhan Deferred tax liabilities at thepada akhir tahun 392,124 405,757 end of the year

Kewajiban pajak tangguhan Deferred tax liabilities at thepada awal tahun 405,757 136,066 beginning of the year

Penambahan karena akuisisi - 272,931 Addition due to acquisitionTambahan/(pengurangan) selama

tahun berjalan (13,633) (3,240) Current year’s movement

Kewajiban pajak tangguhan Deferred tax liabilities at thepada akhir tahun 392,124 405,757 end of the year

1572010 Borneo Annual Report

Page 160: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 63 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. PERPAJAKAN (lanjutan) 22. TAXATION (continued)

e. Kewajiban pajak tangguhan (lanjutan) e. Deferred tax liabilities (continued)

2010 2009

Anak perusahaan SubsidiariesProvision for

Penyisihan imbalan karyawan (1,759) - employee benefitsPenyisihan reklamasi tambang (459) - Provision for mine reclamationPenyisihan penutupan tambang (917) - Provision for mine closure

Difference in fixed assetsPerbedaan aset tetap sewa under finance leases and

pembiayaan dan angsuran sewa 8 - lease installmentsPerbedaan antara nilai buku biaya Difference between accounting

eksplorasi dan pengembangan and tax net book valueyang ditangguhkan akuntansi of deferred exploration anddan pajak 5,591 - development expenditure

Penyisihan lain-lain (213) - Other provisions

Kewajiban pajak tangguhan Deferred tax liabilities at thepada akhir tahun 2,251 - end of the year

Kewajiban pajak tangguhan Deferred tax liabilities at thepada awal tahun - - beginning of the year

Tambahan/(pengurangan) selamatahun berjalan 2,251 - Current year’s movement

Kewajiban pajak tangguhan Deferred tax liabilities at thepada akhir tahun 2,251 - end of the year

Konsolidasian ConsolidatedProperti pertambangan 392,124 405,757 Mining properties

Provision forPenyisihan imbalan karyawan (1,759) - employee benefitsPenyisihan reklamasi tambang (459) - Provision for mine reclamationPenyisihan penutupan tambang (917) Provision for mine closure

Difference in fixed assetsPerbedaan aset tetap sewa under finance leases and

pembiayaan dan angsuran sewa 8 - lease installmentsPerbedaan nilai buku biaya Difference between accounting

eksplorasi dan pengembangan and tax net book value ofyang ditangguhkan akuntansi deferred exploration anddan pajak 5,591 - development expenditure

Penyisihan lain-lain (213) - Other provision

Kewajiban pajak tangguhan Deferred tax liabilities at thepada akhir tahun 394,375 405,757 end of the year

Kewajiban pajak tangguhan Deferred tax liabilities at thepada awal tahun 405,757 136,066 beginning of the year

Penambahan karena akuisisi - 272,931 Addition due to acquisitionTambahan/(pengurangan) selama

tahun berjalan (11,382) (3,240) Current year’s movement

Kewajiban pajak tangguhan Deferred tax liabilities at thepada akhir tahun 394,375 405,757 end of the year

158 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 161: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 64 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. PERPAJAKAN (lanjutan) 22. TAXATION (continued)

f. Surat Tagihan Pajak f. Tax collection notices

Pada tanggal 16 Nopember 2009, AKTmenerima Surat Tagihan Pajak untuk PajakPertambahan Nilai tahun 2008 sebesar Rp1.100 dari DJP. Tagihan pajak ini telahdibebankan ke dalam laporan laba/(rugi)konsolidasian tahun 2009.

Pada bulan Agustus 2010, AKT menerimasurat hasil pemeriksaan pajak dari DJP yangmenolak permintaan AKT untuk pengembalianPPN untuk tahun pajak 2008 sebesar Rp21.636. Pada tanggal 16 November 2010, AKTmengajukan keberatan atas keputusan DJPtersebut. Sampai dengan tanggal laporankeuangan konsolidasian ini diterbitkan, belumada keputusan yang dikeluarkan oleh DJPterhadap keberatan yang diajukan.

Pada tanggal 19 November 2010, Perusahaanmenerima beberapa Surat Tagihan Pajak yaituuntuk angsuran pajak PPh Pasal 25 untukperiode April – Juli 2010 sebesar Rp 712,untuk tagihan Pajak Penghasilan Badan tahun2009 dan 2008 sebesar Rp 486 dan Rp 775,masing-masing. Tagihan – tagihan pajaktersebut telah dibebankan ke dalam laporanlaba/(rugi) konsolidasian.

On 16 November 2009, AKT received a taxcollection notice from the DGT for anunderpayment of its 2008 Value Added Tax foran amount of Rp 1,100. The amount has beencharged to the consolidated statement ofprofit/(loss) for 2009.

In August 2010, AKT received a taxassessment letter from the DGT who denied theCompany’s claim for VAT refund for the 2008fiscal year amounting to Rp 21,636. In responsethereto, the Company filed an objection letteron 16 November 2010. As at the date of theseconsolidated financial statements, no decisionhas been made by the DGT.

On 19 November 2010, the Company receivedseveral tax collection notices for corporateincome tax installments for April – July 2010amounting to Rp 712, for 2009 and 2008Corporate Income Tax of Rp 486 and Rp 775,respectively. These tax collection notices havebeen charged to the consolidated statement ofprofit/(loss).

g. Administrasi perpajakan g. Tax administration

Perpajakan di Indonesia secara umumberdasarkan prinsip self assessment kecualiditetapkan melalui pemeriksaan oleh DJPhingga batas daluarsanya. Secara umum,batas daluarsa perpajakan di Indonesia adalahlima tahun setelah berakhirnya tahun pajakyang bersangkutan berdasarkan peraturanperpajakan yang berlaku. Namun, untuk tahunpajak sebelum 2008, batas daluarsa dibatasihingga sepuluh tahun setelah berakhirnyatahun pajak yang bersangkutan, atau sampaidengan akhir tahun 2013, mana yang lebihcepat.

Taxation in Indonesia is generally met on thebasis of self assessment unless assessedotherwise by the DGT via a tax audit. The basicstatute of limitations for the company’s taxes tobe assessed or amended by the DGT, aregenerally five years following the close of arelevant fiscal year pursuant to the applicabletaxation laws. However, for fiscal year prior to2008, the statute of limitations is set within tenyears following the close of fiscal year or untilthe end of 2013, whichever is earlier.

1592010 Borneo Annual Report

Page 162: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 65 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

22. PERPAJAKAN (lanjutan) 22. TAXATION (continued)

h. Perubahan tarif pajak penghasilan badan h. Changes to taxation laws

Pada tanggal 3 September 2008 DewanPerwakilan Rakyat menyetujui perubahanUndang-Undang Pajak Penghasilan. Undang-Undang ini ditandatangani dan disahkan olehPresiden pada tanggal 23 September 2008.Salah satu dari perubahan tersebut adalahditurunkannya tarif tetap untuk pajakpenghasilan badan menjadi 28% untuk tahunpajak 2009 dan diturunkan lebih lanjut menjadi25% mulai tahun pajak 2010.

Dampak dari perubahan tarif pajak telahdiperhitungkan Grup dalam menghitung asetdan kewajiban pajak tangguhan pada 31Desember 2010.

On 3 September 2008, the House ofRepresentatives approved certain amendmentsto the income tax law. These were signed intolaw by the President of the Republic ofIndonesia on 23 September 2008. One of theamendments was a reduction of corporateincome tax rates to a flat rate of 28% for the2009 fiscal year, and a flat rate of 25% for thefiscal year 2010 and thereafter.

The reduced tax rate has been accounted for inthe Group’s computation of deferred taxassets/(liabilities) as at 31 December 2010.

23. PENDAPATAN USAHA 23. REVENUE

2010 2009

Penjualan batubara 2,751,793 200,529 Coal sales

Pendapatan usaha merupakan pendapatan ataspenjualan batubara oleh AKT kepada GlencoreInternational AG selama tahun-tahun yang berakhirpada 31 Desember 2010 dan 2009.

Revenue represents AKT’s coal sales to GlencoreInternational AG for the years ended 31 December2010 and 2009.

24. BEBAN POKOK PENJUALAN 24. COST OF GOODS SOLD

2010 2009

OverburdenOverburden dan pemrosesan batubara 828,512 229,615 and coal processingRoyalti 330,964 27,086 RoyaltyBeban penyusutan 272,715 16,261 DepreciationBeban amortisasi biaya eksplorasi Amortisation of deferred

dan pengembangan yang exploration andditangguhkan 31,983 11,701 development expenditure

Pertambahan persediaan batubara (214,065) (176,475) Addition to coal inventory

1,250,109 108,188

Details of suppliers havingRincian pemasok yang memiliki transactions of more than 10%

transaksi lebih dari 10% jumlah of total purchases of goods andpembelian barang dan jasa services for productionuntuk kegiatan produksi: activities:

2010 2009

Pihak ketiga: Third party:PT Patra Niaga 276,624 21,854 PT Patra Niaga

160 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 163: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 66 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

25. BEBAN PENJUALAN DAN PEMASARAN 25. SELLING AND MARKETING EXPENSES

2010 2009

Pengangkutan batubara dan logistik 201,421 25,069 Barging and logisticsPemasaran dan komisi 123,831 7,723 Marketing and commission

325,252 32,792

26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 26. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

2010 2009

Biaya karyawan 77,595 2,468 Employee costsSewa gedung 31,879 688 Office and rental expensesBiaya perizinan 15,029 - Licences and permitsJasa profesional 11,232 784 Professional feesBiaya transportasi dan perjalanan dinas 8,995 3,623 Transportation and travelAsuransi 7,415 758 InsuranceBeban penyusutan 563 336 DepreciationLain-lain 1,816 1,574 Others

154,524 10,231

27. BEBAN LAIN-LAIN, BERSIH 27. OTHER EXPENSES, NET

2010 2009

Penyisihan untuk denda 56,441 29,540 Provision for penaltiesPenghapusan uang muka Write-off of advances

kepada kontraktor 7,882 5,114 made to contractorsDenda keterlambatan labuh kapal 2,517 - DemurrageBeban bank 4,608 260 Bank chargesLain-lain 13,326 7,783 Others

84,774 42,697

28. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKIHUBUNGAN ISTIMEWA

28. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

a. Piutang dari pihak yang memiliki hubunganistimewa

a. Amounts due from related parties

2010 2009

Rupiah RupiahPT Republik Energi & Metal 73,604 - PT Republik Energi & Metal

73,604 -

Persentase terhadap jumlah aset 1% - As a percentage of total assets

Piutang dari pihak yang memiliki hubunganistimewa merupakan transaksi rekening koranantara Grup dan REM.

Amount due from related parties representcurrent account transactions between theGroup and REM.

Manajemen berpendapat bahwa piutang daripihak yang memiliki hubungan istimewa dapatditagih seluruhnya, sehingga tidak diperlukanpenyisihan untuk penurunan nilai piutang.

Management believes that amount due fromrelated parties will be fully collectible andtherefore an allowance for impairment is notconsidered necessary.

1612010 Borneo Annual Report

Page 164: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 67 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

28. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKIHUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

28. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES(continued)

b. Pinjaman kepada pihak yang memilikihubungan istimewa

b. Loan to related parties

2010 2009

AS Dolar US DollarPT Mahakam Pertambangan PT Mahakam Pertambangan

(“PTMP”) (AS$1.276.891) 11,481 12,003 (“PTMP”) (US$1,276,891)

Rupiah RupiahPT Republik Energi & Metal (“REM”) 78,762 - PT Republik Energi & Metal (“REM”)

90,243 12,003

Persentase terhadap jumlah aset 1.1% 0.3% As a percentage of total assets

Pinjaman kepada PTMP didasarkan padaperjanjian pinjaman tertanggal 2 Januari 2006antara PTMP dan AKT. Berdasarkan perjanjiantersebut AKT memberikan fasilitas pinjamantanpa jaminan sebesar AS$5.000.000.Pinjaman ini tidak dikenakan bunga. Tanggaljatuh tempo pinjaman ditetapkan pada 2Januari 2012.

Pinjaman kepada REM merupakan pinjamanyang diberikan kepada REM untuk pembayaranpajak penghasilan saham pendiri sebesar Rp77.630 dalam rangka Penawaran UmumSaham Perdana Perusahaan. Pinjaman inidikenakan bunga sebesar 15% dan dapatditagih sewaktu-waktu.

Loan to PTMP was made pursuant to a loanagreement dated 2 January 2006 betweenPTMP and AKT. Based on this loanagreement, AKT provided an unsecuredinterest free loan facility of US$5,000,000. Thematurity date is agreed to be 2 January 2012.

Loan to REM represents loan provided to REMfor the payment of founder income tax of Rp77,630 in conjuction with the Initial PublicOffering of the Company shares. This loanbears a 15% interest rate and is repayable ondemand.

Manajemen berkeyakinan bahwa pinjamankepada pihak yang memiliki hubungan istimewadapat ditagih seluruhnya, sehingga tidak perlumembentuk penyisihan.

Management believes that the loans are fullyrecoverable, and therefore an allowance is notconsidered necessary.

c. Pinjaman dari pihak yang memilikihubungan istimewa

c. Loans from related parties

2010 2009

Dolar AS US DollarPT Republik Energi & Metal - 286,927 PT Republik Energi & MetalPT Renaissance Capital Asia PT Renaissance Capital Asia

(“RCA”) - 33,732 (“RCA”)Tarnmere Pte. Ltd.

Tarnmere Pte. Ltd. (“Tarnmere”) - 897,639 (“Tarnmere”)

- 1,218,298

Rupiah RupiahPT Republik Energi & Metal 6,062 - PT Republik Energi & Metal

6,062 1,218,298Persentase terhadap As percentage

jumlah kewajiban 0.3% 28% of total liabilities

162 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 165: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 68 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

28. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKIHUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

28. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES(continued)

c. Pinjaman dari pihak yang memilikihubungan istimewa (lanjutan)

c. Loans from related parties (continued)

Pinjaman dari RCA merupakan pinjaman yangditerima AKT dari RCA berdasarkan perjanjianpinjaman tertanggal 28 November 2007.Berdasarkan surat amandemen tertanggal 2Januari 2009, RCA memberikan fasilitaspinjaman sampai dengan AS$15.000.000, ataulebih jika diperlukan, untuk mengembangkanproyek Tuhup. Pinjaman ini dijamin denganarus kas AKT dan berbunga 10% per tahun,dengan tenor tiga tahun. BerdasarkanPerjanjian Pelunasan tertanggal 23 Desember2009, Perusahaan mengambil alih pinjamantersebut dari AKT. Pada 2 Januari 2010, RCAmengalihkan sisa pinjamannya kepada REM.

Loan from RCA represents a loan received byAKT from RCA pursuant to a loan agreementdated 28 November 2007. Based onamendment letter dated 2 January 2009, RCAprovided a loan facility of up to US$15,000,000or such further amount as may be required forthe purpose of providing short term finance todevelop the Tuhup project. The loan is securedagainst AKT’s cash flows, subject to interest ata rate of 10% per annum and is repayablewithin three years thereof. Based on theSettlement Agreement dated 23 December2009, the Company agreed to take over thisloan from AKT. On 2 January 2010, RCAassigned its outstanding loan receivable toREM.

Pada 15 Oktober 2008, BMS mengadakanperjanjian pinjaman dengan Tarnmere.Berdasarkan perjanjian ini, Tarnmerememberikan fasilitas pinjaman tanpa jaminansebesar AS$50.000.000 dengan tingkat bunga18% per tahun dan berternor 36 bulan.Berdasarkan surat amandemen 1 tertanggal 2Januari 2009, tingkat bunga berubah menjadi10% per tahun. Pada tanggal 23 Desember2009, BMS, Perusahaan dan Tarnmeremenandatangani Perjanjian Pelunasan dimanapara pihak sepakat bahwa pinjaman Tarnmeredialihkan kepada Perusahaan.

On 15 October 2008, BMS signed a loanagreement with Tarnmere. Based on thisagreement, Tarnmere provided an unsecuredloan facility of US$50,000,000. The loan issubject to interest at a rate of 18% per annum,and bears a tenor of 36 months. Based onamendment letter 1 dated 2 January 2009, theinterest rate was reduced to 10% per annum.On 23 December 2009, BMS, the Companyand Tarnmere signed a settlement agreementunder which Tarnmere agreed to assign itsloan receivable to the Company.

Pada 1 Oktober 2007, Perusahaanmenandatangani perjanjian pinjaman denganTarnmere. Berdasarkan perjanjian ini, Tarnmerememberikan fasilitas pinjaman tanpa jaminansebesar AS$75.000.000 dengan tingkat bunga18% per tahun yang berlaku semenjakdimulainya Periode Operasi AKT dan bertenor36 bulan. Berdasarkan surat amandemen 1tertanggal 2 Januari 2009, tingkat bungaberubah menjadi 10% per tahun. Berdasarkansurat amandemen 2 tertanggal 23 Desember2009, sejumlah Rp 100.000 dari saldo pinjamanyang terhutang oleh Perusahaan dialihkankepada REM. Pada tanggal yang sama,pemegang saham Perusahaan sepakat untukmengkonversikan jumlah tersebut menjadisetoran modal saham (lihat Catatan 15).Berdasarkan surat amandemen 3 tertanggal 2Januari 2010, semua saldo pinjaman Tarnmeredialihkan kepada REM.

On 1 October 2007, the Company entered intoa loan agreement with Tarnmere. Based onthis agreement, Tarnmere provided anunsecured loan facility of US$75,000,000. Theloan is subject to interest at a rate of 18% perannum, and is repayable within 36 monthssince the commencement of AKT’s OperatingPeriod. Based on amendment letter 1 dated 2January 2009, the interest rate was reduced to10% per annum. Based on amendment letter 2dated 23 December 2009, Rp 100,000 out ofthis loan was assigned to REM. In conjunctiontherewith, the shareholders of the Companyagreed to convert this amount to become itsadditional paid in capital in AKT (see Note 15).Based on amendment letter 3 dated 2 January2010, the outstanding loan receivable byTarnmere was assigned to REM.

1632010 Borneo Annual Report

Page 166: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 69 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

28. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKIHUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

28. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES(continued)

c. Pinjaman dari pihak yang memiliki hubunganistimewa (lanjutan)

c. Loans from related parties (continued)

Pinjaman dari REM merupakan pinjaman tanpajaminan dan jatuh tempo sewaktu-waktuberdasarkan permintaan REM. Pinjaman dariREM merupakan pinjaman hasil pengalihan olehdan dari dari RCA dan Tarnmere, terhutangbunga 10% per tahun. Pada 29 Juni 2010,Perusahaan dan REM menandatanganiperjanjian dimana REM setuju untukmenghapus biaya bunga yang timbul daripengalihan pinjaman dari RCA dan Tarnmereyang terhutang oleh Perusahaan kepada REMuntuk periode 1 Januari 2010 sampai dengan 30Juni 2010.

Loan from REM represents an unsecured loanand was repayable on demand. The amountdue to REM, as noted above, includes the loanassigned from RCA and Tarnmere. This loanborne interest at a rate of 10% p.a. On 29 June2010, the Company and REM entered into anagreement pursuant to which REM agreed towaive the outstanding accrued interest on theloan previously assigned by and from RCA andTarnmere for the interest period from 1 January2010 to 30 June 2010.

d. Hutang kepada pihak yang memilikihubungan istimewa

d. Amounts due to related party

2010 2009

Rupiah RupiahRCA - 646 RCA

Persentase terhadapjumlah kewajiban - - As a percentage to total liabilities

e. Beban bunga e. Interest expense

2010 2009

REM 10,331 - REMTarnmere - 58,931 Tarnmere

10,331 58,931Persentase terhadap jumlah As a percentage to total

beban bunga 3% 47% interest expense

f. Beban bunga yang dikapitalisasi ke biayaeksplorasi dan pengembangan yangditangguhkan

f. Interest expense capitalised into deferredexploration and development expenditures

2010 2009

RCA - 1,782 RCA

- 1,782Persentase terhadap biaya As percentage to total

eksplorasi dan pengembangan deferred exploration andyang ditangguhkan - 0,2% development expenditures

g. Pendapatan bunga g. Interest income

2010 2009

REM 1,132 - REM

Persentase terhadap jumlah As percentage to totalpendapatan bunga 3% - interest income

164 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 167: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 70 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

28. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKIHUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

28. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES(continued)

h. Penjualan aset tetap h. Sale of fixed assets

2010 2009

PT Eka Tambang Utama 2,288 - PT Eka Tambang Utama

Persentase terhadap jumlah As a percentage toaset tetap 0.1% - total fixed assets

i. Pihak yang memiliki hubungan istimewa i. Related parties

Kebijakan Grup terkait penetapan harga untuktransaksi dengan pihak yang memilikihubungan istimewa adalah sebagai berikut:

- Uang muka operasi diberikan pada hargaperolehan, tanpa bunga dan tanpa tanggaljatuh tempo.

- Pinjaman kepada PTMP dan REMdikenakan bunga masing-masing sebesar0% dan 15%.

- Pinjaman dari pihak yang memilikihubungan istimewa dikenakan tingkatbunga antara 10% hingga 18% per tahun.

- Penjualan aset tetap dilakukan padaharga pasar.

The Group’s pricing policies related to thetransactions with related parties are as follows:

- Operational advances are provided at costwith zero interest and no specific maturitydate.

- Loans to PTMP and REM were subject tointerest at the rate of 0% and 15%,respectively.

- Loan from related party is subject tointerest rates ranging from 10% to 18%per annum.

- Fixed assets are transacted at marketvalue.

Sifat hubungan dengan pihak yang memilikihubungan istimewa adalah sebagai berikut:

The nature of transactions and relationships withrelated parties are as follows:

Entitas/Parties Hubungan/Relationships Transaksi/Transactions

PT Republik Energi & Pemegang saham/ Shareholder Transaksi rekeningMetal (”REM”) koran/Current

account transactionPT Renaissance Capital Asia Afiliasi/ Affiliate Pinjaman/Borrowings

(“RCA”)PT Mahakam Pertambangan Afiliasi/ Affiliate Pinjaman/Borrowings

(“PTMP”)PT Eka Tambang Utama Afiliasi/ Affiliate Penjualan aset tetap/

Sales of fixed assetsTarnmere Pte. Ltd. (“Tarnmere”) Afiliasi/ Affiliate Pinjaman/Borrowings

1652010 Borneo Annual Report

Page 168: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 71 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

29. LABA/(RUGI) PER SAHAM DASAR 29. PROFIT/(LOSS) PER SHARE

Laba/(rugi) per saham dihitung dengan membagilaba/(rugi) bersih dengan rata-rata tertimbangjumlah saham biasa yang telah dikeluarkan padatahun yang bersangkutan.

Profit/(loss) per share is calculated by dividing netprofit/(loss) attributable to shareholders by theweighted average number of ordinary sharesoutstanding during the relevant year.

2010 2009

Laba/(rugi) bersih yang tersedia bagi Net profit/(loss) attributablepemegang saham 348,847 (99,777) to shareholders

Rata-rata tertimbang jumlah saham Weighted average number ofbiasa yang beredar 5,717,652,778 1,250,438,356 ordinary shares outstanding

Laba/(rugi) per saham Net profit/(loss) per share(nilai penuh) 61 (80)*) (full amount)

*) Disajikan kembali. Lihat Catatan 1 mengenairincian pemecahan saham.

Perusahaan tidak memiliki efek yang bersifat dilutifselama tahun-tahun yang berakhir 31 Desember2010 dan 2009.

*) Restated. See Note 1 for details of stock split.

The Company does not have any dilutive ordinaryshares during the years ended 31 December 2010and 2009.

30. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING 30. COMMITMENTS AND SIGNIFICANTAGREEMENTS

a. Perjanjian dengan Glencore InternationalAG (“Glencore”)

a. Agreements with Glencore International AG(“Glencore”)

Pada 26 Februari 2009, AKT dan Glencoremengadakan perjanjian standby Coal Salesand Purchase Agreement, dimana Glencorewajib membeli batubara yang diproduksi AKTsebanyak 5.500.000 metrik ton dengan hargapasar jika diminta oleh AKT. Perjanjian inibertenor tiga tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2011 atau sejak jumlah5.500.000 metrik ton terpenuhi.

On 26 February 2009, AKT and Glencoreentered into a standby Coal Sales andPurchase Agreement pursuant to whichGlencore acts as the standby offtaker of coalproduced by AKT for years from 2009 to 2011for a quantity of up to 5,500,000 metric tonnesat prevailing market prices. The agreement hasa tenor of the shorter of three years ending 31December 2011 or the completion of deliveriesof 5,500,000 metric tones.

Pada 23 Juli 2009, AKT dan Glencoremengadakan perjanjian untuk memperpanjangperanan Glencore sebagai agen pemasaraneksklusif AKT untuk seluruh dunia kecualikepada beberapa pembeli dari Jepang.Berdasarkan perjanjian ini, AKT diharuskanmembayar biaya komisi dengan tarif yangdiatur secara khusus di dalam perjanjian yangbersangkutan. Perjanjian ini akan berakhirpada 22 Juli 2012.

On 23 July 2009, AKT entered into anagreement with Glencore to extend the role ofthe latter as AKT’s exclusive marketing agentcovering the global territory and sales to allbuyers with the exception of certain Japanesebuyers. Under this extended agreement, themarketing agency attracts a commission at arate as specified in the agreement, which shallexpire on 22 July 2012.

b. Perjanjian penyediaan bahan bakar denganPT Patra Niaga

b. Fuel Sales Supply Agreement - PT PatraNiaga

Pada tanggal 10 Februari 2009, AKT dan PTPatra Niaga mengadakan perjanjianpenyediaan bahan bakar oleh PT Patra Niaga.Berdasarkan perjanjian ini, PT Patra Niagaberkewajiban menyediakan sampai dengan6.000 kilo liter bahan bakar per bulanberdasarkan harga spot yang disepakatibersama selama 12 bulan untuk memenuhikebutuhan bahan bakar yang dipergunakanuntuk kegiatan operasional tambang danperalatan AKT.

On 10 February 2009, AKT entered into a fuelsupply agreement (as last amended on 9February 2010) with PT Patra Niaga. Under theagreement, PT Patra Niaga provides a monthlysupply of up to 6,000 kiloliters of diesel fuel atan agreed spot price for 12 months for fuelingthe operation of AKT’s mine and equipment.

166 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 169: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 72 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

30. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING(lanjutan)

30. COMMITMENTS AND SIGNIFICANTAGREEMENTS (continued)

c. Perjanjian sewa alat c. Equipment rental agreements

Pada tanggal 16 Juni 2008, anak perusahaan,AKT dan BMS menandatangani perjanjiansewa sebagaimana diubah terakhir kali denganperjanjian per tanggal 4 Juli 2010 dimana BMSmenyewakan kepada AKT alat berat,peralatan, dan fasilitas pendukungpertambangan, seperti excavator, dump truckdan kendaraan kecil, tangki bahan bakardengan kapasitas 500.000 liter dan fasilitaspendukung di lokasi pertambangan. AKTdikenakan biaya sewa antara AS$18 hinggaAS$315 per jam sesuai dengan spesifikasiperalatan dan fasilitas masing-masing.Perjanjian ini berlaku selama 5 tahun sejaktanggal perjanjian.

The Company’s subsidiaries, AKT and BMSentered into a five-year rental agreement on 16June 2008. Under the agreement, AKT hiresfrom BMS certain heavy equipment, serviceequipment and mining support facilitiesincluding excavators, dump trucks, lightvehicles, a 500,000 litre fuel tank and supportfacilities for the mine site. Rental is charged byBMS from US$18 per hour to US$315 per hourin accordance with the specifications of therelevant equipment. The agreement was validfor 5 years as of the date thereof.

d. Perjanjian penyewaan kapal batubara danintermediasi stockpile

d. Coal barging agreements and intermediatestockpile

AKT mengadakan perjanjian penyewaan tugdan barge dengan beberapa pemilik operator,pihak ketiga, diantaranya PT CapitolNusantara Indonesia, PT Swissco Indonesia,PT Trimanunggal Nugraha, PT HabcoPrimatama, PT Pelangi Sindu Mulia dan PTManna Line International, untuk penyewaantug dan barge untuk pengangkutan batubaraAKT dari pelabuhan barge loader kepelabuhan bongkar muat di sekitar TelukTimbau atau di Taboneo. Perjanjianpenyewaan kapal mengatur tarif yangbervariasi. Perjanjian penyewaan kapal iniberlaku antara enam bulan sampai satu tahun.

AKT juga mengadakan perjanjian jasaintermediasi stockpile dengan PT Telen OrbitPrima, pihak ketiga. Perjanjian penyewaanintermediasi stockpile mengatur tarif yangbervariasi. Perjanjian penyewaan intermediasistockpile ini berlaku hingga akhir 2011.

AKT entered into a variety of tug and bargingcontracts with several third-party tug and bargeowners and operators including PT CapitolNusantara Indonesia, PT Swissco Indonesia,PT Trimanunggal Nugraha, PT HabcoPrimatama, PT Pelangi Sindu Mulia and PTManna Line International for tugs and bargesfor the purpose of barging AKT’s coal fromAKT’s barge loader port to designate dischargepoints in and around Teluk Timbau or theTaboneo anchorage. The barging contracts aresubject to a variety of rental rates. The tenorsof barging contracts vary between six monthsto one year.

Separately, AKT also entered into agreementfor the services of intermediate stockpiles withPT Telen Orbit Prima, third-party owner. Thecontract is subject to a various fees dependingon the scope and extent of the requiredservices. The contract shall expire on 31December 2011.

1672010 Borneo Annual Report

Page 170: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 73 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

30. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING(lanjutan)

30. COMMITMENTS AND SIGNIFICANTAGREEMENTS (continued)

e. Perjanjian penggunaan alur pelayaran e. Navigation service agreement

Pada tanggal 15 Juli 2010, AKT mengadakanperjanjian penggunaan alur pelayaran padamuara selatan Sungai Barito dengan PTAmbang Barito Nusapersada (”ABN”) dan PTSarana Daya Mandiri (”SDM”). Berdasarkanperjanjian ini, imbalan sebesar AS$0,3terhutang untuk setiap metrik ton batubarayang dikapalkan melalui muara sungaitersebut atas jasa pemeliharan alur pelayarantersebut oleh ABN dan SDM. Perjanjian iniberlaku untuk 12 bulan.

On 15 July 2010, AKT entered into a navigationservice agreement with PT Ambang BaritoNusapersada (“ABN”) and PT Sarana DayaMandiri (“SDM”). Under this agreement, a feeequivalent to US$0.3 per metric tonne of coalbarged by AKT via the river channel at theSouthern end of the Barito River for the servicesof the latter to maintain the navigability of thechannel. This agreement has a tenor of 12months.

f. Perjanjian dengan PT Kharisma RekayasaGlobal (“KRG”)

f. Agreements with PT Kharisma RekayasaGlobal (“KRG”)

Pada tanggal 28 Juli 2010, AKT dan KRGmengadakan perjanjian pembangunan,instalasi dan commissioning lima tangki bahanbakar (fuel tank) yang masing-masing untukkapasitas 3.000 ton solar dengan nilai kontraksebesar Rp 11.000. Berdasarkan perjanjianini, KRG membangun, melakukan instalasidan melakukan commissioning empat tangkibahan bakar di area pertambangan AKT diBentuan, dan melakukan commissioning satuunit tangki bahan bakar di pelabuhan MuaraTuhup.

On 28 July 2010, AKT and KRG entered into anagreement for the construction, installation andcommissioning of five 3,000 ton fuel tanks witha contract value of Rp 11,000. Under thisagreement, KRG is required to construct, installand commission four tanks at AKT’s Bentuanmine site, and commissioning of one unit ofsimilar tank at AKT’s Muara Tuhup port.

Pada tanggal yang sama, AKT jugamengadakan perjanjian instalasi danpembangunan fasilitas pengisian tangki bahanbakar (fuel unloading system) di pelabuhanMuara Tuhup dengan KRG dengan nilaikontrak sebesar Rp 5.900.

On the same date, AKT entered into a separatecontract with KRG under which KRG iscontracted to install fuel unloading system atAKT’s Muara Tuhup port with contract value ofRp 5,900.

Kontrak-kontrak dengan KRG yang dimaksuddi atas diharapkan untuk diselesaikan dalamwaktu 6 bulan setelah tanggal kontrak denganmasa garansi selama 3 bulan. Pada tanggallaporan keuangan konsolidasian ini, fasilitas-fasilitas dimaksud telah diselesaikan,diserahterimakan kepada dan digunakan olehAKT.

Pursuant to the contracts referred to above, theexpected completion of the contracts were 6months from the date of the contracts with a 3month warranty period. As of the date of theseconsolidated financial statements, thecontracted facilities have been completelyconstructed and handed over to AKT foroperations.

g. Nota Kesepahaman dengan PT ArthaContractors

g. Memorandum of Understanding with PTArtha Contractors

Pada tanggal 5 Juli 2010, AKTmenandatangani Nota Kesepahaman denganPT Artha Contractors untuk hak eksklusifpenggunaan Intermediasi Stockpile oleh AKTyang sedang dibangun oleh PT ArthaContractors di desa Damparan, KalimantanTengah. Nota tersebut berternor selama 5tahun.

As at 5 July 2010, AKT entered into aMemorandum of Understanding (“MoU”) withPT Artha Contractors for an exclusive use of anintermediate coal stockpile being built by thelatter as located at the Damparan village,Central Kalimantan.This MoU has a tenor of 5years.

168 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 171: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 74 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

30. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING(lanjutan)

30. COMMITMENTS AND SIGNIFICANTAGREEMENTS (continued)

h. Perjanjian pembangunan dan instalasifasilitas coal crusher

h. Construction and installation contract forcoal crusher

Pada tanggal 30 Juli 2010, AKT mengadakanperjanjian instalasi dan pembangunan fasilitascoal crusher kedua dengan KRG dengankapasitas 850 ton per jam di areapertambangan Bentuan. Nilai kontrak inisebesar Rp 14.400. Perjanjian ini tidakmemuat masa berlaku yang pasti, namunpembangunan fasilitas-fasilitas tersebutdiperkirakan selama empat bulan sejakpenandatanganan perjanjian ini dengan masagaransi selama 3 bulan sejak selesainyapembangunan.

On 30 July 2010, AKT entered into a contractwith KRG for the procurement, construction andinstallation of a second coal crusher. Under thisagreement, KRG is contracted to construct acoal crushing plant with capacity of 850tonnes/hour at the Bentuan mine site. Thecontract value of the agreement is Rp 14,400.The construction period is estimated to takefour months from the date of this agreementwith a warranty period of 3 months.

i. Kontrak penjualan batubara denganZhonglian Resources Company Limited(“Zhonglian”)

i. Coal sales agreement with ZhonglianResources Company Limited (“Zhonglian”)

Pada tanggal 4 Oktober 2010, AKTmenandatangani kontrak penjualan batubaradengan Zhonglian dengan jangka waktu 1tahun sebanyak 1.000.000 ton yang berakhirpada tanggal 30 September 2011. Harga jualditentukan berdasarkan negosiasi dimuka padaawal setiap kwartal.

On 4 October 2010, AKT signed a Coal SalesAgreement with Zhonglian for the supply of1,000,000 metric tonnes of coking coal by AKTto Zhonglian for a period of 12 months ending30 September 2011. Price is subject to mutualnegotiation and agreement in advance of thestart of a calendar quarter.

j. Perjanjian dengan PT Shenrong Carbon(“Shenrong”)

j. Agreements with PT Shenrong Carbon(“Shenrong”)

Pada tanggal 26 Mei 2010, AKT dan Shenrongmengadakan perjanjian jual beli batubaracoking sebanyak 10.000 metrik ton per bulanuntuk periode 12 bulan dengan harga spotyang disepakati bersama dikurangi dengandengan faktor-faktor pengurang tertentu.

On 26 May 2010, AKT entered into a sale andpurchase agreement for a period of 12 monthswith Shenrong for the monthly supply of 10,000metric tonnes of coking coal by AKT at anagreed spot price less certain qualifyingdeductions.

k. Perjanjian dengan General Nice RecursosComercial Offshore De Macau Limitada(“General Nice”)

k. Agreements with General Nice RecursosComercial Offshore De Macau Limitada(“General Nice”)

Pada tanggal 13 Oktober 2010, AKT telahmenandatangani kontrak penjualan batubaradengan General Nice dengan jangka waktu 1tahun sebanyak 1.000.000 ton yang berakhirpada tanggal 30 September 2011. Harga jualakan ditentukan berdasarkan negosiasidimuka pada awal setiap kwartal.

On 13 October 2010, AKT signed a Coal SalesAgreement with General Nice for the supply of1,000,000 metric tones of coking coal by AKT toGeneral Nice for a period of one year ending 30September 2011. Price is subject to mutualnegotiation and agreement in advance of thestart of a calendar quarter.

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak adaperistiwa yang akan menyebabkan batalnyaperjanjian-perjanjian di atas.

Management believes that there shall be noevents that may lead to the cancellation orpremature termination of the above mentionedagreements.

1692010 Borneo Annual Report

Page 172: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 75 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

31. KONTINJENSI 31. CONTINGENCIES

a. Tuntutan Hukum a. Legal Claims

Pada tanggal 9 Juni 2010, PT Asiamindo NusaMineral (“ANM”) mengajukan tuntutan hukumke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yangmenuntut AKT sebagai pihak yangbertanggung jawab bersama BMS (bersamasebagai “Tergugat”). ANM (“Penggugat”), AKTdan BMS menandatangani Perjanjian JasaPemeliharaan Peralatan tertanggal 27 Oktober2008 atas sejumlah peralatan pertambanganyang sebelumnya dibeli dari Penggugatdimana, berdasarkan perjanjian tersebut,Penggugat menyediakan jasa pemeliharaanperalatan pertambangan AKT denganhonorarium tertentu. Penggugat menuduhTergugat membatasi dan melarang Penggugatuntuk mendapatkan akses terhadap peralatanyang dimaksud. Dalam tuntutannya,Penggugat meminta kepada PN Jak-Sel untukmenyatakan Tergugat bertanggung jawab atastindakan melawan hukum dengan mencegahPenggugat dalam mengakses peralatan danmenuntut Tergugat untuk membayar: (i)kerugian material sebesar AS$23.699.418 danRp 911; (ii) kerugian immaterial sebesar Rp10.000; dan (iii) denda sebesar 6% per tahundari AS$23.699.418 dan Rp 911 per tanggal 29Januari 2009.

On 9 June 2010, PT Asiamindo Nusa Mineral(“ANM”) filed a civil claim with the SouthJakarta District Court (“SJDC”). ANM (“thePlaintiff”) named AKT as one of the defendantsalong with BMS (jointly the “Defendants”). ThePlaintiff, AKT and BMS entered into a FullMaintenance Contract dated 27 October 2008for various equipment previously acquired fromthe Plaintiff. Pursuant to the agreement thePlaintiff is required to maintain and service thecontracted equipment for agreed fees. ThePlaintiff claimed the Defendants restricted andeventually prohibited the Plaintiff’s access tothe equipment. In its claim, the Plaintiffrequested that SJDC hold the Defendantsjointly liable for carrying up unlawful actions bypreventing the Plaintiff from having access tothe equipment, and demanded the Defendantsto pay: (i) a material damage equivalent toUS$23,699,418 and Rp 911; (ii) an immaterialdamage of Rp 10,000; and (iii) a penalty of 6%per annum calculated on the basis ofUS$23,699,418 and Rp 911 as at 29 January2009.

Pada tanggal 26 Nopember 2010, PengadilanNegeri Jakarta Selatan mengeluarkankeputusan yang menolak gugatan tersebut diatas.

Terhadap keputusan Pengadilan Negeritersebut, Penggugat mengajukan banding kePengadilan Tinggi DKI atas keputusanPengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sampaidengan tanggal laporan keuangankonsolidasian ini, proses banding dari pihakPenggugat masih berjalan di tingkatPengadilan Tinggi.

On 26 November 2010, SJDC issued a decreeto deny the Plaintiff’s claim.

Subsequent thereto, the Plaintiff submitted anappeal to the DKI Jakarta High Court againstthe SJDC’s ruling. As at the date of theseconsolidated financial statements, the appealprocess was ongoing and no decision has yetto be made by the High Court.

Antara lain berdasarkan pendapat hukum yangdiperoleh dari ahli hukum, manajemenberkeyakinan bahwa tuntutan Penggugat tidakberdasar, sehingga hasil akhir dari tuntutan initidak akan menimbulkan kewajiban atau bebankerugian bagi Grup. Oleh karenanya, Gruptidak malakukan pencadangan dalam laporankeuangan konsolidasian.

Management believes that, among other basedon appropriate legal advice received, the claimreferred to above has no merit, and thereforedoes not expect the ultimate resolution of thelitigation will give rise to any liability to theGroup. As a result, the Group does not providefor any allowance in the consolidated financialstatements.

170 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 173: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 76 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

31. KONTINJENSI (lanjutan) 31. CONTINGENCIES (continued)

b. Undang-Undang Pertambangan No. 4/2009 b. Mining Law No. 4/2009

Pada tanggal 16 Desember 2008, DewanPerwakilan Rakyat menyetujui Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubarayang baru, yang telah disahkan oleh Presidenpada tanggal 12 Januari 2009 menjadi UU No.4/2009 (“UU Minerba baru”). BerdasarkanUndang-undang tersebut, sistem KontrakKarya tidak diberlakukan lagi untuk investasi dibidang pertambangan sejak berlakunyaUndang-Undang ini. UU Minerba baru inimenegaskan bahwa Kontrak Karya yangsudah ada (termasuk PKP2B yang dimilikiGrup) tetap diberlakukan sampai jangka waktuberakhirnya Kontrak Karya yang bersangkutan.Namun demikian, ketentuan peralihanberdasarkan Undang-Undang ini tidak jelasdan memerlukan klarifikasi lebih lanjut melaluiperaturan–peraturan pelaksanaan yangsebagian masih belum dikeluarkan olehPemerintah.

Ada beberapa hal yang sedang dipelajari olehpara pemegang Kontrak Karya, termasukGrup, antara lain:

On 16 December 2008, the IndonesianParliament passed a new Law on Minerals andCoal Mining, which received the assent of thePresident on 12 January 2009 to become LawNo. 4/2009 (the “New Mining Law”). Pursuantto this Law, the Contract of Work (“CoW”)system shall no longer be available to mininginvestments subsequent to the enactment ofthe Law. While the Law confirms that existingCoWs will continue to be honoured (includingthe Group’s CCoW), the transition provisionsare unclear, and require clarification in some ofthem yet to be issued government regulations.

There are a number of issues which existingCoW holders, including the Group, are currentlyanalysing, These include, among others:

Seperti disampaikan di atas, Undang-Undang ini menegaskan bahwa KontrakKarya yang ada tetap berlaku hingga akhirmasa berlakunya. Namun Undang-Undangini mewajibkan Kontrak Karya yang adauntuk disesuaikan dalam jangka waktu satutahun sejak berlakunya Undang-Undang initanpa penjelasan dan ketentuan yang jelas(selain dari ketentuan-ketentuan yangberhubungan dengan Penerimaan Negara– juga tidak didefinisikan arti PenerimaanNegara, tetapi diasumsikan termasukroyalti dan pajak); dan

As noted above, while the new Mining Lawconfirms that existing CoWs shall continueto be honoured until their respective expiry,it however states that the terms of existingCoWs must be amended within one year ofthe enactment of the Law (other than termsrelating to State Revenue, which is notdefined, but presumably includes royaltiesand taxes); and

Pemegang Kontrak Karya yang telahmemulai aktivitasnya, wajib menyerahkanrencana aktivitas penambangan untukseluruh wilayah Kontrak Karya yangbersangkutan dalam waktu satu tahunsejak berlakunya UU Minerba baru iniuntuk disetujui oleh Menteri Energi danSumber Daya Mineral (“Menteri ESDM”).Jika tidak disetujui, maka wilayah KontrakKarya bisa dikurangi menjadi seluaswilayah untuk jenis izin yang serupa yangberlaku berdasarkan UU Minerba baru.AKT telah menyampaikan Rencana Kerjadan Anggaran Biaya yang dimaksud danmenerima persetujuan dari Menteri ESDMuntuk memulai Periode Operasi padatanggal 15 September 2009.

Within one year of the enactment of theLaw, CoW holders, which have alreadycommenced some form of activity, arerequired to submit a mining activity plan forthe entire CoW area for the balance of theCoW life to the Minister of Energy andMineral Resources (“MEMR”) for approval.If this plan is not approved, the CoW areamay be reduced to that allowed for similarlicenses under the New Mining Law. AKTduly submitted the required plan (RencanaKerja dan Anggaran Biaya) and receivedcorresponding approval from MEMR with itsOperating Period was confirmed to start on15 September 2009.

1712010 Borneo Annual Report

Page 174: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 77 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

31. KONTINJENSI (lanjutan) 31. CONTINGENCIES (continued)

b. Undang-Undang Pertambangan No. 4/2009(lanjutan)

b. Mining Law No. 4/2009 (continued)

Pada tanggal 1 Februari 2010, PresidenRepublik Indonesia menandatangani duaPeraturan Pemerintah, yaitu PP No. 22/2010(“PP 22”) dan PP No. 23/2010 (“PP 23”), yangdikeluarkan sebagai bagian dari aturanpelaksanaan UU Minerba baru. PP No. 22pada intinya mengatur tentang dasarpembentukan wilayah pertambangan diIndonesia. PP No. 23 menjelaskan lebih detiljenis perizinan pertambangan yang dapatdiperoleh berdasarkan UU Minerba ini, danmenjelaskan syarat dan kondisi yang wajibdipenuhi oleh pihak yang mengajukan maupunpihak berwenang yang mengeluarkan izinpertambangan.

Pada tanggal 5 Juli 2010, PP No. 55/2010dikeluarkan untuk mengatur pembinaan danpengawasan penyelenggaraan usahapertambangan mineral dan batubara diIndonesia.

On 1 February 2010, the President of theRepublic of Indonesia signed two GovernmentRegulations as the implementing regulations forthe New Mining Law, i.e. GovernmentRegulations No. 22/2010 (“GR 22”) and GR No.23/2010 (“GR 23”). GR 22 deals with theestablishment of mining areas in Indonesia. GR23 offers further details of different types ofmining licences which may be made availableunder the New Mining Law, and sets out thebasic terms and conditions which need to besatisfied by licence applicants and observed byissuing authorities.

On 5 July 2010, GR No. 55/2010 was issued.This GR provides the guidance and supervisionof mineral and coal mining businesses inIndonesia.

c. Reklamasi tambang dan penutupantambang

c. Mine reclamation and mine closure

Pada tanggal 20 Desember 2010, Pemerintahmengeluarkan Peraturan Pemerintah No.78/2010 (“PP No. 78”) juga sebagai bagiandari peraturan pelaksanaan untuk UU Minerbabaru. PP 78 ini mengatur aktivitas reklamasidan pasca tambang yang diwajibkan kepadapemegang IUP-Eksplorasi dan IUP-OperasiProduksi. Peraturan ini memperbaharuiPeraturan Menteri No. 18/2008 yangsebelumnya dikeluarkan oleh Menteri EnergiSumber Daya Mineral pada tanggal 29 Mei2008.

On 20 December 2010, the Government ofIndonesia released Government Regulation No.78/2010 (“GR No. 78”) as another implementingregulation for the New Mining Law. The GRdeals with regulations on reclamation and post-mining activities with which both IUP-Explorationand IUP-Production Operation holders shouldcomply. This regulation updates MinisterialRegulation No. 18/2008 previously issued by theMEMR on 29 May 2008.

Pemegang IUP-Eksplorasi dipersyaratkanantara lain, harus memuat rencana eksplorasidi dalam rencana kerja dan anggaran biayaekplorasinya dan menyediakan jaminanreklamasi berupa deposito berjangka yangditempatkan pada bank pemerintah.

A holder of IUP-Exploration, among otherrequirements, is required include a reclamationplan in its exploration work plan and budget, andprovide a reclamation guarantee in the form of atime deposit placed at a state-owned bank.

172 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 175: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 78 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

31. KONTINJENSI (lanjutan) 31. CONTINGENCIES (continued)

c. Reklamasi tambang dan penutupantambang (lanjutan)

c. Mine reclamation and mine closure(continued)

Pemegang IUP-Operasi Produksidipersyaratkan, untuk (1) menyusun danmenyampaikan rencana reklamasi lima-tahunan; (2) menyusun dan menyampaikanrencana pasca tambang; (3) menyediakandana jaminan reklamasi yang ditempatkanpada rekening bersama atau depositoberjangka yang ditempatkan pada bankpemerintah, bank garansi, atau cadanganakuntansi (jika disetujui), dan (4) menyediakandana jaminan pasca tambang berupa depositoberjangka yang ditempatkan pada bankpemerintah.

Penempatan jaminan reklamasi dan jaminanpasca tambang tidak menghilangkankewajiban pemegang IUP dari ketentuan untukmelaksanakan program reklamasi dan pascatambang.

Ketentuan peralihan yang diatur dalam PP 78ini juga menegaskan bahwa perusahaanKontrak Karya juga wajib mematuhi peraturanini.

Sampai dengan tanggal laporan ini, Grupbelum menyediakan jaminan reklamasitambang dan penutupan tambang.

A holder of IUP-Production Operation, amongother requirements, is required to (1) prepareand file a five-year reclamation plan; (2) prepareand file a post-mining plan; (3) provide areclamation guarantee which may be in the formof cash deposited in a joint bank account or timedeposit placed with a state-owned bank, a bankguarantee, or an accounting provision (if soapproved); and (4) provide a post-mineguarantee in the form of a time deposit placedwith a state-owned bank.

The requirement to provide reclamation andpost-mine guarantees does not discharge theobligation of the IUP holder from carrying out theactual reclamation and post-mining programs atthe required time.

The transitional provisions provided in GR No.78 confirms that CoW holders are also requiredto comply with the regulations set out therein.

As at the date of this report, the Group has notprovided any reclamation and mine closureguarantee.

d. Peraturan Menteri No. 28/2009 d. Ministerial Regulation No. 28/2009

Pada tanggal 30 September 2009, MenteriESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No.28/2009 mengenai penggunaan jasa kontraktorpertambangan oleh perusahaanpertambangan. Peraturan ini mengatur secaraketat syarat dan kriteria penggunaanperusahaan afiliasi atau anak perusahaansebagai kontraktor jasa pertambangan, danmewajibkan perolehan persetujuan dariDirektur Jenderal Mineral, Batubara dan PanasBumi atas nama Menteri ESDM.

Peraturan Menteri ini memberikan masatenggang selama tiga tahun kepadaperusahaan pertambangan untuk memenuhiketentuan peraturan ini.

On 30 September 2009, the MEMR issuedRegulation No. 28/2009 regarding the use ofcontractors by mining companies. Thisregulation, among others, sets strict criteria formining companies to use affiliates orsubsidiaries as their mining contractors, andrequires that approval from the DirectorGeneral of Minerals, Coal and Geothermal onbehalf of the MEMR be obtained.

The Regulation however offers a three-yeargrace period to conform to the requirement.

Manajemen berpendapat bahwa Grup dapatmematuhi peraturan ini tanpa menimbulkandampak material pada operasional Grup.

Management believes that the Group will beable to comply with this regulation without anymaterial adverse effect on the Group’soperations.

1732010 Borneo Annual Report

Page 176: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 79 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

31. KONTINJENSI (lanjutan) 31. CONTINGENCIES (continued)

e. Peraturan Menteri No. 17/2010 e. Ministerial Regulation No. 17/2010

Pada tanggal 23 September 2010, MenteriESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No.17/2010 tentang mekanisme penetapan hargajual mineral dan batubara untuk tujuanPenerimaan Negara Bukan Pajak sebagaisalah satu peraturan pelaksanaan UU Minerbabaru. Peraturan ini ditentukan berlaku efektifsejak dikeluarkannya.

Peraturan Menteri ini mengatur antara lain:

• penggunaan harga yang lebih tinggi antaraharga penjualan sebenarnya atau hargapatokan untuk tujuan pelunasanPenerimaan Negara Bukan Pajak (contoh:royalti);

• mekanisme dan tehnik perumusan hargapatokan; dan

• biaya-biaya tertentu diperbolehkan sebagaipengurang harga patokan.

On 23 September 2010, the MEMR issuedMinisterial Regulation No. 17/2010 as one of theimplementing regulations for the New MiningLaw. It outlines the rules for establishing salesprices of coal and other minerals for thepurpose of settling non-tax obligations (such asroyalty) to the Government. The Regulation ispronounced to be effective as of the date of theissuance.

This Ministerial Regulation sets out amongothers:• the use of higher of benchmark prices or

actual prices for the purpose settling non-taxobligations to the Government (e.g.royalty);

• the establishment of benchmark prices; and

• the allowance of certain costs as deductionsto the benchmark price.

Peraturan ini juga mengharuskan perusahaanpertambangan untuk:

• mengutamakan penggunaan kapalberbendera Indonesia untuk mengangkutmineral/batubara;

• mengutamakan penggunaan perusahaanasuransi nasional dalam hal penjualandilakukan dengan syarat Cost, Insurance andFreight (”CIF”); dan

• menggunakan surveyor yang ditunjuk olehDirektorat Jenderal Mineral, Batubara danPanas Bumi.

This regulation also requires mining companiesto:

• prioritise the use of Indonesian flaggedships/vessels to transport minerals/coal;

• prioritise the use of a national insurancecompany on Cost, Insurance and Freight(”CIF”) sales; and

• use surveyors appointed by the DirectorateGeneral of Minerals, Coal and Geothermal.

Peraturan Menteri ini memberikan batas waktuuntuk merubah harga kontrak spot penjualansampai dengan 22 Maret 2011, dan kontrakpenjualan jangka panjang sampai dengan 22September 2011.

This Ministerial Regulation provides atransitional period until 22 March 2011 for spotsales contracts and 22 September 2011 forterm sales contracts.

174 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 177: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 80 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

31. KONTINJENSI (lanjutan) 31. CONTINGENCIES (continued)

e. Peraturan Menteri No. 17/2010 (lanjutan) e. Ministerial Regulation No. 17/2010(continued)

Sampai dengan tanggal laporan keuangankonsolidasian ini, Pemerintah belummengeluarkan aturan pelaksanaan lanjutanuntuk menentukan harga patokan coking coal,sehingga harga patokan yang bersangkutanbelum bisa ditetapkan.

No further implementing regulations have beenissued to date to produce the benchmark pricesfor coking coal for the enforcement of thisMinisterial Regulation.

f. Peraturan Menteri No. 34/2009 f. Ministerial Regulation No. 34/2009

Pada bulan Desember 2009, PeraturanMenteri ESDM No. 34/2009 dikeluarkan yangmewajibkan perusahaan pertambangan untukmenjual sebagian hasil produksinya kepadapengguna akhir dalam negeri (“DomesticMarket Obligation” atau “DMO”).

In December 2009, Ministerial Regulation No.34/2009 was issued to provide a legalframework to require mining companies to sella portion of their output to domestic end users(“Domestic Market Obligation” or “DMO”).

Pembeli domestik dan harga yang digunakanuntuk tujuan transaksi DMO ditentukan olehMenteri ESDM dimana secara umum hargayang ditetapkan merujuk pada indeks hargainternasional.

Manajemen Grup masih dalam tahap memintadan mendapatkan klarifikasi peraturan ini dariKementerian ESDM karena kebutuhan cokingcoal di Indonesia sangat kecil. Pada tanggallaporan keuangan konsolidasian ini, klarifikasiyang dimaksud masih belum diperoleh dariKementerian ESDM.

The domestic customers and the DMO price,which shall follow international indices as thebenchmark, shall be determined by the MEMR.

The Group’s management is in the process ofclarifying this regulation with the MEMR asthere is no significant domestic market forcoking coal in Indonesia. As at the date ofthese consolidated financial statements, theclarification has yet to be received.

Grup secara terus-menerus memonitorperkembangan dari implementasi peraturanpelaksanaan UU Minerba baru untuk mengevaluasidampak yang mungkin timbul terhadap operasionalGrup. Manajemen berpendapat bahwa peraturan-peraturan pelaksanaan ini tidak menimbulkandampak material pada operasional atau posisikeuangan Grup.

The Group continues to closely monitor the progressof the implementing regulations for the Law, andlikewise continues to assess impacts, they may giverise to its operations. Management believes thatthese implementing regulations will have nomaterial adverse impact on the Group’s operationsor financial position.

1752010 Borneo Annual Report

Page 178: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 81 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

32. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAMMATA UANG ASING

32. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES INFOREIGN CURRENCY

Mata uang asing(nilai penuh)/

Foreigncurrencies

Setara Rp(dalam jutaan)/Rp equivalent

(full amount) (million)Aktiva moneter dalam mata uang asing M onetary assets in foreign currenciesKas dan setara kas Dolar AS 15,042,905 135,252 US Dollar Cash and cash equivalentsKas dan setara kas Euro 1,799,995 21,520 Euro Cash and cash equivalentsKas di bank yang dibatasi penggunaannya Dolar AS 2,025 18 US Dollar Restricted cash in banksPiutang usaha Dolar AS 48,634,130 437,269 US Dollar Trade receivablesUang jaminan Dolar AS 7,033,700 63,240 US Dollar Refundable depositsPinjaman kepada pihak yang memiliki hubungan

istimew a Dolar AS 1,276,891 11,481 US Dollar Loan to related parties

Jumlah aktiva moneter dalam mata uangasing 668,780 Total monetary assets in foreign currencies

Kewajiban moneter dalam mata uang asing M onetary liabil ities in foreign currenciesHutang usaha Dolar AS (25,094,094) (225,621) US Dollar Trade payablesBiaya yang masih harus dibayar Dolar AS (42,633,522) (383,318) US Dollar Accrued expensesHutang sew a guna usaha Dolar AS (2,751,694) (24,740) US Dollar Finance lease payablesPinjaman Dolar AS (25,000,000) (224,775) US Dollar Borrowings

Jumlah kew ajiban moneter dalam matauang asing (858,454) Total monetary liabil ii tes in foreign currencies

Jumlah kew ajiban moneter dalam matauang asing, bersih (189,674) Net monetary liabil ities in foreign currencies

31 Desember / December 2010

Apabila aset dan kewajiban moneter dalam matauang asing pada tanggal 31 Desember 2010dijabarkan dengan menggunakan kurs yangberlaku pada tanggal laporan keuangankonsolidasian ini, maka kewajiban moneter bersihdalam mata uang asing Grup berkurang sebesarRp 6.331.

If monetary assets and liabilities in foreigncurrencies as at 31 December 2010 were translatedusing the applicable exchange rates as at the dateof these consolidated financial statements, the totalnet foreign currency monetary liabilities of theGroup would have reduced by approximately Rp6,331.

Grup tidak menyelenggarakan program lindungnilai secara formal karena seluruh penjualan dansebagian besar pengeluaran Grup ditransaksikandalam mata uang Dolar AS. Dengan ini, Grupsecara efektif terlindung dari risiko fluktuasi matauang dan secara tidak langsung merupakanlindung nilai alami (lihat Catatan 35).

The Group does not enter into any formal hedgingarrangement to protect the risk of Rupiah fluctuationsince all sales and a large portion of the Group’sexpenditures are transacted in US Dollar. Theseindirectly represent a natural hedge under their ownrights (see Note 35).

33. PELAPORAN SEGMEN 33. SEGMENT REPORTING

Untuk tujuan penggunaan informasi keuangan olehmanajemen dalam mengevaluasi kinerja segmenusaha dan mengalokasikan sumber daya yangada, manajemen menetapkan segmen primer Grupterdiri dari dua kegiatan usaha yaitu pertambanganbatubara dan jasa pertambangan. Seluruhtransaksi antar segmen telah dieliminasi untuktujuan laporan keuangan konsolidasian ini.

For the purpose of the financial information used bymanagement for evaluating the performance of itsbusiness and allocation of its available resources,management groups the primary segments of theGroup’s business into two major businessoperations, consisting of coal mining and miningservices. All transactions between the identifiedsegments have been eliminated for the purpose ofthese consolidated financial statements.

176 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 179: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 82 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

33. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) 33. SEGMENT REPORTING (continued)

Informasi segmen usaha yang dikelompokkansebagai segmen utama Grup adalah sebagaiberikut:

Information concerning the Group’s primarybusiness segments is presented as follows:

31 Desember/December 2010Pertambangan Jasa

batubara/ pertambangan/Coal Mining Lain-lain/ Eliminasi/ Konsolidasian/

Mining Services Other Eliminations Consolidated

Pendapatan usaha RevenuePenjualan non

segmen 2,751,793 - - - 2,751,793 External salesPenjualan antar Inter-segment

segmen - 340,866 - (340,866) - salesPenjualan bersih 2,751,793 340,866 - (340,866) 2,751,793 Net sales

Laba kotor 1,379,659 135,899 - (13,874) 1,501,684 Gross profit

Beban penjualan Selling anddan marketingpemasaran (325,252) expenses

General andBeban umum dan administrative

administrasi (154,524) expensesExploration

Beban eksplorasi (7,248) expenses

Laba usaha 1,014,660 Operating incomeFinance

Beban keuangan (381,180) chargesPendapatan bunga 34,597 Interest incomeBeban lain-lain, bersih (145,682) Other expenses

Laba sebelum hak Income beforeminoritas 522,395 minority interest

Hak minoritas (12) Minority interest

Profit beforeLaba sebelum beban income

pajak 522,383 tax expenseIncome tax

Beban pajak (173,536) expense

Laba bersih 348,847 Net profit

Aset segmen 3,764,555 1,061,915 6,880,853 (3,183,363) 8,523,960 Segment assetsSegment

Kewajiban segmen 2,055,263 992,255 141,745 (1,243,064) 1,946,199 liabilitiesCapital

Perolehan aset tetap 943,925 165,933 - - 1,109,858 expenditureDepresiasi 273,278 204,967 - (204,967) 273,278 DepreciationAmortisasi 31,983 - 74,983 - 106,966 Amortisation

Cash flowsArus kas dari from operating

aktivitas operasi activitiesPenerimaan dari Proceeds from

pelanggan 2,544,242 43,599 - (256,218) 2,331,623 customersPembayaran ke Payments to

pemasok (1,351,798) (463,635) (4,540,409) 4,774,129 (1,581,713) suppliersLain-lain (708,677) (63,763) 1,249 (84,892) (856,083) OthersArus kas Net cash

bersih yang provided for/diperoleh dari/ (used in)(dipergunakan untuk) operatingaktivitas operasi 483,767 (483,799) (4,539,160) 4,433,019 (106,173) activities

1772010 Borneo Annual Report

Page 180: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 83 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

33. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) 33. SEGMENT REPORTING (continued)

31 Desember/December 2010 (lanjutan)/(continued)Pertambangan Jasa

batubara/ pertambangan/Coal Mining Lain-lain/ Eliminasi/ Konsolidasian/

Mining Services Other Eliminations Consolidated

Cash flows fromArus kas dari investing

aktivitas investasi activitiesPayment for

acquisition ofPembelian aset tetap (921,707) (125,677) - - (1,047,384) fixed assetsInvestasi pada aset Investment in

keuangan tersedia available forsale financial

untuk dijual (25,000) - (125,000) - (150,000) assets

Net cash(used in)/

Arus kas bersih yang provided fromdigunakan untuk investingaktivitas investasi (946,707) (125,677) (125,000) - (1,197,384) activities

Cash flows fromArus kas dari aktivitas financing

pembiayaan activitiesPenerimaan dari

pinjaman kepada Proceeds frombank - 386,559 - - 386,559 bank loans

Penerimaan dari Proceeds frompenambahan issue ofmodal saham 1,354,050 - 4,988,946 (1,354,050) 4,988,946 new shares

RepaymentPembayaran pinjaman of short

jangka pendek (15,124) - - - (15,124) term loansPembayaran hutang Payment for

sewa pembiayaan (807) (17,779) - - (18,586) leasesPembayaran pinjaman

kepada pihak yang Repayment ofmemiliki hubungan related partyistimewa - (193,522) (704,117) - (897,639) loans

Pembayaran pinjaman Repayment ofkepada bank (1,238,558) (402,799) - - (1,641,357) bank loans

Pembayaran pinjaman Repayment ofkepada pihak ketiga - - (502,125) - (502,125)third party loans

Penerimaan dari pinjaman Proceeds fromkepada pihak yang relatedmemiliki hubungan partyistimewa 426,357 848,032 1,024,476 (1,216,823) 1,082,042 loans

Arus kas bersih yang Net cashdiperoleh dari provided from//(digunakan untuk) (used in)aktivitas financingpembiayaan 525,918 620,491 4,807,180 (2,570,873) 3,382,716 activities

178 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 181: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 84 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

33. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) 33. SEGMENT REPORTING (continued)

31 Desember/December 2009Pertambangan Jasa

batubara/ pertambangan/Coal Mining Lain-lain/ Eliminasi/ Konsolidasian/

Mining Services Other Eliminations Consolidated

Pendapatan usaha RevenuePenjualan non

segmen 200,529 - - - 200,529 External salesPenjualan antar Inter-segment

segmen - 196,321 - (196,321) - sales

Penjualan bersih 200,529 196,321 - (196,321) 200,529 Net sales

Laba kotor 70,129 18,876 - 3,336 92,341 Gross profit

Beban penjualan Selling anddan (32,792) marketingpemasaran expenses

General andBeban umum dan administrative

administrasi (10,231) expenses

Laba usaha 49,318Operating incomeFinance

Beban keuangan (126,613) chargesPendapatan bunga 397 Interest incomeBeban lain-lain, bersih (12,525) Other expenses

Rugi sebelum hak Loss beforeminoritas (89,423) minority interest

Hak minoritas - Minority interest

Loss beforeRugi sebelum beban income

pajak penghasilan (89,423) tax expenseIncome tax

Beban pajak (10,354) expense

Rugi bersih (99,777) Net loss

Aset segmen 1,707,480 600,538 2,097,103 (62,154) 4,342,967 Segment assetsSegment

Kewajiban segmen 1,760,539 594,004 2,036,704 (99,018) 4,292,229 liabilitiesCapital

Perolehan aset tetap 166,329 393,236 - - 559,565 expenditureDepresiasi 23,973 121,386 - - 145,359 DepreciationAmortisasi 11,701 1,812 40,693 - 54,206 Amortisation

Cash flowsArus kas dari from operating

aktivitas operasi activitiesPenerimaan dari Proceeds from

pelanggan 183,429 190,332 - (190,332) 183,429 customersPembayaran ke Payment to

pemasok (492,059) (52,317) - (584,924) (1,129,300) suppliersLain-lain (40,487) 158,712 351,631 (552,399) (82,543) Others

Net cash(used in)/

Arus kas bersih yang provided(digunakan untuk)/ fromdiperoleh dari operatingaktivitas operasi (349,117) 296,727 351,361 (1,327,655) (1,028,414) activities

1792010 Borneo Annual Report

Page 182: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 85 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

33. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) 33. SEGMENT REPORTING (continued)

31 Desember/December 2009 (lanjutan)/(continued)Pertambangan Jasa

batubara/ pertambangan/Coal Mining Lain-lain/ Eliminasi/ Konsolidasian/

Mining Services Other Eliminations Consolidated

Cash flows fromArus kas dari investing

aktivitas investasi activitiesPayment for

acquisition ofPembelian aset tetap (157,216) (349,611) - - (506,827) fixed assets

Payment ofPembayaran untuk deferred

biaya eksplorasi exploration anddan pengembangan developmentyang ditangguhkan (252,872) - - 41,374 (211,498) expenditure

Payment forPembayaran akuisisi share

saham - - (176,785) - (176,785) acquisition

Net cash(used in)/

Arus kas bersih yang provided fromdigunakan untuk investingaktivitas investasi (410,088) (349,611) (176,785) 41,374 (895,110) activities

Cash flows fromArus kas dari aktivitas financing

pembiayaan activitiesPenerimaan dari Proceeds from

pinjaman 1,294,899 247,893 502,125 - 2,044,917 borrowingPenerimaan dari Proceeds from

pinjaman jangka short termpendek 15,812 - - - 15,812 loans

RepaymentPembayaran pinjaman of short

jangka pendek (1,012) - - - (1,012) term loansPembayaran hutang Payment for

sewa pembiayaan - (13,359) - - (13,359) leasesPembayaran pinjaman

kepada pihak yang Repayment ofmemiliki hubungan related partyistimewa (637,496) (255,337) - 463,712 (429,121) loans

Penerimaan dari pinjaman Proceeds fromkepada pihak yang relatedmemiliki hubungan partyistimewa - - 171,988 137,253 309,241 loans

Arus kas bersih yang Net cashdiperoleh dari provided from//(digunakan untuk) (used in)aktivitas financingpembiayaan 672,203 (20,803) 674,113 600,965 1,926,478 activities

Segmen sekunder Grup adalah segmenberdasarkan wilayah tujuan penjualan sebagaiberikut:

The Group’s secondary segment which is asegment grouped on the basis of the geography towhich it sales are made is presented as follows:

2010 2009

Cina 2,016,904 200,529 ChinaTurki 289,884 - TurkeyIndia 180,628 - IndiaJepang 166,879 - JapanKorea Selatan 78,859 - South KoreaVietnam 18,639 - Vietnam

2,751,793 200,529

180 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 183: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 86 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

34. ASET DAN KEWAJIBAN KEUANGAN 34. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES

Aset dan kewajiban keuangan Grup pada tanggal-tanggal neraca adalah sebagai berikut:

Presented below are the financial assets andliabilities of the Group as at the balance sheetdates:

(i) Aset keuangan (i) Financial assetsNilai wajar di AsetLaba rugi/ keuangan

Pinjaman dan Fair value lainnya/Piutang/ through Other

Jumlah/ Loans and profit and financialTotal receivables loss assets

31 Desember 2010 31 December 2010Aset keuangan: Financial assets:Kas dan setara kas 2,080,083 - - 2,080,083 Cash and cash equivalentsKas di bank yang dibatasi

penggunaannya 2,035 - - 2,035 Restricted cash in banksAset keuangan yang Available for sale

tersedia untuk dijual 150,000 - - 150,000 financial assetsPiutang usaha 437,269 437,269 - - Trade receivablesUang jaminan 63,240 63,240 - - Refundable depositsPiutang dari pihak yang memiliki Amounts due from

hubungan istimewa 73,604 73,604 - - related partiesPinjaman ke pihak yang

memiliki hubungan istimewa 90,243 90,243 - - Loan to related partiesTotal aset keuangan 2,896,474 664,356 - 2,232,118 Total financial assets31 Desember 2009 31 December 2009Aset keuangan: Financial assets:Kas dan setara kas 8,172 - - 8,172 Cash and cash equivalentsKas di bank yang dibatasi

penggunaannya 36,639 - - 36,639 Restricted cash in banksPiutang usaha 17,100 17,100 - - Trade receivablesUang jaminan 56,234 56,234 - - Refundable depositsPinjaman ke pihak yang

memiliki hubungan istimewa 12,003 12,003 - - Loan to related partiesTotal aset keuangan 130,148 85,337 - 44,811 Total financial assets

(ii) Kewajiban keuangan (ii) Financial liabilityNilai wajar di Kewajiban

Laba rugi/ keuanganFair value lainnya/through Other

Jumlah/ profit and financialTotal loss liabilities

31 Desember 2010 31 December 2010Kewajiban keuangan: Financial liabilities:Hutang usaha 320,010 320,010 - Trade payablesBiaya yang masih harus dibayar 430,164 430,164 - Accrued expensesHutang sewa pembiayaan 61,230 61,230 - Finance lease payablesPinjaman dari pihak yang Loans from

memiliki hubungan istimewa 6,062 6,062 - related partiesPinjaman 224,775 224,775 - Borrowing

Total kewajiban keuangan 1,042,241 1,042,241 - Total financial liabilities31 Desember 2009 31 December 2009Kewajiban keuangan: Financial liabilities:Hutang usaha 292,363 292,363 - Trade payablesBiaya yang masih harus dibayar 93,630 93,630 - Accrued expensesHutang sewa pembiayaan 30,266 30,266 - Finance lease payablesHutang kepada pihak yang Amount due to

memiliki hubungan istimewa 646 646 - related partiesPinjaman dari pihak yang Loans from

memiliki hubungan istimewa 1,218,298 1,218,298 - related partyPinjaman 2,044,917 2,044,917 - Borrowings

Total kewajiban keuangan 3,680,120 3,680,120 - Total financial liabilities

1812010 Borneo Annual Report

Page 184: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 87 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

35. MANAJEMEN RISIKO 35. RISK MANAGEMENT

Kegiatan usaha Grup secara inherent dipengaruhioleh berbagai jenis risiko keuangan: risiko pasar(termasuk risiko nilai tukar, risiko harga dan risikotingkat suku bunga), risiko kredit dan risikolikuiditas. Dalam hal ini, Grup berfokus padapengelolaan ketidakpastian pasar keuangan untukmeminimalkan dampak negatif terhadap kinerjakeuangan Grup.

Pengelolaan risiko dipimpin oleh direksi yangmengidentifikasi, mengevaluasi dan menentukankebijakan lindung nilai atas risiko keuangan jikadipandang perlu, dan menetapkan prinsip-prinsipuntuk pengelolaan risiko secara keseluruhan,termasuk risiko pasar, kredit dan likuiditas.

The Group’s activities are inherently subject to avariety of financial risks: market risk (includingforeign exchange risk, commodity price risk andinterest rate risk), credit risk and liquidity risk. Inrespect thereof, the Group focuses on managing theunpredictability of financial markets so as tominimise potential adverse effects on the financialperformance of the Group.

Risk management is led by the directors whichidentifies, evaluates and sets the policy for thehedging of financial risks, where appropriate; andprovides the guiding principles for managing theoverall risks, including market, credit and liquidityrisks.

Risiko pasar

i) Risiko nilai tukar

Penjualan, pendanaan dan sebagian besarpengeluaran Grup ditransaksikan dalam matauang Dolar AS.

Manajemen berpendapat bahwa pergerakannilai tukar Rupiah/Dolar AS tidak berdampaksignifikan terhadap Grup karena hanya kuranglebih 30% dari pengeluaran Grup yang terjadidalam mata uang Rupiah, sedangkankeseluruhan penjualan Grup dilakukan denganmata uang Dolar AS.

ii) Risiko harga

Kinerja operasi dan keuangan Grupdipengaruhi oleh harga coking coal yangsecara fundamental ditentukan olehpermintaan dan penawaran coking coal dunia,harga minyak dan faktor lainnya sepertipermintaan baja dunia. Grup secara proaktifmengelola risiko-risiko ini dan melakukanpenyesuaian seperlunya atas rencanapertambangan, jadwal dan operasipertambangan untuk mengurangi dampakfluktuasi tersebut di atas.

iii) Risiko suku bunga

Terdapat satu pinjaman yang terhutang tingkatsuku bunga tidak tetap sehingga terdampakrisiko tingkat suku bunga. Walaupun demikian,Grup memonitor risiko ini untuk meminimalisirpengaruh negatif terhadap Grup.

Market risk

i) Foreign exchange risk

The Group’s sales, financing and the majorityof its costs and operating expenditure aretransacted in US Dollar.

Management is of the opinion that the volatilityin the Rupiah/US$ exchange rate is not likelyto have a significant impact on the Group, asonly an estimated 30% of the Group’s costsand operating expenditure are transacted inRupiah, while all of its sales are transacted inUS Dollar.

ii) Price risk

The Group is exposed to fluctuations in cokingcoal prices, and may be adversely affected.Fundamentally, the coking coal prices aredetermined by the worldwide supply anddemand of the commodity, oil prices and otherfactors such as world steel demand. TheGroup actively manages these risks via,among other things, adjusting its mine plan,production schedule and mining operations asnecessary to reduce the impact of the volatility.

iii) Interest rate risk

The Group has a borrowing that is subject tovariable interest rate, as such is exposed tointerest rate. However, the Group monitors therisk to minimise any negative impact on theGroup.

182 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 185: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 88 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

35. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 35. RISK MANAGEMENT (continued)

Tabel berikut menyajikan aset dan kewajibankeuangan Grup yang terpengaruh oleh risiko pasartersebut di atas:

The following table presents a breakdown of theGroup’s financial assets and financial liabilitieswhich may be impacted by market risks as notedabove:

31 Desember/December 2010

Suku bunga mengambang/ Suku bunga tetap/Floating Rate Fixed Rate

TanpaKurang dari Lebih dari Kurang dari Lebih dari bunga/

satu tahun/ satu tahun/ satu tahun/ satu tahun/ Non-Less than Greater than Less than Greater than interest Jumlah/one year one year one year one year bearing Total

Aset AssetsCash and cash

Kas dan setara kas 2,080,083 - - - - 2,080,083 equivalentsKas di bank yang dibatasi Restricted cash

penggunaannya 2,035 - - - - 2,035 in banksAset keuangan Available for sale

yang tersedia untuk dijual - - - 150,000 - 150,000 financial assetsPiutang usaha - - - - 437,269 437,269 Trade receivablesPiutang dari pihak yang Amounts due from

memiliki hubungan istimewa - - - - 73,604 73,604 related partiesRefundable

Uang jaminan - - - - 63,240 63,240 depositsPinjaman kepada pihak

yang memiliki Loan tohubungan istimewa - - - - 90,243 90,243 related part ies

Total financialTotal aset keuangan 2,082,118 - - 150,000 664,356 2,896,474 assets

Kewajiban LiabilitiesHutang usaha - - - - 320,010 320,010 Trade payablesBiaya yang masih Accrued

harus dibayar - - - - 430,164 430,164 expensesHutang sewa pembiayaan - - 27,817 33,413 - 61,230 Leases payablePinjaman dari pihak yang Loans from

memiliki hubungan istimewa - - - 6,062 - 6,062 related partiesPinjaman 44,056 180,719 - - - 224,775 BorrowingsTotal kewajiban Total financial

keuangan 44,056 180,719 27,817 39,475 750,174 1,042,241 liabilities

Risiko kredit

Grup tidak memandang risiko kredit sebagaisesuatu yang serius karena keseluruhan penjualanGrup dilakukan dengan pembeli internasional yangmemiliki reputasi dan kredibilitas prima, termasukGlencore International AG dan pembeli yangdirekomendasikan oleh Glencore. Grup mengelolarisiko kredit secara berkesinambungan,mengevaluasi profil kredit dari calon pembeli danmemonitor kinerja kredit mereka secaraberkelanjutan.

Risiko likuiditas

Risiko likuiditas muncul jika Grup mengalamikesulitan dalam memperoleh pendanaan.Pengelolaan risiko likuditas dengan prinsip kehati-hatian meliputi pemeliharaan kecukupan kas dansetara kas dan aset lainnya yang mudahdikonversikan menjadi kas. Grup mengelola risikolikuiditas dengan melakukan perencanaan danpengevaluasian posisi dan arus kas secaraberkesinambungan, dan menyesuaikan umur asetdan kewajiban keuangan secara tepat.

Credit risk

Credit risk of the Group is considered immaterial asall sales are conducted with reputable and credibleinternational buyers including Glencore InternationalAG and buyers recommended by Glencore. TheGroup manages its credit risk by continuouslyreviewing the credit profile of its buyers andmonitoring the credit performance thereof.

Liquidity risk

Liquidity risk arises in situations where the Grouphas difficulties in obtaining funding. Prudent liquidityrisk management implies maintaining sufficientcash, cash equivalents and other assets that can beconverted to cash quickly. The Group managesliquidity risk by continuously monitoring forecast andactual cash flows and matching the maturity profilesof financial assets and liabilities.

1832010 Borneo Annual Report

Page 186: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 89 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

36. KONSENTRASI RISIKO 36. RISK CONCENTRATION

Sampai dengan tahun yang berakhir 31 Desember2010, pendapatan Grup seluruhnya berasal daripenjualan batubara kepada Glencore InternationalAG (”Glencore”). Dengan ini, kinerja dankelangsungan usaha Grup secara keseluruhandapat dianggap bergantung pada prestasi kontrakpenjualan batubara dengan Glencore. SejakOktober 2010, Grup mulai melakukan diversifikasipembeli dan pelanggan untuk menghilangkan risikoketergantungan Grup pada Glencore.

As at 31 December 2010, all of the Group’s revenuehas earned solely from coal sales to GlencoreInternational AG (“Glencore”). The Group’sperformance and business taken as a whole may beaffected by the performance of sales contracts withGlencore. Starting October 2010, the Group hasstarted the diversification of its customers andbuyers in order to reduce the risk of the Group’sdependency on Glencore.

37. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA 37. SUBSEQUENT EVENTS

a. Pada tanggal 4 Januari 2011 AKTmenandatangani perjanjian sewa alat beratdengan PT Rental Perkasa (JIMAC Group),pihak ketiga, berupa 2 unit crane dan 1 unithydraulic excavator dengan biaya sewa AS$5.500 – AS$ 18.750 per bulan, yang akanberakhir pada 2 April 2011.

b. Pada tanggal 10 Januari 2011, AKTmenandatangani perjanjian jasa pengeborandengan PT Nariki Minex Sejati, pihak ketiga,untuk melakukan pengeboran pra-produksiminimum 14.000 meter/bulan denganbiaya/unit sebesar AS$ 4,35/meter selama 6bulan yang akan berakhir pada 10 Juli 2011.

c. Sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.I. 5. yang mengatur tentang pembentukanKomite Audit, pada tanggal 17 Maret 2011dewan komisaris Perusahaan membentukkomite audit berdasarkan keputusan rapatdewan komisaris yang diselenggarakan padatanggal yang sama. Adapun susunan komiteaudit Perusahaan berdasarkan keputusanrapat tersebut adalah sebagai berikut:- Ketua : Soesanto Loekman*- Anggota : Graham Holdaway- Anggota : Paulus Soelistyo

*Komisaris Independen

a. On 4 January 2011, AKT entered into anequipment rental agreement with PT RentalPerkasa (JIMAC Group), a third party lessor,for the lease of 2 units of cranes and 1 unit ofhydraulic excavator with rental fees of US$5,500 – US$ 18,750 per month for period up to2 April 2011.

b. On 10 January 2011, AKT entered into aDrilling Services Agreement with PT NarikiMiner Sejati for pre-production drilling of aminimum of 14,000 meter/month at a rate ofUS$4.35/meter for a period of 6 months ending10 July 2011.

c. In accordance with Bapepam-LK RegulationNo. IX.I.5., a meeting was held on 17 March2011 by the Company’s board ofcommissioners to establish an audit committeeand appointed the following persons for suchcommittee:

- Chairman: Soesanto Loekman*- Member : Graham Holdaway- Member : Paulus Soelistyo

*Independent Commissioner

184 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 187: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 90 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

38. PERKEMBANGAN TERAKHIR STANDARAKUNTANSI KEUANGAN

38. PROSPECTIVE ACCOUNTINGPRONOUNCEMENTS

Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkanbeberapa standar akuntansi yang direvisi yangmungkin berdampak pada laporan keuangankonsolidasian Grup untuk tahun-tahun yang dimulaipada atau setelah 1 Januari 2011:

PSAK 1 (Revisi 2009) – Penyajian LaporanKeuangan;PSAK 2 (Revisi 2009) – Laporan Arus Kas;PSAK 3 (Revisi 2010) – Laporan KeuanganInterim;PSAK 4 (Revisi 2009) – Laporan KeuanganKonsolidasian dan Laporan KeuanganTersendiri;

The Indonesian Institute of Accountants has issuedthe following revised accounting standards that mayapplicable to the Group’s consolidated financialstatements for years beginning on or after 1January 2011:

SFAS 1 (Revised 2009) – Presentation ofFinancial Statements;SFAS 2 (Revised 2009) – Statement of CashFlows;SFAS 3 (Revised 2010) – Interim FinancialReporting;SFAS 4 (Revised 2009) – Consolidated andSeparate Financial Statements;

PSAK 5 (Revisi 2009) – Segmen Operasi;PSAK 7 (Revisi 2010) – Pengungkapan Pihak-Pihak yang Berelasi;PSAK 8 (Revisi 2010) – Peristiwa SetelahTanggal Neraca;PSAK 12 (Revisi 2009) – Bagian Partisipasidalam Ventura Bersama;PSAK 15 (Revisi 2009) – Investasi PadaEntitas Asosiasi;PSAK 19 (Revisi 2010) – Aset Tidak Berwujud;PSAK 22 (Revisi 2010) – AkuntansiPenggabungan Usaha;PSAK 23 (Revisi 2010) – Pendapatan;PSAK 25 (Revisi 2009) – Kebijakan Akuntansi,Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan;PSAK 48 (Revisi 2009) – Penurunan Nilai Aset;

PSAK 57 (Revisi 2009) – Provisi, LiabilitasKontinjensi dan Aset Kontinjensi;PSAK 58 (Revisi 2009) – Aset Tidak Lancaryang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yangDihentikan.

Ikatan Akuntan Indonesia juga telah menerbitkanstandar akuntansi revisi sebagai berikut yangmungkin dapat berdampak terhadap laporankeuangan konsolidasian Grup untuk tahun-tahunyang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari2012:

- PSAK 10 (Revisi 2009) – Efek dari PerubahanKurs Mata Uang Asing;

- PSAK 18 (Revisi 2010) – Akuntansi danPelaporan Manfaat Purnakarya;

- PSAK 24 (Revisi 2010) – Imbalan Kerja;- PSAK 34 (Revisi 2010) – Akuntansi Kontrak

Konstruksi;- PSAK 46 (Revisi 2010) – Akuntansi Pajak

Penghasilan;- PSAK 50 (Revisi 2010) – Instrumen Keuangan:

Penyajian;- PSAK 53 (Revisi 2010) – Pembayaran

Berbasis Saham;- PSAK 60 (Revisi 2010) – Instrumen Keuangan:

Pengungkapan;

SFAS 5 (Revised 2009) – Operating Segments;SFAS 7 (Revised 2010) – Related PartyDisclosures;SFAS 8 (Revised 2010) – Events After theReporting Period;SFAS 12 (Revised 2009) – Interests in JointVentures;SFAS 15 (Revised 2009) – Investments inAssociates;SFAS 19 (Revised 2010) – Intangible Assets;SFAS 22 (Revised 2010) – BusinessCombinations;SFAS 23 (Revised 2010) – Revenue;SFAS 25 (Revised 2009) – Accounting Policies,Changes in Accounting Estimates and Errors;SFAS 48 (Revised 2009) – Impairment ofAssets;SFAS 57 (Revised 2009) – Provisions,Contingent Liabilities and Contingent Assets;SFAS 58 (Revised 2009) – Non-current AssetsHeld for Sale and Discontinued Operations.

The Indonesian Institute of Accountants has alsoissued the following revised accounting standardthat may applicable to the Group’s consolidatedfinancial statements covering years beginning on orafter 1 January 2012:

- SFAS 10 (Revised 2009) – The Effects ofChanges in Foreign Exchange Rates;

- SFAS 18 (Revised 2010) – Accounting andReporting by Retirement Benefit Plans;

- SFAS 24 (Revised 2010) – Employee Benefits;- SFAS 34 (Revised 2010) – Construction

Contract;- SFAS 46 (Revised 2010) – Income Taxes;

- SFAS 50 (Revised 2010) – FinancialInstruments: Presentation;

- SFAS 53 (Revised 2010) – Share-basedPayment;

- SFAS 60 – Financial Instrument: Disclosures;

1852010 Borneo Annual Report

Page 188: Borneo Ar2010

PT BORNEO LUMBUNG ENERGI & METAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

Lampiran 91 Schedule

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2010 DAN 2009(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,kecuali dinyatakan secara khusus)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIALSTATEMENTS

31 DECEMBER 2010 AND 2009(Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

38. PERKEMBANGAN TERAKHIR STANDARAKUNTANSI KEUANGAN (lanjutan)

38. PROSPECTIVE ACCOUNTINGPRONOUNCEMENTS (continued)

- PSAK 61 – Akuntansi Hibah Pemerintah danPengungkapan Bantuan Pemerintah.

Grup masih mempertimbangkan dampak yangmungkin timbul dari penerapan standar-standartersebut di atas terhadap laporan keuangankonsolidasian Grup.

- SFAS 61 - Accounting for Government Grantsand Disclosure of Government Assistance

The Group continuous to assess the possibleimpact of the revised standards on the Group’sconsolidated financial statements.

39. REKLASIFIKASI AKUN 39. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS

Angka komparatif pada laporan keuangankonsolidasian untuk tahun yang berakhir padatanggal 31 Desember 2009 telah diubah untukmenyesuaikan dengan penyajian laporan keuangankonsolidasian untuk tahun yang berakhir padatanggal 31 Desember 2010.

Certain comparative figures in the consolidatedfinancial statements for the year ended 31December 2009 have been amended to conform tothe basis on which the consolidated financialstatements for the year ended 31 December 2010have been presented.

186 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 189: Borneo Ar2010

Halaman ini sengaja dikosongkanThis page is intentionally left blank

1872010 Borneo Annual Report

Page 190: Borneo Ar2010

188 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 191: Borneo Ar2010

Data

Perusahaan

CorporateData

1892010 Borneo Annual Report

Page 192: Borneo Ar2010

Informasi PerusahaanCorporate Information

Kantor PusatPT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, Menara Bank Danamon, 15th floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. E. IV no.6. Mega Kuningan, Jakarta 12950

AKT Site Project Desa Bentuan – Kelurahan Muara Tuhup, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya,Kalimantan Tengah 73911 Telp. / Fax: 021 – 75991234 / 57992181 (Ext. 2104)

Kantor Representatif PalangkarayaJln. Anggrek 1 No.123 – Komplek PCPR 1 Palangkaraya 73111 Kalimantan Tengah. Telp. / Fax: 0536-3230405

Kantor Representatif Muara TewehJl. Langsat No.43 Rt.07/02 Kelurahan Lanjas – Muara TewehKalimantan Tengah 73812. Telp. / Fax: 0519 – 23369

Kantor Representatif Banjarmasin Jl. A. Yani Km.6.7 - Komplek Citra Garden Blok-A3 No.11 Banjarmasin 70248 - Kalsel. Telp. / Fax: 0511 – 4282627

Kantor BalikpapanJl. Jend. Sudirman Komplek Ruko BPN Permai Blok F-2 No.32, Balikpapan 76114Kalimantan Timur Telp. / Fax: 0542-440865 / 0542-417633

Head OfficePT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, Menara Bank Danamon, 15th floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. E. IV no.6. Mega Kuningan, Jakarta 12950

AKT Site Project Desa Bentuan – Kelurahan Muara Tuhup, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah 73911 Phone / Fax: 021 – 75991234 / 57992181 (Ext. 2104) Palangkaraya Representative OfficeJl. Anggrek 1 No.123 – Komplek PCPR 1 Palangkaraya 73111 Kalimantan Tengah. Phone / Fax: 0536-3230405

Muara Teweh Representative OfficeJl. Langsat No.43 Rt.07/02 Kelurahan Lanjas – Muara Teweh – Kalimantan Tengah 73812. Phone / Fax: 0519 – 23369

Banjarmasin Representative Office Jl. A. Yani Km.6.7 - Komplek Citra Garden Blok-A3 No.11 Banjarmasin 70248 - Kalsel. Phone / Fax: 0511 – 4282627

Balikpapan OfficeJl. Jend. Sudirman Komplek Ruko BPN Permai Blok F-2 No.32, Balikpapan 76114 - Kalimantan Timur Phone / Fax: 0542-440865 / 0542-417633

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

190 Borneo Laporan Tahunan 2010

Page 193: Borneo Ar2010

Eksekutif SeniorSenior Executive

• Hardianto

• Vera Likin

• Nenie Afwani

• Iwan Djalal

• Benny Soetanto

• Adnan Tabrani

• Muhammad Thabrani

The Tuhup site management team embraces the broad range of skills and experience necessary to develop and manage Indonesia’s first and foremost coking coal operation.

Mr Humala Oloan, Mine ManagerMr Syahrunsyah Syahbuddin, Head of Engineering & Community RelationsMr Victor Simbolon, Safety SuperintendentMr Chris Chapman, Plant Maintenance ManagerMr Paul Martin, Senior Workshop Superintendent Mr Bijit Biswas, Coal Quality Superintendent Mr Arifin Jauhar, Port Operations Superintendent Mr Wayne Slater, Infrastructure SuperintendentMr Akhmad Rifaldi, Administrative Superintendent

Tim manajemen Tuhup terdiri dari para ahli dengan keahlian dan pengalaman yang sesuai untuk mengembangkan dan mengelola operasional pertambangan batubara coking yang pertama dan terbesar di Indonesia.

Humala Oloan, Manajer TambangSyahrunsyah Syahbuddin, Kepala Teknik & Hubungan MasyarakatVictor Simbolon, Pengawas Keselamatan KerjaChris Chapman, Manajer Pemeliharaan PertambanganPaul Martin, Pengawas Senior WorkshopBijit Biswas, Pengawas Kualitas BatubaraArifin Jauhar, Pengawas Operasi PelabuhanWayne Slater, Pengawas InfrastrukturAkhmad Rifaldi, Pengawas Administrasi

Tim Manajemen TambangMine Management Team

Corporate Profile Management Report Operational Review Corporate Social Responsibility Corporate Governance Human Resources Risk Management Safety, Health, and Management Management’s Discussion and Analysis Corporate Data

1912010 Borneo Annual Report

Page 194: Borneo Ar2010

Halaman ini sengaja dikosongkanThis page is intentionally left blank

192 Borneo Laporan Tahunan 2010